CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Pengaruh Promosi. Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Fashion di E-Commerce Shopee Ilham Nur. Eka Sudarusman* Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta *Corresponding author: ekasud@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Promosi. Harga, dan Kualitas Produk terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang dipakai pada penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh berdasarkan penyebaran kuesioner kepada 157 responden. Tehnik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi berganda dan diperoleh kesimpulan bahwa promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, dan kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Adjusted R Square sebesar 0,876 menunjukkan bahwa variabel Promosi. Harga, dan Kualitas Produk memberikan kontribusi terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee sebesar 87,6%. Sisanya 12,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kata kunci: Promosi. Harga. Kualitas Produk. Keputusan Pembelian Abstract This study aims to analyze the influence of Promotion. Price, and Product Quality on fashion purchasing decisions on the Shopee e-commerce platform. This research employs a quantitative The type of data used in this study is primary data obtained through the distribution of questionnaires to 157 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. The data analysis technique was carried out using multiple regression analysis and concluded that Promotion has a positive effect on purchasing decisions. Price has a positive effect on purchasing decisions, and Product Quality also has a positive effect on purchasing decisions. The Adjusted R Square value is 0. 876, which means that the variables of Promotion. Price, and Product Quality contribute 87. 6% to fashion purchasing decisions on Shopee. The remaining 4% is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Promotion. Price. Product Quality. Purchasing Decision CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 PENDAHULUAN Menghadapi era globalisasi saat ini, teknologi dan informasi yang sangat pesat termasuk internet ternyata membawa dampak yang positif tidak terkecuali perkembangan dunia bisnis dan pemasaran. Sekarang sudah sangat banyak orang yang memanfaatkan internet sebagai media pemasaran e-Commerce. Internet memiliki banyak kegunaan yang menguntungkan khususnya dalam bidang jual beli atau perdagangan. Dengan adanya internet hidup manusia semakin lebih mudah. Berbelanja online kini telah menjadi trend dan telah merambah ke masyarakat. Belanja online telah merubah perilaku belanja masyarakat. Perubahan perilaku tersebut dapat terlihat dari kebiasaan berbelanja masyarakat yang tadinya berbelanja langsung di pasar atau di mall terdekat, sedangkan saat ini mereka lebih gemar berbelanja secara online. Keuntungan berbelanja online yang praktis bisa di akses dimana saja dan kapan saja baik pagi, siang ataupun malam. Toko online akan selalu di buka dan kita selalu bisa melihat produk-produk yang tersedia di Marketplace kini telah menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh penawaran harga yang relatif murah dan terjangkau di setiap platform. Kondisi ini memicu perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Perubahan tersebut terlihat pada kebiasaan belanja secara langsung di supermarket, minimarket, pasar, atau mall terdekat menjadi bergeser ke marketplace yang menyediakan berbagai macam produk dan kebutuhan. Marketplace pun semakin diminati dan menjadikan belanja online sebagai pilihan utama di era globalisasi. Gambar 1. E-commerce yang dikunjungi Berdasarkan Gambar 1 pada Kuartal i tahun 2021. Tokopedia tercatat masih menjadi platform e-Commerce dengan jumlah kunjungan tertinggi. Menurut laporan dari iPrice. Tokopedia mencatatkan rata-rata 158,1 juta kunjungan bulanan, meningkat sebesar 7% dibandingkan dengan Kuartal II yang mencapai 147,8 juta kunjungan. Sementara itu. Shopee menempati posisi kedua dengan total 134,4 juta kunjungan, yang juga mengalami kenaikan sebesar 5,8% dari kuartal sebelumnya, yakni 127 juta kunjungan. Salah satu marketplace yang menjadi fokus penelitian ini adalah Shopee. Berdasarkan Gambar 1. Shopee masih tergolong sebagai salah satu marketplace dengan jumlah kunjungan yang tinggi. Platform ini mudah diakses melalui perangkat seluler, sehingga CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 memudahkan penjual dan pembeli untuk berinteraksi serta melakukan transaksi. Shopee juga menyediakan sistem pembayaran yang aman dan praktis, memberikan rasa aman bagi konsumen dalam berbelanja. Gambar 2. Penjualan Terlaris di Shopee 2020 Mengacu pada Gambar 2 mengenai data penjualan Shopee tahun 2020, produk fashion tercatat sebagai kategori yang paling banyak dibeli oleh konsumen melalui platform online. Kata "fashion" dalam bahasa Inggris diartikan sebagai gaya, kebiasaan, atau tren. Seiring dengan kemajuan teknologi dan peradaban manusia, perkembangan fashion juga mengalami Fashion tidak hanya mencakup pakaian, tetapi juga berbagai produk pelengkap penampilan seperti tas, sepatu, sandal, dan aksesori lainnya. Peneliti memilih fokus pada produk fashion di Shopee karena kategori ini masih mendominasi pasar, sebagaimana terlihat pada Gambar 2. Gambar 2: fashion muslim mencapai 107 juta penjualan, pakaian wanita 100 juta, tas wanita 54 juta, dan pakaian pria sebanyak 28 juta transaksi pada tahun 2020. Produk fashion menjadi yang paling sering dibeli di e-commerce dan termasuk dalam kategori barang tahan lama . urable good. , seperti pakaian, tas, sepatu, dan aksesori, yang umumnya memerlukan informasi spesifik mengenai ukuran, warna, dan bahan. Keputusan pembelian merupakan proses evaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan pada suatu produk dari berbagai pilihan produk. Menurut Kotler & Amstrong . keputusan pembelian adalah tahap dimana konsumen benar-benar membeli sebuah produk. Pengambilan keputusan merupakan kegiatan individu yang terlibat langsung dalam proses pembelian barang yang ditawarkan oleh perusahaan. Menurut Kotler & Keller ( 2. AuPromotion means activities that communicate the merits of the product and persuade target customers to buy itAy, artinya promosi merupakan kegiatan yang mengomunikasikan manfaat dari sebuah produk dan membujuk target konsumen untuk membeli produk tersebut. Penelitian oleh (Tolan et al. , 2. (Octadyla et al, 2. mendukung bahwa promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Khanaya . Aminah & Widowati (Aminah & Widowati, 2. menyatakan bahwa promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Harga memainkan peran penting dalam jual beli, membantu konsumen memutuskan apakah akan membeli suatu barang atau jasa. Harga adalah jumlah uang yang perlu dibayarkan untuk memperoleh suatu produk, baik berupa barang maupun jasa. Ini juga bisa berarti nilai yang ditukar oleh konsumen untuk mendapatkan manfaat atau kepemilikan atas suatu barang atau jasa (Kotler & Armstrong, 2. Harga merupakan elemen kunci dalam marketing mix yang CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Konsumen menilai harga sebagai mahal, murah, atau rata-rata, pendapat ini bisa bervariasi tergantung pada lingkungan dan kondisi masingmasing konsumen. Keputusan harga memiliki peran utama karena membantu pembeli membuat keputusan untuk mencapai keuntungan yang diharapkan, dan konsumen sering membandingkan harga dengan berbagai cara. Harga memiliki hubungan erat dengan keputusan pembelian. Jika harga sesuai dengan keinginan pembeli, maka keputusan pembelian akan meningkat. Sebaliknya, jika harga tidak sesuai dengan harapan konsumen, maka keputusan pembelian akan Penelitian oleh Sari . dan Wahyuni & Nuryani . menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Alyani & Charitas . Cyrilla Wilda Rizani . menyatakan bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Menurut Kotler & Keller . kualitas produk sebagai totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, baik yang dinyatakan secara eksplisit maupun implisit. Ada beberapa penelitian tentang hubungan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Penelitian yang dilakukan Saputra . Siboro . mendukung bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Cyrilla . menyatakan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. TINJAUAN LITERATUR Keputusan Pembelian Secara umum, keputusan pembelian adalah tindakan atau perilaku yang mengacu pada pilihan akhir konsumen dalam membeli suatu barang atau jasa untuk konsumsi, baik secara umum maupun pribadi, oleh individu atau kelompok. Keputusan pembelian adalah proses yang didasarkan pada semua pengalaman konsumen dalam belajar, memilih, menggunakan, dan bahkan membuang suatu produk (Kotler & Keller, 2. Menurut Kotler & Armstrong . , keputusan pembelian merupakan sebuah evaluasi dari pelanggan untuk memilih dari beberapa merek dan dapat melakukan niat untuk membeli merek yang paling disukai. Indikator keputusan pembelian adalah sebagai berikut: Pemilihan merek. Konsumen melakukan pemilihan merek sebelum melakukan keputusan pembelian karena setiap merek memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan tempat penyalur. Konsumen perlu menentukan tempat penyalur yang akan dikunjungi untuk melakukan keputusan pembelian seperti di loksi terdekat, lokasi dengan harga yang murah, lokasi dengan persediaan yang lengkap. Waktu pembelian. Setiap konsumen memilih waktu pembelian yang berbeda-beda. Jumlah barang yang dibeli. Konsumen menentukan banyaknya produk yang akan di beli sebelum melakukan keputusan pembelian. Cara pembayaran Konsumen menentukan cara/metode pembayaran sebelum melakukan keputusan pembelian pada suatu barang, produk atau jasa. Promosi Promosi merupakan kegiatan yang mengomunikasikan manfaat dari sebuah produk dan membujuk target konsumen untuk membeli produk tersebut. (Kotler & Keller, 2. Indikator promosi menurut Kotler & Armstrong . adalah sebagai berikut: CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Frekuensi Paparan (Exposure Frequenc. Frekuensi paparan merujuk pada seberapa sering konsumen terpapar pesan promosi dalam suatu periode waktu tertentu. Semakin tinggi frekuensi paparan, maka semakin besar kemungkinan konsumen mengingat, mengenali, dan merespons pesan promosi tersebut. Menurut teori komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communicatio. , paparan yang berulang akan meningkatkan probabilitas konsumen dalam menginternalisasi pesan merek, sehingga membentuk memori jangka panjang mengenai produk. Daya Tarik Promosi (Promotion Attractivenes. Daya tarik promosi merupakan sejauh mana suatu promosi menarik perhatian dan minat konsumen secara emosional maupun rasional. Dalam teori komunikasi, daya tarik dapat berupa daya tarik informatif, emosional, humor, ataupun seksual yang dirancang untuk merangsang reaksi positif dari Kesesuaian Promosi (Promotion Relevanc. Kesesuaian promosi menilai sejauh mana isi dan bentuk promosi selaras dengan kebutuhan, preferensi, dan harapan target konsumen. Konsep ini berkaitan erat dengan prinsip segmentasi dan targeting dalam pemasaran. Promosi yang relevan akan lebih efektif karena konsumen merasa bahwa promosi tersebut Auditujukan untuk merekaAy secara personal. Pengaruh Terhadap Minat (Influence on Interes. Indikator ini mengacu pada kemampuan promosi dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, perhatian, dan ketertarikan konsumen terhadap produk. Menurut Kotler & Keller . , promosi yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membangkitkan minat untuk mengeksplorasi lebih jauh, baik melalui pencarian informasi tambahan maupun percobaan produk. Respons Konsumen (Consumer Respons. Respons konsumen mencerminkan reaksi aktual yang diberikan oleh konsumen terhadap promosi. Respons ini bisa berupa tindakan kognitif . emikirkan ulan. , afektif . , hingga tindakan perilaku . embeli, mengklik, atau berbag. Dalam konteks komunikasi pemasaran, respons merupakan indikator paling nyata atas keberhasilan promosi. Harga Menurut Kotler & Armstrong . harga adalah jumlah uang yang perlu dibayarkan untuk memperoleh suatu produk, baik berupa barang maupun jasa. Ini juga bisa berarti nilai yang ditukar oleh konsumen untuk mendapatkan manfaat atau kepemilikan atas suatu barang atau Indikator harga menurut Kotler & Armstrong . adalah sebagai berikut: Keterjangkauan harga, konsumen dapat menjangkau harga bervariasi dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Kesesuaian harga dengan kualitas, harga menentukan kualitas suatu produk, kualitas produk Daya saing harga, konsumen sering membandingkan harga suatu produk dengan produk Kesesuaian harga dengan manfaat, harga memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan nominal yang dibayarkannya. Kualitas Produk Menurut Kotler & Keller . kualitas produk sebagai totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, baik yang dinyatakan secara eksplisit maupun implisit. Indikator kualitas produk menurut Kotler & Keller . adalah sebagai berikut: CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Performance (Kinerj. Sehubungan dengan aspek fungsional suatu barang/jasa dan merupakan fitur utama yang dapat dipertimbangkan oleh pelanggan untuk membeli barang atau menggunakan jasa Aesthetics (Estetik. Karakteristik yang besifat subjektif atas nilai-nilai estetik, ini terkait dengan pertimbangan pribadi, refleksi, dan prefensi individual. Special features (Fitur specia. Aspek performansi berfungsi untuk menambahkan fitur dasar, berupa pilihan-pilihan produk dan pengembangannya. Comformance (Kesesuaia. Tingkat kemiripan spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya yang berdasarkan kebutuhan Realiability (Keandala. Beruhubungan dengan probabilitas suatu barang, apakah produk yang pelanggan gunakan telah berhasil menjalankan fungsinya pada saat digunakan dalam periode waktu serta kondisi tertentu. Durability (Daya taha. Gambaran umur ekonomis berupa masa pakai suatu barang. Perceived Quality (Kualitas yang dirasaka. Berkaitan dengan rasa psikologis pelanggan, sepertu keberadaan suatu produk, sebagai produk berkualitas dan terpecaya. Service ability (Kemampuan melayan. Merupakan penanganan pelayanan sesuai jual, seperti penanganan keluhan pelanggan. Perumusan Hipotesis Hubungan promosi terhadap keputusan pembelian Promosi merupakan berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan secara langsung konsumen maupun tidak langsung tentang suatu produk atau merek yang dijual. Selain itu, promosi digunakan untuk mengkomunikasikan dan membujuk pasar terkait produk atau jasa yang baru, melalui iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, maupun publikasi. Promosi dimedia sosial pada zaman sekarang tidak dapat dipungkiri memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perilaku Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan tujuan utama untuk meginformasikan, membujuk, mempengaruhi dan mengingatkan konsumen agar membeli produk yang Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Tolan et al. , 2. , (Octadyla, . Maulanan. ,& Diem, 2. yang menyatakan bahwa promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: H1: Promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee Hubungan harga terhadap keputusan pembelian. Harga memainkan peran penting dalam proses jual beli suatu produk atau jasa. Harga membantu konsumen dalam memutuskan apakah mereka akan membeli barang tersebut atau tidak. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Wahyuni dan Nuryani (Wahyuni & Nuryani, 2. yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah: CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 H2: Harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee. Hubungan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Menurut (Kotler & Keller, 2. kualitas produk sebagai totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, baik yang dinyatakan secara eksplisit maupun implisit. Usaha membuat suatu produk yang berkualitas menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saputra . Siboro . yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah: H3: Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee Gambar 3. Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif kuantitatif karena data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan kemudian diinterpretasikan. Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2. penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh dengan cara pengisian kuesioner yang dibagikan kepada responden. Data sekunder juga digunakan didalam penelitian ini berupa jurnal dan buku. Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah secara umum yang meliputi objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Konsumen yang Berbelanja Fashion Minimal satu kali di e-commerce Shopee. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Sampel Pada penelitian ini, ukuran sampel diambil dengan ukuran dimana jumlah indikator dikali 5 hingga 10 (Hair et al. , dikarenakan populasi yang belum diketahui dengan pasti. Jumlah penentuan sampel dihitung dengan rumus 5 x jumlah indikator. Indikator dari variabel independen dan dependen dalam penelitian berjumlah 23 indikator. Sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 x 23 = 115 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling. Adapun penggunaan metode sampling yang diimplementasikan pada penelitian ini adalah Purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel penelitian ini adalah Konsumen yang Berbelanja Fashion Minimal satu kali di e-commerce Shopee. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom . = jumlah data Ae 2, dengan n adalah jumlah sampel sampel. jumlah sampel pada penelitian ini adalah 157 responden, jadi df= 157 Ae 2 = 155, dengan signifikansi sebesar 5% sehingga r tabel dapat diketahui sebesar 0,1567. Keputusan apakah instrumen valid atau tidak dari kuesioner bisa dilakukan dengan melihat kriteria penililaian uji validitas yakni sebagai berikut: Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner tersebut valid. Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner tersebut dikatakan tidak valid. Berikut adalah hasil uji validitas pada setiap variabel yang digunakan peneliti. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel PROMOSI HARGA KUALITAS PRODUK Item r Hituung 0,789 0,749 0,701 0,77 0,754 0,808 0,735 0,663 0,798 0,769 0,769 0,734 0,725 0,745 0,815 r Tabel 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman KEPUTUSAN PEMBELIAN Vol. No. : Oktober . -162 0,803 0,792 0,737 0,814 0,722 0,774 0,81 0,789 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 0,1567 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Sumber: Data primer yang di olah, 2025 Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji validitas semua item pertanyaan pada variabel Promosi (X. Harga (X. Kualitas Produk (X. , dan Keputusan pembelian Keputusan pembelian (Y) mempunyai r Hitung > r Tabel, dapat di simpulkan bahwa pernyataan pada setiap variabel tersebut valid atau layak digunakan sebagai instrumen Uji Reabilitas Uji reliabilitas instrumen didalam kuesioner dapat dilakukan dengan menggunakan CronbachAos Alpha. Suatu data dikatakan reliabel ketika reliabilitannya diukur berdasarkan koefisien CronbachAos Alpha (), instrumen dikatakan punya reliabilitas atau kepercayaan yang baik jika nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70. Berikut adalah hasil uji reabilitas pada setiap variabel yang digunakan peneliti. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Promosi 0,900 Harga Kualitas Produk 0,914 Keputusan Pembelian 0,938 Keterangan Reliable Reliable Reliable Reliable Sumber: Data primer yang di olah, 2025 Berdasarkan tabel 1. di atas, menunjukkan hasil dari CronbachAos Alpha > 0,70 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item variabel penelitian reliabel dan dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Uji Asumsi dasar (Normalita. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data memiliki distribusi normal ataukah tidak. Data dapat dikatakan normal Jika didapat nilai signifikan > 0,05. Sebaliknya apabila nilai signifikan < 0,05 maka data dikatakan tidak normal (Latan dan Temalagi, 2. Berikut adalah hasil uji Asumsi Dasar pada setiap variabel yang digunakan peneliti. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui bahwa nilai Monte Carlo Sig. 0,271 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan dengan cara melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 dapat dikatakan dalam variabel tersebut tidak terjadi multikolinearitas. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas yang digunakan peneliti. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, nilai tolerance pada Variabel Promosi (X. = 0,119. Harga (X. = 0,148, dan Kualitas produk (X. 0,105 > 0,10 maka tidak terjadi Nilai VIF pada semau variabel < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitaas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas, apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Dalam pengujian ini metode yang digunakan adalah uji Glejser. Uji Glejser adalah dengan meregresikan nilai absolut residual sebagai variabel dependen dengan masing-masing variabel independen kedalam model Gujardi . Berikut adalah hasil uji Heterokedastisitas yang digunakan peneliti. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Tabel 5. Hasil Uji Heterokedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas nilai probabilitas . pada variabel Promosi (X. = 0,421. Harga (X. = 0,421. Kualitas Produk (X. = 0,767 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas. Uji Goodness of Fit Uji statistik F dilakukan dengan tujuan untuk menaksir nilai aktual yang dapat diukur dari goodness of fit. Model goodness of fit dapat diukur dari nilai statistik F, kriteria pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi < 0,05 artinya model penelitian layak digunakan pada penelitian. Berikut adalah hasil goodness of fit yang digunakan peneliti. Tabel 6. Hasil Uji goodness of fit Berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dapat dikatakan bahwa semau variabel mampu memprediksi variabel Keputusan pembelian dengan Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda ini dilakukan untuk mengukur apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berikut adalah hasil Analisis Regresi Linier Berganda yang digunakan peneliti. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Tabel 7. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan hasil analisi regresi linier berganda pada tabel diketahui persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 1 X1 2 X2 3X3 e Y = 1,613 0,490X1 0,455X2 0,531X3 e Dari persamaan di atas, dapat diterangkan sebagai berikut: Nilai konstanta () = 1,613 artinya jika semua variabel bebas yaitu diasumsikan nilainya konstan atau tidak mengalami perubahan, maka keputusan pembelian (Y) nilainya sebesar 1,613. Koefisien regresi . = 0,490 dengan nilai sig. < 0,05 . , artinya menunjukan arah positif. Kenaikan variabel promosi berpengaruh searah terhadap keputusan pembelian. Koefisien regresi . = 0,455 dengan nilai sig. <0,05 . , artinya menunjukan arah positif. Kenaikan variabel harga berpengaruh searah terhadap keputusan pembelian. Koefisien regresi . = 0,531 dengan nilai sig. <0,05 . , artinya menunjukan arah positif. Kenaikan variabel kualitas produk berpengaruh searah terhadap keputusan Uji t Uji t dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi masing-masing variabel independen mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel dependen dan selanjutnya dapat diketahui variabel independen yang dominan berpengaruh terhadap variabel terikat dengan = 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. , dengan kriteria sebagai berikut: Jika nilai signifikansi O 0,05 maka hipotesis 1, 2, dan 3 diterima. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka hipotesis 1, 2, dan 3 ditolak. Berikut adalah hasil Uji hipotesis yang digunakan peneliti: Tabel 8. Hasil Uji T CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil uji T sebagai berikut: Variabel Promosi (X. Variabel Promosi (X. memiliki koefisien regresi . 0,490 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya variabel Promosi (X. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga H1 yang menyatakan bahwa Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee Variabel Harga (X. Variabel Harga (X. memiliki koefisien regresi . 0,455 dan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 artinya variabel Harga (X. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga H2 yang menyatakan bahwa Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee diterima. Variabel Kualitas Produk (X. Variabel Kualitas Produk (X. memiliki koefisien regresi . 0,531 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya variabel Kualitas Produk (X. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga H3 yang menyatakan bahwa Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-commerce Shopee diterima. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan besaran untuk menunjukkan tingkat kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam bentuk persentase, yang menunjukkan seberapa besar persentase keragaman variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh keragaman variabel independen (X), atau dengan kata lain seberapa besar variabel independen (X) dapat memberikan kontribusi terhadap variabel dependen (Y). Berikut adalah hasil uji Koefisien determinasi yang digunakan Tabel 9. Hasil Uji Koefisien determinasi Berdasarkan tabel. di atas diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,876 . ,6%), artinya bahwa 87,6% variabel Keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel independent (Promosi. Harga, dan Kualitas produ. Sedangkan sisanya sebesar 12,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Promosi mempunyai pengaruh positif dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,490 dan nilai signifikansinya 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee. Maka, hipotesis 1 yang menyatakan bahwa Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee diterima. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Penjelasan tersebut dibuktikan dalam penelitian (Tolan et al. , 2. menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Online Shop Mita (Studi pada Masyarakat Kecamatan Wanea Kelurahan Karombasan Selatan Lingkungan IV Kota Manad. Penelitian lain yang dilakukan oleh Maulana & Diem (Maulana & Diem, 2. juga membuktikan bahwa Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi menjadi salah satu variabel yang dipertimbangakan dalam pengambilan keputusan konsumen ketika melakukan keputusan pembelian secara online. Pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Harga mempunyai pengaruh positif dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,455 dan nilai signifikansinya sebesar 0,001 < 0,05, artinya variabel Harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee. Maka hipotesis 2 diterima. Hasil penelitian ini mendukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Saputra . yang menyatakan bahwa Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk fashion di ecommerce Zalora. Selain itu penelitian (Wahyuni & Nuryani, 2. juga menyatakan bahwa Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Dari beberapa penelitian tentang pengaruh harga, bahwa kebijakan harga akan menjadi faktor dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen secara online. Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Kualitas produk mempunyai pengaruh positif dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,531 dan nilai signifikansinya sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya variabel Kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee. Maka hipotesis 3 diterima. Hasil penelitian ini mendukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Saputra . tentang Kualitas produk dan penelitian Siboro . menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Industri Fashion Online pada Merek H&M. KESIMPULAN Promosi. Harga dan Kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian fashion di e-Commerce Shopee. Presentase pengaruh variabel independen (Promosi. Harga, dan Kualitas produ. terhadap Keputusan pembelian sebesar 0,876 . ,6%), artinya bahwa 87,6% variabel Keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel independent (Promosi. Harga, dan Kualitas produ. Sedangkan sisanya sebesar 12,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. KETERBATASAN DAN SARAN Penelitian ini masih berfokus pada aspek terbatas yaitu promosi, harga dan kualitas produk. Banyak aspek yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian. Sampel dalam penelitian ini masih minim walaupun memenuhi dari sisim indikator. Berdasar hasil tersebut berikut saran yang bisa memperbaiki hasil penelitian selanjutnya. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel-variabel lain yang juga mempengaruhi keputusan pembelian seperti kepercayaan terhadap platform, kemudahan penggunaan aplikasi, ulasan pengguna, brand awareness, atau faktor sosial budaya yang lebih kompleks. Selain itu, metode penelitian kualitatif atau campuran . ixed method. dapat dipertimbangkan untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam terkait motivasi dan perilaku konsumen dalam berbelanja fashion di e-commerce. CAKRAWANGSA BISNIS Ilham Nur. Eka Sudarusman Vol. No. : Oktober . -162 Bagi pelaku usaha atau UMKM yang menjual fashion melalui Shopee, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk memahami perilaku konsumen. UMKM sebaiknya memaksimalkan fitur promosi yang disediakan Shopee, menetapkan harga yang bersaing dan transparan, serta menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan deskripsi. Dengan begitu, kepercayaan konsumen dapat terjaga dan peluang untuk terjadinya pembelian ulang semakin besar. DAFTAR PUSTAKA