Article Kesesuaian Antara Harapan dan Kenyataan Pasien Umum terhadap Pelayanan Poli Rawat Jalan di RSUD dr. Sayidiman Magetan Alyaa Syifa Rahmadiani1*. Putri Asmita Wigati1. Eka Yunila Fatmasari1 Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro Correspondence: marshandanabilah11@gmail. Abstrak: Citation: Rahmadiani. Wigati. Fatmasari. AuKesesuaian Antara Harapan dan Kenyataan Pasien Umum terhadap Pelayanan Poli Rawat Jalan di RSUD dr. Sayidiman MagetanAy Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, vol. 5, no. Jan. https://doi. org/10. 14710/jrkm. Received: 1 November 2024 Accepted: 24 Desember 2024 Published: 30 Januari 2025 Latar belakang: RSUD dr. Sayidiman Magetan merupakan rumah sakit BLUD yang memperoleh keuntungan dari pasien umum, namun kunjungan pasien umum mengalami penurunan pada JanuariAeJuli 2024. Selain itu, poli rawat jalan memiliki tingkat kepuasan kedua terendah dengan skor 80,43. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi untuk meningkatkan kepuasan pasien Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis antara harapan dan kenyataan yang diterima pasien umum terhadap pelayanna poli rawat jalan dari aspek bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan atau desain penelitian cross sectional, dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Februari 2025, dan analisis datanya menggunakan metode IPA (Indeks Performance Analysi. berdasarkan hasil dari skor harapan dan kenyataan. Hasil: Tingkat kepuasan terhadap dimensi pelayanan yang masih dinilai kurang memuaskan oleh responden adalah dimensi kehandalan . dan daya tanggap . , karena tingkat kesesuaian masing-masing masih di bawah 86,56%. Sementara itu, dimensi pelayanan yang dinyatakan memuaskan adalah bukti fisik . , jaminan . , dan empati . , dengan tingkat kesesuaian di atas 86,56%. Simpulan: Dimensi daya tanggap memiliki tingkat kesesuaian terendah . ,52%), sehingga pasien kurang puas dalam aspek ini. Dimensi kehandalan juga berada di bawah rata-rata . ,53%), menunjukkan kepuasan yang belum Sebaliknya, dimensi bukti fisik . ,58%), jaminan . ,76%), dan empati . ,40%) memiliki tingkat kesesuaian di atas rata-rata, dengan empati sebagai aspek yang paling memuaskan bagi Kata kunci: Kualitas Pelayanan. Pasien Umum. Importance Performance Analysis Copyright: A 2025 by the authors. Universitas Diponegoro. Powered by Public Knowledge Project OJS and Mason Publishing OJS theme. ABSTRACT Background: RSUD dr. Sayidiman Magetan is a BLUD hospital that benefits from public patients, but public patient visits have decreased in January-July 2024. In addition, the outpatient clinic has the second lowest satisfaction level with a score of 80. This condition indicates the need for evaluation to improve general patient satisfaction. The purpose of this study was to analyze the expectations and reality received by general patients towards outpatient poly services from the aspects of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Methods: This study is a quantitative study with a cross sectional research design, conducted in December 2024-February 2025, and the data analysis used the IPA (Index Performance Analysi. method based on the results of the expected and actual scores. Results: The level of satisfaction with the dimensions of service that are still considered unsatisfactory by respondents is the dimension of reliability and responsiveness, because the level of conformity is still below 86. Meanwhile, the service dimensions that were declared satisfactory were tangible, assurance, and empathy, with a level of conformity above Conclusion: The responsiveness dimension has the lowest level of agreement . 52%), so patients are less satisfied in this aspect. The reliability dimension was also below average . 53%), indicating suboptimal satisfaction. In contrast, the dimensions of physical evidence . 58%), assurance . 76%), and Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2025, 5, 1 https://ejournal2. id/index. php/jrkm/index Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2025, 5, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 2 of 17 empathy . 40%) had above-average levels of conformity, with empathy as the most satisfying aspect for Keywords: Service Quality. General Patients. Improtance Performance Analysis Pendahuluan Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran krusial dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai institusi yang menyediakan layanan medis, rumah sakit tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit tetapi juga pada upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 1 Menurut Azwar . , rumah sakit adalah organisasi yang menyediakan pelayanan medis berkesinambungan, termasuk diagnosis dan pengobatan, yang dilaksanakan oleh tenaga medis profesional dengan dukungan infrastruktur yang 2 Menurut Roemer . , selain sebagai penyedia layanan kesehatan, rumah sakit juga memiliki peran sosial dan ekonomi yang signifikan dalam komunitasnya. Dari aspek sosial, rumah sakit berkontribusi dalam menekan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, dari sisi ekonomi, rumah sakit menjadi pusat aktivitas yang menciptakan lapangan kerja, mendukung sektor farmasi, teknologi medis, serta pendidikan kesehatan. Magetan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk cukup signifikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten lain seperti Madiun. Ngawi, dan Ponorogo. Magetan memiliki posisi strategis dalam sistem layanan kesehatan regional. RSUD dr. Sayidiman Magetan dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Magetan yang melayani pasien dari berbagai kecamatan, baik pasien umum maupun peserta BPJS. RSUD dr. Sayidiman Magetan merupakan rumah sakit tipe C milik Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan yang telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh sejak tahun 2009. Selain itu, rumah sakit ini juga beroperasi sebagai Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Magetan No. 15 Tahun 2022, yang memungkinkan pengelolaan keuangan secara lebih fleksibel untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan manajemen tersebut, salah satu elemen kunci untuk meningkatkan penjualan adalah menarik lebih banyak pasien umum. Pasien umum yang membayar layanan kesehatan tanpa menggunakan subsidi pemerintah atau asuransi seperti BPJS merupakan sumber pendapatan langsung yang sangat penting bagi keberlanjutan operasional dan pengembangan rumah sakit. 5 Pendapatan dari pasien umum memungkinkan rumah sakit untuk mendanai berbagai kebutuhan operasional, seperti pemeliharaan fasilitas, pembelian peralatan medis canggih, dan pengembangan tenaga kerja. 6 Selain itu, pendapatan ini memberikan fleksibilitas finansial bagi rumah sakit untuk berinovasi dalam memberikan layanan berkualitas tinggi. 7 Berdasarkan data kunjungan pasien umum di Poli Rawat Jalan RSUD dr. Sayidiman Bulan Januari-Juli Tahun 2024 adalah sebagai berikut : Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2025, 5, 1 ISSN: 2807-8209 3 of 17 DOI: 10. 14710/jrkm. Tabel 1. Kunjungan Pasien Umum dan BPJS Poli Rawat Jalan Bulan Januari-Juli Tahun 2024 No. Kunjungan Pasien Bulan Umum Persentase BPJS Persentase Jumlah Januari 16,7% 83,28% Februari 12,56% 87,43% Maret 13,36% 86,63% April 13,34% 86,65% Mei 12,5% 87,48% Juni 12,21% 87,78% Juli 10,81% 89,18% Sumber Data : Laporan Kunjungan Pasien Umum dan BPJS Poli Rawat Jalan Bulan Januari-Juli Tahun 2024 Berdasarkan data kunjungan pasien umum di Poli Rawat Jalan RSUD dr. Sayidiman pada periode Januari hingga Juli 2024, terjadi fluktuasi jumlah pasien. Pada Januari, kunjungan mencapai 2. 295 orang, tetapi menurun menjadi 1. 672 orang pada Juli. Kemudian, untuk hasil survei kepuasan pasien dari masing-masing poli yaitu : Gambar 1. Grafik Survei Kepuasan Masyarakat RSUD dr. Sayidiman Magetan Semester II Tahun 2024 Berdasarkan di RSUD Sayidiman Magetan untuk semester II tahun 2024, diketahui bahwa nilai kepuasan pada layanan Rawat Jalan memiliki skor paling rendah kedua dibandingkan dengan unit layanan lainnya, yaitu 80,43. Nilai ini berada di bawah rata-rata kepuasan keseluruhan sebesar 81,97, yang dikategorikan dalam tingkat kepuasan Baik (B). Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum kepuasan pasien terhadap layanan rumah sakit masih dalam kategori baik, terdapat indikasi bahwa poli rawat jalan masih perlu mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih Sebagai langkah tindak lanjut, analisis lebih mendalam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi aspek spesifik yang menjadi kendala utama, sehingga dapat dirancang strategi peningkatan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2025, 5, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 4 of 17 Selanjutnya, studi pendahuluan melalui wawancara dengan 10 pasien menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Beberapa keluhan yang sering disampaikan meliputi ketidaktepatan waktu dokter dalam memberikan pelayanan, terutama di Poli Anak dan Poli Kandungan, serta lamanya waktu tunggu pasien sebelum mendapatkan tindakan medis. Selain itu, kondisi fasilitas pendukung seperti toilet di area Poli Rawat Jalan juga masih kurang optimal, dengan keluhan mengenai kebersihan serta ketersediaan sarana sanitasi seperti sabun dan tisu yang tidak selalu memadai. Kualitas pelayanan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kepuasan pasien. Dalam konteks pelayanan kesehatan, kualitas tidak hanya diukur dari kemampuan tenaga medis dalam menangani penyakit, tetapi juga dari aspek komunikasi, ketepatan waktu, kesopanan, responsivitas, serta kenyamanan fasilitas yang tersedia. 10 Menurut Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), tingkat kepuasan pasien yang ideal adalah 90%. Jika capaian kurang dari angka tersebut, maka layanan dianggap belum memenuhi standar minimal. 11 Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pelayanan untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan pengalaman yang lebih baik saat berobat di RSUD dr. Sayidiman. Untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien dan mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, penelitian ini menggunakan teori Servqual yang dikembangkan oleh Parasuraman. Zeithaml, dan Berry. 12 Model ini menekankan lima dimensi utama dalam mengukur kualitas pelayanan, yaitu tangible . ukti fisi. , reliability . , responsiveness . aya tangga. , assurance . , dan empathy . 13 Selain itu, penelitian ini menerapkan metode Importance Performance Analysis (IPA), yang berfungsi untuk membandingkan tingkat kepentingan suatu aspek layanan dengan kinerja 14 Dengan metode ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas layanan di Poli Rawat Jalan RSUD dr. Sayidiman, sehingga kepuasan dan loyalitas pasien dapat meningkat secara signifikan. Material dan Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien umum yang melakukan perawatan dan pengobatan di Poli Rawat Jalan RSUD dr. Sayidiman Magetan. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus slovin dan didapatkan total sampel yaitu 100 responden pasien umum dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Incidental Sampling. Data penelitian dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysi. , yang mana dengan metode ini mengukur tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan pada dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti fisik . , kehandalan . , daya tanggap . , jaminan . , dan empati . Tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan skor harapan dan skor kenyataan. Kemudian dari tingkat kesesuaian tersebut akan menentukan urutan prioritas Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2025, 5, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 5 of 17 peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian responden adalah sebagai berikut: TKi = ycUycn x 100% ycUycn Keterangan : TKi = Tingkat kesesuaian responden Xi = Skor penilaian terhadap pelayanan yang telah diterima . Yi = Skor penilaian kepentingan/harapan responden Kategori presentase rata-rata dibagi dalam dua kategori, yaitu memuaskan dan kurang memuaskan. Dikatakan memuaskan jika skor Outingkat kesesuaian keseluruhan dan kurang memuaskan jika skor