KORELASI PENGUASAAN TEORI PUISI DENGAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR ANGKATAN 2015 Aswati Asri Fakultas Bahasa dan Sastrra. Universitas Negeri Makassar Jl. Daeng Tata Raya. Makassar E-mail: asriwati. tiwa@gmail. Abstract. The Correlation Between Theory Of Poetry and Writing A Poem of The StudentsAo in Indonesia Language Education and Literature Study Program Academic Year 2015 . Article. Indonesia Language And Literature Department. State University Of Makassar. The purpose of this research was to determine the level of correlation between theory of poetry mastery and studentsA writing poem skill in Indonesia language education and literature study program academic year 2015. The type of this research is correlation. The data analysis used inferential statistic method, which applied coeficient correlation of product moment. The population was 105 students of Indonesia language education and literature study program language and literature faculty of state university of Makassar in academic year 2015 with 22 samples . % of stud ents The technique of data collection was used objective test and assignment. Theory of poetry test was used to determine the level theory of poetry mastery . and poetry writing assignment to determine the level of poetry writing skill . of Indonesia language education and literature study program language and literature faculty of state university of Makassar in academic year 2015. The test result from poetry writing assignment . showed that students had average scores 6,4. The data analysis showed that r count was bigger or same as r table . t = 0,. t = 0,. in significance level of 95%. The research result showed that theory of poetry test had a significance correlation between theory of poetry mastery and studentsA writing poem skill in Indonesia language education and literature study program academic year Abstrak. Korelasi Penguasaan Teori Puisi dengan Keterampilan Menulis Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan Penelitian ini bersifat korelasional. Data dianalisis dengan menggunakan metode statistik inferensial, yaitu menggunakan analisis koefisien korelasi product moment. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 105 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 dengan sampel berjumlah 22 . % dari jumlah populas. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah penyajian tes tertulis . bjektif te. dan penugasan. Hasil tes penguasaan teori puisi (X) menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai nilai rata-rata 5,32. Hasil tes keterampilan menulis puisi (Y) menunjukkan bahwa nilai rata-rata mahasiswa 6,4. Hasil analisis data menunjukkan bahwa r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel . t = 0,. Ou . t = 0,. pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan teori puisi memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Kata kunci: menulis puisi, signifikan, teori puisi. Jurnal Retorika. Volume 10. Nomor 1. Februari 2017, hlm. 1Ai71 PENDAHULUAN Sastra merupakan ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan sarana bahasa. Tanpa bahasa, sastra tak mungkin ada. Melalui bahasa, ia dapat diwujudkan berupa sastra lisan dan sastra tulis yang isinya menukik dan teramat cantik. Mengapa karya sastra isinya begitu menukik dan teramat cantik? Jawabnya, karena bahasa yang digunakan jauh berbeda dengan bahasa yang terdapat pada buku-buku atau ilmu Sejarah. Biologi. Geografi, dan sebagainya. Sifat bahasa yang digunakan dalam buku-buku tersebut di atas pada hakikatnya bersifat rasional, menerangkan, dan menjelaskan setiap hal yang dimaksud. Berbeda dengan sastra. Sastra membawa bahasa dengan sifatnya sendiri (Aftaruddin, 1986:. Bahasa menggunakan makna denotatif dan konotatif. Setiap ungkapan atau kata-kata dalam sastra tidak terikat oleh arti sebenarnya . akna denotati. saja, tetapi kadang-kadang mempunyai arti imajinatif . akna konotati. Misalnya, kata AumatahariAy kadang-kadang bukan matahari yang sebenarnya, melainkan matahari dalam gambaran angan-angan. Demikianlah, karya sastra tercipta akibat pertemuan dunia batin dengan sumber inspirasi atau imajinasi pengarang. Dalam praktiknya, sastra tidak serta merta dapat dikuasai atau dipahami, seperti halnya pengetahuan yang lain. Oleh karena itu, merupakan suatu hal yang wajar, jika usaha pengembangan sastra memerlukan setumpuk pengetahuan dan pengalaman yang beraneka Demikian pula, usaha untuk memahami sastra, pengetahuan dan pengalaman yang setaraf akan menunjukkan peranan yang cukup Salah satu bentuk karya sastra ialah Meskipun sampai sekarang orang tidak dapat memberikan definisi setepatnya apakah puisi itu, namun untuk memahaminya perlu diketahui ancar-ancar mengenai puisi. Secara etimologi, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani poeima AmembuatA atau poesies ApembuatanA, dan dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry. Puisi diartikan AmembuatA dan menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana- suasana tertentu, baik lahiriah maupun dalam penelitian ini. Puisi ialah karya sastra yang mengekspresikan pemikiran, yang membangkitkan perasaan, yang merangsang daya imajinasi pancaindera dalam susunan yang Ada dua unsur yang membangun sebuah puisi (Waluyo, 1991:71-. , yaitu pertama, metode puisi . truktur fisi. merupakan unsur estetik yang membangun struktur luar dari puisi. Unsur-unsur itu dapat ditelaah satu persatu, tetapi unsur-unsur itu merupakan kesatuan yang Unsur-unsur itu ialah, diksi . ilihan kat. , pengimajian, kata konkret, majas . aya bahas. , versifikasi, dan tipografi. dan kedua hakikat puisi . truktur bati. merupakan medium untuk mengung-kapkan makna yang hendak disampaikan penyair. Hakikat puisi bukan terletak pada bentuk formalnya, meskipun bentuk formal itu penting. Hakikat puisi ialah apa yang menyebabkan puisi itu disebut puisi, di antaranya tema . , perasaan penyair . , nada dan suasana . , dan amanat . Keempat unsur itu menyatu dalam wujud penyampaian bahasa penyair. Puisi berbeda dengan prosa. Salah satu perbedaannya ialah proses penciptaan masingmasing karya sastra itu. Di dalam puisi berlangsung beberapa proses yang tidak terlalu terasa di dalam prosa. Proses tersebut ialah konsentrasi, proses intensifikasi, dan proses pengimajian (Esten, 1995:31 Ae . Kehadiran ketiga proses ini menyebabkan sebuah puisi menjadi sesuatu yang pelik, sehingga susah dipahami dibandingkan dengan cerpen atau bentuk karya sastra lainnya. Keluhan pembaca atau penikmat sastra dalam memahami dan menulis sebuah karya sastra, khususnya puisi ialah karena pengetahuan tentang puisi, masih sangat kurang untuk dapat diterapkan ke dalam usaha menulis sebuah Dengan demikian, sangat penting artinya jika dilakukan pengkajian yang lebih ilmiah tentang hubungan antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi. Banyak orang beranggapan bahwa teori tanpa praktek hasilnya nol. Begitu pula sebaliknya, praktek tanpa teori hasilnya pun akan Seseorang yang tidak memiliki penguasaan teori yang maksimal akan mendapat kesulitan dalam menulis sebuah puisi. Demikian pula sebaliknya, seseorang yang ingin menulis sebuah puisi akan mengalami kesulitan, jika Aswati Asri. Korelasi Penggunaan Teori Puisi tanpa disertai pengetahuan tentang teori yang berkaitan dengan puisi. Seorang penyair haruslah seorang yang intelektual . idak harus sarjana produk Perguruan Tingg. , haruslah benar-benar cerdas, harus benar-benar menguasai bahasa, harus luas wawasannya, harus peka perasaannya, dan harus menguasai unsur-unsur serta syarat-syarat penulisan puisi. Dia harus memahami syarat-syarat perpuisian, tentang rima, imaji, citraan, majas, irama, nada, dan sebagainya. Jika dia mengabaikan syarat-syarat tersebut, maka yang akan dihasilkannya ialah puisi yang tidak bermakna, kurang daya pukaunya, dan tidak mencerahkan pikiran (Nadeak, 1983:. Hal senada diungkapkan oleh Aftaruddin . yaitu semua penyair ingin menghasilkan karya yang besar. Tetapi ternyata ciptaan yang besar harus ditunjang oleh pengetahuan dan pengalaman yang besar pula. Penyair yang banyak membaca buku pengetahuan dan filsafat serta buku-buku yang mempunyai nilai sastra akan menghasilkan ciptaan yang isinya berbeda dengan penciptaan penyair yang hanya mengandalkan bakat. Namun, pandangan semacam ini dibantah oleh Atmowiloto . Ia mengatakan bahwa untuk bisa menulis, termasuk menulis kreatif, yang dibutuhkan seseorang adalah perama latihan, kedua latihan, dan ketiga latihan. Keterampilan menulis itu muncul dari latihan, tentu saja latihan yang tekun dan benar. Pada hakikatnya semua orang dapat Semakin tekun berlatih dan mengasah kemampuan, tulisan yang dihasilkan akan semakin baik. Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi mengatakan bahwa untuk dapat menulis hanya diperlukan satu persen penguasaan teori dan selebihnya keterampilan yang diperoleh melalui latihan yang tekun dan sungguhsungguh. Sejalan dengan sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia, maka timbullah asumsi bahwa pemerolehan teori merupakan suatu hal utama dalam menentukan taraf pengetahuan seseorang. Dengan penguasaan teori puisi yang tinggi, seorang mahasiswa dapat merangkai fakta-fakta yang benar melalui sejumlah bentuk bahasa yang khusus, yang digunakan dalam berbagai pola yang sistematis, imajinatif, dan artistik untuk mengungkapkan segala perasaan dan pikiran dalam bentuk puisi. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan Pancana . yang mengemukakan bahwa semakin tinggi pemerolehan teori, semakin tinggi pula kemampuan seseorang dalam menganalisis sebuah karya sastra, khususnya Terlepas dari pernah tidaknya penelitian semacam ini menjadi objek garapan peneliti lain, dianggap bahwa masalahnya masih hangat dan cukup menarik untuk diteliti, lebihlebih jika diperkirakan masih banyak mahasiswa yang membicarakan betapa sulitnya menulis sebuah puisi. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tentang penguasaan teori puisi dapat menunjukkan hubungan dengan keterampilan menulis puisi di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Dipilihnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 sebagai sebagai objek penelitian ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 dididik untuk menjadi ahli di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, yang kelak dapat menjadi penyambung lidah antara si penyair dengan penikmat sastra, sehingga jarak antara penyair dan penikmat sastra dapat terkendali dengan baik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 kelak akan menjelaskan kepada khalayak tentang hal-hal yang terkandung di dalam karya sastra. Dengan demikian, tentu saja mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 ini, diharapkan telah memperoleh sejumlah pengetahuan teori yang memadai, seperti Teori Sastra. Sejarah Sastra, dan Apresiasi Puisi. Selain itu, diharapkan pula mereka dapat melakukan pembinaan tentang cara menulis dan menganalisis sebuah karya sastra, agar dapat diterapkan dalam menulis puisi dengan baik dan benar. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka peneliti merasa perlu mengadakan penelitian untuk mengetahui ada atau tidak ada korelasi antara penguasaan teori puisi dengan Jurnal Retorika. Volume 10. Nomor 1. Februari 2017, hlm. 1Ai71 keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Penelitian menentukan tingkat korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Peneliti mengajukan Hipotesis Alternatif (HI), yaitu ada korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi pada mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Rumusan hipotesis diuji dengan menggunakan kriteria pengujian hipotesis sebagai Hipotesis Alternatif (HI) diterima apabila r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel . h C rt ). Hipotesis Nol (H0 ) diterima apabila r hitung lebih kecil daripada r tabel . h C rt ) Adapun rt yang digunakan ialah 0,325 dengan taraf signifikan, yaitu 5%, atau 0,05, artinya terdapat 95% unsur kebenaran dan kemungkinan kesalahan sebesar 5% METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain Data dianalisis dengan menggunakan metode statistik inferensial, yaitu menggu-nakan analisis koefisien korelasi product moment. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 dengan sampel berjumlah 22 . % dari jumlah populas. Teknik dipergunakan dalam penelitian ini ialah penyajian tes tertulis . bjektif te. dan Tes penguasaan teori puisi digunakan untuk menentukan tingkat penguasaan teori puisi (Variabel X) dan tugas menulis sebuah puisi digunakan untuk menentukan tingkat keterampilan menulis puisi (Variabel Y) mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Untuk membuktikan hipotesis yang telah diajukan, maka data yang diperoleh berdasarkan instrumen penelitian harus diolah dan dianalisis. Data hasil penelitian ini terdiri atas nilai tes penguasaan teori puisi (X) dan nilai tes keterampilan menulis puisi (Y). Selanjutnya, kedua data variabel tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan rumus koefisien korelasi product moment. Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis Adapun prosedur pengolahan data yang digunakan adalah: membuat daftar skor mentah yang diperoleh dari hasil pengujian terhadap sampel, membuat distribusi frekuensi dari skor mengubah skor mentah menjadi nilai berskala 0 Ae 10. Setelah diperoleh r hitung . h ) maka dapat dicari taraf signifikansi hubungan kedua variabel melalui r product moment dengan nilai r tabel . t ). Jika r hitung . h ) mempunyai nilai lebih kecil dari r tabel . t ), maka hipotesis nol (H0 ) yang berbunyi tidak ada hubungan antara penguasaan teori puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Akan tetapi, apabila r hitung . h ) lebih besar atau sama dengan nilai r tabel . t ), maka hipotesis alternatif (HA ) yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Taraf yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah 5% atau 0,05, artinya terdapat 95% unsur kebenaran dan kemungkinan sebesar 5%. HASIL PENELITIAN Penyajian Hasil Analisis Data Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang terdiri atas. penguasaan teori puisi, dan . keterampilan menulis puisi. Data Aswati Asri. Korelasi Penggunaan Teori Puisi akan disajikan secara komulatif dari seluruh sampel yang diambil secara random dari tiga Setelah itu akan dilakukan analisis untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan. Adapun hipotesis yang akan diuji ialah AuAda korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015Ay. Data dan Analisis Persentase Penguasaan Teori Puisi dan Keterampilan Menulis Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015: Data Penguasaan Teori Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 Berdasarkan lampiran tabel 1, maka penulis membagi kategori nilai penguasaan teori puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 ke dalam tiga kategori, yaitu kelompok tinggi (T), kelompok sedang (S), dan kelompok rendah (R). Pengelompokan tersebut dipergunakan agar lebih mudah mengetahui secara jelas tinggi-rendahnya penguasaan teori puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Adapun rincian tersebut dapat dilihat pada tabel Tabel 1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Penguasaan Teori Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 Skala Nilai 8 Ae 9 6 Ae 7 4 Ae 5 Kategori Tinggi Sedang Rendah Sudjana . Frekuensi Persentase 78,3% 2,70% Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa dari 22 sampel, ada 7 mahasiswa yang memiliki penguasaan teori puisi berada pada kategori tinggi dengan persentase 19%. Selanjutnya, 29 mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase 78,3%. Sedangkan, untuk kategori rendah terdapat 1 mahasiswa dengan persentase 2,70%. Data Keterampilan Menulis Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 Penulis keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 ke dalam tiga kategori, yaitu kelompok tinggi (T), kelompok sedang (S), dan kelompok rendah (R). Pengelompokan tersebut dipergunakan agar lebih mudah mengetahui secara jelas tinggi-rendahnya keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Adapun rincian tersebut dapat dilihat pada tabel Tabel 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Keterampilan Menulis Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 Skala Nilai 8 Ae 9 6 Ae 7 4 Ae 5 Kategori Tinggi Sedang Rendah Frekuensi Persentase 5,40% 91,8% 2,70% Sudjana . Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa dari 22 sampel, ada 2 mahasiswa yang memiliki penguasaan teori puisi berada pada kategori tinggi dengan persentase 5,40%. Selanjutnya, 34 mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase 91,8%. Sedangkan, untuk kategori rendah terdapat 1 mahasiswa dengan persentase 2,70%. Jurnal Retorika. Volume 10. Nomor 1. Februari 2017, hlm. 1Ai71 Data dan Analisis Korelasi antara Penguasaan Teori Puisi Keterampilan Menulis Puisi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan Nilai Korelasi . XY) = 0,571 Jadi, diperoleh koefisien korelasi untuk penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 sebesar 0,571. PEMBAHASAN Pada bagian ini disajikan hasil temuan dari data yang diperoleh dengan analsisis data statistik, berupa analisis persentase dan analisis Dengan demikian, perlu dijelaskan kriteria pengujian hipotesis sebagai bukti apakah hipotesis diterima atau ditolak. Kriteria Pengujian Hipotesis Hubungan antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 dianggap signifikan jika r hitung . h ) lebih besar atau sama dengan nilai r tabel . t ) pada taraf signifikan 95%. Apabila r hitung . h ) lebih besar atau sama dengan nilai r tabel . t ), maka hipotesis diterima atau terdapat korelasi yang meyakinkan antara kedua variabel. Hasil Pengolahan Data Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi . h ) sebesar 0,571. Nilai ini kemudian dirujukkan dengan koefisien korelasi teoretis . t ) untuk jumlah subjek 37 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan rujukan tersebut, dapat diketahui bahwa rh yang diperoleh 0,571 lebih besar atau sama dengan nilai korelasi teoretis . t = 0,. yaitu 0,571 C 0,325. Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi AuAda korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015Ay diterima. Sedangkan hipotesis yang berbunyi AuTidak ada korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015Ay ditolak. Secara rinci dapat diuraikan bahwa penguasaan teori puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015, yaitu sebanyak 7 mahasiswa . ,9%) yang memiliki kategori tinggi, 29 mahasiswa . ,3%) yang memiliki kategori sedang, dan terdapat 1 mahasiswa . ,70%) yang memiliki kategori rendah. Analisis keterampilan menulis puisi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015 menunjukkan tingkat persentase sebagai berikut. sebanyak 2 mahasiswa . ,40%) yang memiliki kategori tinggi, 34 mahasiswa . ,8%) yang memiliki kategori sedang, dan untuk kategori rendah terdapat 1 mahasiswa . ,70%). KESIMPULAN Penguasaan teori puisi mempunyai hubungan yang signifikan dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015. Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi AuAda korelasi antara penguasaan teori puisi dengan keterampilan menulis puisi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar Angkatan 2015Ay diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka penulis menyarankan . jika ingin menulis . puisi secara maksimal, sebaiknya seorang mahasiswa membekali diri dengan penguasaan teori puisi agar ia mudah mengungkapkan ide, pendapat, dan gagasan dalam susunan yang berirama, . mahasiswa hendaknya meningkatkan kemam-puan berbahasa dan sastra Indonesia dengan memerhatikan penguasaan diksi sebagai faktor penunjang dalam menulis sebuah puisi. Aswati Asri. Korelasi Penggunaan Teori Puisi dan . diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi mahasiswa, peneliti, dosen, serta semua pihak yang ingin melakukan penelitian dengan objek kajian yang sama. DAFTAR PUSTAKA