AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA EKSTRAK GEL ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticu. PADA TIKUS MODEL DIABETES Inggried Audrey1. Astriani Natalia Br Ginting2*. Finna Piska3 1Program Studi Farmasi Klinis. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. 2 Departemen Farmasi Klinik. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. 3PUI Phyto Degenerative and Lifestyle Medicine Universitas Prima Indonesia. Medan. Indonesia. *Penulis Korespondensi: astrianinataliabrginting@unprimdn. ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh hiperglikemia, sering disertai luka Luka terjadi karena adanya infeksi yang muncul di kulit. Daun bakung sudah digunakan masyarakat menjadi obat, yang biasanya untuk menyembuhkan luka memar, sakit pinggang, patah tulang, dan antidiabetes. Daun bakung mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Formula gel akan dibuat dalam 3 formula dengan konsetrasi ekstrak daun bakung 5% (F. , ekstrak daun bakung 10% (F. , dan ekstrak daun bakung 15% (F. Penelitian ini secara in vivo menggunakan tikus jantan yang diinduksi dengan aloksan 120 mg/kgBB. Perlakuan pada tikus dibagi menjadi 6 perlakuan yaitu normal, kontrol negative, kontrol positif. F1. F2. F3. Hasil penelitian menunjukkan Gel ekstrak daun bakung 5% (F. menunjukkan kesembuhan total luka pada tikus. F1 dan F2 hampir sama aktivitasnya dengan kloramfenikol krim, dengan luka benar-benar tertutup pada hari ke-14 dan tingkat penyembuhan yang cukup tinggi. Penelitian ini dapat disimpulkan gel ekstrak daun bakung dapat mengobati luka diabetes pada tikus Kata Kunci: Luka diabetes. Daun bakung. Gel. Aloksan. ABSTRACT Diabetes is a metabolic disease caused by hyperglycemia, often accompanied by chronic wounds. Wounds occur due to an infection that appears on the skin. Daffodils have been used by the community as medicine, which is usually used to heal bruises, low back pain, fractures, and Daffodils contain secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids. The gel formula will be made in 3 formulas with a concentration of 5% lily extract (F. , 10% lily extract (F. , and 15% lily extract (F. This study was conducted in vivo using male mice induced with an aloxan of 120 mg/kgBB. The treatment in rats was divided into 6 treatments, namely normal, negative control, positive control. F1. F2. F3. The results showed that 5% lily extract gel (F. showed complete healing of wounds in rats. F1 and F2 are almost as active as chloramphenicol cream, with the wound completely closed on the 14th day and a fairly high healing rate. This study can be concluded that daffodil extract gel can treat diabetic wounds in rats. Keywords: Diabetic wounds. Bakung leaf. Gel. Alloxan. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN Diabetes (DM) Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, prevalensi diabetes berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar dan profil . akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi Sumatera Utara menunjukkan bahwa Penyakit ini menjadi salah satu masalah kasus diabetes melitus terus meningkat selama periode 2020Ae2024, termasuk (Ginting Data Dinas Kesehatan prevalensinya yang terus meningkat setiap tahun. Menurut International Diabetes penyebab utama perawatan dan amputasi Federation (IDF), penderita diabetes secara global pada pada pasien diabetes. tahun 2021 mencapai 537 juta jiwa dan Luka diabetik merupakan salah diperkirakan meningkat menjadi 643 satu komplikasi kronis yang sering juta jiwa pada tahun 2030 serta 783 juta terjadi pada penderita diabetes melitus jiwa pada tahun 2045 (International Diabetes Federation, 2. Indonesia vaskular, dan infeksi yang menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi lebih Lesi kulit kronis akibat diabetes terbanyak, yaitu sekitar 19,5 juta jiwa dapat meningkatkan angka morbiditas, pada tahun 2021. Data prevalensi menurunkan kualitas hidup pasien, serta diabetes di Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data International Diabetes Prevalensi ulkus kaki diabetik secara Federation dan Kementerian Kesehatan global diperkirakan mencapai 6,3%. Republik Indonesia, jumlah penderita 19Ae34% diabetes meningkat dari sekitar 10,7 juta kasus pada tahun 2019, menjadi 11,3 juta diabetik sepanjang hidupnya (Nurafni et kasus pada tahun 2020, 19,5 juta kasus , 2. Pada pasien diabetes melitus pada tahun 2021, dan terus mengalami tipe II dengan pengelolaan yang kurang (Novelly PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 optimal, sekitar 25% kasus luka diabetik sekunder seperti alkaloid, flavonoid, dapat berkembang menjadi komplikasi saponin, dan terpenoid yang memiliki berat hingga memerlukan amputasi aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan (Ginting et al. , 2. Pengobatan luka mempercepat proses penyembuhan luka antibiotik dan terapi sintetis lainnya. (Mentari dan Hidayah, 2. Dalam Namun, penggunaan jangka panjang pengembangan sediaan farmasi topikal, sistem penghantaran obat berbentuk gel samping seperti resistensi bakteri, reaksi banyak digunakan untuk perawatan luka hipersensitivitas, serta toksisitas tertentu karena mampu menciptakan kondisi (Ginting et al. , 2. Selain itu, biaya lembab . oist wound healin. yang mendukung regenerasi jaringan dan mempercepat proses penyembuhan luka (Ginting et al. , 2. Kondisi lembab membantu meningkatkan migrasi sel Kondisi epitel, pembentukan jaringan granulasi, dan sintesis kolagen. Selain itu, sediaan alternatif terapi karena dinilai memiliki gel memiliki keunggulan berupa mudah efek samping yang lebih rendah, biaya diaplikasikan langsung pada area luka, yang relatif terjangkau, dan ketersediaan memberikan pelepasan zat aktif yang bahan yang cukup melimpah (Nuralinda baik, nyaman digunakan, serta mudah et al. , 2. dibersihkan dengan air (Otari et al. Salah satu tanaman herbal yang Meskipun berbagai penelitian berpotensi dikembangkan sebagai terapi telah melaporkan kandungan metabolit penyembuhan luka diabetik adalah daun sekunder pada daun bakung serta bakung (Crinum asiaticum L. Secara empiris, daun bakung telah digunakan masyarakat sebagai obat tradisional aktivitas penyembuhan luka ekstrak gel untuk mengatasi memar, nyeri pinggang, etanol daun bakung pada model luka diabetes masih terbatas. Oleh karena itu. Daun bakung diketahui diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak gel PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 etanol daun bakung (Crinum asiaticum vivo menggunakan tikus putih jantan ) terhadap proses penyembuhan luka galur Wistar (Rattus norvegicu. sebagai pada tikus model diabetes. hewan uji untuk mengevaluasi aktivitas Berdasarkan penyembuhan luka ekstrak gel etanol rumusan masalah dalam penelitian ini daun bakung (Crinum asiaticum L. ) pada adalah: . apakah ekstrak gel etanol model luka diabetes. Pemilihan model daun bakung (Crinum asiaticum L. luka diabetes dilakukan karena luka memiliki aktivitas dalam mempercepat penyembuhan luka pada tikus model komplikasi kronis diabetes melitus yang . pemberian ekstrak gel etanol daun bakung terhadap proses penyembuhan gangguan angiogenesis, stres oksidatif, luka dibandingkan kelompok kontrol. apakah kandungan metabolit penurunan regenerasi jaringan. Model mendukung proses regenerasi jaringan menggambarkan kondisi klinis luka pada ilmiah berupa pengembangan bukti empiris mengenai pemanfaatan daun penyembuhan luka. Penelitian penyembuhan luka diabetik. Selain itu. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian menjadi dasar pengembangan sediaan farmasi topikal berbasis bahan alam Laboratorium Program Studi Farmasi yang lebih aman, ekonomis, dan mudah Klinik Universitas Prima Indonesia. diakses masyarakat dalam penanganan Determinasi luka diabetes. Herbarium Medanense. Sumatera Utara METODE PENELITIAN No. 2415/MEDA/2025. Jenis Penelitian Sampel daun bakung (Crinum asiaticum Penelitian JuniAeOktober Universitas ) diperoleh dari wilayah Medan, penelitian eksperimental laboratorium in PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Sumatera Utara Bahan yang digunakan 3A35'17,4" LU dan 98A40'42,1" BT. Kriteria pengambilan sampel meliputi: asiaticum L. ), propilen glikol, gliserin. Tanaman (Crinum CMC-Na, etanol 70%, triethanolamine Crinum asiaticum L. yang telah (TEA), injeksi, alkohol 70%, dan gel komersial Daun berwarna hijau tua dan tidak mengalami kerusakan fisik. penyembuh luka BioplacentonA sebagai kontrol positif. Tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Daun dewasa dengan umur A1 tahun. Pengambilan stabilitas metabolit sekunder. Penelitian persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Prima Indonesia No. 042/KEPK/UNPRI/V/2025 dan tanggal persetujuan 15 Mei 2025. Seluruh prosedur penggunaan hewan percobaan (Replacement. Reduction. Refinemen. Daun dikeringkan dihaluskan menggunakan blender dan diayak hingga diperoleh serbuk simplisia. Serbuk kemudian dimaserasi menggunakan pelarut etanol Pemilihan ekstrak etanol dilakukan karena etanol mampu menarik senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang berpotensi berperan sebagai antioksidan, penyembuhan luka. Penggunaan ekstrak dipilih karena memberikan konsentrasi senyawa aktif lebih tinggi dibanding penggunaan simplisia langsung. Filtrat Alat dan Bahan Peralatan Ekstraksi Daun Bakung meliputi alat cukur, ayakan mesh, blender, rotary evaporator, glucometer, jangka sorong, kertas saring, lumpang menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental (Piska et al. dan alu, pH meter, scalpel, timbangan analitik, wadah gel, dan alat gelas PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Skrining Fitokimia Skrining wound healin. yang dapat mendukung proses regenerasi jaringan. Selain itu, gel memiliki daya sebar yang baik, mudah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, serta triterpenoid/steroid. nyaman pada kulit, tidak menimbulkan rasa lengket berlebihan, serta mampu Formulasi Gel Ekstrak Daun Bakung Sediaan melepaskan zat aktif secara merata pada permukaan luka. Karakteristik tersebut sistem penghantaran topikal karena memiliki kemampuan mempertahankan sebagai pembawa ekstrak etanol daun kelembapan pada area luka . oist bakung dalam terapi luka diabetik. Tabel 1. Formulasi Daun Bakung Bahan Fungsi Formula . F0 F1 F2 F3 Ekstrak Etanol Bakung Zat aktif CMC-Na Gelling agent Trietitilamin (TEA) Alkalizing agent 2,5 2,5 2,5 2,5 Propilen glikol Humektan Gliserin Humektan IAquadest Pelarut 100 100 100 100 Deskripsi: F0: Formula tanpa ekstrak . asis ge. F1: Formula dengan ekstrak daun bakung etanol 5% F2: Formula dengan ekstrak daun bakung etanol 10% F3: Formula dengan ekstrak daun bakung etanol 15% Tuang aquadest panas ke dalam tambahkan kedalam lumpang secara lumpang panas, lalu taburkan CMC di perlahan dan gerus hingga homogen. atas air panas. Biarkan selama 15 menit Tambahkan gliserin dan gerus hingga agar CMC mengembang, lalu gerus Setelah homogen, tambahkan sampai merata. Tambahkan propilen ekstrak etanol daun bakung sesuai dengan konsentrasi 5% secara perlahan konsistensi homogen tercapai. Larutkan sambil terus menggilingnya hingga TEA Tempatkan dalam wadah dan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dilakukan uji evaluasi sediaan. Prosedur Uji Daya Sebar yang sama dilakukan pada ekstrak Sebanyak 0,5 g formula gel dengan konsentrasi 10% dan 15%. diletakkan di atas gelas bulat dan ditutup Penentuan konsentrasi ekstrak etanol dengan gelas bulat lainnya. Kemudian ditambahkan berat 150 g, diamkan selama 1 menit. Pengukuran dapat pendahuluan serta beberapa penelitian dilakukan dengan jangka sorong atau formulasi topikal berbahan alam yang Daya sebar yang dikatakan menunjukkan bahwa rentang konsentrasi baik adalah 5-7 cm. 5Ae15% masih mampu menghasilkan Uji Homogenitas sediaan gel yang stabil secara fisik dan Sediaan diletakkan pada kaca memberikan aktivitas farmakologis yang benda transparan. Sediaan dinyatakan Oleh karena itu, digunakan tiga homogen apabila tidak terdapat butiran variasi konsentrasi yaitu 5%, 10%, dan 15% untuk mengevaluasi hubungan Persiapan Uji Hewan dosis-respons Jumlah hewan uji ditentukan penyembuhan luka diabetik. Konsentrasi menggunakan rumus Federer: . Oe. 5% dipilih sebagai konsentrasi rendah, . Oe. Ou15. 10% sebagai konsentrasi sedang, dan Keterangan: 15% sebagai konsentrasi tinggi yang t = jumlah kelompok perlakuan masih memenuhi karakteristik fisik n = jumlah hewan tiap kelompok sediaan gel dan memungkinkan aplikasi topikal yang baik. Penelitian menggunakan enam kelompok perlakuan sehingga diperoleh jumlah minimal empat ekor tikus per Evaluasi Fisikokimia Pengujian organoleptik meliputi pemeriksaan bentuk, warna, dan bau. Uji pH menggunakan pH meter. Hasil interval kehilangan sampel digunakan lima ekor Uji Organoleptik Uji Untuk tikus pada setiap kelompok sehingga total hewan uji berjumlah 30 ekor. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattuss novergicu. dan terdiri dari 6 kelompok. Hewan uji diaklimatisasi selama 7 hari. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 selama Pembuatan Luka dan Perlakuan diberikan makanan dan minuman dan Tikus dilakukan pengamatan kondisi. Tikus- Ketamin injeksi intramuskular. Rambut tikus kemudian diinduksi dengan larutan pada punggung dicukur dan dibersihkan Aloxan dengan dosis 120 mg/kg BB menggunakan alkohol 70%. Luka dibuat intraperitoneal untuk mendapatkan tikus menggunakan scalpel sepanjang 20 mm Tikus dinyatakan menderita hingga mencapai lapisan superfisial kulit diabetes jika kadar gula darah > 200 (Wagner derajat I). mg/dl (Natalia et al. Kelompok perlakuan terdiri atas: K1 = Kontrol normal Pembuatan Luka pada Tikus Hewan uji berupa tikus putih K2 = Kontrol negatif . asis ge. jantan (Rattus norvegicu. diaklimatisasi K3 = Kontrol positif (BioplacentonA) selama tujuh hari dengan pemberian K4 = Gel ekstrak daun bakung 5% Tikus mg/kgBB kondisi diabetes. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan menggunakan glucometer setelah 72 jam pascainduksi. Tikus dinyatakan mengalami diabetes apabila kadar glukosa darah >200 mg/dL (Natalia et al. , 2. Untuk memastikan luka yang terbentuk merupakan luka diabetik, pembuatan luka dilakukan Selanjutnya dilakukan penelitian dan observasi keterlambatan penyembuhan luka sebagai karakteristik luka diabetes. K5 = Gel ekstrak daun bakung 10% K6 = Gel ekstrak daun bakung 15% BioplacentonA dipilih sebagai sediaan gel yang telah dipasarkan dan digunakan secara luas dalam terapi luka. Sediaan plasenta dan neomisin sulfat yang berperan dalam mempercepat regenerasi jaringan serta mencegah infeksi bakteri pada luka. Penggunaan BioplacentonA sebagai kontrol positif bertujuan untuk membandingkan efektivitas gel ekstrak etanol daun bakung dengan terapi topikal yang telah memiliki penggunaan klinis Sediaan diberikan dua kali sehari selama 14 hari. Parameter pengamatan meliputi panjang PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 luka, persentase penutupan luka, dan fitofarmaka, formulasi sediaan gel, dan waktu penyembuhan. model luka diabetes in vivo, sehingga berpotensi menjadi dasar pengembangan Kebaruan Penelitian (Novelt. sediaan herbal topikal di bidang farmasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan ekstrak etanol daun Hasil dan Pembahasan bakung (Crinum asiaticum L. ) dalam Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol bentuk sediaan gel topikal untuk terapi Daun Bakung penyembuhan luka pada model diabetes. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Penelitian (Crinum antiinflamasi dan antidiabetes daun sekunder yang berpotensi mendukung bakung tanpa pengembangan formulasi proses penyembuhan luka diabetes, yaitu farmasetika spesifik untuk luka diabetes. alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan Penelitian ini mengintegrasikan aspek Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Bakung Metabolit Sekunder Hasil Pengamatan Hasil Alkaloid Endapan coklat terbentuk Flavonoid Larutan oranye Tanin Membentuk warna hijau kehitaman Saponin Pembentukan busa yang stabil Steroid Cincin coklat terbentuk Untuk memperkuat identifikasi senyawa aktif dilakukan analisis kandungan metabolit kuantitatif. Tabel 3. Hasil Uji Kandungan Metabolit Sekunder Kuantitatif. Parameter Hasil Total fenolik 82,74 A 3,15 mg GAE/g ekstrak Total flavonoid 41,26 A 2,74 mg QE/g ekstrak Total tanin 28,15 A 1,98 mg TAE/g ekstrak Hasil menunjukkan kandungan fenolik total paling tinggi dibandingkan metabolit Tingginya kadar fenolik diduga berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan yang PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 berperan pada penyembuhan luka diabetes. Selain itu dilakukan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Tabel 4. Hasil Analisis FTIR Ekstrak Etanol Daun Bakung. Bilangan Gelombang . mAA) Gugus Fungsi Dugaan Senyawa OAeH stretching Fenol/flavonoid CAeH stretching Alkana C=C aromatik Flavonoid CAeN Alkaloid CAeO Fenol/tanin Hasil FTIR menunjukkan keberadaan gugus hidroksil, aromatik, dan fenolik yang mendukung hasil skrining fitokimia sebelumnya. Evaluasi Fisik Gel Ekstrak Daun Bakung Tabel 5. Evaluasi Fisik Gel Ekstrak Daun Bakung. Formula Bentuk Warna Semi-Padat Bening Semi-Padat Coklat tua Semi-Padat Cokelat hitam Semi-Padat Coklat Kehitaman Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan Bau Tidak berbau Bau khas bakung Bau khas bakung Bau khas bakung ycoOeycy %Penghambatan ya ycu 100 Keterangan: rentang fisiologis kulit . ,5Ae. , dan daya K = panjang luka kelompok kontrol sebar memenuhi persyaratan sediaan P = panjang luka kelompok perlakuan Tabel 6. Persentase Penghambatan Luka Hari ke-14 Persentase Penyembuhan Penghambatan Luka Persentase penyembuhan luka dihitung menggunakan rumus: %Penyembuhan ya0Oeya1 ya0 ycu 100% Sedangkan persentase penghambatan luka dihitung menggunakan: Kelompok % Penghambatan F1 . %) 61,0% F2 . %) 61,0% F3 . %) 59,0% Bioplacenton 61,0% Hasil menunjukkan F1 dan F2 memiliki aktivitas penghambatan luka setara kontrol positif. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Histopatologi Kulit Untuk memperkuat hasil makroskopis dilakukan pengamatan histopatologi kulit. Tabel 7. Hasil Histopatologi Luka Hari ke-14. Kelompok Epitelisasi Granulasi Kolagen Inflamasi Kontrol negatif Rendah Rendah Sedikit Tinggi Bioplacenton Tinggi Tinggi Padat Rendah Tinggi Tinggi Padat Rendah Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat padat Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Pengamatan menunjukkan kelompok F2 menghasilkan epitelisasi pembentukan kolagen terbaik dibandingkan kelompok lain. Diagram Batang Hasil Penyembuhan Luka Hasil persentase penyembuhan luka disajikan dalam bentuk diagram batang rerata A SD menggunakan GraphPad Prism. Penyembuhan Luka Normal Gambar 1. Grafik Penyembuhan Luka pada Tikus Data ditampilkan sebagai mean A SD. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji post hoc Tukey dengan tingkat signifikansi p<0,05. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan angiogenesis, serta gangguan proliferasi luka ekstrak gel etanol daun bakung pada tikus model diabetes. Pemilihan model diabetes didasarkan pada kondisi luka alkaloid, tanin, saponin, dan steroid pada ekstrak daun bakung. Analisis kuantitatif memperlihatkan kadar fenolik total kronis, peningkatan ROS, inflamasi Hasil PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 lainnya. Temuan hipotesis penelitian bahwa aktivitas dimediasi oleh metabolit antioksidan dan Gambar 2. Dugaan Mekanisme Kerja Ekstrak Gel Etanol Daun Bakung (Crinum asiaticum L. ) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Diabetes. Ekstrak etanol daun bakung bakung berperan dalam meningkatkan angiogenesis, merangsang proliferasi sekunder seperti flavonoid, fenolik, fibroblas, dan meningkatkan sintesis Aktivitas tersebut mendukung steroid/terpenoid. tersebut bekerja secara sinergis sebagai antioksidan dengan menurunkan stres ekstraseluler, dan remodeling jaringan oksidatif (ROS), sebagai antiinflamasi dengan menghambat mediator inflamasi, kualitas penyembuhan luka diabetes. membantu mencegah infeksi pada area Pada luka diabetes terjadi peningkatan Selain itu, kandungan aktif daun ROS yang menyebabkan kerusakan sel. Senyawa-senyawa PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 keterlambatan migrasi fibroblas, dan luka mencapai 100% pada hari ke-14. Sebaliknya Senyawa fenolik dan flavonoid diketahui Fenomena Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan sehingga pelepasan zat aktif menurun. dengan menekan stres oksidatif dan Selain menurunkan mediator inflamasi seperti TNF- dan IL-6. Penurunan inflamasi ringan yang mempengaruhi regenerasi memungkinkan transisi lebih cepat Hasil histopatologi memperkuat meningkatkan pembentukan jaringan temuan makroskopis dimana kelompok granulasi dan epitelisasi (Yi et al. , 2. F2 menunjukkan epitelisasi, granulasi. Tanin memiliki efek astringen dan dan deposisi kolagen paling baik disertai infiltrasi inflamasi rendah. Temuan mengurangi kolonisasi bakteri pada Pengurangan kontaminasi mikroba masalah bahwa ekstrak gel etanol daun bakung memiliki aktivitas penyembuhan luka diabetes dan konsentrasi optimum berlangsung lebih cepat (Ratnasari et al. berada pada rentang 5Ae10%. Penelitian Saponin berperan meningkatkan Pertama. Alkaloid mengembangkan potensi daun bakung (Crinum asiaticum L. ) sebagai kandidat pembentukan pembuluh darah baru, fitofarmaka dalam bentuk sediaan gel topikal untuk terapi penyembuhan luka terhadap pengendalian inflamasi dan regenerasi jaringan (Zhao et al. , 2. diabetes pada hewan uji memberikan Hasil gambaran yang lebih mendekati kondisi konsentrasi 5% dan 10% menghasilkan klinis dibandingkan model luka biasa, penyembuhan terbaik dengan penutupan Penggunaan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 relevansi yang lebih tinggi terhadap disarankan untuk melakukan analisis aplikasi klinis. Selain itu, penelitian ini lanjutan menggunakan metode LC-MS, tidak hanya melakukan pengamatan GC-MS, mengidentifikasi senyawa aktif spesifik yang berkontribusi terhadap aktivitas HPLC Penelitian metabolit sekunder, total fenolik, total berikutnya juga perlu menambahkan flavonoid, total tanin, serta histopatologi kulit sehingga memperkuat interpretasi mekanisme kerja ekstrak daun bakung dalam mempercepat penyembuhan luka. Meskipun demikian, penelitian ini masih Selain Identifikasi senyawa aktif masih terbatas sediaan fitofarmaka dan uji klinis lebih pada skrining fitokimia, analisis total lanjut perlu dilakukan agar pemanfaatan metabolit, dan FTIR sehingga belum ekstrak daun bakung sebagai terapi spesifik yang berperan dominan dalam diaplikasikan secara lebih luas di bidang aktivitas penyembuhan luka. Penelitian farmasi dan kesehatan. ini juga belum mengevaluasi biomarker molekuler yang berhubungan dengan KESIMPULAN proses inflamasi dan regenerasi jaringan. Kesimpulan dari penelitian ini seperti TNF-. IL-6. VEGF. TGF-, atau adalah bahwa gel ekstrak etanol daun ekspresi kolagen tipe I. Selain itu, parameter histopatologi yang diamati DAFTAR PUSTAKA