Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Nomor 2. Juni 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo Ernes Septina Azizi1*. Anggi Fitria Cahyaningsih2. Gigieh Henggar Jaya3 . Faishal Permana4 1,2,4 Prodi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia 3 Prodi Teknik Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia Alamat: Jl. DR. Soeparno No. Karang Bawang. Grendeng. Kec. Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah 53122 Korespondensi penulis: ernes. azizi@unsoed. Abstract. This study aims to analyze the impact of attractions and accessibility on tourist visitation interest in Sembungan Tourism Village. Wonosobo Regency. Sembungan Tourism Village is the highest village in Java Island with an altitude of 2,300 meters above sea level, featuring tourist attractions such as Sikunir Hill. Cebong Lake. Sikarim Waterfall, and the traditional Gimbal Hair Cutting ceremony. The research employed a quantitative approach with accidental sampling technique involving 100 respondents. Data analysis used multiple linear The results show that attractions positively and significantly influence visitation interest with t-value 613 > t-table 1. Accessibility also has a positive and significant influence with t-value 760 > t-table 1. Simultaneously, attractions and accessibility significantly influence visitation interest with F-value 18. 886 > F-table 3. and a determination coefficient of The management of Sembungan Tourism Village needs to improve the quality of attractions and accessibility to increase tourist visitation interest through diversification of attractions and improvement of transportation infrastructure. Keywords: Accessibility. Sustainable Tourism. Tourism Village Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atraksi dan aksesibilitas terhadap minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo. Desa Wisata Sembungan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2. 300 meter di atas permukaan laut, yang memiliki atraksi wisata berupa Bukit Sikunir. Telaga Cebong. Air Terjun Sikarim, dan upacara adat Pemotongan Rambut Gimbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling yang melibatkan 100 responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai t hitung 3,613 > t tabel 1,985 . ignifikansi 0,. Aksesibilitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 2,760 > t tabel 1,985 . ignifikansi 0,. Secara simultan, daya tarik wisata dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai F 18,886 > F tabel 3,09 . ignifikansi 0,. dan koefisien determinasi sebesar 0,280. Pengelola Desa Wisata Sembungan perlu meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan aksesibilitas untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan melalui diversifikasi daya tarik wisata dan peningkatan prasarana transportasi. Kata kunci: Aksesibilitas. Desa Wisata. Pariwisata Berkelanjutan LATAR BELAKANG Pariwisata telah menjadi sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut (Kiriman et al. , 2. pariwisata merupakan industri yang bertujuan untuk menyediakan barang, jasa, daya tarik wisata, sarana, fasilitas, serta bisnis yang terkait langsung dengan industri pariwisata. Salah satu manifestasi pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang semakin populer adalah Received Mei 28, 2025. Revised Juni 13, 2025. Accepted Juni 27, 2025. Published Juni 30, 2025 Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo konsep desa wisata. (Sudibya, 2. mendefinisikan desa wisata sebagai sebuah tempat di mana sekelompok wisatawan dalam jumlah kecil atau besar tinggal dalam suatu desa dan dekat dengan suasana tradisional, belajar tentang kehidupan masyarakat setempat. Definisi lain dikemukakan oleh (Mumtaz & Karmilah, 2. yang menjelaskan desa wisata merupakan implementasi nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. yang mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perkembangan desa wisata di Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 3. 419 desa wisata di Indonesia, kemudian meningkat menjadi 674 desa wisata pada tahun 2023 (Portal Informasi Indonesia, 2. Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah, terdapat 770 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten (Jadesta, 2. Jumlah ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Jawa Tengah. Kabupaten Wonosobo memiliki 19 desa wisata dengan tiga klasifikasi yaitu rintisan, berkembang, dan maju. Salah satu desa wisata yang menjadi fokus penelitian ini adalah Desa Wisata Sembungan. Desa ini memiliki beragam atraksi wisata meliputi wisata alam, budaya, dan kuliner. Daya tarik alam yang dimiliki berupa pemandangan pegunungan dan kawah, sementara daya tarik budaya yang unik seperti upacara ruwat rambut gimbal. Selain itu, wisata kuliner seperti olahan carica juga menjadi daya tarik tersendiri. Kombinasi berbagai atraksi ini menjadi faktor pendorong bagi wisatawan untuk berkunjung ke Desa Wisata Sembungan. Data kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wonosobo menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Wonosobo mencapai 1,39 juta orang, meningkat 51,99 persen dari tahun sebelumnya. Dari total pengunjung tersebut, 28,93 persen mengunjungi Lembah Dieng, 28,21 persen mengunjungi Dataran Tinggi Dieng, dan 28,20 persen berkunjung ke Dieng Plateau Theatre. Sisanya sebanyak 14,66 persen wisatawan mengunjungi destinasi lain seperti Telaga Menjer. Gelanggang Renang Mangli. Pemandian Kalianget, dan Waduk Wadaslintang. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Gambar 1. Grafik Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Wonosobo Tahun 2020-2022 Berdasarkan data nasional, terjadi fluktuasi jumlah wisatawan nusantara dan Fluktuasi ini menunjukkan adanya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 yang perlu ditindaklanjuti dengan strategi pengembangan destinasi wisata yang lebih Keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah atraksi wisata dan aksesibilitas. (Aryasa, 2. menyatakan bahwa atraksi wisata adalah daya tarik berharga yang dapat memikat pengunjung ke suatu tempat Sebagai komponen utama dalam menarik wisatawan, atraksi terbagi menjadi tiga jenis: sumber daya alam . , atraksi wisata budaya, dan atraksi buatan manusia (Darmawan et , 2. Sementara itu, aksesibilitas mengacu pada kemudahan akses ke lokasi wisata, baik dalam jarak geografis maupun sarana transportasi (Kumala et al. , 2. Kualitas atraksi dan aksesibilitas yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap kepuasan wisatawan, yang pada gilirannya berpotensi menciptakan keinginan untuk berkunjung kembali. Mengacu pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh atraksi terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan? . Bagaimana pengaruh aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan? . Bagaimana pengaruh atraksi dan aksesibilitas secara simultan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan? Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu pariwisata, khususnya dalam konteks desa wisata. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas atraksi dan aksesibilitas di Desa Wisata Sembungan. Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo KAJIAN TEORITIS Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan antara atraksi, aksesibilitas, dan minat kunjung wisatawan. Penelitian (Firmansyah et al. , 2. menunjukkan bahwa daya tarik wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Aksesibilitas memiliki peran penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke suatu destinasi. Sementara itu, kombinasi atraksi yang menarik dan aksesibilitas yang memadai dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan secara signifikan. Meskipun Desa Wisata Sembungan memiliki potensi yang menarik untuk dikunjungi, pengelolaannya belum optimal. Aksesibilitas menuju Desa Wisata Sembungan juga dinilai belum baik, yang berpotensi menyebabkan ketidakpuasan wisatawan terhadap komponen atraksi dan aksesibilitas. Kondisi ini dapat berdampak pada rendahnya minat wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh atraksi dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung di Desa Wisata Sembungan menjadi penting untuk dilakukan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: HCA: Atraksi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan. HCC: Aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan. HCE: Atraksi wisata dan aksesibilitas secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data dari wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sembungan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen . traksi dan aksesibilita. terhadap variabel dependen . inat berkunjun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat berkunjung wisatawan, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan strategi pengelolaan desa wisata yang lebih efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menganalisis pengaruh atraksi dan aksesibilitas terhadap minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan. Kabupaten Wonosobo. Jawa Tengah. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk mendapatkan kebenaran ilmiah yang terukur mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Desa Wisata Sembungan. Kabupaten Wonosobo. Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pengumpulan data dilakukan selama dua bulan dari Maret hingga April 2024. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sembungan. Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Wonosobo tahun 2022, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wonosobo mencapai 1,39 juta orang, di mana 28,21% di antaranya berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, sehingga populasi penelitian ini berjumlah 000 wisatawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, di mana responden dipilih berdasarkan kebetulan. Ukuran sampel ditentukan dengan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan didapatkan 100 responden. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, observasi lapangan, dan Kuesioner disusun berdasarkan variabel penelitian yang telah ditentukan, yaitu atraksi wisata (XCA), aksesibilitas (XCC), dan minat kunjung wisatawan (Y). Teknik Analisis Data Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (XCA dan XCC) terhadap variabel dependen (Y). Model persamaan regresi yang digunakan adalah: ycU = yu yu1. ycU1 yu2. ycU2 yce Dimana: A Y = Minat kunjung A = Konstanta A CA. CC = Koefisien regresi A XCA = Atraksi wisata A XCC = Aksesibilitas A e = Error term Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan model regresi memenuhi asumsi-asumsi yang mendasari formulasi OLS (Ordinary Least Squar. Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heteroskedastitias. Uji Autokorelasi dan Uji Hipotesis berupa Uji t dan Uji F Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Hasanah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Wisata Sembungan adalah desa tertinggi di pulau jawa. Itu berada di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut. Desa Sembungan memiliki luas wilayah sebesar 291. Ha. Desa Wisata Sembungan memiliki jarak dari pusat Ibukota Kecamatan Kejajar sejauh 17 Km, dari Ibukota Kabupaten Wonosobo sejauh 31 Km. Desa Sembungan pada awalnya adalah desa dengan perekonomian kebawah, dengan mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani dan juga bekerja/ berjualan hasil bumi seperti kayu, sayur, dan buah. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1980 perekonomian penduduk desa mulai bangkit. Desa Sembungan menjadi salah satu desa dengan produksi kentang terbanyak di Kabupaten Wonosobo. Pada mulanya penduduk desa sembungan tergolong sangat sedikit dengan gaya rumah kayu beratap alang-alang/rumput kering, jalan yang menghubungkan desa sembungan dengan desa sekitar pun hanya jalan setapak. Saat ini pariwisata dan pertanian menjadi dua sektor yang menaikan ekonomi Desa Sembungan dengan saling berkolaborasi untuk terus menaikan ekonomi desa. Desa Sembungan memiliki daya tarik wisata sebagai berikut: Bukit Sikunir Bukit Sikunir adalah satu dari daya tarik ikonik di Sembungan, wisatawan bisa melakukan trekking menuju puncak bukit untuk melihat matahari terbit yang terkenal dengan Golden Sunrise terbaik di Pulau Jawa yang dapat diakses dengan mudah oleh Wisatawan hanya perlu melakukan trekking 30 menit Ae 1 jam untuk menikmati keindahan alam di puncak Bukit Sikunir. Telaga Cebong Telaga Cebong merupakan satu daya tarik wisata yang mudah dijangkau daripada dengan daya tarik wisata lain. Wisatawan menikmati keindahan alam Telaga Cebong, dikarenakan masyarakat setempat dan pemerintah daerah sangat menjaga Telaga TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Cebong. Oleh karena itu, tidak ada aktivitas seperti naik perahu mengelilingi Telaga Cebong karena air dari Telaga Cebong merupakan salah satu sumber air Desa Sembungan. Air Terjun Sikarim Air terjun Sikarim adalah yang terbesar di Desa Sembungan. Air terjun Sikarim berada di selatan desa, dengan akses jalan yang bisa dikatakan ekstrim. Sepanjang jalan menuju air terjun Sikarim tidak terdapat pembatas atau pegangan untuk . Ritual Potong Rambut Gimbal Dalam upacara ritual potong rambut gimbal, wisatawan disuguhkan dengan pementasan seni dan upacara potong rambut gimbal yang diadakan satu tahun sekali. Desa Wisata Sembungan memiliki masyarakat yang peduli terhadap adanya sektor pariwisata yang membantu menaikan perekonomian desa dengan dibentuknya Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) swadaya dari, oleh, dan untuk masyarakat Desa Sembungan. Adanya Pokdarwis menunjukan bahwa dalam pengelolaan menggunakan konsep komunitas lokal dalam pengelolaan pariwisatanya. Pada saat ini Pokdarwis memiliki anggota aktif sebanyak 280 orang, yang mana anggota pokdarwis merupakan masyarakat Desa Wisata Sembungan. Anggota Pokdarwis memiliki tugas mengelola seluruh aspek pariwisata desa, meliputi homestay, tour guide, retribusi, hingga UMKM. Berikut ini merupakan logo dari Pokdarwis Desa Wisata Sembungan atau yang disebut dengan Pokdarwis Cebong Sikunir. Hasil Analisis Data Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk menentukan apakah distribusi masing-masing variabel normal atau tidak, peneliti menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov. Jika nilai signifikansi lebih dari 05, distribusi data dianggap normal. Jika nilai signifikansi kurang dari 0. distribusi data dianggap tidak normal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Asymp. Sig. -taile. 200 lebih dari 0. 05, disimpulkan bahwa data berdistribusi Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas yang menunjukkan toleransi > dari 0. atraksi memiliki 790 dan variabel aksesibilitas memiliki nilai 0. Berdasarkan tabel diatas Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo nilai VIF dari setiap variabel lebih kecil dari 10 dimana variabel atraksi 1. 266 dan variabel aksesibilitas 1. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa masalah multikolinearitas tidak terjadi dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heterokedastisitas dengan signifikasi lebih dari 0. atraksi nilai 0,272, dan aksesibilitas signifikasi 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah heterokedastisitas tidak terjadi. Uji Autokorelasi Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai d sebesar 2. 017 yang mana nilai tersebut lebih kecil daripada 4-dU . dan lebih besar dari dU . bisa disimpulkan model regresi tidak terjadi masalah autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Untuk menentukan hubungan dan pengaruh antara variabel atraksi (X. , aksesibilitas (X. , dan variabel dependen, minat berkunjung (Y), dilakukan analisis regresi berganda. Ini dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi berganda berikut: ycU = yu yca1 ycU1 yca2 ycU2 Keterangan : : Nilai prediksi variabel minat berkunjung : Konstanta yca1 yca2 : Koefisien regresi X1 dan X2 ycU1 : Variabel atraksi ycU2 : Variabel Aksesibilitas Tabel 1. Hasil Regresi Linear Berganda TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : yeA = yi. yiyeya ya. yayayeycya ya. yaynyiycya Pembahasan Hasil Analisis Data Pengaruh Atraksi (X. Terhadap Minat Berkunjung (Y) di Desa Wisata Sembungan Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel atraksi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan, dengan nilai t hitung 3. > t tabel 1. 985, signifikansi 0. 000 < 0. 05, dan koefisien regresi 0. Hal ini membuktikan bahwa semakin menarik atraksi yang ditawarkan, maka semakin besar pula minat wisatawan untuk berkunjung. Responden menyatakan setuju bahwa pemandangan alam yang indah, udara segar, serta lingkungan yang asri dan bersih menjadi daya tarik utama, dengan nilai rata-rata tanggapan sebesar 3. 92 atau 4 . Selain itu, atraksi khas seperti menyaksikan matahari terbit di Gunung Sikunir, upacara ruwat rambut gimbal, serta oleh-oleh khas yang beragam juga menjadi faktor penarik minat wisatawan, dengan tanggapan setuju dari responden . ata-rata . Temuan ini mendukung penelitian Laing dkk. dan Pasaribu & Ismayuni . yang menyatakan bahwa atraksi berpengaruh terhadap minat berkunjung, namun bertentangan dengan hasil penelitian Saepullah dan Himawan . yang menyatakan sebaliknya. Pengaruh Aksesibilitas (X. Terhadap Minat Berkunjung (Y) di Desa Wisata Sembungan Hasil uji t menunjukkan bahwa aksesibilitas (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan mengunjungi Desa Wisata Sembungan, dengan nilai t hitung sebesar 2. 760 > t tabel 1. 985, signifikansi 0. 007 < 0. 05, dan koefisien regresi 0. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik aksesibilitas menuju desa wisata tersebut, maka semakin besar pula minat wisatawan untuk berkunjung. Hal ini diperkuat oleh tanggapan responden yang merasa bahwa lokasi desa mudah dijangkau karena sudah tersedia di peta online seperti Google Maps dan Waze . ilai rata-rata 3. 92 atau 4 Ae setuj. , serta aman berkat adanya rambu-rambu penunjuk arah dan peringatan . ilai rata-rata 3. 92 atau 4 Ae setuj. Selain itu, kenyamanan juga dirasakan karena tersedianya berbagai amenitas seperti rumah makan, sarana ibadah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum lainnya . ata-rata nilai 4. 18 Ae setuj. Penelitian ini membuktikan bahwa aksesibilitas berkontribusi dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan, berbeda dengan temuan Laing dkk. yang menyatakan bahwa aksesibilitas tidak berpengaruh terhadap minat kunjungan. Namun, hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Pasaribu & Ismayuni . yang menyimpulkan bahwa aksesibilitas berpengaruh positif terhadap minat berkunjung. Dengan demikian, perbaikan dalam aspek Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo aksesibilitas, baik dari segi informasi, keamanan, maupun kenyamanan, dapat menjadi strategi efektif untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Desa Wisata Sembungan. Pengaruh Atrakasi (X. dan Aksesibilitas (X. Terhadap Minat Berkunjung (Y) di Desa Wisata Sembungan Berdasarkan hasil uji F . mendapatkan hasil Fhitung>Ftabel yaitu 18. 886 > 3. dengan nilai signifikansi didapat 0. 000 < 0. Dari data tersebut maka dapat dinyatakan bawa atraksi dan aksesibilitas mempengaruhi secara bersamaan terhadap minat berkunjung ke Desa Wisata Sembungan. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh R2 . oefisien determinas. 280, artinya variabel dependen dalam model yaitu Minat Berkunjung dijelaskan oleh variabel independen atraksi dan aksesibilitas sebesar 28%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor di luar model. Minat berkunjung wisatawan ke Desa Wisata Sembungan dipengaruhi oleh atraksi dan aksesibilitas secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi memiliki pengaruh yang lebih besar . dibandingkan aksesibilitas . terhadap minat berkunjung. Jadi, semakin banyak atraksi dan semakin mudah aksesnya, semakin tinggi minat wisatawan untuk mengunjungi desa tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini secara komprehensif menganalisis dampak atraksi dan aksesibilitas terhadap minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan. Kabupaten Wonosobo. Ditemukan bahwa baik atraksi maupun aksesibilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Atraksi, yang meliputi keindahan alam seperti Bukit Sikunir dan Telaga Cebong. Air Terjun Sikarim, serta keunikan budaya seperti upacara Pemotongan Rambut Gimbal, secara individual berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 3,613 dan signifikansi 0,000. Demikian pula, aksesibilitas, yang merujuk pada kemudahan mencapai lokasi dan ketersediaan sarana pendukung, menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 2,760 dan signifikansi 0,007. Secara simultan, atraksi dan aksesibilitas terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sembungan, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 18,886 dengan signifikansi 0,000. Model regresi menjelaskan 28% variasi minat berkunjung, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model. Meskipun keduanya penting, hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi memiliki sedikit pengaruh yang lebih besar . oefisien 0,. dibandingkan aksesibilitas . oefisien 0,. dalam memengaruhi minat TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Dengan demikian, untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan, pengelola perlu fokus pada peningkatan kualitas atraksi melalui diversifikasi daya tarik wisata dan perbaikan prasarana transportasi untuk meningkatkan aksesibilitas. Hal ini akan memastikan Desa Wisata Sembungan tetap menjadi destinasi yang menarik dan mudah dijangkau, sejalan dengan potensi besarnya sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dengan kekayaan alam dan budaya yang unik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan menambahkan variabel independen lain seperti kualitas pelayanan, promosi, citra destinasi, atau fasilitas pendukung, mengingat hanya 28% variasi minat berkunjung yang dijelaskan oleh variabel atraksi dan aksesibilitas dalam model ini. Selain itu, penggunaan pendekatan kualitatif atau metode campuran akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai persepsi dan pengalaman wisatawan. Peningkatan generalisasi hasil juga dapat dicapai dengan menggunakan teknik pengambilan sampel probabilitas atau memperbesar ukuran sampel, serta melakukan studi longitudinal untuk mengamati dinamika minat kunjungan wisatawan seiring waktu dan dampaknya terhadap pengembangan desa wisata secara berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Aryasa. Analisis SWOT pengembangan atraksi wisata di Pantai Happy Tukadmungga (Skripsi. Universitas Pendidikan Ganesh. Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonosobo. Statistik Pariwisata Kabupaten Wonosobo 2022. Wonosobo: BPS Kabupaten Wonosobo. Darmawan. , & Setiawan. Potensi Objek Wisata di Kabupaten Semarang. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 4. , 356-364. Firmansyah, & Susanti. Pengaruh Daya Tarik Wisata dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan Ke Boomi Carnival di Pakuwon City Mall Surabaya Timur. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidika. , 8. , 446-454. Hasanah. Pengaruh Kualitas Pelayanan. Promosi dan Brand Image terhadap Kepuasan Konsumen Shopeefood di Kota Malang. Jurnal Aplikasi Manajemen dan Inovasi Bisnis, 5. , 26-40 Jadesta. Data Desa Wisata Jawa Tengah. https://jateng. iakses tanggal : 18 Juni 2. Kiriman. Engka. , & Tolosang. Analisis Pengembangan Potensi Pariwisata di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Studi Kasus di Pulau Sia. Jurnal Berkalah Ilmiah Efisiensi, 23. , 181-192. Kumala. Sidanti. , & Setiawan. PENGARUH DAYA TARIK, AKSESIBILITAS. DAN HARGA TIKET TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG MELALUI KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Masyarakat Madiun yang Pernah Berkunjung ke Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo Tempat Wisata Telaga Ngebe. SEMINAR INOVASI MANAJEMEN BISNIS DAN AKUNTANSI 5. Mumtaz. , & Karmilah. Digitalisasi wisata di desa wisata. Jurnal Kajian Ruang, 1. Sudibya. Wisata desa dan desa wisata. BALI MEMBANGUN BALI JURNAL BAPPEDA LITBANG, 1. , 22-25. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2. JUNI 2025