Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PREFERENSI DALAM MENGGUNAKAN PRODUK BANK SYARIAH (Studi Kasus Masyarakat Desa Duku. 1Nurfaedah, 2*Zakie Shiddieqi, 3Muhammad Jamaludin, 4Rahman STAI Persis Garut. Jawa Barat. Indonesia Email: zakieshiddieqi@iaipersisgarut. ABSTRACT The purpose of this study is to ascertain and examine how financial literacy affects the Dukuh Village community's preferences for using Islamic bank products. Financial literacy is a person's understanding of financial concepts and products that enable a person to make financial decisions. Preference for Islamic bank products includes the tendency of people to choose products offered by Islamic banks. The existence of Islamic banks has long been known in Indonesia, but the level of public preference for Islamic bank products is still relatively low compared to conventional banks. One of the factors that influences the low preference is the uneven financial literacy in the community. This type of research method uses a quantitative approach with statistical test techniques through the distribution of questionnaires. The population in this study amounted to 910 people, with a sample size of 90 respondents. The results showed that the level of financial literacy variables and preferences in using Islamic bank products was quite good, and financial literacy variables had a positive and significant effect on preferences in using Islamic bank products. This finding indicates that Islamic bank users often recommend Islamic bank products to non-users of Islamic bank products in the Keywords: Financial Literacy. Preferences. Islamic Bank Products ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di masyarakat Desa Dukuh. Literasi keuangan adalah pemahaman seseorang mengenai konsep dan produk keuangan yang memungkinkan seseorang dalam membuat keputusan keuangan. Preferensi terhadap produk bank syariah mencakup kecenderungan masyarakat unuk memilih produk yang ditawarkan oleh bank Keberadaan bank syariah telah lama dikenal di Indonesia, tingkat preferensi Masyarakat terhadap produk bank syariah masih relatif rendah dibandingkan dengan bank konvensional. Salah satu factor yang mempengaruhi rendahnya preferensi tersebut adalah literasi keuangan yang belum merata di Masyarakat. Jenis metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik uji statistik melalui penyebaran angket. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 910 jiwa dengan jumlah sampel 90 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat variabel literasi keuangan dan preferensi dalam menggunakan produk bank syariah cukup baik, serta variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan siginifikan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengguna bank syariah kerap kali merekomendasikan produk bank syariah kepada non pengguna produk bank syariah di masyarakat. Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Preferensi. Produk Bank Syariah PENDAHULUAN Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahun 2019 tingkat literasi keuangan dan Inklusi Keuangan 2019 mencapai angka 38,03% dan 76,19%. Berdasarkan survei tersebut Indonesia mengalami peningkatan dari survei sebelumnya pada tahun 2016. Namun bila survei ini dilakukan berdasarkan strata wilayah, untuk wilayah perkotaan tingkat literasi dan inklusi keuangan mencapai 41,41% dan 83,60%. Sementara tingkat literasi dan inklusi keuangan Masyarakat peDesa an adalah 34,53% dan 68,49%. Dari hasil survei tersebut menunjukan perbedaan bahwa Tingkat literasi Masyarakat di peDesa an masih cukup tertinggal dibandingkan masyarakat yang tinggal di wilayah Perkotaan. Dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan juga diketahui 56,10% tingkat literasi keuangan dan 88,31% tingkat inklusi keuangan di Masyarakat provinsi Jawa Barat3. Desa Dukuh merupakan sebuah Desa yang terletak di Kabupaten Garut provinsi Jawa Barar. Desa ini memiliki populasi sekitar 1614 jiwa dengan mayoritas penduduknya bekerja di beberapa sektor. Desa Dukuh memiliki keunggulan dalam sektor ekonomi karena letaknya yang strategis, dekat dengan pusat perekonomian Kabupaten Garut. Hal ini memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat, yang dapat dengan mudah mengakses pasar dan berbagai fasilitas ekonomi lainnya. Keberadaan insfraktuktur yang memadai serta kedekatan dengan pusat perdagangan menjadikan Desa dukuh sebagai salah satu Desa dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di Kawasan tersebut. Tindak kejahatan di dunia keuangan akhir akhir ini terus meningkat. Hal tersebut berhubungan dengan salah satu faktor mengenai literasi keuangan yang ada di masyarakat. Literasi keuangan menjadi salah satu pengetahuan penting yang harus dipelajari oleh berbagai lapisan masyarakat. Salah satu fenomena dipeDesa an pernah terjadi kasus investasi bodong di Desa Cibuluh. Desa Lengkapjaya kecamatan Lengkong kabupaten Sukabumi pada tahun 2023. Kasus lain juga telah terjadi di sebagian masyarakat, salah satunya ada suatu perusahaan trevel yang menipu ribuan calon jamaah dengan menawarkan paket umroh murah namun akhirnya tidak memberangkatkan mereka. Calon jamaah yang tergiur dengan harga murah seringkali tidak menyadari pentingnya memverifikasi legalitas dan reputasi perusahaan penyelenggara. Dari beberapa kasus ini, mencerminkan bagaimana kurangnya literasi keuangan disebagian pedesaan sehingga ada beberapa masyarakat yang rentan terjadi penipuan. Sebagian masyarakat yang tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang bagaimana mengelola keuangan mereka dengan bijak, membuat mereka rentan menghadapi berbagai macam risiko keuangan seperti adanya penipuan, invsetasi bodong, tingkat utang yang tinggi, pengelolaan anggaran yang buruk dan lain -lain. Dengan kurangnya literasi keuangan membuat banyak orang tidak menyadari bahaya akan kondisi tersebut. Pemahaman literasi keuangan diperlukan untuk mengikuti perkembangan pasar keuangan. Hal ini bertujuan agar pada saat pengambilan keputusan mengenai pengelolaan keuangan tidak salah. Selain itu, pengelolaan keuangan dan Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. kemampuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, berdasarkan Strategi Nasioanal Keuangan Indinesia (SNLKI) tahun 2017, seorang dapat dikatakan sebagai Well Literate apabila memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga, produk dan layanan jasa keuangan, serta keterampilan dalam mengetahui fitur, manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dari produk dan layanan jasa keuangan tersebut. Pemerintah dan Lembaga keuangan telah melakukan berbagai upaya untuk menyediakan solusi keuangan yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah. Bank syariah merupakan salah satu regulasi pemerintah yang dapat menyediakan produk- produk yang berlandaskan syariah. Dengan adanya regulasi dan kebijakan yang mendukung. Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan regulasi yang memastikan semua produk dan layanan bank syariah, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dengan pengawasan yang ketat. Dalam setiap bank syariah wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memastikan bahwa operasional dan produk bank sesuai dengan prinsip syariah. Di Indonesia pertumbuhan bank syariah mulai kembali tumbuh, sebagai industri keuangan syariah yang terus berkembang. Bank-bank syariah menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba . , keadilan, dan transparansi. Seiring dengan pertumbuhan ini, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih produk di bank syariah. Dalam hal ini, literasi keuangan masyarakat menjadi faktor kunci yang mempengaruhi preferensi mereka dalam menggunakan produk bank syariah. Bank syariah yang terus berkembang mempunyai kendala yaitu pangsa pasar yang masih terbilang rendah dibandingkan dengan pangsa pasar bank Menurut data yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan market share bank syariah pada tahun 2021 terhadap keuangan nasional bank syariah masih berada di angka 6,52% dan sisanya 93,48% ditempati oleh bank konvensioanal. Pangsa pasar bank syariah yang masih rendah berkaitan erat dengan indeks inklusi keuangan syariah yang kini belum menempati proporsi besar dibandingan dengan inklusi keuangan konvensional. Inklusi keuangan adalah proses yang terkait dengan kemudahan akses, ketersedian, dan penggunaan sistem keuangan formal, seperti layanan perbankan untuk masyarakat. Pemerintah memberikan perhatian besar dalam rangka upaya meningkatkan pangsa pasar dan inklusi keuangan, buku pedoman Strategi Literasi Nasional Keuangan Indonesia menjadi salah satu implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perkembanyan bank syariah melalui peningkatan komptensi sumber daya manusia. 7 Kemampuan seseorang dalam keuangan diukur melalui literasi keuangan yang dapat mengukur seberapa baik kemampuan individu dalam memahami konsep keuangan dan menerapkannya, sehinggi dapat terwujud pengelolaan keuangan yang lebih baik. Persoalan sebagian besar masyarakat muslim Indonesia yang masih memiliki pengetahuan kurang baik tentang bank syariah sangatlah menjemukkan, dimana negara yang mayoritas beragama Islam ini mereka masih banyak yang beranggapan bahwa sistem bunga pada bank konvensional dan sistem bagi hasil pada bank syariah merupakan sistem yang sama, sehingga masyarakat lebih memilih Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. menggunakan jasa perbankan konvensional yang dinilai telah berpengalaman dalam menjalankan usaha perbankan. Di sebagian masyarakat juga terdapat presepsi tentang produk bank syariah, seperti keyakinan bahwa produk syariah kurang menguntungkan atau kurang aman dibandingkan dengan produk konvensional. Ini dapat mengakibatkan adanya ketidakpercayaan dan keengganan masyarakat untuk menggunakan produk bank syariah, terlapas dari tingkat literasi keuangan Masyarakat. Keterbatasan pilihan untuk memilih berbagai macam produk layanan keuangan dibeberapa wilayah atau negara, pilihan produk bank syariah mungkin terbatas dibandingkan dengan produk konvensioanal. Hal ini dapat menjadi kendala bagi nasabah yang mencari variasi produk atau layanan yang lebih luas. Faktor-faktor eksternal seperti pengaruh keluarga, teman atau pengalaman pribadi dengan lembaga keuangan dapat mempengaruhi preferensi seseorang terhadap produk bank syariah, terlepas dari tingkat literasi keuangannya. Penggunaan produk bank syariah di Indonesia menunjukan sebuah dinamika antara idealisme dan realitas yang dihadapi oleh masyarakat. Negara Indonesia, yang memiliki populasi muslim terbesar didunia. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan kepada beberapa responden yakni masyarakat muslim yang berada di desa Dukuh yaitu 30 responden, didapatkan bahwa terdapat 14 responden yang menggunakan produk bank syariah, 14 responden yang menggunakan produk bank konvensional, dan 2 responden menggunakan produk bank syariah dan bank konvenisonal. Berdasarkan hasil observasi dapat diambil Kesimpulan bahwa preferensi masyarakat desa Dukuh dalam menggunakan produk bank syariah masih kurang, sedangkan mayoritas masyarkat yang ada di desa Dukuh adalah muslim hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang bank syariah dikarenakan sebagian orang beranggapan bahwa bank syariah tidak berbeda dengank bank konvensional. Sedangkan produk di bank syaria memiliki akad dan proses perhitungan resiko yang berbeda dari bank konvenional. Dengan demikian, peneliti merasa perlu dilakukan penelitian untuk meninjau lebih jauh mengenai AuPengaruh Literasi Keuangan Terhadap Preferensi Dalam Menggunakan Produk Bank SyariahAy (Studi Kasus Masyarakat Desa Duku. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yang berfokus pada pengukuran variabel yang dapat diamati dan terukur secara objektif. Dalam konteks penelitian ini, hubungan antar variabel ditelaah dengan pendekatan kausal, dimana terdapat variabel independen dan dependen yang saling Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dukuh. Kelurahan Pananjung. Kecamatan Tarogong Kaler. Kabupaten Garut, yang merupakan daerah dengan potensi ekonomi yang cukup baik, berkat akses mudah ke fasilitas umum seperti pasar, sekolah, dan pusat kesehatan. Penelitian di desa ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari Maret hingga Juni 2024. Populasi penelitian terdiri dari masyarakat Desa Dukuh dengan jumlah 1. orang, dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan usia, yaitu mereka yang berusia di atas 17 tahun dan yang di bawah 17 tahun. Fokus utama penelitian ini adalah pada Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. kelompok yang berusia lebih dari 17 tahun, yakni mereka yang telah bekerja, yang berjumlah 910 orang. Sampel penelitian dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan jumlah sampel sebanyak 90 orang, yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling untuk memastikan representativitas Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen berupa kuesioner yang menggunakan skala Likert untuk mengukur sikap responden terhadap pernyataan-pernyataan yang disusun. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui beberapa tahap, mulai dari pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, hingga analisis regresi untuk melihat hubungan antar variabel. Teknik pengolahan data yang digunakan antara lain uji normalitas, heteroskedastisitas, dan uji asumsi klasik yang mendasari model regresi linier. Selain itu, analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik data yang terkumpul, sedangkan uji hipotesis digunakan untuk menguji hubungan antar variabel penelitian. Dengan menggunakan pendekatan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat Desa Dukuh dalam menggunakan produk bank syariah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan literasi keuangan di daerah tersebut, serta memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap pilihan konsumen. HASIL PENELITIAN Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov dan histogram digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah distribusi residual terdistribusi secara normal atau Residual akan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi > 0. Dalam histogram uji normalitas data dapat dikatakan normal apabila bentuk dari histogram tersebut memilki detail berbentuk lonjong atau kurva lonjong yang simetris disekitar nilai tengah, dan kedua sisi menurun secara simetris. Adapun hasil uji normalitas bergambar histogram dalam penelitain ini dapat digambarkan pada tabel di bawah Gambar 4. 1 Histogram Uji Normalitas Berdasarkan gambar 4. 1 histogram uji normalitas diatas menunjukan bahwa distribusi residual dari regresi terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah berdistribusi normal. Gambar tersebut menunjukan bentuk lonceng yang simetris dengan mayoritas data tepusat di sekitar nilai tengah. Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Sementara Hasil uji normalitas berupa One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dapat dijelaskan pada tabel di bwah ini : Tabel 4. Hasil uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : olah data SPSS 25 Berdasarkan tabel uji normalitas kolmogorov-smirnov diperoleh hasil nilai signifikansi yang sebesar 0. 200 > 0,05 oleh karena itu, maka hasil ini dapat disimpulkan bahwa data yang diteliti berdistribusi normal. Pengujian ini didasarkan pada pengujian normalitas menggunakan uji statistik uji normalitas kolmogorovsmirnov. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan uji glajser dan grafik Pada uji glejser apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi gejala Heteroskedastisitas. Sedangkan pada grafik scatterplot dengan melihat penyebaran data pada grafik, apabila penyebaran data tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Adapun hasil uji normalitas bergambar histogram dalam penelitain ini dapat digambarkan pada tabel di bawah ini. Berikut meurpkana Hasil uji heteroskedastisitas dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Beta Error (Constan. Literasi Keuangan Sig. Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Dependent Variable: Abs_Res Sumber : olah data SPSS 25 Pada tabel uji glejser diatas dapat dilihat nilai sig 0,57 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam data tersebut. Sementara jika digambarkan pada grafik scatterplot adalah sebagai Berikut: Gambar 4. 2 Grafik Scatterplot Sumber : olah data SPSS 25 Berdasarkan gambar grafik scatterplot diatas penyebaran data tidak teratur dan tidak membentuk pola tertentu kecuali adanya titik-titik yang menyebar dibawah dan diatas angka nol pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Deskriptif Statistik Untuk menguji hasil dari uji deskriptif statistik, tujuannya mencari karakteristik dari hasil analisa data dengan mencari nilai minimum, nilai maksimum, mean, dan standar deviasi. Berikut merupkan Hasil uji deskriftif dalam penelitian ini : Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Std. Minimum Maximum Mean Deviation Literasi Keuagan Preferensi dalam Menggunakan Produk Bank Syariah Sumber : olah data SPSS 25 Valid N . Copyright A 2025 pada penulis Pengaruh Literasi Keuangan . Nurfaedah, et al Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden yaitu 90, yang berasal dari Masyarakat Desa Dukuh. Dalam Variabel Literasi Keuangan (X) berdasarkan pengujian statistik diketahui bahwa nilai minimum sebesar 21, nilai maksimum 50, dan nilai rata-rata (Mea. sebesar 36,34 dengan standar deviasi sebesar 6,262. Nilai rata-rata dan standar deviasi literasi keuangan ini menunjukan bahenwa tingkat literasi Masyarakat dukuh cukup Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden yaitu 90, yang berasal dari Masyarakat Desa Dukuh. Dalam Variabel Preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y) berdasarkan pengujian statistik diketahui bahwa nilai minimum sebesar 14, nilai maksimum 50, dan nilai rata-rata (Mea. sebesar 35,26 dengan standar deviasi sebesar 7,487. Nilai rata-rata dan standar deviasi literasi keuangan ini menunjukan bahwa tingkat literasi preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di masyarkat Desa Dukuh cukup baik. Uji Hipotesis Koefisien Korelasi Koefisien korelasi dipahami sebagai nilai hubungan . antara dua atau lebih variabel yang diteliti. Nilai koefisien korelasi sebagaimana juga tingkat signifikansi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan suatu hipotesis penelitian yang dapat diterima atau ditolak. Berikut merupakan Hasil uji Hasil Uji Koefisien Korelasi dalam penelitian ini Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Korelasi Correlations Literasi Preferensi Dalam Keuangan Menggunakan Produk Bank Syariah Literasi Keuangan Pearson Correlation Sig. -taile. Preferensi DalamPearson Menggunakan Correlation Produk Bank Sig. -taile. Syariah **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : olah data SPSS 25 Berdasarkan hasil uji korelasi dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai korelasi person antara literasi keuangan dan preferensi dalam menggunakan produk bank syariah adalah 0,740. Nilai 0,740 menunjukan adanya hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Uji T Uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial. Untuk pengajuan pengaruh parsial ditentukan melalui uji T dengan kriteria sebagai berikut : Jika nilai sig < 0,05 maka Ha diterima dan H0 di tolak. Jika nilai sig > 0,05 maka H0 diterima dan Ha di tolak. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : H0 = Tidak ada pengaruh antara literasi keuangan (X) terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y). Ha= Terdapat pengaruh antara literasi keuangan (X) terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y). Berdasarkan hasil data kuesioner dari 90 responden di dapatkan hasil uji T sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardi Standa zed Coefficients Model Sig. Coefficients Std. Beta Error 1 (Consta Literasi Keuangan Dependent Variable: Preferensi Dalam Menggunakan Produk Bank Syariah Sumber : olah data SPSS 25 Dari hasil uji T pada variabel literasi keuangan (X) terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y) dapat dilihat bahwa nilai thitung 10,321 > nilai t 1,662 dan nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima artinya bahwa variabel literasi keuangan (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y). Berdasarkan nilai t diketahui thitung sebesar 10. 321 > ttabel 1. 662, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Literasi Keuangan (X) berpengaruh terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y). Uji Regresi Linier Sederhana Analisi regresi linier sedehana digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Pada analisis regresi suatu variabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas atau independent, sedangkan variabel yang dipengaruhi disebut variabel terkait atau dependen. Rumus dari regresi linier sederhana ialah : Y = x C Y = Preferensi dalam menggunakan produk bank syariah a = Konstanta b = Angka arah koefisien regresi X = Literasi keuangan e = Error term Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Berikut merupakan Hasil uji Hasil Uji Regresi Linier Sederhana dalam penelitian ini Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients BStd. Error Beta Sig. 1(Constan. Literasi Keuangan Dependent Variable: Preferensi Dalam Menggunakan Produk Bank Syariah Sumber : olah data SPSS 25 Berdasarkan hasil tabel 4. 11 diatas dapat dirumuskan persamaan regresi linier sederhana yaitu: Y = 4. 288 0,841 C Hasil intrepretasi dari persamaan regrersi linear sederhana yaitu : Nilai koefisien variabel literasi keuangan (X) bernilai 0,841 artinya jika literasi keuangan (X) mengalami kenaikan 1% maka nilai preferensi dalam menggunakan produk bank syariah (Y) juga mengalami peningkatan sebesar 0,841. Sebaliknya jika terdapat 1% pengurangan pada variabel (X) maka variabel (Y) juga ikut menurun sebesar 0,841. Koefisien ini sangat signifikan secara statistik dengan nilai p-value 0. < 0,. Sehingga dari tabel analisis regresi linier sederhana diatas dapat simpulkan bahwa literasi keuangan secara siginifikan mempengaruhi preferensi dalam menggunakan produk bank syariah. Maka peningkatan dalam literasi keuangan akan diikuti dengan peningkatan preferensi dalam menggunakan produk bank PEMBAHASAN Penelitian mengenai pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di masyarkat Desa Dukuh. Untuk menjawab rumusan masalah peneliti melakukan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner atau angket kepada responden, yang mana respnden pada penelitian ini yaitu Masyarakat Desa Dukuh yang berjumlah 90 responden yang dijadikan sampel. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 25 agar dapat mempermudah peneliti dalam mengolah data Analisis data pada penelitian ini menggunakan berbagai tahap pengujian yakni uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji deksriptif, dan uji hipotesis yang terdiri dari korelasi koefesien, uji parsial (T) dan uji regresi sederhana. Seperti yang ditemukan pada penelitian berikut : Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. Tingkat Literasi Keuangan masyarakat Desa Dukuh. Tingkat literasi keuangan yang tinggi dapat mempengaruhi banyak aspek sosial masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang serta sudut pandang keuangan menjadi lebih modern. Dengan meningkatnya literasi keuangan juga dapat mempengengaruhi prilaku keuangan Masyarakat yang ada di Desa Dukuh. Setelah peneliti melakukan penelitian secara langsung dengan menyebar kuesioner yang di ajukan kepada 90 responden dimana rata-rata masyarakat Desa Dukuh memiliki skor rata-rata yang cukup baik. Dengan hasil kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa : Berdasarkan hasil analisis bahwa masyarakat Desa dukuh tergolong dalam kelompok 60%-79%, yang menunjukan bahwa Masyarakat memiliki pengetahuan keuangan yang sedang. Masyarakat Desa Dukuh cukup terampil dalam pengelolaan keuangannya seperti menyusun anggaran keuangan, mengalokasikan untuk tabungan, menyisihkan uang untuk berinvestasi, dan menyisihkan uang untuk keperluan yang tidak terduga. Dampak dari meningkatnya tingkat literasi keuangan, berdasarkan penilaian OJK masyarakat di Desa Dukuh tergolong dalam kelompok sufficient literate, yang dimana masyarakat memahami produk keuangan dasar, dapat menyusun anggaran pribadi, dan mehamami fitur manfaat dan resiko Tingkat Preferensi dalam Menggunakan Produk Bank Syariah di masyarakat Desa Dukuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat Preferensi dalam Menggunakan Produk Bank Syariah di masyarakat Desa Dukuh berada pada tingkat yang cukup tinggi dan signifikan. Hal ini menunjukan bahwa Masyarakat Desa Dukuh memiliki kepercayaan dan penerimaan yang baik terhadap produk bank syariah, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor mengenai prinsip-prinsip syariah. Berdasarkan analisis, faktor kebudayaan secara signifikan dapat meningkatkan preferensi seseorang dalam menggunakan produk di bank syariah. Pengaruh lingkungan baik itu dari keluarga maupun kelompok yang menggunakan produk bank syariah dapat mendorong untuk mengikuti kebiasaan dan nilai-nilai yang diterapkan, dalam lingkungan tersebut seseorang dapat membentuk preferensi keuangan. Meskipun orang orang memiliki dua jenis rekening . yariah dan konvsiona. namun banyak responden yang mengaku bahwa mereka lebih sering menggunakan fitur dari bank syariah. Seperti yang dilakukan oleh Deny Abdi Rahman yang mengakui bahwa dia lebih nyaman menggunakan bank syariah dikarenakan meminimalisir transaksi riba. Hal ini juga dikuatkan oleh penyataan dari Awang uryan yang menjelaskan dalam angketnya bahwa fitur bank syariah memastikan bahwa pengguna terjauh dari transaksi non-halal. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Preferensi dalam menggunakan Produk Bank Syariah Dalam pengujian Statistik ini, variabel literasi keuangan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah manyatakan bahwa hipotesis dalam Copyright A 2025 pada penulis Nurfaedah, et al. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap. Hal: 641-653 DOI: https://10. 40/jpb. penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha, yaitu yang berarti literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di Masyarakat Desa Dukuh. Dimana hasil analisi regresi linier sederhana menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank Semakin tinggi literasi keuangan seseorang maka semakin tinggi preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di masyarakat Desa Dukuh. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pengaplikasiannya maka Masyarakat akan semakin terampil dalam pengelolaan keuangannya. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan pada penelitian ini maka diperoleh kesimpulan bahwa hasil Literasi keuangan Masyarakat Desa Dukuh berada pada nilai angka 60%-79%, yang menunjukan bahwa literasi terhadap keuangan cukup baik. Hal ini menunjukan bahwa dari pengetahuan tentang produk bank syariah, keterampilan dalam mengalokasikan keuangan, dan sikap terhadap keputusan keuangan cukup baik. Berdasarkan penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan Masyarakat Desa dukuh tergolong pada kelompok Sufficient Literate. Sementara untuk tingkat preferensi hal ini menunjukan bahwa, tingkat Preferensi dalam menggunakan produk Bank Syariah di masyarakat Desa Dukuh berada pada tingkat yang cukup tinggi dan signifikan. Hal ini menunjukan bahwa Masyarakat Desa Dukuh memiliki kepercayaan dan penerimaan yang baik terhadap produk bank syariah, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor mengenai prinsipprinsip syariah. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diilustrasikan bahwa masyarakat Desa Dukuh memiliki tingkat preferensi yang tinggi terhadap produk yang ada di bank syariah. Secara keseluruhan preferensi dari Masyarakat di pengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan Berdasarkan hasil hipotesis tersebut, terdapat hubungan positif antara literasi keuangan dan prefrensi dalam menggunakan produk bank syariah memiliki nilai korelasi sebesar 0. Tingkat dasar Preferensi dalam menggunakan produk bank syariah . etika literasi keuangan adalah no. Setiap tambahan 1% dalam pengetahuan meningkatkan preferensi dalam menggunakan produk bank syariah Sebaliknya jika Penurunan 1% dalam literasi keuangan akan mengurangi preferensi dalam menggunakan produk bank syariah sebesar 0. Berdasarkan penguiian parsial literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi dalam menggunakan produk bank syariah. Hal ini ditunjukan oleh hasil t yang menunjukan bahwa thitung 10,321 > 1,662 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya semakin tinggi literasi keuangan seseorang maka semakin tinggi juga preferensi dalam menggunakan produk bank syariah di masyarakat Desa Dukuh. DAFTAR PUSTAKA