Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 PEMBERIAN MATERI PELAJARAN BAGI ANAK SD DI LINGKUNGAN RUMAH SEBAGAI UPAYA MEMBANTU ANAK YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Ni Wayan Sri Darmayanti1. I Nengah Sueca2. Pande Agus Adiwijaya3 1,2,3Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali *e-mail: wyndarmayanti@gmail. com, su3ca. nngah@gmail. com, adiwijayapande@gmail. Abstrak Pada masa pandemi covid-19 semua kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara daring. Banyak kendala yang dihadapi dalam pembelajaran secara daring. Salah satunya bagi para orang tua siswa khususnya orang tua yang memiliki anak yang bersekolah di sekolah dasar (SD). Banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar di rumah dikarenakan para orang tua kurang optimal mengajar dan membimbing anak-anaknya di rumah. Hal tersebut akan mengakibatkan anak-anak menjadi malas belajar di rumah. Perlu adanya kegiatan pemberian materi pelajaran bagi anak SD di lingkungan rumah sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Buruan Tampaksiring. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah dan diskusi. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari semangat dan antausias anak dalam mengikuti kegiatan. Selain itu, anak-anak datang tepat waktu dalam kegiatan serta mereka aktif dalam berdiskusi serta bertanya terkait materi pelajaran yang kurang dimengerti atau dianggap sulit. Pada kegiatan ini anak-anak sudah bisa menjawab pertanyaan, soal-soal, dan tugas-tugas yang diberikan dan dianggap sulit. Hal tersebut menandakan bahwa anak-anak sudah paham terhadap materi yang sudah diajarkan Kata kunci: Pemberian materi, bimbingan belajar, kesulitan belajar, pandemi covid-19 Abstract During the COVID-19 pandemic, all learning and teaching activities are carried out online. There are many obstacles faced in online learning. One of them is for parents, especially parents who have children who attend elementary school (SD). Many students have difficulty learning at home because parents are less than optimal in teaching and guiding their children at home. This will result in children being lazy to study at home. It is necessary to provide subject matter activities for elementary school children in the home environment as an effort to help children who have learning difficulties through tutoring activities in the midst of the covid-19 This activity was carried out in the Hamlet of Buruan Tampaksiring. The method used in this activity is the lecture and discussion method. The success of this activity can be seen from the enthusiasm and enthusiasm of the children in participating in the activities. In addition, the children came on time for activities and they were active in discussing and asking questions related to subject matter that was not understood or considered difficult. In this activity the children were able to answer the questions, questions, and tasks that were given and considered difficult. This indicates that the children already understand the material that has been taught Keywords:Providing materials, tutoring, learning difficulties, the covid-19 pandemic PENDAHULUAN Pada saat ini seluruh Negara dikejutkan dengan mewabahnya penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau dikenal dengan covid-19 . orona virus diseases-. Virus ini menyebar sangat cepat ke seluruh negara sehingga who menetapkan wabah ini sebagai pandemi global. Banyak warga Negara meninggal karena terpapar virus corona yang belum ada obatnya. Termasuk Negara Indonesia banyak warga di seluruh provinsi yang terpapar covid-19. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh covid-19, salah satunya dampak pada bidang Semenjak pandemi covid Ae 19 semua sekolah diliburkan karena menghidari penyebaran covid-19. Semua siswa melaksanakan proses belajar secara daring dari rumah. Banyak kendala yang dihadapi dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring, yaitu banyak guru maupun siswa yang masih kurang dalam penguasaan teknologi, keterbatasan sarana dan prasarana guru maupun siswa, jaringan internet di setiap tempat Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 berbeda-beda, kadang ada yang bagus sinyalnya begitu juga sebaliknya, dan yang terakhir masalah biaya karena proses belajar daring memerlukan kuota internet yang banyak sehingga harus perlu biaya untuk membeli kuota Pembelajaran secara daring ini memaksakan orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak di rumah, bagaimana orang tua mengajar dan membimbing anaknya. Banyak masalah yang dihadapi orang tua dalam mengajarkan anaknya. Seperti orang tua di lingkungan tempat tinggal penulis, yaitu di Dusun Buruan Tampaksiring, sebagian besar keluarga memiliki anak tingkat Sekolah Dasar (SD). Di mana sangat perlu bimbingan dan arahan dari orang tuanya di rumah. Namun banyak orang tua yang mengeluh karena tidak bisa membimbing dan mengajari anak-anaknya di rumah. Hal tersebut dikarenakan orang tuanya banyak yang berprofesi sebagai petani. Orang tuanya tidak sempat mendampingi anaknya dalam proses pembelajaran di rumah karena mereka bekerja di Selain itu mereka mengatakan kurang mengerti pelajaran anak SD sekarang karena materi pelajarannya lebih susah dari materi pelajaran mereka ketika masih sekolah dulu. Hal tersebut berpengaruh terhadap semangat anak dalam belajar. Semangat belajar anak dapat menurun karena kurang bimbingan dan arahan orang tua saat proses belajar di rumah terutama anak yang masih duduk di bangku SD. Anak-anak yang motivasi belajarnya turun akan menjadikan mereka malas belajar sehingga kebanyakan anak-anak SD di sekitaran rumah asyik bermain di rumah dan jarang untuk belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang tepat ditawarkan adalah dengan adanya bantuan pendampingan proses belajar di rumah melalui kegiatan bimbingan belajar bagi anak-anak SD di sekitaran lingkungan tempat tinggal sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajarnya. Hal itu dilaksanakan sebagai upaya membantu orang tua dalam membimbing dan mengajar anaknya di rumah di tengah pandemi covid-19. Sagala . mengemukakan bahwa pendidikan dilaksanakan dalam bentuk bimbingan, pengajaran, dan Bimbingan atau membimbing memiliki dua makna yaitu bimbingan secara umum yang mempunyai arti sama dengan mendidik atau menanamkan nilai-nilai, membina moral, mengarahkan siswa supaya menjadi orang Sedangkan makna bimbingan secara khusus yaitu proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri. Selain itu berdasarkan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Darmayanti, dkk . bahwa bimbingan belajar tersebu dapat mengatasi kesulitan belajar siswa. Bimbingan belajar itu adalah suatu bentuk bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar guna mengatasi kesulitan belajarnya sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar. Harapan dari kegiatan pemberian materi pelajaran bagi anak sd di lingkungan rumah inidapat membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid-19. METODE Kegiatan ini terlaksana selama 6 kali di mana setiap minggu dilaksanakan sebanyak 2 kali yang disesuaikan dengan keadaan siswa. Metode pelaksanaan kegiatan pemberian materi pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa melalui bimbingan belajar ini dibagi menjadi dua tahap, yang pertama tahapan penjelasan materi dengan menggunakan metode ceramah. Pada tahapan ini siswa diberikan penjelasan materi yang mereka anggap Selanjutnya tahapan diskusi. Pada tahapan diskusi ini menggunakan metode diskusi tanya jawa. Siswa berdiskusi terkait materi yang sudah dijelaskan. Jika ada yang belum paham maka siswa akan mengajukan sebuah pertanyaan. Selanjutnya diakhir kegiatan siswa diberikan beberapa soal terkait materi yang sudah dibahas Kriteria dan indikator pencapaian yang digunakan sebagai tolak ukur tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian dapat dilihat pada Tabel1. Tabel 1. Pemberian Materi Pelajaran Bagi anak SD di Lingkungan Rumah Sebagai Upaya Membantu Anak Yang Mengalami Kesulitan Belajar Melalui Kegiatan Bimbingan Belajar Di tengah Pandemi Covid-19 Kriteria Jenis Data Sumber Data Indikator Instrumen Keberhasilan Memiliki Tes, tugas serta semangat atau lembar antausias dalam observasi belajar dengan Kesulitan rajin mengikuti Kesulitan Belajar Siswa Anak-anak SD Belajar Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 Selain itu dapat tugas dan tes yang diberikan HASIL DAN PEMBAHASAN Kualifikasi Tim Pelaksana Kegiatan Kegiatan pendampingan bimbingan belajar di rumah bagi siswa SD untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa diperlukan bidang keahlian agar kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar. Bidang kepakaran yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah bidang pendidikan. Adapun tim pelaksana kegiatan pengabdian ini adalah staf dosen ITP Markandeya Bali yang terdapat pada Tabel 2. Tabel 2. Tim Dalam Kegiatan Pengabdian Nama/NIDN Wayan Sri Darmayanti. Instansi Asal Bidang Ilmu Jabatan STKIP Suar Bangli Pendidikan IPA Ketua STKIP Suar Bangli Pendidikan Bahasa Anggota Pd. I Nengah Sueca. Pd. Indonesia Pande Agus Adiwijaya. STKIP Suar Bangli Pendidikan Bahasa Anggota Inggris Sesuai dengan Tabel 2, adapun pembagian tugas dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut. Tabel 3. Pembagian Tugas Jenis kegiatan Metode ceramah. Menjelaskan materi I dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi I Metode ceramah. Menjelaskan materi I I dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi II Metode ceramah. Menjelaskan materi i dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi i Metode ceramah. Menjelaskan materi IV dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi IV Metode ceramah. Menjelaskan materi V dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi V Metode ceramah. Menjelaskan materi VI dan Metode diskusi. Melaksanakan diskusi terkait materi VI Pelaksana -Ni Wayan Sri Darmayanti. Pd, -I Nengah Sueca -Ni Wayan Sri Darmayanti. Pd, - Pande Agus Adiwijaya. -Ni Wayan Sri Darmayanti. Pd, -I Nengah Sueca Terlaksananya kegiatan pemberian materi pelajaran bagi anak SD di lingkungan rumah sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid19. Kegiatan ini terlaksana selama 6 kali di mana setiap minggu dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan . emberian mater. yang disesuaikan dengan keadaan siswa. Aktivitas pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 1 . , b, c,. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 . Gambar 1. ( . , . , . , . Aktivitas pelaksanaan kegiatan pengabdian Keberhasilan pemberian materi pelajaran bagi anak SD di lingkungan rumah sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid-19 dapat dilihat dari semangat dan keseriusan serta antausias anak-anak SD yang ada dilingkungan rumah dalam kegiatan belajar di rumah. Hal tersebut dapat dilihat dari kedatangan anak-anak ke kegiatan pemberian materi belajar tepat waktu. Anak-anak aktif dalam berdiskusi serta bertanya terkait materi pelajaran yang kurang dimengerti atau dianggap sulit. Selain itu, pada kegiatan ini anak-anak sudah bisa menjawab pertanyaan, soal-soal, dan tugas-tugas yang diberikan dan dianggap sulit. Hal tersebut menandakan bahwa anak-anak sudah paham terhadap materi yang sudah diajarkan sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami anak dalam belajar di rumah pada masa pandemi covid-19 ini bisa teratasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, adapun ditarik simpulan sebagai berikut. Kegiatan pemberian materi pelajaran bagi anak SD di lingkungan rumah sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid-19 berjalan dengan lancar. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari semangat dan antausias anak dalam mengikuti kegiatan ini. Selain itu, anak-anak datang tepat waktu dalam kegiatan serta mereka aktif dalam berdiskusi serta bertanya terkait materi pelajaran yang kurang dimengerti atau dianggap sulit. Pada kegiatan ini anak-anak sudah bisa menjawab pertanyaan, soalsoal, dan tugas-tugas yang diberikan dan dianggap sulit. Hal tersebut menandakan bahwa anak-anak sudah paham terhadap materi yang sudah diajarkan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 SARAN Adapun saran yang dapat diajukan adalah hendaknya perlu adanya pemberian materi pelajaran bagi anak SD. SMP dan SMA di lingkungan rumah pada masa pandemi covid-19 secara berkelanjutan sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar. DAFTAR PUSTAKA