Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol. No. 3 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Syifa Ulhusni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Maragustam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Alamat: Jl. Rambutan. Sambelegi Kidul. Maguwoharjo. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 Syifa Ulhusni : 23204012032@student. uin-suka. Abstract. Islamic education initiated by Azyumardi Azra through its characteristics and modernization has had a huge impact on the development of Islamic education in the contemporary era. forming humans who obey Allah but also educate students who are skilled and have noble character. The aim of this research is to find out the characteristics and modernization of Islamic education from Azyumardi Azra's perspective and to find out its relevance to contemporary Islamic education. This research uses qualitative research with descriptive methods. This research is a library research or literature study. The research findings show that Azyumardi Azra's educational characteristics include: educational objectives, educational curriculum and educational democratization. Meanwhile, the modernization of Islamic education covers all aspects of Muslim society's life according to current developments. Islamic education also needs to continue to adapt to current developments in order to remain relevant and effective in educating the younger generation in accordance with the demands of the times and the needs of society. Its relevance to contemporary Islamic education is the renewal of Madrasas and Universities and the curriculum by having a role in improving quality. Modernizing Islamic education from existing education to modern education. Keywords: characteristics of Islamic education. Modernization. Azyumardi Azra Abstrak. Pendidikan islam yang digagas oleh Azyumardi Azra melalui karakteristik dan modernisasi yang di lakukannya sangat berdampak pada perkembangan pendidikan islam pada era kontemporer. membentuk manusia yang taat kepada Allah akan tetapi juga mencerdaskan peserta didik, terampil, berbudi pekerti luhur, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan modernisasi pendidikan Islam perspektif Azyumardi Azra dan untuk mengetahui relevansinya dengan pendidikan islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini bersifat library reseach atau studi kepustakaan. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pendidikan Azyumardi Azra meliputi: tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan dan demokrastisasi pendidikan. Sedangkan modernisasi pendidikan islam mencakup segala aspek kehidupan masyarakat muslim sesuai perkembangan zaman. Pendidikan Islam juga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan efektif dalam mendidik generasi muda Received June 10, 2024. Revised June 15, 2024. Accepted June 19, 2024 * Syifa Ulhusni : 23204012032@student. uin-suka. Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Relevasinya terhadap pendidikan islam kontemporer yaitu pembaruan Madrasah dan Universitas dan kurikulum dengan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas. Memodernisasikan pendidikan islam dari pendidikan yang sudah ada ke pendidikan modern. Kata kunci: Karakteristik. Pendidikan Islam. Modernisasi dan Azyumardi Azra LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan. Melalui pendidikan, suatu bangsa akan dipastikan maju dan terciptanya sumber daya manusia yang cerdas, kompetitif dan berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan menjadi prioritas utama dalam membangun bangsa. Secara historis pendidikan dalam arti luas telah didefinisikan berbeda-beda oleh berbagai kalangan seiring dengan berkembangnya peradaban Azyumardi Azra menyatakan bahwa pendidikan adalah proses transfer nilainilai budaya dari generasi ke generasi. yang di bawa sejak lahir sampai menjelang kematian (Azyumardi Azra, 1. Manusia sangat dianjurkan unuk melaksanakan pendidikan supaya menjadi manusia seutuhnya adalah seseorang yang bertaqwa kepada Allah dan berbudi pekerti, berpengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, mandiri, berkepribadian teguh, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Mereka juga memiliki nilai kebangsaan mereka (Jusuf Amir, 1. Pendidikan dalam konteks ini bisa dipandang sebagai upaya untuk mengembangkan manusia secara holistik, baik secara individu maupun sebagai bagian dari lingkungannya. Dalam prosesnya, pendidikan tidak hanya terjadi di institusi pendidikan formal, tetapi juga di luar kelas melalui interaksi dengan lingkungan sekitar, termasuk keluarga, masyarakat, dan budaya. Pentingnya lingkungan dalam pendidikan menyoroti bahwa pengalaman dan interaksi dengan lingkungan memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian, nilai-nilai, dan keterampilan seseorang. Sebaliknya, pendidikan juga dapat memengaruhi lingkungan dengan cara memberikan pemahaman yang lebih baik kepada individu tentang pentingnya menjaga dan memperbaiki Dengan demikian, hubungan antara pendidikan dan lingkungan adalah saling mempengaruhi, di mana kedua faktor tersebut berperan dalam membentuk dan mengembangkan potensi manusia serta meningkatkan kualitas kehidupan secara keseluruhan (Syafril dan Zelhendri Zen, 2. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 Pendidikan Islam adalah salah satu bagian dari ajaran Islam yang luas. Oleh karena itu. Tujuan dari pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam untuk menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya dan memiliki kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat. Pendidikan ini menjadi rahmatan li al'alamyn dalam konteks masyarakat, bangsa, dan negara. Ini adalah tujuan akhir pendidikan Islam, menurut Islam (Ayumardi Azra, 2. Pendidikan Islam bersumber dari ajaran Islam. dan semua aspek kebudayaannya. Al-Qur'an dan Sunnah merupakan sumber utama dalam pembentukan dan pengembangan pendidikan Islam, karena mereka memberikan nilai-nilai utama, seperti menghormati akal manusia, mengikuti pendidikan ilmiah, menghormati fitrah manusia, dan mempertahankan kebutuhan masyarakat (Hasan Langgulung, 1. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mengajarkan setiap orang agar menjalani kehidupan mereka sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah, baik dalam hal pengetahuan dan pengelolaan sumber daya alam, dan bahwa setiap tindakan dilakukan hanya sebagai pengabdian kepada Allah SWT (Hanafi, la Adu dan Zainunddin, 2. Dengan merujuk penjelasan-penjelasan di atas bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk bertugas sebagai penjaga di dunia ini dibekali dengan potensi serta fasilitas sesuai dengan tuntunan-Nya. Akan tetapi untuk mewujudkannya maka manusia harus mencari dengan segala ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan aturan-aturan yang Allah tetapkan dimana hal itu didapatkan dengan proses pendidikan Islam. KAJIAN TEORITIS Berdasarkan sumber dan literatur yang peneliti temukan, berikut adalah beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Wahyu hidayat . yang berjudul AuTujuan Pendidikan Islam Perspektif Azyumardi AzraAy. Penelitian tersebut relevan dengan penulis lakukan. Persamaannya ialah sama-sama mengkaji tentang pendidikan islam perspektif Azyumardi Azra. Adapun perbedaannya ialah penelitian yang dilakukan oleh wahyu hidayat hanya berfokus pada tujuan pendidikan islam perspektif Azyumardi azra. Sedangkan penelitian yang penulis lakukan memiliki unsur karakteristik dan modernisasi serta relevasinya terhadap pendidikan islam Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Penelitian yang dilakukan oleh Malihatul Azizah dan Fauzi AuPendidikan Karakter Dalam Pembaruan Pendidikan Islam (Studi Atas Pemikiran Azyumardi Azr. Ay. Persamaan penelitian ini adalah masih membahas pendidikan islam dari segi perspektif yang dibuat oleh Azyumardi Azra. Adapun perbedaanya ialah penelitian diatas membahas serta menjelaskan pemikiran Azyumardi Azra terkait dengan pendidikan karakter dan pembaruan pendidikan Islam, sedangkan penelitian yang penulis lakukan ialah menjelaskan karakteristik dan membahas modernisasi di sertai relevansinya terhadap pendidikan islam kontemporer perspektif Azyumardi Azra. Penelitian yang dilakukan oleh Wahyuddin Noor AuAzyumardi Azra : Pembaruan Pemikiran Dan Kelembagaan Pendidikan Islam Di IndonesiaAy. persamaan penelitian ini dengan apa yang sudah Wahyuddin Noor lakukan ialah fokus pada menjelaskan alur pendidikan islam yang telah digagaskan oleh Azyumardi Azra. Sedangkan perbedaanya ialah Wahyuddin Noor meneliti pendidikan sislam melalui kelembagaan dan pembaharuan pemikiran yang digagas Azyumardi Azra, sedangkan penelitian yang peneliti tulis membahas karakteristik dan modernisasi pendidikan islam dan dikaitkan dengan pendidikan islam kontemporer. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. yaitu Studi Studi kepustakaan ini adalah serangkaian tindakan yang berkaitan dengan mengumpulkan informasi dari pustaka, membaca, dan menulis, dan pengolahan bahan Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini berasal dari berbagai sumber yang terkait dengan subjek penelitian. (Mestika Zed, 2. Adapun sumber Studi ini menggunakan sumber primer dan sumber skunder. Sumber primer ialah sumber yang berasal dari buku karangan azyumardi azra sedangkan sumber skunder ialah sumber yang berasal dari artikel, jurnal, majalah, ataupun buku yang terkait dengan penelitian Teori-teori yang relevan dengan subjek penelitian dapat ditemukan dalam penelitian Studi tentang ide-ide dan gagasan yang digunakan berdasarkan penelitian yang diteliti teori- teori yang terkait dengan subjek penelitian dapat ditemukan dalam penelitian kepustakaan. Studi tentang ide-ide dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang diteliti (V. Wiranta sujawerni, 2. Dalam penelitian kepustakaan, peneliti harus melakukan langkah-langkah berikut: Pertama, mereka harus mengumpulkan informasi. untuk penelitian adalah Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 proses menghimpun informasi berupa data empiris dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan penelitian resmi, karya ilmiah, dan literatur lain yang relevan dengan topik penelitian ini. Kedua Membaca bahan kepustakaan dengan cermat sangat penting dalam penelitian. Proses ini melibatkan eksplorasi mendalam terhadap materi yang dapat membuka peluang untuk menemukan ide-ide inovatif yang relevan dengan topik Ketiga membuat catatan penting untuk penelitian. Keempat memproses catatan penelitian. Semua materi yang telah dibaca kemudian diproses atau dianalisis untuk mencapai kesimpulan yang dirangkum dalam laporan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Singkat Azyumardi Azra Azyumardi Azra merupakan tokoh ulama Islam progresif yang terkenal. (A. Dwifatma, 2. Salah satu ulama "revolusioner" pembaruan Islam. Hingga saat ini, peranannya dalam bidang studi Islam telah menghasilkan inovasi. Salah satu hasilnya adalah perubahan nama IAIN Syarif Hidayatullah menjadi UIN Syarif Hidayatullah, yang membuat lembaga pendidikan Islam lebih terkenal, lebih terbuka, lebih mahir, dan lebih relevan dengan masyarakat umum. (Noor, 2. Azyumardi Azra lahir pada tanggal 4 Maret yaitu pada tahun 1955 di Kecamatan Lubuk Alung tengah Padang Pariaman di Jalan Tol Bukittinggi-Padang di Sumatera Barat. Namanya berasal dari kata "permata hijau". Tidak ada yang tahu bahwa ini terjadi bertahun-tahun kemudian di tangan seorang profesor Iran saat berpartisipasi dalam pertemuan di luar negeri (Dwifatma, 2. Ayahnya berasal dari desa Dokku Songilimau dari Pariaman, dan ibunyaberasal dari desa Tsimpago di Kamboja. Azra sudah terkenal sebagai aktivis di dalam dan di luar kampus di IAIN Syarif Hidayatullah. Jakarta. Ia pertama kali terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah. Jakarta. kemudian, dari tahun 1981 hingga 1982, ia menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ciputat. Sejak kuliah. Azra telah dikenal sebagai bukan hanya seorang aktivis tetapi juga seorang pemikiran dan intelektual. Ini terbukti dengan keterlibatannya dalam jurnalistik atau menulis di media massa tanpa meninggalkan kegiatan akademiknya (Siti Napsyiah. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Setelah lulus dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1982. Azyumardi Azra mencoba bekerja di Lembaga Riset Kebudayaan Nasional (LRKN) LIPI dari tahun 1982 hingga 1983. Meskipun demikian, ia mengundurkan diri setelah merasa tidak cocok di tempat kerja dan tidak bertahan lama. Selain itu, dia memperoleh beasiswa Fullbright pada tahun 1986 untuk melanjutkan pendidikan S2 di Columbia University. Amerika Serikat. Pada tahun 1988, dia memperoleh gelar Master of Art dari Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah (Abuddin Nata, 2. Selain itu. Azra menerima beasiswa Presiden Columbia dari kampus yang sama. Namun, dia beralih ke Departemen Sejarah dan memperoleh gelar Master of Philosophy (MPhi. pada tahun 1989 dan PhD pada tahun 1990. Pada tahun yang sama. Azyumardi Azra memiliki kesempatan untuk melanjutkan S3. Dua tahun kemudian, tepat pada tahun 1992, ia memperoleh gelar PhD. Ketika Azra kembali ke Jakarta di tahun 1993, dia mendirikan dan memimpin redaksi jurnal Studia Islamika, yang merupakan majalah Indonesia untuk studi Islam. (Budi Handrianto, 2. Karakteristik Pendidikan Islam Azyumardi Azra Tujuan Pendidikan Islam. Menurut Azyumardi Azra, pendidikan Islam memiliki tujuan yang lebih jauh dan operasional untuk mencapai pembentukan kepribadian utama berdasarkan nilai-nilai Islam. Tahap-tahap proses pendidikan Islam mencapai tujuan tersebut dapat meliputi pemahaman konsep dasar Islam, praktik ibadah, pengembangan akhlak mulia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pandangan Islam, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian. Tujuan pendidikan Islam tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman seseorang tentang agama, tetapi juga untuk menghasilkan orang yang bermoral dan mampu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Salah satu tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah untuk mencapai "tujuan antara" dalam mencapai "tujuan akhir" yang lebih besar. Tujuan antara ini mencakup perubahan yang diinginkan dalam kurikulum Islam, baik dalam individu anak didik, komunitas, dan lingkungan tempat mereka dibesarkan ( Azyumardi Azra, 1. Muljono Damopolii, perbedaan antara pendidikan umum dan Pendidikan Islam dapat dikenali berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan Umum cenderung fokus pada pembentukan pribadi untuk kebahagiaan dunia, sementara pendidikan Islam Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 menekankan pencapaian kebahagiaan di akhirat. (Muljono Damopolii, 2. Azyumardi azra juga membagi tujuan pendidikan menjadi 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari pendidikan Islam adalah untuk menciptakan individu yang bertakwa kepada Allah dan memiliki kesejahteraan dunia nyata dan akhirat dalam konteks bangsa, negara, dan masyarakat, individu yang bertakwa ini menjadi rahmat bagi alam semesta. Ini dapat dianggap sebagai tujuan umum atau akhir dari pendidikan Islam. Adapun tujuan khusus itu bersifat praxis yaitu untuk merumuskan tujuan yang diharapkan untuk dicapai selama tahap penguasaan kognitif, afektif, dan psikomotorik dan untuk menilai hasil yang telah dicapai. Dari tahap-tahap inilah tujuan yang lebih khusus dapat dicapai (Azyumardi Azra, 2. Pendidikan islam juga membentuk individu yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah menciptakan manusia kamil, yang kembali ke fitrahnya dan tujuan hidupnya, yaitu ketaatan kepada Allah. (Muhammad Afnan & Muhammad Nihwan, 2. Kurikulum. Menurut Azyumardi Azra, kurikulum adalah sebuah rencana yang mencakup pencapaian tujuan khusus termasuk materi pembelajaran, metode pengajaran, dan sistem evaluasi. Kurikulum ini memandu peserta didik melalui tahap-tahap penguasaan berbagai aspek, seperti kognitif . emahaman dan pengetahua. , afektif . ikap dan nila. , dan psikomotorik . eterampilan motorik dan prakti. Dengan kata lain, kurikulum dirancang untuk memastikan bahwa peserta didik mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan yang relevan sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan (Azyumardi Azra, 2. Menurut Crow tentang kurikulum, dikutip oleh Abuddin Nata. Kurikulum adalah rencana pembelajaran yang terdiri dari sejumlah subjek yang disusun dengan cara sistematis yang diperlukan untuk menyelesaikan kursus tertentu (Abuddin Nata, 2. Perubahan dalam dibutuhkan dalam mengatur pendidikan siswa muslim di Negara mayoritas Islam maupun minoritas. Oleh karena itu, perencanaan pendidikan Islam harus didasarkan pada dua nilai utama yang tidak pernah berubah: kepentingan masyarakat Islam untuk Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer bersatu tanpa batasan ruang dan waktu, dan kepentingan masyarakat internasional untuk bersatu karena nilai-nilai kemanusiaan. zyumardi azra, 1. Jadi. Pendidikan siswa harus mencakup kedua elemen ini: pemahaman tentang pengalaman ajaran agama dan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Azra menegaskan bahwa integrasi antara pembinaan nilai agama dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi penting untuk menciptakan SDM yang komprehensif dan berdaya saing. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat mempersiapkan individu yang tidak hanya berkualitas dalam keilmuan, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh dalam mengamalkan ajaran agama. Sehingga dapat di simpulkn bahwa pendidikan Islam yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beradab, dan Melalui kurikulum yang terarah dan berbasis nilai-nilai Islam, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik untuk berkembang secara holistik. Demokratisasi. Menurut Azyumardi Azra, demokratisasi pendidikan Islam adalah proses menuju demokrasi dalam pendidikan Islam. Demokrasi pendidikan adalah gagasan yang menekankan perlakuan yang adil terhadap siswa oleh guru, termasuk kesetaraan hak, kewajiban, dan perlakuan selama proses pendidikan ( Alfian, 2. Demokratisasi adalah langkah menuju demokrasi secara keseluruhan. dalam hal pendidikan, demokratisasi adalah proses yang membawa pendidikan ke Azra berpendapat bahwa demokratisasi pendidikan mendekatkan pendidikan Islam ke demokrasi. Pendidikan demokrasi sama denganPendidikan masyarakat atau Pendidikan demokrasi tidak seluas pendidikan kewargaan. Namun, jelas bahwa keduanya berusaha melalui pendidikan untuk meningkatkan budaya masyarakat dan Ini akan memberikan kontribusi signifikan untuk kemajuan demokrasi asli dan berkualitas tinggi di Indonesia. Demokratisasi pendidikan Islam memiliki tujuan akhir untuk membentuk masyarakat Indonesia yang bersih, demokratis, kritis, bermoral, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keadaban. Ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang inklusif, berbudaya, dan Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 berpandangan luas. Azra juga mengemukakan beberapa ciri demokratisasi pendidikan Islam, yaitu: Kurikulum yang dinamis yang memungkinkan siswa menjadi kreatif dan terlibat dalam perubahan sosial . Paradigma pendidikan Islam mengalami pergeseran. Paradigma ini berubah dari otoriter ke demokratis, dari tertutup ke terbuka, dan dari doktiner ke partisipasi. Adanya kerja sama dan keterhubungan antara lembaga pendidikan Islam dan lingkungan masyarakat, yang memungkinkan pembebasan pendidikan dilaksanakan. Dengan demikian demokratis Pendidikan Islam memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menanamkan nilai-nilai moral. Selain melindungi individu dari dampak negatif globalisasi, pendidikan Islam juga membentuk akhlak yang baik, mengajarkan pengetahuan agama, dan mempromosikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang Demokrasi Pendidikan Islam juga memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan yang melindungi orang dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sosial dan budaya melalui nilai-nilai moral yang ditanamkan. Nilai-nilai seperti keadilan, kesederhanaan, solidaritas, dan kejujuran dapat mendorong individu untuk mengatasi ketidakadilan sosial, memajukan diri melalui pendidikan, dan membangun komunitas yang inklusif dan produktif secara ekonomi. Selain itu, pendidikan Islam juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui konsep zakat, infaq, dan sedekah yang dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial ( Noor. Modernisasi Pendidikan Islam Azyumardi Azra Modernisasi pendidikan Islam berakar pada pembaruan institusi dan pemikiran Islam secara keseluruhan. Kebangkitan orang orang islam di zaman modern, sudut pandang dan sistem lembaga pendidikan harus dimodernisasi. Oleh karena itu, lembaga dan pemikiran Islam, termasuk pendidikan, harus disesuaikan dan disesuaikan dengan standar kontemporer (Noor, 2. Pengembangan sumber daya manusia sangat bergantung pada pendidikan Islam. karena tidak hanya menumbuhkan karakter yang baik, tetapi juga memberi orang landasan moral dan etika yang kuat untuk menjalani kehidupan mereka. Hal ini memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya memberikan pemahaman agama yang Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer kuat, tetapi juga membekali individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang dapat membantu mereka mengatasi segala hambatan kedepannya Pembaruan pendidikan Islam penting untuk mengikuti perkembangan zaman dan mempersiapkan generasi mendatang. Penting untuk memperhatikan tren dan perubahan sosial serta memastikan sistem pendidikan Islam menjadi lebih berorientasi pada masa depan, menggabungkan nilai-nilai masa lalu dengan kebutuhan dan tantangan masa kini dan yang akan datang (Alfian, 2. Azra dan Ramayulis mengatakan bahwa Pegawai yang bekerja di bidang Saat ini, pendidikan Islam harus memiliki kemampuan inovatif dan proyektif untuk mengidentifikasi tendensi yang mungkin muncul di masa depan, bergantung pada apa yang terjadi di masyarakat modern. Hal ini penting karena dunia pendidikan terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan yang berubah seiring waktu. Untuk menjamin bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan mampu menangani tantangan zaman yang terus berkembang, ini sangat penting (Ramayulis, 2. Azra menyatakan bahwa modernisasi dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Ini karena pendidikan memberikan landasan bagi kemajuan sosial, ekonomi, dan teknologi yang merupakan inti dari proses modernisasi. Tanpa pendidikan yang memadai, masyarakat sulit untuk mengadopsi dan melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk (Azyumardi Azra. Azyumardi Azra menggambarkan secara menyeluruh input dan output dari bidang pendidikan Islam, yang harus dipengaruhi oleh "modernisasi" (Azyumardi Azra, 2. Input dari masyarakat ke dalam sistem Pendidikan . Ideologis-normatif Sebagai hasil dimanifestasikan dalam nilai-nilai nasional, pendidikan harus membantu siswa mempertajam wawasan dan pemahaman mereka tentang negara mereka sendiri. Mobilisasi politik Pendidikan yang efektif harus tidak hanya fokus pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga keterampilan kritis seperti pemecahan masalah, kreativitas, kepemimpinan, dan inovasi. Pemimpin modernis dan inovatif dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan dan mendorong kemajuan dalam berbagai bidang. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 termasuk teknologi, ekonomi, dan sosial. yang dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan tingkat pertumbuhan. Mobilisasi ekonomi Sistem pendidikan harus mendidik siswa untuk meningkatkan SDM yang luar biasa yang mampu mengisi berbagai posisi dan peluang yang akan diisi oleh orangorang yang berkompeten. Selain berfungsi sebagai sarana untuk menyebarkan dan menyebarkan ilmu keislaman juga dapat meningkatkan sumber daya manusia . Mobilisasi sosial Pendidikan harus dikembangkan serta memenuhi kebutuhan belajar, pendidikan Islam harus menyediakan sumber daya yang dapat diakses untuk kemajuan masyarakat . Mobilisasi budaya Untuk mempertahankan stabilitas dan mendorong perkembangan warisan Budaya, modernisasi mengubah standar budaya sesuai dengan sistem pendidikan. Pendekatan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip modernisas untuk menjamin relevansinya dalam dunia modern. Pendidikan Islam memiliki potensi untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi kesulitan dan peluang. dalam masyarakat global saat ini dengan berfokus pada modernitas. Pendidikan Islam perspektif Azyumardi Azra dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Kontemporer Pendidikan Islam memainkan peran penting sebagai mediator dalam sosialisasi ajaran Islam kepada masyarakat dalam berbagai tingkatan. Melalui pendidikan ilmiah, masyarakat Muslim Indonesia dapat memperoleh pemahaman yang mendalam, penghayatan yang kuat, dan kemampuan untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW (H. Abuddin Nata, 2. Pada abad ke-20 pendidikan Islam telah mulai berkembang dan modern. Dengan kata lain lapangan pendidikan dimulai dengan munculnya institusi pendidikan modern yang hampir sepenuhnya mengadopsi sistem pendidikan kolonial Belanda (Azra dan Thaha, 2. Pendidikan islam pada era kontemporer tidak hanya berpusat pada aspek kogitif saja, akan tetapi sudah banyak aspek yang menjadi acuan kurikulum untuk meningkatkan mutu pendidikan islam. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Dalam kurikulum pendidikan islam sekarang mencakup aspek Kognitif yaitu aktivitas otak . Aspek Afektif yaitu mencakup sikap dan tingkah laku seseorang terhdapan suatu reaksi yang di hadapi. Aspek psikomotor yaitu keterampilan serta kemampuan dalam mengepalikasikanya. Azyumardi Azra dalam kurikulum pendidikan Islam harus ditujukan untuk menanamkan nilai agama dalam siswa dan diberi perhatian khusus pada bidang ilmu dan teknologi, hal itu sebagaimana yang telah di terapkan pada era kontemporer sekarang bahwa teknologi sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan islam seperti penggunaan proyektor belajar, penggunaan komputer, dan penggunaa media media lainnya. Menurut azra pendidikan islam akan berhasil dan semakin maju serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat menguasai IPTEK serta iman dalam mengamalkan agama (Azyumardi Azra,2. Adapun pemikiran Azyumar Azra dan relevansisnya terhadap islam kontemporer yaitu: Pembaharuan Madrasah, yang mana meliputi transformasi serta reslisasi pendidikan islam, memperbaiki dan menerapkan sistem pendidikan umum pada pendidikan pesantren agar pendidikan pesantren mampu bersaing di dunia modern, model pendidikan barat yang menjadi salah satu daya tarik santri di kalangan pesantren dan sebagai jembatan antara pendidikan modern . dan sistem pendidikan Pembenahan Kurikulum yaitu dalam operasionalnya apat dibuat dengan memasukkan beberapa pokok bahasan dari al-Qur'an dan memasukkan al-Hadits, aqidah akhlak, dan topik agama lainnya ke dalam kursus IPA. IPS, dan sudah bisa kita dapati pada buku buku pembelajaran yang ada di lingkungan pendidikan. Memodernisasikan pendidikan islam dari pendidikan yang sudah ada ke pendidikan modernisasi dengan memasukkan elemen kurikulum, manajemen, metodologi, dan sistem pembelajarannya ke dalamnya. Seorang guru harus memahami setiap metode yang di ajarkan dan mengerti akan kelebihan dan kekurangannya, karena metode harus disesuaikan dengan tingkat kelas dan jenis pelajaran yang disajikan. Mengatur sistem pendanaan dengan baik sebagai penunjang pendidikan misalnya dengan memanfaatkan gerakan zakat wajib dan zakat mal khusus untuk pendidikan sehingga dengan zakat tersebut mampu Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 127-140 meberikan beasiswa kepada orang orang yang kurang mampu untuk melanjutkan Mengubah nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Untuk meningkatkan pendidikan, sebuah institusi harus bekerja sama dengan fakultas, program studi, infrastruktur, perubahan, dan pusat studi. Peningkatan kualitas dan jumlah tenaga pengajar, diversifikasi kurikulum, pembangunan, dan peningkatan fasilitas lainnya. KESIMPULAN Dari hasil research dari berbagai jurnal, artikel, dan buku maka dapat disimpulkan bahawa menurut Azyumardi Azra, konsep pendidikan Islam mencakup tiga hal terpenting: Pertama Tujuan pendidikan Islam yaitu untuk memberikan pemahaman konsep dasar Islam, praktik ibadah, pengembangan akhlak mulia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pandangan Islam, serta aplikasi prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua Kurikulum Islam: Kurikulum Islam harus mencakup pembelajaran agama, ilmu pengetahuan, dan keterampilan. kurikulum dirancang untuk memastikan bahwa peserta didik mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan serta juga menguasai ilmu pengetahuan teknologi yang relevan sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan secara praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan zaman. Ketiga Demokratisasi pendidikan Islam: Pendekatan pendidikan Islam harus prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam proses pendidikan. Modernisasi dalam pendidikan Islam sangat penting untuk mengikuti perkembangan zaman dan mempersiapkan generasi mendatang serta menekankan pentingnya pengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup tidak hanya memahami dan mengembangkan pengetahuan, tetapi juga menerapkannya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari mengikuti prinsip-prinsip Islam. Relevansinya terhadap pendidikan Islam Kontemporer yaitu pembaruan Madrasah dengan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas, meningkatkan kesempatan belajar melalui penerapan manajemen profesional, memasukkan materi agama ke dalam pendidikan umum dan begitu juga sebaliknya. Dan merubah IAIN ke Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024 Karakteristik Dan Modernisasi Pendidikan Perspektif Azyumardi Azra Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer UIN juga mengembangkan program studi dan fakultas, infrastruktur, perubahan, dan pusat studi, dan peningkatan kerja sama. DAFTAR REFERENSI Ali Nur Alfian. Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra Seorang Sejarawan Dan Intelektual. Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, 2. Abuddin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam: Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Abuddin Nata. Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Azyumardi Azra. Esei-Esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Azyumardi Azra. Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Di Tengah Tantangan Milenium i. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Budi Handrianto. 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia. Cet. Jakarta: Hujjah Pers. Halid Hanafi. La Adu & Zainuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Budi Utama. Hasan Langgulung. Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam. Bandung: Al MaAoarif. Indonesia. Jusuf Amir Feisal. Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta: Gema Insani Press. Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor. Muhammad Afnan & Muhammad Nihwan. Studi Tentang Tujuan Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman (JPIK), 3. Muljono Damopolii. Pesantren Modern IM MI M: Pen cetak Muslim Modern. Cet. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Noor. Azyumardi Azra : Pembaruan Pemikiran dan Kelembagaan Pendidikan Islam di Indonesia. Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam, 5. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia. Siti Napsiyah Ariefuzaman. Bunga Rampai: Pemikir Pendidikan Islam: Biografi Sosial Intelektual. Jakarta: Pena Citasatria. Syafril & Zelhendri Zen. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Depok: Kencana. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Ae Vol. 2 No. 4 Juli 2024