Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Pemanfaatan Drama Boneka Wayang Islami untuk Menanamkan Nilai Jujur dan Amanah pada Anak Usia Dini RA Itama Ratri Nur Tsalits Rahmawati 1 1 RA Itama Correspondence: ratrintr@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Islamic puppet theater, honesty, trustworthiness, early childhood education. RA Itama, moral Wayang. ABSTRACT This study explores the use of Islamic puppet theater (Wayan. to instill the values of honesty . and trustworthiness . in young children at RA Itama. The research involved 20 students, aiming to assess whether the integration of Islamic values into puppet theater could enhance childrenAos understanding and internalization of these moral values. The children participated in puppet theater performances that depicted stories based on Islamic teachings, focusing on characters that demonstrated honesty and The results indicated significant improvements in the childrenAos ability to identify and express these values, both in their daily interactions and through storytelling. The puppet performances, combined with Islamic teachings, offered a creative and engaging approach to teaching fundamental moral values. The study concluded that Islamic puppet theater is an effective tool for moral education in early childhood, as it promotes an interactive, entertaining, and impactful learning environment for instilling virtues such as honesty and trustworthiness in young learners. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tahap yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak secara keseluruhan. Pada tahap ini, anak-anak mulai belajar banyak hal yang akan membentuk pandangan hidup mereka di masa depan. Salah satu tujuan utama dari pendidikan di usia dini adalah membentuk karakter anak, dengan menanamkan nilai-nilai moral yang penting untuk kehidupan mereka. Nilai-nilai tersebut tidak hanya meliputi aspek kognitif, tetapi juga aspek sosial dan spiritual, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak, dan salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah melalui media yang menyenangkan dan menarik, seperti drama boneka wayang Islami. Drama boneka wayang Islami merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat membantu anakanak untuk lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai agama, seperti kejujuran . dan Wayang sebagai salah satu budaya tradisional Indonesia telah dikenal luas di masyarakat, dan jika dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam, maka dapat menjadi media yang sangat efektif untuk mendidik anak-anak dalam mengenal nilai-nilai agama. Dengan menggunakan drama boneka wayang Islami, anak-anak dapat lebih mudah memahami nilai-nilai moral melalui cerita yang berisi teladan baik dari tokoh-tokoh dalam agama Islam. Hal ini dapat menjadi alternatif yang sangat baik dalam mengajarkan nilai-nilai agama secara menyenangkan. Dalam pendidikan anak usia dini, banyak anak yang belum sepenuhnya memahami konsep kejujuran dan amanah. Padahal, kedua nilai ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran dan amanah adalah dua karakter yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan seharusnya mulai diajarkan sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui pentingnya nilai-nilai tersebut agar mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka, baik dalam hubungan sosial dengan teman-teman, guru, maupun dengan orang tua. Oleh karena itu, metode yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut Ratri Nur Tsalits Rahmawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. menjadi hal yang sangat penting, dan salah satunya adalah melalui drama boneka wayang Islami yang mengandung cerita-cerita moral. Di RA Itama, yang merupakan lembaga pendidikan anak usia dini dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang, kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan. Sekolah ini berusaha untuk memberikan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis pada ajaran Islam. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah dengan memanfaatkan drama boneka wayang Islami sebagai media pembelajaran yang dapat mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai moral, khususnya kejujuran dan Drama boneka wayang Islami di RA Itama diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak-anak. Wayang sebagai media yang penuh dengan simbolisme dan cerita yang menarik dapat memudahkan anak-anak dalam memahami pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita. Dengan menggunakan boneka wayang, anak-anak dapat lebih mudah tertarik dan terlibat dalam cerita, yang akhirnya membuat mereka lebih mudah menyerap nilainilai yang diajarkan. Selain itu, media ini juga dapat memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi anak-anak, yang akan lebih berkesan daripada metode pengajaran yang Pada usia dini, anak-anak belajar dengan cara yang sangat bergantung pada visualisasi dan interaksi. Oleh karena itu, penggunaan boneka wayang sebagai media dalam pembelajaran dapat membantu anakanak untuk lebih memahami konsep-konsep abstrak, seperti kejujuran dan amanah, dengan cara yang lebih mudah diterima oleh mereka. Dengan melihat karakter-karakter dalam cerita yang menampilkan perilaku jujur dan dapat dipercaya, anak-anak akan lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Selain itu, drama boneka wayang Islami juga memungkinkan anak-anak untuk berimajinasi dan berperan aktif dalam cerita, yang membantu memperkuat pemahaman mereka. Namun, tantangan yang sering dihadapi dalam pengajaran nilai-nilai moral melalui media seperti ini adalah kurangnya pemahaman tentang cara menyampaikan pesan dengan tepat. Anak-anak pada usia dini mungkin belum sepenuhnya memahami konsep-konsep moral, dan oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih sederhana dan terstruktur dalam menyampaikan pesan tersebut. Guru perlu memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana mengaitkan cerita yang dibawakan dengan nilainilai yang ingin diajarkan, serta bagaimana memberikan contoh yang relevan bagi anak-anak agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidik dalam memastikan bahwa metode pembelajaran seperti drama boneka wayang Islami dapat mencapai Selain itu, ketersediaan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi boneka wayang juga bisa menjadi hambatan dalam penerapan metode ini. Meskipun tidak sulit untuk membuat boneka wayang dari bahan sederhana, namun di beberapa lembaga pendidikan, alat dan bahan yang diperlukan terkadang terbatas. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk mencari solusi kreatif dalam menyediakan alat-alat ini, atau bahkan bekerja sama dengan komunitas setempat yang dapat membantu dalam pembuatan dan penyediaan alat yang dibutuhkan. Dengan cara ini, pengajaran menggunakan drama boneka wayang Islami dapat terus berjalan dengan lancar dan efektif. Namun, meskipun tantangan-tantangan tersebut ada, penggunaan drama boneka wayang Islami tetap menjadi pilihan yang sangat potensial dalam pendidikan anak usia dini. Anak-anak akan lebih mudah terhubung dengan cerita-cerita yang mereka lihat dan dengar, serta dapat belajar nilai-nilai agama dan moral dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Penggunaan media yang interaktif seperti boneka wayang Islami memungkinkan anak-anak untuk belajar sambil bermain, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai seperti kejujuran dan amanah. Di samping itu, drama boneka wayang Islami juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar tentang budaya dan tradisi Indonesia yang kaya. Dengan mengenalkan mereka pada wayang sebagai salah satu budaya asli Indonesia, anak-anak tidak hanya belajar tentang ajaran agama Islam tetapi juga menghargai warisan budaya yang ada. Ini adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan anak-anak pada budaya mereka sendiri sejak usia dini, yang sangat penting dalam membentuk rasa nasionalisme dan identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan metode pembelajaran yang lebih inovatif, diharapkan metode drama boneka wayang Islami ini dapat diterapkan lebih luas di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia. Dengan adanya integrasi antara nilai-nilai agama dan budaya lokal yang Ratri Nur Tsalits Rahmawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. menarik, anak-anak akan dapat memahami dan mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan mereka dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan metode pembelajaran yang berbasis budaya dan agama ini untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berakhlak RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang diterapkan di RA Itama, melibatkan 20 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada setiap siklus, drama boneka wayang Islami digunakan sebagai metode untuk menanamkan nilai kejujuran . dan amanah pada anakanak. Selama kegiatan, anak-anak menyaksikan cerita yang menggambarkan karakter-karakter yang menunjukkan sifat jujur dan amanah, diikuti dengan diskusi mengenai nilai-nilai tersebut untuk memperdalam pemahaman mereka. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap respons anak-anak selama kegiatan drama boneka wayang, serta wawancara dengan guru untuk mendapatkan pandangan mengenai perkembangan karakter siswa. Selain itu, dokumentasi kegiatan juga digunakan untuk mencatat perubahan dalam perilaku anak. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi dampak penerapan metode drama boneka wayang Islami dalam menanamkan nilai kejujuran dan amanah pada anak usia dini di RA Itama. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan drama boneka wayang Islami di RA Itama secara signifikan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai kejujuran . dan amanah. Pada siklus pertama, sebagian besar siswa mulai mengenal konsep-konsep tersebut melalui karakter-karakter dalam cerita wayang. Anak-anak mampu mengidentifikasi karakter yang jujur dan dapat dipercaya. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan media visual seperti boneka wayang dapat membantu anak-anak dalam memahami nilai-nilai moral secara lebih mendalam (Fatimah, 2. Selain pemahaman nilai, penelitian ini juga menemukan bahwa kegiatan drama boneka wayang Islami berpengaruh positif terhadap perilaku siswa. Setelah menyaksikan cerita yang menggambarkan tindakan jujur dan amanah, banyak siswa yang mulai mengadopsi perilaku yang lebih baik dalam interaksi mereka sehari-hari, baik dengan teman-teman maupun dengan guru. Anak-anak lebih terbuka dan lebih mudah dipercaya dalam tugas kelompok dan kegiatan belajar, menunjukkan adanya internalisasi nilai yang diajarkan melalui media ini (Suryani, 2. Siswa yang terlibat dalam kegiatan drama boneka wayang Islami juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Mereka lebih aktif dalam diskusi kelompok dan tidak ragu untuk mengungkapkan pendapat mereka. Peningkatan ini membuktikan bahwa drama boneka wayang Islami tidak hanya mengajarkan nilai-nilai moral, tetapi juga membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi mereka (Ali, 2. Selain meningkatkan keterampilan komunikasi, penerapan drama boneka wayang Islami juga mendorong anak-anak untuk lebih memahami dan meresapi nilai-nilai agama. Cerita-cerita Islami yang dipilih dalam drama boneka wayang menekankan pentingnya kejujuran dan amanah dalam kehidupan sehari-hari, yang menjadi dasar bagi pembentukan karakter anak-anak. Anak-anak mulai melihat bahwa ajaran agama Islam mengajarkan perilaku yang baik dalam interaksi sosial dan kehidupan mereka (Zahra, 2. Namun, tantangan yang ditemukan selama penerapan metode ini adalah keterbatasan waktu yang tersedia untuk setiap sesi drama. Sebagian anak merasa terburu-buru untuk mengikuti cerita, dan ini terkadang mengurangi efek maksimal dari kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pengaturan waktu yang lebih efektif diperlukan agar anak-anak dapat mengikuti setiap langkah dengan lebih fokus dan menikmati keseluruhan proses pembelajaran (Mulyani, 2. Meskipun ada tantangan waktu, hasil yang diperoleh dari penerapan drama boneka wayang Islami sangat positif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam pemahaman nilai-nilai moral dan karakter mereka dalam interaksi sehari-hari. Mereka lebih memahami pentingnya menjadi orang yang jujur dan Ratri Nur Tsalits Rahmawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. amanah, yang tercermin dalam perilaku mereka. Hal ini menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam mengajarkan nilai-nilai agama Islam kepada anak-anak (Zainal, 2. Penelitian ini juga menemukan bahwa drama boneka wayang Islami dapat meningkatkan minat anakanak dalam mempelajari ajaran agama Islam. Sebelumnya, banyak anak yang kurang tertarik dengan pelajaran agama, namun setelah mengikuti kegiatan drama boneka wayang, mereka menjadi lebih antusias dalam mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Ini menunjukkan bahwa media yang menyenangkan dan interaktif dapat meningkatkan minat anak-anak terhadap pelajaran agama (Yuliana, 2. Penerapan metode drama boneka wayang Islami juga memperlihatkan dampak positif pada perkembangan emosi anak-anak. Mereka mulai menunjukkan empati terhadap karakter-karakter dalam cerita dan lebih mampu mengidentifikasi dengan baik tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah. Hal ini menunjukkan bahwa drama boneka wayang Islami dapat membangun kesadaran emosional anak-anak tentang perilaku yang baik dan buruk dalam kehidupan mereka (Zahra, 2. Secara keseluruhan, penerapan drama boneka wayang Islami di RA Itama terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, perilaku, dan keterampilan sosial anak-anak. Dengan memanfaatkan media visual dan narasi yang menarik, anak-anak dapat lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran Islam. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis cerita dan interaksi seperti ini dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang baik. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RA Itama, penerapan drama boneka wayang Islami terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dan amanah pada anak usia dini. Melalui metode ini, anak-anak tidak hanya memahami konsep-konsep moral, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Drama boneka wayang Islami membantu anak-anak untuk mengidentifikasi karakter-karakter yang jujur dan dapat dipercaya melalui cerita yang menarik, yang meningkatkan pemahaman dan perilaku positif mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan keterampilan sosial dan komunikasi anak-anak, serta menumbuhkan rasa empati terhadap Dengan menggunakan media visual yang interaktif, drama boneka wayang Islami menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sehingga membuat anak-anak lebih antusias dan terlibat dalam pembelajaran agama Islam. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapan waktu dan fasilitas, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini efektif dan bermanfaat dalam pembelajaran karakter pada anak usia dini. Oleh karena itu, drama boneka wayang Islami dapat menjadi alternatif inovatif yang dapat diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya untuk meningkatkan pembelajaran moral dan agama Islam. REFERENCES