MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 134-144 PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT (Kasus di Kabupaten Indramayu dan Kuninga. COMPARISON OF FARMING BEHAVIOR IN TWO MANGO PRODUCTION CENTERS IN WEST JAVA PROVINCE (Cases in Indramayu and Kuningan District. Rani Andriani Budi Kusumo*. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Km. *Email: raniandriani081@gmail. (Diterima 22-01-2019. Disetujui 15-07-2. ABSTRAK Beberapa daerah sentra penghasil mangga di Jawa Barat mengalami penurunan produksi yang cukup besar pada tahun 2016, hanya Kabupaten Indramayu yang mengalami peningkatan produksi manga. sebaliknya Kabupaten Kuningan mengalami penurunan produksi terbesar dibanding daerah lainnya. Kesenjangan hasil produksi di Kabupaten Indramayu dan Kuningan diduga terkait dengan perbedaan perilaku usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan perilaku petani dalam usahatani mangga di Kabupaten Indramayu dan Kuningan. Penelitian ini merupakan penelitan kuantitatif dengan menggunakan metode survey-explanatory. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage random sampling dengan total responden petani mangga sebanyak 130 orang. Analisis perbedaan perilaku petani dalam melaksanakan usahatani mangga di Kabupaten Indramayu dan Kuningan dilakukan dengan menggunakan uji mann Whitney dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan perilaku petani dalam hal perawatan tanaman, penerapan pemupukan dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Terdapat perbedaan perilaku petani di Kabupaten Indramayu dan Kuningan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dimana sebagian besar petani di Kabupaten Indramayu intensif dalam mencegah dan mengatasi serangan OPT, sedangkan sebagian petani di Kabupaten Kuningan belum intensif dalam mengendalikan serangan OPT. Sebagian besar petani di Kabupaten Indramayu telah menerapkan teknologi off season, dan sebaliknya sebagian besar petani di Kabupaten Kuningan belum menerapkan teknologi off season. Kata kunci: perbedaan, perilaku, usahatani, produksi, mangga ABSTRACT Several regions of mango producer centers in West Java experienced a significant decline in production in 2016, only Indramayu District experienced an increase in mango production. on the contrary. Kuningan Regency experienced the largest decline in production compared to other The production gap in Indramayu and Kuningan districts is allegedly related to differences in farming behavior. The purpose of this study was to analyze differences in the behavior of farmers in mango farming in Indramayu and Kuningan districts. This research was quantitative research. This research method used survey-explanatory methods. Sampling had been taken by multi-stage random sampling technique. with a total of 130 mango farmers. To analyze differences in farmer's behavior in carrying out mango farming in Indramayu and Kuningan districts, a mann Whitney test and chi square test were used. The results of the study show that there were no differences in farmer behavior in terms of plant care, application of fertilization and use of growth regulators. In terms of controlling plant pest organisms (OPT) there were differences in the behavior of farmers in Indramayu and Kuningan Districts, where most farmers in Indramayu Regency were intensive in preventing and overcoming pest attacks, while some farmers in Kuningan Regency have not been intensive in controlling pest attacks. Most farmers in Indramayu Regency have implemented off134 PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT Rani Andriani Budi Kusumo. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti season technology, and conversely most farmers in Kuningan Regency have not implemented offseason technology. Keywords: differences, behavior, farming, production, mangoes Produksi PENDAHULUAN Provinsi Jawa Barat merupakan daerah penghasil mangga dalam beberapa salah satu sentra produksi mangga di tahun terakhir mengalami fluktuasi yang Indonesia. Beberapa diusahakan oleh petani antara lain gedong gincu, arumanis, dan cengkir. Daerah mengalami penurunan produksi yang penghasil mangga di Provinsi Jawa Barat cukup besar pada tahun 2016, hanya tersebar di Kabupaten Kuningan. Cirebon. Kabupaten Indramayu yang mengalami Majelengka. Sumedang dan Indramayu. peningkatan produksi mangga (Tabel . Varietas Tabel 1. Produksi Mangga di Daerah Sentra Mangga Jawa Barat Produksi Mangga . Kabupaten Kuningan Cirebon Majalengka Sumedang Indramayu Sumber: BPS, 2018 . Tabel 1 menunjukkan Kabupaten Kuningan Jawa Barat Peningkatan Produksi dalam Tahun Terakhir (%) -59,74 -16,98 -41,72 -0,37 29,97 Perilaku usahatani menggambarkan mengalami penurunan produksi cukup sumberdaya secara efisien pada suatu usaha pertanian, dan bagaimana petani -59,74%. Kesenjangan hasil produksi di beberapa daerah pada tahun terakhir menimbulkan Oleh karena itu, dalam sebuah pertanyaan adakah perbedaan perilaku usaha pertanian diperlukan perencanaan usahatani yang diterapkan di daerah yang dan pengkoordinasian penggunaan faktor- mengalami penurunan produksi terbesar faktor produksi secara efisien untuk (Kabupaten Kuninga. dan daerah yang memperoleh pendapatan yang maksimal mengalami peningkatan produksi terbesar (Suratiyah, 2. (Kabupaten Indramay. Beberapa menunjukkan penggunaan faktor-faktor MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 134-144 produksi seperti pupuk, pestisida, bibit, dilakukan dengan dan tenaga kerja berpengaruh signifikan random sampling. Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu dan Kuningan. teknik multi-stage komoditas (Asih, 2009. Tahir et al, 2. Pemilihan Lebih lanjut, penelitian Kusumo et al sengaja berdasarkan data wilayah yang . mengalami peningkatan dan penurunan mangga di Kabupaten Cirebon, kuantitas produksi terbesar pada data satu tahun dan kualitas mangga yang dihasilkan Dari masing-masing kabupaten petani dipengaruhi oleh perilaku petani terpilih 1 kecamatan, selanjutnya dari tiap mangga dalam aktivitas usahataninya. kecamatan diambil satu desa sentra Menurunnya Masing-masing desa diambil berhubungan dengan perilaku petani menerapkan anjuran dosis dan waktu responden petani mangga sebanyak 130 pemupukan, serta belum menerapkan zat pengatur tumbuh dan penanganan hama mangga adalah keluarga petani yang penyakit sesuai dengan anjuran. memiliki 4 pohon mangga atau lebih. BPS Variabel Perbedaan tingkat produksi mangga di Kabupaten Indramayu dan Kuningan penelitian ini adalah: diduga berhubungan dengan perilaku Karakteristik petani yang meliputi: petani dalam mengelola faktor-faktor umur, tingkat pendidikan. Berdasarkan pemaparan di pohon yang diusahakan, pengalaman atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: . perilaku petani dalam usahatani mangga di Kabupaten keanggotaan dalam kelompok tani. Indramayu dan Kuningan. perbedaan kemitraan dalam pemasaran, akses terhadap informasi mengenai budidaya mangga, dan pemasaran mangga. Kabupaten Indramayu dan Kuningan. Perilaku mangga adalah tindakan atau aktivitas METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan metode survey-explanatory. Pengambilan sampel meliputi perilaku dalam perawatan PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT Rani Andriani Budi Kusumo. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti untuk data ordinal, dan uji chi square untuk data nominal. pemupukan, penggunaan zat pengatur tumbuh, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman yang diukur HASIL DAN PEMBAHASAN melalui item pertanyaan dengan 5 poin Karakteristik Responden skala Likert . ata ordina. melalui karakteristik demografis dan juga diukur dengan jawaban ya/tidak . ata informasi terkait usahatani mangga yang dijalankan oleh responden. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa petani mangga di penelitian ini adalah data primer dan data Kabupaten Indramayu dan Kuningan Data primer merupakan data sebagian besar berada pada usia produktif, namun di Kabupaten Indramayu jumlah wawancara dengan petani mangga di petani yang termasuk usia produktif lebih Kabupaten Indramayu dan Kuningan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari memiliki kemampuan fisik yang lebih besar dan lebih tanggap dalam menerima wawancara dengan panduan kuesioner, proses adopsi inovasi, sedangkan petani dan . pengamatan langsung . yang berumur lebih tua lebih berhati-hati di lokasi penelitian. dan penuh pertimbangan dalam menerima perilaku petani suatu inovasi baru (Batoa et al, 2. Tingkat Kabupaten Kuningan dan Indramayu untuk mencari solusi atas permasalahan pemahaman petani dan kemampuan petani Sedangkan untuk menganalisis memberikan gambaran mengenai tingkat dilakukan dengan mengunakan analisis umumnya petani yang berusia lebih muda Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: . Analisis umur petani yang lebih muda. Pada Kabupaten Kuningan dan Indramayu, dan Kabupaten Kuningan, dengan rata-rata Badan Pusat Statistik. Dinas Pertanian Ekonomi Karakteristik responden dijelaskan penerapan teknologi off season yang Data Sosial yang dihadapinya. Mardikanto . Kabupaten Kuningan dan Indramayu digunakan anylisis uji mann Whitney maupun sikap seseorang yang dilakukan secara terencana yang akan mengarahkan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 134-144 memiliki pengalaman berusahatani lebih Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian lama dibandingkan petani di Kabupaten besar petani di kedua daerah penelitian Indramayu (Tabel . hanya menyelesaikan sekolah hingga lulus Selain sekolah dasar. Hanya sebagian kecil petani yang menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Manyamsari & Mujiburrahmad, 2. Penyuluhan sebagai salah satu bentuk dijalankan oleh petani. Sebagian besar pendidikan nonformal dimakni sebagai petani mengusahakan mangga dengan salah satu cara yang dilakukan untuk jumlah pohon di bawah 100 pohon (Tabel mendorong terjadinya perubahan perilaku . , dimana sebagian besar pohon adalah baik pada tataran individu, kelompok, milik sendiri dan juga menyewa kepada pihak lain. BPS mendefinisikan petani dengan kepemilikan pohon mangga 4-10 menyelesaikan masalah (Amanah, 2. Petani di Kabupaten Indramayu dan halaman . ackyard farme. Sedangkan Kuningan sebagian besar tidak pernah petani yang memiliki 11 pohon keatas mengikuti kegiatan penyuluhan (Tabel . Jumlah Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi biasanya petani mencari . ommercial farme. Pengalaman dapat menggambarkan informasi dari sesama petani lain. Hal ini kepemilikan pengetahuan yang dialami menjadi kendala bagi petani dalam seseorang dalam kurun waktu yang tidak besar petani berpendapat bahwa mereka Kebanyakan petani mangga di Kabupaten masih membutuhkan bimbingan untuk Indramayu dan Kuningan mengusahakan keterampilan dalam berusahatani mangga. (Batoa Kelompok orangtua nya, dan sebagian besar petani Sebagian organisasi yang berfungsi sebagai wahana mangga di bawah 20 tahun. Sejalan dengan tingkat usia petani, sebagian Secara filosofis kelompok tani petani mangga di Kabupaten Kuningan dibentuk untuk memecahkan masalah PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT Rani Andriani Budi Kusumo. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti sehingga petani bisa berproduksi secara penelitian, kelompok tani belum berfungsi optimal dan efisien (Nuryanti & Swastika, optimal, sehingga sebagian besar petani Namun sayangnya di kedua lokasi tidak tergabung dalam kelompok tani. Tabel 2. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden Petani di Kabupaten Indramayu Karakteristik Umur Produktif . -64 tahu. Non Produktif (>64 tahu. Rata-rata umur petani Tingkat pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Diploma Sarjana Jumlah pohon yang diusahakan O 10 Ou 401 Pengalaman usahatani . > 50 Frekuensi mengikuti kegiatan penyuluhan . er tahu. tdk pernah 1-2x 3-6x Keanggotaan dalam kelompok tani Tidak 45 tahun 69,23 30,77 56 tahun 10,77 61,54 20,00 7,69 6,15 80,00 4,62 4,62 3,08 1,54 13,85 47,69 13,85 9,23 3,08 15,38 44,62 52,31 3,08 60,00 38,46 1,54 46,15 30,77 15,38 4,62 3,08 84,62 15,38 78,46 21,54 4,62 95,38 100,00 adalah pohon milik sendiri dan sebagian Perilaku Petani dalam Usahatani Mangga di Kabupaten Indramayu dan Kuningan Perilaku 95,38 4,62 Petani di Kabupaten Kuningan n . kecil adalah pohon yang diusahakan melalui sistem sewa. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa sebagian besar petani di berdasarkan pernyataan petani mengenai Kabupaten Indramayu dan Kuningan penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani mangga. Sebagian besar pohon pemeliharaan terhadap pohon mangga mangga yang diusahakan oleh petani MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 134-144 agar pohon tersebut dapat berproduksi Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) secara optimal, namun masih ada sebagian Jawa Barat menganjurkan untuk tanaman kecil petani yang kurang melalukan mangga perlakuan pemberian pupuk pemeliharaan terhadap pohon mangga kandang dan pupuk buatan diberikan pada Dari hasil wawancara terlihat musim penghujan. Pupuk kandang dengan bahwa jumlah pohon yang diusahakan takaran 30-40 kg/pohon diberikan dengan pemeliharaan tanaman mangga. Hal ini Rasmikayati perakaran tanaman. Dua minggu setelah menunjukkan petani dengan kepemilikan pemberian pupuk kandang, dilanjutkan dengan pemberian pupuk buatan dengan cenderung lebih intensif dalam melakukan dosis sekitar 3,5 kg pupuk NPK Mutiara Namun, masih terdapat sekitar sebaliknya petani dengan kepemilikan 25% petani di Kabupaten Indramayu dan Kuningan yang belum menerapkan sistem mengusahakan mangga seadanya. Bentuk Agustian, et al . menyebutkan dilakukan oleh petani adalah pemberian Tidak terdapat perbedaan nyata antara perilaku petani di Kabupaten menerapkan sistem budidaya mangga Indramayu dan Kuningan dalam hal intensitas pemeliharaan pohon mangga masukan input usahatani sesuai anjuran. ragu-ragu . >0,. Dalam aktivitas pemupukan. Penggunaan zat pengatur tumbuh sebagian besar petani di Kabupaten (ZPT) dalam usahatani mangga bertujuan Indramayu dan Kuningan menyatakan untuk merangsang pembungaan tanaman telah menerapkan sistem pemupukan ZPT yang banyak digunakan sesuai dengan anjuran (Tabel . dan tidak terdapat perbedaan perilaku petani dalam Sebagian besar petani di Kabupaten menerapkan sistem pemupukan sesuai Indramayu dengan anjuran . >0,. Pupuk yang menggunakan ZPT sesuai dengan anjuran digunakan oleh petani adalah pupuk Dinas Pertanian (Tabel . Todak terdapat NPK. Balai Paklobutrazol. Kuningan PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT Rani Andriani Budi Kusumo. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti penggunaan ZPT . >0,. Tabel 3. Perilaku Petani dalam Usahatani Mangga Perilaku Usahatani Petani di Kabupaten Indramayu n . Petani di Kabupaten Kuningan n . Merawat pohon mangga agar produktvitasnya Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah 9,23 83,08 1,54 1,54 4,62 p = 0,580 7,69 81,54 7,69 1,54 1,54 Menerapkan sistem pemupukan yang benar . alam hal jenis, dosis atau waktu pemupuka. Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah 4,62 70,77 4,62 20,00 p = 0,676 6,15 69,23 13,85 10,77 Menggunakan ZPT . at pengatur tumbu. sesuai aturan pakai Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah 7,69 80,00 4,62 6,15 1,54 p = 0,268 12,31 83,64 10,77 4,62 1,54 Mengendalikan OPT dengan Benar . isalnya penanganan hama lalat buah dan hama Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah 1,54 92,31 1,54 4,62 p = 0,000 1,54 38,46 1,54 43,08 Menerapkan Teknologi Off Season Tidak 95,38 4,62 p = 0,000 23,08 61,54 Menurut sebagian besar petani. Gejala serangan lalat buah terlihat organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa bercak-bercak coklat dan lubang yang sering menyerang tanaman mangga bekas tusukan lalat buah. Dalam hal adalah lalat buah. Curah hujan yang tinggi penanganan hama dan penyakit terdapat mendorong perkembangan populasi lalat MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 134-144 menerapkan pengendalian OPT . <0,. serangan lalat buah, apalagi di saat curah Sebagian besar petani di Kabupaten hujan tinggi. Indramayu Dalam penerapan teknologi off pengendalian OPT sesuai dengan anjuran. namun separuh responden di Kabupaten petani yang menerapkan teknologi off Kuningan season di Kabupaten Indramayu dan mengendalikan OPT terutama serangan Kuningan . <0,. dimana sebagian lalat buah (Tabel . Sebagian besar petani besar petani di Kabupaten Indramayu telah menerapkan teknologi off season, mengendalikan lalat buah dan sebagian sedangkan sebagian besar petani di petani menggunakan perangkap hama. Kabupaten Kuningan tidak menerapkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura teknologi off season (Tabel . Keputusan Provinsi Jawa Barat . menyebutkan petani untuk tidak melakukan usahatani di perlakuan pengendalian lalat buah dapat luar musim disebabkan karena petani dilakukan dengan menggunakan cara fisik/mekanis yaitu membungkus buah membutuhkan waktu untuk beristirahat. ketika buah masih sebesar kelereng, dan Selain itu kegiatan pemeliharaan di luar musim dirasa sulit dan menggunakan selasih/meulaleuca banyak tenaga, serta modal yang cukup menggunakan umpan protein pada saat Hasil penelitian Kusumo, et al tanaman baru perbuah . sampai panen. Kabupaten Cirebon Selain secara fisik, pengendalian lalat menunjukkan keputusan petani dalam menerapkan teknologi off season lebih dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari parasitoid serta menjaga sanitasi kebun. luar diri petani, yaitu frekuensi kegiatan Berdasarkan Kabupetan Kuningan serangan lalat buah pemasaran, permintaan buah mangga, dan cukup meningkat pada satu tahun terakhir, ketersediaan sarana produksi. Perbedaan akibatnya banyak buah mangga yang perilaku petani di Kabupaten Indramayu busuk sehingga produksi buah mangga dan Kuningan diduga menjadi faktor yang Menurut petani penggunaan turut mempengaruhi tingkat produksi pestisida belum efektif dalam mengatasi mangga di Kabupaten Indramayu dan Kuningan. PERBANDINGAN PERILAKU USAHATANI PADA DUA SENTRA PRODUKSI MANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT Rani Andriani Budi Kusumo. Elly Rasmikayati. Tuti Karyani. Gema Wibawa Mukti berpengaruh terhadap tingkat produksi Hasil tersebut diharapkan dapat KESIMPULAN DAN SARAN Kabupaten memberikan masukan mengenai upaya Indramayu dan Kuningan melakukan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi mangga sehingga pendapatan Petani Tidak petani dapat meningkat. perilaku petani dalam hal perawatan tanaman, penerapan sistem pemupukan DAFTAR PUSTAKA