Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 2 Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Hal. 335 Ae 341 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ======================================================================= LOW MOTIVATION PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Menik Tetha Agustina Universitas Nasional Karangturi Email: agustinatatha@gmail. Abstrak Motivasi merupakan sumber kekuatan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan Tanpa motivasi mahasiswa akan melakukan prokrastinasi akademik, sehingga proses pembelajaran akan tertunda. Begitu juga pada mahasiswa tingkat akhir, mereka akan melakukan prokrastinasi akademik apabila tidak memiliki motivasi belajar. Untuk itu penelitian ini membuktikan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa tingkat akhir yang memiliki motivasi rendah, fakor tersebut adalah konsep diri, konformitas teman sebaya, minat terhadap tugas, dukungan sosial serta lingkungan Kata Kunci: motivasi, prokrastinasi akademik, faktor-faktor motivasi Abstract Motivation is a source of strength for final year students who are completing their thesis. Without motivation, students will do academic procrastination, so the learning process will be delayed. Likewise for final year students, they will do academic procrastination if they do not have the motivation to learn. For this reason, this study proves that there are factors that influence final year students who have low motivation, these factors are self-concept, peer conformity, interest in assignments, social and environmental support. Keywords: motivation, academic procrastination, motivational factors PENDAHULUAN Tugas akhir atau skripsi merupakan momok tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir. Kebanyakan dari mereka akan melakukan penundaan atau prokrastinasi akademik dalam proses penyelesaian tugas akhir. Prokrastinasi akademik diartikan sebagai penundaan penyelesaian pada tugas akademik (Rumiani, 2. Mahasiswa pada tingkat akhir biasanya melakukan penundaan tersebut karena berbagai faktor salah satunya adalah rendahnya motivasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ardiyansyah . yang mengatakan bahwa rendahnya motivasi belajar dapat memicu terjadinya prokrastinasi akademik bagi siswa. Melihat hal tersebut membuktikan bahwa motivasi merupakan hal yang penting untuk dimiliki bagi setiap individu terutama pada mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai peserta didik. Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar akan mampu menentukan tujuan dari proses pembelajarannya (Ormrod, 2. Agustina dan Kurniawan . mengatakan bahwa motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri mahasiswa yang menimbulkan Menik Tetha Agustina, low motivation pada mahasiwa tingkat akhir kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah dalam kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh mahasiswa dapat tercapai. Namun akan berbeda apabila mahasiswa memiliki motivasi yang rendah pada dirinya. Tujuan dari pembelajaran tidak akan tercapai sehingga mahasiswa akan menunda menyelesaikan tugas Moslem. Komaru dan yayat . mengatakan bahwa peserta didik yang rendah motivasinya akan terlihat acuh tak acuh, cepat bosan, mudah putus asa dan berusaha menghindar dari kegiatan. Lebih lanjut Moslem dkk menjelaskan lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu hasil belajar menjadi rendah. Oleh sebab itu, motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus, agar hasil belajarnya yang diraihnya dapat optimal. Tinggi rendahnya motivasi belajar dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni faktor internal mahasiswa maupun faktor eksternal mahasiswa itu sendiri. Sudaryono . mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa adalah cita-cita atau aspirasi peserta didik, kondisi jasmani dan rohani peserta didik, kondisi lingkungan peserta didik, unsur-unsur dinamis belajar, dan upaya guru membelajarkan peserta didik. Berdasarkan wawancara dengan beberapa mahasiswa tingkat akhir menunjukan bahwa kebanyakan dari mereka melakukan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsinya hal ini dikarenakan rendahnya motivasi belajar pada diri mahasiswa. Motivasi belajar yang dimiliki oleh mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya lingkungan tempat mereka tinggal, dukungan sosial dari orang tua maupun rekan sejawatnya, konsep diri mahasiswa itu sendiri serta minat terhadap tugas-tugas yang mereka kerjakan. Hal ini juga diperkuat pendapat Sardiman . alam Agustina & Kurniawan, 2. yang mengatakan bahwa motivasi dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Jadi, motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu ada dan tumbuh di dalam diri seseorang. Melihat pernyataan di atas menunjukan bahwa rendahnya motivasi pada mahasiswa tingkat akhir menjadi problema tersendiri dalam menyelesaikan pendidikan bagi para mahasiswa. Motivasi yang rendah merubah minat mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang sedang mereka jalani. Motivasi yang rendah juga akan membuat mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik sehingga menunda dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi mereka. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Ghufron dan Risnawita . yang menyatakan bahwa besarnya motivasi yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi prokrastinasi secara negatif. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 Berdasarkan fenomena tersebut, dimana terdapat rendahnya motivasi belajar bagi mahasiswa tingkat akhir membuat peneliti tertarik untuk mengungkap lebih mendalam tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar pada mahasiswa tingkat Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi low motivation pada mahasiswa tingkat akhir. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Saryono . menjelaskan penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, mendeskripsikan dan menjelaskan kualitas atau ciri-ciri pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau dideskripsikan dengan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi tingkat akhir yang berjumlah 15 orang mahasiswa. Sampel sumber data penelitian menggunakan purposive sampling yaitu suatu teknik dalam pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Sampel diambil dari rata-rata terendah nilai kuesioner yang diberikan pada 15 responden, dengan tetap mempertimbangkan kriteria dari sampel tersebut. Adapun sampel yang diambil adalah responden yang memiliki nilai rata-rata tiga terendah dari 15 responden. Sampel tersebut adalah YO. AV, dan DA. Kriteria yang dipertimbangkan adalah sebagai berikut: . Merupakan mahasiswa tingkat akhir, . Memiliki nilai rata-rata tiga terendah dari hasil kuesioner yang telah di berikan kepada 15 responden, dan . Melakukan prokrastinasi akademik sehingga belum menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Penelitian ini menggunkan kajian dan pembahasan berdasarkan pada sumber, oleh karena itu data yang diambil untuk penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan tiga mahasiswa tingkat akhir yang memiliki motivasi belajar rendah. Ketiga subjek itu yakni YO. AV dan DA. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil persebaran kuesioner untuk menentukan sampel penelitian adalah sebagai berikut: Menik Tetha Agustina, low motivation pada mahasiwa tingkat akhir Grafik Hasil Persebaran Kuesioner Total Gambar 1. Data hasil kuesioner Kuesioner menggunakan skala motivasi belajar yang di adaptasi dari Wati . yang diambil berdasarkan indikator motivasi belajar dimana terdiri dari: . memiliki rasa tanggung jawab, . memiliki tujuan yang realistis, . melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, . melakukan sesuatu untuk mencapai kesuksesan, . menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha, serta . harapan mengerjakan sesuatu yang sangat berarti. Kuesioner berisi tentang pernyataan yang dapat disii oleh responden. Hasil kuesioner di jumlahkan kemudian di rangking untuk melihat motivasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa yang mendapatkan rangking tiga terendah akan diambil sebagai sampel dalam penelitian ini untuk dilakukan wawancara mendalam berkaitan dengan low motivation pada mahasiswa tingkat akhir. Berdasarkan data di atas maka ada tiga mahasiswa yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian yakni YO. AV, dan Hasil analisis wawancara dengan responden yang memiliki low motivation pada mahasiswa semester akhir Subjek 1 (YO): YO merupakan mahasiswa tingkat akhir yang sudah masuk semester ke-9 . Dimana YO sudah mengalami keterlambatan lulus 1 . YO mengakui bahwa dirinya melakukan penundaan dalam menyelesaikan skripsinya dikarenakan YO sekarang sudah diterima bekerja dan lebih fokus dalam pekerjaanya. YO juga mengatakan bahwa dirinya mulai malas untuk mengerjakan skripsi karena terlalu banyak revisi dari dosen pembimbing dan kurang mendapatkan arahan saat mengerjakan skripsi tersebut. YO juga mengtakan selain faktor tersebut ia juga sudah sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mengerjakan atau sekedar merevisi skripsinya. YO juga kurang mendapatkan dukungan dari orangtua nya untuk segera menyelesaikan tugasnya sebagai pendidik, sehingga YO merasa santai dan tenang. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak masalah kalau harus lulus semester depan yang terpenting dirinya bisa lulus. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 Subjek 2 (AV): Berbeda satu semester dengan YO, subjek kedua ini berinisial AV. Ia merupakan mahasiswa tingkat akhir yang baru masuk semester 8 . AV baru saja mengambil skripsi pada semester ini, namun ia mengakui bahwa dirinya tidak akan bisa menyelesaikan skripsinya pada satu semester ini. AV mengatakan hal tersebut dikarenakan AV kurang berminat untuk mengerjakan skripsi dan lebih senang bermain motor dengan club motornya. AV juga mengatakan bahwa tujuannya dia untuk kuliah bukanlah skripsi namun memiliki teman yang banyak dan bisa diajak untuk nongkrong, sehingga hal tersebut membuat AV melakukan prokrastinasi akademik pada tugas pendidikannya. AV juga memperjelas pernyataannya dengan menunda skripsi bukan akhir dari segalanya karena nanti akan selesai pada waktunya. Subjek 3 (DA): DA merupakan subjek terakhir yang dipilih oleh peneliti dan sesuai dengan sampel penelitian yang ditentukan oleh peneliti. DA merupakan mahasiswa semester 9 . DA ini merupakan mahasiswi satu angkatan dengan YO. Namun berbeda kasus dengan YO. DA ini melakukan prokrastinasi akademik atau penundaan penyelesaian skripsi karena pengaruh dari teman-temannya di luar. DA mengakui bahwa dirinya menunggu salah satu temannya agar nantinya bisa lulus bersama. DA juga beranggapan bahwa skripsi atau tugas akhir itu sangat menakutkan apalagi saat bertemu dengan dosen pembimbing, sehingga hal tersebut mengakibatkan DA kurang berminat dalam menyelesaikan tugasnya. DA pun mengakui bahwa dirinya untuk saat ini tidak begitu menyukai dosen pembimbingnya karena termasuk dosen yang killer di fakultasnya. Pembahasan Melihat fenomena yang terjadi pada ketiga responden menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi low motivation pada mahasiswa tingkat akhir adalah konsep diri, konformitas teman sebaya, minat terhadap tugas, dukungan sosial serta lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nurlaili . yang mengatakan bahwa rendahnya motivasi pada mahasiswa dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor kebutuhan fisiologis, perhatian, minat, motif, kebutuhan penghargaan, aktualisasi diri . elf actualizatio. termasuk dalam faktor-faktor intrinsik. Sedangkan, faktor kebutuhan keselamatan . asa ama. , kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti, relasi antar anggota keluarga, kurikulum, waktu kuliah, dan relasi dengan teman termasuk dalam faktor-faktor ekstrinsik. Sedangkan Woldkowski dan Jaynes . yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi belajar salah satunya adalah dukungan sosial dari lingkungan sekitar terutama dari lingkungan keluarga. Adanya dukungan dari orang tua untuk belajar akan memberikan hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran yang dilakukan Menik Tetha Agustina, low motivation pada mahasiwa tingkat akhir Namun apabila orangtua kurang memberikan dukungan terhadap proses belajar para mahasiswa yang ada mereka kurang memiliki motivasi sehingga akan melakukan prokrastinasi Peran motivasi pada penyelesaian tugas akhir mahasiswa sangatlah penting. Sardiman . menyatakan peranan motivasi dalam belajar adalah menumbuhkan gairah, merasa senang, dan semangat belajar. Sehingga siswa yang memiliki motivasi belajar, ia akan meluangkan waktu untuk belajar yang lebih banyak, lebih tekun, akan terdorong untuk memulai aktivitas atas kemauannya sendiri, termasuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan gigih saat menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas. Namun akan menjadi problem apabila mahasiswa tingkat akhir tidak memiliki motivasi belajar. Mereka akan menunda segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas belajar. Kondisi ini disebut dengan prokrastinasi akademik. Hal serupa juga dikatakan oleh Ferrari dkk . alam Putri & Dewi, 2. prokrastinasi dalam bidang akademik disebut dengan prokrastinasi akademik biasanya hal ini dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa. Bentuk penundaan yang biasanya dilakukan yaitu penyelesaian tugas sekolah atau kampus, membaca buku pelajaran, mencari referensi untuk tugas, mengikuti kelas, belajar saat ujian, mengerjakan skripsi atau artikel. Pernyataan diatas juga diperkuat oleh hasil penelitian Nitami. Daharnis dan Yusri . dimana dalam penelitiannya menunjukan bahwa peserta didik yang memiliki motivasi rendah maka akan melakukan penundaan dalam menyelesaikan segala tugas akademik yang sedang dihadapinya. Menurut Hanafiah dkk . motivasi belajar merupakan adanya kekuatan . ower motivatio. dan daya pendorong . riving forc. yang ada dalam diri individu yang berguna untuk membangun keinginan dan kesediaan untuk melakukan sebuah tindakan dalam mencapai tujuan. Namun apabila seseorang memiliki motivasi yang rendah maka tujuan atau pencapaian dari suatu pembelajaran tidak akan tercapai. SIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan rendahnya motivasi pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi pada mahasiswa tingkat akhir adalah konsep diri, konformitas teman sebaya, minat terhadap tugas, dukungan sosial serta lingkungan. SARAN Saran yang diberikan peneliti pada penelitian tentang motivasi bagi peneliti selanjutnya adalah penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan peneliti selanjutnya yang nantinya akan mengungkap faktor lain yang dapat mempengaruhi rendahnya motivasi pada mahasiswa tingkat Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 DAFTAR PUSTAKA