Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 KEPEMIMPINAN DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Pendik Hanafi1 STAI Darul Hikmah Tulungagung1 pendik@staidhtulungagung. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the function of leadership in supervising Islamic education. Teachers or educators will not be free from mistakes, shortcomings, or challenges in the teaching and learning process if the supervision program in Islamic educational institutions does not run well. The descriptive qualitative strategy used in this study is library research. Based on the results of the study, the leadership of the principal has a supervisory role that includes assessing teacher abilities so that the supervision program can be adjusted to the needs of teachers. Therefore, in order to develop, the principal's task as a supervisor requires the principal's accuracy and intelligence in assessing good things according to the school's vision and goals. essence, educational leadership is an actor who oversees the strategies implemented in an organization or educational environment. The main component of the educational process is the educational institution, and the results of education can be considered high quality and efficient. The task of supervision is undoubtedly important for the growth of schools or educational institutions that produce high quality output, professional teacher performance, and proud school or educational institution Keywords: Leadership. Educational Supervision ABSTRAK Guru atau pendidik tidak akan luput dari kesalahan, kekurangan, atau tantangan dalam proses belajar mengajar apabila program supervisi di lembaga pendidikan Islam tidak berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi kepemimpinan dalam pengawasan pendidikan Islam. Strategi kualitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran pengawasan yang meliputi penilaian kemampuan guru agar program supervisi dapat disesuaikan dengan Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 kebutuhan guru. Oleh karena itu, agar dapat berkembang, tugas kepala sekolah sebagai supervisor menuntut kecermatan dan kecerdasan kepala sekolah dalam menilai hal-hal yang baik sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. Pada hakikatnya, kepemimpinan pendidikan adalah aktor yang mengawasi strategi yang diterapkan di dalam suatu organisasi atau lingkungan pendidikan. Komponen utama dari proses pendidikan adalah lembaga pendidikan, dan hasil pendidikan dapat dianggap bermutu tinggi dan efisien. Tugas pengawasan tidak diragukan lagi penting bagi pertumbuhan sekolah atau lembaga pendidikan yang menghasilkan output bermutu tinggi, kinerja guru profesional, dan prestasi sekolah atau lembaga pendidikan yang membanggakan. Kata Kunci: Kepemimpinan, supervisi Pendidikan PENDAHULUAN Pemimpin yang baik adalah seseorang yang memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi atau mendorong sumber daya manusia yang ada. Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi manajemen yang dapat memotivasi dan membimbing orang-orang di dalam maupun di luar organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam dunia pendidikan dikenal istilah supervisi pendidikan atau yang lebih dikenal dengan supervisi pendidikan, yang memiliki dasar pemikiran yang saling Pendidikan tidak sama dengan mengajar, pendidikan merupakan suatu proses pendewasaan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik dengan memberikan rangsangan positif yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sedangkan mengajar merupakan suatu teknik penyampaian ilmu pengetahuan tanpa mempengaruhi sikap atau kemampuan siswa, karena semata-mata terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Mengingat kejelasan gagasan mendasar ini, dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu penting dan bahwa pengawasan terhadap pendidikan memerlukan seorang supervisor. Untuk meningkatkan standar pengajaran dan pembelajaran, kepala sekolah dan supervisor lain yang bekerja di bidang pendidikan berperan sebagai supervisor dalam situasi ini. Lembaga pendidikan merupakan faktor utama dalam proses pendidikan dan output dari pendidikan dapat dikatakan baik dan efektif. Lembaga pendidikan tidak terlepas dari seorang pemimpin yang mempengaruhi dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan yang kuat dan manajer yang kuat dapat mempengaruhi efektivitas yang (Robbins. Stephen & Judge 2. Oleh karena itu perlunya para pemimpin yang kuat untuk menciptakan visi masa depan, mengawasi kegiatan operasional dan menginspirasi para anggota organisasi untuk mencapai visi. Perkembangan sekolah atau lembaga pendidikan yang menghasilkan output yang baik, kinerja guru yang profesional, dan prestasi sekolah atau lembaga pendidikan yang membanggakan tidak dapat dilepaskan dari peran supervisi. Kepala sekolah Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 sebagai pemimpin pendidikan bertanggung jawab penuh terhadap kemajuan lembaga Untuk meningkatkan mutu sekolah dan memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikannya, kepala sekolah yang juga bertindak sebagai pengawas harus mampu mengidentifikasi dan menilai indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh sekolah. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan landasan utama bagi pembangunan suatu Aset negara meliputi sumber daya manusia dengan pendidikan yang bermutu. Menurut Glickman. Gordon, & Ross-Gordon menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang direncanakan guna membantu guru dalam mengasah kemampuannya dalaam mengontrol proses pembelajaran. (Prasojo and Lantip 2. Artinya, adanya supervisi pendidikan adalah sebagai fasilitas para guru mengadukan masalah atau kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran untuk mendapatkan solusi pemecahan masalah. Hal ini sesuai dengan pandangan Purwanto bahwa kepala sekolah adalah seorang supervisor yang bertugas merencanakan hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan dan penggunaan teknologi pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk meningkatkan lingkungan belajar mengajar, dan menegakkan disiplin kerja di antara para karyawannya. (Roihana. Hanif, and Mohammad 2. Oleh karena itu, untuk berhasil mencapai tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan, seorang pemimpin pendidikan harus terampil dalam menyelidiki, menemukan, dan menilai apa yang dibutuhkan untuk kemajuan sekolah. Agar dapat menjaga kualitas pendidikan maka perlu untuk menjaga keprofesionalan guru yang dalam hal ini sebagai individu yang merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui tataran institusional dan eksperiensial, maka sangat diperlukannya pengawasan melalui kegiatan supervisi baik dalam segi administrasi maupun pengajaran. METODE Proses penelitian ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan mengumpulkan data, menyusun, mengklarifikasi, dan menganalisis. Sumber data diambil dari data primer dan data sekunder. Setelah mengetahui sumber data, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik dokumentasi berupa buku, jurnal, dokumen majalah, surat kabar, dan lain-lain yang berkaitan dengan Kepemimpinan kepala madrasah dalam meberdayakan tenaga pendidik dan kependidikan. Pada tahap selanjutnya, peneliti menganalisis data untuk mendapatkan kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan analisis isi. Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 HASIL DAN PEMBAHASAN Secara terminologi beberapa ahli mengemukakan pendapatnya terkait definisi Kreither dan Kinicki yang dikutip Bukhori, . 3, h. mengatakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara sukarela. Berikut ini merupakan definisi dari kepemimpinan berdasarkan para pakar yang dikutip dalam (Moeheriono 2. , sebagai berikut: Kootz dam OAodonel . Kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja bersungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. Georger R. Terry . Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orangorang untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Slamet . Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi, pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Thoha . Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan . adalah bagian dari sebuah karakter atau kepribadian, manusia diberikan wewenang untuk memimpin bahkan menurut kodrat dan irodatnya bahwa manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan atau khalifah adalah suatu proses yang memberi arti pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemampuan untuk memimpin dalam mencapai tujuan. Ki Hajar Dewantoro yang dikenal sebagai AoBapak Bangsa dan Guru BangsaAo mencetuskan 3 konsep kepemimpinan yang dikenal. Konsep tersebut diantaranya adalah . Ing Ngarsa Sung Tuladha . i depan memberikan telada. , artinya seorang pemimpin diharapkan mampu memberikan teladan bagi anak buah atau pengikutnya. Ing Madya Mangun Karsa . i tengah memberikan ide atau gagasan agar keadaan menjadi lebih maj. , dimaksudkan bahwa karyawan ataupun staf guru di dalam lembaga pendidikan dituntut untuk pro-aktif. Tut Wuri Handayani . i belakang mendukung terhadap program yang telah ditetapka. , dalam konteks pendidikan baik siswa maupun mahasiswa diharapkan mampu mematuhi atau tunduk dan mendukung terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan. (Susetya 2. Menurut Rusdiana memaparkan bahwa konsep kepemimpinan dapat dirumuskan bahwa kepemimpinan dimaksudkan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, mengarahkan, dan memaksa orang atau kelompok agar menerima pengaruh tersebut dan dapat membantu tercapainya suatu tujuan yang telah (Jaja Jahari dan Rusdiana 2. Hal tersebut dapat diartikan bahwa Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 kepemimpinan pada hakekatnya adalah membimbing, memberikan perintah, dan mempengaruhi kelompok dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan Salah satu bentuk kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam adalah kepala Kepala sekola merupakan salah satu komponen pendidikan yang berperan dalam menentukan keberhasilan di suatu lembaga pendidikan Islam. Kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala sekolah, karena penentu dan pengendali arah yang hendak ditempuh menuju tujuan yang efektif dan efisien. (Mulyasa 2. Secara garis besar kualitas dan kompetensi kepala sekolah dapat dinilai dari kinerjanya dalam mengaktualisasikan fungsi dan perannya sebagai kepala sekolah. Menurut Mulyasa mengungkapkan bahwa kepala sekolah sebagai leader pendidikan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasi tugas. (Mulyasa 2. Oleh karena itu, kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dari kepribadian, pengetahuan tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, serta kemampuan dalam berkomunikasi. (Luthfita Menurut penulis, kepemimpinan adalah proses memengaruhi, memberi inspirasi, dan memajukan orangAibaik individu maupun organisasiAiagar dapat mencapai tujuan tertentu. Dalam bidang pendidikan, kepala sekolah, yang mengemban peran kepemimpinan di sekolah, adalah orang yang menjadi motivator, pemberi pengaruh, dan penggerak bagi para pendidik. Supervisi pendidikan tertuju pada perbaikan proses belajar mengajar. Proses ini jelas juga berkaitan dengan kegiatan lain, diantaranya upaya untuk meningkatkan pribadi dan kualitas guru, kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat dan juga orang tua siswa, serta upaya untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Dalam lingkup pendidikan supervisi utamanya bermuara pada tujuan akhir yaitu menghasilkan lulusan berkualitas dan memiliki kompetensi yang memenuhi bahkan melampaui Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Dengan pengertian itulah supervisi bisa dikatakan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh orang yang luar biasa atau istimewa yang dalam hal ini Kepala sekolah atau Rektor yang memiliki kemampuan untuk melihat inti persoalan dan menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih Fungsi supervisi menurut Ametembun dalam (Maryono 2. , yaitu pertama penelitian, yang mana fungsi ini berarti harus menemukan solusi dari setiap masalah yang ditemui. Kedua penilaian, fungsi ini dapat mengukur tingkat kemajuan yang diinginkan, serta sebesar apa yang sudah dicapai. Ketiga, perbaikan merupakan usaha untuk mendorong atau memotivasi guru agar ingin melakukan perbaikan dalam Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 pelaksanaan tugasnya. Keempat pembinaan, fungsi ini digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi melalui pembinaan atau pelatihan kepada guru tentang alternatif baru dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar. Amatembun dalam menyebutkan tujuan dari supervisi pendidikan adalah sebagai berikut: Membina kepala sekolah dan guru-guru memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan madrasah dalam merealisasikan tujuan tersebut. Memperbesar kesanggupan kepada sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan perserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif. Membantu kepala sekolah dan guru untuk mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitas dan kesulitan-kesulitan pembelajaran serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan. Meningkatkan kesadaran sekolah dan guru-guru serta warga sekolah terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong. Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya. Membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di madrasah kepada masyarakat. Melindungi orang-orang yang disupervisi terhadap tuntutan yang tidak wajar dan kritik-kritik yang tidak sehat dari masyarakat. Membantu kepala sekolah dan guru-guru dalam melaksanakan aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara guru. (Jasmani and Mustofa 2. Ruang lingkup supervisi pendidikan merupakan seluruh aspek kemampuan yang ada kaitannya dengan penyelenggaraan suatu sekolah. Bafadhal menyatakan bahwa pada hakikatnya ruang lingkup supervisi suatu sekolah meliputi: supervisi bidang kurikulum, supervisi di bidang kesiswan, supervisi di bidang kepegawaian, supervisi di bidang sarana-prasarana, supervisi di bidang keuangan, dan supervisi di bidang (Mukhtar and Iskandar 2. Supervisi yang baik perlu menggunakan metode dan teknik yang dapat memudahkan seorang supervisor dalam melaksanakan tugasnya dan tujuan apa yang hendak disupervisi tercapai dengan baik. Metode dalam supervisi menurut Amatembun terbagi menjadi dua, antara lain: Metode langsung . irect metho. , dalam supervisi pendidikan merupakan cara pendekatan langsung terhadap sasaran supervisi. Metode ini merupakan suatu cara yang dilakukan oleh supervisor yang secara pribadi dan langsung berhadapan dengan orang yang disupervisi, baik secara perorangan maupun secara kelompok. Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Contohnya adalah observasi kelas, pertemuan individual, rapat guru dan Metode tidak langsung, dilakukan oleh seorang supervisor melalui media . Supervisor tidak secara langsung menghadapi atau berhadapan dengan orang-orang yang disupervisi tetapi menggunakan berbagai alat atau media Misalnya radio, televisi, surat, papan pengumuman, dan sebagainya. Sohiron 2. Guru dapat mencapai kepuasan kerja dengan adanya peranan dari pemimpin ideal yang mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat bergantung pada kondisi dan masalah yang dihadapi. Banyak model gaya kepemimpinan yang diungkapkan oleh para ahli, diantaranya bahwa ada empat gaya dari sebuah kepemimpinan, yaitu: . Directing, gaya ini digunakan untuk menyelesaikan tugas yang sulit dan bawahan yang belum berpengalaman dan termotivasi dalam mengerjakan tugas tersebut. Pimpinan mengarahkan apa yang perlu dan harus dikerjakan. Coaching, pemimpin yang menggunakan gaya ini berciri khas selalu memberikan arahan secara rinci, instruksi secara jelas, dan mengawasi pekerjaan bawahannya dari jarak dekat, sehingga gaya ini dikenal juga engan gaya pemberitahu. Supporting, dalam gaya ini pemimpin memberikan fasilitas dan juga bantuan kepada bawahan dalam pelaksanaan tugasnya. Delegating, pemimpin dalam gaya ini cenderung mendelegasikan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya. Keempat gaya ini memiliki kelemahan dan kelebihan, bergantung pada lingkungan kerja yang dihadapi pemimpin dan bagaimana kesiapan bawahannya. Idealnya, setiap pemimpin akan mampu memilih gaya yang sesuai dengan kondisi dan situasi, serta kemampuan guru dan bawahan/stafnya. Tidak ada gaya kepemimpinan yang dapat dikatakan terbaik diantara kesemua gaya yang ada, karena model kepemimpinan yang bisa diterapkan sangat bergantung pada kondisi dan situasi, serta pengalaman pengikut dan tugas yang perlu dilaksanakan. SIMPULAN Hakikatnya, kepemimpinan pendidikan merupakan aktor yang mengawasi strategi yang diterapkan dalam suatu organisasi atau lingkungan pendidikan. Salah satu unsur pendidikan yang mempengaruhi keberhasilan siswa di sekolah Islam adalah kepala sekolah. Pemimpin dalam pendidikan Islam dituntut untuk mampu membimbing lembaganya menuju kemajuan yang lebih besar dan mampu memberikan janji-janji tentang masa depan penggunanya. Komponen utama dari proses pendidikan adalah lembaga pendidikan, dan hasil pendidikan dapat dianggap bermutu tinggi dan efisien. Tugas supervisi tidak diragukan lagi penting bagi pertumbuhan sekolah atau lembaga pendidikan yang menghasilkan output berkualitas tinggi, kinerja guru profesional, dan prestasi sekolah atau lembaga Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 pendidikan yang membanggakan. Ketika program pengawasan di lembaga pendidikan Islam gagal, guru atau pendidik tidak menyadari kesalahan, kekurangan, atau tantangan dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, tidak akan ada upaya untuk memperbarui strategi pengajaran yang digunakan dan pendidik tidak akan dapat menilai pendekatan mereka sendiri. DAFTAR RUJUKAN Iskandar. Mukhtar &. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press, 2009. Jasmani & Mustofa. Syaeful. Supervisi Pendidikan: Terobosan Baru Dalam Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah Dan Guru. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013. Luthfita. Illa Zahroh. AuKepemimpinan : Pengembangan Organisasi . Team Building Dan Perilaku Inovatif (Studi Kepemimpinan Kepala Sekolah Di MA Hasyim AsyAoari Jogoroto Jomban. Ay Tafaqquh: Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman 4, 1 . : 92Ae106. Maryono . Dasar-dasar dan Teknik Menjadi Supervisor Pendidikan. Malang: Ar Ruzz Media. Moeheriono . Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Jakarta. Mulyasa. Menjadi Kepala Sekolah Professional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004. Prasojo. Lantip Diat. Sudiyono. Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: Gava, 2015. Robbins. Stephen & Judge. Timothy. Perilaku Organisasi. 16th ed. Jakarta: Salemba Empat, 2015. Roihana. Afifah. Muhammad Hanif, and Dian Mohammad. AuVICRATINA : Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 Nomor 5 Tahun 2022 P-ISSN: 2087-0678X. Ay Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 1. Rusdiana. Jaja Jahari dan. AuBuku Kepemimpinan Pendidikan 2020. Pdf,Ay 2020. Sohiron. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Pekanbaru: Kreasi Edukasi, 2015. Susetya. Wawan. Kepemimpinan Jawa. Yogyakarta: Narasi, 2007. Kepemimpinan Dalam Supervisi Pendidikan Di Sekolah Copyright. Pendik Hanafi