Strategi Adaptasi UMKM dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Online Selama Pandemi Michela Maliangkay1. Kesya Maradia1. Bily Pareda1. Ken Musak1. Sandra Ingried Asaloei1 Ilmu Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sam Ratulangi. Manado. Indonesia *Email : kesyamaradia082@student. ABSTRACT Micro. Small and Medium Enterprises (MSME) in Manado City have an important role in supporting the economic sector. However, the COVID-19 pandemic has had a significant impact on MSME, changing the way business is conducted. MSME' limited resources and digital connectivity add to their challenges in surviving and adapting. Online business is becoming the main option for consumers, and MSME must compete in this environment. The pandemic has also changed supply and demand, affecting consumer behavior and purchasing power. The government responded with economic incentives to support MSME. Even though they face limitations. MSME still have great potential and must adapt well to overcome existing Keywords: MSME. Covid-19 Pandemic. Online Business ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Manado memiliki peran penting dalam mendukung sektor perekonomian. Namun, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan pada UMKM, mengubah cara bisnis dilakukan. Keterbatasan sumber daya dan konektivitas digital UMKM menambah tantangan mereka dalam bertahan dan beradaptasi. Bisnis online menjadi opsi utama bagi konsumen, dan UMKM harus bersaing dalam lingkungan Pandemi juga mengubah permintaan dan penawaran, mempengaruhi perilaku konsumen dan daya beli. Pemerintah merespons dengan insentif ekonomi untuk mendukung UMKM. Meskipun menghadapi keterbatasan. UMKM tetap memiliki potensi besar dan harus beradaptasi dengan baik untuk mengatasi tantangan yang ada. Kata Kunci : UMKM. Pandemi Covid-19. Bisnis Online. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, namun juga menciptakan perubahan atau kebiasaan baru dalam peradaban. Terkait pandemi Covid-19, maka pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan yakni PP Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan maksud membatasi arus pergerakan orang serta barang, dalam hal ini masyarakat diharuskan untuk tetap dirumah apabila tidak ada suatu hal yang mendesak (Hardilawati, 2. Berdasarkan peraturan PSBB maka secara tidak langsung akan berdampak pada terbatasnya kegiatan distribusi dan operasional UMKM serta perubahan dalam perilaku pembelian konsumen. Oleh karena itu pelaku UMKM harus mampu menyesuaikan dan mengkondisikan penjualan produk atau jasanya agar dapat bertahan dimasa pandemi Covid-19 (Hardilawati, 2. Menurut hasil studi dari (Retnaningsih, 2. menunjukkan bahwa terdapat sejumlah UMKM yang tidak melakukan adaptasi dalam menjalankan usaha dimasa pandemi yakni sebesar 28%. Meskipun demikian, pelaku usaha tetap melakukan kegiatan produksi dan penjualan seperti sebelum pandemi. Disamping itu sebanyak 28% UMKM menerapkan adaptasi guna kelangsungan usahanya dengan tetap berjualan seperti sebelum pandemi. Adapun beberapa UMKM mengalami penyusutan kunjungan pembeli sehingga melakukan adaptasi dengan beralih berjualan secara online yakni sebesar 17%. Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM) harus mampu memanfaatkan peluang dan melakukan strategi agar dapat bertahan ditengah mewabahnya pandemi Covid-19. Adapun strategi jangka panjang yang dapat dilakukan UMKM yakni dengan berfokus pada pengenalan ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 16 dan penggunaan teknologi digital. Pemerintah telah mengadakan banyak kerjasama dengan berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia, memberikan berbagai macam pelatihan serta pendampingan, hal ini dilakukan pemerintah dengan harapan agar para pelaku UMKM bisa turut bergabung kedalam market digital (Febriani, 2. Menurut pendapat (Retnaningsih, 2. menjelaskan bahwasanya terdapat empat strategi UMKM untuk dapat bertahan dimasa pandemi Covid-19 seperti melakukan pemasaran dengan digital marketing, meningkatkan SDM, membuat inovasi serta meningkatkan kualitas dalam pelayanan konsumen. Adapun strategi lainnya yakni melakukan transisi dari UMKM konvensional menjadi UMKM go- digital, yang memasarkan secara online, memanfaatkan teknologi digital agar dapat berinteraksi baik dengan pelanggan, pemasok, pekerja dan mitra usaha (Retnaningsih, 2. Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi pelaku UMKM yang memiliki mental kuat dan karakter tangguh karena mampu keluar dari setiap kesulitan usaha yang dihadapinya (Retnaningsih, 2. Kota Manado sebagai kota destinasi yang menarik untuk menjelajahi keindahan alam, budaya memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan usaha. Berdasarkan data Diskopkum sulut Hasil penelitian menunjukan strategi pemberdayaan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Manado sudah berjalan baik, terlihat dari tahapan perumusan masalah dalam pemberdayaan UMKM, penetapan program, hingga pelaksanaan yang berjalan baik. Hal ini dibuktikan dengan tahapan penilaian dari perkembangan UMKM Kota Manado mengalami peningkatan dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. METODE PENELITIAN Sasaran penelitian Strategi adaptasi UMKM dalam Menghadapi persaingan bisnis online selama pandemic adalah pelaku UMKM yang ada di Kota Manado yang terdiri dari 5 UMKM. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang memberikan gambaran situasi berdasarkan pada data yang diperoleh baik dari kegiatan wawancara atau pengamatan dan observasi di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dilokasi langsung berdirinya UMKM pada bulan September 2023. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut: Observasi untuk lokasi pelaku UMKM. Wawancara Mengenai strategi adaptasi dan dampak dalam menghadapi persaingan bisnis online selama pandemic. Dokumentasi/pengambilan gambar setelah observasi dan wawancara dilakukan Target dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan dampak apa yang dilakukan dan dihadapi oleh pelaku UMKM selama pandemic covid-19. HASIL DAN PEMBAHASAN Kota Manado sebagai kota destinasi yang menarik untuk menjelajahi keindahan alam, budaya memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan usaha. Berdasarkan data Diskopkum sulut Hasil penelitian menunjukan strategi pemberdayaan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Manado sudah berjalan baik, terlihat dari tahapan perumusan masalah dalam pemberdayaan UMKM, penetapan program, hingga pelaksanaan yang berjalan baik. Hal ini dibuktikan dengan tahapan penilaian dari perkembangan UMKM Kota Manado mengalami peningkatan dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. UMKM di Kota Manado merasakan dampak dari adanya pandemi ini, mulai dari menurunnya omset usaha dan kurangnya pembeli terutama pada awal Maret 2020 dan diberlakukannya kebijakan PSBB. Pandemi Covid-19 yang terjadi selain memberikan dampak terhadap UMKM juga menciptakan perubahan atau kebiasaan baru. Perubahan yang terjadi diantaranya beralih sistem usaha dari yang konvensional menjadi berbasis online, menyesuaikan usaha dengan permintaan pasar yang selalu berubah-ubah karena pada dasarnya sebagai seorang pengusaha harus memiliki mental yang kuat untuk tidak menyerah terhadap perubahan dan tantangan yang terjadi. ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 17 Observasi untuk lokasi pelaku UMKM Kota Manado memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha mikro, terutama dalam sektor kuliner dan hiasan, berkat keindahan alam, budaya, dan beragamnya wisata di daerah Sebagian besar pelaku UMKM di Kota Manado memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK, yang memungkinkan mereka memiliki bekal pengetahuan dan pola pikir yang baik untuk berkembang dan bertahan. Mayoritas pelaku UMKM di Kota Manado adalah perempuan, yang seringkali berusaha untuk membantu perekonomian keluarga. UMKM di Kota Manado memiliki usia usaha yang beragam, dengan beberapa yang telah beroperasi selama 10-20 tahun. Ini menunjukkan kemampuan UMKM untuk bertahan dan berkembang seiring dengan waktu. Modal usaha mayoritas pelaku UMKM berada pada kisaran Rp6. 000-Rp10. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada UMKM di Kota Manado, terutama pada penurunan omset dan kurangnya pembeli. Beberapa UMKM telah mengadaptasi usaha mereka dengan beralih ke penjualan online dan memanfaatkan media sosial serta layanan pengiriman. Beberapa UMKM lainnya tetap melakukan penjualan seperti sebelumnya tanpa mengadopsi strategi adaptasi yang signifikan. Wawancara Dampak Pandemi Terhadap UMKM. Pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada UMKM di Kota Manado, dengan penurunan omset usaha dan kurangnya pembeli, terutama pada awal pandemi dan saat diberlakukan PSBB. Strategi Adaptasi UMKM. Sebagian UMKM berhasil bertahan dengan mengadaptasi usaha mereka. Mereka beralih dari model bisnis konvensional ke model online dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, dan e-commerce. Beberapa UMKM melakukan inovasi terhadap produk dan kemasan mereka, menciptakan produk baru yang diminati selama pandemi. Penggunaan layanan pengiriman seperti Grab juga menjadi bagian dari strategi adaptasi UMKM untuk mengantarkan pesanan kepada Terdapat UMKM yang memiliki lebih dari satu jenis usaha, sehingga kerugian dalam satu usaha dapat tertutupi oleh keuntungan dalam usaha lainnya, memungkinkan mereka untuk bertahan. Variasi dalam Respons UMKM. Meskipun sebagian UMKM sukses beradaptasi, masih ada beberapa yang memilih untuk tetap berjualan seperti biasa tanpa melakukan perubahan signifikan dalam strategi mereka. Beberapa pelaku usaha tetap berfokus pada penjualan takeaway meskipun adanya pembatasan dalam bentuk PSBB. Ada tiga UMKM yang sukses beradaptasi dengan beralih ke model bisnis online dan melakukan inovasi dalam produk dan pemasaran mereka. Satu UMKM mampu bertahan tanpa melakukan perubahan besar dalam strategi usaha mereka dan masih memiliki pelanggan yang Hasil penelitian ini mencerminkan beragam respons dan strategi yang diadopsi oleh UMKM di Kota Manado selama pandemi Covid-19, dengan beberapa yang berhasil beradaptasi dengan baik, sementara yang lain mungkin masih menghadapi tantangan dalam mengubah model bisnis mereka. Dokumentasi Gambar 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 18 Manado adalah kota di utara Pulau Sulawesi. Indonesia, yang memiliki potensi pariwisata, garis pantai, gunung, dan pulau kecil di sekitarnya. Kota Manado merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dan memiliki peran penting dalam pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi di wilayah Kota ini juga kaya akan budaya lokal yang tercermin dalam seni, musik, dan tradisi. Gambar 2. Dokumentasi di Lokasi UMKM Kota Manado memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Manado telah berjalan baik, dengan peningkatan jumlah UMKM dari tahun 2018 hingga 2020. Responden UMKM memiliki karakteristik yang beragam, termasuk tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan usia. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK, yang dapat mendukung pemahaman, kreativitas, dan inovasi dalam bisnis. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yang seringkali berusaha untuk membantu perekonomian Usia responden UMKM berkisar antara 30 hingga 70 tahun, dengan mayoritas berusia antara 50 hingga 60 tahun, menunjukkan bahwa sebagian besar adalah wirausaha Usaha mikro yang diambil adalah dalam bidang kuliner dan dekorasi dengan lama usaha minimal 10 tahun di Kota Manado dan memiliki modal usaha sekitar Rp5. 000 hingga Rp10. Responden UMKM mayoritas telah beroperasi selama 10 hingga 20 tahun, menunjukkan bahwa pengalaman mereka berperan dalam kelangsungan usaha. Modal usaha yang dimiliki oleh responden berkisar antara Rp6. 000 hingga Rp10. Dampak Pandemi Terhadap UMKM di Kota Manado. Pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada UMKM Kota Manado dengan penurunan omset usaha dan kurangnya pembeli, terutama pada awal pandemi dan saat PSBB diberlakukan. Strategi Adaptasi UMKM pada Masa Pandemi. Beberapa UMKM berhasil bertahan dengan beradaptasi dengan beralih ke model bisnis online, memanfaatkan media sosial, marketplace, dan layanan pengiriman. Inovasi dalam produk dan kemasan juga menjadi bagian dari strategi Terdapat UMKM yang tetap berjualan seperti biasa tanpa perubahan signifikan dalam strategi mereka. Lima UMKM berhasil beradaptasi dengan baik, beralih ke model bisnis online, dan melakukan inovasi. Satu UMKM mampu bertahan tanpa perubahan besar dalam strategi mereka dan masih memiliki pelanggan setia. Temuan penelitian ini mencerminkan respons dan strategi yang beragam dari UMKM di Kota Manado selama pandemi Covid-19. Beberapa berhasil ISSN 3090-9341 Vol. 1 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera Bisnis dan Kewirausahaan Halaman 19 beradaptasi dengan baik sementara yang lain mungkin masih menghadapi tantangan dalam mengubah model bisnis mereka. KESIMPULAN Kota Manado adalah kota yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi. Indonesia. Kota ini memiliki karakteristik geografis yang mendukung potensi pariwisata, dengan pantai, gunung, pulau kecil, dan pelabuhan yang penting. Kota Manado juga merupakan pusat pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Budaya dan suku-suku lokal berkontribusi pada kekayaan kota ini. Kota Manado memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari data, terlihat bahwa pemberdayaan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Manado berjalan baik dengan peningkatan jumlah UMKM dari tahun ke Responden UMKM memiliki tingkat pendidikan yang beragam, dengan sebagian besar memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK. Mayoritas responden adalah perempuan, yang berperan dalam membantu perekonomian keluarga. Sebagian besar juga berusia 50-60 tahun, menunjukkan bahwa mereka adalah wirausaha berpengalaman. Usaha mikro yang menjadi fokus penelitian ini adalah usaha kuliner dan hiasan dengan lama usaha minimal 10 tahun di Kota Manado. Mayoritas usaha memiliki modal usaha dalam kisaran Rp6. 000 hingga Rp10. Pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap UMKM di Kota Manado, dengan penurunan omset usaha dan berkurangnya pembeli terutama saat pemberlakuan PSBB. Namun, beberapa UMKM berhasil bertahan dengan beralih ke penjualan online dan mengambil langkah-langkah Beberapa UMKM berhasil mengatasi dampak pandemi dengan beralih ke penjualan online melalui sosial media, marketplace, dan layanan pengiriman. Mereka juga melakukan inovasi produk dan kemasan. Namun, ada juga UMKM yang tetap melanjutkan penjualan seperti biasa tanpa melakukan strategi adaptasi. SARAN Pemerintah dan lembaga terkait harus terus mendukung pemberdayaan UMKM, termasuk pelatihan dan bantuan teknis, terutama dalam menghadapi situasi pandemi. UMKM di Kota Manado yang belum melakukan strategi adaptasi harus mempertimbangkan berbagai inisiatif digital dan pemasaran online untuk meningkatkan penjualan dan daya saing. Pelaku UMKM di Kota Manado dapat belajar dari pengalaman sukses sesama UMKM yang telah berhasil beradaptasi dengan situasi pandemi. Sharing pengetahuan dan kolaborasi antar-UMKM bisa menjadi langkah yang bermanfaat. Pemahaman dan pemilihan jenis usaha yang tepat serta pengelolaan modal usaha yang bijak merupakan hal penting untuk memulai dan mengembangkan UMKM di Kota Manado. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang strategi adaptasi yang lebih spesifik dan efektif yang telah digunakan oleh UMKM di Kota Manado selama pandemi Covid-19. DAFTAR PUSTAKA