Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pencegahan Infeksi Nosokomial Melalui Sosialisasi 5 M Henny Syapitri1. Adventy Riang Bevy Gulo2. Siska Dwi Ningsih3 1,2,3Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia *penulis korespondensi : heny_syahfitri86@yahoo. Abstrak. Terjadinya penularan infeksi bisa melalui media apa saja, seperti bersentuhan dengan pasien, melalui airbone . , terpapar cairan pasien dan masih banyak lagi. Apabila kita suda terpapar, kita tidak menyadari hal tersebut dan bisa diketahui ketika sudah dalam kondisi buruk, oleh karena itu infeksi ini sudah mempengaruhi kesehatan ratusan juta pasien di seluruh dunia setiap tahun. Sehingga penyebaran infeksi nosokomial ini harus dicegah sedini mungkin untuk mengurangi risiko persebaran penyakit. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan "Pencegahan Risiko Infeksi Nosokomial Melalui Sosialisasi Penerapan 5MAy di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi penerapan Au5MAy. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pembukaan meliputi penyampaian salam, perkenalan diri, menjelaskan topik sosialisasi, menjelaskan tujuan, kontrak waktu, dilanjutkan penyampaian materi, evaluasi dan terminasi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 30 orang peserta. Antusias peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi dibuktikan selama acara berlangsung, pasien dan keluarga terlihat sangat antusias. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 76,7% peserta telah mampu memahami dan menjelaskan tentang pencegahan infeksi nosokomial secara mandiri dan 80% peserta sudah menerapkan protokol 5M. Abstract. The transmission of infection can occur through any media, such as contact with patients, through airborne . , exposure to patient fluids and many more. If we have been exposed, we are not aware of it and can be caught when it is in a bad condition, therefore this infection affects the health of hundreds of millions of patients worldwide every year. So that the spread of this nosocomial infection must be prevented as early as possible to reduce the risk of spreading the disease. The purpose of this community service activity is to carry out "Prevention of Nosocomial Infection Risk through the Socialization of the Application of 5M" at the Sari Mutiara Lubuk Pakam General Hospital. The method used in this community service activity is to provide socialization of the application of "5M". Material is delivered in the form of lectures and discussions The implementation of the socialization begins with the opening including greeting, selfintroduction, explaining the topic of socialization, explaining the purpose, time contract, followed by delivery of material, evaluation and termination. The community service activity was attended by 30 participants. The enthusiasm of the participants in this activity was very high as evidenced during the event , patients and families looked very enthusiastic. The results of this community service activity were 76. 7% of participants were able to understand and explain prevention of nosocomial infections independently and 80% of participants had implemented the 5M protocol. Historis Artikel: Diterima : 23 Juli 2023 Direvisi : 03 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Kata Kunci: Sosialisasi 5M. Pencegahan Infeksi Nosokomial PENDAHULUAN Penularan penyakit di rumah sakit dikenal dengan istilah infeksi nosokomial. Rumah sakit merupakan sumber dari 1001 jenis kuman ataupun virus penyebab penyakit. Mulai dari Hospital Acquired Pneumonia yaitu suatu gangguan pernapasan yang terjadi akibat terlalu lama dirawat di rumah sakit, hingga terjadinya sepsis. Infeksi di Rumah Sakit adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau di tempat pelayanan kesehatan lain atau infeksi yang disebabkan oleh mikroba yang berasal dari rumah sakit. Infeksi bisa menular dari penderita ke penderita, dari penderita ke petugas kesehatan, dari penderita ke pengunjung disebut infeksi nosokomial (Salawati. Infeksi nosokomial (HAI. merupakan masalah yang besar di setiap rumah sakit. Penelitian yang dilakukan oleh WHO menunjukkan bahwa prevalensi HAIS berkisar 8,7% dari 55 rumah sakit di 14 negara yang berasal dari Eropa. Timur Tengah. Asia Tenggara dan Pasifik tetap menunjukan adanya infeksi nosokomial di Asia Tenggara adalah 10% (Attoriq. , & Sodik. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), infeksi nosokomial merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Infeksi ini menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di dunia. negara maju infeksi yang didapat dalam rumah sakit terjadi dengan angka yang cukup tinggi. Di AS ada 000 kematian setiap tahun akibat infeksi nosokomial (Chairani. Riza. , & Putra. Di seluruh dunia sekitar 10 % pasien rawat inap di rumah sakit mengalami infeksi yang baru selama dirawat . ,4 juta infeksi setiap tahu. Di Indonesia, penelitian yang dilakukan di 11 rumah sakit di DKI Jakarta pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 9,8 % pasien rawat inap mendapat infeksi yang baru selama dirawat (Wulandari. Penularan infeksi nosokomial bisa melalui beberapa cara, diantaranya penularan melalui kontak, penularan melalui common vehicle, penularan melalui inhalasi, penularan melalui perantara vector, dan penularan melalui makanan dan minuman. Pemahaman tentang kapan waktu melakukan cuci tangan, dapat memutus mata rantai penularan infeksi nosokomial seperti yang disebutkan. Strategi yang telah tersedia secara relatif murah yaitu menaati praktik pencegahan infeksi yang dianjurkan, terutama kebersihan dan kesehatan tangan serta pemakaian sarung tangan (Hastuti P. , et. , 2. Pasien dan keluarga sangat berperan penting dalam kesembuhan penyakit pasien dan dalam upaya mencegah infeksi yang bisa didapat selama masa perawatan di Rumah Sakit. Pengetahuan yang baik dan benar bisa meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat berawal dari diri pasien sendiri dan keluarga. Salah satu bentuk pencegahan penularan infeksi yang saat ini dilakukan adalah memperketat anjuran protokol kesehatan melalui AuPenerapan 5 M (Mencuci tangan 6 langkah. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berkunjung ke rumah sakit. Menjaga hygiene atau kebersihan diri dan lingkungan. Mematuhi jam besuk. Melarang anak usia <12 tahun berkunjung ke rumah saki. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Terjadinya penularan infeksi bisa melalui media apa saja, seperti bersentuhan dengan pasien, melalui airbone . , terpapar cairan pasien dan masih banyak lagi. Apabila kita suda terpapar, kita tidak menyadari hal tersebut dan bisa diketahui ketika sudah dalam kondisi buruk, oleh karena itu infeksi ini sudah mempengaruhi kesehatan ratusan juta pasien di seluruh dunia setiap tahun. Sehingga penyebaran infeksi nosokomial ini harus dicegah sedini mungkin untuk mengurangi risiko persebaran penyakit. Tujuan mengangkat topik Pencegahan Risiko Infeksi Nosokomial Melalui Sosialisasi Penerapan 5M adalah karena banyaknya pasien dan keluarga pasien yang belum teredukasi tentang masalah ini. METODE Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan soislisasi AuPencegahan Infeksi Nosokomial dengan Penerapan Sosialisasi 5MAy di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pembukaan meliputi penyampaian salam, perkenalan diri, menjelaskan topik sosialisasi, menjelaskan tujuan, kontrak waktu, dilanjutkan penyampaian materi, evaluasi dan terminasi. Evaluasi dilaksanakan melalui beberapa tahapan : Evaluasi Struktur Evaluasi struktur terdiri dari persiapan media informasi. Media yang digunakan dalam sosialisasi 5M adalah leaflet dan poster. Persiapan materi dalam bentuk makalah dan dibuatkan poster dan leaflet dengan ringkas, menarik, lengkap mudah dimengerti oleh peserta. Evaluasi Proses Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Proses sosialisasi dilakukan agar pasien dan keluarga pasien paham tentang pentingnya penerapan 5M dengan cara: . Mencuci tangan 6 langkah, . Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berkunjung ke rumah sakit, . Menjaga hygiene atau kebersihan diri dan lingkungan, . Mematuhi jam besuk, dan . Melarang anak usia <12 tahun berkunjung ke rumah sakit. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan Selama proses sosialisasi diharapkan terjadi interaksi antara pemateri dengan peserta. Evaluasi Hasil Keberhasilan sosialisasi ini dilakukan dengan mengukur pemahaman peserta mengenai materi yang disajikan yaitu membandingkan hasil pre-test sebelum materi disampaikan dan hasil post-test setelah materi disajikan. Evaluasi hasil pada sosialisasi 5M dilakukan dengan menggunakan metode menjawab soal pre dan post test. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada kegiatan pengabdian diikuti oleh pasien dan keluarga pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Antusias peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi dibuktikan selama acara berlangsung, pasien dan keluarga terlihat sangat antusias. Pada sesi diskusi juga terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan terkait topik terutama pada aspek cara mencegah penularan infeksi. Sosialisasi Penerapan 5M dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2023, diikuti oleh 30 peserta. Dalam sosialisasi tersebut tim pengabdian menyampaikan materi terkait "Pengertian infeksi nosokomial mulai dari pengertian, penyebab, tanda gejala dan pencegahan penularan infeksi silangAy yang harus diketahui oleh pasien dan keluarga pasien di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Penerapan 5M Keberhasilan sosialisasi ini dilakukan dengan mengukur pemahaman peserta mengenai materi yang disajikan yaitu membandingkan hasil pre-test sebelum materi disampaikan dan hasil post-test setelah materi Evaluasi hasil pada sosialisasi 5M dilakukan dengan menggunakan metode menjawab soal pre dan post test. Hasil evaluasi kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut: Hasil evaluasi terhadap 30 orang pasien dan keluarga pasien yang dirawat inap di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam sebelum diberikan sosialisasi 5M dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini: Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara Jumlah Peserta 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pengetahuan Pretest Penerapan 5M Series1 Grafik 1. Pengetahuan dan penerapan 5M sebelum diberikan sosialisasi Diagram 1 menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang pencegahan infeksi nosokomial sebelum diberikan sosialisasi 5M mayoritas adalah kurang yaitu 60% . , dan mayoritas peserta tidak menerapkan protokol 5M sebesar 86,67% . Hasil evaluasi terhadap 30 orang pasien dan keluarga pasien yang dirawat inap di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam setelah diberikan sosialisasi 5M dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini: Jumlah Peserta Posttest Pengetahuan Penerapan 5M Series1 Grafik 2. Pengetahuan dan penerapan 5M setelah diberikan sosialisasi Diagram 2 menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang pencegahan infeksi nosokomial setelah diberikan sosialisasi 5M mayoritas adalah baik yaitu 76,67% . , dan mayoritas peserta sudah menerapkan protokol 5M sebesar 80% . Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pencegahan infeksi nosokomial melalui sosialisasi 5M di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam telah dilaksanakan pada 30 pasien dan keluarga pasien yang dirawat diruang rawat inap. Keseluruhan peserta telah mampu memahami dan menjelaskan tentang pencegahan infeksi nosokomial secara mandiri. Saran Pasien dan keluarga lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan khususnya tentang pencegahan infeksi nosokomial secara mandiri sehingga terhindar dari penyakit silang yang diperoleh dari infeksi Pelaksanaan sosialisasi penerapan 5M yang sudah dilaksanakan dapat dilanjutkan oleh pihak manajemen RS dan menjadi lebih efektif jika petugas kesehatan yang ada di semua ruangan rawat inap dapat berperan secara aktif. DAFTAR PUSTAKA