Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN SANKSI TERHADAP PERILAKU SANTRI DI PONDOK PESANTREN ASSHABURRATIB MENGGUNAKAN METODE SAW Syahroni1. Yuli Haryanto2. Thomas Afrizal3 syahr9950@gmail. com, 2haryanto_yuli@yahoo. id, 3thomztaurus. it@gmail. 1,2,3 Universitas Indraprasta PGRI Abstrak Pondok Pesantren adalah institusi pendidikan berbasis keagamaan yang menanamkan nilai-nilai disiplin, akhlak, serta kedisiplinan kepada para santri melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter. Dalam praktiknya, terdapat santri yang melakukan pelanggaran dipondok, namun proses pemberian sanksi terhadap pelanggaran tersebut masih dilakukan secara manual tanpa pertimbangan dari pelanggaran yang ia lakukan sehingga sanksi yang diberikan tidak sesuai. Hal ini dapat menyebabkan ketidaktepatan dalam menentukan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya. Maka dari itu, penilitan ini bermaksud untuk menyusun dan meningkatkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) guna membantu pengurus pondok dalam menentukan sanksi terhadap perilaku santri dengan tepat dan adil. Metode yang diterapkan adalah Simple Weighting Additive (SAW), yang mampu memberikan hasil keputusan berdasarkan pembobotan terhadap beberapa kriteria. Hasil akhir dari penilitian ini yaitu sistem dibangun di atas web yang dapat diterapkan sebagai acuan untuk pemberian sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan, sehingga pengurus pondok dapat memberikan sanksi yang tepat dan adil kepada para pelanggar. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan. Metode SAW. Sanksi. Pelanggaran. Pondok Pesantren. Abstract Pondok Pesantren is a religious-based educational institution that instills discipline, ethics, and character development among students through various religious activities and programs. In practice, some students engage in rule-breaking behavior. However, the current method of assigning penalties is still done manually, without considering the type or severity of the offense, which often leads to inappropriate or unfair consequences. This can result in inconsistencies when determining the proper sanctions for specific actions. Therefore, this research meant to design and develop a Decision Support System (DSS) to assist school officials in assigning suitable and fair penalties for student misconduct. The The method applied is the Simple Additive Weighting (SAW) technique, which generates decisions by evaluating multiple criteria with assigned weights. This study resulted in a web-based system that acts as a reference for delivering punishments based on the actual violations, allowing administrators to apply disciplinary actions more precisely, fairly, and consistently. Keywords: Decision Support System. SAW Method. Sanction. Violation. Islamic Boarding School. Pendahuluan Pondok pesantren dengan penerapan pola asuh selama 24 jam untuk menumbuhkan keimanan, memperdalam ketakwaan, membentuk akhlak, memberdayakan potensi masyarakat serta berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa dengan berlandaskan nilai Al-QurAoan dan As-Sunnah . ,saat menjalankan kehidupan sehari-hari dipondok, santri wajib mematuhi berbagai peraturan yang telah ditetapkan. Namun pada kenyataannya, sering kali santri dari laki-laki maupun perempuan tidak luput dari pelanggaran yang mereka lakukan didalam pesantren, sehingga para pengurus pesantren harus menerapkan sanksi agar para santri mendapatkan sikap jera untuk tidak melakukan pelanggaran kembali. Hukuman yang diberikan kepada santri yang melanggar sangat beragam, tergantung pada pelanggaran apa yang mereka perbuat. Adapun jenis-jenis pelanggaran yang terbagi menjadi tiga, di antaranya pelanggaran ringan, pelanggaran sedang dan pelanggaran berat . http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Pendataan sanksi masih dilakukan secara manual, menyebabkan bebserapa santri yang melanggar lebih dari dua kali lolos dari hukuman. Pengambilan keputusan dibantu oleh Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Syste. , yang dimana perangkat lunak interaktif dengan memakai data dan model untuk menuntaskan permasalahan tak tersusun . SPK dapat membantu Pondok Pesantren dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Metode yang tepat ialah Simple Additive Weighting (SAW), setiap jenis pelanggaran di analisis berdasarkan kriteria pelanggaran yang telah ditentukan, kemudian dihitung bobotnya untuk menentukan sanksi yang paling tepat, dan juga dapat menyimpan riwayat lengkap setiap pelanggaran, termasuk tanggal, jenis pelanggaran, tindakan diberikan kepada tersangka. Penelitian sebelumnya telah melakukan sistem pendukung keputusan dalam menentukan sanksi, salah satunya adalah penelitian yang relevan telah dilakukan oleh . melalui penerapan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna menerapkan sanksi/hukuman, teknik tersebut mampu menghasilkan keputusan berdasarkan pendekatan alternatif berdasarkan kedekatannya dengan solusi terbaik serta jaraknya dari solusi terburuk, sehingga memberikan hasil yang cukup akurat dalam pengambilan keputusan. Namun, penelitian ini memiliki pendekatan yang berbeda dan menjadi pembaruan dari peneliti sebelumnya, dengan teknik Simple Additive Weighting (SAW) yang lebih praktis perhitungan dan lebih mudah diterapkan dalam sistem berbasis web. Selain itu, fokus dari penelitian ini adalah menentukan sanksi terhadap perilaku santri di Pondok Pesantren Asshaburratib, yang belum banyak diteliti Dengan demikian, sistem yang dirancang bertujuan untuk membantu pengurus pesantren dalam menetapkan sanksi dengan lebih mudah, akurat dan efisien. Merujuk pada peneliti yang telah dilaksanakan sebelumnya dan penjelasan yang telah dipaparkan bahwa dalam memberikan sanksi harus adil dan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan, melalui penerapan sistem pendukung keputusan ini, diharapkan pengurus pondok pesantren Asshaburratib dapat lebih mudah dalam menentukan sanksi secara tepat dan adil. Tak hanya itu, sistem ini juga dapat mendukung proses pendataan pelanggaran santri secara digital, sehingga informasi dapat tersimpan dengan baik dan dapat digunakan untuk evaluasi mendatang. Metode Gambar 1. Flowchart Tahap Penelitian http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Pada Gambar 1 diatas merupakan alur penelitian yang memilliki beberapa tahap, adapun tahapan penelitian yang dilalui meliputi: identifikasi masalah, pengumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Analisi data menggunakan metode SAW. Perancangan aplikasi, pengujian sistem, kesimpulan dan saran. Berikut penjelasan alur penelitian pada Gambar 1: Identifikasi Masalah Pada penelitian ini mempelajari sejumlah masalah yang terjadi terkait dengan sistem pendukung keputusan di Pondok Pesantren Asshaburratib. Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan metode pendekatan terhadap situasi dan kondisi di lingkungan tersebut, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar permasalahan yang terjadi, yaitu meliputi: Wawancara Metode interview dengan pencatatan data dilaksanakan dengan bertanya secara langsung dengan pengurus pondok dan santri. Observasi Mempelajari suasana dari keamanan dan ketertiban pondok pesantren dan bagaimana para pengurus pondok dalam membina santri. Analisa Data Menggunakan Metode SAW Data-data tersebut diolah dengan metode perhitungan Simple Additive Weighting, serta melakukan pembobotan kriteria dan alternatif kriteria sehingga akan menghasilkan rating bobot masing-masing Perancangan Aplikasi Pada sistem dirancang basis data dengan menggunakan MySQL dan menggunakan query SQL dalam mengolah data, merancang alur kerja sistem menggunakan UML, dan membuat User Interface berbasis website memanfaatkan bahasa pemrograman PHP sekaligus integrasi database yang telah Pengujian Aplikasi Pengujian aplikasi dilaksanakan menggunakan metode Black Box Testing, metode testing/uji yang menekankan cara kerja fungsi. Tujuan pengujian ini untuk memastikan bahwa setiap fitur dan user interface pada sistem berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Jika seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik dan tidak ditemukan bug atau kesalahan, maka sistem diberikan kepada user atau instansi terkait untuk dilakukan uji coba secara langsung. Kesimpulan dan Saran Menyimpulkan uraian masalah dalam pemberian sanksi terhadap perilaku santri sesuai dengan hasil yang didapat dengan teknik Simple Additive Weighting (SAW). Selanjutnya, merumuskan saran untuk menjadi rujukan agar dapat diteliti untuk penelitian selanjutnya. 1 Sistem Pendukung Keputusan Merupakan prosedur terkomputerisasi yang dikembangkan untuk menerapkan proses penentuan penetapan dengan menyediakan data yang relevan serta melakukan analisis sesuai dengan kebutuhan pengguna . SPK ini membantu memberikan rekomendasi keputusan dengan menganalisa sejumlah data berdasarkan kriteria tertentu. 2 Metode Simple Additive Weighting (SAW) Simple Additive Weighting (SAW) merupakan metode penjumlahan terbobot, dimana akan dilakukan perhitungan penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut . Metode ini sangat cocok pada studi kasus saat ini, yang dimana harus menentukan kriteria-kriteria apa saja yang harus digunakan dan memberikan bobot pada setiap kriteria. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Terdapat beberapa langkah dalam penyelesaian metode Simple Additive Weight (SAW) adalah sebagai berikut . Menetapkan kriteria yang akan dipakai sebagai acuan dalam penentuan keputusan, yaitu Ci. Menetapkan kecocokan rating setiap alternatif pada setiap kriteria. Menyusun matriks keputusan sesuai kriteria, setelah itu menerapkan normalisasi matriks sesuai dengan kecocokan berdasarkan jenis atribut . enefit dan cos. agar mendapatkan matriks ternormalisasi R. Output akhir didapat dari alur pengurutan ,dimana jumlah dari yang dikalikan matriks ternormalisasi R dengan bobot pilihan maka didapat nilai tepat dengan nilai penentuan. Dibawah ini rumus teknik Simple Additive Weighting (SAW): Menyusun Matriks Keputusan Menormalisasikan Matriks Keputusan nilai kriteria terbesar ialah terbaik . nilai kriteria terkecil ialah terbaik . Dimana = Skor kinerja ternormalisasi = Nilai Maksimum dari setiap baris dan kolom = Nilai minimum dari setiap baris dan kolom = Baris dan kolom dari matrik Benefit = terbesar ialah lebih baik Cost = terkecil ialah lebih baik Output normalisasi . membentuk matrik ternomalisasi (R) Output Akhir nilai preferensi Dimana = nilai akhir santri ke-i = bobot dari kriteria ke-j = nilai hasil normalisasi dari kriteria ke-j untuk santri ke-i http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. 3 Perancangan Aplikasi Dalam perancangan aplikasi, peneliti menggunakan beberapa tools dalam membuat project agar dapat digunakan dan dikembangkan kembali, berikut tools yang digunakan: Unified Modelling Language (UML) Ialah bahasa pemodelan berbasis gambar yang diterapkan untuk memvisualisasikan, menguraikan, merealisasikan, dan mengarsipkan sistem dalam penyempurnaan perangkat lunak berorientasi objek . Diagram UML (Unified Modelling Languag. terdiri dari banyak jenis, berikut dibawah ini beberapa diagram UML . , yaitu: Use case Diagram Gambar 2. Use case Diagram Ialah jenis diagram dalam memvisualisasikan relasi antar sistem dengan pelaku eksternal dan pengguna, sekaligus mengilustrasikan siapa saja yang akan memanfaatkan sistem serta bagaimana pola interaksi mereka terhadap sistem tersebut. Class Diagram http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 3. Class Diagram Merupakan diagram struktural yang dilakukan untuk memvisualisasikan dengan jelas struktur sistem, yang dimana ia menyambungkan antara entitas dengan entitas lain terdiri dari penggunaan class, atribut, dan method. Activity Diagram Gambar 4. Activity Diagram http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Ialah jenis diagram yang dilakukan untuk menyusun model tahapan aktivitas atau proses bisnis dalam system. Sequence Diagram Gambar 5. Sequence Diagram Ialah jenis diagram yang diterapkan dalam menampilkan relasi antara objek dalam sistem berdasarkan urutan waktu. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi alur relasi antar objek dalam sistem mengacu pada urutan waktu guna menghasilkan output yang diinginkan . 2 Visual Studio Code Ialah perangkat lunak kode sumber yang berlintas platform yang digunakan untuk menuliskan kode program bermacam sistem operasi seperti Windows. Linux, maupun macOS . 3 PHP PHP (Hypertext Preprocesso. ialah pemrograman yang banyak diterapkan dalam peningkatan serta pembuatan situs web, lalu bisa diintegrasikan secara langsung dengan bahasa HTML . 4 XAMPP XAMPP merupakan perangkat lunak sumber terbuka, terdiri dari kumpulan program yang dirancang untuk memudahkan proses instalasi dan pengelolaan server lokal . 5 MySql http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. MySQL merupakan perangkat lunak database server yang mendukung akses multi pengguna, mampu menangani proses pengiriman dan penerimaan data secara cepat, serta menggunakan sintaks standar SQL (Structured Query Languang. 6 Website Website ialah serangkaian halaman web yang terhubung antara satu dan bisa dijangkau lewat jaringan internet, halaman awal dari sebuah website dikenal sebagai . ome pag. , lalu halaman lainnya yaitu web page yang berdiri individual, secara umum, website merupakan situs yang bisa dijangkau melalui jaringan internet diseluruh dunia . Hasil dan Pembahasan 1 Perhitungan SAW Salah satu yang dihadapi oleh pengurus pondok dalam menentukan sanksi adalah pelanggaran yang dilakukan oleh santri, maka dari itu penentuan sanksi harus memiliki kriteria dan bobot untuk dilakukan perhitungan, dengan demikian diperoleh alternatif yang tepat. Krtieria yang diputuskan penilaian yang telah ditetapkan tercantum pada pada Tabel 1. Kode Table 1. Data Kriteria Kriteria Atribut Jenis Pelanggaran Frekuensi Pelanggaran Dampak Pelanggaran Keseriusan Niat Pernyataan Mohon Maaf Benefit Benefit Benefit Benefit Cost Data Kriteria pada tabel 1 terdiri dari kode, kriteria, bobot. Elemen kriteria terdiri dari benefit atau cost, dimana benefit artinya semakin besar nilainya semakin baik, sedangkan cost semakin kecil nilai semakin bagus. Berikut data dari nilai skala sub-kriteria dan bobot kriteria, yang dapat dilihat pada Tabel Kode Table 2. Data Nilai Skala Sub-Kriteria dan Bobot Skala Nilai Sub-Kriteria Ringan Sedang Berat 1 kali 2 kali 3 kali > Kecil Sedang Besar Tidak Sengaja Kurang Sengaja Sengaja Minta Maaf Tidak Tulus Tidak Meminta Maaf Bobot Data nilai skala sub-kritera dan bobot pada Tabel 3 ini mencatat nilai sub-kriteria berdasarkan pelanggaran yang dilakukan oleh santri, berikut data preferensi sanksi, dapat dilihat di Tabel 3. Nilai Akhir Tabel 3. Data Preferensi Sanksi Sanksi Ringan ( 0. 0 - 0. 00 - 0. 21 - 0. Nasehat Nasehat Menghafal 10 kosa kata B. Inggris dan B. Arab http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. 41 - 0. Menghafal 25 kosa kata B. Inggris dan B. Arab Sholawat Nariyah 33y Sedang ( 0. 60 Ae 0. 60 - 0. Nasehat dan Menghafal 25 kosa kata B. Inggris dan B. Arab Sholawat Nariyah 33y Menghafal Surat Pilihan pada Juz 30 Mengumpulkan Aqua Gelas sepanjang 15 cm Membersihkan lingkungan Pondok yang telah ditentukan Menghafal Surah Pilihan pada Juz 30 66 - 0. 71 - 0. Berat . 76 Ae 1. 76 - 0. Membersihkan seluruh ruangan kamar mandi Baca Sholawat Nariyah 300 kali Menghafal 100 kosa kata B. Arab dan B. Inggris Baca Sholawat Nariyah 300 kali Diserahkan ke Koordinator Keamanan atau Kepala Sekolah 81 - 0. 86 - 1. Data preferensi sanksi ini berfungsi sebagai acuan dalam memberikan sanksi yang harus dilakukan sesuai dengan hasil dari normalisasi, berikut data alternatif sesuai dengan kriteria diatas, dapat dilihat di Tabel 4. Alternatif Budi Joni Almas Reno Toni Berat Sedang Ringan Berat Sedang Tabel 4. Data Alternatif Pelanggaran Santri 3 kali Besar Sengaja 1 kali Sedang Tidak Sengaja 2 kali Kecil Kurang Sengaja 1 kali Besar Kurang Sengaja 1 kali Sedang Tidak Sengaja Tidak Minta Maaf Tidak Tulus Tidak Minta Maaf Tidak Tulus Minta Maaf Data alternatif pelanggaran santri pada Tabel 4 mendata nilai setiap alternatif merujuk pada semua data kriteria. Pada Tabel 4 adalah nilai alternatif dari penentuan sanksi pada santri yang melanggar. Berikut data matriks keputusan, dapat dilihat pada Tabel 5. Table 5. Tabel Matriks Keputusan Data matriks keputusan pada Tabel 5 adalah hasil nilai dari per sub-kriteria menggunakan rumus benefit dan cost berdasarkan dengan data alternatif. Berikut proses normalisasi, dapat dilihat dibawah ini. Budi . =0. Joni . =0. 07=0. Almas http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. =0. 1=0. Reno . =0. 07=0. Toni . =0. 03=0. Berikut dibawah ini hasil preferensi sanksi yang didapat dari proses normalisasi dan menampilkan deskripsi sanksi yang diberikan untuk santri yang melanggar. Tabel 6. Hasil Normalisasi Sanksi Deskripsi Berat Diserahkan ke Koordinator Keamanan atau Kepala Sekolah Nama Budi Nilai Akhir Reno Sedang Membersihkan lingkungan Pondok yang telah ditentukan Menghafal Surah Pilihan pada Juz 30 Almas Ringan Menghafal 25 kosa kata B. Inggris dan Arab Sholawat Nariyah 33y Joni Ringan Menghafal 25 kosa kata B. Inggris dan Arab Sholawat Nariyah 33y Toni Ringan Membersihkan lingkungan Pondok yang telah ditentukan Menghafal Surah Pilihan pada Juz 30 Hasil akhir menjabarkan hasil tahapan hitung nilai alternatif kriteria pada penerapan program yang sudah dibuat mengacu pada perhitungan manual dan mengilustrasikan bahwa aplikasi menampilkan hasil tahapan akhir yang dimana setiap alternatif sudah ditentukan hasil nilai akhir, kategori sanksi, dan hukuman yang diberikan. 2 Pengujian Sistem Metode Black Box Testing sebagai pilihan pengujian sistem ini, pengujian dilakukan dengan membuat beberapa skenario uji berdasarkan fitur-fitur utama yang tersedia dalam sistem, seperti login, input data santri, input nilai perilaku, proses perhitungan dengan metode SAW, dan proses penentuan Setiap skenario akan menguji validitas input, reaksi sistem, dan keluaran yang ditampilkan. Pengujian Fitur Login Tabel 7. Pengujian Sistem Hasil yang Diharapkan Input Username dan Berhasil masuk password valid dashboard admin Test Case http://e-jurnal. id/simkom Hasil Uji Kesimpulan Sesuai Harapan Valid Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Input Data Alternatif (Pelanggaran Santr. Input Data Santri dan nilai kriteria Data dan nilai tersimpan dan muncul pada tabel pelanggaran santri Sesuai Harapan Valid Proses Perhitungan SAW Klik Tombol Navigasi Perhitungan Saw Menampilkan data alternatif, data matriks keputusan, dan data hasil normalisasi Sesuai Harapan Valid Hasil Akhir Penentuan Sanksi Klik Tombol Navigasi Hasil Akhir Menampilkan hasil akhir sanksi sesuai Sesuai Harapan Valid 3 Pengujian User Inteface 1 Interface Form Login Pengurus Pondok atau admin melakukan proses login, apabila valid akan di arahkan ke halaman Gambar 6. Interface Form Login 2 Interface Dashboard Halaman Dashboard ini menampilkan data santri yang melanggar dan menampilkan sanksi yang diberikan pada santri tersebut. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 7. Interface Dashboard 3 Interface Tambah Pelanggaran Santri Form ini berisi input berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan data input tersebut akan digunakan untuk proses normalisasi. Gambar 8. Interface Form Tambah Pelanggar Santri 4 Interface Perhitungan SAW Halaman Perhitungan SAW ini menampilkan tabel tahap dari perhitungan SAW, yaitu tabel alternatif, tabel nilai alternatif, dan tabel hasil normalisasi. Gambar 9. Interface Perhitungan SAW http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 10. Lanjutan Interface Perhitungan SAW 5 Interface Hasil Akhir Halaman ini memunculkan hasil akhir proses normalisasi menggunakan metode SAW, menampilkan nama, nilai akhir, dan kategori sanksi. Gambar 11. Interface Hasil Akhir Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Mengacu pada pencapaian analisa, implementasi dan pengkajian pada sistem pendukung keputusan dalam menetapkan sanksi pada santri dapat disimpulkan metode SAW bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan dalam pemberian sanksi kepada santri sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan secara efisien dibandingkan dengan perhitungan manual pada pondok pesantren. 2 Saran Untuk pengembang selanjutnya, disarankan untuk meningkatkan aspek-aspek tertentu seperti tambahkan role wali santri agar dapat melihat dan mengontrol anak-nya dari web tersebut, dan menambahkan kriteria-kriteria lain yang dapat mendukung dalam pemberian sanksi kepada santri agar hasil keputusan semakin lebih akurat dan relevan. Daftar Pustaka