Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Pemberdayaan Kader Aisyiyah dalam Penanganan Jenazah melalui Metode Simulasi dan Modul Interaktif di Kelurahan Malili Sulawesi Selatan Muhammad Yusuf*1. Amriani2. Andi Achmad Syam3. Syukur Yuwono4. Apdhal5. Hanifah Hanan Zahidah6 1,2,4,5,6Program Studi Pendidikan Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Palopo. Indonesia 3Program Studi Ekonomi Syariah. Universitas Muhammadiyah Palopo. Indonesia *e-mail: muhammadyusuf@umpalopo. id1, amriani@umpalopo. id2, andiachmadsyam03@gmail. syukurpatandian029@gmail. com4, apdhalsaja@gmail. com5, hanifahhananzahidah@gmail. Abstrak Program pemberdayaan kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili. Luwu Timur. Sulawesi Selatan, dalam penanganan jenazah dilaksanakan melalui metode simulasi dan modul interaktif. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader terkait tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam dan protokol kesehatan, serta kurangnya akses terhadap media pembelajaran yang kontekstual. Kegiatan diawali dengan survei kebutuhan, dilanjutkan pelatihan menggunakan modul digital interaktif dan simulasi praktik, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi kader 'Aisyiyah setelah pelatihan, dengan pengetahuan fikih jenazah meningkat dari 23% menjadi 75% ( 52%), keterampilan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari 15% menjadi 90% ( 75%), dan kecepatan penanganan jenazah trauma dari 9% menjadi 78% ( 69%). Data ini menegaskan bahwa metode pelatihan berbasis simulasi dan modul interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman, keterampilan praktis, serta kesiapsiagaan kader dalam penanganan jenazah sesuai standar syariat dan protokol kesehatan. Kata kunci: AoAisyiyah. Modul Interaktif. Pemberdayaan. Penanganan Jenazah. Simulasi Abstract The empowerment program for 'Aisyiyah cadres in Malili Village. East Luwu. South Sulawesi, in deceased body management is implemented through simulation methods and interactive modules. The main problems identified are the limited knowledge and skills of the cadres regarding the procedures for handling deceased bodies according to Islamic law and health protocols, as well as the lack of access to contextual learning media. The activities began with a needs survey, followed by training using interactive digital modules and practical simulations, as well as evaluations through pre-tests, post-tests, observations, and satisfaction questionnaires. The results show a significant increase in the competence of 'Aisyiyah cadres after training, with knowledge of funeral jurisprudence increasing from 23% to 75% ( 52%), skills in using personal protective equipment (PPE) from 15% to 90% ( 75%), and the speed of handling trauma cases from 9% to 78% ( 69%). These data confirm that training methods based on simulations and interactive modules are effective in strengthening the understanding, practical skills, and preparedness of cadres in handling deceased bodies according to sharia standards and health protocols. Keywords: 'Aisyiyah. Deceased Handling. Empowerment. Interactive Module. Simulation PENDAHULUAN Kabupaten Luwu Timur, dengan ibu kota Malili, merupakan wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki populasi 305. 521 jiwa pada tahun 2022. Kelurahan Malili, sebagai pusat pemerintahan, menjadi lokasi strategis untuk pengembangan program pemberdayaan masyarakat mengingat kepadatannya mencapai 32. 112 jiwa. Dalam konteks keagamaan, masyarakat Luwu Timur mayoritas beragama Islam . , sehingga praktik penanganan jenazah sesuai syariat Islam menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Namun, data dari PD Muhammadiyah Luwu Timur menunjukkan bahwa kapasitas kader 'AisyiyahAiorganisasi perempuan MuhammadiyahAidalam melaksanakan prosedur pemulasaran jenazah masih P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. terbatas, terutama di tingkat kelurahan . Padahal, 'Aisyiyah telah memperluas jaringannya dari 3 menjadi 13 cabang di wilayah Luwu, termasuk di Kelurahan Malili, yang menandakan potensi besar untuk penguatan peran kader dalam layanan sosial keagamaan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya standar pelatihan komprehensif bagi kader 'Aisyiyah dalam tata cara pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Survei awal di Kelurahan Malili menunjukkan bahwa 65% kader mengaku hanya memahami prosedur dasar tanpa praktik simulasi, sementara 80% lainnya menyatakan kebutuhan akan modul panduan visual . Hal ini diperparah oleh minimnya literatur lokal yang mengintegrasikan ilmu fikih jenazah dengan teknik sanitasi modern, meskipun regulasi Permenkes No. 27 Tahun 2017 tentang Pencegahan Infeksi di Kamar Jenazah telah menetapkan standar protokol kesehatan yang wajib diikuti . Di sisi lain, penelitian juga membuktikan bahwa model pelatihan berbasis simulasi meningkatkan kompetensi peserta sebesar 40% dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aspek psikomotorik dan retensi pengetahuan . Program ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas 25 kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili melalui pelatihan terstruktur yang menggabungkan simulasi praktik langsung dan modul interaktif berbasis digital. Pendekatan ini dipilih karena simulasi memungkinkan kader mengalami skenario nyata, seperti menangani jenazah dengan kondisi khusus . isalnya akibat kecelakaan atau penyakit menula. tanpa risiko kontaminasi. Sementara itu, modul interaktif dilengkapi video tutorial, kuis evaluasi, dan diagram alur kerja yang disesuaikan dengan budaya lokal Luwu Timur, seperti penggunaan kain kafan dan tata cara pemakaman sesuai adat setempat. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi kader sebesar 75% dalam aspek kecepatan, ketepatan, dan keselamatan prosedur, serta terbentuknya sistem rujukan terpadu antar-kader untuk menjangkau 1. 200 kepala keluarga di wilayah tersebut. Kolaborasi dengan PD Muhammadiyah Luwu Timur menjadi kunci keberhasilan program, mengingat organisasi ini telah merencanakan pembangunan klinik dan perguruan tinggi yang dapat diintegrasikan dengan pelatihan berkelanjutan. Data partisipasi kader dalam pengajian bulanan 'AisyiyahAiyang mencapai 90% kehadiranAijuga menjadi indikator positif untuk memastikan sustainability program. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan praktis masyarakat tetapi juga memperkuat peran strategis 'Aisyiyah sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis keagamaan dan kesehatan. Kabupaten Luwu Timur dengan populasi 305. 521 jiwa (BPS Sulsel, 2. memiliki kompleksitas tersendiri dalam penanganan jenazah mengingat 97,8% penduduknya beragama Islam. Kelurahan Malili sebagai pusat pemerintahan mencatat kepadatan penduduk mencapai 112 jiwa, di mana 43,6% di antaranya merupakan lansia berisiko tinggi membutuhkan layanan pemulasaran jenazah yang cepat dan sesuai syariat. Namun, data PD Muhammadiyah Luwu Timur mengungkap hanya 23% kader 'Aisyiyah yang terlatih secara memadai dalam tata cara pengurusan jenazah lengkap, mulai dari tahap pemandian, pengafanan, hingga penguburan . Padahal, organisasi ini telah memperluas jaringan dari 3 menjadi 13 cabang di wilayah tersebut, termasuk di Kelurahan Malili, yang seharusnya menjadi basis penguatan kapasitas Permasalahan utama terletak pada metode pelatihan konvensional yang masih mengandalkan ceramah satu arah tanpa praktik simulasi. Studi di Majelis Ta'lim Al-Bakri menunjukkan bahwa 68% peserta pelatihan jenazah kesulitan mengaplikasikan teori ke praktik akibat minimnya exposure terhadap skenario nyata, seperti penanganan jenazah dengan luka terbuka atau penyakit menular . Di sisi lain, regulasi Permenkes No. 27/2017 tentang Pencegahan Infeksi di Kamar Jenazah mensyaratkan penggunaan APD lengkap dan protokol sanitasi yang ketat, aspek yang belum terintegrasi dalam kurikulum pelatihan kader 'Aisyiyah setempat . Survei awal mengungkap 65% kader mengaku tidak percaya diri menggunakan alat pelindung diri saat memandikan jenazah karena belum pernah dilatih secara langsung. Keterbatasan akses terhadap bahan ajar kontekstual memperparah kondisi ini. Meski 80% kader menyatakan kebutuhan akan modul visual, hanya 12% yang pernah menggunakan panduan digital interaktif. Penelitian lain membuktikan bahwa multimedia berbasis mobile P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. learning meningkatkan retensi pengetahuan sebesar 44% pada materi fikih jenazah. Padahal, integrasi unsur budaya dalam pelatihan terbukti meningkatkan partisipasi kader perempuan usia 40-60 tahun sebesar 57% berdasarkan studi kasus di Dompet Dhuafa . Dilema lain muncul dari dinamika demografi Kelurahan Malili, di mana 22% populasi bekerja di sektor pertambangan dengan risiko kecelakaan kerja tinggi. Data Rumah Sakit Umum Malili mencatat 18 kasus kematian akibat trauma berat pada 2023 . yang membutuhkan teknik penanganan jenazah khusus, kompetensi yang hanya dikuasai 9% kader 'Aisyiyah. Sementara itu, pelatihan berbasis simulasi di Purwomartani Sleman . berhasil meningkatkan kecepatan respons kader sebesar 40% dalam skenario jenazah trauma, tetapi model tersebut belum direplikasi di Sulawesi Selatan. Ketimpangan antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas kader ini mengancam sustainability layanan sosial keagamaan 'Aisyiyah. Dengan proyeksi pertumbuhan penduduk Kelurahan Malili sebesar 2,3% per tahun, dibutuhkan solusi pelatihan inovatif yang menggabungkan ketelitian fikih, keselamatan medis, dan adaptasi teknologiAi sebuah trilogi yang belum terpenuhi dalam program pemberdayaan sebelumnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili dalam penanganan jenazah secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan fikih, keterampilan teknis, maupun kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Melalui pelatihan terstruktur yang menggabungkan metode simulasi praktik langsung dan modul interaktif berbasis digital, diharapkan kader mampu melaksanakan seluruh tahapan pemulasaraan jenazah dengan tepat, aman, dan sesuai syariat Islam serta kebutuhan masyarakat Dengan demikian, program ini diarahkan untuk menciptakan kader yang profesional, mandiri, dan siap menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial keagamaan di lingkungan Kelurahan Malili dan sekitarnya. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dari Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palopo. Pengabdian masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili Luwu Timur dalam Penanganan Jenazah melalui Metode Simulasi dan Modul InteraktifAy ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) . yang melibatkan kader AoAisyiyah dengan jumlah 25 orang secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan guna menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan. Metode ini dipilih karena mampu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan praktik langsung serta refleksi bersama, sehingga kader AoAisyiyah tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga mengembangkan keterampilan dan kesadaran kritis dalam penanganan jenazah. Adapun metode pelaksanaan PKM ini dilakukan melalui tahapan berikut: Survei Awal Tahap pertama adalah survei awal yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, tingkat pengetahuan, dan kendala kader 'Aisyiyah dalam penanganan jenazah di Kelurahan Malili. Survei dilakukan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner yang mengukur aspek pengetahuan fikih jenazah, keterampilan teknis, serta kesiapan menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Data ini menjadi dasar untuk merancang modul pelatihan yang relevan dan simulasi yang sesuai dengan konteks lokal, termasuk budaya dan kondisi kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21-22 April 2025. Kegiatan Pelatihan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 04 Mei 2025 di Masjid Haqqul Yaqin Kelurahan Malili Kabupaten Luwu Timur. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama: Sesi Teori dan Modul Interaktif. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Kader AoAisyiyah diberikan materi menggunakan modul interaktif berbasis digital yang memuat video tutorial, diagram alur, dan kuis evaluasi. Modul ini dirancang agar mudah diakses dan dipahami oleh berbagai usia. Pendekatan ini sesuai dengan temuan bahwa modul audiovisual meningkatkan pemahaman dan retensi pengetahuan secara signifikan. Sesi Praktik Setelah sesi teori, kader AoAisyiyah mengikuti praktik yang meniru proses penanganan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga penguburan. Pelatihan dilakukan dengan alat peraga dan protokol kesehatan lengkap, termasuk penggunaan APD sesuai Permenkes No. 27 Tahun 2017 . Metode ini bertujuan membangun keterampilan psikomotorik serta meningkatkan kepercayaan diri kader AoAisyiyah dalam menghadapi berbagai kondisi jenazah, termasuk kasus trauma atau penyakit menular. Selama pelatihan, fasilitator dari dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palopo menggunakan metode demonstrasi dan diskusi interaktif untuk memastikan setiap peserta memahami langkah-langkah dan dapat mengajukan pertanyaan secara langsung, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan partisipatif. Evaluasi. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui beberapa mekanisme: Pre-test dan Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader AoAisyiyah sebelum dan sesudah pelatihan. Observasi langsung selama pelatihan untuk menilai keterampilan teknis dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kuesioner kepuasan peserta untuk mendapatkan umpan balik tentang modul dan metode pelatihan. Follow-up setelah 1 bulan untuk mengevaluasi penerapan keterampilan di lapangan serta kendala yang dihadapi kader AoAisyiyah dalam praktik nyata. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan refleksi bersama antara tim pengabdian dan kader AoAisyiyah untuk merancang tindak lanjut yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan metode yang sistematis dan partisipatif ini, diharapkan pemberdayaan kader 'Aisyiyah tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam penanganan jenazah yang sesuai syariat dan protokol kesehatan modern. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili Luwu Timur dalam Penanganan Jenazah melalui Metode Simulasi dan Modul InteraktifAy menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kapasitas kader Aoaisyiyah, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan praktis. Hasil Survei Awal Survei awal yang dilakukan terhadap 25 kader AoAisyiyah di Kelurahan Malili dalam pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kebutuhan kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili dalam penanganan jenazah. Hasil survei menunjukkan sebanyak 23% kader mengaku hanya memahami prosedur dasar tanpa pernah mengikuti pelatihan simulasi praktik termasuk pemahaman fikih jenazah, sementara 80% menyatakan kebutuhan mendesak akan modul panduan visual yang dapat memudahkan Selain itu, hanya 15% kader yang merasa mampu menggunakan alat pelindung diri (APD) secara benar, dan 9% yang memiliki kecepatan serta keterampilan dalam menangani jenazah trauma. Survei ini juga mengungkap minimnya akses kader terhadap media pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, serta kurangnya literatur lokal yang mengintegrasikan aspek fikih jenazah dengan teknik sanitasi modern. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merancang modul interaktif dan simulasi praktik yang disesuaikan dengan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. kebutuhan dan kondisi lokal, sehingga pelatihan yang diberikan dapat lebih efektif dan relevan bagi kader dalam melaksanakan tugas sosial keagamaan di masyarakat. Ini sejalan dengan data historis peran 'Aisyiyah dalam pengembangan pendidikan agama Islam di Luwu Timur yang menunjukkan bahwa kader AoAisyiyah perlu peningkatan kapasitas secara berkelanjutan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hasil Pelatihan dan Simulasi Setelah pelatihan dengan metode simulasi dan modul interaktif . Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh aspek penilaian kompetensi kader 'Aisyiyah setelah mengikuti program pelatihan. Pada aspek pengetahuan fikih jenazah, skor rata-rata peserta meningkat dari 23% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, menunjukkan kenaikan sebesar 52%. Hal ini mencerminkan efektivitas metode pembelajaran berbasis simulasi dan modul interaktif dalam memperkuat pemahaman kader terhadap tata cara pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam. Peningkatan yang lebih tinggi terlihat pada aspek keterampilan penggunaan alat pelindung diri (APD), di mana hanya 15% peserta yang mampu menggunakan APD dengan benar sebelum pelatihan, namun setelah pelatihan angka ini melonjak menjadi 90%, atau terjadi peningkatan sebesar 75%. Selain itu, kecepatan dan ketepatan kader dalam menangani skenario jenazah trauma juga mengalami peningkatan signifikan, dari 9% pada pre-test menjadi 78% pada post-test, dengan selisih kenaikan sebesar 69%. Data ini menegaskan bahwa integrasi metode simulasi praktik dan modul digital interaktif tidak hanya meningkatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga secara nyata memperbaiki keterampilan praktis dan kesiapsiagaan kader dalam menghadapi berbagai kondisi penanganan jenazah di lapangan. Pembahasan Peningkatan kemampuan kader AoAisyiyah sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelatihan berbasis simulasi dan multimedia interaktif meningkatkan kompetensi praktis dan retensi pengetahuan secara signifikan. Selain itu, pelatihan ini memperkuat peran strategis 'Aisyiyah sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan sosial keagamaan dan kesehatan masyarakat, sebagaimana peran mereka dalam program-program kesehatan lain seperti pemberantasan tuberkulosis di daerah Sulawesi Selatan. Dengan kapasitas kader yang meningkat, diharapkan pelayanan penanganan jenazah di Kelurahan Malili menjadi lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan standar syariat dan kesehatan, sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Pelatihan dalam pengabdian ini dirancang secara komprehensif untuk membekali kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili dengan pengetahuan dan keterampilan praktis penanganan jenazah melalui gabungan metode teori interaktif, simulasi praktik, dan penggunaan modul digital. Tahapan pelatihan terdiri dari beberapa sesi yang saling melengkapi sebagai berikut: Pembukaan dan Pengenalan Materi Pelatihan diawali dengan sambutan dan pengantar oleh tim fasilitator yang menjelaskan tujuan, pentingnya penanganan jenazah sesuai syariat Islam dan protokol kesehatan, serta gambaran umum materi yang akan dipelajari. Pada tahap ini, peserta juga diberikan motivasi terkait pahala dan nilai sosial dari pengurusan jenazah, untuk membangun kesadaran dan komitmen sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1 berikut ini: P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Gambar 1. Sambutan dan pengenalan materi Penyampaian Materi Teori melalui Modul Interaktif Modul interaktif yang digunakan dalam pengabdian ini merupakan perangkat pembelajaran yang dirancang secara komprehensif untuk membekali kader 'Aisyiyah dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penanganan jenazah sesuai syariat Islam serta protokol kesehatan . Modul ini tidak hanya memuat materi teori, tetapi juga mengintegrasikan berbagai media pembelajaran seperti video tutorial, animasi, diagram alur, dan kuis interaktif yang dapat diakses secara digital. Dengan pendekatan multimedia, modul interaktif mampu menjelaskan tahapan-tahapan penting, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah, secara sistematis dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang usia dan Pendidikan. Keunggulan modul interaktif terletak pada kemampuannya untuk menghadirkan pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual. Peserta dapat belajar secara mandiri maupun berkelompok, mengulang materi sesuai kebutuhan, dan langsung menguji pemahaman melalui fitur evaluasi mandiri. Selain itu, modul ini juga mengakomodasi aspek budaya lokal dan etika perawatan jenazah yang relevan dengan masyarakat setempat, sehingga materi yang disampaikan lebih aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan. Dalam pelaksanaan pelatihan, modul interaktif menjadi panduan utama selama simulasi dan praktik mandiri, serta dapat digunakan sebagai referensi berkelanjutan setelah kegiatan pelatihan selesai. Dengan demikian, modul interaktif tidak hanya meningkatkan efektivitas transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian kader dalam menjalankan tugas sosial keagamaan di Masyarakat. Adapun tampilan modul interaktif yang digunakan dalam kegiatan ini seperti pada gambar 2 berikut: Gambar 2. Modul interaktif Penanganan Jenazah Materi teori disampaikan menggunakan modul interaktif berbasis multimedia yang Video tutorial langkah demi langkah proses memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Animasi 3D yang memperlihatkan teknik pengurusan jenazah secara visual dan mudah Diagram alur kerja dan checklist prosedur yang harus diikuti sesuai standar fikih dan Permenkes No. 27 Tahun 2017. Kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta secara berkala. Modul ini dirancang agar peserta dapat mengaksesnya secara mandiri di luar sesi Pendekatan multimedia ini terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar dan retensi pengetahuan peserta. Demonstrasi Praktik oleh Fasilitator Setelah sesi teori, fasilitator melakukan demonstrasi praktik secara langsung menggunakan alat peraga. Demonstrasi mencakup: Cara memandikan jenazah dengan benar, termasuk penggunaan air, sabun, dan teknik pembersihan sesuai syariat. Teknik mengafani jenazah dengan jumlah kain yang sesuai . iga lembar untuk laki-laki, lima lembar untuk perempua. dan cara mengikat tali kafan dengan rapi. Tata cara menshalatkan jenazah secara berjamaah sesuai adab dan hukum Islam. Prosedur penguburan jenazah, termasuk penempatan jenazah di liang kubur dan doa yang dianjurkan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses untuk mencegah risiko infeksi, sesuai protokol Kesehatan . Terkait demonstrasi praktik penanganan jenazah dapat dilihat pada gambar 3 berikut ini : Gambar 3. Demonstrasi Praktik oleh Fasilitator Fasilitator juga menjelaskan adab dan etika dalam pengurusan jenazah, menekankan pentingnya menjaga kehormatan jenazah dan empati kepada keluarga yang berduka. Praktik Mandiri oleh Peserta Peserta kemudian melakukan praktik secara berkelompok dengan bimbingan fasilitator. Pelatihan ini meliputi seluruh tahapan pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga penguburan menggunakan alat peraga dan perlengkapan lengkap . Simulasi juga mencakup skenario khusus seperti penanganan jenazah dengan luka traumatis atau penyakit menular untuk membiasakan kader AoAisyiyah menghadapi kondisi nyata. Pelatihan dilakukan secara berulang agar peserta dapat mengasah keterampilan psikomotorik dan membangun kepercayaan diri. Fasilitator memberikan koreksi langsung dan menjawab pertanyaan untuk memastikan pemahaman dan keterampilan yang benar. Praktik mandiri oleh peserta merupakan komponen esensial dalam pelatihan penanganan jenazah yang P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan keterampilan praktis secara Dalam tahap ini, peserta diberi kesempatan untuk melakukan praktik lengkap seluruh proses pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah, dengan bimbingan instruktur yang berpengalaman. Praktik dilakukan menggunakan alat peraga dan perlengkapan yang sesuai dengan standar syariat Islam serta protokol kesehatan terkini, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD). Pendekatan ini memungkinkan peserta mengalami langsung berbagai kondisi nyata, termasuk penanganan jenazah dengan luka atau penyakit menular, sehingga mampu meningkatkan keterampilan psikomotorik dan membangun kepercayaan diri dalam menjalankan tugas sosial keagamaan secara benar dan aman. Terkait praktik mandiri oleh peserta dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini: Gambar 4. Simulasi dan Praktik Mandiri oleh Peserta Selain itu, praktik mandiri . yang dilakukan secara berkelompok juga mendorong interaksi dan diskusi antar peserta, sehingga memperkuat pemahaman dan kemampuan problem solving terkait kendala teknis maupun etika dalam penanganan jenazah. Peserta dapat saling bertukar pengalaman dan menerima koreksi langsung dari fasilitator, yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan partisipatif. Metode simulasi dan praktik mandiri ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis simulasi dan demonstrasi secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan praktik pengurusan jenazah, baik dari aspek teknis maupun sikap spiritual yang harus dijaga selama proses tersebut. Dengan demikian, tahapan ini menjadi fondasi penting dalam membekali kader agar mampu melaksanakan tugasnya dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Diskusi. Refleksi, dan Evaluasi Setelah praktik, dilakukan sesi diskusi kelompok untuk merefleksikan pengalaman belajar, membahas kendala yang dihadapi, dan saling bertukar solusi. Peserta juga mengisi pretest dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Umpan balik dari peserta dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan untuk evaluasi dan penyempurnaan pelatihan selanjutnya. Dengan tahapan pelatihan yang terstruktur dan komprehensif ini, kader 'Aisyiyah tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis yang kuat tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan, sekaligus membangun sikap empati dan tanggung jawab sosial dalam penanganan jenazah. Pendekatan multimedia dan simulasi praktik menjadi kunci keberhasilan metode pembelajaran ini. Berikut perbandingan hasil-test dan post test dari kegiatan pengabdian dijelaskan seperti table berikut : Tabel 1. Perbandingan hasil-test dan post test penanganan jenazah melalui metode simulasi dan modul interaktif Aspek Penilaian Pre-Test Post-Test Peningkatan Pengetahuan Fikih Jenazah Praktik Penanganan Jenazah P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Kecepatan Penanganan Trauma Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Berdasarkan table 1 di atas perbandingan hasil pre-test dan post-test dalam pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader 'Aisyiyah dalam penanganan jenazah. Secara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelah pelatihan. Keterampilan praktis, terutama dalam prosedur pemulasaraan jenazah sesuai syariat dan protokol kesehatan, juga menunjukkan peningkatan substansial hingga 75%. Evaluasi lanjutan dua pekan pasca pelatihan menunjukkan bahwa 85% kader AoAisyiyah telah menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam praktik nyata di lingkungan masyarakat, dengan laporan peningkatan kepercayaan diri dan koordinasi antar-kader. Namun, beberapa kendala teknis seperti keterbatasan alat pelindung diri dan akses modul digital masih perlu menjadi perhatian dalam pengembangan program selanjutnya. Secara keseluruhan, pengabdian ini berhasil menjawab kebutuhan mendesak pemberdayaan kader 'Aisyiyah di Kelurahan Malili dalam penanganan jenazah melalui pendekatan inovatif yang berbasis simulasi dan modul Model ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk memperkuat kapasitas kader dalam pelayanan sosial keagamaan dan kesehatan Masyarakat. Diakhir kegiatan dilakukan foto Bersama sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta seperti yang terlihat dalam gambar 5 berikut ini: Gambar 5. Foto bersama peserta KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili Luwu Timur dalam Penanganan Jenazah melalui Metode Simulasi dan Modul InteraktifAy berhasil meningkatkan kapasitas kader secara signifikan. Melalui tahapan survei, pelatihan komprehensif berbasis modul interaktif dan simulasi praktik, serta evaluasi berkelanjutan, kader memperoleh pemahaman yang lebih baik dan keterampilan praktis dalam tata cara penanganan jenazah sesuai syariat Islam dan protokol kesehatan. Secara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelah pelatihan. Keterampilan praktis, terutama dalam prosedur pemulasaraan jenazah sesuai syariat dan protokol kesehatan, juga menunjukkan peningkatan substansial hingga 75%. Refleksi terhadap dampak pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis simulasi dan modul interaktif secara signifikan meningkatkan kompetensi kader 'Aisyiyah dalam penanganan jenazah, baik dari aspek pengetahuan fikih maupun keterampilan teknis sesuai protokol kesehatan. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan dan kepercayaan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. diri kader dalam praktik lapangan, tetapi juga membentuk perubahan perilaku yang mendukung pelaksanaan tugas sosial keagamaan secara lebih profesional dan bertanggung jawab. Potensi keberlanjutan program ini sangat besar, mengingat integrasi modul pelatihan ke dalam struktur organisasi 'Aisyiyah dan kolaborasi dengan PD Muhammadiyah di Kabupaten Luwu Timur yang memiliki jaringan luas dan sumber daya pendidikan. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi model pemberdayaan kader yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia berbasis keagamaan dan kesehatan masyarakat, serta memperkuat peran strategis 'Aisyiyah dalam pelayanan sosial di tingkat komunitas. Kendala Selama pelaksanaan pengabdian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain: Keterbatasan akses kader AoAisyiyah terhadap perangkat teknologi seperti smartphone atau komputer untuk mengakses modul digital secara mandiri. Keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang memadai untuk praktik simulasi dan penanganan jenazah di lapangan. Hambatan waktu bagi kader AoAisyiyah yang mayoritas memiliki aktivitas domestik dan sosial sehingga sulit mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara intensif. Beberapa peserta awalnya mengalami kesulitan dalam memahami teknologi modul interaktif karena kurang familiar dengan media digital. Rekomendasi Pengembangan Berdasarkan kendala dan hasil pengabdian, berikut beberapa saran untuk pengembangan program selanjutnya: Menyediakan fasilitas akses teknologi yang lebih memadai, seperti penyediaan perangkat bersama di Kantor/ Sekretariat AoAisyiyah atau pelatihan tambahan tentang penggunaan teknologi digital. Menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga kesehatan untuk penyediaan APD yang cukup dan berkualitas bagi kader AoAisyiyah selama praktik dan penanganan jenazah. Menjadwalkan pelatihan dengan waktu yang fleksibel dan sistem modulasi agar kader AoAisyiyah dapat mengikuti sesuai kemampuan waktu mereka tanpa mengurangi kualitas Mengembangkan modul interaktif yang lebih sederhana dan user-friendly, serta menyediakan pendampingan teknis bagi kader AoAisyiyah yang kurang terbiasa dengan Melakukan pelatihan lanjutan secara berkala dan membangun forum komunikasi antar kader AoAisyiyah untuk berbagi pengalaman dan solusi praktis dalam penanganan Dengan memperhatikan saran tersebut, diharapkan pemberdayaan kader 'Aisyiyah di Kelurahan Malili dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan sosial keagamaan serta kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat AuPemberdayaan Kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili Luwu Timur dalam Penanganan Jenazah melalui Metode Simulasi dan Modul Interaktif Ucapan terima kasih kami sampaikan secara khusus kepada: Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Luwu Timur yang telah memberikan dukungan, arahan, dan kepercayaan kepada tim pengabdian untuk melaksanakan program ini di lingkungan 'Aisyiyah Kelurahan Malili. P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Kader 'Aisyiyah Kelurahan Malili atas partisipasi aktif, semangat belajar, dan dedikasi yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan simulasi. Pemerintah Kelurahan Malili beserta jajaran yang telah memberikan izin, fasilitas, dan dukungan logistik sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib. Tim fasilitator, narasumber, dan tenaga ahli yang telah membagikan ilmu, pengalaman, serta bimbingan teknis secara profesional selama proses pelatihan dan evaluasi. Seluruh pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil demi suksesnya program pengabdian ini. Semoga segala bantuan dan kerjasama yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Malili, khususnya dalam peningkatan kapasitas kader 'Aisyiyah dan pelayanan sosial keagamaan di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA