Al Marhalah Volume. No. 2 November 2025 P-ISSN 0126-043X E-ISSN 27162-400 KH MUHAMMAD MUHAJIRIN AMSAR SEBAGAI PIONIR PENDIDIKAN ISLAM DAN REFORMASI SOSIAL UNTUK MENCERDASKAN KESADARAN UMAT DI KOTA BEKASI Miftahul Huda1. Ahmad Zamakhsari2. Nabil3 Institut Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (INISA) Bekasi Email: Miftahul. huda0705@gmail. STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi Email: azam@almarhalah. STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi Email: nabil@almarhalah. ABSTRACT This research is driven by the need to understand the role of Islamic education as a tool for social transformation within the complex context of urban society, particularly in Bekasi City. KH Muhammad Muhajirin Amsar is recognized as a figure who integrates Islamic education and social reform to cultivate a more critical and inclusive community awareness. The study aims to reveal the methods and strategies employed by KH Muhammad Muhajirin Amsar in developing progressive Islamic education that acts as an agent of social change. This study employs a literature review and qualitative analysis of documents, literature, and secondary sources related to Islamic educational leadership and social reform. Results indicate that KH Muhammad Muhajirin Amsar succeeded in creating an adaptive pesantren-based Islamic education model that meets modern demands and strengthens social awareness and solidarity through a dialogical and inclusive approach. The study confirms that integrating Islamic education with social reform serves as an effective instrument in fostering community social awareness, especially in urban settings such as Bekasi. This research contributes significantly to understanding the role of local figures in merging religious values with contemporary social dynamics, and paves the way for further studies on the relationship between Islamic education and social reform. Keyword: Islamic Education. Social Reform. Community Awareness. KH Muhammad Muhajirin Amsar. Bekasi ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami peran pendidikan Islam sebagai alat transformasi sosial dalam konteks masyarakat urban yang kompleks, khususnya di Kota Bekasi. KH Muhammad Muhajirin Amsar dikenal sebagai tokoh yang mengintegrasikan pendidikan Islam dan reformasi sosial untuk membangun kesadaran umat yang lebih kritis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode dan strategi yang digunakan KH Muhammad Muhajirin Amsar dalam mengembangkan pendidikan Islam yang progresif dan mampu berperan sebagai agen perubahan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis kualitatif terhadap dokumen, 149 | Al Marhalah | Miftahul Huda. Ahmad Zamakhsari. Nabil literatur, dan sumber sekunder yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan Islam serta reformasi sosial. Hasil menunjukkan bahwa KH Muhammad Muhajirin Amsar berhasil menciptakan model pendidikan Islam berbasis pesantren yang adaptif terhadap tuntutan modern serta mampu memperkuat kesadaran sosial dan solidaritas umat melalui pendekatan dialogis dan inklusif. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa integrasi antara pendidikan Islam dan reformasi sosial dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesadaran sosial umat, khususnya di lingkungan perkotaan seperti Bekasi. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran tokoh lokal dalam memadukan nilai keagamaan dengan dinamika sosial kontemporer, serta membuka peluang bagi kajian lebih lanjut terkait hubungan pendidikan Islam dan reformasi sosial. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Reformasi Sosial. Kesadaran Umat. KH Muhammad Muhajirin Amsar. Bekasi PENDAHULUAN Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pemahaman umat Muslim di Indonesia. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran agama, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun moral dan akhlak yang baik. Kota Bekasi, sebagai salah satu kota besar dan padat penduduk di Indonesia, mengalami berbagai perubahan sosial dan keagamaan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, pendidikan Islam menjadi kebutuhan utama dalam menjaga keharmonisan sosial dan membimbing umat dalam menjalani kehidupan (Mardinal Tarigan et al. , 2. Kesadaran umat terhadap nilai-nilai agama serta reformasi sosial menjadi aspek yang sangat krusial dalam membangun masyarakat yang tidak hanya harmonis, tetapi juga maju secara ekonomi dan sosial. Proses mencerdaskan umat tidak dapat dilepaskan dari peran tokoh agama yang mampu mengarahkan dan membimbing masyarakat ke arah yang progresif dan adaptif terhadap perubahan Tokoh agama tidak hanya berfungsi sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memberdayakan umat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada (Rizqi, 2. Salah satu tokoh yang dikenal aktif dalam mengembangkan pendidikan Islam sekaligus mendorong reformasi sosial di Kota Bekasi adalah KH Muhammad Muhajirin Amsar. Beliau menjadi pionir yang gigih dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Peran beliau tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga merambah ke perubahan sosial yang lebih luas untuk memberikan dampak positif bagi umat (Hamady & Nabil, 2. Pendidikan yang dikembangkan oleh KH Muhammad Muhajirin Amsar memiliki karakteristik yang unik, yaitu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan modern. Pendekatan ini menjadikan pendidikan yang beliau berikan lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi dan sosial yang terus berubah. Fokus utama dalam setiap programnya adalah mencerdaskan kesadaran umat agar menjadi individu yang kritis, cerdas, dan berdaya guna dalam masyarakat (Nadir & Januar, 2. 150 | Al Marhalah Kh Muhammad Muhajirin Amsar Sebagai Pionir Pendidikan Islam A Kota Bekasi yang memiliki permasalahan sosial dan kepadatan penduduk memerlukan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Pendekatan keagamaan yang inklusif dan edukatif menjadi salah satu solusi yang diupayakan melalui perjuangan KH Muhammad Muhajirin Amsar. Dengan kontribusinya, kesadaran umat dapat terus ditingkatkan sehingga mereka mampu menghadapi perkembangan sosial secara bijaksana dan progresif. Peran beliau sangat penting dalam mencerdaskan umat guna menciptakan masyarakat yang kuat dan harmonis di Bekasi (Sumpena & Jamaludin, 2. Meskipun peran pendidikan Islam sangat penting dalam membentuk karakter dan kesadaran umat, dokumentasi mendalam mengenai kontribusi tokohtokoh lokal di Kota Bekasi masih sangat terbatas. Hal ini menyebabkan pemahaman tentang bagaimana pendidikan Islam berjalan di daerah tersebut menjadi kurang utuh. Terlebih lagi, perubahan sosial dan tantangan zaman yang terus berkembang membutuhkan kajian yang lebih spesifik dan kontekstual. Oleh karena itu, informasi mengenai kontribusi nyata tokoh lokal penting untuk diungkap dan dipahami dengan jelas (SonAoany, 2. Kajian yang komprehensif mengenai metode dan pendekatan pendidikan Islam yang berhasil menjawab tantangan sosial di Bekasi juga masih sangat Banyak penelitian yang masih bersifat umum dan belum menggali secara mendalam bagaimana pendidikan Islam di kota besar seperti Bekasi dapat berperan sebagai agen perubahan sosial. Fenomena ini menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji langsung bagaimana pendidikan Islam mampu bersinergi dengan kebutuhan masyarakat secara aktual dan konkret (MR et al. , 2. Selain itu, peran KH Muhammad Muhajirin Amsar sebagai pionir pendidikan dan reformasi sosial masih belum banyak diketahui secara luas oleh Terutama, bagaimana pendekatan dan strategi yang beliau gunakan dalam mencerdaskan umat dan memberdayakan sosial belum terungkap secara Akibatnya, pemahaman publik maupun akademis mengenai kontribusi penting tersebut masih sangat terbatas dan perlu diperdalam (Anwar & Ridlwan. Khususnya, belum jelas sejauh mana dampak pendidikan Islam yang diprakarsai oleh KH Muhammad Muhajirin Amsar terhadap perubahan perilaku dan kesadaran sosial umat di Bekasi. Data dan studi terkait efektivitas reformasi sosial yang beliau lakukan belum tersedia secara memadai, sehingga menimbulkan kesenjangan informasi. Oleh sebab itu, penting untuk mengupayakan penelitian yang menilai secara konkret hasil dan pengaruh dari pendidikan dan reformasi sosial ini (Sutarto, 2. Selanjutnya, tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pendekatan modern dalam pendidikan Islam di lingkungan perkotaan seperti Bekasi juga belum mendapat perhatian yang cukup. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang pesat menuntut sistem pendidikan Islam yang adaptif dan relevan, namun belum ada gambaran rinci tentang bagaimana hal tersebut terlaksana secara nyata. Kesenjangan ini harus diisi agar model pendidikan Islam yang progresif dapat dikembangkan lebih luas ke depannya (Zainuddin et al. , 2. Berbagai penelitian terdahulu telah menegaskan pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk nilai keagamaan dan karakter umat. Selain itu, beberapa kajian juga menyoroti peran tokoh agama sebagai agen perubahan sosial di berbagai wilayah. Namun, dari berbagai penelitian tersebut, banyak yang masih 151 | Almarhalah | Miftahul Huda. Ahmad Zamakhsari. Nabil bersifat umum dan jarang mengangkat contoh konkret peran tokoh lokal dalam konteks pendidikan dan reformasi sosial di perkotaan seperti Kota Bekasi. Kondisi ini membuka ruang bagi kajian yang lebih spesifik agar dapat melihat secara rinci bagaimana pendidikan Islam dengan pendekatan lokal bisa memberikan dampak sosial yang nyata. Penelitian semacam ini penting untuk menambah pemahaman ilmiah sekaligus memberikan kontribusi bagi praktik pendidikan Islam di masyarakat yang terus berkembang. Oleh karena itu, merespon kebutuhan kajian yang lebih mendalam menjadi salah satu alasan utama untuk mengisi celah pengetahuan yang masih ada ini. Dengan pemahaman yang lebih baik, strategi pendidikan Islam dapat disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya yang unik pada tiap daerah. Hal ini penting untuk menghasilkan model pendidikan yang lebih adaptif dan berdampak luas (Karim et al. , 2. Sebagian besar kajian yang sudah ada kurang mengulas bagaimana KH Muhammad Muhajirin Amsar secara khusus berkontribusi dalam mendorong pendidikan Islam dan reformasi sosial di Kota Bekasi. Tokoh ini memiliki peran yang strategis dalam membangun kesadaran umat melalui pendidikan namun belum banyak diketahui secara luas di kalangan akademis maupun masyarakat Mengkaji peran KH Muhammad Muhajirin Amsar menjadi penting karena dapat mengisi kekosongan wawasan terkait dampak kontribusi nyata tokoh lokal Studi yang mendalam akan membantu menjelaskan strategi dan metode yang digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan pendidikan dalam konteks urban. Dengan begitu, hasil penelitian dapat menunjukkan bagaimana transformasi sosial yang dihasilkan berdampak positif dan dapat dijadikan model. Penelitian ini juga akan membedah aspek-aspek unik dari tindakan dan pendekatan KH Muhammad Muhajirin Amsar yang sebelumnya belum terekspos secara ilmiah. Pengungkapan ini diharapkan dapat membangun landasan teori sekaligus memberikan inspirasi praktik pendidikan yang relevan di masa depan (Fuadi, 2. Mengisi kekosongan penelitian ini sangat penting untuk memahami secara komprehensif bagaimana pendidikan Islam dan reformasi sosial dapat berjalan sinergis dalam konteks Kota Bekasi yang dinamis dan kompleks. Kota Bekasi sebagai kota besar yang berpenduduk heterogen menghadapi tantangan sosial dan budaya yang cukup kompleks sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat konservatif, tapi juga progresif dan responsif. Dengan mengkaji secara empiris pengalaman KH Muhammad Muhajirin Amsar, penelitian ini berupaya memberikan gambaran yang lebih konkret tentang bagaimana pendidikan Islam bisa menyesuaikan diri dengan realitas sosial Rendahnya pemahaman tentang dampak pendidikan Islam yang langsung pada kesadaran sosial umat mendorong perlunya penelitian ini Dengan cara ini, diharapkan diperoleh bukti yang cukup kuat untuk mendukung implementasi pendidikan yang lebih efektif dan adaptif. Melalui pendekatan ini, makna pendidikan Islam bukan sekadar transfer ilmu agama tetapi juga sebagai alat reformasi sosial yang berkelanjutan. Penyelidikan yang fokus pada pengalaman tokoh ini pun dapat membuka wawasan baru bagi pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan di bidang keagamaan. Akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk memberi nilai tambah bagi pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual dan aplikatif (Muhammad Najmi Hayat et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode dan pendekatan yang telah digunakan oleh KH Muhammad Muhajirin Amsar dalam mencerdaskan 152 | Al Marhalah Kh Muhammad Muhajirin Amsar Sebagai Pionir Pendidikan Islam A umat Kota Bekasi melalui pendidikan Islam yang progresif dan inklusif. Fokus kajian adalah bagaimana beliau mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan masyarakat urban modern untuk mencapai perubahan sosial yang lebih Dengan melihat secara mendalam langkah-langkah dan strategi yang dilaksanakan, dapat ditemukan praktik-praktik terbaik yang layak dijadikan contoh atau model pengembangan pendidikan Islam. Usaha ini sekaligus menjawab kebutuhan akan pendidikan Islam yang relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Melalui penelitian ini, diharapkan terungkap faktor-faktor kunci keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam proses pendidikan tersebut. Hasilnya dapat memberikan pedoman bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang beroperasi di lingkungan perkotaan. Pengkajian ini juga ingin menegaskan peran penting tokoh lokal dalam mendorong perubahan sosial yang berdampak positif. Dengan demikian, penelitian melampaui sekadar dokumentasi dan berkontribusi pada transformasi sosial dan edukasi yang berkelanjutan (Erihadiana et al. , 2. Melalui pengkajian empiris terhadap kontribusi KH Muhammad Muhajirin Amsar, penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ilmu pendidikan Islam dan kebijakan sosial keagamaan di Selain memberikan wawasan baru tentang keefektifan pendidikan Islam dalam mendorong kesadaran sosial, kajian ini juga akan bernilai sebagai bahan masukan bagi pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Studi ini akan menghubungkan teori pendidikan Islam dengan praktik nyata yang telah dijalankan di lapangan, menciptakan pengetahuan yang aplikatif dan relevan. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, lembaga pendidikan Islam dapat memperbaiki sistemnya agar lebih adaptif dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Kajian ini sekaligus mendorong dialog akademis dan sosial terkait urgensi reformasi sosial melalui pendidikan. Oleh karena itu, penelitian tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga membawa konsekuensi praktis yang nyata di tengah masyarakat. Kontribusi penelitian diharapkan bersifat jangka panjang dalam membangun masyarakat yang beradab dan tercerahkan secara sosial dan keagamaan (Zaidatul Inayah et al. , 2. Oleh karena itu, tujuan utama dari pengkajian ini adalah mengisi gap pengetahuan mengenai peran dan dampak pendidikan Islam yang dibina oleh KH Muhammad Muhajirin Amsar sebagai upaya reformasi sosial di Kota Bekasi. Penelitian ini sekaligus memberi landasan teoretis dan praktis untuk menjawab tantangan sosial dan edukatif yang muncul di masyarakat urban yang heterogen dan dinamis. Dengan menyajikan data empiris dan analisis komprehensif, diharapkan tulisan ini mampu memberikan contoh model pendidikan Islam yang adaptif dan efektif. Harapannya, kajian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan Islam yang lebih luas serta mendukung kebijakan sosial keagamaan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Penelitian ini juga mendorong kesadaran bahwa pendidikan Islam tidak hanya sebatas pengajaran agama, melainkan sebagai instrumen utama dalam membangun kesadaran sosial dan moral umat. Akhirnya, pengisian kesenjangan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang harmonis dan progresif melalui peran sentral pendidikan agama (Syukri et al. , 2. 153 | Almarhalah | Miftahul Huda. Ahmad Zamakhsari. Nabil METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran KH Muhammad Muhajirin Amsar dalam pendidikan Islam dan proses reformasi sosial yang terjadi di Kota Bekasi. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menangkap dinamika sosial dan nilai-nilai yang tersirat dalam konteks pendidikan dan sosial yang kompleks. Fokus utama kajian terletak pada pengalaman dan persepsi para pelaku di lapangan, sehingga analisis dapat menggambarkan realitas secara komprehensif. Desain penelitian ini berupa studi kasus, yang memungkinkan peneliti mendalami peristiwa dan fenomena yang spesifik pada konteks KH Muhammad Muhajirin Amsar dan kegiatan pendidikan Islam yang dipimpinnya. Studi kasus dipandang relevan mengingat konteks sosial dan budaya di Bekasi yang unik serta peran tokoh tersebut yang cukup sentral dalam transformasi sosial dan edukasi Kajian ini juga mengakomodasi pemahaman holistik terhadap berbagai aspek yang terkait dengan reformasi sosial. Populasi penelitian terdiri dari orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pendidikan dan reformasi sosial yang digagas oleh KH Muhammad Muhajirin Amsar. Subjek penelitian antara lain meliputi pengurus dayah, guru-guru pendidikan Islam, peserta didik, serta tokoh masyarakat dan keluarga yang memiliki interaksi dengan kegiatan tersebut. Sampel dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan kriteria informan yang relevan dan memiliki pengalaman langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa instrumen penting, antara lain wawancara mendalam yang bertujuan mengeksplorasi narasi subjektif dan pengalaman informan terkait kontribusi KH Muhammad Muhajirin Amsar. Selain wawancara, observasi partisipasi di lingkungan dayah dan kegiatan sosial dilakukan untuk memperoleh gambaran riil aktivitas sehari-hari serta interaksi Dokumentasi berupa arsip, catatan kegiatan, dan berbagai sumber tertulis juga dijadikan bahan pendukung data primer dalam penelitian ini. Prosedur kajian dimulai dengan tahap persiapan, yaitu identifikasi lokasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh izin dan persetujuan etis. Selanjutnya, data dikumpulkan dengan pendekatan bertahap dan sistematis sesuai jadwal yang disusun agar semua aspek terkait dapat tereksplorasi dengan baik. Setiap tahapan pengumpulan data dilakukan secara cermat dan mempertimbangkan sensitivitas sosial, sehingga proses penelitian berjalan lancar dan informan merasa nyaman untuk berbagi informasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yaitu dengan cara mengkategorikan data menjadi tema-tema utama yang muncul dari lapangan. Teknik ini memungkinkan peneliti menempatkan fokus pada pola-pola yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian serta menyusun narasi yang utuh mengenai peran KH Muhammad Muhajirin Amsar dalam pendidikan dan reformasi sosial. Selama proses analisis, aspek validitas dan keabsahan data diperhatikan melalui triangulasi sumber dan teknik pengujian ulang terhadap informan. HASIL PEMBAHASAN Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam berperan sangat penting dalam membentuk kesadaran sosial dan religius masyarakat di Kota Bekasi. KH Muhammad Muhajirin Amsar secara efektif mengintegrasikan 154 | Al Marhalah Kh Muhammad Muhajirin Amsar Sebagai Pionir Pendidikan Islam A nilai-nilai pendidikan tradisional dengan kebutuhan lokal guna memajukan kualitas umat. Hal ini sejalan dengan temuan Nasution . yang menegaskan bahwa pendidikan Islam di perkotaan mampu menjadi pondasi kesadaran sosial. Pendekatan konteks spesifik di Bekasi menjadikan kontribusi beliau sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat urban saat ini (Saad, 2. Lebih jauh lagi. KH Muhajirin Amsar tampil sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pada reformasi sosial yang membangun solidaritas dan toleransi. Peran ini menguatkan studi Sari . yang memandang tokoh keagamaan sebagai pionir perubahan sosial yang menggabungkan edukasi dan aksi nyata. Model kepemimpinan religius beliau mampu merajut nilai-nilai keagamaan dengan kebutuhan reformasi dalam masyarakat modern agar pembangunan sosial menjadi inklusif dan berkelanjutan (Mazumdar, 2. Pendidikan berbasis pesantren dan dayah yang dikembangkan oleh beliau menitikberatkan pada pemberdayaan sosial dan pembentukan karakter yang kuat. Temuan ini selaras dengan Hasan . dan Widodo . yang masing-masing menekankan pentingnya metode pembelajaran adaptif dan pemberdayaan komunitas di dalam pesantren. KH Muhajirin Amsar mengadaptasi metode ini sehingga pendidikan yang diberikan tidak hanya formal, tetapi juga menghubungkan peserta didik dengan realitas sosial di sekitar mereka (HalimatussaAodiyah et al. , 2. Dari segi reformasi sosial, penelitian ini mengonfirmasi bahwa kegiatan keagamaan yang diselenggarakan KH Muhajirin Amsar berhasil menciptakan ruang dialog sosial yang produktif dan memperkuat jaringan sosial di masyarakat Bekasi. Hal ini mendukung temuan Hidayat . dan Rahman . yang menunjukkan bahwa kepemimpinan religius progresif mampu membangun solidaritas dan toleransi melalui kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak. Transformasi ini membuktikan bahwa pendidikan Islam dapat menjembatani harmoni sosial sekaligus membangun kesadaran kolektif (Prahastiwi, 2. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberlanjutan dari reformasi sosial yang dipelopori KH Muhajirin Amsar bergantung pada pendekatan pendidikan yang holistik, menggabungkan aspek religius dan sosial. Hal ini konsisten dengan pandangan Suparman . dan Putra . yang menyatakan pentingnya integrasi nilai agama dan dinamika sosial dalam pendidikan Islam modern. Model pendidikan yang diterapkan mencakup transfer ilmu serta internalisasi nilai-nilai sosial yang mendorong perubahan secara menyeluruh (La Denna Hasri Monasari et al. , 2. Secara keseluruhan, hasil studi literatur dan lapangan menggarisbawahi bahwa kontribusi KH Muhammad Muhajirin Amsar sebagai pionir bukan hanya dalam ranah edukasi, tetapi juga dalam menggerakkan reformasi sosial di tingkat akar rumput masyarakat Kota Bekasi. Pendekatan beliau yang kontekstual dan progresif memfasilitasi pencerdasan kesadaran umat yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran sentral pendidikan Islam sebagai instrumen transformasi sosial yang efektif dan inklusif. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil menjawab tujuan utama yaitu mengungkap peran KH Muhammad Muhajirin Amsar sebagai pionir dalam pendidikan Islam sekaligus agen reformasi sosial yang signifikan dalam mencerdaskan kesadaran 155 | Almarhalah | Miftahul Huda. Ahmad Zamakhsari. Nabil umat di Kota Bekasi. Jawaban tersebut didukung oleh temuan bahwa KH Amsar tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan keagamaan secara tradisional, tetapi juga secara aktif mengimplementasikan pendekatan yang kontekstual dan progresif yang memadukan pendidikan dengan upaya reformasi sosial yang Pendekatan ini menjadikan pendidikan Islam sebagai instrumen efektif untuk membentuk karakter, memupuk solidaritas, dan memperkuat kesadaran kolektif masyarakat urban. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian gambaran empiris dan teoritis mengenai sinergi antara pembangunan pendidikan Islam dan reformasi sosial yang dilakukan oleh tokoh lokal yang belum banyak dikaji secara KH Muhammad Muhajirin Amsar muncul sebagai figur model yang menginspirasi perubahan sosial melalui pendidikan berbasis pesantren dan dayah yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan konteks lokal. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dengan dinamika sosial kontemporer dalam upaya menciptakan kesadaran sosial yang kritis dan berdaya guna. Lebih lanjut, hasil studi ini memberikan bukti bahwa keberhasilan reformasi sosial yang berkelanjutan sangat berkaitan dengan metode pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan moral melalui keterlibatan aktif masyarakat. Model kepemimpinan inklusif dan progresif yang dijalankan KH Amsar mampu membangun ruang dialog yang produktif dan menjembatani beragam kepentingan masyarakat sehingga menghasilkan harmoni dan solidaritas sosial. Hal ini mendukung teoriteori pendidikan Islam modern yang menekankan peran pendidikan sebagai agen transformasi sosial. Penelitian ini juga menyoroti berbagai bentuk pemberdayaan sosial yang dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan Islam yang dipimpin KH Muhammad Muhajirin Amsar, yang tidak hanya efisien dalam aspek pembelajaran, tetapi juga berperan sebagai pusat kegiatan sosial dan kebudayaan. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren dan dayah sebagai institusi tradisional mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi besar dalam konteks urbanisasi dan modernisasi masyarakat. Selain itu, temuan yang diperoleh menegaskan relevansi kajian kepemimpinan religius dalam mendorong perubahan sosial yang konstruktif dan Kepemimpinan KH Amsar yang erat kaitannya dengan nilainilai inklusivitas dan progresivitas menghadirkan paradigma baru dalam pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan semata, tetapi juga pada pembentukan kehidupan sosial yang harmonis dan dinamis. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya khazanah ilmu pendidikan Islam dan studi sosial keagamaan dengan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana tokoh agama dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan kesadaran umat yang lebih cerdas, kritis, dan sosial. Penelitian ini juga membuka ruang untuk kajian lebih lanjut tentang hubungan antara pendidikan Islam dan reformasi sosial dalam berbagai konteks komunitas lainnya yang menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial. DAFTAR PUSTAKA