JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI DUSUN 3 DESA PASIR GOMBONG KABUPATEN BEKASI Monika Distiana Putri1. Mujtahidah Imtisalillah2. Ika Kania Fatdo Wardani3. Yulianti4. Hajar Nur Fathur Rohmah5. Dewita Rahmatul Amin6 1,2,3,4,5,6 Program Studi Pendidikan Profesi Bidan. Universitas Medika Suherman Email: mujtahidahimtisalillah@gmail. Received: 7 October 2024. Revised: 7 October 2024. Accepted: Revised: 26 November 2024 Abstract According to the World Health Organization (WHO), in 2020, 21. 3% or 144 million children under five were stunted. Stunting is a problem that needs to be handled seriously where stunting occurs throughout the world. Stunting is a condition where growth is impaired or height is not appropriate for age. The aim of the research was to measure the effect of participatory counseling on preventing stunting among mothers in Hamlet i. Pasir Gombong Village. North Cikarang District. Bekasi Regency. This research is a preexperimental research with a pretest-posttest one group design. The population used in this research were all mothers who had babies and toddlers in Hamlet i. Pasir Gombong Village. North Cikarang District. Bekasi Regency in 2024, totaling 354 people. The sample in this study amounted to 75 people using non-probability sampling technique with purposive sampling type. This research instrument uses a questionnaire. The results of statistical test analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed p-value = 0. can be concluded that the results of this study show that there is an effect of increasing the average value of mothers' knowledge about stunting prevention before and after health Keywords: stunting, knowledge, health education. Abstrak Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 menyatakan anak balita yang mengalami stunting sebesar 21,3% atau sebanyak 144 juta. Stunting merupakan masalah yang perlu ditangani secara serius dimana stunting ini terjadi diseluruh dunia. Tujuan penelitian untuk mengukur pengaruh penyuluhan tentang pencegahan stunting pada ibu di Dusun i Desa Pasir Gombong. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan menggunakan pretest dan posttest one grup design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi dan balita di Dusun i Desa Pasir Gombong tahun 2024 yang berjumlah 354 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang menggunakan tekhik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan p-value=0,000. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh dengan meningkatnya nilai rata-rata pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Kata kunci: stunting, pengetahuan, penyuluhan kesehatan. E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 51 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PENDAHULUAN Stunting merupakan masalah yang perlu ditangani secara serius dimana stunting ini terjadi diseluruh dunia. Stunting adalah keadaan gangguan pertumbuhan atau tinggi badan tidak sesuai dengan umur. Pada 1. hari pertama merupakan usia emas bayi tetapi masih banyaknya balita yang mengalami masalah gizi. Stunting jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kehidupan kedepannya baik di usia anak - anak, remaja sampai dewasa (Kania & Wardani, 2. Masa depan anak ditentukan oleh kondisi kesehatan pada saat ini, sehingga diperlukan upaya yang optimal dalam meningkatkan kualitas hidup anak. Pada anak usia 0-18 tahun kebutuhan dasar pola asah, asih, asuh sangat mempengaruh tumbuh kembang anak (Yulianti, 2. Masalah kurang gizi pada balita terjadi karena rendahnya pemberian ASI esklusif tidak diberikan sampai bayi usia 6 bulan dan pemberian MPASI tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi dimana kebutuhan gizi tersebut untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga masalah stunting dapat dicegah (Kaimarehe et al. , 2. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 menyatakan anak balita yang yang mengalami gizi lebih atau obesitas sebesar 5,7% sedangkan balita yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk sebesar 6,7% serta balita yang mengalami malnutrisi kronik atau stunting sebesar 22,2% atau berjumlah 149,2 juta (Kementrian Kesehatan RI, 2. Dan berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 sebesar 24,4% angka tersebut masih tergolong tinggi (>20%) berdasarkan kriteria WHO (Kementrian Kesehatan RI, 2. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 menunjukan prevalensi balita yang mengalami gizi kurang sebesar 3,1% dan balita yang mengalami gizi buruk sebesar 0,2% (Dinas Kesehatan Kab. Bekasi, 2. Hasil pre-survey yang dilakukan di Dusun 3 Desa Pasir Gombong pada bulan Juni tahun 2024, terdapat balita yang mengalami stunting berjumlah 10 anak. Untuk menekan menggalakkan upaya gerakan Nasional pencegahan stunting dengan melakukan kerjasama kemitraan multi sektor (Nisa, 2. Pengetahuan ibu mengenai kebutuhan gizi anak sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Hal tersebut dikarenakan ibu yang memiliki pengetahuan yang baik akan mencukupi kebutuhan gizi harian anak dengan memperhatikan jenis makanan yang diberikan dan jadwal pemberian makan anak (Kania & Wardani, 2. Agar pesan penyuluhan kesehatan dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada sasaran dan dipastikan dapat dipahami oleh mereka, maka media dapat dilakukan dengan cara yang memudahkan masyarakat dalam memahami penyuluhan kesehatan. Dari beragamnya media penyuluhan, media audio visual menawarkan kemampuan yang unggul karena fakta bahwa media audio visual menggabungkan dua jenis media yang berbeda yaitu berupa pendengaran dan penglihatan. Berdasarkan data yang diperoleh penyuluhan dengan tujuan agar para ibu yang memiliki bayi dan balita dapat mengetahui mengenai stunting dan cara pencegahan serta cara penanganan stunting. PELAKSANAAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan pretest dan posttest one grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi dan balita di Dusun i Desa Pasir Gombong pada tahun 2024 yang berjumlah 354 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang yang dimana jumlah ibu yang hadir dalam acara penyuluhan. Penyuluhan kesehatan dilakukan pada hari Selasa, 09 Juli 2024 bertempat di lingkungan Dusun i Desa Pasir Gombong. Variabel pada penelitian ini variabel independent (Pengaruh penyuluha. dan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 52 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 variabel dependen . engetahuan ib. Data Pengetahuan diambil dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan sebanyak 2x yaitu pre-test dan post-test untuk bisa mengukur berbedaan nilai pengetahuan Ibu yang memiliki bayi dan balita saat sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan Data dianalisis dengan univariat dengan menghitung distribusi frekuensi pengetahuan Ibu yang memiliki bayi dan balita di Dusun i Desa Pasir Gombong mengunakan uji statistic dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan Kelompok Kategori Pre-test Post-test Kurang Cukup Baik Total Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan . kategori pengetahuan baik mengenai pencegahan stunting dari 75 responden 5,8%, setelah diberikan pendidikan kesehatan . kategori pengetahuan baik tentang pencegahan stunting menjadi 65,1%. Faktor lain yang menyebabkan hal ini diluar pemberian penyuluhan kesehatan adalah faktor lingkungan dan pengalaman individu itu Lingkungan memiliki dampak pada bagaimana individu dalam pengaturan itu mengasimilasi pengetahuan. Ini terjadi sebagai akibat dari interaksi timbal balik, baik positif maupun negatif, yang masing-masing orang akan mengartikannya sebagai pengetahuan (Nurlinda, 2. Pada merupakan suatu kegiatan memberikan informasi mengenai kesehatan yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat yang lebih baik (Richard, 2. Bagi peneliti pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang memberikan manfaat yang baik apalagi bila diperbaharui dan Upaya penanggulangan stunting serta perbandingan nilai pengetahuan saat pretest dan nilai post-test cerminan bahwa pentingnya peningkatan pengetahuan ibu balita melalui penyuluhan (Parwati, 2. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Ibu yang memiliki bayi dan balita di Dusun i Desa Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Variabel Pengetahua Pre-test Mea 8,03 2,72 Post-test Mea 2,36 Pvalu 0,00 Hasil penelitian ini menyatakan terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan Ibu yang memiliki bayi dan balita dengan A value = 0,000 (<0,. Nilai rata-rata responden juga meningkat yang berarti ada peningkatan pengetahuan Ibu tentang pencegahan stunting. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Andriani, 2. menyebutkan bahwa penyuluhan kesehatan dengan media audio menyampaikan dan memerima materi, waktu dapat diefisienkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempromosikan penyuluhan kesehatan untuk mengembangkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri, keluarga mereka, dan masyarakat (Rohmah & Simanjuntak. Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk proses belajar mengajar untuk memudahkan dalam memberikan informasi dan dapat diterima dengan mudah dan tepat. Media pembelajaran dapat diartikan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 53 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber dengan sengaja untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan makasimal (Rahmatul Amin, 2. Penyuluhan kesehatan dilakukan pada bulan Juli 2024. Metode penyuluhan ini seperti ceramah dimana ada interaksi dua arah sehingga responden dapat aktif dalam memahami materi yang diberikan. Alat bantu penyuluhan yang digunakan yaitu media Audio Visual. Dari beragamnya media penyuluhan kesehatan, media audio visual menawarkan kemampuan yang unggul karena menggabungkan dua jenis media yang berbeda yaitu berupa pendengaran dan penglihatan. PENUTUP Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian tentang Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Bayi & Balita Di Dusun 3 Desa Pasir Gombong, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan Ibu yang memiliki bayi dan balita di Dusun i Desa Pasir Gombong. Saran Diharapkan pemerintah dan tenaga menangani dan mencegah permasalahan stunting ini supaya masalah stunting tidak lagi terus meningkat. DAFTAR PUSTAKA