http://journal. id/index. php/anterior MOTIVASI ORANG TUA DALAM MEMILIH HASANKA BOARDING SCHOOL PALANGKA RAYA: STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MUSLIM EKONOMI MENENGAH "Parental Motivation in Choosing Hasanka Boarding School Palangka Raya: A Case Study of an Islamic Educational Institution for the Middle-Class Muslim" Ahmad Saefulloh 1 Abstrak Syamsul Arifin2 Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan orang tua dalam kategori muslim dengan ekonomi menangah ke atas dalam memilih sekolah berbasis pendidikan Islam di Palangka Raya. Hasanka Boarding School merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam modern yang diminati, sehingga fokus masalah pada penelitian ini adalah perlunya analisis penyebab dan motivasi orang tua memilih sekolah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mixed method dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui quesioner tertutup sebagai acuan data kuantitatif dan quesioner terbuka sebagai acuan analisis deskriptif data kualitatif terhadap 55 responden orang tua siswa SMP Hasanka Boarding School. Butir instrumen yang penulis kembangkan mengacu pada Abuddin Nata terkait faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam memilih pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keagamaan . ,3%) menjadi faktor dominan yang memotivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School, diikuti oleh kualitas pendidikan dan guru . ,6%), serta peran sosial dan harapan masa depan . %). Sementara itu, kurikulum terpadu dan reputasi sekolah menempati posisi dengan tingkat motivasi yang lebih rendah. Temuan ini dianalisis melalui integrasi teori motivasi Maslow, teori pilihan konsumen Lancaster, teori pendidikan Islam, teori pendidikan berbasis komunitas, serta teori Moderasi Beragama. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang faktor multidimensional yang mempengaruhi keputusan pendidikan masyarakat Muslim kelas menengah di era modern. Ishomuddin Syafrul Nalus4 Zakia Zuzanti5 Halimatus Sa'diah6 Fitrianur Widya Ningrum7 1 Universitas Palangka Raya. Indonesia Indonesia 2,3 Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia 4 STAI PIQ Sumatera Barat. Indonesia 5Universitas Palangka Raya. Indonesia Indonesia 6,7 Hasanka Boarding School Palangka Raya. Indonesia *email: ahmadsaefulloh791@gmail. Abstract Kata Kunci: Motivasi. Boarding School. Lembaga Pendidikan Islam. Muslim Ekonomi Menengah Keywords: Motivation. Boarding School. Islamic Educational Institution. Middle Class Muslim This article aims to analyze the factors influencing the decision-making process of Muslim parents from upper-middle economic backgrounds in selecting Islamic-based educational institutions in Palangka Raya. Hasanka Boarding School, as one of the most favored modern Islamic educational institutions, becomes the focus of this study, highlighting the need to examine the underlying reasons and motivations of parents in choosing this school. The research employed a mixed-method approach with case study, using closed-ended questionnaires for quantitative data collection and open-ended questionnaires for qualitative descriptive analysis. The study involved 55 respondents, all of whom are parents of students at Hasanka Boarding School Junior High School. The instrument items were developed based on the framework proposed by Abuddin Nata concerning the factors that influence parents in choosing Islamic education. The findings indicate that religious aspects . %) are the dominant factor motivating parents to choose Hasanka Boarding School, followed by the quality of education and teachers . ,6%), as well as the school's role in supporting social development and future aspirations . %). Meanwhile, the integrated curriculum and school reputation were found to be lower in the hierarchy of motivating factors. These findings were analyzed through the integration of several theoretical frameworks, including Maslow's theory of motivation. Lancaster's consumer choice theory. Islamic education theory, community-based education theory, and religious moderation theory. This study contributes to strengthening the understanding of the multidimensional factors that influence educational decisions among Muslim middle-class communities in the modern era. Ahmad Saefulloh. Syamsul Arifin. Ishomuddin. Syafrul Nalus. Zakia Zuzanti. Halimatus Sa'diah dan Fitrianur Widya Ningrum. Motivasi Orang Tua Dalam Memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya: Studi Kasus Lembaga Pendidikan Islam Untuk Muslim Ekonomi Menengah PENDAHULUAN Pendidikan Islam di Indonesia terus mengalami perkembangan yang pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan berbasis agama. Boarding school atau pesantren modern kini menjadi pilihan utama bagi sebagian orang tua yang ingin menggabungkan pendidikan akademik dan agama dalam satu lembaga (Ihsan & Fatah, 2021. Yusuf et al. , 2023. Zaki et al. , 2. Namun, pemilihan lembaga pendidikan Islam tidak lepas dari pertimbangan faktor ekonomi, khususnya bagi orang tua yang berasal dari kalangan ekonomi menengah (Hasbullah, 2000. Rinaldo, 2. Orang tua Muslim dengan latar belakang ekonomi menengah di Palangka Raya, khususnya, semakin menyadari pentingnya pendidikan berkualitas yang tidak hanya mengajarkan ilmu duniawi tetapi juga mendalam dalam pengajaran agama Islam. Oleh karena itu, mereka mulai memilih lembaga pendidikan yang mampu memberikan pendidikan yang holistik, seperti Hasanka Boarding School Palangka Raya. Lembaga ini dikenal dengan pendekatan pendidikan yang menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan agama Islam yang mendalam, yang dipandang sebagai solusi bagi orang tua yang ingin anak-anak mereka berkembang dalam kedua bidang tersebut (Landing Page HBS, n. Hasanka Boarding School Palangka Raya menawarkan kurikulum yang menggabungkan pendidikan umum dan agama, seperti pengajaran Al-Qur'an, fiqh, aqidah, dan ibadah sehari-hari (Norhidayah et al. , 2. Kualitas pengajaran yang tinggi dan fasilitas yang memadai menjadi daya tarik bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka (Islamic et al. , 2024. Lutfauziah et al. , 2023. Masnawati et al. , 2. Boarding school ini tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengajaran agama Islam yang kuat (Zulkarnain & Zubaedi, 2021. Hal ini sangat sesuai dengan kebutuhan orang tua Muslim ekonomi menengah yang menginginkan pendidikan berkualitas untuk anak-anak mereka, dengan harapan agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik (Norjanah et al. , 2. Di sisi lain, orang tua dari kalangan ekonomi menengah juga semakin sadar akan pentingnya pendidikan yang berbasis nilai agama (Smith-Hefner, 2. Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mereka menginginkan anak-anak mereka untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang ajaran agama Islam. Oleh karena itu. Hasanka Boarding School Palangka Raya menjadi pilihan yang tepat, karena lembaga ini menawarkan pendidikan yang seimbang antara ilmu dunia dan agama, serta pengajaran yang memadai dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Fenomena ini semakin diperkuat dengan pertumbuhan lembaga pendidikan Islam berbasis boarding school di Indonesia (Anggadwita et al. , 2021. Latif & Hafid, 2021. Puad, 2021. Ritonga et al. , 2019. Zulkarnain & Zubaedi, 2021. Meskipun ada banyak pilihan lembaga pendidikan Islam, tidak semua lembaga dapat memenuhi ekspektasi orang tua, terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah. Orang tua cenderung memilih lembaga pendidikan yang tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual anak (Clancy, 2020. Gimpel et al. , 2017. Haligamo et al. , 2022. Mashovets et al. , 2021. Taylor, 2. Hasanka Boarding School Palangka Raya berhasil menarik perhatian orang tua karena mampu memenuhi ekspektasi tersebut dengan menggabungkan pendidikan akademik yang berkualitas dengan pengajaran agama Islam yang mendalam. Di Palangka Raya, kota yang merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan di Kalimantan Tengah, semakin banyak orang tua dengan latar belakang ekonomi menengah yang lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka (Saefulloh & Setiawan, 2020. Seprianto et al. , 2022. Setiawan et al. , 2. Keinginan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak, yang tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan umum tetapi juga agama, membuat Hasanka Boarding School Palangka Raya menjadi pilihan utama. Lembaga pendidikan ini menawarkan pendidikan yang berbasis agama dan pengajaran akademik yang seimbang, sehingga menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang ingin anakanak mereka tumbuh dengan baik dalam kedua aspek tersebut. Kegelisahan akademik penulis pada penelitian ini adalah ingin menggali lebih dalam mengenai motivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya, terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah. Pemahaman mengenai motivasi ini penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong orang tua dalam memilih lembaga pendidikan Islam. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih jelas mengenai kebutuhan pendidikan Islam di Indonesia dan bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat berkembang untuk memenuhi harapan orang tua. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan lembaga pendidikan Islam, khususnya boarding school, dalam meningkatkan kualitas layanan dan menarik lebih banyak perhatian dari orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dinamika pemilihan lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi masa depan. Kajian Teori Dalam penelitian ini, berbagai teori digunakan untuk memahami motivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya sebagai lembaga pendidikan Islam, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi keputusan Beberapa teori yang relevan mencakup teori motivasi, teori pilihan konsumen, teori pendidikan Islam, serta teori pendidikan berbasis komunitas. Teori Motivasi Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 22 Ae 36 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Teori motivasi yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam Hierarchy of Needs menjelaskan bahwa kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari kebutuhan fisiologis dasar hingga kebutuhan untuk aktualisasi diri (Maslow, 1. Teori ini relevan dalam penelitian ini untuk memahami motivasi orang tua dalam memilih pendidikan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Orang tua termotivasi untuk memilih sekolah yang dianggap aman secara fisik dan emosional bagi anak mereka, bebas dari perundungan dan lingkungan yang tidak kondusif. Ini memenuhi kebutuhan dasar akan keamanan (Chen, 2010. Chiang, 2008. Dyrnyei, 2003. Martin, 2009. Moran, 2012. Vance, 2012. Weiner, 1979. Wurtele, 1. Orang tua juga mungkin mempertimbangkan reputasi sekolah dalam membangun jaringan sosial yang baik bagi anak mereka (Weinstein, 2. Faktor-faktor seperti fasilitas sekolah yang memadai . edung, perpustakaan, laboratoriu. , kurikulum yang relevan, disiplin sekolah yang baik, dan hubungan yang baik antara guru dan siswa dapat dianggap sebagai "faktor kebersihan. " Ketidakadaan faktor-faktor ini dapat menyebabkan ketidakpuasan dan menjadi alasan untuk tidak memilih sekolah tersebut (Anderman, 2020. Koob, 1989. Lundberg, 2009. Ntoumanis, 2009. Schunk. Wilson, 2. Orang tua dan siswa akan termotivasi untuk memilih sekolah yang mereka yakini dapat memberikan pendidikan berkualitas dan membantu siswa mengembangkan kompetensi akademik dan non-akademik yang dibutuhkan untuk masa depan. Informasi tentang kualitas pengajaran, fasilitas pendukung pembelajaran, dan hasil belajar siswa sebelumnya juga dapat mepengaruhi persepsi kompetensi sekolah (Chemolli, 2014. Kusurkar, 2012. Standage, 2. Dalam konteks Hasanka Boarding School, orang tua dengan latar belakang ekonomi menengah kemungkinan besar memilih sekolah ini karena mereka ingin memenuhi kebutuhan anak-anak mereka di tingkat yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan untuk menghargai diri dan aktualisasi diri. Hal ini mencakup kebutuhan untuk pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga yang mengembangkan karakter dan moral berdasarkan ajaran agama Islam. Teori Pilihan Konsumen Teori pilihan konsumen yang dikemukakan oleh Kelvin Lancaster menekankan bahwa keputusan konsumsi dipengaruhi oleh karakteristik atau atribut dari produk atau jasa yang dipilih (Lancaster, 1. Orang tua akan mempertimbangkan apakah manfaat . yang diharapkan dari sekolah terbaik sepadan dengan pengorbanan finansial yang harus mereka keluarkan (T. Chiang, 2020. Hofacker & Fina, 2024. AuThe Theory of The Consumer,Ay 1995. AuUtility and Social Competition,Ay 2. Pilihan konsumen sangat dipengaruhi oleh informasi yang tersedia. Dalam memilih sekolah, siswa dan orang tua akan mencari informasi tentang kualitas akademik, fasilitas, biaya, lokasi dan aksesibilitas, lingkungan sosial dan keamanan, reputasi alumni Ini terkait dengan motivasi untuk mencapai tujuan jangka panjang . nstrumentalitas dalam Teori Harapan (B, 2024. AuConsumer Culture and Children,Ay 2017. Forrest, 2019. McGregor. Pravin, 2024. Zulfikar, 2. Teori pilihan konsumen bertujuan untuk memaksimalkan utilitas, yaitu kepuasan atau manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Dalam konteks sekolah, utilitas yang dicari bisa berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan, peluang karir yang lebih baik, pengembangan diri dan sosial, status dan prestise yaitu memenuhi motivasi untuk mendapatkan pengakuan dan rasa hormat . (Choudhury, 1999. Earl & Kemp, 1998. Gilboa & Schmeidler, 1997. McNeill et al. , 2013. Shone, 1975. AuUtility and Social Competition,Ay 2. Mereka akan berusaha memaksimalkan utilitas dengan anggaran yang tersedia. Dalam hal ini, orang tua memilih Hasanka Boarding School karena lembaga ini menawarkan berbagai atribut yang dianggap penting, seperti kualitas pendidikan Islam yang mendalam, fasilitas yang memadai, serta lingkungan yang mendukung perkembangan moral dan spiritual anak. Lancaster berpendapat bahwa konsumen . alam hal ini orang tu. tidak hanya mempertimbangkan harga atau biaya, tetapi juga manfaat dan nilai yang diberikan oleh lembaga pendidikan Teori Pendidikan Islam Pendidikan Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, serta pemikiran para cendekiawan Muslim sepanjang sejarah. Tujuan utama pendidikan dalam Islam bukan hanya untuk transfer pengetahuan duniawi, tetapi juga untuk membentuk individu muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif kepada masyarakat serta mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (Danusiri, 2019. Elbanna & Muthoifin, 2024. Hoktaviandri et al. , 2024. Ismah, 2022. Jamaludin & Wijaya, 2024. Kharimah et al. , 2021. Samsudin, 2. Teori pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Amin menekankan pentingnya pendidikan yang menyeluruh, yang tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga moral dan spiritual (Amin, 2021. Gent et al. , 2021. Hassan, 2002. Rothgangel, 2. (Islamic et al. , 2. Motivasi utama dalam memilih sekolah terbaik menurut perspektif Islam akan selaras dengan tujuan pendidikan Islam itu sendiri (Panjwani, 2004. Sanusi & Mirza, 2. Sekolah yang dianggap "terbaik" adalah sekolah yang memiliki fokus kuat pada pembinaan karakter dan akhlak Islami siswa. Ini termasuk penanaman nilainilai kejujuran, amanah, kasih sayang, toleransi, dan adab yang sesuai dengan ajaran Islam. Orang tua muslim akan termotivasi untuk memilih sekolah yang dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang berakhlak karimah (Aini et al. , 2019. Hidayat & Hidayat, 2024. Nasution, 2022. Rothgangel, 2021. Sulistiono et al. , 2022. Syamsi & Zamroni, 2. Pendidikan Islam berfokus pada pembentukan karakter dan akhlak, yang sejalan dengan tujuan orang tua yang ingin anak-anak mereka menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga taat beragama (Arjmand, 2. Dalam teori pendidikan Islam, guru memiliki peran sentral sebagai mu'allim . , murabbi . endidik karakte. , dan muaddib . embentuk ada. Motivasi memilih sekolah terbaik akan sangat dipengaruhi oleh reputasi guru-guru di sekolah tersebut dalam hal keilmuan, akhlak, dan kemampuan mendidik. Lingkungan sekolah yang Islami, kondusif untuk Ahmad Saefulloh. Syamsul Arifin. Ishomuddin. Syafrul Nalus. Zakia Zuzanti. Halimatus Sa'diah dan Fitrianur Widya Ningrum. Motivasi Orang Tua Dalam Memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya: Studi Kasus Lembaga Pendidikan Islam Untuk Muslim Ekonomi Menengah belajar, dan aman juga menjadi faktor motivasi yang kuat. (Armijo, 2018. Azra, 2018. Hamid, 2. Sekolah terbaik dalam perspektif Islam idealnya memiliki kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara harmonis. Motivasi untuk memilih sekolah dengan kurikulum seperti ini didasari oleh keinginan untuk memberikan pendidikan yang holistik kepada anak-anak . et al. , 2020. Afwadzi et al. , 2023. Bakar, 2013. Fahriana, 2017. Febriyenti & Jamilus, 2023. Hakiem et al. , 2023. Hashim, 2014. Huda, 2024. Saihu, 2020. Thayyibi & Ratnasari, 2022. Usman et al. , 2. Hasanka Boarding School, sebagai lembaga pendidikan Islam, menyediakan pendidikan yang mengintegrasikan ajaran agama Islam dengan ilmu pengetahuan duniawi. Teori ini mendukung pandangan bahwa orang tua memilih Hasanka Boarding School karena mereka menginginkan pendidikan yang dapat membentuk karakter anak-anak mereka sesuai dengan nilai-nilai agama Islam yang kuat. Teori Pendidikan Berbasis Komunitas Teori pendidikan berbasis komunitas menekankan pentingnya partisipasi komunitas dalam perencanaan dan pelaksanaan pendidikan (AuCommunity-Based Science Education: Menominee Focus,Ay 2014. AuEducation. Skills Training, and Cognitive-Behavioural Approaches,Ay 2006. Farnsworth et al. , 2012. Hallman, 2018. Waghid & Davids, 2. Pendidikan berbasis komunitas berfokus pada pengelolaan pendidikan yang melibatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan (Cognitive Education and the School Community,Ay 2002. Muller, 2025. Rahmawati et al. , 2025. Senekal, 2. Motivasi untuk memilih sekolah terbaik dapat tumbuh jika orang tua dan anggota komunitas merasa memiliki suara dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan dan program sekolah. Pengawasan dan evaluasi kinerja sekolah (Nasrudin et al. , 2021. AuPower and Program Planning in a CommunityBased Context,Ay 2. Sekolah berbasis komunitas idealnya bertanggung jawab kepada masyarakat yang dilayaninya. Motivasi memilih sekolah terbaik dalam perspektif teori pendidikan berbasis komunitas didasarkan pada keyakinan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang terhubung erat dengan kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Orang tua dan anggota komunitas termotivasi untuk memilih sekolah yang memberdayakan siswa untuk menjadi anggota masyarakat yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi pada kemajuan komunitas mereka. "terbaik" dalam konteks ini berarti sekolah yang mampu menjalin kemitraan yang kuat dengan komunitas, memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, dan menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang konteks sosial dan budaya mereka ( Shahraki et al. , 2022. Weil, 2. Dalam konteks Hasanka Boarding School, teori ini relevan karena pesantren sering kali beroperasi dengan prinsip otonomi, yang memungkinkan mereka untuk mengadaptasi kurikulum dan pengajaran sesuai dengan kebutuhan komunitas mereka. Orang tua yang berasal dari kelas ekonomi menengah cenderung memilih lembaga pendidikan yang memiliki hubungan erat dengan komunitas, yang mendukung perkembangan sosial dan moral anak-anak mereka. Teori Moderasi Beragama Teori moderasi beragama yang dikemukakan oleh Yusuf et al. menjelaskan bahwa nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, anti-radikalisasi, dan penghormatan terhadap keragaman budaya, merupakan elemen penting dalam pendidikan Islam (Awaliyah & Atiqah, 2023. Darmawan & Nugroho, 2025. Faozan, 2020. Khairiyah & Bukhari. Kosasih, 2019. Pahmuddin & Fitriono, 2025. Rofik & Misbah, 2021. SETIAWATI, 2023. Sugianto & Hidayat, 2. Hasanka Boarding School memainkan peran penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Moderasi Beragama ini kepada para santri, sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan agama yang kuat tetapi juga diajarkan untuk menghargai perbedaan dan menjalani kehidupan yang lebih damai dan toleran. Orang tua yang memilih Hasanka Boarding School untuk anak-anak mereka, terutama dari kalangan ekonomi menengah, mungkin dipengaruhi oleh keinginan untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki pemahaman yang moderat terhadap agama (Batubara & Yuliyana, 2025. Estuningtiyas, 2024. Jakiyudin, 2023. Khotimah, 2020. Rohmadi & Yupi, 2023. Susanti, 2022. Wahyudin et al. , 2. Kajian teori ini menggambarkan berbagai aspek yang mempengaruhi motivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School sebagai lembaga pendidikan untuk anak-anak mereka. Dengan menggunakan teori motivasi, teori pilihan konsumen, pendidikan Islam, pendidikan berbasis komunitas, dan Moderasi Beragama, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Teori-teori ini memberikan dasar konseptual yang kuat untuk menganalisis keputusan orang tua yang berasal dari kelas ekonomi menengah dalam memilih pesantren sebagai pilihan pendidikan anak-anak mereka. Dalam hal ini, literatur yang relevan berfokus pada peran Islamic Boarding School . ekolah pondok pesantren modre. di Indonesia, dengan perhatian khusus pada peran mereka dalam pendidikan dan sosial. Penelitian tentang Islamic Boarding School, khususnya dalam konteks kelas ekonomi menengah, menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga ini berfungsi sebagai pusat pendidikan dan agen transformasi sosial. Beberapa studi membahas nilai pendidikan Islam, praktik budaya di pesantren, dan bagaimana lembaga-lembaga ini mengintegrasikan ajaran Islam dengan pendidikan modern. Dalam penelitian Latif & Hafid . tentang sikap multikultural di pesantren di Sulawesi Selatan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesantren mendorong sikap multikultural, menekankan rasa hormat, toleransi, dan penerimaan terhadap keragaman, yang merupakan dasar bagi orang tua dalam memilih pesantren seperti Hasanka Boarding School bagi anak-anak mereka yang mencari pendidikan yang komprehensif. Kemudian pada riset Purnomo . tentang perilaku organisasi di Boarding School meneliti komitmen organisasi dalam pesantren modern Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 22 Ae 36 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 menunjukkan bagaimana kepemimpinan keagamaan, budaya, dan nilai-nilai spiritual mempengaruhi kesuksesan lembagalembaga ini, yang sangat relevan bagi orang tua dari kelas ekonomi menengah yang mencari dasar moral dan etika dalam Selanjutnya Lutfauziah et al. , . meneliti model pengembangan pendidikan yang disesuaikan dengan pesantren menyoroti bagaimana lembaga-lembaga ini menyesuaikan kurikulumnya untuk mengintegrasikan praktik berkelanjutan dan masalah lingkungan. Penyesuaian ini untuk memenuhi kebutuhan sosial dan lingkungan adalah contoh bagaimana pesantren berkembang untuk memenuhi tuntutan pendidikan modern. Pada riset Zulkarnain & Zubaedi . tentang strategi manajemen dan organisasi dalam pendidikan berbasis komunitas di pesantren modern menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga ini beroperasi dengan otonomi sambil mengikutsertakan partisipasi komunitas, yang bisa menarik bagi orang tua dari kelas menengah yang mencari lingkungan pendidikan yang menggabungkan ajaran Islam dengan rasa kebersamaan. Studi relevan di atas bersama-sama menunjukkan bahwa Islamic Boarding School dipandang sebagai tempat di mana ketangguhan akademik dan pendidikan moral dapat hidup berdampingan, yang merupakan elemen penting dalam memahami mengapa orang tua dari kelas ekonomi menengah memilih lembaga pendidikan ini untuk anak-anak mereka. Novelty Novelty dalam konteks ini fokus pada alasan orang tua Muslim ekonomi menengah yang kurang terwakili dalam penelitian yang ada. Penelitian ini mengeksplorasi motivasi unik mereka dalam memilih pesantren melalui teori pemilihan lembaga pendiidkan Islam berdasarkan 7 aspek penting di antaranya aspek keagamaan . Kualitas pendidik yang profesional, lingkungan sekolah yang aman secara moral dan spiritual. Kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum, fasilitas dengan kemajuan fisik bangunan dan teknologi. Reputasi kepercayaan masyaratakat terhadap lulusan yang sukses secara akademik dan religius, serta harapan masa depan anak yang memilii fondasi nilai ukhrawi sebagai bekal kehidupan jangka panjang. Penelitian ini menyoroti bagaimana Hasanka Boarding School mengintegrasikan kebijaksanaan lokal dengan praktik pendidikan modern, yang memenuhi kebutuhan orang tua Muslim kelas menengah yang menghargai keberhasilan akademik sekaligus relevansi budaya. Kombinasi ini sangat penting dalam lanskap pendidikan yang semakin global dan Kontribusi saintifik artikel ini terhadap kemajuan ilmu pengetahuan sosial adalah transformasi kurikulum lembaga pendidikan Islam berdasarkan umpan balik yang dihasilkan dari jawaban orang tua. METODOLOGI Penulis membuat alur bagan metodologi penelitian sebagai berikut : Gambar 1. Alur metodologi penelitian Berdasarkan diagram alur tersebut dapat dipahami bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi . ixed metho. dengan jenis penelitian studi kasus pada satu tempat sebagai objek penelitian. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai motivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya sebagai lembaga pendidikan Islam bagi anak mereka. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi dan Quesioner yang diberikan kepada 55 responden yaitu orang tua siswa SMP. Teknik pengumpulan data pertama yang digunakan adalah kuesioner tertutup (Sugiyono, 2. Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data kuantitatif yang kemudian dipresentasikan berdasarkan jumlah priorotas untuk di analisis secara kualitatif berjumlah 35 butir pernyataan, dan 5 quesioner pertanyaan terbuka. Kuesioner ini terdiri dari Ahmad Saefulloh. Syamsul Arifin. Ishomuddin. Syafrul Nalus. Zakia Zuzanti. Halimatus Sa'diah dan Fitrianur Widya Ningrum. Motivasi Orang Tua Dalam Memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya: Studi Kasus Lembaga Pendidikan Islam Untuk Muslim Ekonomi Menengah pertanyaan dengan skala Likert yang mengukur tingkat kesepakatan orang tua terhadap berbagai faktor yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih sekolah. Data yang terkumpul dari kuesioner tertutup ini kemudian dihitung untuk menganalisis hasil dalam bentuk persentase, frekuensi, dan urutan prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Hasanka Boarding School. Selain kuesioner tertutup, penelitian ini juga mengumpulkan data kualitatif melalui kuesioner terbuka. Kuesioner terbuka memberikan kesempatan bagi responden untuk memberikan jawaban yang lebih mendalam dan bebas terkait alasan mereka memilih Hasanka Boarding School. Data ini akan memperkaya hasil dari data kuantitatif dengan memberikan wawasan yang lebih subjektif dan rinci mengenai faktor-faktor pemilihan lembaga pendidikan Islam menurut konsep Abudinata. Setelah data dari kuesioner terbuka terkumpul, data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan melakukan analisis terkait presentasi dan alasan orang tua terkait nilai agama, kualitas pengajaran, lingkungan yang aman, serta fasilitas yang mendukung perkembangan anak yang dikaitkan dengan teori motivasi, teori pilihan konsumen, teori pendidikan berbasis komunitas muslim kelas menengah, teori pendidikan Islam dan teori moderasi beragama. Teknik verifivikasi temuan di ukur melalui 7 aspek penting berdasarkan teori yang digunakan. Temuan ini nantinya menjadi daya analisis penulis terhadap korelasi antar teori lembaga pendidikan Islam yang penulis gunakan. Hasil dari pengolahan data kuantitatif dan kualitatif kemudian disajikan dalam bentuk hasil penelitian yang menunjukkan urutan faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan Hasanka Boarding School oleh orang tua. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan memberchek terhadap wali murid dan guru. Di samping itu, jawaban dari kuesioner terbuka penulis melihat apakah nantinya menguatkan atau kontradiksi terhadap kuesioner Sehingga kesimpulan akhir akan menjawab fokus permasalahan pada artikel ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Keputusan orang tua memilih sekolah Islam dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional. Berdasarkan kajian teori yang penulis kemukakan di atas, penulis menggunakan konsep Abuddin Nata sebagai indikator instrumen yang dikembangkan. Indikator tersebut merupakan tolok ukur yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua memilih sekolah berbasis Islam berdasarkan 7 kategori aspek, yaitu aspek keagamaan (Religiusita. , aspek kualitas pendidikan dan guru, aspek lingkungan dan budaya sekolah, aspek kurikulum terpadu . gama dan umu. , aspek fasilitas dan sarana prasarana, aspek reputasi sekolah, serta aspek peran sosial dan harapan masa depan. Berdasarkan hasil angket yang penulis sebarkan terhadap 55 orang tua siswa SMP Hasanka Boarding School dalam kategori kelas menengah ke atas, penulis memperoleh data sebagai berikut: Kategori Aspek Rata-rata Total Rata-rata per Soal Presentase (%) Aspek Keagamaan (Religiusita. Kualitas Pendidikan dan Guru Lingkungan dan Budaya Sekolah Kurikulum Terpadu (Agama dan Umu. Fasilitas dan Sarana Prasarana Reputasi Sekolah Peran Sosial dan Harapan Masa Depan Berdasarkan hasil analisis data di atas, ditemukan bahwa motivasi orang tua dalam memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya sebagai lembaga pendidikan Islam bagi anak-anaknya dipengaruhi oleh berbagai faktor dengan tingkat dominasi yang bervariasi. Faktor yang paling dominan adalah aspek keagamaan (Religiusita. dengan rata-rata skor 95,3% yang menunjukkan bahwa mayoritas orang tua sangat memperhatikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama dalam pendidikan anak mereka. Keinginan agar anak memiliki pondasi agama yang kuat, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter Islami menjadi pendorong utama dalam pengambilan keputusan ini. Selanjutnya, kualitas pendidikan dan guru menempati urutan kedua dengan persentase 91,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi guru yang profesional, berakhlak, serta menjadi teladan bagi peserta didik menjadi pertimbangan signifikan bagi orang tua. Disusul oleh peran sosial dan harapan masa depan dengan skor 90,0%, yang Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 22 Ae 36 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 memperlihatkan bahwa orang tua juga berharap pendidikan Islam mampu membekali anak-anak untuk menjadi individu unggul, berkarakter Islami, serta mampu bersaing secara akademik tanpa kehilangan jati dirinya. Kemudian, lingkungan dan budaya sekolah memperoleh rata-rata 89,2%. Ini menunjukkan bahwa orang tua menilai pentingnya lingkungan sekolah yang kondusif, aman, serta memiliki budaya yang mendukung nilai-nilai Islam. Sementara itu, fasilitas dan sarana prasarana mendapatkan skor 89,1%, menandakan bahwa keberadaan fasilitas yang memadai dan mendukung proses pendidikan juga menjadi perhatian, walaupun tidak sekuat aspek sebelumnya. Reputasi sekolah berada pada angka 89,0%, menunjukkan bahwa citra dan kepercayaan terhadap sekolah tetap menjadi pertimbangan, walaupun bukan yang utama. Terakhir, kurikulum terpadu . gama dan umu. menempati posisi terendah dengan 88,8%, walaupun demikian tetap menunjukkan bahwa integrasi kurikulum agama dan umum dinilai penting sebagai bekal dunia dan akhirat bagi anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa faktor keagamaan menjadi prioritas utama dalam motivasi orang tua memilih sekolah Islam, namun tetap dipertimbangkan secara holistik dengan memperhatikan kualitas pendidikan, peran sosial anak di masa depan, serta lingkungan dan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran yang Islami dan modern. Analisis Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis melalui kategori-kategori faktor motivasi orang tua memilih Hasanka Boarding School, ditemukan bahwa aspek keagamaan (Religiusita. menempati posisi tertinggi . ,3%), diikuti oleh kualitas pendidikan dan guru . ,6%). Peran sosial dan harapan masa depan . ,0%), serta faktor-faktor lain seperti lingkungan dan budaya sekolah. Fasilitas dan sarana prasarana. Reputasi sekolah, dan kurikulum terpadu yang berada di posisi lebih rendah. Temuan ini memberikan gambaran yang kuat bahwa keputusan orang tua didominasi oleh kebutuhan untuk memastikan pendidikan yang mampu mengintegrasikan dimensi keagamaan dan kualitas pendidikan yang tinggi, sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak mereka baik dari sisi akademik maupun sosial. Dalam perspektif teori motivasi Maslow, kebutuhan orang tua yang mendominasi terletak pada tingkat esteem . dan self-actualization . ktualisasi dir. Orang tua menempatkan aspek keagamaan dan kualitas pendidikan sebagai kebutuhan aktualisasi diri untuk anak-anak mereka, yaitu pendidikan yang membentuk karakter religius, berakhlak mulia, dan berkualitas secara akademik. Hal ini memperkuat temuan bahwa aspek religiusitas . ,3%) menjadi faktor dominan, menunjukkan bahwa orang tua ingin anak-anak mereka tidak hanya sukses secara duniawi, tetapi juga secara spiritual, sesuai dengan teori Maslow bahwa kebutuhan aktualisasi diri menjadi pendorong pilihan layanan pendidikan yang memiliki nilai lebih tinggi. Selanjutnya, teori pilihan konsumen Lancaster menegaskan bahwa orang tua memutuskan memilih Hasanka Boarding School karena persepsi nilai atau manfaat yang ditawarkan, yang tidak hanya dalam bentuk fasilitas fisik, tetapi juga dalam bentuk atribut intangible, seperti reputasi pendidikan Islam yang kuat, lingkungan moral yang kondusif, serta integrasi pendidikan agama dan umum. Ini sejalan dengan data temuan bahwa Kualitas Pendidikan dan Guru . ,6%) serta Fasilitas . ,1%) dan Reputasi Sekolah . ,0%) turut mempengaruhi, meskipun berada di bawah aspek keagamaan. Orang tua dalam konteks ini tidak semata-mata melihat aspek biaya, tetapi pada nilai jangka panjang yang diberikan sekolah terhadap masa depan anak mereka, baik secara spiritual, akademik, maupun sosial. Dari sudut Teori Pendidikan Islam, temuan bahwa Kurikulum Terpadu . ,8%) menjadi kategori terendah menegaskan bahwa orang tua cenderung lebih memprioritaskan pembentukan karakter, moral, dan kepribadian Islami dibandingkan hanya aspek integrasi kurikulum agama dan umum semata. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pemikiran orang tua, identitas religius dan akhlak anak menjadi kebutuhan utama, sejalan dengan konsep Imam Al-Ghazali yang menekankan pendidikan Islam sebagai pembentukan manusia seutuhnya . , bukan hanya dari aspek kognitif semata. Lebih jauh, teori pendidikan berbasis komunitas juga relevan dalam temuan ini, terutama terkait peran sosial dan harapan masa depan . ,0%) yang menduduki urutan ketiga tertinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa orang tua memandang Hasanka Boarding School sebagai institusi yang terintegrasi dengan komunitas Muslim di Palangka Raya, serta memiliki kontribusi dalam menyiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang produktif, bertanggung jawab, dan mampu menjawab tantangan sosial di masa depan. Ini menunjukkan adanya kepercayaan orang tua terhadap peran sosial pesantren modern dalam membentuk pribadi yang Islami sekaligus relevan dengan kebutuhan komunitas lokal. Terakhir, teori moderasi beragama menjadi fondasi yang memperkuat alasan pilihan orang tua terhadap Hasanka Boarding School. Temuan yang menempatkan lingkungan dan budaya sekolah . ,2%) pada posisi keempat menunjukkan bahwa orang tua menginginkan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pengajaran agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan menghargai perbedaan, sesuai dengan semangat Islam rahmatan lil alamin. Sekolah dianggap mampu mengajarkan ajaran agama secara wasathiyah . , anti-radikalisme, dan menghargai keragaman, yang menjadi kebutuhan penting orang tua dari kalangan menengah yang ingin anak-anaknya menjadi muslim yang cerdas, terbuka, dan toleran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan dan kajian teori, dapat disimpulkan bahwa keputusan orang tua memilih Hasanka Boarding School didasarkan pada motivasi yang kompleks, multidimensional, dan holistik, di mana dimensi keagamaan menjadi penggerak utama, yang kemudian diikuti oleh faktor akademik, sosial, fasilitas, hingga reputasi sekolah. Keseluruhan Ahmad Saefulloh. Syamsul Arifin. Ishomuddin. Syafrul Nalus. Zakia Zuzanti. Halimatus Sa'diah dan Fitrianur Widya Ningrum. Motivasi Orang Tua Dalam Memilih Hasanka Boarding School Palangka Raya: Studi Kasus Lembaga Pendidikan Islam Untuk Muslim Ekonomi Menengah temuan ini menunjukkan bahwa orang tua dari kalangan menengah tidak hanya mengejar prestasi akademik anak semata, tetapi lebih pada pembentukan pribadi muslim yang seimbang secara intelektual, spiritual, sosial, dan kultural, yang didukung oleh lingkungan sekolah yang moderat dan berbasis komunitas. REFERENSI