Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 13 Ae 20 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Siti Umayah Savitri. Nuansa Bayu Segara. Jun Surjanti. Muhammad Ilyas Marzuqi. Universitas Negeri Surabaya Abstrak Sebagai agen penerus bangsa, sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk mempunyai pemahaman yang baik, tidak terkecuali mengenai keuangan. Realita yang tidak bisa dikesampingkan bagi mahasiswa yaitu perubahan pengelolaan keuangan yang awalnya terbiasa diatur oleh orang tua menjadi mandiri ketika mereka diharuskan berkuliah jauh di kota lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profil literasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, serta sosialisasi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dan diperoleh sebanyak 270 responden. Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya 82,7% . , pengetahuan keuangan 74,9% . , sikap keuangan 86% . , perilaku keuangan 79% . dan sosialisasi keuangan 65,7% . Maka, perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan keterampilan keuangan mahasiswa dalam program literasi keuangan lainnya. Kata Kunci: Literasi keuangan, pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, sosialisasi keuangan, mahasiswa. Universitas Negeri Surabaya Abstract As the successor agent of the nation, it has become a must for students to have a good understanding, including finance matters. The reality that cannot be ruled out for students is the change in financial management that was initially used to being regulated by their parents to become independent when they are required to study far away in another city. This study aims to determine the level of literacy profile of students of the State University of Surabaya consisting of financial knowledge, financial attitudes, financial behavior, and financial This study uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study is students of the Surabaya State University. The sampling technique in this study used the convenience sampling technique and was obtained by 270 respondents. Research instruments and data collection techniques used questionnaires that were distributed online. The results of this study were obtained from the average level of financial literacy of students of the Surabaya State University 82. 7% . , financial knowledge 74. , financial attitude 86% . , financial behavior 79% . and financial socialization 65. 7% . Therefore, there needs to be efforts to improve students' financial skills in other financial literacy programs. Keyword: Financial literacy, financial knowledge, financial attitudes, financial behaviour, financial socialization, student. Surabaya State University How to Cite: Savitri. Segara. Surjanti. Jun. Marzuqi. I . Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 (No . : halaman 13-20 PENDAHULUAN Di era sekarang, sudah menjadi sebuah keharusan bagi individu agar mampu mengelola keuangannya dengan bijak. Karena dengan mengelola keuangannya, individu mampu memberikan keputusan untuk mengalokasikan keuangan yang dimilikinya. Salah satu alasan pembuatan keputusan didasari oleh pengetahuan keuangan atau literasi keuangan. Literasi keuangan berhubungan erat dengan kesejahteraan individu (Yushita, 2. Menurut (Hidajat, 2. apabila Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 literasi keuangan rendah, maka akan menjadi suatu persoalan serius karena dapat memberi dampak negatif terhadap pengelolaan keuangan. Melihat dari laporan dari yang diunggah oleh (OJK, 2. , pada tahun 2019 OJK melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau disingkat dengan SNLIK, memperoleh hasil yaitu tingkat literasi keuangan masyarakat berada pada 38,03%. Kemudian tingkat inklusi keuangan sebesar 76,19%. Namun, pada tahun 2022 OJK melakukan SNLIK dan memperoleh hasil tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada pada 49,68% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 85,10%. Dari kedua survei tersebut dapat dinyatakan bahwa kesenjangan antara tingkat literasi dan tingkat inklusi keuangan semakin turun. Meskipun tingkat tersebut mengalami peningkatan sejak tahun 2013, namun tingkat literasi keuangan nasional masih tergolong rendah dan masih terdapat masyarakat yang belum memahami tentang penyedia jasa keuangan, produk, fitur, keunggulan dan risikonya, sehingga akan menghambat perkembangan ekonomi. Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak negatif, seperti kesulitan dalam mengakses layanan keuangan yang sesuai dan potensi terjadinya penyalahgunaan keuangan. Literasi keuangan memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kecakapan di abad 21. Dimana pada abad 21 ini, teknologi dan informasi finansial berkembang dengan cepat, kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang krusial (Srigustini & Aisyah. Sehingga Literasi keuangan menjadi salah satu keahlian hidup abad ke-21 yang setidaknya dapat dipahami oleh mahasiswa untuk meningkatkan kualitas hidup dan standar hidup. Sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk memahami pengetahuan tentang literasi keuangan, sehingga menjadikan keterampilan hidup yang seharusnya dipahami oleh setiap individu agar dapat hidup dalam jangka waktu yang lama (Sugiharti & Maula, 2. Dalam era modern yang kompleks, di mana pada kehidupan sehari-hari, keputusan keuangan mempunyai pengaruh yang penting, literasi keuangan menjadi semakin vital. Selain itu, menurut (Bawa, 2. literasi keuangan memungkinkan individu memahami beragam produk keuangan yang dapat diakses, sehingga individu bisa memilih pilihan yang tepat terhadap keperluan dan tujuan finansial mereka. Maka dari itu, literasi keuangan tidak hanya meningkatkan stabilitas keuangan individu, tetapi juga memberikan kepercayaan diri dan kontrol atas keputusan finansial individu, sehingga mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebagai agen penerus bangsa, sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk mempunyai pemahaman yang baik, tidak terkecuali mengenai keuangan. Diberikan peluang agar dapat lanjut menempuh ke jenjang pendidikan tinggi merupakan suatu keberuntungan yang dimiliki mahasiswa agar dapat memperluas ilmu dan wawasan termasuk pada bidang keuangan. Realita yang tidak bisa dikesampingkan bagi mahasiswa yaitu perubahan pengelolaan keuangan yang awalnya terbiasa diatur oleh orang tua menjadi mandiri ketika mereka diharuskan berkuliah jauh di kota lain. Hal tersebut membuat munculnya berbagai masalah terkait keuangan seperti minimnya pengelolaan keuangan pribadi karena disebabkan oleh perilaku konsumtif mereka yang tidak dibarengi dengan pengetahuan akan literasi keuangan (Pulungan & Febriaty, 2. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap beberapa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya mengenai literasi keuangan, mahasiswa masih belum mampu mengelola keuangan pribadi. Fenomena yang sering ditemui di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, khususnya mahasiswa yang memenuhi kebutuhan bulanannya sendiri, cenderung masih terdapat banyak mahasiswa yang melakukan beberapa aktivitas ekonomi yang dinilai tidak proporsional dan bersifat Kecenderungan tersebut dilihat dari tidak diprioritaskannya kegiatan ekonomi mahasiswa, seperti pengeluaran tidak terkontrol, tidak terprogramnya pola konsumsi, pertimbangan Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 konsumsi dan kebutuhan yang lainnya. Masih banyak juga ditemui mahasiswa yang mengurangi alokasi dana untuk kebutuhan pokoknya demi memenuhi keinginannya. Observasi kedua mendapatkan bahwa kondisi dari lingkungan pertemanan juga ikut mempengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa karena banyaknya tempat hiburan dan wisata kuliner yang menggiurkan di Kota Surabaya dan sekitarnya. Selain itu, rasa sungkan ikut mendominasi dalam pertemanan sehingga memberikan rasa ketidakrasionalan dalam pola konsumsi dan akibatnya berdampak pada kondisi pengelolaan keuangan pribadi (Sarju & Sobandi, 2. Misalnya, dorongan dari lingkungan pertemanan untuk ikut serta dalam aktivitas pergaulan yang membutuhkan pengeluaran besar seperti makan di tempat mahal atau liburan yang mengeluarkan banyak dana mampu membebani keuangan mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Fernandita, 2023. Marganingsih & Pelipa, 2022. Novita, 2. menunjukkan hasil jika literasi keuangan dan manajemen keuangan mahasiswa masih berada pada tingkat sedang ke rendah. Padahal mahasiswa sebagai generasi muda sudah seharusnya memiliki wawasan dan pengetahuan di bidang personal finance untuk bekal mengatur keuangan di masa mendatang. Alasan tersebut menunjukkan urgensi literasi keuangan untuk membantu mahasiswa memahami nilai-nilai pengeluaran yang sehat, mengelola tekanan dari lingkungan sosial dan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Literasi keuangan menjadi sarana edukasi mahasiswa untuk dapat mengelola dan memanfaatkan keuangan secara bijak untuk mempersiapkan tabungan di masa depan. Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur tingkat profil literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, dan sosialisasi keuangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode survei merupakan suatu tenik penelitian yang menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan informasi dari sejumlah responden yang menjadi bagian dari sampel (Kriyantono, 2. Penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling untuk memudahkan peneliti dalam mendapatkan responden dengan jumlah total sebanyak 270 responden. Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berbantuan google form yang disebarkan secara daring. Dalam penelitian ini, analisis statistik dilakukan dengan menganalisis hasil jawaban dari kuesioner yang sudah disebar secara daring kepada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah responden mencapai 270 responden. Melalui hasil analisis tersebut, untuk menghitung tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, melalui rumus berikut: x 100% Keterangan: = Skor rata-rata = jumlah skor penilaian yang diperoleh n= skor maksimum Dari rumus diatas disusun kedalam tiga kategori tingkatan sebagai berikut: Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 Tabel 1 Tingkat Literasi Keuangan Tingkat Literasi Keuangan Keterangan >80% Tinggi >61-79% Sedang <60% Rendah (Chen dan Volpe 1998, dalam (Litamahuputty, 2. ) HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan skor rata-rata hasil survei mengenai profil literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya sebanyak 270 responden, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori Laki-Laki 85,5% Tinggi Perempuan Tinggi Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan jenis kelamin, pada kelompok laki-laki yang menjadi bagian responden dalam penelitian ini diperoleh sebesar 85,5% yang menandakan jika responden memiliki literasi keuangan yang tinggi. Dan pada kelompok perempuan diperoleh sebesar 82% yang menandakan jika responden memiliki literasi keuangan yang tinggi juga. Tabel 3 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori 17-19 Tahun Tinggi 20-22 Tahun 83,8% Tinggi 23-25 Tahun 82,9% Tinggi >25 Tahun Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan usia, dapat dilihat bahwa keseluruhan kelompok usia mulai dari 17-25 tahun diperoleh tingkat capaian responden yang termasuk dalam kategori tinggi. Sementara itu pada usia >25 tahun tidak ditemukan responden yang mengisi kuesioner penelitia ini. Tabel 4 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Fakultas Fakultas Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori FBS 84,4% Tinggi FIP 77,3% Sedang FIKK 76,6% Sedang FPSI 85,1% Tinggi FMIPA 85,4% Tinggi FISIPOL 82,5% Tinggi 84,8% Tinggi FEB 78,7% Sedang 85,9% Tinggi VOKASI 81,7% Tinggi 85,7% Tinggi Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan fakultas, dapat dilihat bahwa Fakultas Hukum (FH) menjadi fakultas yang memiliki tingkat literasi keuangan paling tinggi daripada fakultas lain dengan persentase sebesar 85,9% dengan kategori tinggi. Sedangkan tingkat literasi keuangan terkecil didapati pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) dengan tingkat capaian responden sebesar 76,6% yang masuk kedalam kategori sedang. Tabel 5 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Semester Semester Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori 75,5% Sedang 84,3% Tinggi 82,5% Tinggi 84,7% Tinggi 84,2% Tinggi Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan semester, dapat dilihat bahwa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden dalam penelitian ini memiliki tingkat literasi keuangan paling tinggi pada semester 7 dengan persentase sebesar 84,7%, kemudian diikuti oleh mahasiswa semester 3 sebesar 84,3%. Sementara itu pada mahasiswa semester 1 hanya memiliki persentase sebesar 75,5% yang berarti tingkat literasi keuangan mereka berada pada kategori sedang. Tabel 6 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Penerima Bantuan Beasiswa Perima Bantuan Beasiswa Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori Iya 84,7% Tinggi Tidak Tinggi Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan penerima bantuan beasiswa, dapat dilihat bahwa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden dalam penelitian ini sama-sama memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi baik penerima bantuan maupun tidak, dengan persentasi masing-masing sebesar 84,7% bagi penerima bantuan beasiswa dan 82% bagi yang tidak menerima bantuan Tabel 7 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Status Tempat Tinggal Perkuliahan Tempat Tinggal Perkuliahan Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori Rumah Orang Tua 83,3% Tinggi Ikut Saudara/Kerabat 87,5% Tinggi Kos/Kontrak 81,5% Tinggi Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan status tempat tinggal di perkuliahan, dapat dilihat bahwa responden yang tinggal bersama orang tua memiliki persentase sebesar 83,3% yang berarti berada pada kategori tinggi. Mahasiswa yang tinggal dengan saudara/kerabat memiliki persentase sebesar 87,5% masuk kedalam kategori tinggi dan menjadi paling tinggi dibandingkan responden yang tinggal bersama orang tua atau kos/kontrak. Sedangkan responden yang tinggal secara kos/kontrak memiliki persentase sebesar 81,5% yang masuk kedalam kategori tinggi. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 Tabel 8 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Uang Saku Perbulan Uang Saku Perbulan Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori Rp250. 000,00 - Rp500. 000,00 Tinggi Rp500. 000,00 - Rp1. 000,00 82,3% Tinggi Rp1. 000,00 - Rp1. 000,00 81,4% Tinggi Rp1. 000,00 - Rp2. 000,00 86,2% Tinggi Rp2. 000,00 - Rp3. 000,00 83,6% Tinggi >Rp3. 000,00 69,5% Sedang Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan uang saku perbulan, dapat dilihat bahwa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden dalam penelitian ini sudah memiliki tingkat literasi keuangan secara keseluruhan dari berbagai uang saku perbulan yang diterima. Namun, terdapat satu bagian yang memiliki kategori tingkat literasi keuangan sedang, yaitu pada penerima uang saku perbulan sebanyak lebih dari Rp3. 000,00 dengan persentase sebesar 69,5%. Tabel 9 Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Uang Saku Perbulan Pekerjaan Orang Tua Frekuensi Tingkat Capaian Responden Kategori PNS 83,6% Tinggi Wirausaha 79,9% Sedang TNI/Polri 79,3% Sedang Karyawan Swasta 84,3% Tinggi Petani/Peternak 83,6% Tinggi Tidak Bekerja 82,5% Tinggi Lain-Lain 82,3% Tinggi Melalui hasil pengolahan data tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berdasarkan pekerjaan orang tua, dapat dilihat bahwa responden yang orang tuanya bekerja sebagai PNS memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 83,6%. Sedangkan untuk responden yang orang tuanya bekerja sebagai wirausaha dan TNI/Polri memiliki tingkat literasi keuangan yang sedang yaitu masing-masing sebesar 79,9% bagi wirausaha dan 79,3% bagi TNI/Polri. Responden yang orang tuanya bekerja sebagai karyawan swasta memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 84,3%. Kemudian responden yang orang tuanya bekerja sebagai petani/peternak memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 83,6%. Sedangkan responden yang orang tuanya tidak bekerja memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 82,5%. Dan pekerjaan lainnya memiliki tingkat literasi sebesar 82,3%. Literasi Keuangan Pengetahuan Keuangan Sikap Keuangan Perilaku Keuangan Sosialisasi Keuangan Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 Gambar 1 Profil Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan indikator yang diujikan pada literasi keuangan, diperoleh secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden pada penelitian ini sebesar 82,7% yang termasuk dalam kategori tinggi. Sebagian besar mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini telah memahami dengan baik mengenai pengelolaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan indikator yang diujikan pada pengetahuan keuangan, diperoleh secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden pada penelitian ini sebesar 74,9% yang termasuk dalam kategori sedang. Sebagian responden telah memiliki pemahaman yang cukup baik, namun, belum dapat mengoptimalkan kemampuannya terkait pengetahuan yang dimiliki. Maka dari itu, hal ini menjadi peluang untuk meningkatkan pengetahuan keuangan bagi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan indikator yang diujikan pada sikap keuangan, diperoleh secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden pada penelitian ini sebesar 86% yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan jika responden dalam penelitian ini memiliki sikap yang positif terhadap keuangan. Berdasarkan indikator yang diujikan pada perilaku keuangan, diperoleh secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden pada penelitian ini sebesar 79% yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut mengindikasi bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa yang menjadi bagian dari responden dalam penelitian ini sudah menunjukkan perilaku keuangan yang baik, seperti berhemat dan menghindari utang, namun perencanaan keuangan dan prioritas kebutuhan dibandingkan keinginan masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan indikator yang diujikan pada sosialisasi keuangan, diperoleh secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dari responden pada penelitian ini sebesar 65,7% yang termasuk dalam kategori sedang. Dari hasil tersebut, agen sosialisasi keuangan seperti keluarga, pertemanan, pendidikan, dan media memiliki peran penting dalam memberikan upaya lebih besar untuk meningkatkan partisipasi individu dalam mengedukasi mengenai keuangan. KESIMPULAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dalam penelitian ini berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 82,7%. Pada pengetahuan keuangan, diperoleh sebesar 74,9% yang masuk kedalam kategori sedang. Sikap keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa yang menjadi bagian dalam penelitian ini juga menunjukkan hasil kategori yang tinggi dengan persentase sebesar 86%. Kemudian, perilaku keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi bagian dalam penelitian ini memperoleh hasil sebesar 79% yang berarti masuk kedalam kategori sedang. Sementara itu, sosialisasi keuangan memperoleh persentase paling rendah diantara lainnya, dengan hasil sebesar 65,7% yang masuk kedalam kategori sedang. Saran Meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan melalui edukasi yang lebih meluas, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal serta memanfaatkan teknologi berupa media sosial untuk mengeksplor lebih dalam mengenai keuangan. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 13-20 Lembaga pendikan dapat menyelenggarakan program edukasi literasi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa setiap jurusan atau fakultas melalui seminar, workshop dan pelatihan dasar. Memperluas objek penelitian ke kelompok masyarakat yang lebih beragam untuk memahami tantangan dalam meningkatkan literasi keuangan. DAFTAR PUSTAKA