JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. EVALUASI AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA GEDUNG RSUD DR. HAULUSSY KOTA AMBON Randy Pratama Putra. Buyang. Felix Taihuttu. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pattimura randypratamaptr@gmail. ARTICLE HISTORY Received: August 22, 2025 Revised October 9, 2025 Accepted: October 15, 2025 Online available: October 31, 2025 Keywoards: Accessibility. People with Disabilities. Hospitals. *Correspondence: Name: Randy Pratama Putra Email:randypratamaptr@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Persons with disabilities have the same right to access facilities and infrastructure without discrimination, including public service facilities such as hospitals. This study aims to evaluate the level of accessibility compliance for persons with disabilities at RSUD Dr. Haulussy. Ambon City, based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing (Permen PUPR) No. 14/PRT/M/2017. The research employed direct observation and measurement methods to assess the feasibility of existing facilities and infrastructure related to accessibility for persons with The measurement data were compared with the standards stipulated in Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017. The compliance levels found were: doors 63. 64%, corridors 100. 50%, ramps 80. 00%, toilets 46. 66%, and washbasins the lowest compliance at 25. Based on the evaluation, the overall accessibility compliance of RSUD Dr. Haulussy was 62. according to the technical requirements set out in Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 concerning building accessibility requirements. Keywoard: Accessibility. People with Disabilities. Hospitals. PENDAHULUAN Penyandang disabilitas memiliki hak yang setara dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari berpartisipasi dalam pembangunan (Nanda & Herawati, 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 mendefinisikan penyandang disabilitas sebagai setiap orang yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama, yang dapat menghambat partisipasi penuh dan efektif di masyarakat berdasarkan kesamaan hak (Varry et al. , 2. Aksesibilitas menurut pasal yang Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. sama adalah kemudahan yang disediakan untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan tersebut. Dengan demikian, penyediaan aksesibilitas bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari pemenuhan hak asasi yang memungkinkan penyandang disabilitas hidup mandiri dan setara. (Nazifah et al. , 2. Dalam konteks pelayanan kesehatan, rumah sakit sebagai fasilitas publik memiliki kewajiban untuk menyediakan sarana yang aman, nyaman, dan mudah diakses bagi seluruh pasien, termasuk penyandang Fasilitas tersebut mencakup jalur mobilitas. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. sarana vertikal dan horizontal, penunjuk arah, hingga fasilitas evakuasi yang ramah difabel (Luthfiyah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 14/PRT/M/2017 menetapkan persyaratan teknis kemudahan bangunan gedung, yang menjadi acuan dalam memastikan terpenuhinya aksesibilitas di fasilitas publik (Liritantri et al. , 2. Namun, pada praktiknya, masih banyak rumah sakit yang belum sepenuhnya memenuhi standar TINJAUAN PUSTAKA Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa persoalan aksesibilitas bukan hanya terjadi di bidang kesehatan, tetapi juga di fasilitas publik lainnya. Dewi . misalnya, menemukan bahwa sebagian besar halte Bus Trans Jogja belum menyediakan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas, meskipun pemerintah daerah telah merencanakan Perbedaan penelitian ini dengan studi Dewi terletak pada objek yang diteliti, di mana fokus penelitian ini adalah rumah sakit, bukan sarana (Dewi, 2. Penelitian Jefri . di Universitas Brawijaya juga menyoroti pentingnya sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, khususnya bagi penyandang tunadaksa yang memerlukan alat bantu mobilitas. Universitas tersebut telah membangun fasilitas inklusif, namun pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Sebaliknya, penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat kesesuaian fasilitas dengan standar yang berlaku. Selain itu, kajian oleh Liritantri et al. di Universitas Telkom mengungkapkan bahwa kebutuhan utama penyandang disabilitas mencakup sarana hubungan horizontal dan vertikal yang memadai, pintu otomatis, dan fasilitas evakuasi darurat. Meskipun konteksnya adalah lingkungan pendidikan tinggi, temuan ini memberikan gambaran kebutuhan umum yang juga relevan bagi rumah sakit. Berdasarkan latar belakang dan tinjauan penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesesuaian fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Kota Ambon berdasarkan persyaratan teknis yang berlaku. Fokus penelitian diarahkan pada fasilitas yang secara langsung memengaruhi mobilitas dan keselamatan, sehingga hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan layanan kesehatan yang Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. METODOLOGI Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi kelayakan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di Gedung RSUD Dr. Haulussy Kota Ambon. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran langsung terhadap sarana dan prasarana yang relevan, kemudian dibandingkan dengan persyaratan teknis yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Variabel bebas penelitian adalah fasilitas terkait aksesibilitas, sedangkan variabel terikat adalah persentase tingkat kesesuaian fasilitas tersebut terhadap standar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan peralatan seperti meteran, lux meter, kamera/telepon genggam, dan alat tulis. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh dari observasi lapangan, serta data sekunder berupa dokumen regulasi Peraturan menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017. Penilaian menggunakan tabel kesesuaian yang mengacu pada standar tersebut. Setiap indikator dievaluasi menggunakan skala Guttman, di mana jawaban AuSesuaiAy diberi skor 1 dan AuTidak SesuaiAy diberi skor Hasil pengukuran kemudian dianalisis untuk menghitung persentase tingkat kesesuaian fasilitas aksesibilitas, sehingga dapat memberikan gambaran kuantitatif mengenai kondisi aktual rumah sakit dibandingkan dengan standar yang berlaku. HASIL DAN PEMBAHASAN Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Pada RSUD Dr. Haulussy Ambon Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR no. 14/PRT/M/2017 Evaluasi aksesibilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri PUPR No. 14 tahun 2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung. Regulasi tersebut, khususnya Pasal 1 ayat . , menegaskan bahwa kelengkapan prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung harus disesuaikan dengan kebutuhan seluruh kelompok usia dan kondisi keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun sensorik. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi pengguna dan pengunjung untuk beraktivitas secara aman dan nyaman di dalam Penilaian dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan pengukuran langsung di lapangan, kemudian dibandingkan dengan tabel kesesuaian berdasarkan standar yang berlaku. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Aspek yang menjadi fokus peninjauan meliputi pintu, koridor, tangga, ramp, toilet, dan bak cuci Setiap komponen tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas, keselamatan, dan kemandirian penyandang disabilitas saat mengakses fasilitas rumah sakit. Hasil pengamatan dan pengukuran pada masing-masing item selanjutnya dianalisis untuk mengetahui tingkat kesesuaiannya dengan standar teknis. Dengan demikian, evaluasi ini tidak hanya menilai keberadaan fasilitas, tetapi juga memastikan kualitas dan dimensinya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan, sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi aktual aksesibilitas di rumah sakit tersebut. Evaluasi Hasil Pengukuran Pengamatan Aksesibilitas (Pint. Bagi Penyandang Disabilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (PINTU) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Pintu terbebs dari hambatan Tidak Sesuai Standar Perletakan pintu dipasang paling tinggi 110 cm dari 100 cm Sesuai Standar Menggunakan tuas putar dan tidak licin Tidak Sesuai Standar Menggunakan pegangan pintu Sesuai ujung yang bertipe dorong Standar atau tuas g ke arah Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas pintu bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai pada peraturan menteri PUPR nomor 14/PRT/M/2017 yang Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. Tabel 1. Kesesuaian Aksesibilitas Pintu Pada RSUD Dr. Haulussy. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (PINTU) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Bukaan pintu masuk utama 90 cm. Bukaan pintu lain minimal 80 Perletakan perabot berjarak minimal 75 cm dari pintu. 102 cm Sesuai Standar 76 cm Tidak Sesuai Standar 120 cm Sesuai Standar Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Pintu dari kaca harus ada Tidak Diharuskan adanya pintu lain untuk pengguna kursi Tersedi a pintu Tidak Sesuai Standar Sesuai Standar Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (PINTU) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Penutup lantai tidak boleh licin Tidak Menggunakan penutup pintu Tabel 2. Kesesuaian Aksesibilitas Koridor Pada RSUD Dr. Haulussy. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (KORIDOR) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter Bukan Tidak Sesuai Standar Tidak Sesuai Standar Jumlah Parameter Lebar efektif koridor minimal 152 cm. 234 cm Sesuai Standar Koridor yang memiliki railing minimal 112 cm 234 cm Sesuai Standar Adanya penanda dan petunjuk arah Ada Sesuai Standar Koridor harus bebas dari segala macam Bebas Sesuai Standar Setiap koridor harus ada Ada Sesuai Standar (Sumber :Hasil Penelitian 2. Dari Tabel diatas menunjukan bahwa dari 11 parameter yang di evaluasi pada Pintu pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon menghasilkan 7 parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian penilaian kesesuaian Pintu pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon yang memenuhi persyaratan teknis yaitu 63. Evaluasi Hasil Pengukuran dan Pengamatan Aksesibilitas (Korido. Bagi Penyandang Disabilitas Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas koridor bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai pada peraturan menteri PUPR nomor 14/PRT/M/2017 yang Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Hasil Temuan Kesesuaia Skor Lapanga Parameter Yang Sesuai Nilai Tingkat Kesesuaian PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Parameter Yang Sesuai Jumlah Parameter Nilai Tingkat Kesesuaian (Sumber :Hasil Penelitian 2. Dari Tabel diatas menunjukan bahwa dari 5 parameter yang di evaluasi pada Koridor pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon menghasilkan 5 parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Dengan demikian penilaian kesesuaian Koridor pada Gedung RSUD Dr. Haulussy yang memenuhi persyaratan teknis yaitu 100. Evaluasi Hasil Pengukuran dan Pengamatan Aksesibilitas (Tangg. Bagi Penyandang Disabilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas tangga bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai pada peraturan menteri PUPR nomor 14/PRT/M/2017 yang Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TANGGA) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/2 Mempunyai pegangan rambat Ada . andr Ujung bawah pegangan rambat minimal 30 cm 12 cm Tidak Sesuai Standar Pegangan rambat tidak boleh kasar dan tajam Tidak Sesuai Standar Diberi dua lapis pegangan rambat Hanya Tidak Sesuai Standar Tinggi pegangan rambatnya 65 cm - 80 cm 69 cm Sesuai Standar Jarak antara pegangan rambat dan dinding maksimal 8 cm. 9 cm Tidak Sesuai Standar Harus mudah digenggam dan memiliki diameter minimal 5 cm. 5 cm Sesuai Standar Tabel 3. Kesesuaian Aksesibilitas Tangga Pada RSUD Dr. Haulussy. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TANGGA) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/2 Setiap anak tangga tingginya maksimal 18 cm dan tidak kurang dari 15 cm. Harus memiliki lebar minimal 30 Hasil Temu Kesesuaia Skor Lapan 20 cm 60 cm material yang tidak licin. al yang Harus ada anti Tidak Tidak Sesuai Standar Sesuai Standar Sesuai Standar Tdak Sesuai Standar Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Hasil Temu Kesesuaia Skor Lapan Sesuai Standar Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TANGGA) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/2 Hasil Temu Kesesuaia Skor Lapan Harus ada bordes Dileng Sesuai Standar Jumlah anak tangga tidak boleh melebihi 12 anak tangga hingga sampai bordes Sesuai Standar Harus memiliki pagar jika tidak dengan tembok Ada Sesuai Standar Pagar harus kerapatan yang Kuran g rapat Tidak Sesuai Standar Pencahayaan tangga minimal 100 lux. parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian penilaian kesesuaian Tangga pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai Peraturan PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 yang memenuhi persyaratan teknis Evaluasi Hasil Pengukuran dan Pengamatan Aksesibilitas (Ra. Bagi Penyandang Disabilitas Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas ram bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang berlaku. Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. Tabel 4. Kesesuaian Aksesibilitas Ram Pada RSUD Dr. Haulussy. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (RAM) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Lux Sesuai Standar Parameter Jumlah Parameter Nilai Tingkat Kesesuaian (Sumber :Hasil Penelitian 2. Dari Tabel diatas menunjukan bahwa dari 16 parameter yang di evaluasi pada Tangga pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon menghasilkan 10 Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Lebar minimal ram 120 cm 199 cm Sesuai Standar Ada tepi pengaman agar pengguna kursi roda tidak Berhim Sesuai Standar Permukaan ram tidak boleh Tidak Sesuai Standar Harus ubin peringatan Tidak ada ubin Tidak Sesuai Standar Parameter Yang Sesuai Randy Pratama Putra1et. PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M /2017 Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (RAM) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M /2017 Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Ram tidak dengan pintu Bebas Panjang ram dengan 900 cm harus ada tempat istirahat atau bordes Ada Sesuai Standar Sesuai Standar Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M /2017 Ram yang memiliki lebar 220 cm harus pegangan di sisi tengah Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Tidak . Sesuai Standar Parameter Yang Sesuai Jumlah Parameter Nilai Tingkat Kesesuaian (Sumber :Hasil Penelitian 2. Harus lapis pegangan 1 lapis Harus nyaman dan aman Aman. Sesuai Standar 29 cm Sesuai Standar Adanya jarak dengan dinding minimal 5 cm. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (RAM) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Tidak Sesuai Standar pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon menghasilkan 8 parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian penilaian kesesuaian Ram pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon yang memenuhi persyaratan teknis yaitu Evaluasi Hasil Pengukuran dan Pengamatan Aksesibilitas (Toile. Bagi Penyandang Disabilitas Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas toilet bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai pada peraturan menteri PUPR nomor 14/PRT/M/2017 yang Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tabel 5. Kesesuaian Aksesibilitas Toilet Pada RSUD Dr. Haulussy. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TOILET) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Adanya petunjuk arah Ada Sesuai Standar Tdak Sesuai Standar Material lantai tidak boleh licin Tidak Toilet harus ukuran minimal 5 cm x 5 cm 117 cm Pintu toilet minimal 90 cm Membuka kea rah luar Minimal ruang 60 cm Tdak Sesuai Standar Tdak Sesuai Standar PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Memiliki plat tending di bagian pintu Tidak Tidak ada Sesuai Standar Mempunyai engsel otomatis menutup sendiri Tidak Tidak Sesuai Standar Mempunyai alarm darurat Tidak Tidak Sesuai Standar Memiliki tuas yang mudah Ada Sesuai Standar Memiliki Ada Sesuai Standar Ada sirkulasi Ada Sesuai Standar 124 lux Sesuai Standar Tidak Sesuai Standar 84 cm Tidak Sesuai Standar Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Parameter Membu ka ke Randy Pratama Putra1et. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TOILET) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Cahaya dalam toilet minimal 100 lux. Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (TOILET) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temua Kesesuaia Skor Lapang Lantai dalam toilet harus lebih rendah daripada di luar Dinding harus diberi lapisan kedap air Ada Sesuai Standar Sesuai Standar Jumlah Parameter (Sumber :Hasil Penelitian 2. Dari Tabel diatas menunjukan bahwa dari 15 parameter yang di evaluasi pada Toilet pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon menghasilkan 7 parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian penilaian kesesuaian Toilet pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon yang memenuhi persyaratan teknis yaitu 46. Evaluasi Hasil Pengukuran dan Pengamatan Aksesibilitas (Bak Cuci Tanga. Bagi Penyandang Disabilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy kota Ambon Evaluasi ini dilakukan berdasarkan hasil dari pengamatan serta pengukuran di lapangan mengenai aksesibilitas bak cuci tangan bagi penyandang disabilitas pada RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai pada peraturan menteri PUPR nomor 14/PRT/M/2017 Selengkapnya terdapatpada tabel di bawah. Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. FASILITAS PENUNJANG AKSESIBILITAS (BAK CUCI TANGAN) BAGI PENYANDANG DISABILITAS Parameter PERMEN PUPR NO. 14/PRT/M/ Hasil Temuan Kesesuaia Skor Lapanga Bak cuci tangan minimal 45 cm x 60 cm 43 cm x 50 cm Tidak Sesuai Standar Tinggi maksimal bak 75 cm 96 cm Tidak Sesuai Standar Memiliki ruang bebas yang cukup minimal 120 cm dari bak cuci tangan Sesuai Standar Kran dengan Tidak Tidak Sesuai Standar Parameter Yang Sesuai Nilai Tingkat Kesesuaian Tabel 6. Kesesuaian Aksesibilitas Bak Cuci Tangan Pada RSUD Dr. Haulussy. Parameter Yang Sesuai Jumlah Parameter Nilai Tingkat Kesesuaian (Sumber :Hasil Penelitian 2. Dari Tabel diatas menunjukan bahwa dari 4 parameter yang di evaluasi pada Bak Cuci Tangan pada Gedung RSUD Dr. Haulussy hanya ada 1 parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian penilaian kesesuaian Bak Cuci Tangan pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon yang sesuai Peraturan PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 yang memenuhi persyaratan teknis Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tingkat Kesesuaian Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Tingkat Kesesuaian Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Kota Ambon setelah dilakukan pengukuran dan pengamatan pada sampel Gedung RSUD Dr. Haulussy, maka didapatkan hasil tingkat kesesuaian aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada gedung RSUD Dr. Haulussy sebagai berikut: Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Tingkat Kesesuaian Aksesibilitas. Item Jumlah Paramet Paramet er Yang Sesuai Nilai Kesesuaia Pintu Korido Tangg Ram Toilet Bak Cuci Tanga (Sumber :Hasil Penelitian 2. (Sumber :Hasil Penelitian 2. Randy Pratama Putra1et. Doi: Https://Doi. Org/10. 31959/js. Gambar 1. Diagram Kesesuaian Aksesibilitas Pada Gedung RSUD Dr. Haulussy Dari diagram di atas dapat di lihat bahwa Gedung RSUD Dr. Haulussy memiliki tingkat kesesuaian aksesibilitas Pintu yaitu sebesar 63. tingkat kesesuaian aksesibilitas Koridor yaitu sebesar 00%, tingkat kesesuaian aksesibilitas Tangga yaitu 50%, tingkat kesesuaian aksesibilitas Ram yaitu sebesar 80. 00%, tingkat kesesuaian aksesibilitas Toilet yaitu sebesar 46. 66%, dan tingkat kesesuaian aksesibilitas Bak Cuci Tangan menjadi yang terendah Dari hasil tersebut maka didapatkan persentase tingkat kesesuaian aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada Gedung RSUD Dr. Haulussy sesuai ketentuan Peraturan menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 yaitu 62. 97% yang memenuhi persyaratan teknis. PENUTUP Dari hasil temuan lapangan maka diperoleh kesimpulan dan saran sebagai beriku: Kesimpulan Berdasarkan hasil evaluasi aksesibilitas di Gedung RSUD Dr. Haulussy Ambon terhadap enam komponen utama . intu, koridor, tangga, ramp, toilet, dan bak cuci tanga. , diperoleh tingkat kesesuaian yang Persentase kesesuaian tertinggi terdapat pada koridor . %), diikuti oleh ramp . %), pintu . ,64%), dan tangga . ,50%). Sementara itu, tingkat kesesuaian terendah ditemukan pada toilet . ,66%) dan bak cuci tangan . %). Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian fasilitas aksesibilitas sesuai ketentuan Peraturan menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 adalah 62,97%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memenuhi persyaratan teknis, meskipun masih terdapat elemen yang memerlukan perbaikan Saran Meskipun tingkat kesesuaian aksesibilitas di RSUD Dr. Haulussy telah mencapai 62,97% dan memenuhi sebagian besar persyaratan teknis, perbaikan tetap diperlukan terutama pada fasilitas toilet dan bak cuci tangan yang memiliki nilai kesesuaian terendah. Peningkatan pada kedua fasilitas tersebut penting untuk menjamin kenyamanan dan kemandirian penyandang Selain itu, penelitian lanjutan disarankan mencakup lebih banyak gedung atau rumah sakit dan melibatkan observasi langsung oleh penyandang Evaluasi Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. disabilitas agar perspektif yang diperoleh lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. DAFTAR PUSTAKA