Infotekmesin Vol. No. Juli 2024 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2231, pp. Analisa Economic Balance Pembuatan Alat Jemuran Pakaian Semi-otomatis Dengan Menggunakan Metode Lean Manufacturing Sukendro Broto Sasongko1*. Rivallulloh2 1, 2Program Studi Teknik Mesin. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) 1,2Jln. Arief Rahman Hakim No. Klampis Ngasem. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur, 60117. Indonesia E-mail: ssasongko619@email. com1 , rival11933@gmail. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 2 Februari 2024 Direvisi: 6 Juli 2024 Diterima: 31 Juli 2024 Analisa biaya ekonomi pembuatan alat jemuran pakaian semi-otomatis dengan menggunakan sistem ekonomi lean manufacturing diteliti dan dianalisa dari segi Perhitungan ekonomi dari alat jemuran adalah pembelian alat, bahan, cutting, drilling dan perakitan. Metode penelitian meliputi manufacturing lead time (MLT). Brake Event Point. Production time (TP), kondisi waktu kerja efektif, production capacity (PC) dan Payback Periode (PBP). Hasil perhitungan menunjukkan MLT 3,38 jam/unit. BEP (Q) 1,65 unit/bulan, kemudian BEP adalah Rp. 5,345,740,94 /bulan. Sehingga laba saat menjual produk dapat menyesuaikan dengan kapasitas produksi sekitar Rp. 24,672,650,48/bulan. Perhitungan TP adalah 44,92 menit/unit. Perhitungan kondisi waktu kerja efektif 6 jam/shift menunjukkan PC adalah 20 unit/bulan. Pada perhitungan PBP penjualan adalah sebesar 2 unit/bulan. Modal pembuatan mesin akan kembali setelah 1 bulan setelah penjualan normal. Abstract Keywords: cloth hanger semi-automatic. lean manufacturing method. manufacturing lead time. break event point. payback period. The analysis of the economic perspective of the cloth hanger semi-automatic by using the lean manufacturing method was studied and analyzed. The economic balance was considered all cost of manufacturing effort. The cost manufacturing of the hanger is to the device, material, cutting, and drilling steps thus assembly. The investigation is to the manufacturing lead time (MLT), and the brake event point (BEP). Production time per unit (TP), the effective work hour per man-hour, the production capacity (PC), and the Payback Period (PBP). The result of economic balances shows are manufacturing lead time (MLT) of 3,38 hours/unit, and BEP (Q) of 1,65 units/month, further. Break break-even point (BEP) is about Rp. 740,94 /month. So, the profit taking back regards to production capacity is about Rp. 24,672,650,48/month after The effective work hour of the man-hour is 6 per shift hour per day. Thus, production time reveals 44,92 min/unit. The production capacity per month is to be 8 hours per day and reveals 20 units. The payback period of the clothes hanger will take back after 2 months for more than 2 units sold. That is, the cost of the engine manufacturing will be refunded after 1 month during normal selling. *Penulis korespondensi: Sukendro Broto Sasongko E-mail: email_ssasongko619@gmail. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Sebagai negara tropis. Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan sinar matahari yang konstan sepanjang Kemudian, kebiasaan penduduk menjemur pakaian dibawah sinar matahari dan diluar rumah menjadi pemandangan yang lazim ditemui. Dimana, sinar matahari muncul sepanjang tahun dapat membantu mengeringkan pakaian basah secara cepat. Akan tetapi, saat hujan dapat menjadi masalah besar saat menjemur pakaian. Sehingga, desain alat jemuran pakaian dianggap penting di negara dengan curah hujan tinggi. Beberapa daerah di Indonesia memiliki curah hujan yang tidak menentu dan sebagian daerah lain curah hujannya tinggi. Kondisi curah hujan lokal tersebut menentukan kebiasaan penduduk pada kegiatan menjemur pakaian . Demikian, bagi penduduk yang pekerja, kegiatan menjemur pakaian di luar rumah dapat memberikan masalah tersendiri. Kondisi curah hujan yang sulit diprediksi dapat mengganggu rutinitas pekerja Demikian, maka produktivitas penduduk menjadi Alat jemuran konvensional cenderung memerlukan space penyimpanan yang luas karena dimensi alat jemuran yang besar . Peneliti sebelumnya meneliti desain alat jemuran lipat memberikan keuntungan pada penyimpanan karena mudah dilipat . Kemudian struktur rangka alat jemuran tersebut bisa menopang 40 potong pakaian lembab menurut peneliti yang lain . Kemudian alat tersebut memerlukan effort pengguna yang besar untuk memindahkannya saat terjadi hujan dan tidak mampu mendeteksi saat akan hujan . Kerugian tersebut juga diungkap oleh peneliti melalui pengujian dan penggunaan sensor Light Dependent Resistor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya saat akan hujan . Kedua peneliti masih menggunakan mikrokontroler arduino untuk membaca signal yang diberikan oleh sensor tersebut. Desain alat jemuran yang ditawarkan mereka hanya mampu mendeteksi saat akan terjadinya hujan melalui intensitas cahaya yang menurun saat mendung. Pada lokasi perumahan modern memiliki lokasi lahan yang tidak terlalu luas. Kemudian jenis perumahan berbentuk apartemen telah menunjukkan dampak yang signifikan. Banyak peneliti beranggapan bahwa alat jemuran konvensional tidak lagi efisien untuk masyarakat yang tinggal di space perumahan yang tidak terlalu luas. Kemudian peneliti-peneliti terdahulu kekurangan dari suatu mesin dengan mengaplikasikan teknologi cerdas . Keandalan dari struktur juga sudah pernah diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya . -6,. Penelitian tentang jenis material pernah diteliti dan material stainless steel merupakan opsi yang terbaik untuk struktur alat jemuran yang tahan karat . Kemudian pembebanan pada rangka jemuran diteliti tingkat keamanannya melalui safety factor kekuatan . Pada pembebanan kritis pernah diteliti melalui simulasi dan memperoleh besar tegangan fatique . Demikian metode simulasinya pernah digunakan pada analisa jenis rangka yg lain oleh peneliti-peneliti yang berbeda . Masih analisa menggunakan metode simulasi, peneliti yang lain menggunakan metode tersebut untuk meneliti putaran kritis poros penggerak . Metode simulasi untuk menganalisa sistem pembebanan masih banyak digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya dengan objek observasi yang berbeda . Demikian, alat jemuran konvensional perlu dimodifikasi untuk memperbaiki kekurangan dari desain. Desain alat jemuran diperbaiki dengan mengaplikasikan teknologi cerdas. Penggunaan kontrol penggerak semiArtificial Intelligence. Penggunaan sensor-sensor pada alat tersebut yang mampu memberikan informasi terjadi akan hujan . Sistem penggerak alat jemuran dibuat dengan teknologi semi-automatic untuk melipatmemanjangkan struktur dari arm-frame. Demikian, jemuran dapat ditempatkan didalam rumah. Penempatan tersebut berfungsi untuk melindungi pakaian dari terpaan air hujan. Desain arm-frame jemuran bisa dilipat dan mampu memperbaiki keterbatasan dari jemuran konvensional . Peneliti sebelumnya menawarkan desain folding frame dengan berbasis teknologi cerdas yang lebih menguntungkan saat akan hujan . Demikian, keunggulan desain foldingframe semi-automatic mampu memperbaiki kendala dari jemuran konvensional. Lengan arm-frame jemuran mampu bergerak maju mundur untuk melipat dan memanjang. Keunggulan dari desain alat jemuran smart ini juga ketika malam hari atau hujan arm-frame jemuran dapat bergerak Dan ketika step menjemur, sensor memberikan informasi motor listrik untuk memanjangkan frame . Perencanaan manufakturnya juga pernah diteliti . Kemudian kekuatan rangka dari lengan frame-structure juga pernah dipelajari oleh peneliti-peneliti sebelumnya . Mesin sebagai hasil produksi adalah bentuk benda yang memiliki harga jual. Maka, dengan keuntungan-keuntungan alat jemuran semi-automatic direncanakan dan dihitung dari segi ekonominya dengan metode lean manufacturing. Metode tersebut dapat mengeliminasi pemborosan dan . Metode Lean Manufacturing mampu memperbaiki pengelolaan keuangan. Dengan cara yang sama, metode tersebut juga mampu menghitung produktivitas pekerja setiap siklus produksi . Peneliti sebelumnya telah menunjukkan nilai jual ekonomi dari alat dongkrak mobil . Selanjutnya, beberapa peneliti pernah menghitung nilai jual mesin perontok gabah . Konsep metode tersebut menawarkan perbaikan secara berkelanjutan. Demikian, pendekatan diterapkan tidak hanya secara teknik selama proses produksi, namun juga diiringi aspek manajerial. Skema economic strategy ditunjukkan pada gambar 1. Peneliti melalui economic strategy memperhitungkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan saat proses produksi hingga perakitan . Kemudian target produsen adalah kembalinya total biaya produksi sebagai target pertama . Target kedua adalah keuntungan hasil penjualan mesin per Peneliti menjelaskan periode tersebut tercapai melalui titik Break Event Point sebagai titik pertemuan dari periode total penjualan dan total biaya. Perhitungan-perhitungan ekonomis dari mesin meliputi perhitungan Manufacturing Lead Time (MLT). Brake Event Point (BEP). Production time (TP), kondisi waktu kerja efektif. Production Capacity (PC) dan Payback Periode (PBP). Penelitian tentang aspek ekonomi dari suatu produk juga dilakukan oleh penelitipeneliti sebelumnya pada alat dongkrak mobil . Maka, p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 keuntungan dari suatu product dapat didapat ketika produk tersebut laku dipasaran. Akan tetapi perhitungan nilai ekonomis dari alat jemuran semi-automatic belum diteliti secara mendalam. Langkah pembuatan instrumen smart pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya . Prosedurnya ditunjukkan pada gambar 2. Langkah analisa aspek ekonomi dari suatu mesin alat jemuran semi-automatic dijelaskan melalui langkah penyiapan bahan baku . dan penyiapan sistem penggeraknya. Persiapan bahan baku meliputi pemilihan bahan yang sesuai kebutuhan dan proses pemesinan untuk membentuk benda setengah jadi . omponen mesi. Frame jemuran terbuat dari alumunium dan stainless steel. Material-material tersebut dikenal tahan korosi dan ringan . Gambar 1. Skema economic strategy . Beberapa peneliti juga mengaplikasikan jenis material tersebut untuk struktur jemuran . Kemudian sistem penggerak semi-automatic dijelaskan dari pemakaian microcontroller-arduino, pemilihan sensor-sensor dan Microcontroller arduino adalah banyak diaplikasikan pada bahasa pemrograman sistem pengereman arm-frame . Signal dari microcontroller tersebut mengontrol servo-motor melalui kuat arus listrik. Komponen-komponen utama dari alat jemuran adalah actuator electric linear motor, arduino-microcontroller, sensor cahaya, dan sensor air. Metode Gambar 3 menunjukkan skema penelitian yang Alur penelitian menjelaskan awal penelitian pada persiapan pemilihan bahan. Langkah berikutnya adalah pemotongan, kelistrikan, pemasangan sensor-sensor. Perakitan bagian-bagian alat jemuran kemudian menjadi langkah berikutnya. Tahap finishing adalah penyempurnaan dari alat jemuran setelah dirakit. Demikian, langkah-langkah pembuatan alat jemuran semi otomatis menunjukkan biaya kerja pada masing-masing kegiatan. Biaya kerja adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan saat proses kerja berlangsung seperti . Total biaya yang keluarkan adalah jumlah dari biaya-biaya yang dibutuhkan pada masingmasing kegiatan pada pembuatan alat jemuran semi Perhitungan-perhitungan ekonomis dari mesin meliputi perhitungan Manufacturing Lead Time (MLT). Brake Event Point (BEP). Production time (TP), kondisi waktu kerja efektif. Production Capacity (PC) dan Payback Periode (PBP). Perhitungan-perhitungan tersebut juga digunakan peneliti sebelumnya untuk menilai nilai jual dari alat dongkrak elektrik mobil . Desain rangka jemuran yang diteliti ditunjukkan pada Prinsip kerja rangka tersebut bisa memanjangmemendek secara otomatis yang digerakkan melalui servomotor. Informasi signal yang diterima servo-motor melalui sensor-sensor cahaya dan air. Kemudian, simpul-simpul engsel gerak sebagai tempat gantungan jemuran pakaian. Adapun kekuatan konstruksi sudah pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya . Waktu normal aktivitas operasi kerja adalah waktu penyesuaian yang diperlukan oleh seorang operator yang berpengalaman untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tempo yang normal. Sehingga waktu normal dapat dihitung dengan persamaan . ycOycu = ycO0 ycu ycy . Dimana Wn adalah waktu normal dan Wo menggambarkan waktu operasi serta performance rating . Performance rating . memiliki kriteria p >1 . > 100%) menjelaskan kondisi operator bekerja diatas batas normal. p = 1 . = 100%) menunjukkan operator bekerja secara normal dan p < 1 . < . adalah saat operator bekerja dibawah batas Kriteria p juga digunakan peneliti sebelumnya . Gambar 2. Skema alur penelitian berdasarkan Operational Process Chart (OPC) . p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 ycEyca = ycO. ycIyc. ycIycy ycAyco . cycuycnyc/ycaycycoycayc. Dimana Pc adalah kapasitas produksi. W menunjukkan jumlah work center. Sw merupakan jumlah shift karyawan per hari. H adalah jumlah jam kerja karyawan per shift. adalah menjadi jumlah mesin. RP ditentukan oleh laju Laju produksi tunggal melalui proses perakitan dinyatakan sebagai laju per jam . nit per-ja. Sedangkan waktu untuk satu batch Q unit adalah jumlah dari waktu persiapan dan waktu pengerjaan. Total waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan alat jemuran semi otomatis dapat dihitung menggunakan persamaan . ycOycaycoycyc yaAycaycycaEa ycAyceycycnycu = ycNycyc ycE ycNycu Parameter Tsu menjelaskan waktu setting-up mesin dan per set-up untuk per-batch . am/batc. Q menunjukkan jumlah produk per-batch. Kemudian To adalah waktu operasional mesin pada siklus kerja . enit/uni. Waktu produksi adalah waktu batch/mesin dan dibagi jumlah unit per-batch. Waktu produksi Tp dapat dihitung menggunakan persamaan . ycNycy = ycOycaycoycyc yaAycaycycaEa/ycoyceycycnycu ycE . cycuycnyc/ycycayc. Laju produksi RP adalah merupakan invers dari waktu produksi . dan dihitung dengan persamaan . Gambar 3. Alur metode penelitian. ycIycy = ycNycy . cycuycnyc/ycycayc. Safety of margin (MOF)sebagai batas keamanan yang menunjukkan jumlah penjualan menurun dari jumlah penjualan tertentu sebelum perusahaan mencapai titik impas, yaitu, sebelum perusahaan mulai kehilangan uang. Perhitungannya ditunjukkan pada persamaan . ycAycCya (%) = ycNycuycycayco ycyyceycuycycycaycoycaycu OeycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyaycE ycNycuycycayco ycyyceycuycycycaycoycaycu ycu 100% . Payback periods . adalah periode waktu kembalinya Perumusan secara empiris ditunjukkan pada persamaan . Gambar 4. Desain jemuran pakaian semi otomatis. Waktu standar/waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja/operator untuk memproduksi satu unit produk. Perumusan waktu standar ditunjukkan pada persamaan Waktu standar = waktu normal y . %)/. %-Allowanc. Allowance merupakan waktu luang operator. Prosedur perhitungan ini digunakan juga oleh peneliti-peneliti sebelumnya . Kapasitas produksi didefinisikan sebagai laju keluaran maksimum yang dihasilkan pada kondisi operasional yang telah ditentukan . Waktu operasional adalah shift kerja per hari, jumlah hari per minggu atau per bulan dari pembuatan tersebut Kapasitas produksi Pc adalah satuan unit/ bulan. Kapasitas produksi dapat dihitung menggunakan persamaan . ycu= ycAycnycoycaycn yaycycayco yaycuycyceycycycaycycnOeycAycnycoycaycn yaycoEaycnyc yaycuycyceycycycaycycn yayceycycuycycycuyciycaycu yaAyceycycycnEa Variabel n menginformasikan waktu untuk balik modal setelah diinvestasikan . embali modal bersihnya untung dari satu period. Nilai tersebut didapat dari selisih biaya produksi per batch dengan biaya pengeluaran. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menerangkan pembahasan dari komponen waktu hingga biaya operasional dari masingmasing komponen alat jemuran semi otomatis. Kemudian dilakukan evaluasi ekonominya. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 1 Waktu proses pemotongan rangka waktu operasi (T. dan non operasional (Tn. Kegiatan pembuatan rangka menghasilkan kebutuhan waktu normal pada proses tersebut. Kemudian waktu proses tersebut adalah total dari waktu operasional dan waktu Proses pembuatan rangka menjelaskan waktu operasional (T. dan non operasional (Tn. Waktu To adalah waktu observasi 24,8 menit/batch. Waktu tersebut adalah waktu yang ditunjukkan oleh waktu total semua kegiatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu produk jadi Sehingga observasi dilakukan dari penyiapan bahan baku hingga uji coba mesin. Waktu normal adalah 24,8 menit yang terukur per batch. Waktu normal dapat menunjukkan lama kerja normal yang berlaku pada suatu unit produksi yang menghasilkan alat/barang jadi dan terlihat dari durasi jam kerja karyawan. Waktu standar operasional To terukur 27,53 menit/batch dengan menggunakan sebuah kriteria 10%-allowance percentage waktu luang operator. Observasi penelitian adalah pada durasi kerja karyawan dengan mempertimbangkan waktu jeda/istirahat karyawan pada waktu yang normal, contoh karyawan mengganti pahat potong, dsb. Waktu Tno diukur pada proses pemotongan non operasi melalui waktu observasi dan waktu normal. Waktu observasi adalah 22,3 menit/batch. Waktu normal adalah 22,3 menit/batch. Waktu standar diukur dengan memasukkan 10%-allowance waktu luang operator. Pengamatan dilakukan pada karyawan dan dihitung kebutuhan waktunya saat karyawan tersebut tidak melakukan kegiatan produksi misalnya mengambil air minum ketika haus. Standard time terukur sebesar 24,78 menit/batch. Hasil pengukuran tersebut ditunjukkan pada Hasil pengukuran waktu setiap proses dapat mengindikasikan waktu set-up, waktu operasi dan waktu non Kemudian data-data tersebut digunakan untuk menghitung laju produksi. Dan waktu setup didapat 27,78 menit/batch. Tabel 1. Waktu proses kegiatan pembuatan alat. Waktu Waktu Waktu nonSet-Up Proses Proses Proses (Ts. (T. (Tn. min/batch min/batch min/batch Pemotongan 36,95 27,53 24,78 Proses 5,74 Perakitan 27,78 31,67 Total 70,11 64,66 68,58 Komponen-komponen biaya Komponen biaya dari proses pembuatan alat ditunjukkan pada tabel 2. Dimana, komponen-komponen biaya tersebut memasukkan semua biaya-biaya yang dibutuhkan untuk membangun mesin alat jemuran. Demikian, penjualan dari satu unit mesin alat jemuran dapat mengganti biaya yang dikeluarkan oleh produsen. Biaya tetap adalah salah satu komponen pengeluaran yang diberikan untuk pembelian mesin-mesin. Pembelian mesin diharapkan dapat digunakan selama proses produksi. Kemudian biaya mesin-mesin tersebut adalah bentuk biaya Biaya-biaya tersebut hanya mengalami penurunan nilai per tahun . Komponen biaya-biaya tetap ditunjukkan pada tabel 3. umur mesin-mesin 5 tahun dan depresiasi mesin 30% maka setelah 5 tahunan nilai jual mesin menjadi Rp. 850,00. Biaya depresiasi mesin adalah Rp. 227,50 yang dihitung penurunannya per bulan. Tabel 2. Komponen Biaya. No. Komponen Sat. Harga (R. Jumlah Actuator Relay 2 channel Jemuran lipat Sensor rain drop Sensor cahaya (LDR) Adaptor 12v 3A Step down Electricity Box Kabel dan komponen Upah Arduino Total Tabel 3. Daftar komponen biaya tetap. Nama Mesin Harga Mesin Bor Mesin Gerinda Total Kemudian komponen-komponen biaya tetap yang lain adalah gaji karyawan Rp. 000,00/bulan, biaya pemeliharaan mesin Rp. 000,00/bulan, biaya sewa tempat Rp. 000,00/bulan, biaya listrik Rp. 000,00/bulan, biaya administrasi Rp. 000,00/bulan. Maka komponen biaya tetap (Fixed Cos. 30%, biaya tetap proses pembuatan alat jemuran otomatis tiap bulan menjadi Rp. Biaya tetap dihitung dari perhitungan biaya sewa listrik/konsumsi listrik, pemakaian air, uang makan karyawan dan isi ulang gas Argon. Total biaya variabel adalah Rp. 000/unit. Break Even Point (BEP) adalah titik impas dari kebutuhan biaya pada manufacturing process dan menjadi target penjualan mesin-mesin. Hal tersebut dikarenakan adanya kembali modal produksi pada titik Biaya yang dikeluarkan selama produksi akan impas dengan laba/keuntungan yang dihasilkan dari penjualan mesin pada payback period. Titik BEP adalah pada Rp. 037,34 pada hasil penjualan 2 unit. Payback period akan kembali setelah 2 bulan. Kesimpulan Berdasarkan analisa nilai ekonomis dari alat jemuran semi-automatic maka dapat disimpulkan bahwa, production time TP adalah 44,92 menit/unit. Sedangkan laju produksi adalah 1,34 unit/jam. Dengan waktu kerja efektif selama 6 jam, sehingga dan production capacity Pc 20 unit/bulan. manufacturing lead time (MLT) proses produksi adalah 3,38 jam/unit. Break Event Point Q adalah setelah menjual 2 unit. BEP . adalah Rp. 10,691,481. Profit akan diperoleh saat minimal alat jemuran semi-automatis terjual 20. Dan p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 nilai ekonomisnya adalah sekitar Rp. 24,672,650. Payback Period untuk alat jemuran cerdas akan tercapai setelah 2 bulan saat 2 unit terjual. Daftar Pustaka