NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PENGARUH MULTIMEDIA PADA PEMBELAJARAN TERPADU TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Putri Surya Damayanti1*. Angga Putra1. Titi Pujiarti1. Mariati1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Indonesia *Corresponding author email: pnovia353@gmail. Article History ABSTRACT Received: 29 April 2024 Revised: 18 May 2024 Published: 27 May 2024 This research aims to determine the effect of multimedia in integrated learning on mathematics learning outcomes in fourth grade elementary school students. This research uses a quantitative Meta Analysis method, this research uses calculations using effect size analysis The sample taken was 15 students at SDN Inpres Sambitangga to determine the effect of multimedia in integrated learning on student learning outcomes in mathematics subjects in elementary schools. The calculated effect size result was 0. 7 and looking at the interpretation of the effect size, it was included in the medium It was concluded that the application of multimedia in integrated learning on mathematics learning outcomes had a moderate influence on fourth grade elementary school students. Keywords: Multimedia. Integrated Learning. Learning Outcomes. Copyright A 2024. The Author. How to cite: Damayanti. Putra. Pujiarti. , & Mariati. Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 692Ae699. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) merupakan hal yang sangat strategis dalam pemberian pendidikan formal yang paling Pendidikan dasar merupakan pondasi bagi keberhasilan dalam mengikuti pendidikan pada jenjang selanjutnya serta pondasi bagi pembentukan manusia Indonesia secara keseluruhan. Melalui pendidikan dasar, manusia Indonesia dipersiapkan untuk memperoleh bekal kemampuan dasar dalam kehidupan mewujudkan kualitas kehidupan yang wajar serta mampu mengembangkannya (Hakim & Windayana, 2. Bekal dasar ini diharapkan manusia Indonesia mampu mewujudkan dirinya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara, dan anggota umat manusia, baik dalam mengembangkan kehidupan di sekitarnya maupun dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan di SD akan menjadi pondasi yang kuat untuk pendidikan selanjutnya, dengan syarat apabila pendidikan yang diberikan tepat dan mendalam sesuai dengan kebutuhan siswa (Rahmadoni, 2. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan otentik konsep serta prinsip (Kemendikbud. Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung,sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, pesertadidik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema . , sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan Model pembelajaran ini memadukan multidisiplin ilmu atau berbagai mata pelajaran yang di ikat oleh satu tema (Fogarty, 1. Tema dapat ditetapkan oleh guru dengan siswa atau sesama guru. Setelah tema disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan mata pelajaran yang lain. Untuk itu, tema utama harus mempunyai cakupan materi yang luas dan memberi bekal bagi siswa untuk belajar lebih lanjut. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran utama yang diajarkan tidak hanya di sekolah dasar tapi di setiap jenjang pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir Matematika konsep, keterampilan dan strategi berpikir yang esensial dalam kehidupan sehari-hari, belajar matematika merangsang rasa ingin tahu, mendorong kreativitas dan melengkapi siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan diluar sekolah. Pemerintah ketercapaian kompetensi inti dalam kurikulum 2013 maka pelajaran matematika untuk tingkat sekolah dasar diberi alokasi waktu minimal 5 jam/minggu untuk kelas 1 dan 6 jam/minggu untuk kelas selanjutnya (Suryandaru. A, 2. Berdasarkan hasil observasi peneliti Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar . Oe 693 Damayanti et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan siswa lebih mudah memahami materi ketika guru mengajar menggunakan media, terlihat ketika mengajar menggunakan media dan tidak menggunakan media. Saat siswa belajar menggunakan media siswa juga pembelajaran dan siswa dengan mudah mempelajari materi ketika guru mengajar. Penggunaan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh guru untuk memudahkan siswa dalam memahami pengetahuan yang diberikan, serta menumbuhkan ketertarikan dan minat siswa dalam belajar (Sari & Harjono, 2. (Hafzah et al, 2. mendukung dengan menyatakan bahwa minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar peserta didik. Kegiatan belajar yang dilakukan tidak sesuai dengan minat peserta didik akan memungkinkan berpengaruh negatif terhadap peserta didik yang Minat peserta didik tentunya berasal dari ketertarikan dan kemudian timbul melalui rangsangan lingkungan Setiap peserta didik tentunya memiliki minat yang berbeda antara satu pembelajaran terutama matematika. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar mempengaruhi pencapaian hasil belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal Hal tersebut menyebabkan kurang menariknya proses pembelajaran, pengalaman belajar siswa, dengan demikian tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan maksimal. Surata & Sudirgayasa . juga menyatakan bahwa permasalahan yang dihadapi sekolah dalam pemanfaatan media saat ini adalah kurang tersedianya media pembelajaran interaktif di sekolah. Selainitu. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 masih banyaknya guru yang belum mampu membuat media pembelajaran interaktif. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian dari Parhusip & Hardini . yang menyatakan bahwa kreativitas guru suatu mata pelajaran dalam memanfaatkan Penelitian lainnya mengenai dampak penggunaan multimedia dalam pembelajaran matematika menunjukkan memanfaatkan gambar dan animasi game edukasi sangat efektif untuk memotivasi anak sekolah dasar dalam belajar dan matematika mereka (Evi. , & Indarini. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat manjadikan pembelajaran matematika menjadi lebih mudah dan menarik sehingga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki minat belajar siswa pada pelajaran matematika. Semakin berkembangnya zaman semakin pula berkembangnya akal manusia untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih yang masih memiliki kemungkinan untuk mengalami perkembangan yang cukup pesat Sebuah teknologi yang memudahkan manusia menyampaikan informasi kepada khalayak umum yang memiliki sebutan Multimedia multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol sehingga pengguna dapat melakukan navigasi dan berinteraksi (Sanjaya, 2. Multimedia interaktif memiliki beberapa keunggulan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran di sekolah. Pertama, penggunaan multimedia interaktif menunjang proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar . Oe 694 Damayanti et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan (Pravitasari & Yulianto, 2018. Setiawati. Hal ini berbeda dengan yang nampak saat observasi dilakukan, bahwa yang sering digunakan hanya media berupa buku, papan tulis dan media pajang. Akan tetapi dalam merancang atau mendesain media sendiri yang berhubungan dengan materi pelajaran guru belum bisa melakukannya. Maka dengan demikian guru hanya memanfaatkan media yang ada di sekolah sedangkan untuk mengembangkannya guru belum optimal. Jumaini et al . juga berpendapat bahwa multimedia dalam proses belajar mengajar dapat digunakan dalam tiga fungsi yaitu: . multimedia dapat berfungsi sebagai alat bantu instruksional. multimedia dapat berfungsi sebagai tutorial interaktif, misalnya dalam simulasi. multimedia dapat berfungsi sebagai sumber petunjuk belajar, misalnya, multimedia digunakan mikroskop atau radiograf. Rusman, et al. menyatakan bahwa multimedia bermanfaat dalam proses pembelajaran, maka menjadikan: . pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. bahan pengajaran lebih jelas maknanya sehingga memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran dengan baik. metode mengajar lebih bervariasi. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi ikut terlibat dalam aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. Multimedia dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi sangat besar dalam membantu proses pembelajaran (Putri. E, 2. Multimedia pembelajaran dinyatakan efektif di dalam meningkatkan hasil belajar siswa Volume 5. Issue 2. Mei 2024 (Firmansyah & Ruli, 2. Multimedia pembelajaran terbukti efektif untuk meningkatkan capaian hasil belajar kognitif siswa (Putri & Muhtadi, 2. Jadi berdasarkan pada beberapa temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Hasil dari dua penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat manjadikan pembelajaran matematika menjadi lebih mudah dan menarik sehingga bisa di manfaatkan untuk memperbaiki minat belajar siswa pada pelajaran matematika. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan metode Meta Analisis. Metode Metaanalisis adalah salah satu teknik statistika yang merangkum data hasil penelitian yang serupa agar dapat diperoleh pedoman data secara kuantitatif. Secara sederhana meta analisis dapat diartikan sebagai analisis atas Sebagai penelitian, meta analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif (Wahyuningtyas. , & Kristin. F, 2. Effect size yaitu perbedaan kejadian efek antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol dalam meta analisis merupakan gabungan effect size masingmasing studi yang dilakukan dengan teknik statistika tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah SDN Inpres Sambitangga. Sampel yang diambil adalah 15 siswa kelas 4 SDN Inpres Sambitangga. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian menggunakan 15 siswa sebagai sampel penelitian mengenai Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar . Oe 695 Damayanti et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV sekolah dasar. Data artikel kemudian dirangkum dan ditentukan inti hasil. Setelah itu data yang sudah didapatkan ditulis kembali dengan cara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Di bawah ini merupakan hasil analisis data multimedia dalam pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika Volume 5. Issue 2. Mei 2024 selanjutnya dilakukan uji Paired Samples Test dengan berbantuan SPSS 22. 00 for Uji Paired Samples Test dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD. Berikut ini adalah hasil dari analisis uji Paired Samples Test. Tabel 2: Uji Paired Samples Statisties Tabel 1: Hasil Analisis Multimedia pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Hasil analisis data didapatkan, yaitu pada tabel 3. 1 terdapat pengaruh multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD dengan rata-rata peningkatan dari beberapa siswa yang dikumpulkan yaitu 48%. Kemudian hasil belajar rata-rata sebelum 56 dan rata-rata pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar Berdasarkan hasil uji prasyarat . ji normalita. yang telah diperhitungkan dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Sesudah melakukan uji prasyarat Berdasarkan disimpulkan bahwa jumlah skor dari 15 siswa yang digunakan sebagai sampel oleh menunjukkan bahwa multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD mempunyai pengaruh yang cukup besar. Pada nilai ratarata pretest menggunakan menunjukkan angka yaitu 55,6667. Sedangkan sesudah diberikan perlakukan multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD diperoleh nilai posttest mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 73,2667. Dari jumlah skor menunjukkan adanya perubahan yang signifikan sehingga membuktikan bahwa terdapat pengaruh dengan multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD yang meningkat. Tabel 3: Uji Paired Samples Correlations Berdasarkan tabel 3. 3 di atas dapat Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar . Oe 696 Damayanti et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 dilihat bahwa nilai Sig yaitu 0,000 < 0,05. Dapat hubungan antara variabel pretest dan posttest dikarenakan < 0,05. Tabel 4: Uji Paired Simples Text Berdasarkan tabel 3. 4 dapat dilihat bahwa pada kolom Sig. -taile. berarti bahwa Ho < sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 . ,000 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, dapat dilihat t hitung sebesar -4,637dan tabel yang diperoleh sebesar 1,72472. Hasil hitungan yang dilakukan oleh peneliti yang tertera pada table 3. 4 yaitu skor pada saat pretest memiliki mean sebesar 55,6667 dengan standar deviasi sebesar 25,87792. Kemudian pada saat dilakukan posttest kemudian mean mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 73,2667 dengan standar deviasi sebesar 28,13353. Berdasarkan hasil proses penghitungan yang dilakukan oleh peneliti maka dapat dilihat pada tabel di atas menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan sehingga membuktikan bahwa dengan multimedia pada pembelajaran terpadu mengalami peningkatan terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga. Besarnya pengaruh dari multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga pengaruhnya menggunakan uji Effect Size. Berikut ini rumus yang digunakan untuk pengujian Effect Size berdasarkan Cohen: Keterangan: d = Effect Size Mpretest = mean pretest Mposttest = mean posttest SDpretest = standar deviasi pretest SDposttest = standar deviasi posttest Data yang diperoleh dapat dihitung menggunakan rumus di atas, sebagaiberikut: Diperoleh hasil hitung effect size yaitu sebesar 0,7 dan interpretasi effect size termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan multimedia pada pembelajaran terpadu memiliki pengaruh yang sedang terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD. Media multimedia interaktif ini terdiri dari 3 komponen utama yaitu materi, latihan dan Ketiga komponen ini dapati digunakan guru sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran dan bisa juga digunakan siswa untuk mempermudah dalam belajar mandiri dan memahami materi terutama mata pelajaran matematika. Pada setiap tampilan komponen, siswa sebagai Pengaruh Multimedia Pada Pembelajaran Terpadu Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar . Oe 697 Damayanti et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan pengguna dapat melakukan interaksi dengan sistem pada aplikasi media pembelajaran yang dilengkapi dengan tampilan yang menarik dan bahasa yang sederhana dalam bentuk gambar dan audio. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh multimedia pada pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga dengan rata-rata peningkatan yaitu 48%. Kemudian hasil belajar rata-rata sebelum dengan multimedia 56 dan rata-rata pembelajaran terpadu terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika pada siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar Nilai rata-rata pretest menggunakan multimedia menunjukkan angka yaitu sebesar 55,6667. Diperoleh hasil hitung effect size yaitu sebesar 0,7 dan melihat pada tentang interpretasi effect size termasuk dalam kategori sedang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan multimedia pada pembelajaran terpadu memiliki pengaruh yang sedang terhadap hasil belajar mata pelajaran matematika pada siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga. DAFTAR PUSTAKA