Vol. No. PENERAPAN METODE PARETO ABC DALAM SISTEM INFORMASI PENJUALAN OLEHOLEH KHAS TORAJA BERBASIS WEB(Studi Kasus : Toko TodiA. Program Studi Teknik Informatika Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI-Paulu. Makassar Rianti Takke. Sudianto Lande. Wendyanto Panggalo . Program Studi Teknik Informatika Fakultas Informatika dan Komputer Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar email: riyantitakke10@gmail. , sudianto@ukipaulus. panggalowendyanto@ukipaulus. ABSTRACT The Toraja Souvenir Shop is a type of business that operates in the field of buying and selling typical Toraja souvenirs in the form of souvenirs. Sales of typical Toraja souvenirs do not yet use online media, so consumers have difficulty getting information on the availability of souvenirs. This research aims to design and build a Toraja cash souvenir sales information system at a web-based Toraja souvenir shop using the Pareto ABC method. The system design consists of fifty-two . form modules and produces nineteen . outputs, namely online sales notes, offline sales notes, product sales recap reports, online sales recap reports, offline sales recap reports, reports on all product production, t-shirt production report, dress production report, sarong production report, purchase report for all products, necklace product purchase report, bracelet product purchase report, miniature tongkonan product purchase report, hat product purchase report, other product purchase report, product stock report, sales report best-selling products, sales reports for best-selling products, and reports for less-selling products. The results of system testing using the black-box testing method on fifty . modules showed that the test results for all modules were as expected. Keywords: Pareto ABBC. Web. Black-box Testing ABSTRAK Toko Oleh-oleh Toraja merupakan jenis usaha yang bergerak dalam bidang jual beli oleh-oleh khas Toraja berupa cendera mata. Penjualan oleh-oleh khas toraja belum menggunakan media online sehingga konsumen agak kesulitan untuk mendapatkan informasi ketersediaan oleh- oleh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi penjualan oleh-oleh kas Toraja pada toko oleh-oleh toraja berbasis web dengan menggunakan metode Pareto ABC. Rancangan sistem terdiri dari lima puluh dua . modul form dan menghasilkan Sembilan belas . output yaitu yaitu nota penjualan online, nota penjualan offline, laporan rekap penjualan produk, lapoan penjualan rekap online, laporan rekap penjualan offline, laporan semua produksi produk, laporan produksi baju kaos, laporan produksi dress, laporan produksi sarung, laporan pembelian semua produk, laporan pembelian produk kalung, laporan pembelian produk gelang, laporan pembelian produk miniature tongkonan, laporan pembelian produk topi, laporan pembelian produk lainnya, laporan stok produk, laporan penjualan produk paling laris, laporan penjualan produk laris, dan laporan produk kurang laris. Hasil pengujian sistem menggunakan metode black-box testing terhadap lima puluh . modul, didapatkan bahwa hasil pengujian semua modul adalah sesuai dengan yang diharapkan Paulus Informatics Journal Vol. No. Kata Kunci: Pareto ABC. Web. Black-box Testing Pengolahan data secara konvensional PENDAHULUAN dapat menimbulkan sejumlah masalah yaitu Latar Belakang Pemanfaatan teknologi informasi sangat pengelola toko kesulitan untuk menentukan penting dalam mengembangkan suatu bidang kelompok barang yang menumbangkan Pemilik usaha dapat menerapkan pendapatan tertinggi . abgat lari. , pendapatan teknologi informasi untuk membuat cukup tinggi . dan pendapatan terendah pekerjaan semakin cepat dan terkendali. urang lari. , sehingga seringkali terjadi Penerapan teknologi informasi dalam suatu penumpukan barang yang kurang laris yang perusahaan akan membuat pekerja akan lebih lama kelamaan menjadi Penumpukan barang cepat menyelesaikan pekerjaan yang akan yang kurang laris akan membebankan biaya membuat perusahaan itu berkembang pesat. persediaan dan dapat menyebabkan kerugian Khususnya di dunia bisnis teknologi toko. Salah satu cara untuk mengetahui baranginformasi mempermudah pekerja atau staf barang yang sangat laris, laris atau kurang laris perusahaan mengerjakan aktivitas bisnis adalah dengan menerapkan metode pareto ABC. Berdasarkan uraian di atas maka perlu lebih efisien dan efektif. Salah satunya sistem Pareto ABC dalam sistem pemanfaatan sistem pendukung keputusan informasi penjualan Toko Oleh- oleh Khas pengendalian persediaan barang. Sistem Pendukung Keputusan Toraja. Dengan adanya penerapan metoe Pareto Pengendalian persediaan barang untuk ABC dalam sistem penjualan barang diharapkan meningkatkan keefisiensian waktu dan dapat meminimalkan penumpukan stok barang kecepatan dalam peningkatkan pelayanan. sehingga kerugian yang ditimbulkan oleh Metode pareto ABC adalah metode adanya barang yang dapat diminimalkan juga. membagi Oleh karena itu maka penulis mengajukan judul kelompok produk terdiri dari tiga yaitu A. B penelitian AuPenerapan Metode Pareto ABC dan juga C berdasarkan nilai penjualan Dalam Sistem Informasi Penjualan Oleh-Oleh dalam mentukan kebijakan Khas Toraja (Studi Kasus Toko TodiA. Ay. pengawasan ketersediaan yang ketat dan II. TINJAUAN PUSTAKA Toko Oleh-oleh Khas Toraja merupakan jenis sedikit longgar terhadap jenis-bahan yang yang bergerak dalam bidang jual beli olehada persediaan, maka dapat pakai metode analisisa ABC. Dengan metode Pareto ABC oleh khas Toraja berupa cendera mata. dapat ditentukan 20% dari sejumlah barang Pengolahan data penjualan, pembelian, dagangan yang masuk kedalam kelompok pengendalian stok barang masih menggunakan barang yang menghasilkan 80% pendapatan metode konvensional yaitu semua transaksi dari total pendapatan. Dengan diketahuinya masih dicatat ke dalam buku transaksi. barang-barang yang dapat memberikan 80% Pengolahan data secara konvensional dapat keuntungan, maka barang-barang tersebut menimbulkan sejumlah masalah yaitu pengelola harus mendapat perhatian khusus dalam hal toko kesulitan untuk menentukan kelompok Toko Oleh-oleh Khas Toraja barang yang menyumbangkan pendapatan merupakan jenis usaha yang bergerak dalam tertinggi . angat lari. , pendapatan cukup tinggi bidang jual beli oleh-oleh khas Toraja berupa . dan pendapatan terendah . urang lari. , cendera mata. Pengolahan data penjualan, sehingga seringkali terjadi penumpukan barang pembelian, pengendalian stok barang masih yang kurang laris. menggunakan metode konvensional yaitu 2. 1 Konsep Dasar Implementasi Implementasi adalah suatu proses interaksi semua transaksi masih dicatat ke dalam buku antara suatu perangkat tujuan dan tindakan yang Paulus Informatics Journal Vol. No. mampu untuk meraihnya. Implementasi pareto. Prinsip ini menyatakan bahwa critical adalah kemampuan membentuk hubungan- view and trivial many. Prinsip ini mengajarkan hubungan lebih lanjut dalam rangkaian untuk memfokuskan pengendalian persediaan sebab- akibat yang menghubungkan tindakan kepada jenis persediaan yang bernilai tinggi atau Secara sederhana kritikal daripada yang bernilai rendah atau implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau trivial. Impelemtasi adalah perluasan Menurut hukum Pareto, pada analisis ABC aktivitas yang saling menyesuaikan. barang dapat digolongkan sesuai tingkatan nilai (Apridiansyah. Veronika and Oktarini, dari nilai yang paling tinggi ke nilai yang paling Dibagi lagi menjadi kelompok besar 2 Sistem Informasi terprioritas, kelompok tersebut diberi nama A. Sistem informasi adalah kumpulan dari B. sub-sub sistem baik phisik maupun non 1. Kelas A: jumlah barang dalam unit 20% dari phisik yang saling berhubungan satu sama total seluruh barang, representasi 80% dari dan bekerja sama secara harmonis untuk total nilai uang. mencapai satu tujuan yaitu mengolah data 2. Kelas B: jumlah barang dalam unit 20% dari menjadi informasi yang berguna. total seluruh barang, representasi 10Ae 15% 3 Konsep Penjualan dari total nilai uang. Menurut Bayu Swastha dalam Suparman 3. Kelas C: jumlah barang dalam unit 60% dari . 8, p. Penjualan adalah salah satu total seluruh barang, representasi 5% dari fungsi pokok yang dilaksanakan dalam total nilai uang. (Ermayana Megawati et al. kegiatan pemasaran suatu produk oleh suatu 2021, p. organisasi pemasaran, kegiatan untuk i. HASIL DAN PEMBAHASAN menyampaikan produk barang kepada 3. 1 Kebutuhan Fungsional Untuk melaksanakan penjualan Kebutuhan yang baik diperlukan suatu adanya manajemen agar tercapai apa yang akan di kebutuhan admin, owner, kasir, kurir dan Adapun pengertian manajemen konsumen dari penggunaan sistem yang penjualan itu sendiri adalah perencanaan. Kebutuhan fungsional dalam pengarahan, dan pengwasan personal selling, system yang dirancang sebagai berikut : Use case login digunakan untuk login ke perlengkapan, penentuan rute, supervisi, dalam sistem pembayaran, dan motivasi sebagai tugas Use case proses data karyawan digunakan diberikan pada para tenaga penjual. oleh admin untuk memproses data (Suparman, 2018, p. 4 Model Pareto ABC Use case proses data produk digunakan Analisis ABC oleh admin untuk memproses data produk Use case proses data ongkos kirik peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga digunakan oleh admin untuk memproses terendah, dan dibagi menjadi 3 kelompok data ongkos kirik besar yang disebut kelompok A. B dan C. Use case setup diskon digunakan oleh Analisis ABC membagi persediaan yang admin untuk memsetup diskon menjadi tiga kelas berdasarkan besarnya nilai Use case proses data rekening digunakan . yang dihasilkan oleh persediaan oleh admin untuk memproses data rekening Analisis ABC merupakan aplikasi Use case proses data produksi digunakan persediaan yang menggunakan prinsip oleh admin untuk memproses data produksi Paulus Informatics Journal Vol. No. Use case proses data pembelian memproses data pembelian Use case proses pareto abc digunakan penentuan barang terlaris, laris dan kurang laris menggunakan metode pareto ABC. Use case laporan penerimaan digunakan oleh admin untuk mencetak laporan Gambar 3. 1 Rancangan Use Casae Diagram Aktor Admin Use case laporan produksi digunakan oleh admin untuk mencetak laporan Use case laporan penjualan digunakan oleh admin untuk mencetak laporan Use case laporan pembelian digunakan oleh admin untuk mencetak laporan Use case laporan stok digunakan oleh admin untuk mencetak laporan stok Gambar 3. 2 Rancangan Use Case Diagram Aktor Use case view produk oleh-oleh Pemilik digunakan oleh konsumen untuk melihat daftar produk Use case pilih produk digunakan oleh konsumen untuk menambah pesanan Use case tambah ke keranjang belanja digunakan oleh konsumen untuk menampilkan daftar pesanan produk. Use case registrasi digunakan oleh konsumen untuk registrasi pesanan Use case lihat data pesanan digunakan oleh konsumen untuk melihat daftar pesanan produk Gambar 3. 3 Rancangan Use Case Diagram Aktor Use case upload bukti pesanan Kasir digunakan oleh konsumen untuk mengupload bukti pembayaran 2 Rancangan Use Case Diagram Gambar 3. 4 Rancangan Use Case Diagram Aktor Kurir Paulus Informatics Journal Vol. No. Gambar 3. 2 Rancangan Tampilan Registrasi Akun Gambar 3. 5 Rancangan Use Case Diagram Aktor Konsumen 3 Rancangan Class Diagram Gambar 3. 3 Rancangan Tampilan Daftar Data Karyawan Gambar 3. 1 Rancangan Class Diagram 4 Rancangan Antar Muka Gambar 3. 4 Rancangan Tampilan Daftar Produk Gambar 3. 5 Rancangan Tampilan Daftar Ongkos Kirim Gambar 3. 1 Rancangan Tampilan Login Gambar 3. 6 Rancangan Tampilan Hasil Pareto ABC Paulus Informatics Journal Vol. No. Gambar 3. 4 Tampilan Halaman Daftar Produk Gambar 3. 7 Rancangan Tampilan Daftar Penjualan Implementasi Gambar 3. 5 Tampilan Halaman Daftar Ongkos Kirim Gambar 3. 1 Tampilan Halaman Form Login Gambar 3. 6 Tampilan Halaman Daftar Data Hasil Pareto ABC Gambar 3. 2 Tampilan Form Registrasi Akun Gambar 3. 7 Tampilan Halaman Daftar Data Histori Penjualan Gambar 3. 3 Tampilan Halaman Form Data Karyawan Paulus Informatics Journal Vol. No. Gambar 3. 8 Tampilan Halaman Daftar Data Nota Penjualan IV. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada babbab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem informasi menghasilkan lima puluh dua . modul form dan menghasilkan Sembilan belas . output yaitu nota penjualan online, nota penjualan offline, laporan rekap penjualan produk, lapoan penjualan rekap online, laporan rekap penjualan offline, laporan semua produksi produk, laporan produksi baju kaos, laporan produksi dress, laporan pembelian semua produk, laporan pembelian produk kalung, laporan pembelian produk gelang, laporan tongkonan, laporan pembelian produk topi, laporan pembelian produk lainnya, laporan stok produk, laporan penjualan produk paling laris, laporan penjualan produk laris, dan laporan produk kurang laris. Hasil penerapan metode Pareto ABC menggunakan data penjualan Juli 2023 yakni 199 jenis produk yang terjual, dimana produk paling laris (A) sebanyak 95 jenis produk terjual, produk laris (B) sebanyak Paulus Informatics Journal 51 jenis produk terjual, dan produk kurang laris (C) sebanyak 53 jenis produk terjual. Jenis produk paling laris (A) adalah Miniatur Rumah Toraja Ukuran 60 Cm dengan total yang terjual 5 buah, salah satu jenis produk laris (B) adalah Baju Kaos Pria Lukisan Gadis Tenun Toraja Ukuran S dengan total terjual 2 buah dan produk yang kurang laris adalah Kalung Etnik Kayu Bola-bola Bungkus Pink Ukuran All Size dengan total yang terjual 1 buah. Hasil menggunakan metode black-box testing terhadap lima puluh . modul, didapatkan bahwa hasil pengujian semua modul adalah sesuai dengan yang diharapkan. Ini berarti bahwa secara keseluruhan sistem telah 2 Saran Kelemahan sistem ini adalah: Sistem belum dalam bentuk aplikasi android oleh karena itu masih dapat dikembangkan ke dalam bentuk aplikasi yang berbasis android. Sistem informasi ini masih dapat modul untuk sistem informasi keuangan. DAFTAR PUSTAKA