Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 HUBUNGAN PENGETAHUAN. SIKAP. DAN KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP PERILAKU PEMILAHAN SAMPAH PADA PEDAGANG DI PASAR AGUNG KOTA DEPOK Zahira Hananda Naila Rozni. Desy Sulistyorini (Universitas Indonesia Maj. Abstract The waste problem in Indonesia is exacerbated by people's awareness and their actions regarding healthy lifestyles and a clean, waste-free environment. Many people do not realize the importance of waste processing, but there are also many people who understand the importance of waste processing but do not carry out this behavior. The researcher's aim is to determine the relationship between knowledge, attitudes, and availability of facilities and infrastructure on waste sorting behavior among traders at Pasar Agung. Depok City in 2023. Quantitative research method with a cross-sectional research design. The population in this research is all traders at Pasar Agung Depok City. The sampling technique was carried out using probability sampling and 78 samples were obtained. The data used is primary data distributed through a questionnaire. The research results show a p value of 0. > 0. meaning that there is a relationship between knowledge and waste sorting behavior, there is a relationship between attitude and waste sorting behavior, p value 0. > 0. conclusion : and there is a relationship between the availability of facilities and infrastructure and behavior. waste sorting p value 0. > 0. Suggestions from researchers hope that traders can separate waste according to type . rganic and non-organi. And it is also hoped that traders can choose packaging that is used for the long term rather than singleuse packaging. Traders can also choose more environmentally friendly materials, think and reconsider before purchasing an item. Keywords: Availability of Facilities. Waste Sorting. Knowledge. Behavior. and Attitude Abstrak Permasalahan sampah di Indonesia diperparah oleh kesadaran masyarakat dan tindakan mereka tentang cara hidup sehat dan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pengolahan sampah, tetapi juga banyak masyarakat yang mengerti pentingnya pengolahan sampah namun tidak melakukan perilaku Sebagai contoh, orang tidak memilah sampah dengan benar sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tujuan peneliti adalah mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling dan didapatkan sebanyak 78 sampel. Data yang digunakan adalah data primer yang disebar melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukan p value 0,027 . > 0,. kesimpulan : ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah, ada hubungan sikap dengan perilaku pemilahan sampah p value 0. > 0,. , dan ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah p value 0,046 . > 0,. Saran dari peneliti diharapkan pedagang dapat memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya . rganik dan non-organi. Dan diharapkan juga pedagang dapat memilih kemasan yang digunakan untuk jangka panjang dibandingkan kemasan sekali Pedagang juga dapat memilih bahan yang lebih ramah lingkungan, memikirkan dan mempertimbangkan kembali sebelum membeli suatu barang. Kata Kunci : Ketersediaan Sarana. Pemilahan Sampah. Pengetahuan. Perilaku. dan Sikap Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 PENDAHULUAN Salah satu masalah alam yang membutuhkan penanganan khusus adalah sampah. Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008, sampah adalah bahan padat yang dihasilkan dari proses alam atau kegiatan sehari-hari manusia. Sampah biasanya dibagi menjadi dua kategori: sampah organik atau basah dan sampah anorganik atau kering1. Ada kemungkinan bahwa peningkatan populasi di seluruh dunia akan menyebabkan peningkatan aktivitas masyarakat di bidang industri, perdagangan, ekonomi, dan lainnya. Sepertinya pola hidup masyarakat akan menjadi lebih konsumtif, yang berarti bahwa sampah dari berbagai kegiatan sehari-hari akan terus meningkat. Pada akhirnya, sampah adalah sumber masalah utama bagi masyarakat. Tidak dapat memilah atau mendaur ulang kembali sampah akan berdampak negatif pada kesehatan dan kelestarian lingkungan 2. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume sampah Indonesia mencapai 19,45 juta ton pada tahun 2022, turun 37,52% dari 31,13 juta ton pada tahun 2021 3. Bahkan dengan jumlah sampah yang diperkirakan mencapai 200 ribu ton setiap hari, masalah sampah selalu menjadi perhatian pemerintah. Sayangnya, pemerintah gagal menangani volume sampah yang besar karena berbagai kendala 4. Dari perspektif lingkungan, sampah dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Ini menyebabkan lingkungan menjadi kotor, mencemari udara, air, dan tanah, dan menyebabkan penyakit berkembang biak 5. Laporan indeks kedua dari Plastic Waste Makers Index diterbitkan pada 6 Februari Laporan ini dibuat oleh Minderoo Foundation, sebuah organisasi filantropi. Laporan tersebut menyatakan bahwa dunia menghasilkan 139 juta metrik ton sampah sekali pakai pada tahun 20216. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diakses pada 1 Februari 2023 menunjukkan bahwa jumlah timbulan sampah menurun 7. Pasar tradisional Depok, yang dikenal sebagai kota yang padat penduduk, adalah salah satu ciri khas kota ini. Namun, sayangnya, pasar yang seharusnya bersih menjadi kumuh dan dipenuhi sampah. Baik efek positif maupun negatif dari proses pengelolaan lingkungan termasuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan mendorong pembangunan nasional. Efek positif dari pengelolaan lingkungan termasuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Efek negatif dari pengelolaan lingkungan termasuk limbah, yang merupakan sisa dari proses produksi industri maupun rumah tangga dan dapat menurunkan kualitas lingkungan. Limbah padat yang dihasilkan oleh aktivitas manusia biasanya disebut sampah9. Fasilitas merupakan bagian dari pelayanan suatu perusahaan atau pedagang yang ditujukan kepada konsumen untuk mendukung kenyamanan mereka. Fasilitas yang baik akan memberikan kesan yang baik bagi suatu tempat dan menjadi daya tarik bagi pengunjung 10. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Proses pemilahan sampah yang baik dapat mempertahankan nilai ekonomisnya, mulai dari pemilahan sampah individu, pengumpulan, dan pengolahan. Sampah padat . dan sampah basah . adalah dua jenis sampah yang sebenarnya. Jika dibandingkan dengan sampah anorganik, yang diproduksi dalam jumlah besar oleh setiap orang, maka kebutuhan akan ruang sampah akan meningkat. Namun, sampah organik biasanya mudah terurai dengan alam sehingga tidak menimbulkan penumpukan. Akibatnya, untuk mencegah penumpukan sampah yang berlebihan di masa depan, masyarakat harus melakukan tindakan penting untuk mengelola sampah. Seperti yang kita ketahui, pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan longsor, banjir, penyakit, dan banyak lagi konsekuensi pengelolaan sampah yang buruk. Pengelolaan sampah memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan pendapatan dan mengurangi Ini juga dapat mengurangi pemakaian lokasi pembuangan akhir dan membuat area tersebut lebih indah dipandang. Jika Anda memilih produk yang masih mempunyai harga jual, pengelolaan sampah dapat menjadi sumber penghasilan. Namun. Anda harus mempertimbangkan apakah produk tersebut aman untuk lingkungan12. Selain itu, masalah sampah di Indonesia diperparah oleh kesadaran masyarakat dan tindakan mereka tentang cara hidup sehat dan lingkungan yang bersih dan bebas sampah 13. Banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pengolahan sampah, tetapi juga banyak masyarakat yang mengerti pentingnya pengolahan sampah namun tidak melakukan perilaku tersebut. Sebagai contoh, orang tidak memilah sampah dengan benar sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pasar Agung Kota Depok merupakan pusat perdagangan kebutuhan masyarakat seharihari seperti pakaian, sembako, dan sayur-mayur yang setiap harinya ramai pembeli yang Hasil studi pendahuluan melalui observasi lapangan ditemukan permasalahan yaitu terdapat tumpukan sampah dijalan akses keluar masuknya para pedagang maupun pembeli, kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia dan kurangnya pula tempat penyimpanan sampah yang dipilah. Hal ini dapat dilihat bahwa sarana dan prasarana yang belum lengkap maka para pedagang tidak dapat memilah sampah dengan baik. Jika masalah ini terjadi pada lingkungan akan menimbulkan polusi udara karena tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap, menimbulkan polusi air dan polusi tanah yang bersumber dari tumpukan sampah. Kondisi lingkungan ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat secara keseluruhan karena sanitasi lingkungan yang buruk. Melalui penelitian ini diharapkan para pedagang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, seperti jika melihat sampah yang berserakan dapat langsung lapor kepada penanggung jawab Pasar Agung Kota Depok atau langsung ke petugas kebersihan di lokasi tersebut, dan juga agar para pedagang menambah pengetahuan bagaimana memanfaatkan sampah dengan cara pemilahan sampah yang benar. Hal ini pula dapat mempermudah proses daur ulang. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling. Sampel yang didapat dari rumus Slovin . ,1%) yaitu terdapat 78 responden pedagang. Penelitian ini berlokasi di Pasar Agung Kota Depok dan akan dilaksanakan mulai dari penyusunan pada bulan Mei hingga bulan November 2023. Populasi dalam penelitian ini Pasar Agung Kota Depok Penelitian ini memiliki sampel dengan kriteria inklusi sebagai berikut: . Pedagang di Pasar Agung yang berdomisili di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Pedagang di Pasar Agung yang berusia diatas 17 tahun. Bersedia menjadi responden penelitian secara lengkap. Penelitian ini diperoleh dari data primer, pada data primer diperoleh dari hasil kuesioner. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah sampel yang tidak mengisi kuesioner secara Kuesioner yang diberikan terdapat tiga puluh lima pertanyaan. Pedagang diberikan pertanyaan mengenai ketersediaan sarana di pasar dan bagaimana perilaku pedagang terhadap sampah disekitar pasar. Penilaian dalam kuesioner ini menggunakan skala gutman dan skala likert, yang dimana jika nilai median dibawah rata-rata nilainya kurang baik, dan jika nilai median diatas rata-rata maka baik. Tahap proses pengolahan datameliputi: editing, tabulasi, dan entri data . Analisa data menggunakan analisis deskriptif . nalisis kuantitatif yang digunakan untuk menjelaskan dengan lebih mendalam hasil dari analisi. dan analisis bivariat . nalisis statistik tunggal untuk mengetahui hubungan dua himpunan HASIL PENELITIAN Adapun hasil penelitian dari karakteristik responden . , analisis data univariat . , dan analisis data bivariat . Tabel 1. Deskriptif Karakterisik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia, dan Pendidikan Karakteristik Jumlah Persentase (%) Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Usia SMP/Sederajat Pendidikan SMA/Sederajat Total Sampel Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Data hasil penelitian yang dilakukan pada 78 responden menunjukan bahwa terdapat 40 responden dengan jenis kelamin laki-laki atau dengan persentase . 3%). Dan terdapat 38 responden dengan jenis kelamin perempuan atau dengan persentse . 7%). Terdapat 47 responden dengan usia 20-30 tahun atau dengan persentase . 3%). Dan terdapat 31 responden dengan usia 31-40 tahun atau dengan persentse . 7%). Terdapat 20 responden dengan Pendidikan terakhir SMP/Sederajat atau dengan persentase . 6%). Dan terdapat 58 responden dengan Pendidikan terakhir atau dengan persentse . 4%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase berdasarkan Perilaku Pemilahan Sampah. Pengetahuan. Sikap dan Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Variabel Frekuensi Persentase (%) Perilaku Pemilahan Sampah Kurang baik 32,1% Baik 67,9% Pengetahuan Kurang baik 34,6% Baik 65,4% Sikap 26,9% Kurang baik 73,1% Baik Ketersediaan Sarana Dan Prasarana 25,6% Kurang baik 74,4% Baik Total Sampel Data hasil penelitian yang dilakukan pada 78 responden menunjukan bahwa terdapat 53 responden dengan perilaku baik atau dengan persentase . 9%). terdapat 51 responden dengan pengetauan baik atau dengan persentase . 4%). terdapat 57 responden dengan sikap baik atau dengan persentase . 1%). terdapat 58 responden dengan ketersediaan sarana dan prasarana baik atau dengan persentase . 4%). Tabel 3. Hubungan antara Pengetahuan dengan Perilaku Pemilahan Sampah Pada Pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023 Perilaku Pemilahan Sampah Variabel Tidak Total p-value Odds Ratio Pengetahuan 018 . 156Kurang baik Baik Sikap 379 . 630Kurang Baik Baik Ketersediaan Sarana Dan Prasarana 867 . 236Kurang Baik Baik Total Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui dari 78 responden . %) berpengetahuan kurang baik, terdapat 13 responden . ,1%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan sebanyak 14 responden . ,9%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Sedangkan, dari 78 responden . %) yang berpengetahuan baik, terdapat 12 responden . ,5%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan 39 responden . ,5%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Dari hasil uji Chi square, diperoleh p-value sebesar 0,027 yang artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilah sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Dapat diketahui dari 78 responden . %) sikap kurang baik, terdapat 11 responden . ,4%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan sebanyak 10 responden . ,6%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Sedangkan, dari 78 responden . %) yang memiliki sikap baik, terdapat 14 responden . ,6%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan 43 responden . ,4%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Dari hasil uji Chi square, diperoleh p-value sebesar 0,020 yang artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilah sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Dapat diketahui dari 78 responden . %) berpengetahuan kurang baik, terdapat 10 responden . ,0%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan sebanyak 10 responden . ,0%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Sedangkan, dari 78 responden . %) yang memiliki ketersediaan sarana dan prasarana baik, terdapat 15 responden . ,9%) yang tidak melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok, dan 43 responden . ,1%) melakukan pemilah sampah di Pasar Agung Kota Depok. Dari hasil uji Chi square, diperoleh p-value sebesar 0,046 yang artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilah sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. PEMBAHASAN Hubungan antara Pengetahuan dengan Perilaku Pemilahan Sampah Pada Pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan p value 0,027 . > 0,. artinya bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sri Indah Pramana Widayani, dkk . dengan p value 0. 00 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tenaga pelayanan medis dengan perilaku pemilahan sampah 15. Begitu pula dengan Veronika Problema . terdapat adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah dengan p value 0. Namun, hal ini berbeda dengan hasil penelitian Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Milawati Anbarsari, dkk . dengan p value 0. 536 yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah 17. Menurut18. Pengetahuan adalah hasil dari penginderaan manusia, atau pengetahuan yang dimiliki seseorang tentang sesuatu melalui indera mereka, seperti telinga, hidung, mata, dan lainnya. Intensitas perhatian dan persepsi objek sangat dipengaruhi dari penginderaan ke pengetahuan. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran . dan pengelihatan . Asumsi peneliti, bahwa pengetahuan yang baik tentang pemilahan sampah, yaitu pengetahuan tentang pemilahan sampah yang dilakukan secara acak setiap hari, dapat menghasilkan perilaku yang baik dalam pemilahan sampah, sedangkan pengetahuan yang kurang dapat menghasilkan perilaku yang tidak baik dalam pemilahan sampah, mungkin karena pedagang tidak disiplin pada jadwal pendidikan yang sudah diatur, sehingga mereka kehilangan fokus pada materi yang disampaikan. Hubungan antara Sikap dengan Perilaku Pemilahan Sampah Pada Pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023 Hasil penelitian menunjukan p value 0. > 0,. artinya bahwa ada hubungan sikap dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Milawati Anbarsari, dkk . dengan p 006 yang berarti adanya hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah Begitu pula dengan Sri Indah Pramana Widayani, dkk . terdapat adanya hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah dengan p value 0. Namun, hal ini berbeda dengan hasil penelitian Veronika Problema . dengan p value 0. 146 yang berarti tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah 16. Respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu dikenal sebagai sikap. Respon ini sudah dipengaruhi oleh pendapat dan emosi mereka, seperti senang-tidak senang, setuju-tidak setuju, dan baik-tidak baik. Dalam situasi di mana sikap tidak selalu terwujud dalam tindakan. Jadi, proses berpikir yang baik yang didukung dengan pengetahuan yang baik akan menghasilkan sikap yang baik. Bertanggung jawab atas keyakinannya adalah sikap yang paling tinggi tingkatannya. Secara nyata, perspektif menunjukkan bahwa reaksi terhadap stimuli tertentu dalam kehidupan sehari-hari adalah reaksi emosional terhadap stimuli sosial 19. Responden yang memiliki sikap positif terhadap pemilahan sampah mungkin tidak menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka karena mereka ingin sesuatu yang instan dan tidak menyadarinya, sehingga mereka hanya membuang sampah tanpa menyadarinya. Dalam upaya pemilahan sampah, diharapkan ada pengawasan dan peneguran jika sikap yang salah terjadi. Sikap akan memengaruhi perilaku setiap pedagang. sikap yang positif diharapkan akan menghasilkan perilaku yang positif 20. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 Hubungan antara Ketersediaan Sarana Dan Prasarana dengan Perilaku Pemilahan Sampah Pada Pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023 Hasil penelitian menunjukan p value 0,046 . > 0,. artinya bahwa ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Galih Tri dan Agustina . dengan p value 0. 000 bahwa terdapat hubungan antara sarana dan prasarana dengan perilaku 21. Begitu pula dengan Avita Fitri, dkk . bahwa adanya hubungan antara ketersediaan sarana tempat sampah dengan tindakan pengelolaan sampah rumah tangga dengan p value 0. Namun, hal ini berbeda dengan hasil penelitian Milawati Anbarsari, dkk . dengan p value 0. 075 yang artinya tidak ada hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah 17. Salah satu faktor pendukung yang secara tidak langsung terkait dengan pemilahan sampah adalah sarana yang masih kurang memadai. Sampah organik dan nonorganik dapat dipilah sebelum dikumpulkan oleh petugas kebersihan, menghentikan peningkatan jumlah sampah plastik. Semakin banyak sarana yang tersedia, semakin baik pemilahan sampah di Pasar Agung Kota Depok22. SIMPULAN DAN SARAN Gambaran hasil distribusi frekuensi responden yang memiliki perilaku baik sebanyak 53 responden . 9%) dan yang memiliki perilaku kurang baik 25 responden . 1%), responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 51 responden . 4%) dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 27 responden . 6%), responden yang memiliki sikap baik sebanyak 57 responden . 1%) dan yang memiliki sikap kurang baik sebanyak 21 responden . 9%), responden yang memiliki ketersediaan sarana baik sebanyak 58 responden . 4%) dan yang memiliki ketersediaan sarana kurang baik 20 responden . 6%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah, ada hubungan sikap dengan perilaku pemilahan sampah p value 0. > 0,. , dan ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah p value 0,046 . > 0,. Terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok dengan p value = 0,020 . > 0,. Terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok dengan p value = 0,046 . > 0,. Adapun saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk menyelidiki bagaimana pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dan prasarana memengaruhi perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 2 No. 2 April 2024 E-ISSN 2964-0857 DAFTAR PUSTAKA