ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP KEJADIAN DIARE OADA ANAK USIA DIBAWAH 5 TAHUN DI GAMPONG BAK BULOH KECAMATAN KUTABARO Ratih Ayu Atika1. Syarifah Nora Andriaty2. Silvia Yasmin3 1,2,3 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi: ratihayuatika_fk@abulyatama. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: This study aims to determine the factors that increase parental anxiety which causes pre- Abstract: Diarrhea is still a public health problem. The morbidity and mortality rates in infants and children are mostly caused by diarrhea. This is due to the inappropriate application of clean and healthy living behavior to toddlers, where this behavior depends on the mother's clean and healthy living behavior because toddlers still cannot do everything by themselves. The aim is to determine the relationship between maternal clean and healthy living behavior and the incidence of diarrhea in 5 years in Gampong Bak Buloh. Kutabaro District. Correlational analytical research design with a cross sectional approach. The population in this study was 67 people, obtained from the average value of monthly inpatient visits in the sapphire room in the last 6 months in The sampling technique used simple random sampling of 40 respondents. The instrument uses the PHBS questionnaire and the incidence of diarrhea. Data were analyzed using the Spearman test. The research results show that the better the mother's PHBS, the lower the incidence of diarrhea in toddlers. The Spearman test shows that there is a significant relationship between maternal healthy living behavior and the incidence of mplication of this research is that mothers' clean and healthy living behavior (PHBS) is related to the incidence of diarrhea in toddlers, so that nurses in Gampong Bak Buloh. Kutabaro District can provide health promotion to patient mothers on how to implement PHBS correctly, and diarrhea will no longer occur in toddlers. Keywords: Mother's PHBS. Diarrhea Incident. Toddlers Abstrak: Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Angka kesakitan maupun angka kematian pada bayi dan anak banyak disebabkan oleh diare. Hal ini disebabkan karena tidak tepatnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada balita, dimana perilaku tersebut tergantung kepada perilaku hidup bersih dan sehat ibu karena balita masih tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan sendiri. Tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih sehat ibu dengan kejadian diare pada 5 Tahun Di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 67 orang didapatkan dari nilai rata - rata perbulan kunjungan rawat inap di ruang safir dalam 6 bulan terakhir pada tahun 2023. Teknik sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 40 responden. Instrument menggunakan kuesioner PHBS dan kejadian diare. Data dianalisa dengan uji Hasil penelitian semakin baik PHBS ibu akan mengurangi kejadian diare pada balita. Uji spearman menunjukkan adanya hubungan yg signifikan antara perilaku hidup sehat ibu dengan kejadian diare pada balita = 0,000 ( < =0,. Implikasi penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sehingga perawat di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro dapat memberikan promosi kesehatan kepada ibu pasien bagaimana cara menerapkan PHBS dengan benar, dan tidak lagi terjadi diare pada balita. Kata Kunci: PHBS Ibu. Kejadian Diare. Balita Hubungan Perilaku Hidup Bersiha (Atika et al, 2. -90- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 90-100 http://jurnal. id/index. php/acehmedika satu negera berkembang yang masih dihadapi PENDAHULUAN Diare masih merupakan salah satu masalah permasalahan diare. Diare menempati posisi kesehatan masyarakat. Angka kesakitan maupun kedua penyebab terbanyak kematian balita di angka kematian pada bayi dan anak banyak Indonesia pada tahun 2020 dengan posisi disebabkan oleh diare (Adisasmito, 2. Hal ini pertama yaitu pneumonia dan ketiga yaitu disebabkan karena tidak tepatnya penerapan demam berdarah (Kementerian Kesehatan RI, perilaku hidup bersih dan sehat pada balita. Kasus diare di Indonesia dimana perilaku tersebut tergantung kepada diagnosis tenaga kesehatan diketahui sebesar perilaku hidup bersih dan sehat ibu karena balita 6,8%, sementara berdasarkan gejala yang pernah masih tidak bisa melakukan segala sesuatu dialami sebesar 8%. Adapun berdasarkan data dengan sendiri (Priyoto, 2. Diare dapat tersebut diketahui kasus tertinggi ditemukan pada disebabkan dari faktor perilaku orang tua dan kelompok usia 1-4 tahun . ,5%) (Kementerian penularan diare dapat melalui lingkungan dengan Kesehatan RI, 2. Selain itu data profil cara fekal oral makanan atau minuman yang kesehatan Indonesia tahun 2019 menunjukkan tercemar kuman atau kontak langsung dengan bahwa kasus diare balita yang dilayani sebesar tangan penderita yang kotor pada saat menyentuh 40,0% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Kasus makanan atau melalui lalat pada makanan yang diare balita tersebut menurun pada tahun 2020 tidak ditutup. Selain itu cara penularan diare yang menjadi 28,8%, sedangkan penyebab diare pada lain juga bisa dari perilaku orang tua sendiri balita uang disebabkan oleh rendahnya perilaku faktanya mayoritas ibu lupa tidak melakukan cuci PHBS ibu didapatkan sekitar 49,3% orang tua (Ib. di Indonesia masih belum mengerti tentang balitanya, ada sebagian ibu hanya mencuci tangan manfaat mencuci tangan yang benar setelah tanpa menggunakan sabun, memberikan makanan melakukan aktifitas di luar atau pun di dalam pada balitanya yang sudah jatuh lalu ditiup oleh rumah, tidak menggunakan air bersih 14,7%, ibunya, belum diajarkannya balita toilet training, jamban tidak sehat 9%. ASI ekslusif 11,6%, tidak yang berdampak pembuangan tinja yang tidak makan buah dan sayur 25,1% (Kementerian Hal ini dikarenakan perilaku ibu dengan Kesehatan RI, 2. balita diare tidak memperhatikan PHBS, dimana Jawa Timur penyebab balita diare dikarenakan perilaku provinsi yang menyumbang angka kasus diare ibunya sendiri yang mendominasi terjadinya diare tertinggi kedua setelah Jawa Barat. Jumlah pada balitanya (Sander, 2. kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa World Health Organization (WHO) Timur berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Timur melaporkan kasus diare secara global ditemukan tahun 2019 adalah sebanyak 475. 057 dan sebanyak 1,7 milyar kasus pada balita dengan 702 yang dilayani (Riskesda Jatim, 2. jumlah kematian sebanyak 525. 000 pada tahun Surabaya 2017 (WHO, 2. Jumlah kematian diare Surabaya balita tersebut menurun menjadi 370. 000 pada ditemukan bahwa dari target penemuan 10% Meskipun angka kematian diketahui sasaran kasus diare yang berjumlah 31,036, menurun namun diare masih menjadi penyebab hanya 18,251 kasus . 74%) yang ditangani terbesar kematian balita yang menempati posisi (Dinkes Surabaya, 2. kedua (WHO, 2. Indonesia merupakan salah -91- ISSN 2548-9623 (Onlin. Berdasarkan data awal di ruang safir RS PHC Surabaya, didapatkan pada tahun 2022 balita usia 1-5 tahun yang menderita diare terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak, serta sebanyak 217, sedangkan pada tahun 2023 berdampak pada kematian (IDAI, 2. Penyakit periode januari Ae juli didapatkan 168 balita yang Diare dimasyarakat lebih dikenal dengan istilah menderta diare, dengan data kunjungan setiap AuMuntaberAy. Penyakit ini mempunyai dampak bulan didapatkan 24 balita menderita diare (RS yang mengerikan serta menimbulkan kecemasan PHC Surabaya, 2. Perilaku Hidup Bersih dan dan kepanikan warga masyarakat karna bila tidak Sehat merupakan bagian dari cerminan pola hidup segera diobati, dalam waktu singkat (A 48 ja. keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarganya. Menurunkan angka kejadian dan kematian akibat Perilaku hidup seseorang dipengaruhi oleh penanganan pada penatalaksanaan diare, tidak (Rizkiah, terdiri dari pengetahuan dan sikap, kepercayaan, lingkungan atau faktor keturunan, tetapi juga keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya. Faktor ini perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara menjadi akibat terhadap perilaku yang menjadi teoritis memiliki andil besar terhadap derajat dasar atau motivasi bagi tindakan akibat tradisi Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah Faktor predisposisi pada perilaku perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Salah (Notoatmodjo, 2. Pencegahan diare balita tidak lepas dari satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah peran orang tua khususnya ibu. Ibu memiliki Indonesia melalui program Perilaku Hidup Bersih banyak interaksi dengan balita selaku pengasuh dan Sehat (PHBS) adalah menerapkan prilaku yang membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air Perilaku ibu tersebut dapat menjadi faktor yang mengalir (Kemenkes RI, 2. berhubungan dengan diare pada balita. Perilaku Penelitian yang dilakukan oleh Sander Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) keluarga terdiri . di Nepal menunjukkan perilaku ibu dalam dari 10 indikator dan hanya 4 indikator yang mencuci tangan berhubungan dengan kejadian berkaitan dengan kejadian diare. Perilaku hidup diare balita. Penelitian tersebut memberikan bersih dan sehat (PHBS) yang indikator yang informasi bahwa perilaku cuci tangan perilaku berkaitan merupakan memberikan ASI Eksklusif, menggunakan air bersih, mencuci tangan, dan menggunakan sabun dan air mengalir dapat menggunakan jamban sehat, makan buah dan mencegah penularan diare pada balita. Selain itu sayur (Proverawati,dkk 2. Dampak penyakit diare pada balita antara lain adalah dapat perilaku memasak air minum dan sterilisasi botol menghambat proses tumbuh kembang anak yang Memasak air minum dapat mencegah pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup kontak host dan agent melalui air. Mencuci botol Setiap balita yang menderita diare dapat menyebabkan kekurangan gizi karena adanya penularan kuman yang ada pada botol (Taosu. Penelitian lain yang dilakukan oleh Hubungan Perilaku Hidup Bersiha (Atika et al, 2. -92- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 90-100 http://jurnal. id/index. php/acehmedika . korelasional dengan pendekatan cross sectional. memberikan informasi bahwa perilaku ibu yang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paling banyak ditemukan berhubungan dengan perilaku hidup bersih sehat ibu dengan kejadian diare diare balita adalah pengetahuan ibu, riwayat pada balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, kebiasaan Kutabaro. cuci tangan ibu. ASI mengandung zat yang dapat independen yaitu perilaku hidup bersih sehat ibu, menjadi sumber antibiotik bagi balita untuk sedangkan variabel dependen yaitu kejadian diare, menurunkan morbiditas berbagai penyakit salah yang dilaksanakan 02/juni 2024 satunya diare. Populasi Penelitian Firmansyah Upaya Ramadhansyah telah ditetapkan, (Nursalam, 2. Dalam penelitian ASI, ini populasi yang digunakan adalah ibu yang menggunakan air bersih yang cukup, mencuci subjek dari penelitian yang memenuhi kriteria yang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) di Populasi dalam penelitian adalah keseluruhan mencegah diare balita yaitu melalui Program Penelitian memiliki balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro dengan jumlah populasi dalam penelitian membuang tinja bayi dengan benar, imunisasi ini adalah 67 orang didapatkan dari nilai rata - rata dan penyehatan lingkungan. Rutin memberikan perbulan kunjungan rawat inap di ruang safir dalam 6 penyuluhan kepada setiap masyarakat terutama bulan terakhir pada bulan Juli sampai Desember kepada orang tua yang memiliki balita bahwa pentingnya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sampel Penelitian Sehat (PHBS) didalam kehidupan sehri-hari. Meningkatkan penyuluhan tentang kesehatan Sampel penelitian adalah sebagian atau masyarakat setempat dan perlunya penyampian wakil populasi yang diteliti, pengambilan sampel tentang pentingnya melakukan perilaku hidup harus dilakukan sedemikian rupa sehingga bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah terjadinya penyakit diare. Dalam menekan kejadian diare perlu melakukan intervensi dalam sebenarnya (Hidayat, 2. Sampel dalam melakukan pendamping upaya-upaya promotif penelitian ini adalah seluruh Sebagian ibu yang benar-benar Gampong Bak Buloh kejadian penyakit-penyakit berbasis lingkungan. Kecamatan Kutabaro yang memenuhi kriteria khususnya penyakit diare (Rizkiah, 2. berjumlah 40 orang. METODE PENELITIAN HASIL PENELITIAN Data umum hasil penelitian merupakan Desain Penelitian Desain penelitian merupakan hasil akhir dari gambaran tentang karakteristik responden yang suatu tahap keputusan yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimanan suatu penelitian pendapatan,balita saat ini diare, umur pertama bisa diterapkan, (Nursalam, 2. Penelitian ini diare, pengasuh anak, pekerjaan dan usia anak menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain saat ini. penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik Karakterisrik Responden Berdasarkan Umur -93- Pendidikan ISSN 2548-9623 (Onlin. Ibu Tabel 5. 1 Karakterisrik Responden Berdasarkan Karakterisrik Responden Berdasarkan Pendapatan Umur Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Tabel 5. 3 Karakterisrik Responden Berdasarkan Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro 2023 Pendapatan Dengan Kejadian Diare Pada Balita . di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro 2023 . Tabel 5. 1 menjelaskan bahwa umur ibu Tabel 5. 3 menjelaskan bahwa pendapatan dengan kejadian diare pada balita 23- 32 tahun responden dengan kejadian diare pada balita Ou 4,5 sebanyak 24 orang . ,0%), umur ibu 33-42 juta sebanyak 25 orang . ,5%), pendapatan 2,5- tahun sebanyak 11 orang . ,5%), dan umur ibu 4,5 juta sebanyak >42 tahun sebanyak 5 orang . ,5%). pendapatan O 2,5 juta sebanyak 6 orang . ,0%). Karakterisrik Responden Berdasarkan Balita Karakterisrik Responden Berdasarkan . ,5%) Saat Ini Diare Pendidikan Ibu Tabel 5. 2 Karakterisrik Responden Berdasarkan Tabel 5. 4 Karakterisrik Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Saat Ini Diare Dengan Kejadian Diare Balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Pada Balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro 2023 . Kutabaro 2023 . Tabel 5. 4 menjelaskan bahwa balita saat ini sedang mengalami diare ya sebanyak 24 orang . ,0%) dan tidak sebanyak 16 orang . ,0%). Tabel 5. 2 menjelaskan bahwa pendidikan Karakterisrik Responden Berdasarkan Umur responden dengan kejadian diare pada balita S1 Pertama Balita Diare sebanyak 28 orang . ,0%), pendidikan SMA Tabel 5. 5 Karakterisrik Responden Berdasarkan sebanyak 7 orang . ,5%), pendidikan SMP Umur Pertama Balita Diare Dengan Kejadian sebanyak 3 orang . ,5 %), pendidikan SD dan Diare Pada Balita di Gampong Bak Buloh ,5%), Kecamatan Kutabaro 2023 . berpendidikan S2/S3. Hubungan Perilaku Hidup Bersiha (Atika et al, 2. -94- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 90-100 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Tabel 5. 3 menjelaskan bahwa pekerjaan Tabel bahwa Umur responden dengan kejadian diare pada balita PNS pertama balita dengan kejadian diare pada < 1 sebanyak 16 orang . ,0%), wiraswasta sebanyak tahun sebanyak 18 orang . ,0%), 1-3 tahun 15 orang . ,5%), pedagang sebanyak 7 orang sebanyak 12 orang . ,0%) dan >3 tahun . ,5%) dan petani sebanyak 2 orang . ,0%). sebanyak 10 orang . ,0%). Karakterisrik Responden Berdasarkan Usia Karakterisrik Responden Berdasarkan Anak Saat Ini Pengasuh Anak Tabel 5. 8 Karakterisrik Responden Berdasarkan Tabel 5. 6 Karakterisrik Responden Berdasarkan Usia Anak Saat Ini Dengan Kejadian Diare Pada Pengasuh Anak Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro . Kutabaro 2023 . Berdasarkan tabel 5. 9 didapatkan hasil pasien dengan kejadian diare pada balita yang Tabel 5. 6 menjelaskan bahwa pengasuh mempunyai perilaku hidup bersih dan sehat baik anak responden dengan kejadian diare pada balita sebanyak 22 orang . ,0%), cukup sebanyak 11 kakek/nenek sebanyak 19 orang . ,5%), sendiri orang . ,5%) dan kurang 7 orang . ,5%). Hal sebanyak 15 orang . ,5%) dan babysister sebanyak 6 orang . ,0%). mempengaruhi perilaku yang akan dilakukan ibu Karakterisrik Responden Berdasarkan tentang PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Pekerjaan Tabel 5. 7 Karakterisrik Responden Berdasarkan memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh Pekerjaan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di anggota keluarga (Sulaeman, 2. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro 2023 pendidikan responden dengan kejadian diare pada . balita S1 sebanyak 28 orang . ,0%), pendidikan SMA sebanyak 7 orang . ,5%), pendidikan SMP -95- ISSN 2548-9623 (Onlin. sebanyak 3 orang . ,5 %), pendidikan SD dan PHBS dengan memberikan sarana dan prasarana ,5%), seperti hand sanitizer di pintu masuk ruangan rawat inap dan di bed masing-masing pasien, berpendidikan S2/S3. Menurut Notoatmodjo Meningkatnya PHBS akan mencegah terjadinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya diare pada balita. adalah faktor dari dalam diri . aktor instrinsi. Kejadian Diare Pada Balita di Gampong Bak yaitu usia, tingkat pendidikan, pengetahuan. Buloh Kecamatan Kutabaro. kepuasan, keyakinan dan faktor dari luar . aktor Berdasarkan tabel 5. 10 didapatkan hasil ekstrinsi. , yaitu iklim, manusia, sosial, ekonomi, pasien dengan kejadian diare pada balita jarang kebudayaan dan sebagainya. sebanyak 20 orang . ,0%), tidak pernah 12 orang . ,0%), dan Faktor . ,0%). PHBS ibu dapat berpengaruh terhadap kondisi dikarenakan faktor umur dibawah 24 bulan. Hal kesehatan balita. Hal ini sesuai dengan penelitian ini mempengaruhi imunitas pada balita yang . masih lemah dan rentan terinfeksi virus, kuman- mengungkapkan bahwa adanya keterikatan antara kuman dan pathogen penyebab lainnya (Hidayat, pendidikan dengan PHBS mempunyai hubungan Kusumawati keberhasilan menurunkan angka kejadian diare. Balita dengan tingkat kesehatan. Semakin tinggi tingkat Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan pendidikan semakin mudah ibu menerima konsep bahwa Umur pertama balita dengan kejadian diare pada < 1 tahun sebanyak 18 orang . ,0%), 1-3 tahun sebanyak 12 orang . ,0%) dan >3 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu tahun sebanyak 10 orang . ,0%). Menurut Pada WHO . insiden diare lebih tinggi pada usia Balita Gampong Bak Buloh di bawah 2 tahun dan akan menurun seiring Kecamatan Kutabaro Berdasarkan dengan bertambahnya usia. Hiswani . juga kesesuaian antara fakta dan teori, sehingga berpendapat bahwa penyakit diare paling sering peneliti berasumsi bahwa mayoritas ibu memiliki dijumpai pada anak balita terutama pada 3 tahun pendidikan S1 sebanyak 28 orang . ,0%). Hal pertama kehidupan. Kelompok umur yang paling ini menunjukkan pendidikan yang tinggi dapat rawan terkena diare adalah 2-3 tahun, walaupun menimbulkan kepercayaan yang nantinya akan banyak juga ditemukan penderita yang usianya merubah perilaku kesehatan, seperti seseorang relatif muda yaitu antara 6 bulan-12 bulan. Pada percaya bahwa PHBS dapat mengurangi atau usia ini anak mulai mendapat makanan tambahan seperti makanan pendamping air susu ibu. Pengetahuan dan wawasan seorang ibu berperan sehingga kemungkinan termakan makanan yang penting dalam PHBS, dikarenakan semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah ibu penyakit diare menjadi lebih besar, seperti menerima konsep hidup sehat secara mandiri. Hal sanitasi makanan pada saat pengolahan makan ini juga didukung dari tempat penelitian yang balita dan kebersihan kebersihan serta hygiene sudah menerapkan PHBS salah satunya cuci penyajian yang dilakukan oleh ibu balita. Hal ini RS PHC Surabaya sudah menjalankan sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hubungan Perilaku Hidup Bersiha (Atika et al, 2. -96- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 90-100 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Irianto . yang menunjukkan bahwa umur ibu dengan kejadian diare di balita 12-24 bulan lebih banyak memiliki kejadian Buloh Kecamatan Kutabaro didapatkan data diare balita . ,4%) dibandingkan responden bahwa dari 40 orang, responden yang memiliki dengan umur balita 25-59 bulan . ,2%). Balita perilaku hidup bersih dan sehat kurang dengan yang berumur 12-24 bulan lebih berisiko tinggi kejadian diare sering sebanyak 7 orang . %), 1,670 Ibu dengan perilaku hidup bersih dan sehat cukup dibandingkan balita yang berumur 25-59 bulan. dan kejadian diare jarang sebanyak 10 orang Ini mungkin disebabkan anak umur 12-24 . ,5%). Ibu dengan perilaku hidup bersih dan bulan mempunyai mobilitas yang rendah dan sehat cukup dan kejadian diare sering sebanyak 1 lebih rentan terhadap infeksi serta ketergantungan orang . ,5%). Ibu dengan perilaku hidup bersih pada orang lain . erutama pada ib. yang tinggi dan sehat baik dan kejadian diare tidak pernah dibandingkan anak umur 36-59 bulan. sebanyak 12 orang . ,5%). Ibu dengan perilaku Berdasarkan Gampong Bak hidup bersih dan sehat baik dan kejadian diare kesesuaian antara fakta dan teori, sehingga jarang sebanyak 10 orang . ,5%). peneliti berasumsi bahwa mayoritas anak diare Menurut Kemenkes RI . menyatakan pada umur <1 tahun sebanyak 18 orang . ,0%), bahwa terjadinya diare pada balita tidak terlepas dari faktor perilaku yang berhubungan dengan Semakin interaksi ibu dalam mengasuh dimana anak tersebut tinggal. Dengan perilaku hidup bersih sehat ibu dapat menurunkan angka kesakitan kekebalan tubuh balita semakin kuat, dan sudah balita akibat diare misalnya dalam memberikan beradaptasi dengan lingkungannya. Pada tempat ASI eksklusif ketika berumur 0-6 bulan. Hal ini penelitian juga didukung dalam pencegahan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Wahyuni dkk, . diketahui bahwa ada komplikasi, terbukti sudah adanya indikator hubungan yang bermakna antara perilaku hidup derajat dehidrasi, dimana balita diare tanpa dehidrasi, dengan cir-ciri balita aktif makan dan kesakitanbalita akibat diare, hal ini dibuktikan minum sesuai keinginannya, mata tidak cekung, dengan diperolehnya p value= 0,043. value< 0,. dan analisis Odds Ratio (OR) menyatakan ringan/sedang biasannya rewel atau gelisah, mata bahwa ibu yang kurang berperilaku hidup bersih cekung, turgor kembali lambat, dan balita dengan sehat maka mempunyai peluang 3,780 kali lebih dehidrasi berat lesu/lunglai, mata cekung, malas besar balitannya menderita diare yang tidak minum, turgor kembali sangat lambat. Oleh karna itu dengan adanya indikator tersebut perawat berperilaku hidup bersih sehat dengan kategori dapat mengantisipasi terjadinnya diare yang lebih Berdasarkan Spearman Hubungan Perilaku Hidup Bersih Sehat Ibu menunjukkan nilai r = 0. 787 dengan nilai p = Dengan Kejadian Diare Pada Balita di 000 dengan nilai r = 0. 89 hubungan sangat Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro kuat, maka menunjukkan secara statistik ada Berdasarkan Tabel 5. 11 memperlihatkan hubungan yg signifikan antara perilaku hidup bahwa hubungan perilaku hidup bersih dan sehat sehat ibu dengan kejadian diare pada balita. -97- ISSN 2548-9623 (Onlin. Menurut Proverawati, dkk . pencegahan sehingga pemberian asi secara eklusif mampu diare balita tidak lepas dari peran orang tua melindungi bayi dari berbagai macam penyakit khususnya ibu. Ibu memiliki banyak interaksi Maka dari itu. PHBS ibu sangat dengan balita selaku pengasuh yang membantu berpengaruh kepada balita, di karenakan balita memenuhi kebutuhan hidupnya. Perilaku ibu masih memerlukan sosok ibu. Wawasan dan tersebut dapat menjadi faktor yang berhubungan pengetahuan ibu juga berperan penting terhadap dengan diare pada balita. Perilaku Hidup Bersih balita agar ibu mengerti perilaku baik dan tidak Dan Sehat (PHBS) keluarga terdiri dari 10 baik di dalam PHBS. indikator dan hanya 4 indikator yang berkaitan KESIMPULAN dengan kejadian diare. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang indikator yang berkaitan ASI ibu pada balita di Gampong Bak Buloh Eksklusif. Kecamatan Kutabaro lebih dari separuh menggunakan air bersih, mencuci tangan, dan dengan kategori baik. menggunakan jamban sehat, makan buah dan Hal ini sesuai dengan penelitian yang oleh Ariska, . Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Kejadian diare pada balita di Gampong Bak Buloh Kecamatan Kutabaro sebagian besar balita jarang diare. menyatakan mayoritas ibu yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berjumlah 19 Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu memiliki hubungan yang signifikan orang, balita yang tidak kena diare berjumlah 14 dengan kejadian diare pada balita di Hasil analisis menyimpulkan bahwa ada Gampong Bak Buloh Kecamatan Baro hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita usia 2-5 tahun. DAFTAR PUSTAKA