ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPIN DIBANDINGKAN DENGAN RAMIPRIL-AMLODIPIN PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RS X KOTA SAMARINDA Abdiannur1. Triswanto Sentat1 dan Nurul Fatimah1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email : Abdiannur5@gmail. ABSTRACT Hypertension or high blood pressure is one of the degenerative diseases that require long treatment even for a lifetime. Treatment therapy for hypertensive diseases is carried out over a long period of time so that it requires considerable costs and the effectiveness of different antihypertensive therapies. The purpose of this study is to find out the cost effectiveness of combination treatment therapy between candesartan-amlodipine drugs compared to ramiprilamlodipine drugs in outpatient hypertension patients at Hospital X Samarinda City in 2020. The design of this study was conducted cross sectional. The data in this study were taken Sampling is done with total sampling. The data is analyzed statistically using SPSS application with Mann-Whitney test. In this study, the number of hypertensive patients who met the inclusion criteria was 55 patients, for patients with candesartan-amlodipine combination therapy as many as 31 patients while ramipril-amlodipine therapy as many as 24 The results showed that the percentage of the therapeutic effectiveness of drug candesartan-amlodipine by 61,29% and the drug ramipril-amlodipine was 58,33%. The candesartan-amlodipine therapy group was more cost-effective with an ACER (Average CostEffectiveness Rati. value of Rp. 932,27 compared to the ramipril-amlodipine therapy group with an ACER value of Rp. 575,64 in outpatient hypertension patients at Hospital X Samarinda City in 2020. Keywords: hypertension, cost-effectiveness, candesartan-amlodipine, ramipril-amlodipine PENDAHULUAN Hipertensi merupakan masalah kesehatan publik utama di seluruh duniakarena merupakan faktor risiko Hipertensi berdasarkan JNC 8, didefinisikan sebagai kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Pengobatan yang efektif dapat mengurangi insiden komplikasi termasuk stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit ginjal, dan bisa mengalami masalah mata seperti penglihatan yang kurang jelas. Data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi hasil pengukuran pada penduduk usia >18 tahun yaitu 34,1%. Prevalensi hipertensi menurut karakteristik, pada laki-laki yaitu 31,3% 36,9%. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan hipertensi masih menjadi penyakit yang paling sering terjadi di Provinsi Kalimantan Timur dengan jumlah estimasi penderita hipertensi berusia di atas 15 tahun laki-laki dan perempuan yaitu 476. 387 jiwa. Biaya pelayanan kesehatan di beberapa negara semakin meningkat dari tahun ke tahun, selain itu dengan dipasarkannya obat baru dengan harga yang lebih mahal menyebabkan biaya obat per tahun terus meningkat. Namun demikian, dengan anggaran belanja yang terbatas menyebabkan anggaran untuk obat maupun pelayanan kesehatan menjadi semakin terbatas. Peningkatan biaya tersebut dapat mengancam akses dan mutu pelayanan kesehatan dan karena itu harus dicari solusi untuk METODE PENELITIAN Penelitian penelitian non eksperimental dilakukan secara cross sectional. Data pada penelitian ini diambil secara retrospektif melalui penelusuran data sekunder yaitu rekam medik pasien. Perhitungan biaya ditinjau dari perspektif . udut pandan. rumah sakit terhadap biaya langsung . irect cos. meliputi biaya obat antihipertensi, biaya obat lain dan biaya Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut:Pasien terdiagnosis hipertensi, menggunakan candesartan-amlodipin dan ramiprilamlodipin secara rutin selama 3 . bulan, pasien terdaftar sebagai peserta BPJS dan Usia pasien > 18 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling total, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Analisis efektivitas biaya yang diukur adalah biaya medik langsung Farmakoekonomi deskripsi dan analisis biaya terapi pada masyarakat atau sistem pelayanan Farmakoekonomi mengukur mengidentifikasi, membandingkan biaya dan konsekuensi dari produk atau kesehatan. Cost Efectiveness Analysis (CEA) adalah salah satu tipe studi farmakoekonomi dengan teknik analisis ekonomi, yang dapat memberikan informasi penting untuk pembuat keputusan di dalam sistem pelayanan kesehatan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. meliputi biaya obat antihipertensi, biaya obat lain dan biaya administrasi selama 3 . bulan pengobatan. Efektivitas pengobatan atau terapi yang diukur adalah % . pasien yang tekanan darahnya mencapai target terapi selama 3 . Target terapi menurut JNC Vi < 140/90 mmHg. Efektivitas biaya dihitung dengan menggunakan rumus ACER(Average Cost Effectiveness Rati. yaitu membandingkan total biaya rataratasetiap kelompokterapi dengan efektivitas terapi yang diukur yangtekanan darahnya mencapai target terapi. ACER = Rata-rata biaya terapi Efektivitas Data dianalisis secara statistik uji Mann-Whitney test dari program SPSS. Uji mengetahui adanya perbedaan yang bermakna atau tidak pada efektivitas dan biaya terapi dari pengunaan dua candesartan-amlodipin dan ramiprilamlodipin HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan kombinasi pengobatan hipertensi yang ramipril-amlodipin hipertensi rawat jalan di RS X Kota Samarindatahun 2020, diperoleh jumlah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 55 pasien, untuk pasien dengan terapi kombinasi candesartanamlodipin sedangkan terapi ramipril-amlodipin sebanyak 24 pasien. Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik subjek pada penelitian ini adalah umur dan jenis kelamin pasien Tabel 1. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Kelompok A Kelompok B Persentase (%) Pasien Laki-laki Perempuan Jumlah Keterangan: Kelompok A: Candesartan-Amlodipin Kelompok B: Ramipril-Amlodipin Tabel 1 menunjukkan bahwa hipertensi sering terjadi pada pasien perempuan jumlah 33 Penggunaan alat kontrasepsi hormonal dibandingkan dengan laki-laki yaitu 22 juga mempengaruhi hipertensi banyak pasien dengan presentase 40%. Hasil ini diderita oleh perempuan, terutama alat sejalan dengan penelitian sebelumnya Efek yang dilakukan oleh Wulandari . perlindungan estrogen dianggap sebagai yang melaporkan bahwa hipertensi penjelasan adanya imunitas wanita pada banyak terjadi pada pasien perempuan usia premenopause. Premenopause laki-laki. wanita mulai kehilangan sedikit demi Hipertensi lebih tinggi pada perempuan sedikit hormon estrogen yang selama sebagai akibat dari perubahanhormon inimelindungi pembuluh darah dari setelah menikah yang tepatnya terjadi kerusakan. setelah masa kehamilan dan menopouse. Tabel 2. Karakteristik Berdasarkan Umur Umur Jumlah Kelompok A Kelompok B Persentase (%) (Tahu. Pasien 65,45 >60 34,55 Jumlah Tabel 2, pengelompokan umur terjadi hipertensi dikarenakan masa pasien menunjukkan bahwa pada pertumbuhan dimana organ tubuh masih kelompok umur 18-29 tahun tidak ada berfungsi secara baik. Pada kelompok pasien, pada kelompok umur ini jarang umur 30-59 tahun sebanyak 36 pasien dengan presentase 65,45% sedangkan gaya hidup yang kurang sehat dapat pada kelompok umur > 60 tahun mengakibatkan kejadian hipertensi sebanyak 19 pasien dengan presentase diusia muda 34,55%. Tekanan darah meningkat Analisis Biaya seiring dengan bertambahnya umur. Penelitian ini dilakukan dengan analisis biaya dari sudut pandang rumah sakit dengan melihat biaya medik elastisitasdinding pembuluh bertambah. Analisis biaya dilakukan Hal inilah yang dapat mengakibatkan untuk mengetahui komponen dan besar tekanan darah menjadi tinggi biaya terapi pasienhipertensi dalam Hipertensi diusia muda disebabkan oleh biaya medik langsung serta biaya total gaya hidup seseorang seperti makan makanan yang tinggi lemak, konsumsi setiap kelompok terapi kombinasi makanan yang mengandung tinggi Berikut ini merupakan tabel kandungan garam, minuman beralkohol, yang menunjukkan gambaran rata-rata . , biaya medik langsung dan rata-rata total merokok, stres, dan makan dalam biaya medik langsung serta nilai jumlah yang banyak atau tidak Oleh karena itu, dampak dari Tabel 3. Biaya Medik Langsung Biaya rata-rata (R. A SD Biaya Terapi Kelompok A Kelompok B 241,94A6. 447,05 483,33A637,02 0,000 Biaya obat 845,90A101. 655,15 719,17A119. 528,22 0,939 Biaya obat lain 200,00A. 200,00A. Biaya 298,94A101. 945,09 227,33A119. 050,59 0,325 Total biaya Keterangan: SD: Standar Deviasi P: Probabilitas Biaya Obat Antihipertensi Biaya rata-rata obat antihipertensi candesartan-amlodipin lebih murah dibandingkan dengan biaya dari terapi ramipril-amlodipin, candesartan-amlodipin yaitu sebesar Rp. 241,94 sedangkan untuk obat terapi ramipril-amlodipin Rp. 483,33. Berdasarkan hasil data statistik, menggunakan uji MannWhitney probabilitasnya < 0,05 yaitu 0,000 maka H0 ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya terapi kombinasi candesartan-amlodipin dengan ramiprilamlodipin. Biaya Obat Lain Berdasarkan tabel 3,biaya ratarata obat lain yang dikeluarkan untuk candesartan-amlodipin lebih murah dibandingkan dengan terapi ramipril-amlodipin. Biaya rata-rata kelompok terapi candesartan-amlodipin yaitu sebesar Rp. 849,90 dan terapi ramipril-amlodipin Rp. 719,17. Berdasarkan hasil statistik, nilai probabilitasnya > 0,05 yaitu 0,939 maka H0 diterima atau tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya obat lain dari terapi candesartan-amlodipin ramipril-amlodipin. Hal dikarenakan biaya obat diluar obat candesartan-amlodipin dan ramiprilamlodipin yang digunakan untuk mengurangi keluhan dan gejala lainnya yang menyertai penyakit hampir sama atau tidak terlalu jauh berbeda antara kedua kelompok terapi tersebut. Biaya Administrasi Biaya administrasi meliputi biaya admin, biaya dokter spesilalis dan biaya pelayanan poliklinik. Untuk biaya ini tidak terdapat perbedaan antara terapi candesartan-amlodipin dan ramiprilamlodipin karena pelayanan yang diberikan sama untuk semua pasien yang berkunjung di poliklinik RS X Kota Samarinda pada setiap bulannya sehingga tidak ada perbedaan biaya untuk masing-masing kelompok terapi. candesartan-amlodipin lebih murah dibandingkan dengan terapi ramiprilamlodipin. Pada kelompok terapi candesartan-amlodipin yaitu sebesar Rp. 298,94 sedangkanterapi ramiprilamlodipin sebesar Rp. 227,33 Berdasarkan hasil statistik, nilai probabilitasnya > 0,05 yaitu 0,325 maka H0 diterima atau tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya total terapi kombinasi candesartan-amlodipin dengan ramipril-amlodipin Efektivitas Terapi Efektivitas terapi merupakan keberhasilan pengobatan, dalam hal ini pengobatan hipertensi untuk mencapai Target tekanandarah yang direkomendasikan dalam JNC Vi adalah < 140/90 mmHg. Efektivitas terapi diukur adalah penurunantekanan darah yang mencapaitarget setelah 3 . bulan pengobatan. Efektivitas total dapat diketahui denganmenghitung pasien yang mencapai target terapi dibagi dengan jumlah pasien yang menggunakan obat tersebut Biaya Total Terapi Berdasarkan menunjukkan bahwa biaya total rata-rata terapi yang dikeluarkan untuk terapi Tabel 4. Pasien Hipertensi yang Mencapai Target Terapi Obat Pasien Pengguna Pasien Mencapai Persentase (%) Obat Target 61,29 Kelompok A 58,33 Kelompok B Kelompok A: Candesartan-Amlodipin Kelompok B: Ramipril-Amlodipin Berdasarkan tabel 4, pasien yang candesartanamlodipin yang mencapai target sebanyak 19 pasien dengan presentase 61,29% sedangkan pada kelompok ramipril-amlodipin mencapai target sebanyak 14 pasien dengan presentase sebesar 58,33%. Efektivitas candesartan-amlodipin lebih tinggi dibandingan dengan kelompok terapi rampiril-amlodipin. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, . melaporkan bahwa (Angiotensin II Receptor Bloke. ARB CCB (Calcium Chanel Bloke. lebih tinggi daripada terapi kombinasi (Angiotensin Converting Enzym90 Inhibito. ACEI CCB (Calcium Chanel Bloke. dengan nilai persentase 86,67%. Hasil tersebut juga didukung dengan penelitian Baroroh dan Sari . amlodipin untuk terapi hipertensi adalah lebih efektif dari segi outcome terapi untuk menurunkan tekanan darah dibanding kombinasi antihipertensi Candesartan sebagai golongan ARB menghambat secara langsung reseptor angiotensin II tipe I dan memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan antihipertensi lainnya. Kombinasi CCB ARB lebih efektif dari pada mengurangi tekanan darah. Pengurangan tekanan darah tersebut disebabkan karena kejadian edema perifer yang terjadi akibat penggunaan golongan CCB yang bisa diatasi oleh golongan ARB melalui efek vasodilatasi vena dan arterial secara bersamaan. Amlodipin yang merupakan golongan dari CCB bekerja dengan menghambat proses berpindahnya kalsium menuju sel otot jantung dan otot polos dari dinding pembuluh darah. Untuk penurunan tekanan darah. ARB lebih baik dibandingkan ACEI. Dosisstandar dari ARB dapat menurunkan tekanan darah sistolik 10 mmHg, sedangkan untuk mencapai itu dengan obat golongan ACEI membutuhkan dua kali dosis standar pada pasien hipertensi. Efektivitas Biaya Efektivitas dengan menghitung nilai ACER (Average Cost Effectiveness Rati. Kelompok terapi dinyatakan lebih cost-effective jika mempunyai nilai ACERlebih rendah dibanding dengan kelompok terapi lain. Semakin kecil nilai ACER dari suatu kelompok terapi maka kelompok Tabel 5. Efektivitas Biaya Terapi Kelompok A Kelompok B 298,94 227,33 Biaya rata-rata (R. 61,29 58,33 Efektivitas (%) 932,27 575,64 ACER (R. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Baroroh perhitungannilai ACER yang paling dan Sari . yang menyatakan bahwa rendah adalah pada pasien kelompok kelompok terapi kombinasi candesartanterapi kombinasi candesartan-amlodipin amlodipin lebih cost-effective. Penelitian yaitu sebesar Rp. 932,27 sedangkan yang dilakukan oleh Stiadi D . pada kelompok terapi kombinasi juga melaporkan bahwa kelompok terapi ramipril-amlodipin Rp. kombinasi candesartan-amlodipin lebih 575,64. Hal ini menunjukan bahwa cost-effective dari segi biaya dan terapi kombinasi candesartan-amlodipin outcome terapi. Berdasarkan dua lebih cost-effective atau memiliki biaya kelompok terapi tersebut kelompok yang lebih murah dibandingkan dengan candesartan-amlodipinmempunyai biaya kelompok terapi kombinasi ramiprillebih murah dengan efektivitas yang Hal ini juga didukung lebih tinggi dibandingkan kelompok terapi ramipril-amlodipin sehingga tidak ICER (Incremental Cost Effectiveness Rati. Menurut Andayani . perhitungan ICERdapat dihitung apabila biaya tiap intervensi tersebut lebih mahal dengan efektivitas yang tinggi atau biaya lebih murah dengan efektivitas yang rendah untuk melihatselisih biaya dari dua kelompok terapi tersebut. DAFTAR PUSTAKA