Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT EFEKTIVITAS BUKU SAKU DIGITAL PENGOBATAN TRADISIONAL TERHADAP PENGGUNAAN RAMUAN DAN KETERAMPILAN SESUAI PAKEM The Effectiveness Of A Digital Pocketbook On Traditional Medicine On Herbal Use And Skills According To Standards Ni Made Karlina Sumiari Tangkas1. Putu Agus Windu Yasa Bukian2. Ketut Putra Sedana3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng E-mail: karlina. sumiari@gmail. ABSTRACT Background: Bali's local wisdom heritage has the potential to be developed and utilized for health purposes, thus becoming a component of health tourism attractions. This needs to be implemented based on applicable regulations. The objectives of this study were . to design a digital pocketbook for traditional medicine and . to test the effectiveness of the pocketbook on the use of herbs and skills according to the rules. The method was carried out through a qualitative-quantitative approach with a quasi-experimental pre-post control group design divided into two stages of implementation with a total of 398 respondents. Results: The digital pocketbook media has been designed and tested both in terms of media validity with a value of 0. 73 and content testing with a result of 0. the digital pocketbook was tested for its effectiveness in terms of compliance and understanding of hattra/pengusada. the digital pocketbook was tested for its effectiveness in terms of satisfaction, understanding and attitudes of clients. Conclusion: The pocketbook was distributed to the community and was effective in increasing compliance and understanding of the owners as well as increasing client satisfaction, understanding and Recommendation: pocket book media added like videos. Keywords: Traditional Health. Digital Pocket Book. Effectiveness ABSTRAK Latar belakang : Warisan kearifan lokal Bali berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesehatan sehingga menjadi komponen daya tarik wisata kesehatan. Hal ini perlu diimplementasikan berdasarkan peraturan yang berlaku. Tantangan yang terjadi diantaranya penerapan patient safety, mencegah adanya mitos menjadi tindakan malpraktik dan membahayakan, penguatan local wisdom pengusada berdasarkan pakem serta pemanfaatan teknologi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat Bali terhadap pengusada/praktisi. Untuk itu penting dirancangnya buku saku digital. Tujuan penelitian ini . untuk merancang buku saku digital pengobatan tradisional serta . untuk menguji efektivitas buku saku terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem. Metode dilakukan melalui pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan quasi eksperimental pre post control group design yang dibagi menjadi dua tahapan pelaksanaan dengan total responden 398. Hasil : Media buku saku digital sudah terancang dan teruji baik validitas media dengan nilai 0,73 dan uji konten dengan hasil 0,6-1. buku saku digital teruji efektivitasnya dalam hal kepatuhan dan pemahaman hattra/pengusada. buku saku digital teruji efektivitasnya dalam hal kepuasan, pemahaman dan sikap klien/pengguna. Simpulan : buku saku disebarkan ke masyarakat dan efektif dalam peningkatan kepatuhan dan pemahaman pengusada serta peningkatan kepuasan, pemahaman dan sikap klien. Saran : media buku saku ditambahkan real picture seperti video. Kata Kunci : Kesehatan Tradisional. Buku Saku Digital. Efektifitas Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT PENDAHULUAN Kesehatan tradisional merupakan program kesehatan yang mampu menjaga value kearifan lokal Nusantara . Pelayanan kesehatan tradisional . yang tertuang pada UndangUndang Kesehatan merupakan warisan budaya yang dapat dimanfaatkan untuk memelihara kesehatan, baik fisik, mental maupun spiritual sehingga dapat menciptakan sistem kesehatan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan individu . Sejalan dengan hal tersebut. World Health Organisation menekankan jika penelitian pengobatan tradisional holistik perlu dikembangkan agar valid dan relevan dimana merupakan arah perawatan kesehatan di masa depan serta mendukung program kerja umum dan strategi global pengobatan tradisional WHO 2025-2034 . Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan Indonesia memiliki 7. 500 tanaman obat yang dapat membantu terapi dari berbagai indikasi . Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, persentase penduduk yang berobat jalan di pengobatan tradisional mengalami peningkatan sebesar 0,57% di tahun 2023 . Pelayanan kesehatan tradisional Bali diatur pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 dan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2020. Praktisi pelayanan kesehatan tradisional memanfaatkan budaya lokal dan tradisi turun temurun, mampu mendukung program kerja Asta Cita Presiden, yakni nomor 4 dan 8 . serta program prioritas dari Gubernur Bali dimana menjawab program kesehatan, budaya, dan pariwisata, maka pelayanan kesehatan tradisional perlu dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi . Ini menunjukkan jika pelayanan kesehatan tradisional Bali berpotensi untuk berkembang menjadi salah satu aspek destinasi wisata kesehatan sehingga perlu adanya penguatan local wisdom terhadap praktik pengobatan tradisional. Berdasarkan data kesehatan tradisional di Kabupaten Buleleng, terdapat 906 pengusada yang memberikan terapi berupa ramuan, keterampilan maupun keduanya . Namun ada beberapa tantangan permasalahan yang terjadi : . patient safety klien pengusada yang memang perlu untuk diperhatikan, . mencegah adanya mitos yang dapat menjadi tindakan malpraktik dan membahayakan klien, . menjaga budaya Bali dengan penguatan local wisdom pengusada di Bali sesuai pakem terutama yang bermanfaat dalam peningkatan kemandirian dan kesadaran kesehatan masyarakat, . Meningkatkan kepercayaan masyarakat Bali terhadap pengusada. Untuk itu perlu adanya pendampingan kepada pengusada dengan memanfaatkan teknologi dan mengacu pada standar/aturan sehingga meningkatkan wellnes being sebagai komponen daya tarik wisata kesehatan. Saat ini banyak wisatawan yang mencari pengobatan tradisional Bali seperti AupenglukatanAy, yoga. SPA, jamu, tanaman herbal, akupresur, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan . Pada tahun 2024, peneliti pernah merancang prototipe platform digital gatra bali sebagai wadah praktisi dan klien pelayanan kesehatan tradisional, namun kelemahannya adalah belum adanya buku saku yang mencakup tentang konsep serta standar prosedur operasional penggunaan ramuan dan keterampilan. Hal ini bertujuan agar klien/pasien kesehatan tradisional mendapatkan informasi sehingga mampu memilih dan mendapatkan layanan yang diinginkan dengan aman. Pastien safety dan pemberian informasi merupakan salah satu hak pasien, sehingga hal ini merupakan prioritas utama penanganan masalah kesehatan. Untuk itu penting dirancangnya buku saku digital tentang penggunaan ramuan dan keterampilan pengobatan tradisional sesuai pakem. Pakem sendiri merupakan aturan yang ada di masyarakat, sesuai budaya/kepercayaan yang sudah ada sejak turun temurun berdasarkan filosofi pengobatan. Buku saku digital pengobatan tradisional setelah dirancang, perlu diuji efektivitasnya dan dapat membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional yang aman. Inilah yang menjadi urgensi untuk dilakukannya penelitian tentang efektivitas buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun kebijakan program lanjutan dari kesehatan tradisional dan merupakan salah satu Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT prioritas masalah kesehatan yang perlu diselesaikan. Penelitian peneliti sebelumnya yang mendukung penelitian tentang pelayanan kesehatan tradisional . berkaitan dengan informasi pengobatan tradisional yang aman bagi masyarakat, serta prototipe platform digital pengobatan tradisional Bali (Gatra Bal. yang menjadi wadah dari pelayanan kesehatan tradisional khususnya yang ada di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk: . merancang buku saku digital pengobatan tradisional sesuai pakem yang mencakup konsep dan standar prosedur operasional serta manajemen layanan usadha/pengobatan. menguji efektivitas buku saku digital terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem. Adapun implikasi dan manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui kajian efektivitas dari buku saku yang sudah dirancang sehingga mampu digunakan dalam rekmendasi kebijakan program. Pendekatan pemecahan masalah yang solutif, ditawarkan sehingga memiliki data valid berdasarkan penelitian dengan kebermanfaatan kepada pemerintah dan masyarakat. Penelitian sejenis diantaranya terkait dengan faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan tradisional yakni tenaga terlatih, asuhan mandiri, dan pelayanan teregistrasi . Penelitian tentang perlindungan hukum pendekatan normative dengan hasil perlu adanya sosialisasi dan sarana prasarana yang medukung . Selanjutnya penelitian pengobatan tradisional tiongkok yang diberikan secara holistik dan sesuai dengan masing-masing individu . Terkait penelitian efektifitas buku saku dengan metode kuantitatif memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan . METODE PENELITIAN Melihat pentingnya kajian efektivitas dari rancangan buku saku digital pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai bahan dalam menyusun kebijakan program lanjutan dari kesehatan tradisional, maka perlu adanya penelitian terkait. Adapun pendekatan pemecahan masalah dilakukan dengan dua langkah strategi pemecahan masalah yakni : Pembuatan rancangan buku saku digital pengobatan tradisional berdasarkan pakem budaya Bali terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan yang meliputi . konsep penggunaan dan standar prosedur operasional (SPO) serta . manajemen layanan usadha berupa catatan, kartu layanan dan kartu rujukan usadha Melakukan pengujian efektivitas buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif-kuantitatif, dimana terdiri dari dua tahapan penelitian: Tahap 1. Rancangan Buku Saku Digital Pengobatan Tradisional (Saku Gatr. Tahapan ini menggunakan metode kualitatif. Prosedur dimulai dari penyusunan buku saku digital Pengobatan Tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem yang mencakup . penggunaan terapi ramuan dan keterampilan meliputi konsep dan Standar Prosedur Operasional (SPO) penggunaan terapi . manajemen layanan usadha meliputi catatan usadha yang diberikan, kartu layanan usadha, dan kartu rujukan. Kemudian dilakukan uji ahli . ne to one expert dengan menggunakan pakar kesehatan tradisional dan pakar hukum. serta uji media . ne to one learner yang diberikan kepada pemegang program kesehatan tradisional Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan puskesmas. uji kepada pengusada dan klien pengusad. Tahap 2. Penelitian kuantitatif dalam pengujian efektivitas dari buku saku digital pengobatan Tahapan kedua ini merupakan penelitian kuantitatif pendekatan Quasi Eksperimental dengan pre-post control group design untuk mengetahui efektivitas buku saku digital sebagai media informasi kesehatan tradisional Bali. Tahapan ini dilakukan dengan memberikan perlakuan pemberian buku saku digital pada kelompok uji serta pemberian Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT informasi secara konvensional melalui leaflet/pamflet pada kelompok kontrol. Selanjutnya diukur efektivitas buku saku digital. Variabel penelitian ini Pengusada : . kepatuhan pengusada terhadap standar prosedur operasional pemberian layanan baik ramuan maupun keterampilan, . pemahaman pengusada terhadap pentingnya pemberian layanan yang aman, . sikap terhadap buku saku pengobatan tradisional dalam memberikan pelayanan yang aman. Klien : . kepuasan klien dalam menerima layanan, . pemahaman klien terhadap pemberian layanan usadha baik ramuan maupun keterampilan serta, . sikap klien terhadap pelayanan kesehatan tradisional. Penelitian menggunakan responden pengusada dan klien. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengusada yang ada di Kecamatan Buleleng sebanyak 64 pengusada dan Kecamatan Kubutambahan sebanyak 113 pengusada dengan total 177 pengusada. Populasi klien pada penelitian ini adalah 885 klien . stimasi lima klien untuk satu pengusad. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Besar sampel diukur menggunakan Rumus Slovin dengan persentase kesalahan 5%, mendapatkan hasil besaran sampel 122 pengusada dan 276 klien. Adapun kriteria inklusi pada pengusada : Pengusada yang terdaftar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Pengusada yang mampu memanfaatkan teknologi Pengusada dengan jumlah klien minimal lima klien per hari Pengusada bersedia menjadi responden Kriteria inklusi pada klien : Klien bersedia menjadi responden Klien pernah menggunakan pelayanan kesehatan tradisional Prosedur Pengumpulan data Tahap 1 Prosedur dimulai dengan menyusun buku saku digital pengobatan tradisional yang memuat . konsep dan standar prosedur operasional penggunaan ramuan dan keterampilan, . Manajemen Layanan Usadha meliputi catatan usadha, kartu layanan dan kartu rujukan. Selanjutnya dilakukan uji ahli dan uji media oleh ekspert dan learners serta pengguna. Tahap 2 Kelompok uji dan kelompok kontrol akan diberikan kuisioner terkait dengan variabel penelitian sebelum diberikan media. Selanjutnya media buku saku digital disebarkan kepada kelompok uji dan media konvensional . kepada kelompok kontrol. kelompok pengusada sebanyak 61 orang kelompok uji dan 61 orang kelompok kontrol kelompok klien sebanyak 138 kelompok uji dan 138 kelompok kontrol Data sebelum dan sesudah kemudian dianalisis uji beda sehingga diketahui bagaimana efektivitas buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem. Analisis Data Kualitatif . Media yang telah disusun, diuji validitas konten oleh ekspert dan pengguna selanjutnya dilakukan analisis atau review hasil kualitatif terkait dengan perbaikan media yang diinginkan sehingga media valid digunakan dan disebarkan kepada pengguna. Analisis yang dilakukan sebagai validitas konten, bahasa serta penyampaian materi. Instrumen yang digunakan adalah instrument kuisioner validitas dengan beberapa poin pertanyaan terkait dengan media yang Selanjutnya secara satu persatu masukan akan digunakan sebagai bahan perbaikan. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Kuantitatif . Analisis data yang dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuisioner sebelum dan sesudah media diberikan kepada dua kelompok uji dan kelompok kontrol. Responden diberikan kuisioner untuk menilai efektivitas dari media buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem. Setelah data dikumpulkan baik sesudah dan sebelum, dilakukan uji syarat normalitas data dan homogenitas data. Apabila data normal digunakan paired T-Test untuk sebelum dan sesudah serta menggunakan independen untuk perbandingan kontrol dengan perlakuan. Jika data tidak normal sebelum sesudah menggunakan wilcoxon dan kontrol perlakuan menggunakan Mann Whitney U Test. Gambar 1. Alur dan Konsep Penelitian HASIL Buku saku digital tentang penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem Uji Media dilakukan pada dua orang ekspert/pakar khususnya mengenai buku saku digital Pengobatan Tradisional terhadap penggunaan Ramuan dan Keterampilan, analisis menggunakan uji Gregory menemukan bahwa hasil nilai validitas 0,73 artinya bahwa validitas media tinggi. Selanjutnya dilakukan uji konten/isi menggunakan analisis Lawshe saat melakukan uji ahli dengan menggunakan sembilan orang ahli dibidang kesehatan tradisional dan pengguna kesehatan tradisional. Hasil analisis Lawshe dari semua ahli mendapatkan nilai CVR 0,6-1. Artinya bahwa media buku saku digital valid untuk dapat diberikan kepada masyarakat/pengguna. Efektivitas buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem Uji efektivitas dilakukan terhadap dua kelompok masing masing kelompok uji dan kelompok kontrol. Adapun uji data sebelum dan sesudah menggunakan wilcoxon sedangkan uji efektivitas dilakukan menggunakan Mann Whitney U Test dimana sebaran data tidak normal. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT . Hattra/Pengusada Tabel 1. Analisis Deskriptif Kelompok Kontrol dan Perlakuan Variabel MeanASD Variabel MeanASD Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol Pretest (MeanASD) Posttest (MeanASD) Kepatuhan 3,5A1,34 Kepatuhan 4,2A1,28 Pemahaman 4,3A1,51 Pemahaman 4,4A1,5 Sikap 1,96A0,83 Sikap 2,9A0,83 Kelompok Perlakuan Kelompok Perlakuan Pretest (MeanASD) Posttest (MeanASD) Kepatuhan 3,3A1,6 Kepatuhan 3,5A1,56 Pemahaman 4,9A0,2 Pemahaman 4,9A0,18 Sikap 2,1A0,28 Sikap 3,01A0,34 Tabel 2. Analisis Bivariat Kepatuhan. Pemahaman dan Sikap Kelompok Kontrol Variabel Nilai Z Nilai p Pretest Kepatuhan -4,71 <0,0001* Posttest Kepatuhan Pretest Pemahaman -1,31 0,19 Posttest Pemahaman Pretest Sikap -7,75 <0,0001* Posttest Sikap Tabel diatas menunjukkan bahwa uji beda pre dan post-test dalam variabel kepatuhan, pemahaman dan sikap terlihat bahwa variabel yang memiliki perbedaan pada kelompok kontrol adalah kepatuhan dan sikap dengan nilai p <0,05. Tabel 3. Analisis Bivariat Kepatuhan. Pemahaman dan Sikap Kelompok Perlakuan Variabel Nilai Z Nilai p Pretest Kepatuhan -2,83 0,005* Posttest Kepatuhan Pretest Pemahaman -7,3 <0,0001 Posttest Pemahaman Pretest Sikap -7,6 <0,0001* Posttest Sikap Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami perbedaan pre dan post yang signifikan pada kelompok perlakuan, pemahaman dan sikap dengan nilai p <0,05. Sehingga penggunaan buku saku pada kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan peningakatan kepatuhan, pemahaman dan sikap. Hasil analisis uji efektifitas buku saku jika dibandingkan antara kelompok kontrol dan perlakuan dihasilkan tabel sebagai berikut Tabel 4. Analisis uji efektifitas buku saku jika dibandingkan antara kelompok kontrol dan perlakuan Variabel Nilai Z Nilai p Kepatuhan -2,86 0,004* Pemahaman -3,07 0,002* Sikap -0,38 0,74 Hasil uji efektifitas pada kelompok kontrol dan perlakuan dilaporkan hasilnya bahwa variabel kepatuhan dan pemahaman memiliki efektifitas yang meningkat setelah diberikan buku saku Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT pada pengusada sedangkan sikap tidak memiliki efektifitas yang meningkat setelah diberikan buku saku. Klien Tabel 5. Analisis Deskriptif Kelompok Kontrol dan Perlakuan Variabel MeanASD Variabel MeanASD Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol Pretest (MeanASD) Posttest (MeanASD) Kepuasan 4,86A0,33 Kepuasan 4,8A0,33 Pemahaman 3,1A0,74 Pemahaman 3,12A0,73 Sikap 4,5A0,86 Sikap 4,5A0,86 Kelompok Perlakuan Kelompok Perlakuan Pretest (MeanASD) Posttest (MeanASD) Kepuasan 4,7A0,41 Kepuasan 4,9A0,16 Pemahaman 3,2A0,96 Pemahaman 4,9A0,43 Sikap 5,22A1,17 Sikap 7,2A0,7 Tabel 6. Analisis Bivariat Kepuasan. Pemahaman dan Sikap Kelompok Perlakuan Variabel Nilai Z Nilai p Pretest Kepuasan -4,89 <0,0001* Posttest Kepuasan Pretest Pemahaman -9,92 <0,0001 Posttest Pemahaman Pretest Sikap -9,88 <0,0001 Posttest Sikap Tabel diatas menunjukkan bahwa uji beda pre dan post-test dalam variabel kepuasan, pemahaman dan sikap terlihat bahwa variabel yang memiliki perbedaan pada kelompok perlakuan adalah kepuasan, pemahaman dan sikap dengan nilai p <0,05. Tabel 7. Analisis Bivariat Kepuasan. Pemahaman dan Sikap Kelompok Kontrol Variabel Nilai Z Nilai p Pretest Kepuasan -3,45 0,07 Posttest Kepuasan Pretest Pemahaman -1,2 0,06 Posttest Pemahaman Pretest Sikap -2,2 Posttest Sikap Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa kelompok kontrol setelah dilakukan analisis tampak bahwa tidak ada variabel yang signifikan mengalami peningkatan kepuasan pemahaman dan sikap pada pengguna kesehatan tradisional. Hasil analisis uji efektifitas buku saku jika dibandingkan antara kelompok kontrol dan perlakuan dihasilkan tabel sebagai berikut Tabel 8. Analisis uji efektifitas buku saku jika dibandingkan antara kelompok kontrol dan perlakuan Variabel Nilai Z Nilai p Pengetahuan -3,1 0,002* Pemahaman -14,6 <0,0001* Sikap -14,1 <0,0001* Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Hasil uji efektifitas pada kelompok kontrol dan perlakuan dilaporkan hasilnya bahwa variabel kepuasan, pemahaman dan sikap memiliki efektifitas yang meningkat setelah diberikan buku saku pada pengguna/klien hasil ini signifikan secara statistic dengan nilai p<0,05. BAHASAN Rancangan buku saku digital terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem buku saku digital ini membahas terkait dengan konsep penggunaan, peraturan terkait dengan pengobatan tradisional, pasien safety. Standar Prosedur Operasional penggunaan ramuan dan keterampilan, serta menejemen layanan usadha yang meliputi catatan pasien, kartu layanan, dan kartu rujukan usadha. Buku Saku digital ini dapat diakses melalui laman https://bukusaku. id/ dan pada laman Gatra Bali https://gatrabali. Gambar 2. Buku Saku Digital Terhadap Penggunaan Ramuan Dan Keterampilan Sesuai Pakem Buku saku digital Pengobatan Tradisional Terhadap Penggunaan Ramuan dan Keterampilan dirancang melalui proses FGD bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Puskesmas Buleleng 1. Puskesmas Buleleng 2. Puskesmas Buleleng 3. Puskesmas Kubutambahan 1 dan Puskesmas Kubutambahan 2. Adapun masukan yang diberikan Penambahan gambar pada proses pembuatan ramuan tradisional seperti payuk, stainlesteal Penambahan jenis tanaman yang digunakan baik nama, bentuk tanaman seperti apa Penambahan pada alur pelayanan penyehat tradisional seperti alur penyehat tradisional dengan menambahkan wawancara terkait dengan tujuan ke penyehat tradisional Buku kunjungan yang mana disepakati hal-hal yang harus diisi karena terdapat ranah privasi dari klien. Hal ini juga termasuk ke dalam pakem dari penyehat tradisional tersebut. Scanning/skrining pasien/klien dimana perlu dibedakan antara penyehat tradisional ramuan, keterampilan dan tapakan atau ngiring, dasaran atau ngusada. Biasanya bagi penyehat tradisional dengan pakem berupa tapakan/ngiring, maka scanning atau skrining digunakan dengan Aunedunang taksuAy atau dapat diartikan sembahyang terlebih dahulu untuk meminta petunjuk Yang Maha Kuasa. Bagi Penyehat Tradisional dengan pakem Audasaran/ngusadaAy, dimana mereka lebih banyak untuk mempelajari keterampilan yang dimiliki, maka skrining dilakukan dengan wawancara keluhan. Hal ini juga dilakukan olah penyehat tradisional dengan menggunakan ramuan dan keterampilan lainnya. Berdasasarkan hasil analisis uji media dan konten yang mendatangkan pakar dan pengguna dimana analisis uji Gregory mendapatkan hasil nilai validitas 0,73 artinya bahwa Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT validitas media tinggi. Selanjutnya dilakukan uji konten/isi menggunakan analisis Lawshe dimana hasil analisis Lawshe dari semua ahli mendapatkan nilai CVR 0,6-1. Artinya bahwa media buku saku digital valid untuk dapat diberikan kepada masyarakat/pengguna. Hal ini menunjukkan jika buku saku digital yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi standar yang telah diterapkan baik dalam hal desain media dan isi konten yang dibahas dalam buku Penilaian positif dari pakar dan pengguna mulai dari desain, gambar, kualitas media, materi yang disampaikan serta bahasa yang digunakan. Efektivitas buku saku digital pengobatan tradisional terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem Kegiatan yang dilakukan pertama kali dalam penelitian ini adalah memberikan kuisioner pre test kepada seluruh responden baik kontrol maupun perlakukan/uji. Selanjutnya diberikan media berupa buku saku digital untuk kelompok uji dan leaflet untuk kelompok Setelah 3 minggu, diberikan kembali post tes untuk menilai. Pengusada Hasil uji beda berdasarkan analisis wilcoxon, dimana terdapat perbedaan pada kelompok perlakuan/uji dengan kelompok kontrol dilihat dari variabel yang diuji yakni kepatuhan, pemahaman dan sikap. Adapun pada kelompok kontrol yang diberikan leafleat, didapatkan hasil jika variabel yang memiliki perbedaan adalah kelompok sikap dan kepatuhan dengan nilai p<0,05 sedangkan pada aspek pemahaman memiliki nilai 0,19. Pada kelompok perlakuan/uji didapatkan hasil adanya perbedaan yang signifikan terhadap kepatuhan, pemahaman dan sikap dengan nilai p<0,05. Hal ini menunjukkan jika kelompok kontrol yang hanya diberikan leaflet, akan berdampak pada kepatuhan dan sikap saja tanpa disertai dengan pemahaman terhadap pentingnya pemberian layanan yang aman. Pemahaman didapatkan melalui adanya sumber litearsi yang mumpuni, lebih interaktif dan lengkap dengan gambar yang mendukung sehingga pengusda bisa lebih paham dengan apa yang disampaikan . Jika dilihat dari kelompok uji/perlakukan, maka berdampak signifikan pada ketiga variabel baik kepatuhan, pemahaman dan sikap. Pendekatan edukasi melalui buku saku digital ini melibatkan interaksi yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kepatuhan, pemahaman dan sikap dari pengusada karena terdapat meteri yang lebih kompleks, gambar yang mendukung dan alur yang jelas. Berdasarkan uji efektivitas menggunakan Mann Whitney U Test, yang dilakukan pada kelompok kontrol dan perlakuan dimana hasil yang didapatkan adalah memiliki efektifitas yang meningkat pada keptuhan dan pemahaman setelah diberikan buku saku pada pengusada dengan p < 0,05 sedangkan sikap tidak memiliki efektifitas yang meningkat setelah diberikan buku saku dengan nilai p=0,74. Jadi dapat disimpulkan jika buku saku digital efektif dalam peningkatan kepatuhan dan pemahaman serta tidak efektif dalam peningkatan sikap pengusada. Buku saku digital yang menuangkan konsep, peraturan. SPO, layanan serta menejemen terhadap layanan usadha terbukti berdampak terhadap kepatuhan pengusada terhadap standar prosedur operasional pemberian layanan baik ramuan maupun keterampilan serta pemahaman pengusada terhadap pentingnya pemberian layanan yang aman. Hal ini dikarenakan kepatuhan dan pemahaman Penjelasan interaktif memungkinkan hattra/pengusada untuk memahami materi lebih dalam. Selain ituu adanya peraturan dan komitemne untuk pasien safety juga mengakibatkan pengusada paham dan patuh terhadap bagaimana alur dalam melayani klien. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Afadi dimana Hasil penelitian menunjukkan buku saku gizi efektif meningkatkan pengetahuan atlet Unimed Atletik Club (UAC) dengan nilai p = 0,000 . ,000 < 0,. Namun hal ini tidak sejalan dengan sikap pengusada, dimana buku saku digital tidak efektif digunakan untuk sikap pengusada dalam memberikan pelayanan yang aman. Pembentukan sikap melibatkan dua komponen yaitu komponen kognitif yang mencakup pengetahuan dan pemahaman serta komponen afektif yang berkaitan dengan perasaan dan emosi yang mengubah sikap, seperti yang diutarakan oleh Rosenberg dalam teori Affective28 Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Cognitive Consistency . Jadi, walaupun pemahaman pengusada meningkat terhadap pentingnya pemberian pelayanan yang aman, namun sikap mereka yang kemungkinan didasari oleh perasaan dan emosi belum sejalan. Sehingga diperlukan pemberian interaksi lebih dari pemberian buku saku seperti intervensi melalui penjelasan tatap muka, monitoring dan pembinaan lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan sikap pengusada dalam pemberian pelayanan yang aman. Klien Berdasarkan hasil analisis Uji beda menggunakan wilcoxon, dapat diinformasikan jika pada kelompok perlakuan/Uji beda pre dan post-test dalam variable kepuasan, pemahaman dan sikap terlihat bahwa variabel yang memiliki perbedaan pada kelompok perlakuan adalah pengetahuan, pemahaman dan sikap dengan nilai p <0,05. Sedangkan untuk kelompok kontrol, setelah dilakukan analisis tampak bahwa tidak ada variabel yang signifikan mengalami peningkatan kepuasan, pemahaman dan sikap pada pengguna. Hal tersebut menunjukkan jika klien atau pengguna yang diberikan buku saku lebih puas terhadap layanan kesehatan tradisional dan paham terkait dengan bagaimana layanan kesehatan tradisional yang diberikan, bagaimana prosedurnya serta keamanan dalam melayani klien sehingga klien merasa lebih aman untuk menggunakan pelayanan kesehatan tradisional. Klien yang tidak mendapatkan buku saku, mendapatkan pemahaman yang sedikit karena dengan leaflet, informasi yang diberikan terbatas sehingga tidak mengakibatkan peningkatan pada kepuasan, pemahaman dan sikap dari klien. Berdasarkan uji efektivitas menggunakan Mann Whitney U Test pada kelompok kontrol dan kelompok uji/perlakuan didapatkan hasil jika variabel kepuasan, pemahaman dan sikap memiliki efektifitas yang meningkat setelah diberikan buku saku pada pengguna dan hasil ini signifikan secara statistic dengan nilai p<0,05. Buku saku digital yang mana dari segi desain, materi atau konten dan dilengkapi dengan visual mengakibatkan pengguna lebih tertarik dalam mambaca apalagi ditambah dengan isian yang cukup kompleks. Klien menjadi puas dengan apa yang diberikan oleh pengusada dan paham terhadap pemberian layanan usadha baik ramuan maupun keterampilan sesuai pakem dari pengusada itu dan klien merasa aman untuk diberikan layanan kesehatan tradisional. Selanjutnya klien menjadi termotivasi dan tertarik untuk mendapatkan layanan kesehatan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dialkukan oleh Qurratul AAoyun dimana pada penelitiannya terkait dengan efektivitas buku saku . ocket boo. sebagai bahan ajar IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa pada materi sistem pernafasan manusia menyatakan jika Nilai efektivitas yang didapatkan dengan membandingkan nilai n-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 1,16 yang menandakan bahwa buku saku . ocket boo. efektif digunakan untuk meningkatkan literasi sains peserta didik . Keterbatasan penelitian ini diantaranya ada beberapa pengusada yang kurang mampu untuk membaca sehingga perlu untuk dilakukannya penjelasan dan wawancara secara langsung. Selain itu perlu adanya asisten dalam menulis buku kunjungan. SIMPULAN Simpulan penelitian ini diantaranya . Media buku saku digital terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem sudah terancang dan teruji baik validitas media maupun konten dengan nilai uji Gregory sebesar 07 dan Uji konten menggunakan Uji lawshe mendapatkan hasil 0,6-1 sehingga dapat disimpulkan dapat disebarkan ke masyarakat, . Buku saku digital terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan seusai pakem, teruji efektivitasnya dalam hal kepatuhan dan pemahaman hattra/pengusada. buku saku digital terhadap Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 17 No. Mei 2026 ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT penggunaan ramuan dan keterampilan seusai pakem teruji efektivitasnya dalam hal kepuasan, pemahaman dan sikap klien/pengguna. SARAN Saran yang dapat diberikan diantaranya media buku saku digital ditambahkan dengan gambar yang real picture seperti video sehingga mudah untuk dipahami dan dipraktikkan. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih peneliti sampaikan kepada DRTPM Kemdiktisaintek atas hibah pendanaan penelitian dosen pemula tahun pelaksanaan 2025. Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada LPPM Stikes Buleleng karena sudah memfasilitasi kegiatan penelitian dari awal sampai akhir. RUJUKAN