Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 GAMBARAN UPAYA SISWA DALAM MENGHADAPI BULLYING DI SEKOLAH DASAR KOTA SOLOK Marizki Putri Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jl. By Pass No. Aur Birugo Tigo Baleh. Bukittinggi. Sumatera Barat e-mail : marizkiputri33@gmail. ABSTRAK Pendahuluan : Bullying merupakan tindakan negatif yang sering diterima anak baik pada aspek emosional, verbal maupun fisik. Indonesia menduduki angka ketiga setelah Jepang dan Amerika dengan prevelansi diatas 60%. Peningkatan bullying di Sumatera Barat pada siswa sekolah dasar aetiap tahunnya diatas 40 %, dimana kota yang paling tinggi adalah Padang. Payakumbuh dan Solok. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran upaya siswa dalam mengahadapi bullying di sekolah dasar. Metodologi : Penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah populasi sebanyak 62 orang, teknik pengambilan sampel adalah seluruh populasi dijadikan sampel. Hasil Penelitian : didapatkan bahwa . %) responden berjenis kelamin perempuan, . %) responden berjenis kelamin laki Ae laki. %) responden tidak melakukan upaya dalam menghadapi bullying di sekolah, sedangkan . %) responden ada melakukan upaya dalam menghadapi Diskusi upaya responden dalam mengahdapi bullying sebagaian besar adalah mengabaikan pelaku. Kata Kunci : bullying ABSTRACT Introduction Bullying is a negative act that is often accepted by children, both in emotional, verbal and physical aspects. Indonesia ranks third after Japan and America with a prevalence above 60%. The increase in bullying in West Sumatra on elementary school students is above 40% annually, where the highest cities are Padang. Payakumbuh and Solok. The purpose of this study was to describe the students' efforts in dealing with bullying in primary schools. Methodology This research methodology is descriptive, with a population of 62 people, the sampling technique is that the entire population is sampled. Results showed that . %) of the respondents were female, . %) of the respondents were male. %) respondents did not make efforts to deal with bullying at school, while . %) respondents made efforts to deal with Discussion of the respondent's efforts in dealing with bullying is largely to ignore the Keyword : bullying Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 76 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Kata bullying berasal dari bahasa Inggris, yaitu dari kata bully yang artinya benteng yang suka menyeruduk di sana-sini. Persyaratan ini diambil untuk menggambarkan tindakan merusak. Sedangkan menurut bahasa Indonesia, secara etimologis kata bully berarti bully, yang artinya lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa intimidasi pada dasarnya dilakukan secara negatif oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat merugikan orang lain. (Wiyani. Upaya menghindari masalah kekerasan . terhadap anak usia sekolah dapat dilakukan oleh individu, keluarga dan kelompok. Akhir-akhir ini kasus perilaku kekerasan pada anak banyak terjadi. Perilaku kekerasan adalah tindakan negatif yang sering diterima oleh anak-anak dalam aspek emosi, verbal dan fisik (Budimansyah, 2. Wiyani . mendefinisikan Bully atau kekerasan sebagai keinginan untuk menyakiti seseorang dan menempatkan mereka di bawah tekanan berulang kali. Perilaku kekerasan terhadap anak adalah tindakan menyakitkan bagi anak yang dilakukan dengan sengaja dan terus menerus sehingga mereka terintimidasi. Bullying pada anak sekolah tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Mujijanti . menyebabkan kekerasan, yaitu . faktor guru . Stuart . menyebutkan 3 faktor penyebab kekerasan pada anak, yaitu . Scholar . menyebutkan gender, teman sebaya dan agama adalah penyebab perilaku kekerasan pada anak. Perilaku kekerasan pada anak cenderung WHO melaporkan di Jepang Kekerasan perilaku pada anak-anak sebesar 62,5% dan di Amerika 61,2% (Afreoz, 2015: sarjana, 2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan pada tahun 2015 perilaku kekerasan terhadap anak pada periode 2011-2015 meningkat sebesar 60%. JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Jika dilihat dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa kejadian kekerasan terhadap anak baik di Indonesia maupun di luar negeri rata-rata di atas 60%. Penyebab perilaku kekerasan ini akan berdampak pada anak-anak. Menurut Hoover. Olson. Olweus . Banyak dampak yang timbul meliputi: . gangguan psikologis . gangguan akademik . perasaan tidak aman . kurang percaya diri . risiko bunuh diri . rendah diri harga . isolasi sosial. Dapat disimpulkan bahwa dampak kekerasan pada anak adalah gangguan kesehatan fisik dan jika tidak ditangani akan menjadi gangguan psikologis. Dampak kekerasan terhadap anak-anak, pemerintah mengupayakan program antikekerasan, program untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak (Kementerian Kesehatan, 2. Hoover . menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan deteksi dini untuk mencegah kasus perilaku kekerasan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak-anak secara fisik, psikologis dan sosial. Dengan demikian kesejahteraan fisik, psikologis dan sosial anak adalah peran tenaga kependidikan dan kesehatan. Tenaga kesehatan sendiri salah satunya adalah seorang perawat. Perawat sebagai masyarakat berperan dalam mencegah perilaku kekerasan dan mengatasi trauma. Stuart . menyebutkan perawat berperan dalam memberikan perawatan, baik kepada klien, keluarga dan masyarakat, dalam bentuk promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promosi dan pencegahan akan dilihat dalam bentuk konseling dan deteksi dini. Perawat kuratif dan rehabilitatif diharapkan dapat memberikan terapi psikoedukasi, terapi kognitif dan terapi perilaku kognitif untuk anak-anak usia sekolah. Beberapa upaya siswa untuk menangani kekerasan termasuk . Mengabaikan pelaku jika terjadi kekerasan terhadap anak-anak di Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 77 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index sekolah . Menjauh dari pelaku jika ada risiko kekerasan . Menyatakan keberatan secara terbuka kepada teman-teman jika terjadi saya . Akan berada di sekitar orang dewasa jika terjadi kekerasan . Akan menyampaikan kepada guru jika ada kekerasan di sekolah Ghulam . Berdasarkan uraian di atas, penelti Gambaran Upaya Siswa Dalam Mengahadapi Bullying Di Sekolah Dasar. BAHAN DAN METODE Metode dalam peneltian ini adalah deskriptif, dengan jumlah populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD 02 dan 04 Pasar Pandan Air Mati, dengan jumlah siswa adalah 62 orang. Teknik pengambilan sampel ini adalah semua populasi dijadikan Sampel dalam penelitian ini memiliki kriteria, diantaranya adalah kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusinya adalah siswa yang aktif di tahun ajaran tersebut, mengikuti penelitian dari awal sampai akhir. Sedangkan kriteria ekslusi adalah siswa yang sakit atau izin sekolah disaat peneliti melakukan penelitian tersebut. HASIL Hasil penelitian ini adalah sebagai Tabel 1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Siswa (N=. Jenis Kelamin (%) Perempuan Laki Ae laki Total Tabel diatas menunjunkan hasil bahwa lebih dari separoh responden berjenis kelamin perempuan yaitu . %), sedangkan . %) berjenis kelamin laki Ae laki. JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 2 Distribusi Frekuensi Upaya Siswa Dalam Mengahadapi Bullying Di Sekolah Dasar (N=. Upaya Siswa Dalam (%) Mengahadapi Bullying Dilakukan Tidak dilakukan Total Tabel diatas menunjukan bahwa sebagian besar . %) resoponden tidak melakukan upaya dalam mengahdapi bullying di sekolah, sedangkan . %) responden ada melakukan upaya dalam menghadapi bullying di sekolah. PEMBAHASAN Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa lebih dari separoh responden berjenis kelamin perempuan yaitu . %), . %) berjenis kelamin laki Ae laki. Sedangkan sebagian besar . %) resoponden tidak melakukan upaya dalam mengahdapi bullying di sekolah, dan . %) responden ada melakukan upaya dalam menghadapi bullying di sekolah. Menurut penelitian Nauval . menyebutkan bahwa upaya dalam mengatasi tindakan kekerasan ini salah satunya adalah Membantu anak mengetahui dan memahami kekerasan . Pada saat dilakukan penelitian didapatkan dari hasil sebaran kuisioner yaitu sebagian besar responden tidak kekerasan di sekolah. Upaya menghadapi kekerasan disekolah menurut penelitian yang dilakukan oleh Andriani . menyebutkan bahwa sebagian besar . %) siswa tidak melakukan upaya dalam mengahadapi bullying di sekolah. Upaya menghadapi kekerasan Pada anak usia sekolah ini dapat secara individu, keluarga dan kelompok. Selain itu upaya menghadapi bullying di sekolah antara lain . edukasi perilaku kekerasan . menerapkan kebiajakna anti kekerasan di sekolah . melibatkan murid atau siswa untuk tutor Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 78 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index teman sebaya tentang perilaku kekerasan . pembinaan bagi pelaku, target dan korban Asumsi menghadapi kekerasan pada anak di sekolah adalah memberikan pengetahuan kepada anak hal Ae hal yang biasa dikerjakan kepada teman itu adalah hal yang dilarang dan bisa menyakiti anak baik secara emosional maupun secara fisik dan berkalaborasi dengan guru kelas untuk lebih intens melihat perilaku kekerasan yang terjadi pada anak di sekolah. Sebagian responden tidak melakukan tindakan dalam mengatasi perilaku kekerasan ini adalah salah satu responden tidak mengetahui atau tidak memahami bagaimana cara mengatasi kekerasan yang terjadi. Hal lainnya adalah responden takut untuk meyampaikan kepada orang dewasa atau guru yang ada disekolah, dengan alasan responden takut untuk dihukum oleh guru dan di ganggu lagi oleh pelaku. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Lebih dari separoh responden berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar responden tidak melakukan upaya dalam mengahdapi bullying di Saran Saran dari penelitian ini adalah sebagai Diharapkan perawat dapat memberikan keperawatan untuk mengurangi, mencegah dalam mengahadapi bullying di sekolah secara Dan diharapkan kepada perawat yang berada puskesmas serta keluarga siswa dapat memantau bentuk Ae bentuk kekerasan yang sering diterima oleh siswa, baik itu masih dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah dan memberikan pengetahuan atau penuyuluahn kesehatan tenatang bagaimana cara menghadapi bullying, sehingga tidak JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 adalagi korban Ae korban bullying baik disekolah maupun dilaur sekolah. KEPUSTAKAAN