Journal of Elemantary School (JOES) Volume 3. Nomor 2. Desember 2020 e-ISSN : 2615-1448 p-ISSN : 2620-7338 DOI : https://doi. org/10. 31539/joes. PENERAPAN MODEL TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI KELAS V SDN 009 BENGKULU UTARA Sutinah SD Negeri 009 Bengkulu Utara Sutinahsdn9bu@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan model pembelajaran Take And Give dapat meningkatkan keterampilan kerjasmaa siswa dan hasil belajar Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan penelitian, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara yang terdiri dari 20 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Take And Give terbukti mampu meningkatkan keterampilan kerjasama siswa dimana pada fase uji kemampuan awal, persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa sebesar 30%, meningkat di siklus I sebesar 55% dan meningkat pada siklus II sebesar 80%. Penerapan model pembelajaran Take And Give juga terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa dimana pada fase uji kemampuan awal siswa, tingkat ketuntasan klasikal siswa sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 100%. Simpulan, penerapan model pembelajaran Take And Give efektif meningkatkan keterampilan kerjasmaa siswa dan hasil belajar siswa SDN 009 Bengkulu Utara. Kata Kunci: Hasil Belajar. Keterampilan Kerjasama. Take And Give ABSTRACT This study aims to prove whether the application of the Take And Give learning model can improve student work skills and student learning outcomes. This study used a classroom action research design with four stages of research, namely the planning stage, the implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. The subjects of this study were students of class V SD Negeri 009 Bengkulu Utara which consisted of 20 students. The results showed that the application of the Take And Give learning model was proven to be able to improve students 'cooperation skills where in the initial ability test phase, the percentage of students' cooperation skills was 30%, increased in cycle I by 55% and increased in cycle II by 80%. The application of the Take And Give learning model is also proven to be able to improve student learning outcomes where in the initial test phase of students' classical completeness levels of students by 35%, increasing in cycle I to 60% and in cycle II increasing to 100%. conclusion, the application of the Take And Give learning model is effective in improving student cooperation skills and student learning outcomes at SDN 009 Bengkulu Utara. Keywords: Learning Outcomes. Cooperation Skills. Take And Give Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 PENDAHULUAN Secara umum, pendidikan merupakan bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Oleh karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang utama. Secara umum pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar yang terdapat dalam Agama Islam. Ajaran-ajaran tersebut terdapat dalam Al-QurAoan dan hadits serta melalui proses ijtihad para ulamaAo mengembangkan pendidikan Agama Islam pada tingkat yang rinci. Jadi, pendidikan Agama Islam adalah usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Agama Islam. Zuhairini . mennyatakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk membimbing ke arah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis, supaya hidup sesuai dengan ajaran Islam, sehingga terjadinya kebahagiaan dunia akhirat. Pendidikan agama Islam sebagai upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya, agar menjadi way of life . andangan dan sikap hidu. peserta didik. Pendidikan agama Islam juga merupakan upaya sadar untuk mentaati ketentuan Allah sebagai pedoman dan dasar para pesera didik agar berpengetahuan keagamaan dan handal dalam menjalankan ketentuan-ketentuan Allah secara keseluruhan. Secara umum, tujuan pendidikan Islam terbagi kepada: tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir, dan tujuan operasional. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara Tujuan sementara adalah tujuan yang ingin dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dengan sebuah kurikulum. Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar peserta didik menjadi manusia-manusia sempurna . nsan kami. setelah ia menghabisi sisa umurnya. Sementara tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah pendidikan tertentu (Armai Arief, 2. pada jenjang Pendidikan Dasar, kemampuan-kemampuan dasar yang diharapkan dari lulusannya adalah dengan landasan iman yang benar, yaitu siswa: . Terampil dan bergairah beribadah, mampu berzikir dan berdoAoa. Mampu membaca al-QurAoan dan menulisnya dengan benar serta berusaha memahaminya. Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Terbiasa berkepribadian muslim . erakhlak muli. Mampu memahami sejarah dan perkembangan agama Islam. Terbiasa menerapkan aturan-aturan dasar islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran agama islam juga ditujukan untuk meningkatkan kerjasama antar siswa sehingga ilmu pembelajaran yang didapat dapat diterima dengan lebih baik oleh siswa. Dengan adanya kerjasama antae siswa, siswa akan menerapakan ilmu agama yang didapatkannya selama kegiatan pembelajaran dan saling memberi tahu antar siswa apabila ada yang masih salah dalam penerapannya sehingga ilmu agama yang diajarkan dapat terserap dengan baik. Dengan adanya kerjasama yang baik antar siswa, diharapkan juga hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Guru sebagai fasilitator pembelajaran dan pembuat rencana pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran yang dapt meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelompok maupun tutorial (Agus Suprijono, 2. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Model pembelajaran Take And Give merupakan model pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa, di dalam kartu ada catatan yang harus dikuasai atau dihafal masing-masing siswa. Siswa kemudian mencari pasangannya masing-masing untuk bertukar pengetahuan sesuai dengan apa yang didapatnya di kartu, lalu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengevaluasi siswa dengan menanyakan pengetahuan yang dimiliki dan diterima siswa dari pasangannya. Komponen penting dalam tipe Take And Give adalah penguasaan materi melalui kartu, keterampilan bekerja berpasangan dan sharing informasi, serta evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman atau peguasaan siswa terhadap materi yang diberikan di dalam kartu pasangannya (Huda, 2. Model cooperative learning tipe Take And Give adalah suatu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk saling berbagi mengenai materi yang akan disampaikan oleh guru. Model ini melatih siswa terlibat secara aktif dalam menyampaikan materi yang diterima ke siswa lain secara berulang-ulang. Kurniasih, . menjabarkan bahwa model pembelajaran Take And Give merupakan model Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 pembelajaran yang memiliki sintaks, menuntut siswa mampu memahami materi pembelajaran yang diberikan guru dan teman lainnya. Taufik, dkk . menjelaskan dalam model pembelajaran Take And Give ada beberapa kelebihan dan ada juga kelemahan. Adapun kelebihan model ini adalah . siswa akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan siswa yang lain, . dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan siswa akan informasi, dan . siswa dilatih memahami materi dengan waktu yang tepat. Sedangkan kelemahannya adalah . bila informasi yang disampaikan siswa kurang tepat . maka informasi yang diterima siswa lainpun akan kurang tepat dan . tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran agama islam diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran pendidikan agama islam memanfaatkan desain penelitian tindakan kelas. Pembelajaran pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran agama islam dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Setiap siklus pembelajaran pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Apabila suatu siklus belum mencapai target pembelajaran yang diinginkan, maka hasil observasi pada tahap refleksi akan dijadikan sebagai acuan perbaikan pada siklus selanjutnya hingga mencapai target pembelajaran yang diinginkan pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran pendidikan agama islam. Bagan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran pendidikan agama islam disajikan pada Gambar 1 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Gambar 1. Bagan Penelitian Tindakan Kelas Subjek pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran pendidikan agama islam adalah siswa kelas V SD negeri 009 Bengkulu Utara yang berjumlah sebanyak 20 orang siswa. Penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 pada semester I. Penelitian ini dilaksanakan dalam rentang waktu tiga bulan terhitung dari bulan September 2019 hingga bulan November 2019. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 009 Bengkulu Utara yang beralamat di Desa Karang Suci. Kecamatan Arga Makmur. Kabupaten Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu. Pengumpulan data pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI menggunakan Teknik angket dan Teknik tes. Teknik angket digunakan untuk mengukur peningkatan keterampilan kerjasama siswa pada pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Alat pengumpulan data peningkatan keterampilan kerjasama siswa pada pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give menggunakan lembar angket keterampilan kerjasama siswa yang terdiri dari empat kategori aspek penilaian keterampilan kerjasama yang diukur berdasarkan skala likert untuk menentukan tingkat keterampilan kerjasama siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Teknik tes digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Instrumen pembelajaran yang digunakan pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give untuk Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 mengukur peningkatan hasil belajar menggunakan soal pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Analisis data hasil penelitian pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI menggunakan Teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Pengukuran peningkatan keterampilan kerjasama siswa dianalisis dengan menghitung rata-rata skor pengamatan pada tiap kategori aspek penilaian peningkatan keterampilan kerjasama siswa berdasarkan kisaran kategori skor pada skala likert. Hasil belajar siswa dianalisis peningkatan hasil belajarnya dengan menganalisis tingkat ketuntasan klasikal siswa pada pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Tingkat ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI diukur dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: Indikator keberhasilan pada penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara adalah sebagai berikut: . standar ketuntasan individu dianggap telah AutuntasAy pada mata pelajaran PAI apabila nilai tes siswa pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara mencapai nilai 70 atau lebih. standar ketuntasan klasikal siswa pada pembelajaran PAI dianggap telah mencapai target pembelajaran pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give apabila siswa yang mencapai nilai di atas KKM sebanyak 75% dari total keseluruhan siswa. tingkat keteramppilan kerjasama siswa pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give dianggap memenuhi target penelitian yang ingin dicapai apabila persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa mencapai 75% dengan rerata skor angket keterampilan kerjasama siswa minimal 2,5. HASIL PENELITIAN Uji Kemampuan Awal Siswa Tingkat keterampilan kerjasama siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Give diukur menggunakan lembar angket keterampilan kerjasama siswa. Pada uji kemampuan awal siswa, tingkat keterampilan kerjasama siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti kegiatan pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give kemudian dianalisis untuk menentukan kategori keterampilan kerjasama siswa pada fase uji kemampuan awal. Hasil analisis lembar angket tingkat keterampilan kerjasama siswa pada uji kemampuan awal siswa disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa pada Uji Kemampuan Awal No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Angket Hasil Belajar Hasil belajar siswa dianalisis berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tiap siklus penelitian pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Pada fase uji kemampuan awal, analisis hasil belajar siswa kelas V SD negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give ditunjukkan melalui Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Belajar Siswa pada Uji Kemampuan Awal No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 59,25 Siklus I Lembar Observasi Keterampilan Kerjasama Siswa Pada siklus I, tingkat keterampilan kerjasama siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti kegiatan pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give kemudian dianalisis untuk menentukan kategori keterampilan kerjasama siswa pada siklus I. Hasil analisis lembar angket tingkat keterampilan kerjasama siswa pada siklus I disajikan pada Tabel 3 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Tabel 3. Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa pada Siklus I No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Angket Hasil Belajar Pada siklus I, analisis hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give ditunjukkan melalui Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 68,25 Siklus II Lembar Observasi Keterampilan Kerjasama Siswa Pada siklus II, tingkat keterampilan kerjasama siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti kegiatan pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give kemudian dianalisis untuk menentukan kategori keterampilan kerjasama siswa pada siklus II. Hasil analisis lembar angket tingkat keterampilan kerjasama siswa pada siklus II disajikan pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Angket Keterampilan Kerjasama Siswa pada Siklus II No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Angket Hasil Belajar Pada siklus II, analisis hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give ditunjukkan melalui Tabel 6 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Tabel 6. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian 83,75 PEMBAHASAN Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa, kegiatan pembelajaran perlu dilaksanakan dengan membuat siswa belajar secara tim atau Dengan adanya kegiatan pembelajaran dengan berkelompok membuat siswa terbiasa bekerja sama sehingga merangsang munculnya keterampilan kerjasama di dalam diri siswa. Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti menerapkan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa dan hasil belajar siswa. Analisis data penelitian pada tiap siklusnya dilakukan untuk mengukur peningkatan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa pada tiap siklus pembelajaran. Pada fase uji kemampuan awal siswa, dilakukan analisis tingkat keterampilan kerjasama awal siswa dan tingkat hasil belajar awal siswa pada pembelajaran PAI sebelum diterapkannya kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give. Pada uji kemampuan awal, tingkat keterampilan kerjasama tergolong rendah dimana dari 20 orang siswa, sebanyak 6 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tinggi. Persentase tingkat keterampilan kerjasama yang dicapai siswa pada pembelajaran di uji kemampuan awal sebesar 30% dengan rata-rata skor observasi keterampilan kerjasama siswa sebesar 1,7 dengan kategori cukup. Hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI juga tergolong rendah dimana pada fase uji kemampuan awal, siswa yang hasil belajarnya termasuk dalam kategori tuntas sebanyak 7 orang siswa dari 20 orang siswa. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai siswa pada pembelajaran PAI di uji kemampuan awal sebesar 35% dengan rata-rata nilai hasil belajar PAI yang dicapai siswa sebesar 59,25. Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Di siklus I, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give pada kegiatan pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Pada siklus I, persentase tingkat ketrampilan kerjasama yang dicapai oleh siswa sebesar 55% dimana dari 20 orang siswa, sebanyak 11 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tuntas. Rerata skor angket yang dicapai oleh siswa pada pembelajaran PAI di siklus I sebesar 2,5 dengan kategori Hasil belajar siswa pada pmbelajaran PAI di siklus I juga mengalami peningkatan dimana sebanyak 12 orang siswa dari 20 orang siswa yang hasil belajarnya termasuk dalam kategori tuntas. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai oleh siswa pada kegiatan pembelajaran di siklus I sebesar 60% dengan rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa sebesar 68,25. Meski terjadi peningkatan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa, hasil penelitian pada pembelajaran di siklus I masih belum mencapai target penelitian yang ingin dicapai pada penelitian pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Pada siklus II, dilakukan perbaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan kajian hasil refleksi yang dilakukan pada siklus I. pada pembelajaran di siklus II, tingkat keterampilan kerjasama siswa meningkat dimana sebanyak 16 orang siswa dari 20 orang siswa yang tingkat keterampilan kerjasamanya termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa sebesar 80%. Rerata skor angket yang dicapai oleh siswa pada kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give di siklus II sebesar 3,5 dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa pada pembelajaran di siklus II juga mnegalami peingkatan dimana seluruh siswa hasil belajrnya termasuk dalam kategori tuntas. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai oleh siswa pada kegiatan pembelajaran di siklus II sebesar 100% dengan ratarata nilai yang dicapai oleh siswa sebesar 83,75. Dengan demikian, tingkat keterampilan kerjasama siswa dan tingkat hasil belajar siswa yang dicapai pada kegiatan pembelajaran di siklus II sudah mencapai target minimum penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara. Grafik peningkatan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa pada kegiatan penelitian pembelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give pada tiap siklusnya disajikan pada Gambar 2 dan 3 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 Gambar 2. Grafik Peningkatan Keterampilan Kerjasama Siswa Gambar 3. Grafik Peningkatan Hasil belajar PAI Siswa Pada pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Take And Give, kegiatan pembelajaran dlaksanakan dengan berpasang-pasangan. Pada pembelajaran ini, terjadi proses pertukaran informasi di antara siswa. Siswa saling memberikan informasi mengenai materi pembelajaran. oleh karena itu, perlu adanya kerjasama di antara siswa sehingga pada pembelajaran ini tingkat keterampilan kerjasama siswa mengalami pertukaran informasi antar siswa juga membuat informasi yang diterima siswa semakin banyaks ehingga menambah pengetahuan yang dimiliki siswa sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Take And Give dapat diterapkan pada ekgiatan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan kerjasama dan hasil belajar siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian penerapan model pembelajaran Take And Give pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 009 Bengkulu Utara dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. model pembelajaran Take And Give terbukti mampu meningkatkan keterampilan kerjasama siswa pada Journal of Elemantary School (JOES)3. :96-107 pembelajaran PAI, dimana pada fase uji kemampuan awal, persentase tingkat keterampilan kerjasama siswa sebesar 30%, meningkat di siklus I sebesar 55% dan meningkat pada siklus II sebesar 80%. model pembelajaran Take And Give terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dimana pada fase uji kemampuan awal, tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 100%. DAFTAR PUSTAKA