JPFT - volume 10, nomor 3, pp. December 2022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Disertai e-LKPD Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor The Influence of the Guided Inquiry Learning Model Accompanied by e-LKPD on the Creative Thinking Ability of High School Students in the Material of Temperature and Heat Salsabila Tazkia Aulia,Singgih Bektiarso. Subiki Universitas Jember. Jalan Kalimantan Nomer 37 Jember. Jawa Timur Email : salsabilaaulia2403@gmail. Kata Kunci Model Pembelajaran, e-LKPD. Kemampuan Berpikir Kreatif. Suhu dan Kalor Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Adapun desain penelitiannya adalah posttest only control design. Sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling yang sebelumnya telah dilakukan uji homogenitas. Adapun sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 5 SMAN 1 Gambiran Banyuwangi. Teknik pengambilan data kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan test berupa 4 soal Data penelitian ini diolah menggunakan SPSS versi 24 dengan uji normalitas menggunakan one way anova dan uji hipotesis menggunakan independent sampel t-test. Berdasarkan hasil uji independent sampel t-test didapatkan nilai signifikansinya yaitu 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi suhu dan kalor. Keywords Learning Model, eLKPD. Ability to Think Creatively. Temperature and Heat Abstract This study aims to determine the effect of the guided inquiry learning model accompanied by eLKPD on the creative thinking skills of high school students in the subject matter of temperature and heat. This study uses a quasi-experimental method. The research design is a posttest only control design. The sample in this study was determined using the cluster random sampling technique, which had previously been tested for homogeneity. The samples in this study were students of class XI MIPA 2 and XI MIPA 5 SMAN 1 Gambiran Banyuwangi. The data collection technique for students' creative thinking abilities used a test in the form of 4 description questions. The research data were processed using SPSS version 24 with a normality test using one way ANOVA and hypothesis testing using an independent sample ttest. Based on the results of the independent sample t-test, the significance value was 0. The conclusion from this study is that there is a significant effect of using the guided inquiry learning model accompanied by e-LKPD on students' creative thinking abilities in the subject matter of temperature and heat. A2022 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 30 Oktober 2022. Accepted 20 November 2022 . Available Online 30 December 2022 *Corresponding Author: salsabilaaulia2403@gmail. PENDAHULUAN reative thinkin. , berpikir kritis . ritical thinkin. , berkomunikasi . , dan berkolaborasi . Selain itu tuntutan pembelajaran pada abad 21 yaitu siswa mampu menguasai Teknologi Informasi Komunikasi . Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa pendidikan abad 21 adalah keahlian TIK. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang siswa pada abad 21 yaitu kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan berpikir logis dan divergen Pendidikan adalah proses untuk membangun dan meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan harus dilaksanakan secara terencana dan sistematis agar terlaksana dengan baik sehingga tujuan pendidikan dapat Pendidikan Indonesia sedang menghadapi tantangan untuk mempersiapkan dan memfasilitasi siswa agar mempunyai keterampilan abad 21 dan mampu bersaing secara global. Terdapat empat keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang siswa, diantaranya yaitu berpikir kreatif Vol. No. 3, pp. December Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online yang bertujuan untuk membangun ide-ide baru yang dipicu oleh hal yang menantang . Berpikir mengungkapkan hal-hal baru. Sejalan dengan penelitian Yasiro . kemampuan berpikir kreatif harus dimiliki siswa dalam menciptakan hal yang baru, menemukan cara baru, serta model baru, sehingga sangat bermanfaat bagi Dilla menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif penting untuk dimiliki karena dapat menunjang keberhasilan belajar siswa. Fisika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji mengenai alam dan gejalanya yang terjadi melalui proses ilmiah. Wirasamita . menyatakan bahwa segala hal yang ada dalam ilmu fisika dapat dipelajari melalui eksperimen dan pengamatan terhadap gejala alam. Adapun tujuan dari pembelajaran fisika yaitu memupuk sikap ilmiah, mampu menguasai konsep fisika, dan penerapannya kehidupan sehari-hari dan teknologi . Selain itu pada pembelajaran fisika siswa tidak hanya dituntut untuk membaca dan menghafal bagaimana proses konsep tersebut ditemukan kemampuan berpikir kreatif . Kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk meningkatkan pola pikir yang lebih tinggi pembelajaran fisika. Namun permasalahan yang sering terjadi yaitu siswa lebih ditekankan pada menghafal dan hanya mencari satu berpikirnya jarang dilatih, dan beberapa guru masih menggunakan metode teacher centered . Hal tersebut menyebabkan siswa pasif ketika proses pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif siswa rendah. Hasil penelitian yang dilakukan Elizabeth dan Sigahitong . di SMAS Katolik St. John Paul II Maumere menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa rendah. Sejalan dengan penelitian Reynawati dan Purnomo . menyatakan skor kemampuan berpikir kreatif tergolong dalam kategori rendah yaitu 28,53. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif pada siswa harus diatasi, karena kemampuan berpikir kreatif yang rendah menyebabkan siswa kesulitan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan . Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa bisa diatasi melalui penggunaan suatu model . pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran abad 21 adalah model inkuiri Model II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian quasi Menurut Sugiyono . penelitian eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan yang diberikan terhadap sesuatu pada kondisi yang telah Desain pada penelitian ini posttest only control design seperti pada Tabel terbimbing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa berperan aktif memecahkan masalah dan menemukan konsep, serta mampu melatih kemampuan berpikir kreatif . Sejalan dengan Sanjaya dalam Dongoran . menyatakan bahwa pada setiap tahapan proses pembelajaran model inkuiri terbimbing dapat melatih kemampuan berpikir kreatif serta analitis dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Untuk memudahkan proses pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing, maka e-LKPD. Pernyataan didukung oleh penelitian Putri . yang menyatakan bahwa melalui pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing disertai e-LKPD dapat melatih kemampuan berpikir e-LKPD merupakan lembar kerja yang dapat diakses secara digital dan dilakukan secara sistematis pada jangka tertentu, sehingga mudah untuk diakses, dan pendidikan abad 21 menuntut siswa menguasai serta Fitriani . menyatakan bahwa e-LKPD berfungsi sebagai panduan siswa untuk melakukan kegiatan praktikum atau penyelesaian masalah dan untuk memudahkan siswa dalam proses pemahaman konsep-konsep fisika. Pemahaman konsep fisika yang baik membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan pembelajaran yang telah diuraikan yaitu menggunakan model pembelajaran yang hanya berpusat pada guru yang menyebabkan siswa Selain itu rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang merupakan salah satu bermaksud untuk mengkaji Pengaruh Model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa sma pada materi suhu dan kalor. Manfaat penelitian ini yaitu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa serta bisa menjadi rujukan bagi guru pada proses Vol. No. 3, pp. December Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran yang digunakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi Nilai rata-rata berpikir kreatif eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, seperti yang terlihat pada Tabel 3. Kelas eksperimen yang memiliki 36 siswa memiliki rata-rata nilai kemampuan berpikir kreatif 87,51 . angat kreati. , sedangkan kelas kontrol kelas yang memiliki 33 siswa memiliki rata-rata 80,13 . Tabel 1. Posttest only control design Kelas Perlakuan Post-test (E) R (K) R Keterangan: : Kelas Eksperimen : Kelas Kontrol : Model Inkuiri Terbimbing disertai e-LKPD : Tes Kelas Eksperimen : Tes Kelas Kontrol Tabel 3. Deskripsi Skor tes kemampuan berpikir kreatif Uraian Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Sampel Skor minimun Skor maksimum Skor rata-rata 87,51 80,13 Standar Deviasi 8,319 10,183 Tabel 2. Kategori kemampuan berpikir kreatif Nilai Kategori 85 < x O 100 Sangat Kreatif 71 < x O 85 Kreatif 56 < x O 71 Cukup Kreatif 41 < x O 56 Kurang Kreatif O 41 Tidak Kreatif Hasil Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data hasil penelitian terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov menggunakan software SPSS versi 24. Dasar pengambilan keputusannya yaitu apabila nilai signifikan . 2-taile. < 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal, namun apabila nilai signifikan . 2-taile. > 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal. Hasil eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4. Populasi pada penelitian ini yaitu kelas XI MIPA tahun ajaran 2022/2023. Penentuan homogenitas yang menggunakan nilai ulangan Kemudian menggunakan teknik cluster random sampling yang diundi dalam menetapkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji homogenitas, maka sampel pada penelitian ini yaitu kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir kreatif dengan tes yang berikisikan empat soal uraian mencakup seluruh indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu . , . , . , dan . yang diberikan setelah proses pembelajaran pada kelas kotrol dan kelas eksperimen. Setelah itu data hasil test kelas kontrol dan kelas eksperimen digolongkan berdasarkan kategori kemampuan berpikir kreatif seperti pada Tabel 2. Tabel 4. Hasil uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen Kontrol Normal Parametersa,b Setelah itu dilanjutkan dengan analisis data menggunakan SPSS versi 24. Analisis data bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif yang dilakukan dengan menggunakan uji independent sampel t-test. Namun dengan syarat data tes kemampuan berpikir kreatif pada kelas kontrol dan eksperimen terdistribusi secara normal. 87,51 Std. Deviation Absolute 10,183 8,319 ,147 ,138 Positive ,147 ,135 -,112 -,138 ,147 ,138 ,080c Negative Test Statistic 80,13 Mean Most Extreme Differences Asymp. Sig. -taile. ,067 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil uji normalitas menggunakan uji OneSample Kolmogrov-Smirnov diperoleh nilai signifikan pada kelas kontrol 0,080 dan pada kelas eksperimen 0,0670. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan maka data yanag diperoleh terdistribusi secara normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Data kemampuan berpikir kreatif yang dilakukan setelah pembelajaran selesai dilakukan. Tes Vol. No. 3, pp. December Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Uji Hipotesis Pada uji normalitas didapatkan hasil yaitu data terdistribusi secara normal sehingga dapat dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test menggunakan SPSS Uji Independent Sample T-test bertujuan untuk mengujikan hipotesis yaitu mengetahui pengaruh yang signifikan mengenai kemampuan berpikir kreatif siswa. Adapun dasar pengambilan keputusannya yaitu apabila nilai sig. -taile. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, namun apabila nilai sig. O 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berikut hasil Uji Independent Sample T-test kemampuan berpikir kreatif dapat dilihat pada Tabel 3. pembelajaran inkuiri terbimbing disertai eLKPD. Berdasarkan kategori kemampuan berpikir kreatif menunjukkan bahwa kelas eksperimen dalam kategori sangat kreatif. Hal tersebut pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tetapi siswa terlibat langsung saat proses pembelajaran untuk membuktikan kebenaran suatu konsep, selain itu siswa dilatih untuk menyampaikan ide-ide mereka. Jadi siswa tidak langsung menerima informasi atau materi dari permasalahannya sendiri dan membuktikannya secara langsung melalui suatu eksperimen. Sedangkan kreatif pada kelas kontrol dalam kategori Hal pembelajaran pada kelas kontrol masih berpusat pada guru dan hanya sebatas Sehingga menghafal dan kurang mengetahui dari mana konsep tersebut didapatkan. Hal tersebut membuat kemampuan berpikir kreatif siswa kurang dilatih. Pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran dan dapat melatih kemampuan berpikir kreatif, karena pada enam langkah pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD dapat melatih kemampuan berpikir kreatif siswa. Pada langkah pertama adalah orientasi dimana siswa mengidentifikasi berdasarkan percobaan yang dilakukan dengan bimbingan seorang guru, pada langkah ini melatih kemampuan berpikir kreatif pada aspek Langkah kedua adalah merumuskan Pada langkah ini siswa diberikan berdasarkan fenomena yang ada pada e-LKPD. Langkah ketiga adalah merumuskan hipotesis. Pada langkah ini siswa juga diberikan kebebasan untuk merumuskan hipotesis yang sesuai dengan fenomena yang ada pada eLKPD. Pada langkah pertama sampai dengan ketiga dapat melatih kemampuan berpikir kreatif pada aspek fluency. Aspek fluency ini ditandai dengan kelancaran siswa dalam memberikan ide atau gagasan yang yang berbeda dan sesuai dengan soal yang diberikan . Pada langkah keempat yaitu melakukan percobaan dan mengumpulkan data. Pada langkah ini siswa melakukan percobaan sesuai dengan panduan yang ada pada e-LKPD untuk Pembahasan Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan nilai kemampuan berpikir kreatif siswa SMA materi suhu dan kalor pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Persentase ratarata nilai kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas kontrol yaitu 80,13 yang termasuk dalam kategori kreatif sedangkan pada kelas kontrol 87,51 yang termasuk dalam kategori sangat kreatif. Perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada kelas kontrol dan kelas eksperimen disebabkan karena adanya perlakuan yang Pada kelas kontrol pembelajaran seperti yang biasa dilakukan di sekolah tersebut yaitu ceramah dan tanya Berdasarkan pada Tabel 3 menunjukkan nilai . -taile. yaitu 0,002. Berdasarkan dasar pedoman pengambilan keputusan maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pembelajaran seperti yang dilakukan di SMAN 1 Gambiran yaitu metode ceramah dan tanya jawab berbeda dengan nilai rata-rata kelas eksperimen yang melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD dengan pada materi suhu dan kalor. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi suhu dan kalor. Mean Difference -7,385 -7,385 Tabel 3. Uji Independent Sample T-test Kemampuan Sig. -taile. -3,311 0,002 61,936 0,002 Vol. No. 3, pp. December Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online menguji hipotesis yang telah dibuat dengan bimbingan guru dan mengumpulkan data melalui percobaan yang dilakukan. Pada langkah ini dapat melatih kemampuan berpikir kreatif pada aspek flexibility. Aspek flexibility ditandai dengan kemampuan siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan berbagai Langkah kelima yaitu menguji hipotesis. Pada langkah ini dengan bimbingan guru siswa melakukan analisis data hasil percobaan dan membandingkannya dengan literatur, kemudian menentukan jawaban yang benar berdasarkan data yang telah didapatkan. Pada langkah ini dapat melatih kemampuan berpikir kreatif pada aspek elaboration. Menurut Munandar . aspek elaboration ditandai dengan siswa mampu mengembangkan dan memperkaya suatu gagasan yang telah ada. Langkah Pada langkah ini siswa dibimbing berdasarkan informasi dan analisis data dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Pada langkah ini dapat melatih kemampuan berpikir Menurut munandar aspek originality ditandai dengan siswa mampu menciptakan gagasan-gagasan yang unik dan baru atau mampu menemukan kombinasi-kombinasi yang tidak biasa . Penggunaan e-LKPD pada model inkuiri terbimbing dapat memudahkan siswa selama proses pembelajaran. Fungsi e-LKPD yaitu eLKPD adalah sebagai panduan setiap langkah kegiatan yang digunakan oleh siswa untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi yang dapat diakses dengan smartphone, laptop. Selain e-LKPD memberikan dampak positif terhadap aktivitas interaktif, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan memotivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, serta dapat menjadikan pembelajaran yang awalnya hanya berpusat kepada guru menjadi berpusat pada siswa. sangat aktif dan kelas rata-rata kontrol 80,13 yang termasuk dalam kategori aktif. Adapun hasil analisis Uji Independent Sample T-test 0,002. berdasarkan pedoma pengambilan keputusan yaitu Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai e-LKPD terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA pada materi suhu dan kalor. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah rata-rata kemampuan berpikir kreatif pada kelas kontrol berbeda dengan kelas eksperimen. Berdasarkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif tersebut rata-rata eksperimen 87,51 yang masuk dalam kategori . Septikasari and R. Frasandy. AuKeterampilan 4C abad 21 dalam pembelajaran pendidikan dasar,Ay Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar, vol. 8, no. 2, pp. 107Ae117, 2018. Rahayu. Iskandar, and Y. Abidin. AuInovasi Pembelajaran Abad Penerapannya Indonesia,Ay Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 2, pp. 2099Ae 2104, 2022. Puspitasari. InAoam, and M. Syaifuddin. AuAnalysis of studentsAo creative thinking in solving arithmetic problems,Ay International Electronic Journal Mathematics Education, vol. 14, no. 1, pp. 49Ae60, . Yasiro. Wulandari, and F. Fahmi. AuAnalisis menyelesaikan soal pada materi pemanasan global berdasarkan prestasi siswa,Ay Journal of Banua Science Education, vol. 1, no. 2, pp. 69Ae72, 2021. Dilla. Hidayat, and E. Rohaeti. AuFaktor gender dan resiliensi dalam pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA,Ay Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, vol. 2, no. 1, pp. 129Ae136, 2018. Wirasamita. Panduan Pengajar Buku Pengantar Laboratorium Fisika. Jakarta: P2LPTK, 1989. Lestari. AuPendekatan Science. Technology. Engineering. Mathematics (STEM) Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa pada Konsep Tekanan Hidrostatis,Ay Jurnal Pendidikan UNIGA, vol. 13, no. 1, pp. 215Ae221, 2019. Trianggono. AuAnalisis kausalitas pemahaman konsep dengan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pemecahan masalah fisika,Ay Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK), vol. 3, no. 1, pp. 1Ae12, 2017. Halim and N. Syahrun. AuApplication of jigsaw type cooperative learning to improve student creative thinking skills,Ay in Journal of Physics: Conference Series, 2020, vol. 1460, no. 1, p. Elizabeth and M. Sigahitong. AuPengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SMA,Ay Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram, vol. 6, no. 2, pp. 66Ae76, 2018. Reynawati and T. Purnomo. AuPenerapan Model Problem Based Learning Pada Materi Pencemaran Lingkungan Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa,Ay PENSA: E-JURNAL PENDIDIKAN SAINS, 6, no. 02, 2018. Nurfa and N. Nana. AuPengaruh Model Project Based Learning Terintegrasi 21st Century Skills Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Fisika,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika, vol. 5, no. 2, pp. 109Ae115, 2020. Yolanda. Gunawan, and S. Sutrio. AuPengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video kontekstual terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik,Ay Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 5, no. 2, p. 341, 2019. DAFTAR PUSTAKA