MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERKAIT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGGUNAAN DENTAL FLOSS DAN PROBIOTIK ORAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN ANGKATAN 2020-2021 Ain Richlatul A. Dewi Arsih S. Sinar Yanic Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratrium Biologi Oral. Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : ainrichlatulazimah@gmail. Abstrak Pendahuluan: Upaya dasar dalam kontrol plak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara mekanis yaitu dengan sikat gigi dan dental floss untuk area interdental yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi dan kimiawi dengan menggunakan moouthwash. Selain itu terdapat salah satu metode perawatan yang berfokus pada bakteri penyebab kerusakan gigi yaitu dengan melakukan terapi bakteri pengganti bagi bakteri yang menyebabkan kerusakan, seperti dengan menggunakan bakteri probiotik. Adanya pengetahuan yang baik mengenai dental floss dan probiotik oral sangatlah penting bagi mahasiswa kedokteran terutama kedokteran gigi. Terjadinya perubahan pengetahuan dan sikap dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu melalui media massa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap terkait penggunaan dental floss dan probiotik oral. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental dan rancangan penelitian one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Data diperoleh sebanyak 60 sample dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan intervensi menggunakan video animasi. Hasil: Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 8,47 menjadi 9,85 dan nilai rata-rata sikap sebesar 48,27 menjadi 50,72. Hasil uji Wilcoxon menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan skor rata-rata terkait pengetahuan . value = 0,. dan sikap . value = 0,. sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan media video. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media audio visual terkait pengetahuan dan sikap penggunaan dental floss dan probiotik oral pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman angkatan 2020-2021. Kata kunci: Media audio visual, dental floss, probiotik oral Abstract Background: The basic effort in plaque control can be done in two ways, i. , mechanical plaque control by using tooth brush and dental floss . or interdental areas that cannot be reached by tooth brus. , and chemical plaque control by using mouthwash. Another treatment method that focuses on bacteria that cause tooth decay is bacterial replacement therapy, e. , using probiotic bacteria. Good knowledge about dental floss and oral probiotics is very imperative for medical students, especially dental medicine students. Changes in knowledge and attitudes can be influenced by several factors, one of which is through mass This research aims to investigate the effect of health education through audio-visual media on the knowledge and attitudes regarding the use of dental floss and oral probiotics. Method: Quantitative research was conducted using pre-experimental design and one-group pretest-posttest design without a control group. 60 samples were selected using purposive sampling technique. The data were gathered using online questionnaires and interventions using animated videos. Results: There was an increase in the average of knowledge score from 8. 47 to 9. 85 and in the average of attitude score from 48. 27 to 50. The results of Wilcoxon test showed that education using video had a significant effect on knowledge . -value = . and attitudes . -value of 0. Conclusion: The results of this research suggest that after given an MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 education using audio-visual media, we can expect a significant effect on knowledge and attitude regarding dental floss and oral probiotics in students of Faculty of Medicine of Mulawarman University class of 20202021. Keywords: Audio-Visual Media. Dental Floss. Oral Probiotics. PENDAHULUAN Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dirawat kesehatan menyebabkan kerusakan, seperti terapi dengan menggunakan bakteri probiotik. dan kebersihannya, karena apabila gigi Masih dan mulut tidak dirawat dengan benar terkait penggunaan dental floss dan dapat menimbulkan rasa sakit, gangguan pengunyahan, maloklusi gigi dan dapat mempengaruhi sikap dari seseorang mengganggu kesehatan tubuh lainnya. terhadap penggunaan alat tersebut. Hal ini dapat ditandai oleh adanya Menurut Edgar Dale penggunaan media penumpukan plak pada gigi. Sehingga promosi kesehatan dalam bentuk audio diperlukan upaya pengenadilan plak dan visual memiliki tingkat yang dapat diingat perawatan yang berfokus pada bakteri penyebab penyakit. Upaya dasar dalam dibandingkan hanya dengan membaca pengendalian plak atau kontrol plak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengetahuan yang baik mengenai dental secara mekanis dan kimiawi. Kontrol plak floss dan probiotik oral sangatlah penting secara mekanis yang cukup efektif bagi mahasiswa kedokteran terutama dilakukan yaitu dengan menyikat gigi dan kedokteran gigi. Selain pengetahuan, penggunaan dental floss untuk area yang sikap dan tindakan yang baik terhadap tidak dapat dijangkau menggunakan penggunaan dental floss dan probiotik sikat gigi serta untuk meningkatkan oral juga diperlukan oleh mahasiswa efektivitas kebersihan rongga mulut Berdasarkan latar belakang dapat digunakan obat kumur atau yang telah diuraikan, peneliti tertarik mouthwash sebagai kontrol plak secara untuk melakukan penelitian mengenai 2 Selain itu terdapat salah satu pengaruh edukasi kesehatan melalui metode perawatan yang berfokus pada bakteri yaitu dengan melakukan terapi bakteri pengganti bagi bakteri yang penggunaan dental floss dan probiotik Adanya MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 oral pada mahasiswa pre-klinik Program Gigi angkatan 2020-2021. Studi Pendidikan Dokter dan Kedokteran METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuesioner penelitian pengetahuan dan kuantitatif dengan desain penelitian pre- eksperimental dan rancangan penelitian probiotik oral dalam bentuk google form dengan jumlah 25 pertanyaan yang telah kelompok kontrol. Populasi penelitian ini dilakukan uji validitas dan realibilitas. adalah seluruh pre-klinik Program Studi Hasil dari pengisian kuesioner tersebut Pendidikan Dokter dan Program Studi Kedokteran Gigi dengan jumlah sampel mendeskripsikan gambaran dari variable sebanyak 60 responden yang diambil bebas . edia vide. dan variable terikat . engetahuan pretest-posttest Analisis Kriteria inklusi pada penelitian ini, yaitu bivariat dilakukan untuk mengetahui mahasiswa pre-klinik Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Kedokteran Gigi angkatan 2020-2021, terhadap tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai penggunaan dental mengisi dua kuesioner . retest dan floss dan mouthwash melalui media posttes. , dan bersedia menonton video Analisis Penelitian Wilcoxon. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian didapatkan dari 60 Angkatan didapatkan responden dari angkatan 2020 Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) sebanyak 15 orang . %), banyak dari pada laki-laki, yaitu jumlah Program Studi perempuan sebanyak 42 orang . %) Kedokteran Gigi (PSKG) sebanyak 13 dan laki-laki sebanyak 18 orang . %). ,7%), angkatan 2021 Program Berdasarkan distribusi program studi dan Studi Pendidikan Dokter (PSPD) sebanyak MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 20 orang . ,3%) dan angkatan 2021 Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG) sebanyak 12 orang . %). Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Mahasiswa Terkait Dental Floss dan Probiotik Oral Pretest Kategori Posttest Frekuensi . Persentase (%) Frekuensi . Persentase (%) Rendah Sedang Tinggi Total Sebelum yaitu tingkat pengetahuan responden menggunakan media video didapatkan masih dalam tahap memahami saja dan sebanyak 24 responden . %) memiliki belum mencapai tahap pengaplikasian. pengetahuan dengan kategori rendah. Hasil serupa didapatkan dari penelitian oleh Skripsa . menunjukkan hasil pengetahuan dengan kategori sedang, bahwa penggunaan dental floss masih minim dilakukan, padahal himbauan . %) . %) pengetahuan dengan kategori tinggi. Banyaknya responden pada kategori kesehatan gigi dan mulut telah dilakukan pengetahuan rendah sejalan dengan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia penelitian yang dilakukan Edi, dkk pada (PDGI), tahun 2020 bahwa masih kurangnya dental floss secara rutin bersama dengan sikat gigi. Hal ini Terkait penggunaan dental floss. dikarenakan penggunaan sikat gigi yang penggunaan probiotik oral berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh AsmaAoa, 2018, bahwa banyak sehingga diperlukan bantuan benang tenaga kesehatan di Saudi Arabia yang yang dibuat khusus untuk membersihkan telah sadar akan pentingnya penggunaan bagian tersebut. Berdasarkan tingkat probiotik, terutama dalam perannya pengetahuan yang rendah tersebut, maka tidak sesuai dengan teori yang ada, meningkatkan imunitas, akan tetapi sela-sela MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 penelitian ini memerlukan penelitian terhadap kesehatan oral, karena adanya lanjutan karena terdapat kemungkinan ketidakseimbangan pada bakteri oral. bahwa tingginya angka pengetahuan Hal ini mengindikasikan bahwa perlu akan probiotik hanya terbatas pada edukasi dan promosi lebih lanjut terkait definisi, manfaat, sumber dan cara penggunaan dari probiotik. Penelitian terhadap rongga mulut. Akan tetapi, terdapat pula beberapa responden yang mengkonfirmasi manfaat probiotik oral probiotik oral dapat bersifat berbahaya Tabel 2. Distribusi Frekuensi Sikap Mahasiswa Terkait Dental Floss dan Probiotik Oral Pretest Kategori Posttest Frekuensi . Persentase (%) Frekuensi . Persentase (%) Kurang Cukup Baik Total Pada penelitian ini menunjukkan dari 60 responden tidak ada yang bersikap kurang, responden dengan menyebarkannya ke masyarakat. Hasil penelitian AsmaAoa, 2018 terkait kategori sikap cukup dari 12 menjadi 5 menunjukkan tingkat pengetahuan yang kategori sikap baik dari 48 menjadi 55 cukup tinggi tidak bergantung pada pekerjaan di bidang kesehatan yang Hal ini sejalan penelitian lain yang dilakukan oleh Demikian Pandey dkk. tahun 2020 bahwa 64,3% Nepal mempengaruhi pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan probiotik, karena Banyaknya hasil saat ini menunjukkan tidak ada kesehatan gigi yang menggunakan dental perbedaan yang signifikan antara mereka floss sebagai alat pembersih interdental yang bekerja dan tidak bekerja di bidang MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 yang dinilai. kesehatan pada sebagian besar item Tabel 3. Nilai Rata-Rata dan Hasil Uji Statistik Pengetahuan dan Sikap Hasil Uji Statistik Variabel Rata-rata nilai Sig. Kolmogrov Smirnov Sig. Uji Wilcoxon Pengetahuan Pretest Posttest Pretest Posttest Sikap Hasil penelitian ini menunjukan dengan pendidikan rendah tidak mutlak berpengetahuan rendah. Peningkatan mempunyai rata-rata nilai pengetahuan pendidikan formal saja, tetapi dapat yang cukup yaitu 8,47Ai9,85. Ada sedikit diperoleh pula dari pendidikan non- Pengetahuan akan menjadi suatu dengan selisih rata-rata nilai sebesar objek yang mengandung dua aspek yaitu 1,38 dan hasil uji statistik menunjukkan positif dan negatif. Kedua aspek ini kenaikan yang signifikan. Nilai rata-rata sikap sebelum dilakukan edukasi media Semakin banyak aspek positif video terkait dental floss dan probiotik yang diketahui, maka akan memunculkan oral adalah 48,27 dan setelah dilakukan sikap yang semakin positif terhadap edukasi dengan menggunakan media objek tertentu. video terdapat kenaikan sebesar 2,45 Media dengan nilai rata-rata posttest sebesar penelitian ini adalah media audio-visual. 50,72. Pengetahuan dipengaruhi oleh Menurut Ilmi, 2021, media pembelajaran faktor pendidikan formal dan sangat erat yang baik adalah media yang mampu Semakin tinggi pendidikan memunculkan komunikasi dua arah atau Namun. Melalui MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Oleh tinggi dan baik dikarenakan mahasiswa Kesehatan dipersiapkan untuk menjadi penyampaian edukasi dalam penelitian tenaga kesehatan professional dimasa ini dilakukan dengan media audio- 9 Penelitian yang dilakukan oleh tindakan menjaga kesehatan gigi dan Eni dkk. memaparkan bahwa mulut diharapkan lebih baik daripada tingkat pengetahuan dan perilaku oral mahasiswa non Kesehatan. hygiene mahasiswa kesehatan SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan Pengetahuan tentang dental floss pembahasan data, penulis memperoleh dan probiotik oral pada mahasiswa kesimpulan yang dapat diambil dari angkatan 2020-2021 Program Studi penelitian mengenai pengaruh edukasi Pendidikan Dokter dan Program Studi dengan media video tentang dental floss Kedokteran peningkatan nilai rata-rata sebelum Program Studi Gigi dengan media video artinya edukasi Pendidikan Dokter dan Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran pengaruh secara signifikan. Universitas Mulawarman Sikap Hasil dari penelitian ini menunjukkan Mahasiswa adanya pengaruh edukasi dengan peningkatan nilai rata-rata sikap media video tentang dental floss dan tentang dental floss dan probiotik probiotik oral terhadap pengetahuan oral sebelum dan sesudah diberikan dan sikap mahasiswa angkatan 2020- edukasi dengan media video artinya Program edukasi dengan media video memiliki Dokter Studi Pendidikan Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran pengaruh secara signifikan terhadap Universitas Mulawarman. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 DAFTAR PUSTAKA