Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. No. March 2026, pp. ISSN: 2721-4877 iC18 Determinant Factors of Stunting Occurrence in Toddlers Aged 12-24 Months in the Working Area of Oesapa Health Center. Kupang City Chindy Chleopatra Detakiuk1. Yohanes Don Bosko Demu1. Albert Matu Salak Baumali1 Program studi Gizi. Poltekkes Kemenkes Kupang. Kupang. Indonesia ABSTRAK Stunting masih menjadi persoalan gizi yang menonjol di Indonesia, termasuk di Kota Kupang yang mencatat prevalensi mencapai 31,9%. Identifikasi faktor risiko lokal sangat penting untuk menentukan strategi intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI langsung, riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), tingkat pengetahuan ibu, dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 52Ae104 minggu. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang . ross-sectiona. Sampel penelitian sebanyak 76 balita dipilih dari populasi 301 balita di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Kota Kupang. Analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan pemberian ASI langsung . =0,. , riwayat BBLR . =0,. , tingkat pengetahuan ibu . =0,. , maupun pendapatan orang tua . =0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor tersebut bukan merupakan determinan tunggal di wilayah ini, dan terdapat kemungkinan pengaruh dari faktor eksternal lain yang tidak diteliti, seperti sanitasi lingkungan, akses air bersih, atau frekuensi infeksi pada balita. Faktor internal dan sosio-ekonomi yang diuji tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap stunting di Puskesmas Oesapa. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi gizi, peningkatan pola pengasuhan, serta intervensi pada faktor lingkungan dan penguatan layanan kesehatan lintas sektor. Kata kunci: Pengetahuan. Stunting. Riwayat ASI Eksklusif. Riwayat BBLR ABSTRACT Stunting remains a prominent nutritional issue in Indonesia, including in the city of Kupang, where the prevalence Identifying local risk factors is crucial for determining appropriate intervention strategies. This study aims to analyze the relationship between direct breastfeeding, a history of low birth weight (LBW), maternal knowledge level, and family income with the incidence of stunting in toddlers aged 52Ae104 weeks. This study employed a cross-sectional design. A sample of 76 toddlers was selected from a population of 301 toddlers in the service area of the Oesapa Community Health Center. Kupang City. Data analysis showed no significant association between stunting and direct breastfeeding . =0. , a history of LBW . =0. , maternal knowledge level . =0. , or parental income . =0. These findings indicate that these factors are not the sole determinants in this region, and there is a possibility of influence from other external factors not examined in this study, such as environmental sanitation, access to clean water, or the frequency of infections among toddlers. The internal and socioeconomic factors tested were not found to have a direct effect on stunting at the Oesapa Community Health Center. A more comprehensive approach is needed through nutrition education, improved child-rearing practices, interventions targeting environmental factors, and the strengthening of cross-sectoral health services. Keywords: Knowledge. Stunting. History of Exclusive Breastfeeding. History of Low Birth Weight. *Correspondeng Author: Chindy Chleopatra Detakiuk. Program Studi D-i Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang. Jl. A Kartini kelapa lima, kota kupang. Nusa Tenggara Timur Email : detakiukc@gmail. Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 terhadap terjadinya stunting. Faktor PENDAHULUAN yang paling berperan adalah kurangnya ketika panjang atau tinggi badan anak asupan nutrisi, gangguan pada hormon berada di bawah Oe2 standar deviasi pertumbuhan, serta infeksi yang terjadi (SD) berdasarkan usia (PB/U atau berulang kali. Stunting menyebabkan TB/U). Keadaan ini mencerminkan dampak jangka pendek maupun jangka adanya masalah gizi pada masa krusial Dalam jangka pendek, anak pertumbuhan anak, terutama pada fase cenderung memiliki imunitas yang awal kehidupan. Stunting terjadi ketika lebih lemah sehingga mudah terkena anak mengalami pertumbuhan yang Dalam lebih lambat sehingga tampak lebih pendek dibandingkan anak seusianya perkembangan kognitif dan motorik, akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang, khususnya selama periode 1000 hari pertama kehidupan Indonesia di masa mendatang. Karena atau mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun. Dampaknya tidak hanya menempatkan peningkatan status gizi terbatas pada tinggi badan, tetapi juga masyarakat sebagai investasi penting Stunting Indonesia otak, kemampuan belajar, serta kondisi (Romadoniyah, 2. kesehatan anak di masa mendatang. Menurut Survei Status Gizi Faktor pemicu utama stunting meliputi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh rendahnya asupan nutrisi, kebiasaan Kementerian makan yang kurang baik, infeksi stunting pada balita di Indonesia pada berulang, serta kondisi lingkungan tahun 2022 tercatat sebesar 21,6%, yang tidak mendukung kesehatan. mengalami penurunan sebesar 2,8 poin (Mutiara Sepjuita Audia dkk. , 2. Menurut Health Kondisi anak yang bertubuh pendek Organization (WHO), stunting adalah mencerminkan adanya masalah gizi kondisi ketika anak di bawah usia lima yang berlangsung dalam jangka waktu tahun memiliki tinggi badan yang tidak lama dan dipengaruhi oleh keadaan World Kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik perkembangan janin, serta kondisi bayi Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 dan balita, termasuk riwayat penyakit pertumbuhan janin secara optimal dan yang dialami selama masa balita dan mencegah terhambatnya perkembangan faktor lain yang berdampak tidak bayi dalam kandungan. (Wulandari & Kurniawati, 2. (Maulidah dkk. , 2. Berbagai faktor dapat memengaruhi terjadinya stunting pada balita, antara konsekuensi baik dalam jangka pendek lain pemberian ASI eksklusif, berat maupun jangka panjang. Pada jangka badan lahir rendah, tingkat pengetahuan Stunting ibu, serta pola pengasuhan orang tua. Penelitian yang dilakukan oleh Khoirun meningkatkan risiko sakit, kematian. NiAomah . mengungkapkan bahwa hambatan pertumbuhan, serta gangguan balita yang tidak mendapatkan ASI perkembangan kognitif. Sementara itu, eksklusif selama 0Ae6 bulan memiliki dalam jangka panjang, stunting dapat peluang lebih besar untuk mengalami menyebabkan penurunan kemampuan Sementara itu, studi oleh Nasution dkk. menunjukkan kekebalan tubuh sehingga anak lebih bahwa anak dengan berat badan lahir mudah terserang penyakit, dan pada rendah berisiko 5,6 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan anak (Wulandari & Kurniawati, dengan berat badan lahir normal. Pengetahuan ibu memiliki peranan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pencegahan stunting sebaiknya dimulai sejak masa yaitu dengan pengetahuan dan pemahaman tentang asupan gizi, khususnya bagi remaja Pemenuhan nutrisi yang baik pada remaja putri dapat mencegah terjadinya Kondisi kehamilan dengan nutrisi yang cukup akan mendukung yang sangat penting dalam mendukung Kurangnya pemahaman mengenai pola makan yang tepat serta tentang stunting dapat memengaruhi cara pandang dan perilaku ibu dalam merawat anak (Suartini, 2. Selain itu, penelitian Meliasari . menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan orang tua berhubungan erat dengan sedangkan penelitian Hapsari . Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research signifikan antara pendapatan keluarga Dengan demikian, faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap Puskesmas Oesapa Kota Kupang menunjukan jumlah balita di Kelurahan Lasiana Sebelah utara berbatasan dengan Teluk Kupang Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Oebobo Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Kupang Timur kejadian stunting pada balita. Berdasarkan ISSN: 2721-4877 Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Kota Lama HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan laporan status gizi balita Gambaran Umum Lokasi Penelitian dilakukan diwilayah kerja November 2024 Puskesmas Oesapa, puskesmas oesapa muali dari bulan menunjukkan jumlah balita stunting april Ae juni 2025. Puskesmas oesapa yang ada di kelurahan Lasiana sebanyak masih berada di Jl. Suratim. RT 15 / 310 orang dengan prevalensi 31,9%. RW 06. Kecamatan Kelapa Lima. Kelurahan Oesapa. Kota Kupang. Nusa Berdasarkan latar belakang dan laporan status gizi balita dari puskesmas Oesapa, oleh karena itu, penelitian yang Fakor kejadin stunting pada balita usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Oesapa sangat menarik untuk diteliti. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Penelitian ini dilakukan untuk mengamati apa saja faktor Ae faktor yang mempengaruhi Tenggara Timur. Puskesmas Wilayah Oesapa Kelurahan Oesapa. Oesapa Barat. Oesapa Selatan. Lasiana, dan Kelapa Lima. Letak geografis Puskesmas Oesapa, yaitu: sutara berbatasan dengan Teluk Kupang sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan oebobo sebelah timur berbatasan dengan kecamatan kupang timur sebelah barat berbatasan dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kecamatan kota lama kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Hasil penelitian Hasil Univariat Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 dengan presentase sebanyak 71,1% dan Jenis kelamin Gambar 3. Distribusi Balita Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki orang=49% Perempuan 39 orang= Laki-laki usia 19-24 bulan sebanyak 22 orang dengan presentase 28,9%. Tingkat pendidikan Ayah Gambar 5. Distribusi Tingkat Pendidikan Ayah 5,3%1,3% Perempuan 10,5% Berdasarkan gambar 3 distribusi 51,3% 19,7% 11,8% balita berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja puskesmas oesapa. Tidak Sekolah Tidak Tamat Sd jumlah balita laki-laki sebanyak 37 Berdasarkan orang dengan presentase 49 % dan tingkat pendidikan ayah, yang tidak perempuan sebanyak 39 orang sekolah berjumlah 4 orang dengan dengan presentase 51%. presentase sebanyak 5,3 %. Tidak Usia tamat SD 1 orang dengan presentase Gambar 4. Distribusi Balita sebanyak 1,3%, tamata SD sebanyak Berdasarkan Usia 15 orang dengan 19,7%, tamat SMP 9 orang dengan presentase sebanyak Usia bulan ,22 28,9% 11,8%, tamat SMA sebanyak 39 orang dengan prensentase sebanyak 51,3%, 71,1% dan Tamat D4/S1-S3 sebanyak 8 orang dengan presentase sebanyak 10,5 %. 12-18 bulan 54 orang = Berdasarkan gambar 4 distribusi balita berdasrkan usia diwilayah kerja puskesmas oesapa, jumlah balita dengan usia 12-18 bulan sebanyak 54 orang Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research Tingkat Pendidikan Ibu Gambar 6. Distribusi Tingakat Pendidikan Ibu 3,9%7,9% 11,8% 15,8% 60,5% ISSN: 2721-4877 PNS/TNI/POLRI/BUMN/BUMD dengan presentase 6,6%, wirawasta 26 orang dengan presentase sebanyak 34,2%, nelayan 6 orang dengan presentase sebanyak 7,9% buruh 27 dengan presentase 35,5% dan lainnya 12 orang dengan presentase sebanyak 15,8 %. Jenis Pekerjaan Ibu Gambar 8. Distribusi Tingkat Tamat Sd Tamat Smp Tamat Sma Tamat D1-D3 Pekerjaan Ibu Jenis Pekerjaan Ibu PNS/TNI/PO LRI/BUMN/ BUMDA IRT 96,1% Tamat D4/S1-S3 Berdasarkan gambar 6 diatas distribusi tingkat pendidikan ibu, yang tamat SD sebanyak 9 orang dengan 11,8%, tamat SMP 12 orang dengan presentase sebanyak 15,8%, tamat SMA sebanyak 46 orang dengan prensentase sebanyak 60,5%, tamat D1-D3 sebanyak 3 orang dengan presentase sebanyak 3,9% dan Tamat D4/S1-S3 sebanyak 6 orang dengan presentase sebanyak 7,9 %. Jenis pekerjaan ayah Gambar 7. Distribusi Jenis Pekerjaan Ayah PNS/TNI/POLRI/BUMN/BUMD Berdasarkan gambar 8 distribusi tingkat pelerjaan ibu, sebanyak 3 orang yang bekerja PNS/TNI/POLRI/BUMN/BUMD dengan presentase sebanyak 3,9% dan IRT sebanyak 73 orang dengan presentase sebanyak 96,1%. Status Gizi balita (TB/U) Gambar 9. distribusi status gizi Status Gizi Sangat Pendek 27,6%. 15,86,6%, 34,2% 72,44% 7,9% Pendeek PNS/TNI/P OLRI/BUA Berdasarkan gambar 7 diatas distribusi jenis pekerjaan ayah, sebanyak 5 orang bekerja sebagai Sangat Pendek Berdasarkan gambar 9 distribusi status gizi balita di wilayah kerjah puskesmas oesapa sebanyak 55 orang yang memiliki status gizi pendek dengan presentase sebanyak 72,4% dan balita dengan status Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research gizi sangat pendek berjumlah 21 orang dengan presentase sebanyak 27,6%. ISSN: 2721-4877 Berdasarkan gambar 11 distribusi balita berdasarkan berat badan lahir rendah, sebanyak 4 balita yang memiliki status gizi Pemberian ASI Eksklusif Gambar 10. distribusi balita berdasarkan Pemberian ASI Eksklusif berat badan lahir rendah 4 orang dengan presentase sebanyak 5,3% dan balita yang memiliki status gizi normal sebanyak 72 orang dengan presentase sebanyak 94,7%. Tidak 40,8% 59,2% Distribusi Balita Berdasrkan Pemberian MP ASI Tidak 32,9% 67,1% Berdasarkan gambar 10 distribusi balita berdasarkan pemberian ASI Sesuai Tidak Sesuai mendapatkan asi eksklusif sebanyak 45 orang dengan presentase sebanyak Gambar 12. Distribusi Balita Berdasrkan Pemberian MP ASI mendapatkan ASI eksklusif sebanyak Berdasarkan gambar 12 distribusi balita 31 orang dengan presentase sebanyak berdasarkan pemberian MP ASI sebanyak 40,8% 51 balita yang sesuai dalam pemberian MP ASI dengan presentase sebanyak 67. 1% dan Distribusi Balita Berdasarkn Berat Badan Lahir Rendah balita yang tidak sesuai dalam pemberian MP ASI sebanyak 25 orang dengan tingkat Gambar 11. Distribusi Balita presentase sebanyak 32,9%. Berdasrkan Berat Badan Lahir Rendah BBLR 5,3% Distribusi Pengetahuan Ibu Gambar 13. distribusi pengetahuan ibu Normal 94,7% BBLR Normal Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 Hasil Bivariat Pengetahuan ibu Hubungan ASI Eksklusif dengan 15,8% kejadian stunting 84,2% Berdasarkan Baik menggunakan uji chi-square diperoleh Cukup hasil p-value = 0,204. Maka hasil tersebut Berdasarkan gambar 13 distribusi menyatakan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu, sebanyak 64 ibu yang signifikan antara pendapatan orang balita yang memiliki pengetahuan baik tua dengan kejadian stunting. Data hasil uji dengan presentase sebanyak 84,2% chi-square hubungan pendapatan orang tua dan yang memiliki pengetahuan cukup dengan kejadian stunting dapat dilihat sebanyak 12 orang dengan presentase pada tabel berikut. sebanyak 15,8%. Distribusi Rata -Rata Pendapatan Orang Tua Gambar 14. Distribusi Rata-Rata Pendapatan Orang Tua Dalam 1 Bulan Pendapatan Orang Tua 11,8% Berdasarkan tabel 1 di ketahui balita yang ASI Eksklusif sebanyak 45 orang . ,2%) dan balita yang tidak ASI 88,2% Eksklusif sebanyak 31 orang . ,8%). Hubungan BBLR dengan kejadian Rendah Tinggi Berdasarkan gambaran 14 distribusi Berdasarkan rata-rata pendapatan orang tua dalam 1 mengunakan uji chi-square diperoleh bulan, sebanyak 67 pasangan oramg p-value= 0,204. Maka hasil tersebut tua dengan tingkat pendapatan rendah dengan presentase sebanyak 88,2% hubungan yang signifikan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian memiliki tingkat pendapatan tinggi Data hasil uji chi-square dengan presentase sebanyak 11,8%. Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research ISSN: 2721-4877 hubungan BBLR dengan kejadian Berdasrkan hasil analis menggunakan stunting dapat dilihat pada tabel 13 uji chi- square diperoleh p-value = dibawah ini. 0,699. Maka hasil tersebut menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan kejadian Data hasil uji chi-square Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui balita BBLR sebanyak 4 orang . ,3%) dengan kejadian stinting dapat dilihat pada tabel berikut. dan balita yang lahir normal sebanyak 72 orang . ,7%) Tabel 4. Hubungan pendapatan Hubungan pengetahuan ibu dengan orang tua dengan kejadian stunting kejadian stunting Berdasarkan pada balita menggunakan uji chi-square diperoleh p-value = 0,824. Maka hasil tersebut pengetahuan ibu dengan kejadian Data hasil uji chi-square hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dapat dilihat pada tabel 13 dibawah ini. Berdasarkan tabel 4 diatas diketahui rata rata pendapatan orang tua sebanyak 67 orang memiliki pendapatan rendah atau Rp. 000 dalam 1 bulan . ,8%) KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian puskesmas oesapa menunjukan bahwa Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui pengetahuan ibu dengan kategori baik sebanyak 64 orang . ,2%) dan ibu yang memiliki pengetahuan Cukup sebanyak 12 orang . ,8%). pembeian ASI eksklusif, berat badan lahir rendah (BBLR), pengetahuan ibu, dan pendapatan orang tua tidak memiliki Hubungan Pendapatan Orang Tua kejadian stuting pada balita. Hal ini Dengan Kejadian Stunting Kupang Journal of Food and Nutrition Research. Vol. No. March 2026, pp. 18Ae27 Kupang Journal of Food and Nutrition Research mengindikasi bahwa faktor Ae faktor tersebut tidak berpengaruh langsung pencegahan perlu mempetimbangkan aspek lain yang lebih kompleks. Puskesmas pendampingan melalui posyandu. Orang tua diharapkan menerapkan praktik gizi dan kebersihan yang baik serta rutin Pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk merumuskan kebijakan intervensi stunting yang tepat Penelitian disarankan melibatkan populasi lebih luas dan variabel tambahan seperti inveksi, sanitasi, dan perilaku makan stunting secara lebih komprehensif. ISSN: 2721-4877 Nasution. , & Susilawati. Kajian unsur penyebab kasus stunting terhadap balita umur 0-59 bulan. FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1. , 82Ae87. https://doi. org/10. 55904/florona. Rahmadani. Noflidaputri. , & Delvina. Analisa Unsur Penyebab Kasus BBLR pada daerah Kerja Dinas Kesehatan Kota Solok Received : 04-06-2022 Revised : 0706-2022 Accepted : 25-06-2022 Pendahuluan Bblr yakni bayi dengan massa muncul di bawah 2500 gram dengan tidak memandang masa Massa l. , 656Ae667. Suartini. Relasi pemahaman ibu melalui perkara tidak tinggi pada anak umur enam sampai dengan 24 bulan. 01, 1Ae9. Wulandari. , & Kurniawati. Unsur-Unsur yang Berdampak pada Stunting. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 2. , 51Ae58. https://doi. org/10. 56741/bikk. DAFTAR PUSTAKA