MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI KABUPATEN CIAMIS DAN JAWA BARAT ETI SUMINARTIKA Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Email: etisuminartk@gmail. IIN DJUANALIA Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Email: iindj71@gmail. Abstrak Beras merupakan makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Untuk mempertahankan pasokan beras, maka diperlukan insentif yang memadai bagi petani dan sistem pemasaran yang efisien. Untuk menganalisis kondisi di atas diperlukan analisis efisiensi pemasaran yang meliputi: . Biaya pemasaran, dan . Efisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metoda survey, pengambilan sampel petani dilakukan secara acak, sedangkan pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara snowball sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan sekunder, data dianalisis secara matematik dan deskriptif. Lokasi penelitian di sentra produksi padi di kabupaten Ciamis dan sentra produksi padi propinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan: . Marjin pemasaran beras Rp. 553 per kg beras (Ciami. dan Rp. 990 per kg beras (Jawa Bara. , biaya pemasaran Rp. 920 per kg gabah/beras (Ciami. dan Rp. 056 per kg gabah/beras (Jawa Bara. , farmerAos share petani 67,5 % (Ciami. dan 76,1 %, (Jawa Bara. , dan . Efisiensi pemasaran 18,3% (Ciami. dan 19,6% (Jawa Bara. Pemasaran beras di kabupaten Ciamis dan propinsi Jawa Barat tergolong efisien, namun pemasaran beras dari kabupaten Ciamis lebih efisien dibanding pemasaran beras di propinsi Jawa Barat, karena biaya pemasaran beras dan harga gabah di kabupaten Ciamis lebih murah, dengan demikian beras yang berasal dari kabupaten Ciamis memiliki keunggulan kompetitif di pasar di tingkat propinsi Jawa Barat, khususnya di Bandung. Kata kunci: Efisiensi pemasaran. Beras. Petani. Ciamis. Jawa Barat Abstract Rice is the staple food for Indonesian people, to maintain domestic supply, rice market must be efficient. The purposes of this study are to analyze: . Marketing cost and . Marketing efficiency. This study used survey methods, snowball sampling is done in this study, data used consist of primary and secondary data, the data were analyzed by mathematic and descriptive analyze, the location of the study is in the centre of rice production in Ciamis district and centre of rice production in West Java. The results show that thr rice marketing in Ciamis is more efficient than those of West Java Province, this condition is due to low cost of marketing and lower price of paddy, therefore the rice which produced in Ciamis district has competitve advantage in the market in West Java. Keyword : Marketing efficiency. Rice. Farmer. Ciamis. Wesy Java Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA produksi saja tidak mampu meningkatkan PENDAHULUAN Beras merupakan bahan makanan pendapatan petani, bila tidak didukung pokok bagi penduduk di Indonesia. Harga beras mempengaruhi kehidupan pemasaran (Soeharsoet, et al. , 1. ekonomi petani padi dan juga bagi Usaha meningkatkan pendapatan petani konsumen beras, oleh karenanya beras merupakan komoditas strategis, sekitar perbaikan di bidang pemasaran dan harga 95% penduduk kita menggunakan beras yang diterima petani, sebab tingkat harga sebagai makanan pokok. dan stabilitas harga sangat berpengaruh Kebutuhan beras dapat dipenuhi bagi petani. Semakin tinggi harga yang dari produksi dalam negeri dan impor. ditawarkan akan semakin menggiatkan Kenaikan produksi beras dalam negeri petani dalam meningkatkan produksi permintaan penduduk. Oleh karena itu, (Mubyarto, 1. pemerintah melakukan impor beras dari Banyaknya berbagai negara di luar negeri, terutama dari Vietnam dan Thailand. Impor beras profitabilitas yang lebih tinggi, karena adanya pertimbangan keamanan bagi pertambahan penduduk. konsumsi keluarga, risiko yang lebih Oleh karenanya, produksi padi kecil, dan mudah dalam pemasaran padi. harus ditingkatkan dan dipertahankan Alasan ini lah mengapa petani tetap agar pasokan beras tidak terganggu. menanam padi. Mudahnya pemasaran Selain meningkatkan jumlah produksi padi ditunjang oleh banyak faktor, salah padi, diperlukan juga sistem pemasaran satunya banyaknya lembaga pemasaran komoditas padi yang berada di sekitar menyampaikan beras dari sentra produksi petani, karena pemasaran beras dimulai ke sentra konsumen dengan harga yang dari gabah yang dihasilkan petani sampai Usaha perbaikan di bidang ke konsumen dalam bentuk beras yang pemasaran memegang peranan penting agar harga di tingkat petani dapat . embaga pemasara. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 Dalam padi/beras mendistribusikan barang-barang atau jasa pemasaran, sehingga terdapat perbedaan pembeli . , baik aktual maupun perlakuan dalam fungsi pemasaran, biaya Kegiatan pendistribusian keuntungan pemasaran, dan lain-lain. atau jasa tersebut dilakukan oleh lembaga Biaya pemasaran akan rendah apabila sistem pemasaran menggunakan biaya Saefudin . , lembaga pemasaran yang rendah. Menurut Mubyarto . , menyelenggarakan kegiatan atau fungsi Menurut Hanafiah badan-badan dipengaruhi oleh sarana transportasi, risiko kerusakan, tersebarnya tempat- Sudiyono . , lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang Sedangkan maupun tidak resmi di sepanjang jalan menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen kepada konsumen akhir, serta Rasio biaya pemasaran dengan harga jual mempunyai hubungan dengan badan merupakan efisiensi pemasaran. Semakin efisien salauran pemasaran, maka distorsi pemasaran merupakan aktivitas-aktivitas yang terjadi selama produk berpindah konsumen akan semakin kecil. Untuk dari produsen ke konsumen, dan juga menganalisis kondisi efisiensi pemasaran aktivitas-aktivitas yang memberi guna beras, maka diperlukan suatu analisis . (Soekartawi, 1. Besarnya pemasaran, dan . Efisiensi pemasaran. perbedaan harga di produsen dan di TINJAUAN PUSTAKA Menurut Stanton . , pemasaran Menurut Sudiyono berhubungan dengan kegiatan usaha yang . , didefinisikan dengan dua cara, yaitu konsumen yang dikenal dengan istilah marjin pemasaran. Sementara Perpindahan barang dari produsen pertama, marjin pemasaran merupakan Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA konsumen dengan harga yang diterima pemasaran yang dilakukan (Soekartawi. Semakin tinggi biaya pemasaran jasa-jasa menyebabkan semakin rendah tingkat akibat permintaan dan penawaran dari (Hanafiah dan Saefudin, 1. jasa-jasa pemasaran. Komponen marjin Biaya menyebabkan sistem pemasaran yang dibutuhkan lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran yang . , sistem tataniaga dianggap efisien disebut biaya pemasaran dan keuntungan apabila memenuhi syarat sebagai berikut: lembaga pemasaran. Menurut Tomek dan . mampu menyampaikan hasil-hasil Robinson dari produsen kepada konsumen dengan . Menurut Mubyarto biaya semurah-murahnya, dan . mampu penawaran serta perbedaan jarak antara produsen ke konsumen, dan sejumlah . yang adil dari keseluruhan harga jasa-jasa pelayanan yang akan harga yang dibayar konsumen terakhir berpengaruh terhadap biaya pemasaran. kepada semua pihak yang ikut serta di Marjin pemasaran dapat konstan ataupun dalam kegiatan produksi dan tataniaga bervariasi sesuai dengan kondisi. barang itu. Besar kecilnya marjin pemasaran Selanjutnya Abbot dan Makeham dipengaruhi oleh perubahan biaya dan . keuntungan perantara serta harga yang pemasaran sebagai pergerakan barang dibayarkan konsumen dan harga yang dari produsen ke konsumen dengan diterima petani produsen (Taken, 1. meminimumkan biaya secara konsisten. Biaya pemasaran adalah biaya yang di samping tetap memberikan pelayanan dikeluarkan untuk keperluan pemasaran. Biaya pemasaran meliputi biaya angkut memberikan harga yang dapat dijangkau dan transportasi, pungutan retribusi, dan oleh para konsumen. Pemasaran yang lain-lain yang besarnya berbeda satu sama lain yang disebabkan macam pemasaran (Saefudin, 1. Menurut MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 Hanafiah dan Saefuddin . , efisiens Jenis dan Sumber Data tidaknya pemasaran yang dilakukan oleh Data lembaga pemasaran sangat dipengaruhi penelitian ini adalah data primer dan data Data primer diperoleh dari dalam hubungannya dengan berbagai responden dari hasil wawancara langsung Data penggunaan fasilitas pemasaran, sifat dan sekunder diperoleh dari studi literatur banyaknya jasa yang diberikan dalam kepustakaan, dokumen instansi seperti kantor desa, perpustakaan. Badan Pusat pemilikan, informasi, dan lain-lai. , serta Statistik, dan Dinas Pertanian. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: Biaya pemasaran yang tinggi . , . , ditawarkan lembaga pemasaran kepada Teknik Penarikan Sampel Responden petani diambil secara . impel METODE PENELITIAN Desain dan Teknik Penelitian pedagang menggunakan metoda snow Metoda penelitian yang digunakan ball sampling, mengingat responden yang adalah metoda survei. Menurut Sugiono dipilih adalah pedagang yang memiliki . , keterkaitan dengan petani. Semakin besar penelitian yang dilakukan pada populasi besar ataupun kecil, tetapi data yang keadaan sebenarnya. Menurut Gasperzs dipelajari adalah data dari sampel yang . , apabila peneliti tidak mengetahui diambil dari populasi. Penelitian ini ragam dari populasi (S) atau proporsi (P) bersifat deskriptif kuantitatif, bertujuan atau tidak dapat untuk menggambarkan secara cermat dan maka ukuran sampel . dapat diambil 5 sistematis fakta, gejala, fenomena, dan Selanjutnya menurut Gasperzs . , untuk ukuran contoh yang lebih besar dari 30 sampel, maka sebaran data dalam Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA contoh akan menyebar mendekati sebaran Selain pertimbangan di atas, efisiensi pemasaran besaran sampel yang diambil didasarkan farmerAos . Biaya pada ketersedian dana dan tenaga yang Sampel petani diambil sebanyak dilakukan selama proses pemasaran. 90 orang. sedangkan sampel pedagang . Marjin pemasaran merupakan selisih pengumpul, bandar dan penggilingan antara harga jual beras di konsumen masing-masing sebanyak 30 orang. dengan harga gabah di petani . ang Operasionalisasi Variabel/Konsep biaya-biaya sedangkan marjin pemasaran di tiap- Konsep/variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: tiap lembaga pemasaran digunakan . Marjin pemasaran adalah selisih Mti = Hji Ae Hbi Dimana: Mti = Marjin pemasaran ke-i (Rp/k. Hji = Harga jual ke-i (Rp/k. Hbi = harga beli ke-i (Rp/k. harga jual dan harga beli. Dinyatakan dalam rupiah (R. Biaya pemasaran adalah biaya yang masing-masing . Efisiensi pemasaran merupakan rasio Dinyatakan antara biaya pemasaran dengan harga dalam rupiah (R. Efisiensi pemasaran adalah rasio Epi = TBPi/ TNPi x 100% Dimana : Epi = Efisiensi pemasaran tingkat TBPi = Total biaya pemasaran tingkat ke-i (Rp/k. TNPi = Total nilai produk tingkat ke-i (Rp/k. TNPi = Harga jual x kuantitas Kriteria lembaga pemasaran efisiensi bila 0 < Epi< 100 % . FarmerAos share adalah rasio harga di tingkat petani dengan harga di Dinyatakan dalam persen (%). Rancangan Analisis Data . Analisis deskriptif digunakan untuk pemasaran adalah : efisiensi di masing- masing lembaga antra biaya pemasaran dengan harga . FarmerAos share beras dan kelembagaan pemasaran merupakan rasio antara harga di produsen dengan harga di konsumen. Rumus FarmerAos . Analisis matematik digunakan untuk menghitung marjin pemasaran, biaya MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 FS = HP/HK x 100% Dimana : FS = FarmerAos share HP = harga di tingkat petani (Rp/k. HK =Harga di tingkat konsumen (Rp/k. 1: Petani - Pedagang Pengumpul Ae Pengecer - Konsumen . 2: Petani - Pedagang Pengumpul Bandar Ae Pengecer - Konsumen Banyak Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di sentra produksi padi di Jawa Barat, yaitu di memasarkan gabahnya. Alasan petani memilih tengkulak karena selain sebagai Ciamis. Lokasi penelitian di kabupaten tempat menjual, tengkulak juga berfungsi Ciamis. Sumedang. Subang Sukanagara kecamatan Lakbok, pemilihan lokasi menyediakan kebutuhan modal, baik tersebut, merupakan sentra produksi padi usahatani padi dan kebutuhan lainnya. Pasinggi . menambahkan bahwa PEMBAHASAN Saluran Pemasaran pengumpul sebagai penyedia saprotan Saluran pemasaran adalah rute yang seperti benih dan pupuk yang dibutuhkan dilalui oleh produk pertanian ketika para petani. Selain berperan sebagai produk bergerak dari farm gate yaitu pemakai terakhir. Umumnya saluran Mereka informal yaitu memberikan pinjaman pemasaran terdiri atas sejumlah lembaga uang kepada petani (Anwar, 1. bersama-sama Biaya Pemasaran mengirimkan dan memindahkan hak Biaya pemasaran merupakan biaya kepemilikan atas produk dari tempat produksi hingga ke penjual terakhir Semakin banyak lembaga (Musselman dan Jackson, 1. Secara pemasaran yang terlibat, maka semakin umum saluran pemasaran padi dari banyak perlakuan yang diberikan kepada petani hingga ke konsumen di Jawa Barat barang sehingga menyebabkan biaya sebagai berikut: pemasaran meningkat (Limbong dan Sitorus, 1. Biaya pemasaran yang Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA Tabel 1. dominan dalam pemasaran beras adalah Biaya Pemasaran Padi/Gabah di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat. biaya transportasi dan biaya pengolahan. Besarnya disparitas harga beras/gabah Biaya (Rp/kg gabah/ bera. Kab. Jawa Ciamis Barat Uraian dapat dikurangi dengan menekan biaya Pembelian gabah Perlakuan thd gabah . impan, dan lain-lai. Penggilingan Biaya di tempat penggilingan padi Biaya transportasi beras di kabupaten Biaya transportasi beras antar Biaya di pengecer . usut timbangan, tenaga kerja. Total biaya pemasaran di kabupaten Ciamis Sumber: Data Primer . , 2016 Jenis biaya transportasi dari petani . ke konsumen . alam bentuk bera. terdiri atas biaya transportasi untuk penggilingan dan biaya transportasi beras dari penggilingan ke konsumen. kabupaten Ciamis, biaya transportasi pembelian gabah dari petani rata-rata Rp 100 per kilogram gabah, hal tersebut tergantung jarak dan kondisi jalan. Setelah perlakuan seperti penyimpanan, dan lain- Pengecer beras biasanya berada di lain dimana biaya perlakuan ini rata-rata Rp 50 per kg gabah. Biaya terbesar terdapat di Biaya pengolahan gabah menjadi pengecer pasar tradisional (Rp 900 per kg beras terdiri atas biaya giling dan biaya bera. , meliputi biaya susut timbangan, lain di tempat penggilingan. Biaya giling rata-rata Rp 400 per kilogram gabah. Biaya Biaya lain di tempat penggilingan seperti penyusutan, penjemuran dan bongkar transportasi pembelian gabah ke petani, muat adalah Rp 120 per kilogram gabah perlakuan terhadap gabah . enyimpanan, seperti terlihat pada Tabel 1. Selanjutnya dan lain-lai. , penggilingan, gabah yang telah menjadi beras diangkut tempat penggilingan padi, biaya di ke tempat konsumen yang jaraknya Rata-rata biaya pengangkutan kilogram gabah/beras . idak termasuk beras dari penggilingan ke konsumen biaya transportasi beras antar kab/pro. , . ntar kabupate. Rp 200 per kg beras. atau Rp 1. 920 per kilogram gabah/beras pembungkus/kemasan, biaya di MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 jika beras dijual ke luar kabupaten pengecer di Jawa Barat berjumlah Rp Ciamis seperti ke Bandung. Menurut 056 per kilogram gabah/beras. Natalis . , biaya pemasaran beras di Berdasar jumlah perhitungan di kabupaten Klaten sebesar Rp 1. 675 per atas, biaya pemasaran di kabupaten kilogram beras. Ciamis lebih kecil dari biaya pemasaran Biaya pemasaran di Jawa Barat, di tingkat propinsi Jawa Barat, namun biaya transportasi pembelian gabah rata- perbedaan tersebut tidak terlalu besar. Perbedaan biaya pemasaran ini akan selanjutnya, gabah mendapat perlakuan seperti penyimpanan dan lain-lain, biaya efisiensi pemasaran pada ke dua wilayah perlakuan ini rata-rata Rp 110 per kg Biaya pengolahan gabah menjadi beras terdiri atas biaya giling dan biaya Marjin Pemasaran lainnya di tempat penggilingan seperti Marjin didefinisikan dengan dua arti, . marjin bongkar muat. Biaya giling rata-rata Rp pemasaran merupakan perbedaan harga 295 per kilogram gabah, sedangkan biaya yang dibayarkan konsumen dengan harga lain di tempat penggilingan rata-rata Rp yang diterima petani, dan . marjin 449 per kilogram gabah. Selanjutnya pemasaran merupakan biaya dari jasa- gabah yang telah menjadi beras diangkut jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai ke tempat konsumen yang jaraknya akibat permintaan dan penawaran dari Rata-rata biaya pengangkutan jasa-jasa pemasaran. Komponen marjin dari penggilingan ke pengecer . ntar kabupate. rata-rata Rp 150 per kg beras. dibutuhkan lembaga pemasaran untuk Pengecer beras biasanya berada di melakukan fungsi-fungsi pemasaran dan pasar, toko, atau pasar swalayan. Biaya terbesar terdapat di pengecer pasar (Sudiyono, 2. tradisional (Rp. 923 per kg bera. Penghitungan meliputi biaya susut timbangan, tercecer, yang didasarkan pada selisih harga jual di pembungkus/kemasan petani dengan harga Dari uraian di atas, besarnya biaya pemasaran dari produsen sampai ke besarnya marjin pemasaran padi di yang diterima Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA kabupaten Ciamis dapat dilihat dari harga Menurut Natalis . , marjin gabah di tingkat petani dan harga beras di pemasaran beras di kabupaten Malang tingkat konsumen. Harga jual gabah (IR 486 per kilogram beras. di tingkat petani adalah Rp 4. 162 per Besarnya marjin pemasaran yang di kilogram gabah, sementara harga beras tiap lembaga pemasaran dihitung dengan berkisar Rp 10. 300 perkilogram beras menselisihkan harga beli dan harga jual . ualitas mediu. di pasar tradisional di tiap lembaga pemasaran. Besarnya kabupaten Ciamis dan Rp 10. 500 di pasar tradisional Bandung. Konversi gabah ke penjumlahan nilai marjin pada setiap beras sebesar 0,60, maka satu kilogram lembaga pemasaran. Distribusi marjin beras di tingkat konsumen Rp 10. pemasaran merupakan rasio antara marjin . arus menggiling gabah sebanyak 1,67 pemasaran di tiap lembaga dengan total yang nilainya Rp 6. Dengan perhitungan, ternyata marjin terbesar konsumen dalam bentuk satuan gabah berada di bandar karena bandar membeli adalah Rp 6. 947 dengan Rp 10. 500, ada gabah ke petani dan menjual ke pengecer perbedaan sekitar Rp 3. 553 per kilogram dalam bentuk beras. Dari Tabel 2. Marjin Pemasaran di tiap Lembaga Pemasaran di Kabupaten Ciamis Lembaga Harga Harga jual Marjin (R. % marjin terhadap Pemasaran Beli (R. (R. total marjin Petani . Pengumpul . Penggiling ( ) 4. Bandar . Pengecer . Sumber: Data primer . , 2016 . Biaya produksi . Keuntungan petani . Harga jual gabah dari petani ke tengkulak/bandar . Rp 5. 400 adalah nilai jual beras dari 0,6 kg beras dikali harga jual beras . i pedagang pengumpul/penggilingan Rp 9. , nilai 0,6 kg beras adalah nilai konversi 1 kg gabah menjadi 600 gr beras . Harga beras . Marjin Rp. 250 = 9. 6950 = 1,67 x 4. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 Di Jawa Barat, besarnya marjin sebanyak 1,67 kilogram gabah yang pemasaran padi di Jawa Barat dapat nilainya Rp 8. Dengan demikian dilihat dari harga gabah di tingkat petani marjin petani-konsumen dalam bentuk dan harga beras di tingkat konsumen. satuan beras adalah Rp 8. 010 dengan Rp Harga jual gabah (IR . di tingkat petani 000, ada perbedaan sekitar Rp adalah Rp 4. 797 per kilogram gabah, 990 per kilogram beras. sementara harga beras berkisar 10. Rincian marjin pemasaran di tiap Rp 11. 000 perkilogram beras . ualitas lembaga pemasaran dapat dilihat Tabel 3. di pasar tradisional. Konversi Dari hasil perhitungan, ternyata marjin gabah ke beras sebesar 0,60, maka satu terbesar berada di bandar karena bandar kilogram beras di tingkat konsumen Rp membeli gabah ke petani dan menjual beras ke pengecer. arus Tabel 3. Marjin Pemasaran di tiap Lembaga Pemasaran di Jawa Barat. Lembaga Harga beli (R. Harga jual (R. Petani . Pengumpul . Penggiling Bandar Pengecer . Marjin (R. % marjin terhadap total Sumber: Data Primer . , 2016 . Biaya produksi . Keuntungan petani . Harga jual gabah dari petani ke tengkulak/bandar . Rp 5. 542 adalah nilai jual beras dari 0,6 kg beras dikali harga jual beras . i pedagang pengumpul/penggilingan Rp 9. , nilai 0,6 kg beras adalah nilai konversi 1 kg gabah menjadi 600 gr beras . harga beras dibayar konsumen akhir. Bagian yang Diterima Petani . armerAos Di kabupaten Ciamis, harga jual gabah (IR . di tingkat FarmerAos share merupakan bagian petani adalah Rp 4. 162 per kilogram yang diterima petani terhadap harga yang gabah, sementara harga beras Rp 10. per kilogram beras di pasar tradisional Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA kabupaten Ciamis dan Rp 10. 500 per disetarakan harga di tingkat konsumen sebesar Rp 10. 500 per kilogram beras Bandung. Konversi gabah ke beras . ama 1,67 sebesar 0,60 . kilogram beras sama kilogram gabah yang nilainya Rp 7. dengan gabah sebanyak 1,67 kilogram Dengan demikian, farmer share dalam gabah yang nilainya Rp 6. Dengan bentuk satuan beras adalah rasio Rp 7. demikian, farmer share dalam bentuk dengan Rp 10. 500, adalah 76,1 %, artinya satuan beras adalah rasio Rp 6. 947 dengan sebanyak 76,1% harga dibayarkan ke Rp 10. 300 atau 67,5 %, artinya sebanyak petani dan yang 33,1 % dibayarkan ke 67,5% harga dibayarkan ke petani dan lembaga pemasaran lainnya. Persentase yang 32,5 % dibayarkan ke lembaga 76,1% tersebut bukan berarti keuntungan pemasaran lainnya. Persentase 67,5 % petani, namun merupakan distribusi harga tersebut bukan berarti keuntungan petani, semata dan di dalamnya terkandung biaya namun merupakan distribusi harga semata produksi padi. Dari uraian diatas, farmer share produksi padi yang ditanggung petani. petani padi di kabupaten Ciamis lebih Dengan cara yang sama, nilai farmerAos rendah dari farmerAos share petani padi di share menjadi 66,2% jika harga di Jawa Barat. Hal tersebut mengindikasikan konsumen Rp 10. 500 per kilogram beras harga dibayarkan ke petani di kabupaten . arga beras di kota Bandun. Menurut Ciamis lebih rendah dibanding harga yang Rosa . , bagian yang diterima petani dibayarkan ke petani di propinsi Jawa padi . armerAos shar. di kabupaten Malang Barat. sekitar 70,5 %. Efisiensi Pemasaran Untuk gambaran besarnya farmerAos Efisiensi pemasaran dapat dihitung share padi di Jawa barat dapat dilihat dari dari rasio biaya pemasaran dengan total harga gabah di tingkat petani dan harga nilai produk . arga jua. Besar kecilnya beras di tingkat konsumen. Harga jual biaya pemasaran dipengaruhi oleh sarana gabah (IR . di tingkat petani adalah Rp transportasi, risiko kerusakan, tersebarnya 797 per kilogram gabah, sementara harga tempat-tempat produksi, dan banyaknya beras Rp 10. 500 per kilogram beras di pungutan baik yang bersifat resmi maupun pasar tradisional. Konversi gabah ke beras tidak resmi di sepanjang jalan antara sebesar 0,60, dengan demikian dapat produsen dengan konsumen. Peningkatan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 pendapatan dan kesejahteraan konsumen beras IR 64 di konsumen sekitar Rp juga menyebabkan semakin kompleknya peran dan fungsi pemasaran sehingga berakibat pada tingginya biaya pemasaran demikian, pemasaran beras dari kabupaten yang harus dikeluarkan. Semakin tinggi Ciamis ke wilayah propinsi Jawa Barat biaya pemasaran menyebabkan semakin dikatakan efisien rendah tingkat harga produk di tingkat 18,3%. Dengan Ciamis, masing-masing lembaga pemasaran dapat Effesiensi Pemasaran di Kab Ciamis Efisiensi pemasaran dapat dihitung dari biaya rasio biaya pembelian gabah . iaya pembelian gabah dari petani sampai dikeluarkan bandar meliputi pembelian beras dijual ke pengece. dengan harga jual beras di pengecer. Tingginya biaya dapat . enyimpanan, dan lain-lai. Rp 50/kg Biaya 100/kg penggilingan Rp 400/kg gabah. Di Kabupaten Ciamis, total biaya di penggilingan Rp 120, dan biaya pemasaran dari petani padi ke pengangkutan ke tempat pengecer Rp konsumen beras di pasar di kabupaten 150/kg beras, dengan demikian total biaya Ciamis adalah Rp 1. 720 (Tabel . , di bandar adalah 820/kg beras, sementara sementara harga jual beras IR 64 di bandar menjual beras ke pengecer sebesar konsumen sekitar Rp 10. 300, dengan 200 /kg beras dapat dilihat bahwa rata- rata efisiensi padi pada bandar 16,7%. Dengan demikian, sebesar 8,9%. Efisiensi pemasaran di pengumpul beras di kabupaten Ciamis dikatakan Kriteria dan pengecer dapat dihitung dari biaya biaya pemasaran dengan harga jual beras efisiensi bila 0 % < Epi < 100 %. Di sisi lain, beras dari kabupaten di pengecer. Dari data di atas, rata-rata Ciamis dipasarkan di tingkat propinsi Jawa efisiensi pemasaran gabah di pengumpul Barat terutama di kota Bandung. Total 3,3% dan di biaya pemasaran dari petani padi ke demikian dapat disimpulkan pedagang konsumen beras di pasar di kota Bandung memasarkan gabah. Rp 1. 920, sementara harga jual pengecer 8,7%. Dengan Efisiensi Pemasaran Beras di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat ETI SUMINARTIKA. IIN DJUANALIA Tabel 4. Efisiensi Pemasaran di Tiap Lembaga Pemasaran di Kabupaten Ciamis Uraian Pengumpul Bandar Pengecer Biaya Pemasaran (Rp/k. Harga Jual (Rp/k. Efisiensi Pemasaran (%) Sumber: Data Primer . , 2016 150/kg beras, dengan demikian total biaya Efisiensi Pemasaran di Jawa Barat dan pengecer di bandar adalah Rp 1. 133/kg beras, pengecer sebesar Rp 9. 386 /kg beras. Dapat dilihat bahwa rata-rata efisiensi pemasaran padi pada bandar sebesar 12,1 Efisiensi pemasaran di pengumpul dapat dihitung dari biaya Di Jawa Barat, total biaya pemasaran biaya pemasaran dengan harga jual beras dari petani padi ke konsumen beras di di pengecer. Dari data di atas, rata-rata pasar Rp 2. 056 (Tabel . , sementara harga efisiensi pemasaran gabah di pengumpul jual beras IR 64 di konsumen sekitar Rp 4,1% dan di demikian dapat disimpulkan pedagang 19,6%. Dengan pengumul paling efisien dalam memasrkan pemasaran beras di propinsi Jawa Barat dikatakan efisien. Tabel 5. Efisiensi masing- masing lembaga pengecer 8,7%. Dengan Efisiensi Pemasaran di Tiap Lembaga Pemasaran di Jawa Barat Uraian Pengumpul Bandar Biaya (Rp/k. Harga Jual (Rp/k. Efisiensi Pemasaran (%) Sumber: Data Primer . , 2016 pemasaran dapat dihitung dari rasio biaya pemasaran dengan harga jual di tiap lembaga pemasaran. Efisiensi pemasaran di bandar dapat dihitung dari biaya rasio biaya pembelian gabah . iaya pembelian Pengecer gabah dari petani sampai beras dijual ke Dari uraian di atas, nilai efisiensi pengece. dengan harga jual beras di pemasaran beras di kabupaten Ciamis lebih kecil dari nilai efisiensi pemasaran beras di Biaya dikeluarkan bandar meliputi pembelian perbedaannya tidak begitu besar. Hal ini . enyimpanan, dan lain-lai. Rp 110/kg mengindikasikan bahwa pemasaran beras penggilingan Rp 295/kg gabah, dibanding efisiensi pemasaran beras di 129/kg Rp. pengangkutan ke tempat pengecer Rp Jawa Barat Ciamis tingkat propinsi Jawa Barat. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 13-28 Barat PENUTUP Ciamis, transportasi dengan memperbaiki sarana pemasaran Rp 3. 553 per kg gabah/beras, dan prasarana angkutan. gabah/beras . i kabupate. dan Rp 1. DAFTAR PUSTAKA