Tindak Tutur Ekspresif dalam Pembelajaran Bahasa Kelas X SMA N 1 Muaro Jambi Maskurotun Nadhirah 1. Eddy Pahar Harahap 2. Hilman Yusra 3 Universitas Jambi *Corresponding author Email: maskuratunnadirah@gmail. Abstrak Tindak tutur yang berperan penting dalam proses pembelajaran yaitu tindak tutur ekspresif yang berarti ungkapan psikologis dari penutur. Tindak tutur ekspresif dapat menunjukkan karakter yang dimiliki siswa, selain itu tindak tutur ekspresif dapat digunakan guru untuk membentuk karakter siswa dan meningkatkan motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif apa saja yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMA N 1 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 7 jenis tuturan ekspresif beserta fungsinya dengan jumlah data sebanyak 25 tuturan. Hal ini menunjukkan sangat sedikit penggunaan tindak tutur ekspresif dalam proses pembelajaran, untuk itu seorang guru harus mampu membuat pembelajaran lebih interaktif sehingga banyak tindak tutur ekspresif yang terjadi. Kata kunci: tindak tutur ilokusi, tuturan ekspresif Abstract Speech acts that play an important role in the learning process are expressive speech acts which mean psychological expressions from Expressive speech acts can show the character possessed by students, besides that expressive speech acts can be used by teachers to shape student character and increase student motivation. The purpose of this study was to determine the forms and functions of expressive speech acts used by teachers and students in the Indonesian language learning process at SMA N 1 Muaro Jambi. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The results of this study indicate that there are 7 types of expressive utterances and their functions with a total data of 25 utterances. This shows very little use of expressive speech acts in the learning process, for that a teacher must be able to make learning more interactive so that many expressive speech acts occur. Keywords: illocutionary speech acts, expressive speech acts Pendahuluan Komunikasi dipakai hampir di setiap kegiatan manusia, baik untuk masalah pekerjaan, kehidupan sehari-hari maupun proses pembelajaran. Menurut Karyaningsih . komunikasi ialah suatu kegiatan yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau bertujuan untuk sesuatu. Salah satu kegiatan yang menggunakan komunikasi yaitu proses pembelajaran, di mana guru menyampaikan materi pembelajaran menggunakan bahasa dan tindak tutur lalu siswa memahami materi pembelajaran dan memberikan umpan balik kepada guru. Saat proses pembelajaran berlangsung untuk menyampaikan materi pelajaran seorang guru menggunakan berbagai tindak tutur, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Setiap tindak tutur tersebut tentunya memiliki fungsi dalam melaksanakan Tindak tutur ilokusi tepat digunakan dalam proses komunikasi pembelajaran karena tindak tutur ilokusi memiliki pesan tersirat sehingga guru dapat menyampaikan pesan kepada siswa secara tersirat melalui tuturan yang disampaikan. Selain itu, tindak tutur ilokusi dapat menimbulkan efek tindakan dan memiliki fungsi secara gamblang dari tuturan yang disampaikan. Berdasarkan pengamatan penulis dalam proses pembelajaran banyak ditemukan tindak tutur antara guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas. Pada hasil observasi awal juga ditemukan bahwa guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia SMA N 1 Muaro Jambi kelas X ialah tindak ilokusi asertif, tindak ilokusi direktif, dan tindak ilokusi ekspresif. Penulis juga melihat selama interaksi pembelajaran siswa dan guru banyak menggunakan tindak ilokusi direktif, sedangkan untuk tindak ilokusi ekspresif lebih jarang digunakan terutama dikalangan para siswa. Hal ini karena kurangnya hubungan timbal balik atau tuturan ekspresif siswa terhadap guru maupun terhadap temannya selama proses pembelajaran. Penyebab lain adalah siswa kelas X kebanyakan menggunakan bahasa daerah selama proses pembelajaran karena belum terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dan berdasarkan pengamatan penulis selama proses pembelajaran terdapat kecenderungan pembelajaran satu arah sehingga minim terjadi komunikasi di dalam Selain itu juga ditemukan saat guru menggunakan tindak tutur ekspresif siswa cenderung diam, hal ini karena banyak siswa belum mengetahui fungsi dan makna dari tuturan ekspresif sehingga mereka jarang menggunakannya. Tindak tutur ekspresif sangat penting dalam dunia pendidikan termasuk proses pembelajaran sebagai bentuk sosial yang diungkapkan dalam bentuk bahasa yang menunjukkan emosi penutur. Selain itu tindak tutur ekspresif ini juga dapat dikatakan sebagai bentuk didikan guru untuk siswa dalam bersosialisasi dengan orang lain, seperti mengatakan terima kasih sebagai bentuk kesopanan dan rasa syukur penutur. Berdasarkan uraian di atas penelitian ini akan difokuskan pada tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif ialah tindak tutur yang diungkapkan berdasarkan emosional Pendapat ini sejalan dengan Dardjowijono . yang menyatakan bahwa tuturan ekspresif digunakan oleh penutur saat ia ingin mengungkapkan keadaan psikologisnya mengenai suatu hal, contohnya mengucapkan terima kasih ataupun memuji. Selama proses pembelajaran penting adanya tindak tutur ekspresif sebagai bentuk dukungan emosi penutur kepada mitra tutur, dan sebagai pembentukan karakter atau sebagai saran untuk memperbaiki kesalahan dari mitra tutur. Dalam dunia belajar mengajar guru bukan hanya berperan memberikan materi tetapi juga mendidik siswa. Hal ini sesuai pendapat Baharuddin . yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan membimbing dan mengembangkan potensi dasar manusia baik secara jasmani maupun rohani secara seimbang dengan menghormati nilai humanisme. Adapun beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu . Nur Azkia. Razali dan Adzwardi . dengan judul penelitian AuAnalisis Tindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia Dalam Proses Belajar Mengajar di MAN 3 Aceh BesarAy dengan hasil penelitian ditemukan tindak tutur ekspresif guru Bahasa Indonesia diperoleh sebanyak 48 data yang terbagi atas jenis-jenis tindak tutur ekspresif yaitu berterima kasih 3 data, memuji 10 data, menyalahkan 8 data, mengeluh 3 data, dan mengkritik 24 Penelitian lain juga dilakukan oleh . Puspitasari Dyah . dengan judul penelitian AuTindak Tutur Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas VII MTS N 4 PaluAy dengan hasil penelitian jenis tindak tutur yang paling dominan ditemukan adalah pertama, tindak tutur direktif, tindak direktif mencakup direktif perintah, permintaan, menasehati, dan melarang. bentuk direktif yang paling sering digunakan yaitu perintah dan permintaan. Bentuk direktif perintah ditandai dengan pemarkah, silahkan, cepat, dan Sedangkan direktif permintaan ditandai dengan pemarkah coba, tolong dan sebagainya. Kedua, tindak tutur ekspresif diantaranya seperti memuji, mengkritik dan permohonan maaf. Ketiga, tindak tutur perlokusi seperti perlokusi memuji, pernyataan dan berjanji. Keempat tindak tutur komisif seperti komisif berjanji, ancaman dan menawarkan. Kelima tindak tutur yang paling sedikit ditemukan dalam tuturan guru kepada siswa disaat proses belajar mengajar berlangsung yaitu tindak tutur representatif yang hanya terdapat representatif pernyataan. Penelitian serupa juga dilakukan oleh . Anggraini Widya . dengan judul penelitian AuTindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP AL-FALAH Kota Jambi Tahun Ajaran 2016/2017Ay dengan hasil penelitian tindak tutur ekspresif Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP AL-Falah Kota Jambi dalam proses pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa di kelas yaitu . jenis tindak tutur memberi pujian . jenis tindak tutur memberi perhatian . jenis tindak tutur memarahi . jenis tindak tutur sindiran . jenis tindak tutur memberi peringatan . jenis tindak tutur memaafkan . jenis tindak tutur meminta tolong . jenis tindak tutur menyarankan . jenis tindak tutur bertanya. Fungsi tindak tutur Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP AL-Falah Kota Jambi yaitu . fungsi tukar menukar informasi faktual . fungsi tukar menukar sikap emosi . fungai tukar menukar moral . fungsi tukar menukar meyakinkan atau mempengaruhi. Metode Sugiyono . mengartikan penelitian kuantitatif sebagai metode yang berdasar kepada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, hal ini bertujuan untuk menguji hipotesis. Sedangkan penelitian kualitatif Sugiyono mengartikan penelitian kualitatif sebagai suatu metode yang berlandaskan filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Muaro Jambi yang berlokasi di Pijoan. Kec. Jambi Luar kota. Kabupaten Muaro Jambi. Waktu penelitian ini sesuai jadwal mengajar bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi tahun ajaran 2021/2022 dimulai dari bulan Desember sampai dengan bulan Januari. Subjek dalam penelitian ini adalah semua tuturan yang terdapat dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi. Sedangkan objek data penelitian ini berupa tuturan ekspresif yang terdapat dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi. sumber data penelitian ini diperoleh dari siswa dan guru SMA N 1 Muaro Jambi kelas X pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) yang diikuti Teknik lanjutan yaitu Teknik rekam. Teknik catat dan teknik observasi. Teknik uji validitas peneliti menggunakan teknik triangulasi teori. Untuk teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dan Pembahasan Menurut pendapat Austin . alam Yuliantoro, 2. yang membagi tindak tutur menjadi tiga komponen, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi. Tindak tutur lokusi ialah suatu tindak tutur yang sifatnya menyampaikan dan informatif tanpa adanya efek yang akan timbul pada mitra tutur. Selain menyampaikan sesuatu tindak tutur lokusi juga dapat bersifat pertanyaan ataupun perintah. Tindak tutur ilokusi ilokusi sebagai tindak tutur yang bertujuan untuk memberikan efek kepada mitra tutur, tuturan dalam tindak tutur dapat berupa informasi, perintah, meminta maaf dan lain sebagainya. Tindak tutur ilokusi merupakan bagian central dalam tindak tutur. Sedangkan tindak tutur perlokusi ialah sebagai tindak tutur yang bersifat persuasif dengan harapan mitra tutur mendengarkan atau melakukan sesuatu sesuai keinginan penutur. Searle . alam Rahardi 2. membagi tindak tutur ilokusi ke dalam beberapa macam bentuk tuturan yaitu tindak ilokusi asertif, tindak ilokusi direktif, tindak ilokusi ekspresif, tindak ilokusi komisif, dan tindak ilokusi Salah satu tindak ilokusi yang terjadi dalam pembelajaran adalah tindak ilokusi ekspresif. Menurut Searle (Saifudin 2. tindak tutur ekspresif diartikan sebagai sebuah ungkapan perasaan atau sikap penutur mengenai suatu kondisi dan perilaku orang lain. Sementara itu Yule . menyatakan pendapatnya mengenai tindak tutur ekspresif sebagai sesuatu yang dirasakan Pada saat proses pembelajaran tentunya tindak tutur sangat penting mengingat tindak tutur digunakan sebagai alat komunikasi selama Hal ini sesuai dengan pendapat Rohmadi . menyatakan tindak tutur sebagai produk tindak verbal yang ada dalam percakapan baik secara tertulis maupun lisan yang terjadi diantara penutur dan mitra tutur. Tuturan dapat terjadi jika adanya konteks. Mulyana . menyatakan konteks latar terjadinya suatu percakapan atau komunikasi. Konteks juga merupakan alasan atau sebab terjadinya suatu percakapan. Semua percakapan yang berkaitan dengan tuturan baik dalam arti, tujuan ataupun maksud semuanya tergantung pada konteks Bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif Sebagai salah satu tindak tutur ilokusi, tindak tutur ekspresif termasuk hal yang perludiperhatikan dalam pemakaian bahasa. Menurut Searle (Saifudin 2. tindak tutur ekspresif diartikan sebagai sebuah ungkapan perasaan atau sikap penutur mengenai suatu kondisi dan perilaku orang lain. Menurut Irma (Sari 2. membagi bentuk tindak tutur ekspresif menjadi beberapa diantaranya mengucapkan terima kasih, megucapkan selamat, mengeluh, mengkritik, memuji, heran dan meminta maaf. Pertama, mengucapkan terima kasih yaitu tuturan yang terjadi akibat suatu tindakan yang dilakukan oleh mitra tutur untuk penutur. Kedua, bentuk tuturan ekspresif mengucapkan selamat yaitu tuturan berupa doa yang diberikan oleh penutur kepada mitra tutur atas suatu alasan. Tuturan ekspresif dapat terjadi karena penutur memberikan sambutan istimewa kepada mitra tutur, mengucapkan selamat kepada mitra tutur sebagai bentuk kebahagiaan atas sesuatu yang istimewa. Ketiga, bentuk tuturan ekspresif mengeluh merupakan tuturan yang diungkapkan penutur sebagai bentuk ketidakpuasaan atas suatu hal atau peristiwa. Tuturan ini dapat disebabkan beberapa faktor seperti kekecewaan ataupun penderitaan. Keempat, tuturan ekspresif heran yaitu tindak tutur yang terjadi karena suatu kejadian yang dialami oleh orang lain dan dianggap tidak wajar oleh dirinya ataupun sudah menyimpang dari suatu budaya masyarakat tertentu. Kelima, bentuk tuturan ekspresif mengkritik yaitu ungkapan emosi penutur atas ketidaksukaan atau tidak sependapat mengenai suatu hal dengan mitra tutur. Keenam, tuturan ekspresif memuji yaitu ungkapan psikologi penutur atas suatu hal yang disukai oleh penutur dan untuk menyenangkan hati mitra tutur. penutur ingin menyenangkan hati mitra tutur atas hal yang diperbuatnya. Ketujuh, tuturan ekspresif meminta maaf yaitu ungkapan emosi penutur berupa rasa bersalah atas suatu hal yang terjadi dengan mitra tutur sehingga membuat penutur ingin meminta maaf sebagai wujud rasa bersalah. Menurut Sari . fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam sebuah tuturan yang disampaikan penutur kepada mitra tutur yaitu berfungsi untuk mengucapkan selamat, terima kasih, mengkritik, mengeluh, memuji, heran dan meminta maaf Tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih Pada penelitian ini tindak tutur ekspresif yang ditemukan antara guru dan siswa selama proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi sebanyak 7 tuturan. Tuturan ekspresif ucapan terima kasih pertama terdapat pada data . , menit ke 30. 02 tuturan terjadi selama proses pembelajaran saat guru akan mengakhiri pembelajaran. Guru : AuBerikutnya tugas untuk kalian minggu depan membuat video negoisasi lalu dipresentasikan di depan kelas. Sekian terima kasih. Ada yang ditanyakan? Tak ada lagi yang ditanyakan?Ay . Siswa : Au Tidak pakAy . Pada percakapan data . tuturan ini termasuk tindak tutur ekspresif hal ini terlihat pada tuturan . guru memberikan tugas kepada siswa untuk pembelajaran selanjutnya, karena jam pelajaran sudah berakhir jadi guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan terima kasih terlebih dahulu. Maksud dari tuturan . adalah guru berterima kasih kepada siswa sebagai bentuk syukur karena siswa telah mengikuti pembelajaran sampai akhir pelajaran dengan baik. Tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih terdapat juga pada data . menit ke 7. 30 ketika berinteraksi dalam proses pembelajaran. Guru : AuJadi apa itu negoisasi?Ay Siswa : (Mengangkat tanga. Guru : AySilahkan!Ay Siswa : AuNegoisasi adalah untuk mencapai kesepakatan. Ay . Guru : AyOke terima kasih bagus!Ay . Pada percakapan di atas, tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih terdapat pada tuturan . Tindak tutur ini terjadi saat interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran, guru ingin mengetahui pemahaman siswa mengenai teks negoisasi dengan memberikan pertanyaan. Maksud dari tuturan . ialah guru berterima kasih kepada siswa yang telah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Fungsi dari tuturan ini yaitu mengucapkan terima kasih yang diucapkan guru sebagai bentuk syukur dan senang karena siswa telah mengikuti pembelajaran dengan baik hingga akhir Tindak tutur ekspresif terdapat pada data . menit ke 8. 34 yang terjadi selama interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. Guru : AyAda yang menyebut penjual tadi? Siapa? Jujur!Ay . Siswa : (Mengangkat tanga. Guru : AuTerima kasih sudah jujur, benar penjual. Ay . Pada percakapan di atas, tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih terdapat pada tuturan . tuturan ini terjadi karena salah satu siswa sudah berani mengangkat tangan karena menjawab pertanyaan dari guru. Maksud tuturan . adalah guru berterima kasih kepada salah satu siswa karena berani mengangkat tangan dan mempertanggung jawabkan jawabannya saat guru bertanya sebelumnya. Fungsi dari tuturan ini yaitu guru mengucapkan terima kasih sebagai rasa senang karena siswa telah berani jujur. Tindak tutur ekspresif juga terdapat pada data . dalam interaksi siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa : AyVideo apo. Pak?Ay . Guru : AyIya, sabar sedang proses. Lagi 45% Sudah terkirim. Ay . Siswa : AyOh iya Pak, makasih. Pak. Ay . Pada percakapan di atas, tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih terdapat pada tuturan . tuturan ini terjadi karena guru telah mengirimkan video teks negoisasi sebagai tugas ke dalam grup whatsapp. Maksud tuturan . ialah siswa berterima kasih kepada guru karena telah mengirimkan tugas video teks negoisasi melalui grup untuk siswa yang tidak mengerjakan tugas video praktek negoisasi pada pertemuan sebelumnya. Fungsi dari tuturan ekspresif ucapan terima kasih ini ialah siswa berterima kasih sebagai bentuk syukur kepada guru karna tetap dapat mengerjakan tugas dan mendapat nilai. Dalam penelitian ini ditemukan tuturan ucapan terima kasih sebanyak 7 tuturan, 1 tuturan dilakukan oleh siswa dan 6 tuturan dilakukan oleh guru. Dari data yang telah dianalisis tuturan ekspresif banyak muncul selama proses pembelajaran pada saat guru berterima kasih untuk mengakhiri pembelajaran. Sedangkan tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih lainnya muncul saat guru berterima kasih karena siswa telah bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari Tuturan ekspresif ungkapan terima kasih ini tidak bisa banyak muncul karena siswa cenderung pasif saat pembelajaran sehingga tidak ada konteks yang menyebabkan tuturan ekspresif ungkapan terima kasih dapat muncul atau Tindak tutur ekspresif ucapan Pada penelitian ini ditemukan tindak tutur ekspresif ucapan mengkritik guru dan siswa pada selama proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi sebanyak 7 tuturan. Berikut akan diuraikan tuturan Tindak tutur ekspresif terdapat pada data . menit ke 18. 19 saat interaksi pembelajaran selama guru memberikan evaluasi terhadap tugas yang dikerjakan oleh siswa. Guru : AuCoba kalian buka halaman 163 rata-rata tugas tida membuat orientasi jadi struktur teks negoisasi tidak kalian kerjakan. Ay . Tindak tutur ekspresif ucapan mengkritik terdapat pada tuturan . Tuturan ini terjadi karena siswa mengerjakan tugas tidak sesuai dengan perintah dari guru, jadi guru memberikan kritik sebagai saran untuk pembelajaran selanjutnya. Maksud dari tuturan . guru memberikan kritik terhadap tugas siswa yang tidak sesuai dengan perintah guru untuk membuat struktur teks negoisasi. Hal ini terlihat pada kalimat Aurata-rata tugas tidak membuat orientasi jadi struktur teks negoisasi tidak kalian kerjakanAy. Jika dilihat dari kalimat tersebut kritik tidak ditujukan kepada semua siswa namun hanya kepada siswa yang tidak membuat orientasi pada tugasnya. Fungsi dari tuturan ekspresif mengkritik disini ialah sebagai pengetahuan atau agar siswa lebih memahami kesalahan yang telah dilakukan dan akan memperbaiki kesalahan itu untuk selanjutnya. Tindak tutur ekspresif ucapan mengkritik terdapat pada data . menit ke Tuturan ini terjadi selama interaksi proses pembelajaran. Guru : AuTadikan contoh praktik negoisasi kalian bapak beri tambahan waktu 10 menit namun tidak tuntas juga tugasnya. Tidak tuntasnya dimana? Tidak dikerjakan bagaimana kalimat persuasifnya, bagaimana makna tersiratnya itu tidak muncul. Maka tidak bisa bapak nilai. Ay . Pada percakapan di atas, tuturan . mengandung tuturan ekspresif ucapan mengkritik yang terjadi karena siswa tidak mengerjakan tugas dengan baik yang diberikan oleh guru. Maksud dari tuturan . ialah guru memberikan contoh kepada siswa mengenai teks negoisasi yang bisa terjadi antara siswa dan guru, lalu guru juga memberikan kritikan sebagai saran dan evaluasi untuk siswa mengenai tugas yang telah dikerjakan. Tindak tutur ekspresif ucapan mengkritik ditemukan sebanyak 6 tuturan yang dilakukan oleh guru. Tindak tutur ekspresif ini muncul karena siswa mengerjakan tugas namun belum sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Dalam 6 kali pertemuan hanya ditemukan 6 tuturan mengkritik karena guru melakukan kritik kepada tugas siswa yang dianggap sangat kurang, untuk tugas yang dianggap baik guru tidak melakukan kritik. Selain itu dalam proses pembelajaran guru biasanya hanya mengarahkan siswa dalam mengerjakan tugas, tidak melakukan kritik secara langsung saat siswa sedang mengerjakan Hal ini karena ditakutkan siswa tidak menjadi kreatif, untuk itu biasanya guru melakukan pengarahan bukan mengkritik secara langsung. Untuk tindak tuturekspresif ucapan mengkritik yang dilakukan siswa tidak ditemukan, karena selama proses pembelajaran siswa hanya diam dan juga tidak banyak kondisi atau situasi selama pembelajaran yang menyebabkan siswa mengucapkan tindak tutur ekspresif mengkritik. Tindak tutur ekspresif ucapan mengeluh Pada penelitian ini ditemukan tuturan ekspresif ucapan mengeluh yang digunakan guru dan siswa selama proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi sebanyak 5 tuturan. Berikut akan diuraikan tuturan Pada data . menit ke 23. 42 ditemukan tuturan ekspresif ucapan mengeluh selama interaksi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Siswa 6 : AuBalikin penggaris tu kalau habis makek!. embalikan penggarisnya jika sudah selesai memakainya!) Siswa 7 : AuBaru jugo makek pelit nian!Ay . ( baru juga dipakai pelit sekali!) Pada percakapan di atas, tuturan . termasuk dalam tuturan ekspresif yang terjadi akibat siswa 7 menggunakan penggaris siswa 6 sangat lama, namun siswa 7 menyanggah tuduhan tersebut karena menurutnya ia baru saja menggunakan penggaris tersebut. Makna dari tuturan . ialah siswa 6 meminta penggarisnya segera dikembalikan jika telah selesai di pakai. Tuturan . ialah respon dari tuturan . yang menyanggah bahwa ia baru saja memakai penggaris tersebut. Fungsi dari tuturan ekspresif mengeluh disini ialah sebagai ungkapan kekecewaan siswa 6, sekaligus kekesalan yang dirasakan oleh siswa 6. Tindak tutur ekspresif ucapan mengeluh juga terdapat pada data . menit ke 11. 30 yang terjadi saat proses pembelajaran. Guru : AuIni kenapa ketawa dari tadi? Ngerjain belum sudah!Ay . ni kenapa tertawa dari tadi? Mengerjakan belum selesa. Pada percakapan di atas, tuturan . termasuk dalam tuturan ekspresif ucapan mengeluh yang terjadi karena siswa banyak mengobrol dan tertawa dengan siswa lainnya sedangkan tugas yang diberikan guru belum selesai Maksud dari tuturan . ialah guru mengeluh karna siswa tertawa bersama siswa lainnya sedangkan tugas yang diberikan belum selesai Fungsi dari tuturan ekspresif ucapan mengeluh disini sebagai kekecewaan guru atas perilaku siswa. Tindak tutur ekspresif ucapan mengeluh ditemukan sebanyak 5 tuturan, 1 tuturan dilakukan oleh siswa dan 4 tuturan dilakukan oleh guru. Dalam 6 kali pertemuan hanya ditemukan 5 tuturan, hal ini dikarenakan selama proses pembelajaran siswa tidak aktif sehingga tidak terjadi pembelajaran yang interaktif dan guru hanya menjelaskan materi pembelajaran saja. Hal ini menyebabkan tidak banyaknya muncul tindak tutur ekspresif mengeluh. Tindak tutur ekspresif ucapan memuji Pada penelitian ini ditemukan tuturan ekspresif ucapan memuji sebanyak 4 tuturan selama proses pembelajaran bahasa indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi. Berikut akan diuraikan tuturan tersebut: Tindak tutur ekspresif ucapan memuji juga ditemukan pada data . menit ke18. 55 yang terjadi selama proses interaksi pembelajaran. Siswa : AuOrientasi tu apo pak?Ay . (Orientasi itu apa pak?) Guru : AuNah ini bagus pertanyaannya!Ay . Pada percakapan di atas, tuturan . termasuk dalam tuturan ekspresif ucapan memuji yang terjadi karena siswa mengajukan pertanyaan. Maksud dari tuturan ini ialah guru memuji pertanyaan siswa sebagai respon dari tuturan . tuturan ekspresif ucapan memuji tersebut dapat pada kalimat Aubagus pertanyaannyaAy dengan adanya kalimat pujian ini dapat menimbulkan efek senang dari mitra tutur. Fungsi dari tuturan ini ialah sebagai motivasi dan apresiasi yang diberikan guru kepada siswa agar terus bertanya sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan aktif. Tindak tutur ekspresif ucapan memuji ditemukan sebanyak 4 tuturan. Tuturan ini dilakukan oleh guru sedangkan siswa tidak ditemukan tindak tutur ekspresif memuji. Tindak tutur ekspresif memuji ini terjadi karena siswa bertanya kepada guru lalu memuji siswa tersebut. Tindak tutur ini sedikit ditemukan karena siswa jarang bertanya selama proses pembelajaran sehingga guru tidak dapat melakukan tindak tutur ekspresif memuji lebih banyak. Selain itu tindak tutur ekspresif memuji tidak ditemukan selama proses pembelajaran dikarenakan siswa cenderung diam sehingga tidak memungkinkan terjadinya tindak tutur ekspresif memuji. Tindak tutur ekspresif ucapan heran Pada penelitian di SMA N 1 Muaro Jambi khusunya pelajaran bahasa Indonesia kelas X ditemukan tuturan ekspresif ucapan heran sebanyak 1 Berikut uraian tuturan tersebut: Tindak tutur ekspresif ucapan heran ditemukan pada data . menit ke 43 yang terjadi selama interaksi pembelajaran. Guru : AuApriadi!Ay . Siswa : AuBeli pakuAy . Guru : AuNah tadi beli paku jugoAy . (Nah tadi beli paku jug. Pada percakapan di atas, tuturan . merupakan tuturan ekspresif ucapan heran yang terjadi karena guru heran mengapa untuk membeli paku banyak siswa yang heran, padahal membeli paku dapat dilakukan oleh dua ataupun satu siswa saja. Maksud dari tuturan . ialah guru heran karena banyak siswa yang keluardengan alasan membeli paku, tuturan . merupakan respon terhadap tuturan . Fungsi dari tuturan ekspresif ini ialah ungkapan terkejut penutur karena alasan yang diberikan oleh siswa dianggap tidak masuk akal oleh guru. Tindak tutur ekspresif ucapan meminta maaf Pada penelitian di SMA N 1 Muaro Jambi kelas X ditemukan tuturan ekspresif ucapan meminta maaf sebanyak 1 tuturan. Berikut akan diuraikan tuturan tersebut: Tindak tutur ekspresif ucapan meminta maaf ditemukan pada data . menit ke 13. 5 yang terjadi selama interaksi proses pembelajaran. Guru : AuIya, kamu buat dialognya lalu tandai kalimat persuasifnya. Lebih bagusnya itu kamu buat tugas halaman 169 berkaitan dengan kalimat persuasi ee maaf kalimat persuasif dan makna yang tersirat dalam video tersebut. Ay Pada tuturan di atas, data . termasuk dalam tuturan ekspresif ucapan selamat yang terjadi karena guru salah menyebutkan kata saat menjelaskan mengenai tugas yang diberikan. Maksud dari tuturan tersebut ialah guru meminta maaf atas kesalahan pengucapan kata AupersuasifAy menjadi kata AupesuasiAy. Kalimat tuturan ekspresif ucapan meminta maaf dapat terlihat pada kalimat Aukalimat persuasi ee maaf kalimat persuasiveAy. Fungsi dari tuturan ekspresif ucapan meminta maaf pada tuturan ini dimaksudkan atas kesalahan yang dilakukan oleh guru, meskipun kesalahan ini tampak begitu kecil namun guru tetap meminta maaf sebagai bentuk rasa bersalah. Tindak tutur ekspresif ucapan selamat Pada penelitian ini tindak tutur ekspresif ucapan selamat di SMA N 1 Muaro Jambi khusunya kelas X ditemukan 1 tuturan. Berikut akan diuraikan tuturan tersebut: Tindak tutur ekspresif ucapan selamat ditemukan pada data . menit ke 30 yang terjadi selama interaksi pembelajaran. Guru : AuBaik, selamat pagi menjelang siangAy . Siswa : AuPagi menjelang siang pakAy . Pada percakapan di atas, tuturan . merupakan tindak tutur ekspresif ucapan selamat. Tuturan ini terjadi saat guru mengucapkan salam kepada siswa untuk mengawali pembelajaran. Maksud tuturan ini ialah guru memberikan salam kepada siswa, tuturan . sebagai penanda tindak tutur ekspresif ucapan selamat. Tuturan ini berfungsi untuk menyapa lawan tutur. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data pada proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA N 1 Muaro Jambi ditemukan 7 bentuk tindak tutur ekspresif dengan jumlah tuturan sebanyak 25 tuturan. Tuturan tersebut meliputi tindak tutur ekspresif beserta fungsinya yaitu ucapan terima kasih, ucapan mengkritik, mengeluh, heran, selamat, memuji, dan meminta maaf. Dari 25 tuturan tersebut 2 diantaranya adalah tuturan ekspresif yang dilakukan siswa dan 23 tuturan lainnya dilakukan oleh guru. Tindak tutur yang paling dominan ditemukan ialah tindak tutur ekspresif ucapan terima kasih, tuturan yang dilakukan guru sebanyak 6 tuturan dan siswa 1 tuturan. Hal ini menunjukkan bahwa guru sering mengungkapkan psikologis atau rasa terima kasihnya kepada siswa, sedangkan siswa belum bertindak tutur ekspresif selama proses pembelajaran. Bagi pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian sejenis disarankan mengambil penelitian dengan kajian pragmatik yang berbeda. Untuk guru diharapkan dapat menggunakan metode pembelajaran yang variatif sehingga pembelajaran akan lebih interaktif, selain itu juga guru harus dapat membangkitkan minat belajar siswa sehingga siswa lebih aktif. Daftar Referensi Anggraini. AuTindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP AL-FALLAH Kota Jambi Tahun Ajaran 2016/2017Ay. Skripsi. Jambi: Universitas Jambi. Baharuddin. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Dardjowidjojo. Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Hidayat. AuTindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Kerinci dalam Proses PembelajaranAy. Skripsi. Jambi: Universitas Jambi. Karyaningsih. Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru. Mulyana. Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana. Nur. , dkk. Analisis Tindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia Dalam Proses Belajar Mengajar di MAN 3 Aceh Besar. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14, . Puspitasari. Tindak Tutur Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas Vii Mtsn 4 Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5, . Rahardi. PRAGMATIK: Kesatuan Imperatif Bahasa Indonesia. Yogyakarta: PT. Gelora Angkasa Pratama. Rohmadi. Pragmatik: Teori dan Analisis. Yogyakarta: Lingkar Media. Saifudin. Teori tindak tutur dalam studi linguistik pragmatik. LTE: Jurnal Bahasa. Sastra dan budaya, 15. ,2-4. Sari. Tindak Tutur dan Fungsi Tuturan Ekspresif Dalam Acara Galau Nite Di Metro Tv: Suatu Kajian Pragmatik. Jurnal Skriptorium. Vol. 1 No. 2 Tahun 2012. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta. Yule. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Yuliantoro. Analisis Pragmatik. Klaten: Unwidha Press.