JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DESA MAYOA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH THE EFFECT OF COMMUNITY PARTICIPATION IN DEVELOPMENT AND QUALITY OF PUBLIC SERVICES ON COMMUNITY SATISFACTION IN MAYOA VILLAGE. SOUTH PAMONA DISTRICT. POSO REGENCY. CENTRAL SULAWESI Usber Purede1. Feliks Arfid Guampe2*. Olvit Olniwati Kayupa1 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Tentena. Jl. Torulmeba No. 21 Tentena, 94663 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Jl. Soekarno Hatta No. KM. Tondo. Kec. Mantikulore. Kota Palu. Sulawesi Tengah *Email: feliksguampe@gmail. disubmit: 4 April 2025, direvisi: 3 Juni 2025, diterima: 20 Agustus 2025 ABSTRAK Keterbatasan infrastruktur dan rendahnya partisipasi masyarakat desa menyebabkan kualitas layanan publik dan kepuasan warga di Mayoa. Poso, masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di Desa Mayoa. Kecamatan Pamona Selatan. Kabupaten Poso. Pemilihan Desa Mayoa sebagai lokasi penelitian didasarkan pada karakteristiknya sebagai wilayah pedesaan dengan dinamika partisipasi masyarakat yang kuat, serta tantangan dalam pelayanan publik yang masih menjadi perhatian. Relevansi topik ini penting dalam konteks pembangunan desa karena partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, sementara kualitas pelayanan publik mencerminkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 41 responden dari 743 keluarga di Desa Mayoa. Perhitungan jumlah sampel mempertimbangkan keterwakilan elemen masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan menggunakan layanan publik secara langsung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik partisipasi masyarakat maupun kualitas pelayanan publik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini tidak hanya memiliki implikasi praktis bagi perumusan kebijakan pembangunan desa, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur tentang hubungan antara partisipasi, pelayanan publik, dan kepuasan masyarakat di wilayah pedesaan. Kata kunci: Kepuasan masyarakat, kualitas pelayanan publik, pembangunan pedesaan. partisipasi masyarakat. Purede. Guampe. Kayupa. , . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 09. , page 128 Ae 141. https://doi. org/10. 56945/jkpd. The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. ABSTRACT Infrastructure limitations and low community participation have resulted in suboptimal public service quality and citizen satisfaction in Mayoa. Poso. This study aims to examine the influence of community participation in development and the quality of public services on community satisfaction in Mayoa Village. South Pamona Subdistrict. Poso Regency. The selection of Mayoa Village as the research location is based on its characteristics as a rural area with strong community participation dynamics and ongoing challenges in public service delivery. The relevance of this topic is significant in the context of rural development, as community participation is a key to achieving inclusive development, while the quality of public services reflects the effectiveness of village governance. This research uses a quantitative approach with a survey method. A purposive sampling technique was employed to select 41 respondents from 743 households in Mayoa Village. The sample size calculation considered the representation of community members actively involved in development and direct users of public services. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression. The results show that both community participation and the quality of public services have a significant effect on community satisfaction, both partially and These findings have practical implications for the formulation of village development policies and provide theoretical contributions to the literature on the relationship between participation, public services, and community satisfaction in rural areas. Keywords: Community Participation. Public Service Quality. Community Satisfaction. Rural Development PENDAHULUAN Pedesaan pembangunan masih tergolong rendah, sejumlah masalah yang kompleks dan yaitu di bawah 30%. Pembangunan pedesaan tidak hanya memerlukan perhatian serius. Beberapa ekonomi, tetapi juga pentingnya aspek sosial seperti keterlibatan warga dan akses terhadap layanan dasar seperti kualitas layanan. Partisipasi masyarakat pendidikan dan kesehatan, serta kendala dalam konteks ini didefinisikan sebagai dalam pengembangan ekonomi lokal. keterlibatan aktif warga dalam seluruh Masalah-masalah ini dapat memberikan tahapan pembangunan desa, mulai dari Indikator partisipasi masyarakat pendekatan holistik dalam pengembangan Menurut data Badan Pusat keikutsertaan dalam musyawarah desa, . Statistik Kabupaten Poso . , sekitar kontribusi tenaga atau sumber daya dalam 42% penduduk pedesaan di wilayah ini kegiatan pembangunan, . keterlibatan merasa tidak puas terhadap kualitas dalam pengawasan program, . inisiatif pelayanan dasar yang mereka terima, dan . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. keterlibatan masyarakat dari tahun ke keberlanjutan proyek. Beberapa studi Sementara itu, kualitas pelayanan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pelayanan yang diberikan oleh pemerintah desa yang memenuhi harapan masyarakat berkelanjutan (Kanaha, 2019. Kausar et al. Noviar & Priyanti, 2023. Sapitri et keandalan, jaminan, empati, dan daya , 2023. Triwandono & Supriyadi, 2. Indikator dalam penelitian ini . Terdapat administrasi, . kesopanan dan keramahan aparatur desa, . kejelasan prosedur Penelitian layanan, . ketersediaan fasilitas layanan, (Triwandono Supriyadi, dan . kemampuan aparat desa dalam menanggapi keluhan atau permintaan partisipasi aktif masyarakat cenderung Kepuasan masyarakat desa terhadap menciptakan kepuasan yang lebih tinggi di kalangan warga desa. dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa Kualitas faktor tersebut meliputi kualitas pelayanan memainkan peran krusial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa. Referensi dari partisipasi masyarakat dalam pengambilan (Lempao et al. , 2023. Lumaya et al. , 2024. Triwandono Supriyadi, pembangunan (Suharyana, 2. Analisis faktor-faktor ini menjadi kunci dalam memahami dinamika kepuasan masyarakat memberikan gambaran yang jelas tentang desa (Guampe, 2024. Guampe. Kundhani, dampaknya terhadap kepuasan masyarakat et al. , 2023. Guampe. Rosidah, et al. Pengaruh langsung antara kualitas Partisipasi pelayanan publik dan kepuasan masyarakat peran penting dalam proses pembangunan desa menjadi fokus utama dalam banyak Lempao et al. dan perencanaan, implementasi, dan evaluasi Lumaya et al. menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik Melibatkan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. dapat secara signifikan meningkatkan pelayanan publik. Selain itu, desa ini tingkat kepuasan masyarakat desa. menjadi sasaran program pembangunan Mengingat kompleksitas interaksi desa yang cukup intensif dalam beberapa antara partisipasi masyarakat, kualitas tahun terakhir, sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif kepuasan warga masyarakat desa, penelitian mendalam terhadap pembangunan dan layanan publik. Penelitian yang mendalam Populasi dalam penelitian ini adalah terhadap topik tersebut dapat memberikan semua keluarga yang berdomisili tetap di pemahaman yang lebih baik tentang Desa Mayoa, yang berjumlah 743 kepala faktor-faktor keluarga berdasarkan data terakhir dari kantor desa tahun 2024. Dari total populasi tersebut, dipilih masing-masing 1 orang Oleh karena itu penelitian ini dari 41 keluarga sehingga sampel dari penelitian ini adalah 41 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik kepuasan masyarakat di desa Mayoa Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten pertimbangan tertentu. Dalam konteks ini. Poso. responden yang dipilih adalah warga yang telah mengalami atau berinteraksi secara METODE PENELITIAN langsung dengan program pembangunan Metode penelitian Penelitian ini desa dan pelayanan publik yang diberikan, dengan desain survei untuk menganalisis menerima pelayanan administratif, atau menjadi bagian dari kelompok masyarakat kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Desa Mayoa. Kecamatan Pamona Selatan. Kabupaten Poso. penerima manfaat pembangunan. Meskipun teknik sampling acak sederhana . andom samplin. disarankan Pelaksanaan penelitian dilakukan antara bulan April hingga Juni 2024. Desa Mayoa penggunaan purposive sampling dalam dipilih secara purposif karena mewakili penelitian ini dapat dibenarkan karena tujuan utama adalah untuk menjaring potensi partisipasi masyarakat yang aktif informasi dari individu yang relevan dan berpengalaman langsung, bukan sekadar JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. representasi statistik umum. Selain itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merujuk pada pendapat Sugiyono . , dalam berbagai kelompok usia. Tabel 1 dianggap memadai untuk analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok usia 26-35 dasar seperti regresi linier berganda adalah tahun merupakan yang paling dominan dengan 12 orang, diikuti oleh kelompok usia 36-45 dan <25 tahun masing-masing kecukupan data. sebanyak 9 orang. Partisipasi menurun Instrumen yang digunakan dalam pada kelompok usia lebih tua, dengan penelitian ini adalah kuesioner tertutup hanya 7 orang pada kelompok usia 46-55 tahun dan 4 orang di atas 56 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda dan menggunakan skala Likert lima poin. yang lebih matang terwakili dengan baik. Teknik sementara partisipasi menurun seiring melalui penyebaran kuesioner langsung kepada responden dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: uji validitas dan bertambahnya usia. Tabel 1. Profil responden penelitian Klasifikasi Kriteria Usia <25 >56 reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik . ormalitas, heteroskedastisita. , serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Total Usia Jenis Kelamin Total Jenis Kelamin Jenis Pekerjaan Uji-t digunakan untuk melihat pengaruh masing-masing independen, uji F untuk melihat pengaruh simultan, dan koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui kontribusi gabungan (Amruddin et al. , 2022. Sugiyono, 2. Laki-Laki Perempuan Persentase (%) 21,95 29,27 21,95 17,07 9,76 70,73 29,27 Aparatur Sipil Negara Petani Ibu Rumah Tangga Mahasiswa Wiraswasta POLRI Penawas Proyek Pendeta Kontraktor Belum Kerja Total Jenis Pekerjaan 12,20 51,22 12,20 4,88 7,32 2,44 2,44 2,44 2,44 2,44 Untuk jenis kelamin, mayoritas responden adalah laki-laki, sebanyak 29 HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Responden berjumlah 12 orang. Ketimpangan gender JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. ini mungkin mencerminkan karakteristik menunjukkan bahwa indikator tersebut sosial atau aksesibilitas partisipasi dalam kurang tepat dalam mengukur variabel yang dimaksud. Sedangkan untuk jenis pekerjaan. Secara dinilai valid dan layak digunakan untuk petani . ,22%), mencerminkan dominasi analisis lebih lanjut, dengan pengecualian sektor pertanian di komunitas tersebut. X1. 4 yang sebaiknya ditinjau ulang atau Selain itu, terdapat juga responden yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara ,20%) Ibu Rumah Tangga . ,20%). Pekerjaan lainnya seperti POLRI dan kontraktor. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Partisipasi Masyarakat memiliki persentase yang lebih kecil, menunjukkan adanya keragaman pekerjaan meskipun mayoritas terpusat pada sektor Kualitas Pelayanan Publik Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Kepuasan Masyarakat Tabel 2 menunjukkan hasil uji Indikator rHitung r-Tabel Keputusan X1. X1. X1. X1. Tidak valid X1. X2. X2. X2. X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. validitas dengan membandingkan nilai rHitung terhadap r-Tabel sebesar 0,3081. Sebuah indikator dianggap valid jika rHitung > r-Tabel. Hasilnya hampir semua indikator valid, karena nilai r-Hitung lebih besar dari 0,3081. Misalnya, indikator X1. 1 memiliki r-Hitung 0,855, dan indikator-indikator lainnya seperti X2. 1AeX2. 5 serta Y1. 1AeY1. 5 juga valid. Namun, terdapat satu indikator yang tidak valid, yaitu X1. 4 dengan r-Hitung 0,194, yang berada di bawah r-Tabel. Ini Reliabilitas Data Tabel variabel partisipasi masyarakat memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,650 dengan 4 item. Nilai ini berada di atas batas minimum 0,6, sehingga dianggap cukup reliabel, terutama untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Tabel variabel kualitas pelayanan memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,803 dengan 5 Nilai ini menunjukkan reliabilitas JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. item-item Gambar 1 menunjukkan histogram variabel ini konsisten dan dapat diandalkan untuk mengukur kualitas pelayanan. Sebagian Tabel 3. Uji reliabilitas variabel partisipasi membentuk pola yang mendekati distribusi Garis lengkung pada histogram Reliability Statistics Cronbach's Alpha menunjukkan kecocokan dengan distribusi N of Items normal teoritis, meskipun terdapat sedikit asimetri ke kanan. Tabel 4. Uji reliabilitas variabel kualitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha Tabel N of Items variabel kepuasan pelanggan memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,714 dengan 5 item. Nilai ini berada di atas 0,6, reliabilitas yang baik. Artinya, item-item dalam variabel ini cukup konsisten dan kepuasan pelanggan secara akurat. Tabel 5. Uji reliabilitas variabel kepusan Gambar 1. Uji normalitas dengan Beberapa outlier di sisi kiri . ilai residual sangat renda. terlihat, namun secara keseluruhan distribusi tetap dapat dianggap cukup normal, terutama jika jumlah sampel besar. Dengan demikian, asumsi normalitas terpenuhi dan analisis regresi dapat dilanjutkan. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Uji Multikolinearitas Tabel 6. menunjukkan bahwa nilai Tolerance Partisipasi Masyarakat dan Kualitas Pelayanan adalah 0,952, dan nilai VIF masing-masing 1,050. Uji Asumsi Klasik Kedua nilai ini berada dalam batas normal Uji Normalitas (Tolerance > 0,1 dan VIF < . , yang JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Artinya, kedua variabel independen tidak saling berkorelasi tinggi, sehingga model regresi dapat dianggap valid dan andal untuk analisis pengaruh terhadap kepuasan masyarakat. Tabel 6. Uji multikolinearitas Model Partisipasi Masyarakat Kualitas Pelayanan Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Uji Regresi Linier Berganda Tabel 8. menunjukkan hasil uji regresi berganda dengan variabel dependen Kepuasan Masyarakat, dan fokus pada nilai Unstandardized Coefficients B untuk Partisipasi Masyarakat dan Kualitas Pelayanan. Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat Tabel 8. Uji regresei berganda Uji Heteroskedastisitas Tabel 7 menunjukkan hasil uji Glejser (Sig. Nilai Partisipasi Masyarakat adalah 0,730, dan untuk Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Partisipasi . Masyarakat Kualitas Pelayanan Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat Kualitas Pelayanan adalah 0,065 keduanya lebih besar dari batas 0,05. Artinya, tidak Nilai B ini menunjukkan besarnya terdapat indikasi heteroskedastisitas dalam model regresi. independen terhadap variabel dependen Tabel 7. Uji hetersokedastisitas dengan uji Glejser Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Partisipasi . Masyarakat Kualitas Pelayanan Dependent Variable: ABS Dengan homoskedastisitas terpenuhi, dan hasil analisis regresi dapat dianggap valid dan masing-masing (Kepuasan Masyaraka. Untuk setiap peningkatan satu unit Partisipasi Masyarakat. Kepuasan Masyarakat diprediksi akan meningkat sebesar 0,648 unit, dengan asumsi variabel lainnya konstan. Untuk setiap peningkatan satu unit dalam Kualitas Pelayanan. Kepuasan Masyarakat diprediksi akan meningkat sebesar 0,336 unit, dengan asumsi variabel lainnya konstan. Dari nilai B ini, dapat dilihat bahwa Partisipasi Masyarakat memiliki pengaruh JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. yang lebih besar terhadap Kepuasan 0,005 < 0,05, juga menunjukkan pengaruh Masyarakat dibandingkan dengan Kualitas Pelayanan. Kedua variabel ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, kedua variabel independen terbukti berkontribusi positif semakin baik partisipasi masyarakat dan kualitas pelayanan, maka tingkat kepuasan masyarakat, dan model regresi yang masyarakat akan semakin meningkat. digunakan valid dan dapat diandalkan untuk menjelaskan hubungan tersebut. Uji Hipotesis Uji F Uji t Hasil uji t ditunjukkan oleh tabel 9 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Partisipasi . Masyarakat Kualitas Pelayanan Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat bahwa kedua variabel independen, yaitu Partisipasi Masyarakat Pelayanan. Kualitas terhadap Kepuasan Masyarakat. Partisipasi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi secara simultan signifikan, artinya Kualitas Pelayanan Partisipasi Masyarakat bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Tabel 10. Uji simultan ANOVAa Sum of Mean Model Squares df Square Sig. 1 Regression 95. Residual 052 38 3. Total Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat Predictors: (Constan. Kualitas Pelayanan. Partisipasi Masyarakat Dengan demikian, model regresi nilai t-hitung 3,900 > 2,02439 dan yang digunakan dapat menjelaskan variasi signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti kepuasan masyarakat secara valid, dan Ini kedua variabel independen memberikan kontribusi yang berarti dalam analisis ini. Masyarakat F-Hitung sebesar 15,309 lebih besar dari FTabel 3,23, dan nilai signifikansi 0,000 < Tabel 9. Uji regresi berganda Berdasarkan Tabel Tabel 10 menunjukkan bahwa nilai meningkatkan kepuasan masyarakat. Kualitas Pelayanan Uji Koefisien Determinasi hitung 2,979 > 2,02439 dan signifikansi JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 11 menunjukkan bahwa nilai R perencanaan hingga evaluasi, menciptakan Square sebesar 0,446, yang berarti 44,6% variasi dalam Kepuasan Masyarakat dapat masyarakat merasa bahwa kebutuhan dan dijelaskan oleh Kualitas Pelayanan dan aspirasi mereka diperhatikan. Partisipasi Masyarakat regresi ini. 55,4% Dalam konteks pembangunan, hal ini Sementara pembangunan yang dikemukakan oleh dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Todaro & Ini menunjukkan bahwa model memiliki pembangunan yang sukses mencakup kemampuan penjelas yang cukup baik, partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapnya, sehingga perubahan sosial dan Smith, ditingkatkan dengan mempertimbangkan variabel tambahan. keinginan dan kebutuhan masyarakat itu Tabel 11. Uji koefisien determinasi Model Summaryb Model R Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kualitas Pelayanan. Partisipasi Masyarakat Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat . , di mana Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat Kualitas pelayanan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Hal ini menunjukkan bahwa Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan terhadap Kepuasan Masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap kepuasan masyarakat. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Kogoya & Olfie . yang menyatakan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya alat untuk melaksanakan pembangunan, tetapi juga tujuan signifikan dalam proses pembangunan itu sendiri. Partisipasi yang melibatkan masyarakat semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah atau institusi kepuasan masyarakat. Temuan ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Parasuraman et al. dalam Tjiptono & Chandra, . , yang menyatakan bahwa meliputi keandalan, daya tanggap, empati, dan jaminan, dapat memenuhi atau bahkan melampaui harapan masyarakat, sehingga meningkatkan tingkat kepuasan mereka. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lempao et al. dan Lumaya et al. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. , yang menemukan bahwa kualitas Teori positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Poso. berbagai aspek kehidupan sosial dan Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat di Desa Mayo Secara (Rostow. Todaro & Smith, 2. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang bersama-sama memastikan bahwa hasil pembangunan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat di Desa Mayoa. Temuan ini masyarakat (Kogoya & Olfie, 2015. Maulina, 2012. Putra & Silfiana, 2. dilakukan oleh Triwandono & Supriyadi. Partisipasi . , yang menemukan bahwa baik berfungsi sebagai sarana untuk mencapai partisipasi masyarakat maupun kualitas tujuan pembangunan, tetapi juga sebagai pelayanan, baik secara sendiri-sendiri indikator keberhasilan pembangunan itu maupun bersama-sama, memiliki pengaruh Kualitas pelayanan publik juga Penelitian karena pelayanan yang baik mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penghargaan terhadap masyarakat dan pembangunan serta kualitas pelayanan dapat meningkatkan kepercayaan mereka sebagai faktor utama yang mempengaruhi terhadap pemerintah (Grynroos, 2007. Ketika Tjiptono & Chandra, 2019. Zeithaml et al. pembangunan dan mendapatkan pelayanan Secara keseluruhan, hasil penelitian yang berkualitas, mereka akan merasa dihargai dan puas, yang pada akhirnya akan meningkatkan dukungan mereka terhadap program-program pembangunan masyarakat dalam pembangunan maupun yang ada. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Temuan ini relevan dengan konsep-konsep kesejahteraan dan kepuasan warga desa. kontribusi penting dalam meningkatkan Dari penelitian ini memperkaya literatur di Penelitian ini juga mengisi menegaskan peran strategis partisipasi masyarakat sebagai determinan kepuasan menggabungkan kedua variabel tersebut partisipatoris dalam teori pembangunan dan konsep kualitas pelayanan dalam teori masyarakat, khususnya di Desa Mayoa. manajemen publik. Penelitian ini juga menggabungkan kedua variabel dalam satu SIMPULAN DAN REKOMENDASI model analisis, yang sebelumnya lebih Simpulan banyak diteliti secara terpisah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dari sisi kontribusi praktis, temuan Partisipasi Masyarakat ini memberikan masukan penting bagi para Pembangunan pengambil kebijakan di tingkat desa, terhadap Kepuasan Masyarakat. Semakin kecamatan, maupun kabupaten untuk lebih tinggi tingkat partisipasi, semakin besar mendorong partisipasi aktif masyarakat kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Mayoa. eperti Demikian pula. Kualitas Pelayanan . nisiatif peningkatan kapasitas pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat. Pelayanan secara berkelanjutan. Pemerintah desa berkontribusi langsung pada meningkatnya tingkat kepuasan warga. pembangunan yang lebih partisipatif dan Secara simultan, kedua variabel Partisipasi Masyarakat Kualitas Pelayanan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Keduanya bersama-sama responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Rekomendasi Berdasarkan maka pemerintah Desa Mayoa perlu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap pembangunan, melalui JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 128 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. forum diskusi, musyawarah desa, dan meningkatkan rasa memiliki dan kepuasan terhadap hasil pembangunan. Pemerintah juga perlu fokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperbaiki keandalan, daya tanggap, dan empati aparatur desa melalui prasarana, seperti fasilitas kantor desa yang nyaman dan teknologi yang memadai. Untuk penelitian selanjutnya dapat pendidikan, atau kepercayaan terhadap pemerintah, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA