SARGA: JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 19 NO 2 JULY 2025 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga KAJIAN LANGGAM ARSITEKTUR FASAD BANGUNAN PADA SISI BARAT JALAN MALIOBORO YOGYAKARTA Study Of Architectural Style Of Building Facades On The West Side Of Malioboro Street. Yogyakarta | Received March 26, 2025 | Accepted July 17, 2025 | Available online July 31, 2025 | | DOI 10. 56444/sarga. 356 | Page 27 - 39 | Dwi Ely Wardani elywardani1@gmail. Universitas Surakarta. Surakarta. Indonesia ABSTRAK Era baru dan alih fungsi bangunan membawa dampak perubahan pada fasad bangunan dari langgam arsitektur aslinya, hal tersebut juga terjadi di Jalan Malioboro yang merupakan kawasan Cagar Budaya dan tujuan wisata. Kajian Langgan Arsitektur Fasad Bangunan Sisi barat Jalan Malioboro adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mempertahankan nilai historis kawasan dan mengembalikan visual arsitektur yang berada di poros imajiner Sumbu Filosofis. Penelitian ini berdasar pada sebuah kajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis langgam Arsitektur fasad bangunan komersial khususnya di sisi Barat Jalan Malioboro. Dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam menghasilkan suatu dokumen perencanaan teknis fasad sumbu filosofi yang sesuai dengan langgam arsitektur aslinya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu sebuah metode yang memberikan gambaran atau mendeskripsikan detail dari objek penelitian, dimana dalam prosesnya dimulai dengan mengumpulkan data-data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Sedangkan analisis, dilakukan terhadap elemen-elemen fasad bangunan yang meliputi elemen bentuk, ornamen, komposisi simetri, irama, geometri, unsur warna, pintu, jendela dan bentuk atap bangunan. Kata Kunci: langgam arsitektur, fasad bangunan, identifikasi ABSTRCT The new era and the conversion of buildings have brought about changes in the facades of buildings from their original architectural style, also occurs on Malioboro Street which is a Cultural Heritage area and tourist The Study of the Architectural Style of Building Facades on the West Side of Malioboro Street is part of the government's efforts to maintain the historical value of the area and restore the architectural visuals that are on the imaginary axis of the Philosophical Axis. This research is based on a study that aims to identify and analyze the architectural style of commercial building facades, especially on the West side of Malioboro Street. From this research, it is hoped can contribute to producing a technical planning document for the philosophical axis facade that is in accordance with the original architectural style. The research method uses a descriptive analytical method, which is a method that provides an overview or describes the details of the research object, where the process begins with collecting data through field observations, visual documentation, and literature studies. The analysis is carried out on the elements of the building facade which include elements of form, ornamentation, symmetry composition, rhythm, geometry, color elements, doors, windows and the shape of the building roof. Keywords: architectural style, building facade, identification Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro PENDAHULUAN Konsep poros imajiner adalah wujud Pelestarian Kota Yogyakarta sebagai City of Philosophy yang menjadikan Kota Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia, dimana pada tanggal 14 Maret 2017 Unesco menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Tugu Pal Putih Ae Kraton Yogyakarta Ae Panggung Krapya. sebagai Tentative List World Heritage dan diatur dalam Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, menetapkan bahwa konsep poros imajiner merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Untuk mendapatkan pengakuan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai World Heritage Site oleh UNESCO setelah melewati proses panjang dan melalui berbagai mekanisme, dimulai sejak tahun 2014 yang terbagi menjadi 144 atribut serta melibatkan berbagai pihak dan para ahli dibidangnya. Salah satu upaya pelestraian yang dilakukan untuk mewujudkan sumbu filosofi Yogyakarta tersebut adalah penataan fasad pada kawasan sumbu filosofi dari tahun 2016 hingga 2019 secara bertahap, diantaranya adalah kawasan sumbu filosofi utara yang membentang dari Kompleks Keraton hingga Tugu Pal Putih. Dinas Kebudayaan DIY beserta jajaran terkait melakukan penyusunan Kajian Fasad Sumbu Filosofi (Panggung KrapyakAeTug. yang bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kondisi fasad/tampilan bangunan pada saat itu dan arahan fasad dimasa depan. Kegiatan kajian tersebut bertujuan untuk menyusun dokumen teknis yaitu rekomendasi desain sebagai acuan/pedoman dan panduan pelaksanaan untuk kegiatan pembangunan fasad bangunan di kawasan sumbu filosofi khususnya sisi Barat Jalan Malioboro, guna memperkuat karakter sumbu filosofi Yogyakarta. Jalan Malioboro adalah denyut nadi Yogyakarta, sebagai salah satu kawasan komersial, pusat wisata juga budaya, eksistensi serta daya tarik Malioboro menjadikan kawasan tersebut sebagai generator perekonomian baik bagi masyarakat maupun pemerintah dari sektor pariwisata, sehingga penting bagi pemerintah khususnya untuk melestarikan fasad bangunan yang menjadi karakter visual guna memperkuat citra kawasan di Sumbu Filosofi. Hal tersebut diperkuat dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 40 Tahun 2014 tentang Panduan Arsitektur Bernuansa Budaya Daerah, dijelaskan pada Bab IV. Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah pada Sumbu Filosofi. Pasal 23 Ayat 1 poin . disebutkan bahwa arsitektur bangunan di sisi kiri dan kanan sumbu filosofi antara Keraton hingga Tugu harus menggunakan Pola Arsitektur Lestari Asli dengan gaya arsitektur Indis dan Cina. Maka berdasarkan identifikasi dari kegiatan yang telah dilakukan bersama Dinas Kebudayaan DIY terdapat 30 bangunan terpilih yang menjadi objek kajian Fasad di sisi barat jalan Malioboro, tetapi 12 fasad bangunan saja yang akan diidentifikasi pada penelitian ini. REVIEW LITERATUR Langgam arsitektur adalah gaya atau ciri khas dalam merancang dan membangun sebuah bangunan, yang ditandai oleh karakteristik tertentu dalam bentuk, proporsi, penggunaan bahan, dan elemen dekoratif, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arsitektur lestari atau sustainable architecture mengacu pada seni dan ilmu merancang juga membangun bangunan atau struktur lain dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap sosial dan ekonomi. Hal ini melibatkan penggunaan material yang ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan pertimbangan dampak jangka panjang terhadap lingkungan maupun masyarakat. Sebagai bagian dari citra kota, koridor jalan dapat direpresentasukan dengan fasad bangunan yang terbangun pada koridor tersebut. Fasad . uka banguna. merupakan bagian penting dalam bangunan yang memberikan identitas, dengan fasad bangunan, bangunan dapat diketahui fungsinya dan juga untuk mengetahui umur bangunan tersebut beserta langgam Di sisi lain fasad juga mepresentasikan kepentingan individual pemilik bangunan (Prihatiningrum & Ramawangsa, dalam Rizki Anfansyah. et al. , 2. Fasad merupakan fitur visual SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani di dalam koridor yang terdiri dari berbagai komponen seperti: gerbang/pintu masuk, jendela, tipe bangunan dan atap. Penampilan fasad juga dipengaruhi oleh bentuk, warna, ukuran dan tekstur yang digunakan (Andrian dalam Rizki Anfansyah et al. , 2. Etimologis kata Fasad . berasal dari bahasa Prancis fayade yang diadaptasi dari bahasa Italia facciata atau facia. Kata facciata berakar dari bahasa Latin, yaitu facies yang seiring waktu berkembang menjadi "face" dalam bahasa Inggris, yang berarti wajah. Didalam konteks arsitektur, fayade merujuk pada bagian depan atau tampak muka sebuah bangunan dan dianggap sebagai elemen utama dalam tampilan eksterior. Dalam perkembangannya, fasad kemudian menjadi istilah yang memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Fasad merupakan elemen yang sangat penting dalam sebuah karya arsitektur, karena bagian inilah yang pertama kali diapresiasi oleh publik. Fasad atau wajah bangunan mendefinisikan gaya budaya yang berkembang pada masanya (Krier. dalam Febty & Dwita, 2. Elemen-elemen utama yang membentuk fasad meliputi atap, pintu masuk, jendela dan ornamen. (Krier. 1996 dalam Febty & Dwita, 2. Gaya arsitektur Kolonial di Indonesia dalam perkembangannya menurut Handinoto, 2012, . alam Ghani S. & Astari W. terbagi menjadi tiga yaitu. Indische Empire style (Abad 18-. Arsitektur Transisi . dan Arsitektur Kolonial modern . Sedangkan menurut Soekiman dalam Khaliesh, 2014, arsitektur Indis adalah hasil perpaduan antara budaya Belanda dan budaya Jawa yang terbentuk melalui proses akulturasi yang berlangsung lama. (Mrazek. 2018 dalam Febty & Dwita, 2. Ciri-ciri ornamen fasad arsitektur Indis melliputi ventilasi atas bermotif yang biasanya terletak di atas jendela atau pintu utama, lis profil klasik yang ditemukan di pinggiran atap atau atas kusen jendela dan pintu, kolom tuscan atau doric terpasang di teras, serta railing besi tempa yang menghiasi balkon atau pagar. (Sumalyo. 1993 dalam Febty & Dwita, 2. Ciri khas arsitektur Indis terlihat dari bentuk bangunan di Kota Yogyakarta khususnya di sepanjang koridor Jalan Marga Utama. Jalan Malioboro, dan Jalan Marga Mulya (Prasetyo, 2018 dalam Febty & Dwita. Menurut Widayati 2003, . alam Mohammad A. & Ikaputra, 2. pada bangunan bergaya Cina terdapat empat macam bentuk atap, yaitu atap pelana dengan struktur penopang atap gantung, atap perisai, atap pelana dengan dinding sopi-sopi, gabungan atap pelana dan perisai. T David G. Khol . penulis buku Chinese Architecture in The Straits Settlements and Western Malaya mengemukakan bahwa ciri langgam arsitektur pecinan sebagai berikut: pekarangan atau ruang Ruang ini lebih privat, biasanya diasosiasikan dengan kebun/taman. Bentuk atap bangunan yang khas: model Ngang Shan, yaitu atap pelana dengan ujung jurai atap yang melengkung ke atas. Elemen struktur yang terbuka dan disertai ornamen khas arsitektur Cina. Penggunaan warna: arsitektur Cina memiliki warna kuning dan merah yang mempunyai makna simbolik. alam Mohammad A. & Ikaputra, 2. METODE Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan tipologi dan deskriptif-analitis, dimana penelitian ini menganalisis karakteristik fasad pada objek bangunan eksisting sesuai dengan langgam arsitektur saat ini, tujuannya adalah sebagai dasar rujukan untuk merevitalisasi bangunan sesuai dengan karakter langgam arsitektur aslinya sebelum mengalami perubahan fasad. Pada kajian sebelumnya Dinas kebudayaan DIY telah membuat kajian Perencanaan Teknis Fasad Bangunan pada kawasan Sumbu Filosofi yang menyasar 10 bangunan, kemudian dilanjutkan pada tahap berikutnya menyasar 30 bangunan niaga yang berada di penggal barat Jalan Malioboro hingga Jalan Marga Mulya. Dari 30 bangunan niaga hanya 12 bangunan niaga di Jalan Malioboro yang disajikan sebagai sampel objek pembahasan dalam kajian ini, sebagai jalan dengan jalur sirkulasi searah dari Utara bergerak ke selatan maka pengamatan objek juga dimulai dari arah Utara ke Selatan yaitu pertigaan jalan pasar kembang sampai dengan pertigaan jalan Dagen. Elemen yang digunakan sebagai indikator karakter fasad diantaranya adalah ornamen pada objek fasad bangunan, unsur warna, dan SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro bentuk atap bangunan yang akan dikomparasikan berdasarkan ciri-ciri langgam arsitektur indis ataupun arsitektur Cina. Tahapan yang dilakukan dalam metode penelitian ini terdiri dari tahap persiapan atau pendahuluan, tahap survei dan pengumpulan data, tahap pembahasan atau analisis, dan Pada tahap persiapan dilakukan pengumpulan data-data awal berupa dokumen cetak maupun dokumen secara digital dari berbagai sumber, baik formal maupun informal, dan literaturliteratur yang terkait dengan objek penelitian. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data lapangan atau survei, yaitu kegiatan pendokumentasian kondisi faktual fasad bangunan pada objek. Kemudian tahap hasil analisis data, dimana akan dilakukan sebuah komparasi data berdasarkan variabel penelitian yang telah disusun antara kondisi faktual fasad bangunan dengan arahan atau guideline langgam arsitektur yang ditinjau dari elemen fasad bangunan berdasarkan ciri-ciri arsitektur Indis dan Cina/Tionghoa. Arsitektur indis atau Indische adalah langgam arsitektur yang merupakan perpaduan atau akulturasi arsitektur eropa dengan arsitektur lokal karena penyesuaian dengan iklim di Indonesia, sehingga mempunyai ciri diantaranya adalah: . Elemen Atap: menggunakan bentuk atap gaya Eropa atau bentuk tradisional Indonesia seperti joglo, limasan, pelana, rumah kampung, dan ornamen fasad. menggunakan hiasan Gevel . pada tampak depan bangunan. Dormer (Jendela/Bukaan kecil pada ata. , geveltoppen . iasan puncak atap depa. yang dominan dengan warna putih. Kolom dan balok dengan ukuran besar dan tinggi, . Dominan mengunakan material besi tempa sebagai ornament lampu, pagar, penanda/signage. Berikut ilustrasi bangunan dengan langam Arsitektur Indis: Gambar 1. Ilustrasi Bangunan dengan Langgam Arsitektur Indis (A) dan Langgam Arsitektur Cina (B) Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Sedangkan Arsitektur Cina atau Tionghoa mempunyai ciri-ciri diantaranya adalah: . Elemen Atap: mempunyai bentuk yang khas berupa atap pelana melengkung dominan dengan warna emas/cerah. ornamen fasad: menggunakan motif geometris yang melambangkan flora atau fauna dalam mitologi Cina. Kolom dan balok tidak terekspos . dominan menggunakan material kayu dan batu-bata. Pada tahap hasil analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi atau pengkajian terhadap temuan pada objek yang kemudian dikomparasikan dengan ciri-ciri langgan Arsitektur indis maupun Cina sebagai variabelnya. Kesimpulan dari proses kajian kegiatan ini diharapkan menjadi arahan desain, kerangka acuan/pedoman, dan panduan teknis pelaksanaan untuk kegiatan pembangunan fasad bangunan di kawasan sumbu filosofi. IDENTIFIKASI LANGGAM ARSITEKTUR Malioboro adalah nama jalan bagian dari aksis imaginer yang menghubungkan Kraton Kasultanan Ngayogyokarta dengan Tugu Pal Putih, dan sebelum PD II menghubungkan bagian kota tradisional di Selatan dengan bagian yang lebih baru di Utara. Ada beberapa pendapat tentang asal SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani kata dan arti kata Malioboro, tetapi semuanya menunjuk kepada sepenggal jalan yang sama yaitu dari perempatan Pangurakan sampai depan Hotel garuda. Di sisi kiri dan kanan jalan dahulunya terdapat bangunan-bangunan dengan corak arsitektur tradisional Jawa. Belanda. Cina dan Indis yang sebagian kecil masih lestari, tetapi banyak yang sudah berubah dari bentuk awalnya dan menjadi sebuah bangunan baru. Sesuai dengan Keputusan Gubernur DIY No 186/KEP/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya. Jalan Malioboro merupakan bagian dari poros Garis Imajiner Yogyakarta yang harus dilestarikan langgam arsitekturnya diantaranya adalah fasad bangunan. Berikut adalah peta sebaran bangunan di sisi barat Jalan Malioboro Yogyakarta: Gambar 2. Objek Penelitian Langgam Arsitektur Fasad bangunan Sisi Barat Jalan Malioboro Yogyakarta (Kir. dan Persebaran dan Fungsi Bangunan (Kana. Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Fokus objek kajian pada tahap ini adalah sisi barat jalan Malioboro, karena sisi barat jalan Malioboro merupakan kawasan niaga atau pertokoan yang rapat sehingga membentuk citra visual sebagai koridor kawasan komersial yang kuat, didukung dengan fasilitas jalur pedestrian yang Terdapat 30 bangunan cagar budaya pada sumbu filosofi sisi Barat Jalan Malioboro yang teridentifikasi sebagai obyek amatan pada kegiatan, tetapi hanya 12 bangunan yang akan dianalisis dalam Kajian Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Sisi Barat Jalan Malioboro Yogyakarta ini, dan berikut adalah peta sebaran dan fungsi bangunan yang menjadi focus penelitian pada sisi Barat Jalan Malioboro. Dari jumlah 12 bangunan komersial yang ada pada peta sebaran dan fungsi bangunan, berikut ini adalah nama-nama bangunan yang menjadi fokus kajian pada sisi Barat Jalan Malioboro, yaitu: Chemists Druggists. Borobudur Batik. Suryadinata Exclusive Batik. Maruti Batik. Ciamis/MalioboroBatik/Oblong Khas Jogja. Circle K. Toko Sari & Toko Apeco. Batik Citra. Apotek Kimia Farma. Toko Sari Ilmu. Citra Leather craft, dan Toko Sepatu Modern. Chemists Druggists Bangunan ini memiliki Langgam Arsitektur Indis yang berupa bangunan 2 lantai. Bangunan ini memiliki fungsi perdagangan, sebelum menjadi apotek bangunan ini merupakan minimarket. Kondisi fasad bangunan tampak pada kondisi Gavel mengalami pengelupasan lapisan cat dan kropos. Selain itu jendela sudah rusak pada bagian kusen maupun daun jendela. Kondisi dinding kusam dan mengalami pengelupasan pada lapisan cat. Sedangkan kondisi kolom terdapat kerusakan di beberapa bagian. Pada pintu utama menggunakan foldinggate bekas toko sebelumnya. Beberapa rekomendasi pada bangunan tersebut diantaranya perbaikan pada Gavel yang rusak dengan treatmen khusus yaitu cat silicate . at khusus berbahan minera. dengan warna yang disesuaikan Pada bagian kusen, daun pintu dan jendela fasad dilakukan treatment anti rayap dan pelapisan dengan cat eksterior. Dimensi papan nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, supaya tidak menutupi fasad asli, dan ditambahkan penulisan dalam aksara jawa. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro Kolom yang mengalami kerusakan di beberapa bagian diplester ulang menggunakan material yang Dinding yang rusak retak atau kropos diperbaiki dengan diplester ulang menggunakan material sejenis. Gambar dibawah ini merupakan foto eksisting dan rekomendasi perbaikan Gambar 3. Kondisi faktual Chemists Druggists (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Borobudur Batik Bangunan bergaya arsitektur Indis dengan tiga lantai ini berfungsi sebagai rumah dan toko. Kondisi fasadnya menunjukkan berbagai permasalahan, mulai dari perubahan warna gavel akibat cuaca serta penambahan level di lantai tiga, hingga pintu dan jendela yang daunnya mengelupas dan kusennya keropos. Warna cat dinding pun tidak mencerminkan tema arsitektur Indis, sementara lapisan cat pada kolom terlihat mengelupas dan ditumbuhi jamur. Keberadaan tandon air dan spanduk besar turut mengganggu estetika fasad. Untuk mengatasi hal tersebut, perawatan khusus seperti pelapisan gavel dengan cat silicate berbahan mineral disesuaikan dengan warna aslinya dilakukan, serta pemindahan tandon agar tampilan fasad lebih optimal. Daun pintu dan jendela mendapatkan treatment anti rayap serta pengecatan ulang menggunakan cat eksterior. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang telah ditetapkan, sedangkan spanduk dihilangkan agar tidak menutupi fasad asli. Kolom yang rusak diplester ulang dengan material sejenis, dan dinding dicat ulang agar senada dengan tema arsitektur Indis. Gambar 4. Kondisi faktual Borobudur Batik (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Bangunan ini masih menampakkan karakter arsitektur Indis yang kuat sehingga layak untuk Penanganan fasad difokuskan pada revitalisasi elemen-elemen utama seperti gravel, pintu dan jendela, dinding, kolom, balok, serta warna fasad. Penataan desain signage atau papan nama toko diperlukan demi menjaga estetika, di samping dibutuhkannya arahan dan aturan terkait komposisi warna serta penggunaan material yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani Suryadinata Exclusive Batik Bangunan bergaya arsitektur Indis satu lantai ini berfungsi sebagai rumah dan toko. Atap bangunan berupa atap pelana, namun tertutup oleh material alucopan yang digunakan sebagai secondary skin dan display nama toko. Secondary skin tersebut memiliki ukuran yang terlalu besar sehingga menutupi fasad asli dan menghilangkan estetika bangunan. Struktur kolom bangunan sendiri dalam kondisi baik dan kokoh. Material folding gate digunakan sebagai pintu masuk utama Sebagai bagian dari revitalisasi, atap pelana asli yang mencerminkan ciri khas arsitektur Indis akan diekspos kembali, dan secondary skin yang menutupi fasad dihilangkan. Ornamen pada gavel akan ditambahkan untuk memperkuat identitas langgam arsitektur Indis. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang telah ditetapkan agar tidak menutupi fasad asli, serta dilengkapi dengan penulisan dalam aksara Jawa untuk mendukung karakter lokal. Gambar 4. Kondisi faktual Suryadinata Exclusive Batik (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Walaupun ciri-ciri bangunan Indis saat ini kurang kuat akibat renovasi sebelumnya, dokumen literatur menunjukkan bahwa bangunan tersebut sebelumnya menggunakan langgam arsitektur Indis. Karena itu, upaya revitalisasi dilakukan agar kembali mencerminkan gaya arsitektur tersebut. Penataan desain signage atau papan nama toko sangat dibutuhkan untuk menjaga estetika fasad, bersama dengan arahan atau aturan terkait penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan Maruti Batik Bangunan bergaya arsitektur Cina dengan dua lantai ini difungsikan sebagai rumah dan toko. Saat ini, kondisi fasadnya menghadapi berbagai persoalan. Atap bangunan menggunakan material asbes yang sudah rapuh dan melentur, ditambah dengan lisplank besar yang menutupi fasad sehingga mengurangi nilai estetika. Pagar depan digunakan sebagai media display papan nama toko yang berukuran besar, yang semakin memperburuk tampilan fasad. Kolom dan balok mengalami pengelupasan serta pertumbuhan jamur, dan kusen pintu serta jendela turut mengalami pengeroposan serta pengelupasan. Untuk memperbaiki dan menghidupkan kembali karakter aslinya, struktur atap akan direnovasi menggunakan genteng, dan ditambahkan ornamen khas arsitektur Cina pada bagian atap dan bubungan. Pagar balkon lantai dua akan disesuaikan dengan gaya arsitektur Cina dan papan nama yang menempel di pagar akan dihilangkan. Kolom dan balok yang rusak akan dikupas dan difinishing ulang menggunakan material sejenis serta cat eksterior tahan air. Daun pintu dan jendela juga akan mendapat perlakuan anti rayap dan pelapisan dengan cat eksterior. Dimensi nama toko akan disesuaikan dengan rasio yang telah ditetapkan agar tidak menutupi fasad asli, serta dilengkapi aksara Jawa untuk menambah identitas lokal. Selain itu, ditambahkan kanopi berlanggam arsitektur Cina sebagai elemen pendukung. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro Gambar 5. Kondisi faktual Maruti Batik (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Ciri-ciri arsitektur Cina memang sudah kurang kuat akibat berbagai renovasi terdahulu, namun berdasarkan dokumen literatur dan sisa-sisa elemen bangunan, teridentifikasi bahwa bangunan ini dulunya mengusung langgam arsitektur Cina. Maka dari itu, revitalisasi dilakukan agar karakter tersebut dapat kembali tampil. Penataan desain signage atau papan nama toko sangat dibutuhkan untuk menjaga estetika fasad, serta diperlukan pula arahan atau aturan terkait penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. Ciamis/MalioboroBatik/Oblong Khas Jogja Bangunan bergaya arsitektur Cina satu lantai ini difungsikan sebagai toko. Atap aslinya merupakan atap pelana dengan penutup genteng yang mencerminkan gaya arsitektur Cina. Namun, fasad bangunan tertutupi oleh dinding secondary yang berfungsi sebagai papan nama toko, sehingga mengurangi nilai estetika. Kondisi dinding terlihat kusam dan mengalami pengelupasan lapisan cat. Kolom bangunan juga mengalami pengelupasan dan pengeroposan, sementara pintu utama menggunakan folding gate. Gambar 6. Kondisi faktual Ciamis/MalioboroBatik/Oblong Khas Jogja (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Sebagai bentuk revitalisasi, struktur atap dipertahankan dan diberikan ornamen khas arsitektur Cina pada bagian bubungan dan kanopi. Dinding yang rusakAibaik retak maupun kroposAi akan diperbaiki dengan plesteran ulang menggunakan material yang sejenis. Kolom yang mengalami kerusakan di beberapa bagian turut diplester ulang dengan bahan yang sesuai. Dimensi nama toko akan disesuaikan dengan rasio yang telah ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, dan akan diletakkan pada dinding secondary yang difinishing ulang menggunakan material sejenis, serta ditambahkan penulisan dalam aksara Jawa sebagai penguat identitas lokal. Karena bangunan ini masih menampakkan ciri visual arsitektur Cina, gaya tersebut tetap dipertahankan dan direvitalisasi. Untuk mendukung tampilannya, diperlukan arahan desain signage atau papan nama toko agar selaras dan memperkuat estetika fasad. Selain itu, penting disusun aturan atau pedoman mengenai komposisi warna dan material bangunan agar sesuai dengan langgam arsitekturnya. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani Circle K. Malioboro Bangunan Circle K. Malioboro memiliki langgam arsitektur Indis dengan dua lantai dan berfungsi sebagai rumah serta toko. Kondisi fasad bangunan saat ini menunjukkan atap asli yang menggunakan atap pelana dan penutup atap genteng, dinding fasad yang mengalami pengelupasan dan warna yang pudar, jendela yang retak dan warna yang pudar, serta kolom dan balok yang mengalami pengelupasan lapisan cat dan warna yang pudar. Atap tetap menggunakan atap pelana dengan menambahkan ornamen langgam arsitektur Indis berupa gavel. Penambahan jendela dilakukan dengan langgam arsitektur Indis yang telah mendapatkan perlakuan anti rayap dan pelapisan dengan cat eksterior. Kolom dan balok yang mengalami kerusakan di beberapa bagian diplester ulang menggunakan material yang sejenis. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan dan tidak menutupi fasad asli. Gambar 7. Kondisi faktual Circle K. Malioboro (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Bangunan masih menampakkan ciri-ciri menggunakan langgam arsitektur Indis, sehingga dipertahankan dan direvitalisasi. Penanganan fasad dilakukan dengan merevitalisasi elemen fasad, yaitu ornamen gravel, pintu dan jendela, dinding, kolom, balok, serta warna fasad. Penataan desain signage atau papan nama toko juga dilakukan untuk estetika fasad. Selain itu, dibutuhkan aturan atau arahan terkait penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. Toko Sari & Toko Apeco Bangunan Toko Sari dan Toko Apeco merupakan bangunan dua lantai dengan langgam arsitektur Cina yang berfungsi sebagai rumah dan toko. Atap asli bangunan berbentuk pelana tertutupi oleh secondary fasad dengan material alucopan, sementara secondary skin difungsikan sebagai area display papan nama toko yang ukurannya terlalu besar sehingga menutupi fasad Kondisi dinding terlihat kusam dan mengalami pengelupasan pada lapisan cat, sementara kolom mengalami kerusakan di beberapa bagian seperti retak atau keropos, dan pintu utama menggunakan folding gate. Struktur atap tetap menggunakan bentuk pelana dengan ornamen khas langgam arsitektur Cina. Perbaikan dilakukan pada dinding yang rusak, baik yang retak maupun kropos, melalui plesteran ulang menggunakan material sejenis, begitu pula pada kolom yang mengalami kerusakan di beberapa bagian. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, dan dilengkapi dengan penulisan nama toko dalam aksara Jawa. Sebagai tambahan, dibangun atap kanopi dengan langgam arsitektur Cina. Bangunan ini masih menampakkan ciri-ciri visual yang jelas dari langgam arsitektur Cina, sehingga dipertahankan dan Untuk mendukung estetika fasad, dibutuhkan arahan desain pada signage atau papan nama toko yang selaras, serta aturan atau pedoman mengenai penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro Gambar 8. Kondisi faktual Toko Sari & Toko Apeco (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Batik Citra Bangunan Batik Citra merupakan bangunan dua lantai dengan langgam arsitektur Cina yang berfungsi sebagai rumah dan toko. Kondisi atap aslinya berbentuk pelana, namun tertutupi oleh secondary fasad dengan material alucopan. Secondary skin ini difungsikan sebagai area display papan nama toko yang ukurannya terlalu besar sehingga menutupi fasad bangunan. Dinding tampak kusam dan mengalami pengelupasan pada lapisan cat, sementara kolom menunjukkan kerusakan di beberapa bagian seperti retak atau kropos. Pintu utama menggunakan folding gate. Struktur atap tetap mempertahankan bentuk pelana yang dilengkapi dengan ornamen khas langgam arsitektur Cina. Dinding yang rusak, baik yang retak maupun kropos, akan diperbaiki dengan plesteran ulang menggunakan material sejenis, begitu pula dengan kolom yang mengalami kerusakan. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, serta dilengkapi dengan penulisan nama toko dalam aksara Jawa. Sebagai tambahan, akan dibangun atap kanopi bergaya arsitektur Cina. Bangunan ini masih menampakkan ciri visual langgam arsitektur Cina, sehingga gaya tersebut dipertahankan dan direvitalisasi. Untuk menunjang estetika fasad, dibutuhkan arahan desain pada signage atau papan nama toko yang selaras, serta aturan atau arahan mengenai komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam Gambar 9. Kondisi faktual Batik Citra (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Apotek Kimia Farma Bangunan Apotek Kimia Farma merupakan bangunan dua lantai yang memadukan fungsi sebagai rumah dan toko, dengan karakter kuat dari langgam arsitektur Indis. Ciri khas atap Limasan pada struktur bangunan masih terjaga sebagai elemen asli, mempertegas identitas arsitekturalnya. Beberapa bagian bangunan seperti jendela dan kolom menunjukkan gejala kerusakan ringanAi jendela tampak kusam dan rusak, serta kolom mengalami retakan di beberapa titik. Pintu utama menggunakan pintu kaca yang umum digunakan pada bangunan komersial modern. Meskipun terdapat beberapa kerusakan minor, kondisi keseluruhan bangunan masih baik dan mendekati bentuk aslinya. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani Gambar 10. Kondisi faktual Apotek Kimia Farma (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Rekomendasi perbaikan meliputi restorasi pada jendela dan kusen yang rusak, pengecatan ulang pada dinding kusam menggunakan warna sejenis, serta perbaikan ringan pada kolom dan dinding yang retak. Upaya revitalisasi juga mencakup pengembalian warna fasad sesuai arahan desain, guna mempertahankan keselarasan visual dengan langgam arsitektur Indis. Dibutuhkan arahan teknis dalam penentuan komposisi warna dan material agar tetap selaras dengan gaya arsitektur, serta desain signage atau papan nama toko yang serasi, tidak mengganggu estetika fasad yang khas dan bersejarah. Toko Sari Ilmu Bangunan Toko Sari Ilmu merupakan bangunan satu lantai yang menggunakan langgam arsitektur Indis dan difungsikan sebagai rumah dan toko. Atap asli bangunan berbentuk limasan, namun saat ini fasadnya tertutupi oleh vertical garden dan spanduk yang menghilangkan identitas visual asli bangunan. Kolom dan balok mengalami pengelupasan dan berjamur sehingga mengganggu estetika dan kekuatan struktur. Sebagai bentuk revitalisasi, gravel akan ditambahkan pada fasad dengan ornamen khas arsitektur Indis. Vertical garden dan spanduk yang menutup fasad akan dihilangkan agar tampilan fasad kembali terbuka. Finishing dan pengecatan ulang fasad dilakukan dengan cat warna yang mencirikan arsitektur Indis untuk menguatkan karakter bangunan. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio yang ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, serta ditambahkan penulisan nama toko dalam aksara Jawa untuk memperkuat identitas lokal. Gambar 11. Kondisi faktual Toko Sari Ilmu (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Walaupun ciri-ciri arsitektur Indis kurang kuat akibat renovasi sebelumnya, dari dokumen literatur diketahui bahwa bangunan tersebut sebelumnya menggunakan langgam arsitektur Indis, sehingga harus direvitalisasi ke gaya tersebut. Dibutuhkan penataan desain signage atau papan nama toko yang selaras untuk menjaga estetika fasad, serta arahan dan aturan mengenai komposisi warna dan penggunaan material bangunan sesuai dengan langgam arsitekturnya. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro Citra Leather craft Bangunan Citra Leather Craft merupakan struktur dua lantai bergaya arsitektur Cina yang difungsikan sebagai rumah dan toko. Atap asli bangunan menggunakan bentuk pelana, ditambahkan ornamen khas arsitektur Cina untuk mempertahankan identitasnya. Balkon di lantai dua menjadi titik perhatian karena penggunaan papan nama yang menutupi fasad dan mengganggu estetika, sementara pagar batu bata pada balkon tampak mengelupas dan warnanya telah pudar. Kolom dan balok bangunan memperlihatkan tanda-tanda kerusakan seperti pengelupasan dan jamur, sehingga perlu diplester ulang dengan material sejenis agar tampilan dan kekuatannya pulih. Kusen, daun pintu, dan jendela pada fasad menjalani perawatan anti rayap serta pelapisan cat eksterior untuk menjaga keawetan dan estetika. Gambar 12. Kondisi faktual Citra Leather craft (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, dan ditambahkan penulisan nama toko dalam aksara Jawa. Bangunan masih menampakkan ciri-ciri menggunakan langgam Arsitektur Cina secara visual, sehingga dipertahankan dan direvitalisasi. Dibutuhkan arahan desain pada signage/papan nama toko yang selaras, untuk menampilkan estetika fasad. Dibutuhkan juga aturan atau arahan terkait penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. Toko Sepatu Modern Toko Sepatu Modern memiliki langgam arsitektur Cina dan terdiri dari dua lantai dengan fungsi sebagai rumah dan toko. Kondisi atap asli adalah atap pelana, yang kemudian dikombinasikan dengan ornamen langgam arsitektur Cina sebagai struktur atap. Secondary skin difungsikan sebagai area display papan nama toko, namun ukurannya terlalu besar sehingga menutupi fasad bangunan. Kondisi kolom mengalami kerusakan di beberapa bagian seperti retak atau keropos, dan kolom serta balok yang rusak diplester ulang menggunakan material yang sejenis. Pintu utama menggunakan folding gate. Pada kusen, daun pintu, dan jendela fasad dilakukan treatment anti rayap dan pelapisan dengan cat eksterior. Dimensi nama toko disesuaikan dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, tidak menutupi fasad asli, serta ditambahkan penulisan nama toko dalam aksara Jawa. Ditambahkan pula atap kanopi dengan langgam arsitektur Cina. SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Dwi Ely Wardani Gambar 13. Kondisi faktual Citra Leather craft (Kir. dan arahan desain . Sumber: Analisa Data Penulis, 2025 Bangunan masih menampakkan ciri-ciri menggunakan langgam Arsitektur Cina secara visual, sehingga dipertahankan dan direvitalisasi. Dibutuhkan arahan desain pada signage atau papan nama toko yang selaras untuk menampilkan estetika fasad, serta aturan atau arahan terkait penggunaan komposisi warna dan material bangunan yang sesuai dengan langgam arsitekturnya. Karakter dan Rekomendasi Desain pada Koridor Jalan Malioboro Beberapa poin hasil dari analisis kajian terhadap 12 bangunan yang menjadi sampel bagian dari Arsitektur Fasad Bangunan Sisi Barat Jalan Malioboro Yogyakarta adalah: Langgam arsitektur Cina lebih dominan, dari sampel tersebut didapatkan 6 bangunan menggunakan langgam Arsitektur Indis, dan 6 bangunan menggunakan langgam Arsitektur Cina yang berfungsi sebagai Rumah dan toko. 6 sampel bangunan dengan langgam bangunan Cina tersebut terdiri dari. 1 spot toko terdiri dari 3 deret bangunan 1 spot toko terdiri dari 2 deret bangunan, dan 4 toko single. Struktur atap bangunan baik yang mempunyai ciri langgam arsitektur Indis dan langgam arsitektur cina keduanya sama-sama menggunakan struktur atap pelana ataupun atap limasan, sehingga arahan desain untuk atap dibangun ulang dan ditambahkan ornamen baik langgam arsitektur Indis ataupun arsitektur Cina sesuai dengan langgam bangunan sebelumnya. Kolom dan balok yang mengalami kerusakan minor ataupun mayor di beberapa bagian, membutuhkan penanganan perbaikan dengan menggunakan material yang sejenis atau serupa. Pada kusen, daun pintu dan jendela fasad harus dilakukan treatment anti rayap dan pelapisan dengan cat eksterior Desain papan nama toko harus disesuaikan dimensinya dengan aturan rasio dimensi yang ditetapkan, tidak menutupi/mengganggu fasad asli bangunan, dan juga ditambahkan penulisan nama toko dalam aksara jawa. Bangunan dengan langgam arsitektur cina ditambahkan kanopi yang desainnya disesuaikan dengan langgam arsitekturnya KESIMPULAN Sehingga hal tersebut akan memperkuat keberadaan sumbu filosofi sekaligus mempertahankan citra kawasan sumbu filosi terutama dari elemen Arsitektur fasad bangunannya dan selaras dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 40 Tahun 2014 tentang Panduan Arsitektur Bernuansa Budaya Daerah yang menyebutkan tentang Pola Arsitektur Lestari dengan gaya arsitektur Indis dan Cina. Dari penyusunan kajian ini diharapkan terwujud rekomendasi berupa arahan desain yang memberikan dampak manfaat bagi semua unsur stakeholder, baik dari aspek ekonomi, sosial, ilmu dan budaya melalui realisasi kegiatan pembangunan fasad bangunan di kawasan sumbu filosofi. Adanya kajian Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Sisi Barat Jalan SARGA - VOLUME 19. NO. JULY 2025 Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Jalan Malioboro Malioboro Yogyakarta menjadi bagian studi karya ilmiah dan jembatan penghubung terhadap kajiankajian berikutnya yang akan memperkuat eksistensi sumbu filosofi Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA