Oxygenius Vol. No. 2: 50-55 ISSN 2686-4649 37033/ojce. Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Laju Reaksi Di SMA Katolik Karitas Tomohon Elsi Pasere*a. Sonny Lumingkewasa. Desire A. Rumondorb a Pendidikan Kimia. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95168. Indonesia b Kimia. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95168. Indonesia INFO ARTIKEL Diterima Disetujui Key word: Flipped Classroom Learning Outomes Laju Reaski Kata kunci: Flipped Classroom Hasil Belajar Laju Reaksi ABSTRACT This study was conducted to determine the effect of the flipped classroom learning model on student learning outcomes in the reaction rate material at Karitas Catholic High School. Tomohon. This study used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects consisted of two classes. namely the experimental class which was given treatment using the flipped classroom learning model and the control class which used the direct learning model. The instrument used was a multiple-choice test in the form of a pretest and posttest of 20 The results showed that the average value of the experimental class was 29 which was higher than the control class with an average of 69. 58 which was continued with a t-test assisted by the SPSS 27 application, obtained a significant level value of 0. 002 < . In addition, the N-Gain test showed that the average increase in learning outcomes in the experimental class reached 78. 14% and was included in the high category. Therefore, this study shows a significant influence and improvement on student learning outcomes by using the flipped classroom learning model on reaction rate material at Karitas Catholic High School. Tomohon, compared to direct learning methods. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas. yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda berupa pretest dan posttest sebanyak 20 soal. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 77,29 yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol dengan rata-rata sebesar 69,58 yang dilanjutkan dengan uji-t berbantuan aplikasi SPSS 27, didapatkan nilai *e-mail: pasereelsi@gmail. *Telp: 085397506270 taraf signifikan 0,002 < . Selain itu, uji N-Gain menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen menapai 78,14% dan termasuk dalam kategori tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dan peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan penggunakan model pembelajaran flipped classroom pada materi laju reaksi di SMA Katolik Karitas Tomohon dibandingkan dengan metode pembelajaran langsung. Pendahuluan Kimia merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mempelajari tentang sifat, struktur, komposisi materi, serta perubahan energi. Pelajaran kimia juga mengandung konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Salah satu materi kimia yang sering kali dianggap kompleks oleh siswa adalah materi laju reaksi, sehingga memerlukan pemahaman yang mendalam. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran kimia di SMA Katolik Karitas Tomohon, diketahui bahwa siswa masih kesulitan dalam memahami materi. Kesulitan tersebut dapat dilihat nilai tugas harian maupun kuis siswa yang belum memenuhi standar keberhasilan belajar, yaitu sebesar 65%. Kesulitan disebabkan oleh karakteristik materi yang cenderung abstrak dan menuntut pemahaman yang kompleks. Salah satu pendekatan yang masih umum digunakan dalam kegiatan pembelajaran . irect instructio. , yaitu metode pembelajaran tradisional dimana guru sebagai pusat utama Dalam pendekatan ini, siswa cenderung lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dan mencatat, tanpa keterlibatan aktif siswa dalam proses Pendekatan ini seringkali kurang efektif, khususnya dalam menjelaskan konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak seperti materi laju reaksi. Salah satu model yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran flipped classroom. Flipped pembelajaran inovatif yang membalik alur Model memanfaatkan media pembelajaran secara online ataupun offline, untuk siswa mempelajari konsep dasar diluar kelas. Dengan demikian, waktu tatap muka di kelas dapat difokuskan pada diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah terkait materi laju Dengan penerapan flipped classroom, diharapkan agar siswa dapat lebih aktif dalam memahami suatu konsep laju reaksi. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah penerapan model meningkatkan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok yang tidak dipilih secara acak, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Kedua kelas diberikan pretest dan posttest untuk mengukur hasil Desain penelitian disajikan pada tabel 1 Tabel 1. Desain penelitian PrePostKelompok Perlakuan Eksperimen Kontrol Penelitian ini dilaksanakan di SMA Katolik Karitas Tomohon. Kecamatan Tomohon Timur. Kota Tomohon. Sulawesi Utara. Penelitian berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, yaitu pada bulan AprilAeMei 2025. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan teknik purposive sampling. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA dan sampel kelas XI IPA-A sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-B sebagai kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 24 Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda sebanyak 20 soal. Tes yang digunakan berupa pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Uji validitas dilakukan dengan rumus Pearson Product Moment, menggunakan rumus CronbachAos Alpha. Kriteria validitas dan reliabilitas ditentukan berdasarkan nilai r dan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Teknik analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat analisis meliputi nilai rata-rata . , uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis yang menggunakan uji-t. Uji hipotesis dilakukan unuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi laju reaksi sebelum dan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model flipped classroom pada kelas eksperimen dan model pembelajaran langsung pada kelas kontrol. Pengujian tersebut dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 27. Selain menggunakan uji-t, analisis data dilengkapi dengan uji N-Gain untuk mengetahui besarnya penigkatan hasil belajar siswa. Pretest Posttest Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji terhadap 40 soal pilihan ganda . retest dan posttes. menggunakan bantuan SPSS 27. Uji validitas melibatkan 30 siswa kelas XII IPA dengan tingkat signifikansi 5% . tabel = 0,. Hasil analisis menunjukkan bahwa 15 soal valid . > rtabe. , sedangkan 5 soal tidak valid. Soal yang tidak valid telah direvisi sebelum digunakan dalam pelaksanaan pretest dan Uji Reliabilitas Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan rumus CronbachAos Alpha menggunakan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan nilai reliabilitas pretest sebesar 0,611 dan posttest sebesar 0,703. Kedua nilai tersebut berada di atas batas minimal, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. 34,58 7,211 51,933 Mean Standar Deviasi Varians 77,29 8,844 78,216 Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai minimum untuk pretest adalah 20 dan posttest sebesar 55. Nilai maksimum pretest adalah 50 dan nilai maksimum posttest adalah Selanjutnya, pada kelas kontrol diperoleh rata-rata pretest sebesar 33,54 dan posttest sebesar 69,58. Standar deviasi . impangan bak. untuk pretest yaitu 8,272 sedangkan untuk posttest yaitu 7,649. Varian yang diperoleh untuk masing-masing hasil tes adalah 68,433 dan 58,514. Tabel 3. Deskripsi Data Hasil Penelitian Pada Kelas Eksperimen Pretest Deskripsi Data Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas control dengan masingmasing Pengmabilan data melalui pretest dan posttest. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai minimum pretest adalah sebesar 20 dan posttest Nilai maksimum pretest adalah 45 dan nilai maksimum posttest adalah 90. Selanjutnya, pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata pretest sebesar 34,58 dan posttest sebesar 77,29. Standar deviasi . impangan bak. untuk pretest yaitu 7,211 sedangkan untuk posttest yaitu 8,844. Varian yang diperoleh untuk masing-masing hasil tes adalah 51,993 dan 78,216. Posttest Jumlah Sampel Nilai Minimum Nilai Maksimum Mean Standar Deviasi Varians Jumlah Sampel Nilai Minimum Nilai Maksimum 33,54 8,272 68,433 Mean Standar Deviasi Varians 69,58 7,649 58,514 Hasil Uji Pra-Syarat Analisis Uji Normalitas Uji mengetahui data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan menggunakan analisis Shapiro-Wilk dengan bantuan aplikasi SPSS 27 pada taraf signifikansi 0,5. Pada uji normalitas hasil belajar siswa, jika nilai signifikansi yang diperoleh >0,05 maka data berdistribusi normal, tetapi jika nilai signifikansi yang diperoleh <0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas disajikan pada tabel 3 berikut. Tabel 2. Deskripsi Data Hasil Penelitian Pada Kelas Eksperimen Jumlah Sampel Nilai Minimum Nilai Maksimum Mean Standar Deviasi Varians Jumlah Sampel Nilai Minimum Nilai Maksimum Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Statistic Sig. PreKontrol PreEks PostKontrol PostEks terhadap hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan kelas pembelajaran langsung. Pada uji hipotesis tersebut, jika nilai signifikansi >0,05 maka Ho diterim, tetapi jika nilai signifikansi yang diperoleh <0,05 maka Ho Dalam penelitian ini diproleh nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kedu kelompok. Uji N-Gain Dalam penelitian ini dilakukan juga uji N-Gain untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan menggunakan SPPS 27 diproleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 78,14% dan 63,86% pada kelas kontrol. Berdasarkan data pada tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pretest dan posttest diperoleh nilai signifansi >0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji mengetahui apakah data pretest dan posttest dari kedua kelas memiliki varians yang sama dengan menggunakan aplikasi SPSS 27 pada taraf signifikansi >0,05. Pada uji homoenitas hasil belajar siswa, jika nilai signifikansi >0,05, maka data dikatakan homogen atau memiliki varians yang Sebaliknya jika nilai signifikansi <0,05, maka data dianggap tidak homogen. Hasil uji homogenitas disajikan pada tabel 4 berikut: Pembahasan Penelitian ini membahas pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Proses pembelajaran dilakukan selama dua kali pertemuan di kelas untuk kelas eksperimen dan tiga kali pertemuan untuk kelas kontrol. Sebelum pertemuan di kelas, guru memberikan bahan ajar untuk dipelajari oleh siswa. Pada awal pertemuan pertama, siswa terlebih dahulu kemampuan awal siswa terhadap materi laju Selanjutnya, pada akhir pertemuan kedua untuk kelas eksperimen dan akhir petemuan ketiga untuk kelas kontrol, siswa diberikan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah dilakukan proses Pada awal pengujian data dilakukan dengan uji prasyarat. Uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi pada kelas eksperimen sebesar 0,084 untuk pretest dan 0,098 untuk posttest. Sedangkan untuk kelas kontrol nilai signifiknsi pretest sebesar 0,300 dan 0,151 untuk posttest. Berdasarkan kriteria pemgambilan keputusan jika nilai signifikansi yang diperoleh >0,05 maka data dikatakan berdisitribusi normal. Selanjutnya, dilakukan uji parametrik karena data yang diperoleh telah memenuhi Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Levene Statistic Sig. Berdasarkan data pada tabel 4, diperoleh bahwa nilai signifikansi yaitu 0,387>0,05 dan 0,389>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data memiliki varian yang homogen. Selanjutnya, karena data bersitribusi nomal maka dapat melakukan uji t. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa sebelum dan sesudah. Uji hipotesis . ndependent sample t-tes. dengan bantuan aplikasi SPSS 27. Pengujian Hipotesis H0: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan kelas H1: Terdapat perbedaan yang signifikan syarat. Dalam penelitian ini uji parametrik yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,002<0,05, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif Ho diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas Analisis lebih lanjut dilakukan dengan menghitung skor N-Gain untuk melihat peningkatan hasil belajar. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata peningkatan sebesar 78,14% . ategori tingg. , sedangkan kelas kontrol sebesar 63,86% . ategori sedan. Hasil ini mendukung hasil uji t sebelumnya dan menunjukkan bahwa model flipped classroom lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran langsung. Penelitian Khumairah . menunjukkan hasil belajar siswa yang meningkat dengan menggunakan model pembelajaran flipped classroom. dan Arya dkk. , yang menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa. Flipped classroom adalah kegiatan proses pembelajaran yang dari yang dulunya di kelas sekarang dibalik di rumah. Siswa diberi bahan ajar terlebih dahulu untuk dipelajari di rumah sebelum masuk kelas dan kegiatan di kelas yaitu penguatan materi yang belum dipahami dan mengerjakan latihan-latihan soal. Model flipped classroom dirancang untuk pembelajaran mandiri diluar kelas dan aktivitas pada saat pertemuan tatap muka. Penyajian materi melalui video atau bahan ajar yang telah kesempatan bagi siswa untuk memahami konsep dasar. Model pembelajaran flipped classroom memiliki keterkaitan dengan teori konstruktivisme Vygotsky, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan bantuan belajar . pemahaman siswa. , serta teori kognitivisme Piaget, yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Dalam pelaksaan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar, walaupun pengaruh tersebut tidak dapat lupu dari faktor-faktor lain yang turut berperan, lingkungan belajar. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data posttest menggunakan uji independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,. , yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, uji N-Gain menunjukkan bahwa ratarata peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen menapai 78,14% dan termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran flipped signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Daftar Pustaka