Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. EDUCATION ABOUT MEDICINE AND UTILIZATION OF CARROT (Daucus carota L. ) AGRICULTURAL RESIDUALS AS SKIN MOISTURIZING SOAP IN RUMAH BERASTAGI VILLAGE. KARO DISTRICT EDUKASI TENTANG OBAT DAN PEMANFAATAN SISA HASIL PERTANIAN BUAH WORTEL (Daucus carota L. ) SEBAGAI SABUN PELEMBAP KULIT DI DESA RUMAH BERASTAGI KABUPATEN KARO Sumaiyah1*. Singgar Ni Rudang2. Ismanelly Hanum3 . Ade Sri Rohani4. Arfah Nurhaz Siregar5. Dwi Putri Yolanda Barus6. Tessa Sormin7. Maria Nadaresta8 1,2,3,4,5,6,7,8 Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Medan. Indonesia E-mail Author: 1sumaiyah@usu. id, 2singgar. rundang@usu. id, 3isma_nelly@usu. adesrirohani@usu. Submitted: 24/09/2024 Reviewed: 23/12/2025 Accepted: 09/03/2025 ABSTRACT The community service activity aimed to increase the community's knowledge about medicines and provide a workshop on making solid soap using carrots as an innovation for moisturizing soap, thereby increasing the income of the villagers in Rumah Berastagi. Karo Regency. North Sumatra. The method used in this community service was counseling and product training using the modified CommunityBased Interactive Approach (CBIA) method, where participants, who were representatives of the community, were actively involved throughout the activity. This activity was evaluated through the results of pre-test and post-test questionnaires and was analyzed descriptively both qualitatively and The analysis of the pre-test and post-test results showed that there was an increase in the community's knowledge and skills. This was evidenced by the data, with participants' scores increasing from 72. 66 before the service activity to 88. 33 afterward. The education and workshop provided successfully enhanced the community's knowledge about medicines, the benefits of carrot content, marketing and business planning, as well as their skills in making solid soap. Keywords: Medicine. Daucus carota. Solid soap. Marketing. Moisturizer ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat dan memberikan workshop pembuatan sabun padat terkait pemanfaatan buah wortel sebagai inovasi sabun pelembap sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Rumah Berastagi Kabupaten Karo. Sumatera Utara. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk metode modifikasi Community Based Interactive Approach (CBIA) dimana peserta yang merupakan perwakilan masyarakat secara aktif terlibat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini dievaluasi melalui hasil kuesioner pre-test dan post-test dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis pre-test dan post-test diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan data yaitu skor peserta sebelum pengabdian sebesar 72,66 dan setelah pengabdian sebesar 88,33. * Sumaiyah, dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi dan workshop yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat, manfaat kandungan buah wortel dan marketing dan business plan, serta keterampilan pembuatan sabun Kata Kunci: Obat. Daucus carota. Sabun padat. Pemasaran. Pelembap PENDAHULUAN Penggunaan obat yang bijak dan terarah sangatlah penting dalam mencapai hasil pengobatan yang optimal, khususnya dalam konteks pengobatan mandiri. Pengobatan mandiri, atau yang dikenal juga sebagai swamedikasi, adalah praktik penggunaan obat tanpa anjuran dokter, di mana individu berupaya mengatasi keluhan kesehatannya sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Praktik pengobatan mandiri telah menjadi hal yang umum di kalangan masyarakat untuk menangani berbagai masalah kesehatan ringan, seperti demam, nyeri, sakit kepala, batuk, flu, gangguan pencernaan ringan, infeksi cacing, diare, dan masalah kulit. Namun, sering kali masyarakat melakukan kesalahan dalam hal pengadaan, penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat dengan benar. Kesalahan-kesalahan ini dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap efektivitas pengobatan, seperti obat yang tidak berfungsi secara optimal, penggunaan obat yang tidak tepat, penyimpanan yang tidak sesuai, serta pembuangan obat yang tidak benar. Tentu saja, kesalahan-kesalahan ini dapat merugikan masyarakat saat menggunakan obat (Octavia et al. , 2. Desa Rumah Berastagi, yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo secara umum penduduknya memiliki kegiatan di sektor pertanian dan Potensi hasil bumi di Desa Rumah Berastagi sangatlah besar, dengan salah satu komoditas utamanya adalah wortel. Namun, muncul permasalahan terkait hasil panen wortel, di mana tidak semua wortel memenuhi standar jual, sehingga banyak yang terbuang dan tidak dimanfaatkan oleh petani. Limbah panen ini, pada umumnya, dibiarkan membusuk di ladang hingga pengolahan lahan berikutnya. Masyarakat Desa Rumah Berastagi. Kabupaten Karo, belum memiliki pengetahuan tentang cara mengolah limbah wortel tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim pengabdian, sisa hasil panen wortel ini ternyata masih dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan sabun mandi yang memiliki manfaat sebagai pelembab kulit (Furqan et al. , 2. Wortel (Daucus carota L. ) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisi yang tinggi. Wortel memiliki beragam kegunaan, antara lain sebagai bahan pangan, bahan obat, dan bahan kosmetik. Wortel (Daucus carota L. ) kaya akan vitamin A. C, dan K, serta mengandung betakaroten. Betakaroten yang terdapat dalam umbi wortel memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan kulit, melembutkan tekstur kulit, dan mencegah timbulnya kerutan pada wajah, sehingga memberikan kesan wajah yang lebih Selain itu, wortel (Daucus carota L. ) juga mudah didapat dan memiliki nilai harga yang dapat dijangkau oleh setiap kalangan masyarakat (Dewi & Wirahmi, 2. Masalah kulit kering sering kali dialami oleh banyak orang, terutama mereka yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Bagi sebagian individu, kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan memicu penyakit seperti dermatitis atopik, yaitu peradangan pada kulit. Ada berbagai faktor pemicu kulit kering, termasuk iklim, faktor genetik, dan lingkungan. Perawatan kulit yang tepat diperlukan untuk mencegah kulit menjadi kering, kasar, dan kusam. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah kulit kering adalah dengan memanfaatkan produk pelembab yang dirancang khusus untuk memberikan hidrasi dan mempertahankan kelembapan kulit secara maksimal (Butar-butar et al. , 2. Sabun merupakan salah satu bentuk produk farmasi yang dapat digunakan untuk Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat menjaga kesehatan kulit. Sabun batangan dihasilkan melalui reaksi antara minyak atau lemak dengan NaOH. Sabun mandi batangan dipilih karena merupakan produk kosmetik yang umum digunakan masyarakat setiap hari untuk membersihkan kulit tubuh dari kotoran. Di antara berbagai jenis sabun, seperti sabun cair dan sabun batangan, sabun batangan sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan sabun batangan adalah harganya yang lebih terjangkau dan stabilitas fisiknya yang baik. Sabun yang ideal tidak hanya membersihkan kulit, tetapi juga memberikan efek lembap pada kulit. Untuk meningkatkan kualitas sabun mandi, dapat ditambahkan bahan-bahan alami. Penambahan bahan atau zat aktif pada sabun diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai pelembap kulit (Hijayah et al. , 2. Rencana bisnis merupakan dokumen yang merangkum sasaran usaha, data, proyeksi, serta strategi pencapaiannya. Perencanaan usaha mencakup serangkaian elemen standar. Format dan struktur rencana bisnis sangat beragam, namun umumnya terdiri dari komponenkomponen seperti deskripsi perusahaan, produk atau jasa yang ditawarkan, target pasar, perkiraan atau prediksi masa depan, tim manajemen, dan analisis keuangan. Pemanfaatkan peluang dengan model pemasaran yang lebih aktif dan inovasi produk merupakan salah satu output dari pendampingan pemetaan Strenghs. Weekness. Opportunities, and Threats (SWOT) serta pengoptimalan teknik marketing yang baik perlu dilakukan untuk mendongkrak pemasaran dan memenuhi kebutuhan pasar akan permintaan yang terus meningkat (Siahaan Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ditemukan pada mitra desa Rumah Berastagi, maka tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mengambil peran aktif untuk mengedukasi masyarakat tentang obat, pemanfaatan bahan alam yang ada di sekitar mitra, serta business plan dan marketing dari produk sabun. Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang baik dan benar dapat ditingkatkan. Selain itu, mitra dapat membuat sabun sabun mandi dari ekstrak buah wortel yang berkhasiat melembapkan kulit dan marketing, serta business plan sehingga masyarakat dapat mengembangkan usaha tersebut dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diimplementasikan melalui tiga fase utama, yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Rangkaian aktivitas tersebut dilaksanakan dalam rentang waktu Mei hingga Juli, dan melibatkan kolaborasi antara tim pengabdian dan mitra, yaitu Desa Rumah Berastagi. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. Perencanaan dan Persiapan Kegiatan Tahap awal yang dilakukan adalah perencanaan dan persiapan kegiatan. Pada tahap ini, tim Pengabdian Masyarakat melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan bersama dengan perwakilan mitra yaitu Bapak Pebrisiswanto Purba selaku Kepala Desa Rumah Berastagi. Pada tahap ini juga dilakukan persiapan materi yang akan disampaikan oleh pemateri dan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan serta rancangan formula dalam pembuatan sabun pelembap (Tabel . Tabel 1. Rancangan Formula Sabun Pelembap Ekstrak Wortel (Daucus carota L. Bahan Formula . Khasiat Formula 1 Formula 2 Formula 3 Ekstrak wortel Zat aktif/ Minyak VCO Basis sabun Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bahan Minyak zaitun Minyak sawit NaOH 30% Asam stearate Gliserin Gula NaCl Nipagin Essential oil Aquadest Formula 1 0,02 Formula . Formula 2 0,02 Khasiat Formula 3 0,02 Emolien Basis sabun Saponifikasi Pengeras sabun Humektan Pengental Pembusa Pengawet Pewangi Pelarut Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh 30 orang perwakilan masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga, staf posyandu, dan organisasi remaja di desa Rumah Berastagi. Kabupaten Karo. Kegiatan dilaksanakan di kantor kepala desa Rumah Berastagi. Kabupaten Karo pada 12 Juli 2024. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan penyampaian materi tentang DAGUSIBU obat, permasalahan kulit dan cara mengatasinya, cara pembuatan sabun mandi pelembap, serta marketing dan business plan. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah yang bersifat interaktif dan diikuti dengan sesi diskusi. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan mengenai teknik pembuatan sabun mandi padat yang menggunakan ekstrak wortel sebagai bahan pelembap kulit. Kegiatan ini dilakukan dengan metode modifikasi Community Based Interactive Approach (CBIA) dimana peserta secara aktif terlibat selama kegiatan berlangsung. Evaluasi dan Monitoring Kegiatan Tahap ketiga adalah melakukan evaluasi dan monitoring untuk mengetahui pemahaman dan menjaring masukan dari peserta mengenai pelaksanaan kegiatan. Di awal kegiatan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan masyarakat dilakukan pre-test. Selanjutnya, dilakukan pemberian materi dan pelaksanaan workshop pembuatan sabun. Setelah itu, dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Soal-soal yang diberikan menanyakan tentang obat, wortel dan manfaatnya, cara pembuatan sabun mandi padat dari esktrak wortel, serta marketing dan business plan. Hasil dari pre-test dan post-test kemudian dievaluasi dan dianalisis terkait ada atau tidaknya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari peserta kegiatan berdasarkan hasil rata-rata nilai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pre-Pelaksanaan Sabun yang dibuat dari tiga formula dapat dilihat pada Gambar 1. Evaluasi organoleptik dilakukan dengan mengamati secara visual sabun batangan, meliputi bentuk, warna, dan aroma sediaan. Kriteria sabun batangan yang harus dipenuhi adalah memiliki bentuk padat, warna sediaan yang merata, dan aroma yang tidak tengik. Hasil evaluasi organoleptik dari formula menunjukkan sabun yang dihasilkan berwarna kuning, berbentuk bulat lonjong, dan beraroma jeruk. Warna yang dihasilkan merupakan perpaduan warna dari minyak nabati dan NaOH yang berwarna putih, serta ekstrak wortel (Mardiana, 2. Pengujian pH pada sabun batangan sangat penting karena sabun batangan bersentuhan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat langsung dengan kulit dan dapat menyebabkan masalah jika pH tidak sesuai dengan pH kulit. Sabun mandi batangan F1 memiliki pH rata-rata 10,3. F2 memiliki pH rata-rata 10,5. memiliki pH rata-rata 10,8 (Tabel . Hasil pengujian pH sabun menunjukkan bahwa formulasi sediaan sabun batangan dari ekstrak wortel memenuhi standar nasional Indonesia (SNI), yaitu 9-11 (Fitri et al. , 2. Gambar 1. Sabun formula 1 dengan ekstrak wortel 10%. Sabun formula 2 dengan ekstrak wortel 15%. Sabun formula 3 dengan ekstrak wortel 20%. Tabel 2. Hasil Evaluasi pH Rata-rata Sediaan Sabun Pelembap Ekstrak Wortel (Daucus carota L. Formula pH rata-rata Standar SNI Evaluasi terhadap tinggi busa dan stabilitas busa pada sabun batangan merupakan metode penting untuk memastikan bahwa produk sabun mandi batangan dapat menghasilkan busa yang cukup. Stabilitas busa didefinisikan sebagai kemampuan gelembung untuk mempertahankan bentuknya. Dalam hal ini, setelah lima menit, busa diharapkan dapat bertahan antara 60-70% dari volume awalnya. Hasil pengujian busa sabun dalam air suling menunjukkan rata-rata tinggi busa dari setiap formula mencapai 11 cm (Tabel 3 dan Gambar Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa busa memiliki nilai rata-rata yang sama dan busa yang dihasilkan stabil, sesuai dengan persyaratan tinggi busa menurut SNI, yaitu 1,3-22 Sementara itu, pada uji stabilitas busa, diperoleh hasil rata-rata stabilitas formula sebesar 65,76%, yang memenuhi kriteria stabilitas busa. Dalam waktu 5 menit, stabilitas busa dikatakan stabil jika berada dalam kisaran 60-70%. Dengan demikian, tinggi busa sabun ekstrak wortel telah memenuhi persyaratan SNI (Fanani et al. , 2. Dihitung stabilitas busa dengan rumus: Stabilitas busa = 100% - presentase busa yang hilang (Tinggi busa awalOetinggi busa akhi. %busa yang hilang = x 100% Tinggi busa awal Tabel 3. Hasil Evaluasi Stabilitas Busa Sediaan Sabun Pelembap Ekstrak Wortel (Daucus carota L. Formula Tinggi busa awal Tinggi busa akhir 5 Stabilitas busa menit pertama . 63,64% 65,46% 68,19% Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat . Gambar 2. Tinggi busa sabun formula 1 dengan ekstrak wortel 10%. Tinggi busa sabun formula 2 dengan ekstrak wortel 15%. Tinggi busa sabun formula 3 dengan ekstrak wortel 20%. Sepuluh sukarelawan diuji iritasi dengan mengoleskan sabun pada lipatan lengan dan membiarkannya selama sekitar satu jam. Observasi dilakukan untuk menentukan apakah terjadi reaksi iritasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sabun tidak memicu iritasi. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa produk sabun batangan yang mengandung ekstrak wortel (Daucus carota L. ) tidak menghasilkan gejala seperti kemerahan . , benjolan . , sensasi terbakar . , atau pembengkakan . pada sukarelawan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk sabun batangan aman digunakan karena tidak ada Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat sukarelawan yang mengalami iritasi selama penggunaan sabun batangan (Fitri et al. , 2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada 12 Juli 2024 di desa Rumah Berastagi. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. Kegiatan dibuka oleh kepala desa Rumah Berastagi dan diikuti oleh 30 orang perwakilan masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga, staf Posyandu, dan organisasi remaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan pemberian materi DAGUSIBU obat, permasalahan kulit dan cara mengatasinya, pemanfaatan wortel sebagai sabun pelembap kulit, serta marketing dan business plan (Gambar . Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode modifikasi Community Based Interactive Approach (CBIA) dimana peserta yang merupakan perwakilan masyarakat secara aktif terlibat selama kegiatan berlangsung. Gambar 3. Kegiatan penyampaian materi dan sesi tanya jawab Aktivitas dilanjutkan dengan demonstrasi praktik pembuatan sabun mandi oleh tim pengabdian, diikuti dengan praktik langsung oleh para peserta (Gambar . Pada tahapan ini, tim telah mendemonstrasikan kepada peserta pelatihan cara membuat sabun mandi dengan memanfaatkan ekstrak wortel, langkah demi langkah, hingga menghasilkan produk sabun mandi yang siap digunakan oleh masyarakat. Gambar 4. Kegiatan workshop pembuatan sabun pelembap . Praktik pembuatan sabun oleh tim pengabdian. Praktik pembuatan sabun oleh masyarakat. Tahap Evaluasi Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil post-test masyarakat yang hasilnya dibandingkan dengan hasil pre-test. Berdasarkan hasil analisis, setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan data persentase tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta. Setelah pemberian materi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab pada 30 orang peserta, diperoleh hasil rata-rata nilai pre-test adalah 72,66 dan post-test adalah 88,33, sehingga terjadi peningkatan nilai sebesar 15,67 yang jika dipersentasekan adalah 21,56%. Maka diperoleh peningkatan persentase tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap materi yang diberikan sebesar 21,56%. Data hasil pretes dan postes dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Data hasil pre-test dan post-test Jumlah . Pre-test Rata-rata 72,66 Skor Post-test 88,33 Peningkatan pemahaman peserta sebesar 21,56% yang terukur menunjukkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, pengabdian masyarakat telah terlaksana dengan baik dan lancar. Hal ini didukung oleh jumlah peserta yang hadir dan respons positif dari peserta, yang menyatakan bahwa kegiatan dan pelatihan ini sangat bermanfaat serta memperluas pengetahuan tentang pengolahan wortel menjadi produk bernilai guna. Sebagian besar peserta menunjukkan antusiasme dalam mengembangkan keterampilan pembuatan sabun dan berencana untuk mempraktikkannya di rumah, serta melihatnya sebagai potensi usaha. Semua responden juga menyatakan bahwa materi dan arahan praktik yang diberikan sangat mudah dipahami, serta fasilitas dan perlengkapan yang tersedia selama pelatihan mencukupi. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi aktif dari peserta dan materi yang diberikan sangat berguna untuk pemanfaatan sumber daya alam di desa Rumah Berastagi. Kabupaten Karo. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang obat serta pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan sabun pelembap. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi pretest dan post-test terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari nilai pretest yang rendah menjadi nilai post-test yang mengalami kenaikan secara signifikan. Peserta juga dapat mempraktikkan pembuatan sediaan sabun padat pelembap, serta marketing dan business plan. Selanjutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas secara bertahap kepada masyarakat untuk lebih menjamin keberlangsungan program di masa depan. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyararakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara, atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini seluruhnya dibiayai dari dana Universitas Sumatera Utara sesuai penugasan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sumber dana non PNBP tahun anggaran 2024. Terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat desa Rumah Berastagi. Kabanjahe. Kabupaten Karo. Sumatera Utara yang menjadi lokasi pengabdian dan khalayak sasaran yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat ini. REFERENSI