Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. Desember 2023, 78 - 83 PENGETAHUAN DAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG KNOWLEDGE AND LIFESTYLE IN PATIENTS TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN ISLAMIC HOSPITAL OF SITI KHADIJAH PALEMBANG Lenny Astuti1. Lily Marleni2*. Sintiya Halisya Pebriani3. Dessy Suswitha4. Adi Saputra5. Mardiah6 1,2,3,4,5,6 STIK Siti Khadijah Palembang Email korespondensi :lilyasheeqa@gmail. Abstrak Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin, dan didiagnosis dengan mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan di dunia baik dinegara maju maupun di negara berkembang dan menjadi masalah kesehatan atau penyakit secara umum yang terjadi di Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan gaya hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2023. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Metode pendekatan cross sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu Sampel yang didapatkan 42 orang. Hasil Uji Korelasi Koefisien Kontingensi . Dari Hasil uji statistik didapatkan besaran / koefisien korelasi antara variabel pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus adalah sebesar 0,628. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang Diabetes Mellitus Tipe 2 yang lain dengan menggunakan metode yang berbeda Kata kunci: Diabetes Mellitus, gaya hidup, pengetahuan Abstract Diabetes Mellitus is a chronic condition that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin, and is diagnosed by observing increased levels of glucose in the blood. been one of the degenerative diseases that is increasing in the world, both in developed and developing countries. DM has become a general health problem or disease that occurs in society. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between knowledge and the lifestyle of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers at the Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang in The approach method used in this research is a cross sectional approach. The cross sectional approach method is a type of research that emphasizes measuring data on independent and dependent variables only once at a time. The sample obtained was 42 people. The chi square test results show a p value of 0. 000, which means there is a relationship between knowledge and the lifestyle of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers. It is hoped that future researchers can carry out further research on other Type 2 Diabetes Mellitus using different methods. Key words: Diabetes Mellitus, lifestyle, knowledge Pendahuluan Perubahan gaya hidup, sosial dan ekonomi secara global memegang peranan besar dalam terjadinya transisi epidemiologi negara maju berkembang,sehingga menggambarkan penyakit menular yang cenderung menurun ke penyakit tidak menular Submitted Accepted Website atau degeneratif yang semakin meningkat. (Kemenkes RI, 2. Salah satu penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan di dunia baik dinegara maju maupun di negara berkembang yaitu Diabetes Mellitus (DM), sehingga : 14 September 2023 : 21 September 2023 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pengetahuan Dan Gaya Hidup Pada Penderita Diabetes. (Lenny Astuti. Dk. dikatakan DM telah menjadi masalah kesehatan atau penyakit secara umum yang terjadi di masyarakat. Diabetes Mellitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin, dan didiagnosis dengan mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah (Suiraoka, 2. Berdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2023, terdapat lebih dari 200 juta orang dengan diabetes di dunia, angka ini akan terus meningkat menjadi 333 juta orang di tahun 2025 Negara berkembang seperti di Indonesia merupakan daerah yang paling banyak terkena penyakit DM pada abad 21. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita Diabtes terbanyak ke 4 setelah negara Cina. India, dan Amerika. Indonesia terdapat 8,4 juta di tahun 2020 dan akan terus meningkat penderita DM menjadi 21,3 juta di tahun 2030 mendatang (Sugondo dalam Alfiani, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 adalah 044 jiwa. Kasus ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2019 yang 733 jiwa. Wilayah dengan jumlah kasus DM terbanyak adalah Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 22. kasus, sedangkan terendah pada Kota Prabumulih sebanyak 754 kasus (Dinkes Provinsi Sum-Sel, 2. Sementara di Kota Palembang. Jumlah penderita DM sebanyak 038 pada tahun 2018, kemudian sebanyak 779 pasien pada tahun 2019, dan sebanyak 517 pada tahun 2020. (Dinas Kesehatan Kota Palembang, 2. Angka kasus Diabetes Mellitusyang terus meningkat salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup yang dimiliki masyarakat Indonesia (Kurniawaty dan Yanita, 2. Hasil studi yang dilakuakn oleh Azis, dkk . , menyatakan bahwa gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 antara lain adalah kebiasaan makan, dan aktivitas fisik. Perilaku tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari yang akan memengaruhi kondisi tubuh kedepannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Alfiani, dkk . pada 30 responden menunjukkan bahwa hampir setengah dari responde memiliki gaya hidup baik sebanyak 14 orang . %) dan hampir setengahnya dari responden yang memiliki gaya hidup yang cukup sebanyak 13 orang . %). Gaya hidup saat ini merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi kesehatan manusia. Selain gaya hidup yang diterapkan seharihari, seseorang juga dinilai berperan penting dalam penyakit Diabetes Mellitus. Informasi mengenai penyakit ini dapat dijadikan sebagai acuan dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat (Chen dkk. Notoadmojo . , menyatakan jika pengetahun merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk suatu tindakan atau perilaku seseorang. Tindakan yang didasari oleh pengetahuan dan bersikap positif, akan berlangsung lama. Pengetahuan penderita DM merupakan sarana yang akan membantu penderita menjalankan penanganan DM selama hidupnya. Dengan begitu semakin banyak dan semakin baik penederita memahami tentang penyakitnya, makan semakin tahun bagaimana harus merubah perilakunya dan mengapa hal tersebut perlu Metode Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik. Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan fenomena kesehatan itu terjadi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Metode pendekatan cross sectional adalah jenis pengukuran data variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu saat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat ke Poli Penyakit dalam RS. Islam Siti Khadijah Palembang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dari peneliti yaitu 42 responden. Teknik penelitian ini adalah Purposive Sampling. Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel apakah ada korelasi atau tidak Uji Korelasi Koefisien Kontingensi dengan software SPSS 17. Hasil Berdasarkan menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat Pendidikan, pekerjaan, lama diagnosa, dan Pendidikan Pengetahuan Dan Gaya Hidup Pada Penderita Diabetes. (Lenny Astuti. Dk. kesehatan, bahwa umur responden rata -rata 56-65 tahun sebanyak 20 responden . ,6%), responden yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 28 orang . ,7%), tingkat Pendidikan tinggi 23 responden . ,8%). Pekerjaan responden yang paling banyak yaitu buruh sebanyak 20 responden . ,6%), lama terdiagnosa terbanyak 1-3 tahun sebanyak 19 responden . ,2%), dan tidak pernah mendapatkan Pendidikan kesehatan sebanyak 24 orang . ,1%), dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pengetahuan Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Persentase(%) Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden menurut Pengetahuan Penderita DM setelah dikategorikan terlihat dalam tabel berikut ini\ Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan Penderita Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Khadijah Palembang Tahun 2023 Berdasarkan tabel 1, dapat diketahui bahwa dari 42 responden, yang memiliki pengetahuan yang baik dan cukup baik masing masing sebanyak 19 responden . ,2 %), lebih banyak jika dibandingkan dengan reponden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 4 responden . ,5 %) Gaya Hidup Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden menurut gaya hidup penderita Diabetes Mellitus II setelah dikategorikan terlihat dalam tabel berikut ini Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Gaya Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Khadijah Palembang Tahun 2023 Berdasarkan tabel 2, dapat diketahui bahwa dari 42 responden, bahwa penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang memliliki gaya hidup yang banyak yaitu sebanyak 36 %), No Gaya Hidup Jumlah Persentase (%) 1 Kurang Baik Baik dibandingkan dari penderita DM Tipe 2 yang memiliki gaya hidup yang kurang baik sebnayak 6 responden . ,3%). Hubungan Pengetahuan dan Gaya Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Tabel berikut ini menjelaskan hasil analisis Hubungan Pengetahuan dan Gaya Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Khadijah Palembang Tahun 2023. Tabel 3 Hubungan Pengetahuan dan Gaya Hidup Penderita DM Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Khadijah Palembang Tahun Pengetahuan No Gaya Total Uji Kurang Cukup Baik Hidup Korelasi 1 Kurang 6 0,628 2 Baik Total Pada tabel 3 didapatkan responden yang memiliki pengetahuan yang baik serta gaya hidup yang baik juga sebanyak 19 responden, lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup dan gaya hidup yang baik sebanyak 19 responden dan responden yang memiliki pengetahuan kurang dan gaya hidup yang kurang baik sebanyak 4 responden. Hasil uji statistik Uji Korelasi Koefisien Kontingensi untuk menentukan derajat korelasi antara variable pengetahuan dengan gaya hidup. Dari Hasil uji statistik didapatkan besaran / koefisien korelasi antara variabel pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus adalah sebesar 0,628. Pembahasan Pengetahuan Penderita DM Tipe 2 Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengetahuan yang baik dan cukup baik masing masing sebanyak 19 responden . ,2 %), lebih banyak jika dibandingkan dengan reponden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 4 responden . ,5 %). Informasi akan memberikan pengaruh pada Lingkungan perkerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan pengetahuan seseorang. Dapat Pengetahuan Dan Gaya Hidup Pada Penderita Diabetes. (Lenny Astuti. Dk. juga dilihat dari data karakteristik responden yang menyebutkan bahwa sebagian besar dari responden memiliki Pendidikan tinggi sebanyak 23 responden . ,8%). Pendidikan akan memberikan pencerahan pada seseorang terutama dalam pengetahuan tentang penyakit Diabetes Mellitus. Hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Notoatmodjo . Pendidikan akan mempengaruhi kognitif seseorang dalam Karena pengetahuan sebenarnya tidak dibentuk hanya satu bab saja yaitu Pendidikan tetapi ada sub bagian yang lain yang juga akan misalnya pengalaman, informasi, kepribadian, dan yang lainnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Alfiani, dkk . , di mana didapatkan hasil responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 7 orang . %) dan pengetahuan yang cukup baik sebanyak 18 orang . %). Setiap pasien DM perlu mendapatkan informasi minimal yang diberikan setelah diagnosis ditegakkan, seperti pengetahuan dasar tentang DM, pemantauan mandiri, penyebab tingginya kadar gula darahm perencaan diet, kegiatan jasmani, pengaturan pada saat sakit, dan komplikasi (Perdana. Berdasarkan hasil penelitian, teori, dan penelitian terkait maka peneliti berpendapat bahwa pengetahuan seseorang yang baik sangat diperlukan dalam merubahah gaya hidup seseorang terutama gaya hidup pada penderita DM. Karena dengan pengetahuan yang baik, serta mendapat informasi serta pengalaman yang didapat dapat menambah pengetahuan seseorang sehingga dapat merubah sikap dan perilaku penderita DM. Gaya Hidup Penderita DM Tipe 2 Hasil penelitian gaya hidup menunjukkan bahwa penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang memliliki gaya hidup yang banyak yaitu sebanyak 36 responden . ,7 %), lebih banyak dibandingkan dari penderita DM Tipe 2 yang memiliki gaya hidup yang kurang baik sebnayak 6 responden . ,3%). Gaya hidup ini sekarang ini merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi kesehatan, penyakit, ataupun masalah kesehatan lainnya dapat ditimbulkan oleh gaya hidup yang salah. Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh beberapa factor misalnya factor social. Factor social yang berpengaruh terhadap konsumsi pangan adalah tingkat pendapata, pengeluran pangan. Pendidikan, dan pengetahuan (Tawali, 2. Menurut Alfiani . , konsep gaya hidup sehat mencakup tiga aspek utama dalam kesehatan yaitu fisik, mental, serta social. Komponen utama yang menjadi teras konsep gaya hidup sehat ini adalah : . , peningkatan pengetahuan dan kebiasaan mencuci tangan . peningkatan pengetahuan dan pola pemakanan . peningkatan pengetahuan dan sikap anti merokok . peningkatan pengetahuan dan kebiasaan berolahraga . peningkatan pengetahuan dan penanganan Hubungan Pengetahuan dan Gaya Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Hasil penelitian ini didapatkan responden yang memiliki pengetahuan yang baik serta gaya hidup yang baik juga sebanyak 19 responden, lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup dan gaya hidup yang baik sebanyak 19 responden dan responden yang memiliki pengetahuan kurang dan gaya hidup yang kurang baik sebanyak 4 responden. Hasil uji statistik chi square didapatkan A value = 0,000 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan gaya hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Dan di uji juga dengan uji statistic yaitu Uji Korelasi Koefisien Kontingensi untuk menentukan derajat korelasi antara variable pengetahuan dengan gaya hidup. Dari Hasil uji statistik didapatkan besaran / koefisien korelasi antara variabel pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus adalah sebesar 0,628. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Azis, dkk . , berdasarkan hasil uji Continuity Correction menunjukkan nilai signifikan p value = 0,003 < = 0,05 yang berari bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alfiani . , berdasarkan uji chi Ae square diperoleh p value =0,006 yang berarti < = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Dan Gaya Hidup Pada Penderita Diabetes. (Lenny Astuti. Dk. ada hubungan antara pengetahuan DM dengan gaya hidup pasien DM. Menurut Notoatmodjo pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan atau perilaku seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan dan sikap positif, akan berlangsung lama. Pengetahuan penderita DM merupakan sarana yang dapat membantu penderita menjalankan penanganan diabetes selama hidupnya. Dengan demikian semakin banyak dan semakin baik penderita mengerti mengenai penyakitnya, maka semakin mengerti bagaimana harus mengubah perilakunya dan mengapa hal itu harus Sebagian besar masih ada juga masyarakat yang memiliki gaya hidup yang kurang baik, hal ini bisa disebabkan oleh perilaku masyarakat yang jauh dari perilaku hidup Oleh karena itu, seiring dengan gaya hidup masyaratk yang serba praktis maka tidak heran peningkatan jumlah penyakit semakin meningkat. Telah terjadi pergeseran yaitu dari penyakit menular kepada penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan jumlah adalah Diabetes Mellitus atau yang sering disebut penyakit gula atau kencing manis (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan hasil penelitian, teori, dan penelitian terkait, maka peneliti berpendapat bahwa semakin baik pengetahuan pasien DM maka gaya hidupnya semakin baik pula. Kesimpulan Distribusi frekuensi pengetahuan yang baik dan cukup baik masing masing sebanyak 19 responden . ,2 %), lebih banyak jika dibandingkan dengan reponden yang memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 4 responden . ,5 %). Distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang memliliki gaya hidup yang banyak yaitu sebanyak 36 responden . ,7 %), lebih banyak dibandingkan dari penderita DM Tipe 2 yang memiliki gaya hidup yang kurang baik sebanyak 6 responden . ,3%). Dan terdapat korelasi antara pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus adalah sebesar 0,628. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ketua STIK Siti Khadijah. Ketua Pusat Penelitian STIK Siti Khadijah, dan Ka. Prodi Ilmu Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang. Daftar Pustaka Abdurrahman, . Faktor Pendorong Perilaku Diet Tidak Sehat Pada Mahasiswi. Ejournal Psikologi. Vol 2. No 2: 163-170 Anggarawati dan Sari. Kepentingan Bersama Perawat-Dokter Dengan Kualitas Pelayanan Keperawatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Volume 12. Nomor 1. Februari 2016 Alfiani. Nurul dkk. Hubungan Pengetahuan Diabetes Mellitus dengan Gaya Hidup Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Tingkat II dr. Soepraoen Malang. Nursing News. Volume 2 Nomor 2. Azis. Waode,dkk. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Gaya Hidup pada Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional Volume 2 Nomor 1 Chen. Liang, . ,"Knowledge diversity and firm performance: anecological view". Journal of Knowledge Management. Vol. 20 Iss 4 Dinkes Kota Palembang. Profil Kesehatan Kota Palembang Pusat data dan Informasi Kesehatan Dinkes Prov. SumSel. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Pusat data dan Informasi Kesehatan Haryono. dan B. Dwi. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Endokrin. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Baru Hidayat. Metode penelitian keperawatan dan teknis analisis data. Jakarta : Salemba Medika Kardiyudiani dan Susanti, 2019. Keperawatan Medikal Bedah 1. Yogyakarta : Pustaka Baru Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2012 Ucapan Terima Kasih