E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 20/06/2022. Revised: 30/06/2022. Publish: 07/07/2022 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS TEMA INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU SUB TEMA INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IVUPT. SD NEGERI 18 BARINGIN Maisuardi UPT. SD Negeri 18 Baringin Email:mai. suardi01@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menegtahui peningkatan hasil belajar Tema Indahnya Kergaman di Negriku Sub Tema Indanya Keragaman Budaya Negriku Melalui Model Make A Match Pada Siswa Kelas IVUPT. SD Negeri 18 Baringin Tahun Pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 24siswa yaitu 15siswa laki-laki dan 9siswa perempuan. Penelitian ini adalahPenelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi , dan refleksi. Adapun Analisis data yang di lakukan adalah pengumpulan semua data kemudian dianalisis yang disajikan dalam bentuk tabel selanjutnya menguji keberhasilan penelitian dengan membandingkan hasil pengelolaan data dengan indikator keberhasilan setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Model Make A Macth dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelasIVUPT. SD Negeri 18 Baringin Tahun Pelajaran 2021/2022. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 20,83%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan siswa pada siklus I 66,67%,siswa tuntas belajar meningkat pada siklus II 87,50% siswa tuntas belajar. Hasil tes akhir siklus 1 siswa memperoleh nilai rata-rata menjadi 73,33. Dan tes akhir siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82,92 Kata Kunci: Hasil Belajar. IPS. Model Pembelajaran. Make A Macth. PENDAHULUAN Pembelajaran adalah suatu teknik dimana terdapat interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang berlangsung dalam dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang prilaku, yaitu pendidik adalah mengajar dan peserta didik adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku belajar tersebut berkaitan dengan bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran dapat berupa ilmu, budi pekerti, kesenian, keagama, sikap, dan keahlian. Penelitian para ahli tentang guru dan siswa dalam hakikatnya dengan bahan pengajaran adalah model belajar. (Rusman, 2011:. Maka disini ketrampilan guru sangatlah berperan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 dengan hasil belajar siswa. Apabila ketrampilan guru baik maka akan baik pula hasil yang di peroleh siswa. Hasil yang di peroleh dari belajar sangat penting karena keberhasilan pembelajaran yang di peroleh dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari hasilnya. Hasil dalam belajar merupakan hasil yang dipeoleh siswa atau seseorang setelah melakukan kegiatan Cara membuktikan bahwa seseorang telah belajar akan terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak faham menjadi faham, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut Degeng . dalam buku Made Wena . Hasil pembelajaran merupakan semua dasar yang dapat di jadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda-beda. Di lihat dari sekolah peserta didik memiliki kemampuan mamahami materi pelajaran yang di pelajari. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan dari disiplin ilmuilmu sosial humanitiens yang di dalamnya di organisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologi agar mengetahaui tujuan pendidikan sebagai bidang pengetahuan. Ruang lingkup ilmu pengetahuan sosial sendiri merupakan kehidupan manusia dalam bermasyarakat atau manusia sebagai anggota masyarakat Sardiyo (Rasimin, 2012:. Prosesnya kehidupan manusia tidak pernah lepas dari hubungan dengan sesama manusia serta mahluk hidup lainya, dikarenakan manusia hakekatnya sebagai mahluk sosial. Manusia sejak lahir langsung berhubungan sosial itu telah terjadi sejak dalam keluarga, meskipun hubungan tersebut terjadi secara sepihak. Tanpa adanya hubungan sosial seorang anak kecil sulit mengalami perkembangan menjadi manusia dewasa yang sempurna. (Rasimin, 2012:. Pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial adalah metode ceramah saja. Metode ceramah dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan guru kepada peserta didiknya sehingga membuat murid menjadi bosan selain itu metode ceramah kurang menarik perhatian siswa, siswa kurang semangat, dan kurang termotivasi mengikuti pembelajaran. Demi tercapainya tujuan pembelajaran IPS diharapkan pendidik dapat memahami dan menguasai pembelajaran. Selain itu pendidik di tuntut untuk mampu menguasai materi yang nantinya akan di ajarkan, mampu menerapkan model yang tepat. Demitercapainya tujuan pembelajaran guru di harapkan mengunakan model pembelajarn yang sesuai dengan materi yang di ajarkan. Model pembelajaran adalah suatu desain yang digunakan sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Atau bisa juga model pembelajaran merupakan suatu rencanaan yang dapat di gunakan untuk mengajar di dalam kelas dan untuk menentukan materi pembelajaran termasuk di dalamnya buku, media , tipe-tipe, program-program media komputer, dan kurikulum sebagai khusus untuk belajar (Ngalimun, 2017:. Model Make A Matchmerupakan solusi yang penelitian tawarkan kepada pendidik. Media ini merupakan salah satu alternative model pemebelajaran dengan potensi yang dimilikinya untuk menarik perhatian siswa. Model Make A Matchatau membuat pasangan merupakan dalam satu tipe pembelajaran kooperatif. Jadi model Cooperaatif Learning Type Make A Match . embuat pasanga. adalah model pembelajaran kooperatif dengan cara mencari pasangan soal/jawaban yang tepat. (Rusman, 2011: . Model Make A Matchdigunakan untuk membuat siswa aktif sehingga siswa tidak merasakan kejenuhan saat pembelajaran. Dalam hal ini model Make A Matchbisa digunakan sebagai salah satu alternative peningkatan hasil belajar siswa. Dalam model ini siswa di E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 tuntut aktif saat pembelajaran berlagsung dikarenakan siswa mencari dan mencocokan jawaban pertanyaan yang sesuai dengan dimilikinya. Mengunakan model Make A Matchtelah sesuai dengan kurikulum 2013 yang dimana siswa dituntut aktif dan siswadalam subjek pembelajaran di dalam kelas maupun luar kelas dan guru di kurikulum 2013 hanya sebagai Dari faktor penyebab rendahnya belajar siswa, penilitian mengajukan mengenai model yang tepat dan mudah untuk memudahkan siswa untuk meningkatkan hasil belajar, mengunakan model Make A Matchuntuk mengatasi permasalahan pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di UPT. SD Negeri 18 Baringin. Penerapan modelMake A Matchdi harapkan siswa dapat mengikuti proses belajar dengan antusias. Model Make A Matchbisa digunakan untuk berbagai macam materi. Dalam hal ini penelitian merasa cocok bawasanya model Make A Matchdigunakan dalam materi indahnya keragaman di negeriku sub tema indahnya keragaman budaya pada kelas IV Sekolah Dasar, bawasanya penelitian tidak memutuskan sendiri akan mengunakan sendiri akan menggunakan model tersebut akan tetapi dengan konsultasi dengan guru kelas yang bersangkutan dalam peneliti ini. Terdapat banyak alasan dipilihnya UPT. SD Negeri 18 Baringin, dalam kajian ini di antaranya adalah : Nilai IPS anak siswa kelas IV masih banyak yang di bawah KKM. Metode Pengajaran yang digunakan guru masih mengunakan metode ceramah Berdasarkan uraian di atas peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tindakan kelas, penulis mengangkat judul: AuPeningkatan Hasil Belajar IPS Tema Indahnya Keragaman di Negeriku Sub Tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku Melalui Model Make A Match Pada Siswa Kelas IVUPT. SD Negeri 18 BaringinAy. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, didapat rumusan masalah yaitu: Apakah Penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar IPS Tema indahnya keragaman di negeriku sub tema indahnya keragaman budaya negeriku pada kelas IVUPT. SD Negeri 18 Baringin? METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dalam pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classromm Action Research, yang berarti action research . enilitian dengan tindaka. yang di lakukan di dalam kelas. Arikunto . menjelaskan pengertian PTK secara Pertama, penelitian ialah kegiatan mengamati suatu objek dengan cara dan aturan metodologi yang di pilih untuk menentukan data yang akurat tentang hal-hal yang dapat menimgkatkan mutu objek yang akan diamati. Kedua, tindakan ialah pelaksanaan yang dilakukan secara sengaja dan terencana dengan tujuan penelitian tersebut. Dalam PTK, tindakan tersebut dinamakan dengan siklus-siklus kegiatan untuk peserta didik. Ketiga, kelas ialah tempat yang didalamnya terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan dapat menerima pelajaran dari pendidik yang sama. Dalam penjelasan dapat di simpulkan bahwa yang di maksud dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu rencana dalam bentuk tindakan nyata terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimuculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. (Suyadi, 2010 : . Penelitian ini rencananya akan dilakukan dalam 2 siklus. Dari masing- masing siklus terdiri dari perencana, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berikut ini penjabaran dari masing-masing tahapan-tahapan dalam PTK : E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Perencanaan Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Ilmu pengetahuan sosial materi Indahnya keragaman negeriku sub tema indanya budaya negeriku dengan mengunakan Make A Match. Melalui model tersebut di harapkan siswa tertarik selama proses pembelajaran. Agar tujuan dapat dicapai perlu dilakukan perencanaan sebagai . Melakukan pengamatan mengenai keadaan sekolahnya, keadaan siswanya, sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran dan meodel yang di gunakan dalam . Merumuskan tujuan pembelajaran. Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajran (RPP). Mempersiapkan rancangan instrumen. Membuat lembar observasi aktivitas belajar siswa dan catatan lapangan. (Acep yoni, 2012:. Pelaksanaan Pelaksanaan merupakan penerapan apa yang telah di rencanakan pada tahap awal, yaitu tindakan di kelas. Pelaksanaan pembelajaran di kelas berlangsung sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti mengamati proses pelaksanaanya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang dicapai dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Indahnya kebudayaan. Selama proses berlangsung peneliti mengumpulkan data yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi selama proses pembelajaran, selanjutnya data tersebut dijadikan bahan refleksi. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan menentukan kembali apa yang telah dilakukan. Tahapan ini di buat agar mengetahui apakah tindakan yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang di harapkan atau sebaliknya, selain itu sebagai bahan acuan agar perencanaan selanjutnya memperbaiki kelemahan pada siklus sebelumnya. (Suyadi, 2010 :. Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Penelitian ini dilakukan di kelas IVUPT. SD Negeri 18 Baringin. Alasan peneliti memilih sekolah UPT. SD Negeri 18 Baringin karena peneliti sebagai kepala disekolah Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini lakukan pada Tahun Ajaran 2021/2022 yaitu dilakukan pada tanggal 9 -16 Februari 2022. Yang mana pra siklus di laksanakan pada tanggal 2 Februari 2022 . leh guru kela. siklus I di laksanakan pada tanggal 9 Februari 2022 . leh penelit. siklus II dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2022 . leh penelit. Subjek Penelitian Peserta didik kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 24 orang peserta didik terdiri dari laki-laki 15 orang peserta didik dan perempuan 9orang peserta didik Instrumen Penelitian Soal alat untuk mengukur hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial yang terkait dengan materi indahnya keragaman negeriku sub tema indahnya keragaman budaya Lembar Observasi yang diamati yaitu kinerja guru pada saat proses pembelajaran dengan mengunkan model Make A Match. Dokumentasi di gunakan untuk pengumpulan data yang membantu penelitian dalam pengumpulan data penelitian yang berupa foto kegiatan proses pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi merupakan kegiatan mengambil data dalam penelitian pada saat peneliti atau pengamat melihat situasi. Observasi digunakan dalam penelitian untuk melihat kondisi belajar mengajar, tingkah laku, dan interaksi kelompok. (Hamzah B. Uno, 2012:. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan data penelitian serta aktivitas guru dan siswa dalam memperoleh pembelajaran IPS materi indahnya keragaman budaya mengunakan model Make A Match. Tes/evaluasi Tes merupakan hasil untuk pengukuran data yang berharga dalam penelitian. Tes ialah seperangkat stimulasi yang di harapkan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang di jadikan penetapan skor angka. (Hamzah B. Uno, 2012 : . Dalam penelitian ini peneliti mengunakan teks tertulis. Dokumentasi Alat untuk mengambil data tentang apa yang sedang terjadi di kelas pada waktu Dokumentasi alat atau data yang digunakan memotret kegiatan yang berlangsung saat pembelajaran IPS di kelas IVUPT. SD Negeri 18 Baringin. Teknik Analisis Data Analisis keberhasilan siswa dapat dilakukan dengan mengetahui hasil belajar yang dilakukan siswa pada akhir pembelajaran pada setiap siklus. Data yang nantinya akan di E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 analisis akan dilakukan dengan membandingkan antara skor nilai tiap siklus dengan KKM yang telah dilakukan oleh sekolah yakni sebesar 75 oleh karena itu setiap siswa dikatakan lulus belajar atau mencapai KKM jika perolehan siswa Ou 75. Sebaliknya siswa dikatakan belum tuntas belajarnya jika nilai peroleha siswa <75. Untuk menentukan kesimpulan akhir dari analisis data, maka dapat menggunakan perhitungan pesentase sebagai berikut : Keteragan : P= Nilai dalam persen F= Jumlah siswa tuntas N= Jumlah semua siswa Indikator Keberhasilan Penerapan ModelMake A MatchuntukMeningkatkan HasilBelajarIPSTema Indahnya Keragaman di Negriku Sub Tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku Siswa KelasIVUPT. SD Negeri 18 Baringin pada penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila persentase hasil belajar peserta didik secara klasikal mengalami peningkatan hingga mencapai Ou85% dari jumlah siswa pada kelas yang diteliti. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Penelitan ini mengunakan PTK (Penelitian Tindakan Kela. di UPT. SD Negeri 18 Baringin. Pada siswa kelas IV melalui Model Make A Match. Model tersebut dengan tujuan untuk mempermudah Siswa dalam memahami Tema tentang keragaman budaya di negeriku. Penelitian menggunakan acuan KKM dalam menentukan tingkat keberhasilan pada Tema indahnya keragaman budaya di negeriku pada siswa kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin. Penelitan siklus I dan II. Peneliti memberikan soal evaluasi setiap akhir pembelajaran, sedangkan untuk pra siklus penelitan menggunakan nilai ulangan harian mata pelajaran IPS. Penelitian Prasiklus di lakukan pada tanggal maret 2Februari 2022. Berikut adalah nilai ulangan murni pelajaran IPS siswa kelas IVUPT. SD Negeri 18 Baringin sebelum menggunakan model pembelajaran Model Make A Match. Tabel 1. Kondisi Awal /Pra Siklus Hasil Belajar Siswa Keterangan Nama Siswa KKM Nilai Tuntas Belum Tuntas 1 Alvia Zharifa 2 Fadhila Dwi Arezha 3 Faroz Zaiqi Oo 4 Gibran Al Kahfi Putra 5 HabilAqila Pranaja 6 Ihsan Al Fikri 7 Ihsanul Akmal 8 Isa Nudia Ilaiha 9 Kasih Kascandra 10 Kahirina Rauf 11 Lathifa Hasana E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 12 Muhammad Teguh Akbar 13 Muhammad Fadhil 14 Muhammad Faiz 15 Muhammad Zalqi Alhamdi 16 Namira Annely 17 Ralfa Putra Candra 18 Salsabila Qubrata Aini 19 Syafiq Aiman Hakim 20 Syahdan Al Fathur 21 Syuqi Alamtani 22 Tri Andam Sury Gizela 23 Ulfa Hasana 24 Zora Putri Jelita Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase Volume 2. Issue 2. Juli 2022 67,92 54,17% Dari tabel diatas terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Karena siswa yang tuntas dalam belajar hanya11 orangsiswa atau hanya45,83%,sedangkan jumlahsiswa yang tidak tuntas dalam belajar berjumlah 13 orangsiswa atau sekitar54,17%,selain itu nilai ratarata Siswa67,92 sedangkan KKM yang telah ditentukan oleh guru adalah 75 artinya Hasilpresentase belum mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yaitu 85% darijumlah seluruh siswa, jadi harus dilakukan siklus selanjutnya yaitu siklus I. Siklus 1 Dari hasil evaluasi berupa testertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran pada siklus I mengunakan model Make A Match pada mata pelajaran IPS Tema Indahnya Keragaman di Negeriku diperoleh nilai hasil belajar yang dapat dilihat pada tabel sebagai Tabel 2. Hasil Evaluasi Siswa Siklus I Keterangan Nama Siswa KKM Nilai Tuntas Belum Tuntas Alvia Zharifa Fadhila Dwi Arezha Faroz Zaiqi Oo Gibran Al Kahfi Putra Habil Aqila Pranaja Ihsan Al Fikri Ihsanul Akmal Isa Nudia Ilaiha Kasih Kascandra 10 Kahirina Rauf 11 Lathifa Hasana 12 Muhammad Teguh Akbar 13 Muhammad Fadhil 14 Muhammad Faiz 15 Muhammad Zalqi Alhamdi E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 16 Namira Annely 17 Ralfa Putra Candra 18 Salsabila Qubrata Aini 19 Syafiq Aiman Hakim 20 Syahdan Al Fathur 21 Syuqi Alamtani 22 Tri Andam Sury Gizela 23 Ulfa Hasana 24 Zora Putri Jelita Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase Volume 2. Issue 2. Juli 2022 73,33 66,67% 33,33% Berdasarkan data diatas nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 73,33. Hasil pengamatan yang peneliti lakukan pada siklus I siswa terlihat bersemanggat dalam mengikuti pembelajaran dengan melalui model pembelajaran Make A Match, meskipun belum semua siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang tuntas belajar . encapai KKM) terdapat 16 orang siswa . ,67%) Siswa tuntas belajar mengalami peninggkatan dari nilai Siswa yang sudah mendapatkan nilai tuntas belajar menyatakan bahwa siswa memahami alur pembelajaran dan dapat memahami cara guru menyampaikan pembelajaran. Sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar . ibawah KKM) 8 orang siswa . ,33%). Hasil belajar pada siklus I secara klasikal belum berhasil karena siswa yang memperoleh Ou 75 (Nilai KKM) hanya mencapai 66,67% dari jumlah siswa keseluruhan. Hasil presentase belum mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yaitu 85% darijumlah seluruh siswa, jadi harus dilakukan siklus selanjutnya yaitu siklus II. Peneliti melakukan refleksi terhadap hasil pelaksanaan pembelajaran guru dan siswa pada Siklus I untuk mengetahui kendala dan faktor keberhasilan kegiatan pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai acuan perbaikan pada siklus berikutnya untuk mencapai indikato rpembelajaran. Kendala yang dihadapi pada Siklus I sebagai berikut : Guru belum mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Guru kurang memberikan pemahaman konsep sehingga saat mencari jawaban dan pertanyaan siswa ramai. Ada beberapa siswa yang ngobrol sendiri saat pembelajaran. Penelitian bersama dengan guru melakukan diskusi untuk mengatasi kendala yang terjadi saat pelaksanaan pembelajaran mengunakan model pembelajaran Make A Match pada siklus I. Faktor keberhasilan dalam siklus Iini adalah sebagai berikut : Pembelajaran yang disampaikan guru secara keseluruhan pengunaan model Make A Match sudah menarik perhatian siswa. Dengan belajar menyenangkan menggunakan model Make A Match siswa antusiasnya Kendala-kendala yang telah peneliti paparkan merupakan salah satu menyebabkan indikator keberhasilan yang belum tercapai. Pada siklus II diharapkan melalui model Make A Match pada mata pelajaran IPS Tema indahnya keragaman dinegeriku pada tema Indanya Keragaman budaya Negeriku hasil belajar siswa dapat meningkat. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Siklus II Setelah kegiatan pembelajaran pada RPP II berlangsung, guru memberikan soal post test yang diikuti oleh 24 orang siswa. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di UPT. SD Negeri 18 Baringin adalah 75. Skor hasil belajar Post test Siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil EvaluasiSiswa Siklus II Nama Siswa KKM Nilai 82,92 Alvia Zharifa Fadhila Dwi Arezha Faroz Zaiqi Gibran Al Kahfi Putra Habil Aqila Pranaja Ihsan Al Fikri Ihsanul Akmal Isa Nudia Ilaiha Kasih Kascandra 10 Kahirina Rauf 11 Lathifa Hasana 12 Muhammad Teguh Akbar 13 Muhammad Fadhil 14 Muhammad Faiz 15 Muhammad Zalqi Alhamdi 16 Namira Annely 17 Ralfa Putra Candra 18 Salsabila Qubrata Aini 19 Syafiq Aiman Hakim 20 Syahdan Al Fathur 21 Syuqi Alamtani 22 Tri Andam Sury Gizela 23 Ulfa Hasana 24 Zora Putri Jelita Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase Keterangan Tuntas Belum Tuntas Oo 87,50% 12,50% Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa pada siklus II menunjukkan jumlah siswa mencapai ketuntasan secara individu sebanyak 21 orang siswa . ,50%). Sedangkan 2 orang siswa. ,50%) belum mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 82,92 dan sudah mencapai KKM yang ditentukan oleh UPT. SD Negeri 18 Baringin yaitu minimal 75. Oleh karena itu persentase 87,50% ketuntasan belajar berada di atas 85%. Maka hasil belajar Siswapada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar secara Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus II tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui model Make A Match dapat meningkat dari siklus I hasil belajar hanya mendapat 66,67n pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 87,50%. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Refleksi yang dilakukan pada peneliti hasil pelaksanaan penelitian Siklus II menunjukan bahwa pada Siklus II sudah tidak ditemukan lagi kelemahan dalam proses Kendala pada siklus I dapat diatasi pada siklus II karena hasil belajar siswa menunjukkan indikator kentuntasan klasikal yang diharapkan yaitu 85% siswa tuntas belajar: Faktor keberhasilan pada siklus II ini adalah sebagai berikut: Pembelajaran yang disampaikan guru secara keseluruhan mengunakan model Make A Match menarik perhatian siswa sehingga siswa bersemagat. Guru sudah menguasai model Make A Match sehingga pembelajaran menjadi mermakna. Pembahasan Aktivitas Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Melalui Model Make A Match Pengamatan terhadap aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dilakukan oleh ibu Yenni Berwati. Pd. SD. Berdasarkan pengamatan beliau pada siklus I taraf keberhasilan guru sudah baik. Dan siklus ke II mencapai kategori sangat baik. Adapun faktor yang menyebabkan adanya peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran karena guru atau peneliti selalu melakukan evaluasi pembelajaran setelah berlangsungnya proses pembelajaran, dan dipengaruhi oleh model Make A Match dimana guru atau peneliti dinilai oleh guru melalui lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran. Hasil observasi tersebut dijadikan tolak ukur guru atau peneliti untuk mempertahankan yang sudah baik, dan meningkatkan pada aspek yang dianggap cukup dan kurang. Pembelajaran model Make A Match menunjukkan hasil yang positif dapat meningkatkan aktivitas guru. Jadi berdasarkan hal demikian maka kemampuan guru akan meningkat dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan dari evaluasi pembelajaran. Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Melalui Model Make A Match Untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui model Make A Match, peneliti meminta kesediaan ibu Yenni Berwati. Pd. SD. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh pengamat pada siklus I. Diketahui bahwa aktivitas siswa selama pemebelajaran pada siklus I siswa masih bingung dan malu untuk bertanya. Oleh karena itu guru mengarahkan siswa agar fokus dalam penerapan melalui model Make A Match, serta memotivasi siswa agar lebih percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Setelah guru melakukan revisi pada siklus I, pada siklus II persentase aktivitas siswa terlihat bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sudah semakin baik. Semakin sesuai dengan yang peneliti harapkan dengan waktu ideal yang telah ditentukan dalam siklus II. Peningkatan aktivitas siswa dari siklus I dan II disebabkan oleh adanya model Make A Matchini memanfaatkan otak siswa sebagai pusat untuk memperoleh informasi yang sedang dipelajari. Pembelajaran model Make A Match yang baik dan benar dapat meningkatkan aktivitas siswa di dalam kelas. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada setiap aspek pengamatan dapat disimpulkan bahwa aktivitas sswa untuk masingmasing kategori adalah efektif. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Hasil Belajar Siswa Untuk melihat hasil belajar siswapada pembelajaran melalui model Make A Match, maka peneliti mengadakan tes pada setiap akhir pembelajaran. Tes yang dilakukan setelah pembelajaran berlangsung bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Setelah hasil tes terkumpul maka data tersebut diolah dengan melihat kriteria ketuntasan minimal yang berlaku di UPT. SD Negeri 18 Baringin yaitu secara individu 80 dan 85% siswatuntas klasikal. Hasil belajar pembelajaran melalui model Make A Match menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar untuk setiap siklusnya. Siswa yang tuntas pada siklus I berdasarkan hasil tes 8orang siswa . ,33%) dari 24orang siswa belum tuntas hasil belajarnya, dan yang tuntas belajarnya 16 orang siswa . ,67%). Kategori ketuntasan siswa dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 85% sehingga ketuntasan siswa secara klasikal pada siklus I belum tercapai. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan konsentrasi dan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dibelajarkan sehingga hasil belajar siswa ketuntasan siswa secara klasikal belum tercapai Jadi untuk mengatasi hal ini, guru harus mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga siswa selalu aktif, kreatif dan mandiri dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus II hanya 3orang siswa . ,50%) yang tidak tuntas belajarnya. Siswa tuntas belajar 21orang siswa . ,50%). Kategori ketuntasan dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 85%. Pada siklus II guru mampu memberikan motivasi belajar siswa sehingga siswa aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat merubah hasil belajar menjadi lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui model Make A Match ini dapat meningkatkan hasil belajar IPS Tema Indahnya Keragaman di Negeriku Sub Tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku Siswa kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin mengunakan Model Pembelajaran Make A Match diamana setiap siswa nantinya akan mendapatkan kartu soal maupun jawaban dan memikirkanya, kemudian siswa mencari pasangan yang cocok . artusoal yang coco. Kemudian menunjukan hasil kerjanya kepada siswa lainya di depan kelas ketika sudah mendapatkan pasanganya dengan ditentukan Sehingga terbukti bahwa model Make A Match ini sangat menarik bagi siswa karena ada unsur bermain, disiplin dan menyenangkan. Hal ini terbukti bahwa model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar Tema Indahnya Keragaman di Negriku dan Indahnya Keragaman Budaya Negriku pada pada siswa IV UPT. SD Negeri 18 Baringin tahun pelajaran 2021/2022. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari Siklus I ke Siklus II 20,83%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I 66,77%, siswa yang tuntas belajar. Siklus II 87,50% siswa tuntas belajar. Dilihat dari hasil tes akhir siklus 1, siswa memperoleh nilai rata-rata menjadi 73,33. Dan tes akhir siklus II rata-rata siswa meningkat menjadi 82,92. Jadi dilihat dari rata-rata yang diperoleh siswa dengan model Make A Match hasil pembelajaran siswa dapat E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 DAFTAR PUSTAKA