REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. Evaluasi Keterampilan Menulis Produk Non Tes pada Teks Cerita Pendek Siswa SMP Received: 22/12/2023 Accepted: 13/12/2024 Published: 14/12/2024 Rachmayanti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia email: rachma. yanti21@mhs. Salma Fairuz Hasanah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia Nur Syamsiyah A 2024 The author. Lisensi REFEREN. Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan Creative Commons Attribution (CC-BY) license. ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan menulis yang terdapat di dalam produk non tes, yaitu berupa kumpulan cerita pendek karya siswa SMP dalam segi pembuatan teks dan ketepatan penggunaan tata bahasa. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Membaca kumpulan cerita pendek dengan seksama merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini. Selanjutnya data yang diperoleh berakar dari hasil produksi kumpulan teks cerita pendek siswa SMP yang ditulis pada tahun 2021. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup: . mengamati isi dari kumpulan cerita pendek, . melakukan pengelompokkan terhadap kumpulan teks cerita pendek berdasarkan tema dan minat siswa, . menganalisis ketepatan tata bahasa pada kumpulan cerita pendek sesuai dengan data yang terdapat di dalam pembahasan. Kata kunci: Evaluasi. Produk Non Tes. Kumpulan Cerpen. Siswa SMP Abstract This research aims to measure the writing skills contained in non-test products, namely a collection of short stories written by junior high school students, in terms of text creation and correct use of grammar. The method used in this research is descriptive-qualitative. Reading a collection of short stories carefully is the data collection technique used in this research. Furthermore, the data obtained is rooted in the production of a collection of short story texts for junior high school students written in 2021. The analysis techniques used in this research include: . observing the content of the short story collection. grouping the collection of short story texts based on themes and students' interests. analyzing the grammatical accuracy of the short story collection according to the data contained in the discussion. Keywords: Evaluation. Non Test Products. Short Story Collection. Middle School Students PENDAHULUAN Keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis merupakan empat aspek keterampilan berbahasa yang penting pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Yusrina . mendefinisikan keterampilan menulis sebagai keterampilan terakhir yang akan dikuasai oleh seseorang, karena keterampilan menulis akan memberikan hasil akhir, yaitu berupa tulisan yang dibutuhkan sebagai produk REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. non tes bagi guru dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kenwening . 3: . juga mengungkapkan bahwa kegiatan menulis sangat kompleks dan produktif, sehingga menulis dianggap sebagai keterampilan yang sulit dilakukan oleh siswa, karena ketika menulis siswa harus menyajikan gagasan mereka secara tertulis. Manfaat yang akan didapat siswa dari kegiatan menulis sangat beragam, seperti melatih siswa untuk mencatat, melaporkan, serta menginformasikan sesuatu dengan baik. Manfaat tersebut akan tercapai apabila siswa mampu menemukan ide dan gagasan dengan baik secara tertulis dan menggunakan bahasa yang komunikatif. Pada pembelajaran menulis, siswa akan memerlukan contoh dari tulisan yang baik dan benar. Berbicara mengenai keterampilan menulis, tentunya untuk mengukur keterampilan dan pemahaman siswa dalam menguasai atau memahami suatu materi diperlukan adanya tindakan evaluasi. Febriana . 1: . mengungkapkan bahwa dalam arti luas, pengertian evaluasi merupakan suatu proses dalam merencanakan, mendapatkan, serta menyediakan informasi dengan tujuan untuk menciptakan berbagai alternatif keputusan. Evaluasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses guna mengukur hasil mengenai pembelajaran di sekolah. Raharjo, dkk . 2: . mengungkapkan bahwa dalam dunia pendidikan, evaluasi merupakan suatu proses yang sangat penting guna mengetahui kemampuan siswa dalam kegiatan Evaluasi dapat diperoleh dengan berupa sikap, keaktifan, tes, maupun non tes. Astiti . 7: . mendefinisi evaluasi non tes sebagai alat ukur yang digunakan tanpa memberikan butir soal tes secara tertulis yang umumnya berupa sikap, proyek, produksi, serta portofolio. Evaluasi non tes merupakan suatu proses pengukuran atau penilaian yang dilakukan tanpa melalui tes. Shobariyah . 8: . mengungkapkan bahwa evaluasi non tes didefinisikan sebagai evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yang pada umumnya berkenaan dengan soft skill yakni berkaitan dengan hasil produk dari apa yang dipahami siswa. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, evaluasi dilakukan berdasarkan ranah salah satunya yakni evaluasi ranah keterampilan berbahasa. Persis pada penjelasan sebelumnya, bahwa keterampilan berbahasa terdiri dari keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, serta keterampilan menulis. Supriyadi . 3: . mengungkapkan bahwa evaluasi keterampilan menulis berguna untuk mengetahui dan mengukur kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran berupa penyampaian ide atau gagasan serta penggunaan perangkat bahasa target secara Selain itu, dalam evaluasi keterampilan menulis pada penelitian ini menggunakan dua teknik evaluasi yakni berupa pembuatan karangan atau produksi teks siswa dan ketepatan penggunaan tata bahasa dalam pembuatan karangan Dalam penelitian ini, evaluasi keterampilan menulis dilakukan terhadap kumpulan teks cerita pendek siswa SMP Don Bosco I berjudul AuFlowers (Kumpulan Cerita Pelaja. Ay yang terbit secara digital melalui iPusnas. Buku digital kumpulan cerpen REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. tersebut ditulis pada tahun 2021 dengan total 31 judul teks cerita pendek dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari fantasi, horor, liburan, hingga persahabatan. Beberapa penelitian terkait evaluasi keterampilan menulis, khususnya pada produksi non tes telah dilakukan oleh beberapa pihak, yaitu yang pertama oleh Maziyatul Ulya . dengan mengkaji evaluasi pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan memanfaatkan web educandy meliputi evaluasi ranah kognitif. Kedua, penelitian terdahulu dilakukan oleh Ni Made Rai Wisudariani. Ni Putu Seniwati. I Made Maduriana, dan I Wayan Nayun . dengan mengkaji evaluasi pembelajaran teks persuasif secara daring dengan memanfaatkan aplikasi google classroom maupun secara luring meliputi evaluasi ranah sikap, evaluasi ranah kognitif dan evaluasi ranah Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengkaji evaluasi ranah keterampilan berbahasa tepatnya keterampilan menulis melalui hasil produk non tes berupa teks cerita pendek. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur keterampilan menulis yang terdapat di dalam produk non tes, yaitu berupa kumpulan cerita pendek karya siswa SMP dalam segi pembuatan teks dan ketepatan penggunaan tata bahasa. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih judul AuPenilaian Produk Non Tes Kemampuan Menulis pada Teks Kumpulan Cerpen Siswa SMPAy. METODE Analisis deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode dalam penelitian ini. Bogdan dan Taylor . alam Zuchri Abdussamad, 2021: . berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif, yaitu berupa kata-kata tertulis dan lisan serta perilaku dari orang yang dapat diamati. Pendekatan ini berfokus pada lingkungan dan individu secara holistik. Kirk dan Miller . alam Zuchri Abdussamad, 2021: . menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi berbeda dalam ilmu-ilmu sosial yang terutama didasarkan pada pengamatan orang-orang dalam bidang yang unik dan menghubungkan mereka dalam bahasa dan Data primer pada penelitian ini, yaitu hasil produksi berupa kumpulan teks cerita pendek siswa SMP Don Bosco I berjudul AuFlowers (Kumpulan Cerita Pelaja. Ay yang terbit secara digital melalui iPusnas. Teknik dokumentasi dan teknik baca catat dipilih sebagai teknik untuk mengumpulkan data. Teknik ini dilakukan dengan menyimak isi cerita pendek dan mencatat ketidaktepatan tata bahasa yang ada di dalam cerita Selanjutnya data yang diperoleh berakar dari hasil produksi teks cerita pendek siswa SMP yang ditulis pada tahun 2021. Adapun dalam hal ini, nantinya peneliti akan mengukur dan mengidentifikasi identitas pembuatan produksi non tes kumpulan teks cerita pendek dan ketepatan penggunaan tata bahasa. REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan teknik evaluasi keterampilan menulis yang meliputi pembuatan karangan atau produksi teks dan ketepatan penggunaan tata bahasa, penelitian ini mampu mengidentifikasi identitas dalam pembuatan karangan serta kesalahan tata bahasa dalam penulisan produksi teks. Pembuatan Karangan atau Produksi Teks Dalam mengukur sejauh mana tingkat pemahaman dan kreativitas siswa, pendidik dapat menggunakan teknik evaluasi dengan menghasilkan produksi Pada penelitian ini, siswa SMP Don Bosco I mampu menghasilkan produksi teks cerita pendek berjudul AuFlowers (Kumpulan Cerita Pelaja. Ay yang terbit secara digital melalui iPusnas. Produksi teks cerita pendek tersebut diisi sebanyak 31 judul dengan tema yang berbeda-beda. Dalam cerita pendek tersebut, para siswa memiliki minat menulis cerita pendek dengan tema yang berbeda-beda yakni meliputi . tema orang tua berjumlah satu orang. tema pengalaman berjumlah tiga orang. tema persahabatan berjumlah enam . tema liburan berjumlah delapan orang. tema hobi berjumlah satu . tema perundungan berjumlah satu orang. tema horor berjumlah enam orang. tema fantasi berjumlah lima orang. Dilihat dari hasil produksi tersebut, sebagian besar siswa memiliki minat dalam menulis cerita pendek bertemakan liburan, horor, dan persahabatan. Gambar 1 Tingkat Minat Menulis Siswa Ketepatan Penggunaan Tata Bahasa Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 46 ketidaktepatan penulisan kata yang terbagi dalam ketidaktepatan kata dasar, kata imbuhan, kata depan, singkatan, dan penulisan unsur serapan. REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. Kata Dasar Kata dasar dapat didefinisikan dengan kata yang ditulis sebagai satu kesatuan (PUEBI, 2016: . Berdasarkan hasil analisis ketidaktepatan pada teks cerita pendek siswa, ditemukan 22 ketidaktepatan penulisan kata dasar atau 48% dari 46 ketidaktepatan penggunaan tata bahasa. Contoh dari ketidaktepatan penulisan kata dasar adalah ditulisnya kata sudah menjadi udah, kata tahu menjadi tau, kata pakai menjadi pake, serta kata dapat menjadi dapet. Berdasarkan contoh kata tersebut, menandakan bahwa ketidaktepatan penulisan kata dasar disebabkan oleh satu faktor yakni terbiasa untuk tidak menggunakan tata bahasa dengan benar. Sugihastuti . dalam Savitri . 8: 3. mengungkapkan bahwa ketidaktepatan penulisan tidak boleh dianggap ringan karena dapat menyebabkan salah makna. Kata Imbuhan Kata imbuhan atau biasa disebut afiks dapat didefinisikan sebagai bentuk kata yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan menyebabkan perubahan makna gramatikal. Setiyaningsih . 8: 9-. beranggapan bahwa imbuhan atau afiks merupakan sebuah bentuk linguistik yang dapat dikaitkan dengan bentuk lain sehingga menghasilkan sebuah makna baru. Berdasarkan hasil analisis ketidaktepatan pada teks cerita pendek siswa, ditemukan 17 ketidaktepatan penulisan kata imbuhan atau 37% dari 46 ketidaktepatan penggunaan tata bahasa. Dalam ketidaktepatan penulisan kata tersebut, ditemukan paling banyak pada cerita pendek berjudul Persahabatan yang Gila. Contoh dari ketidaktepatan penulisan kata imbuhan adalah ditulisnya kata meronda menjadi beronda, kata berbaikan menjadi baikan, kata diceritakan menjadi diceritain, kata ditangkap menjadi di tangkap, serta kata diantar menjadi di antar. Berdasarkan contoh kata tersebut, menandakan bahwa ketidaktepatan penulisan kata imbuhan disebabkan oleh kurangnya pemahaman penulis terhadap imbuhan yang berada di awalan yakni diantara imbuhan me- dan be- serta tidak dapat membedakan penggunaan imbuhan di- dengan kata depan di-. Kata Depan Hamlan . 8: . beranggapan bahwa kata depan atau biasa dikenal preposisi dapat didefinisikan sebagai kata yang ditandai dengan penggunaan kata seperti di, ke, dan dari, yang dalam penulisannya diharuskan terpisah dengan kata yang mengikutinya. Berdasarkan hasil analisis ketidaktepatan pada teks cerita pendek siswa, ditemukan 2 ketidaktepatan penulisan kata depan atau 4% dari 46 ketidaktepatan REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. penggunaan tata bahasa. Contoh dari ketidaktepatan penulisan kata depan adalah ditulisnya kata di rumah menjadi dirumah dan kata di taman menjadi ditaman. Berdasarkan contoh kata tersebut, menandakan bahwa kesalahan penulisan kata depan disebabkan oleh kurangnya pemahaman penulis terhadap perbedaan kata depan di- dengan imbuhan di-. Dalam penggunaan kata depan di-, hendaklah ditulis secara terpisah dikarenakan menunjukkan suatu tempat. Contohnya seperti kata di penjuru dunia, di Madiun, di belakang, dan sebagainya. Berbeda dengan imbuhan di- yang digunakan secara serangkai atau tidak terpisah, karena harus melekat dengan bentuk kata dasar. Contohnya seperti kata dicegah, dilawan, dipermainkan, dan sebagainya. Singkatan Berdasarkan KBBI V Daring . mengungkapkan bahwa singkatan dapat didefinisikan sebagai kependekkan huruf atau gabungan dari beberapa huruf. Berdasarkan hasil analisis ketidaktepatan pada teks cerita pendek siswa, ditemukan 2 ketidaktepatan penulisan singkatan atau 4% dari 46 ketidaktepatan penulisan tata bahasa. Contoh dari ketidaktepatan penulisan singkatan adalah ditulisnya kata HP menjadi hp dan kata CCTV menjadi cctv. Dalam dua ketidaktepatan penulisan singkatan tersebut hanya ditemukan pada cerita pendek yang berjudul Kegiatan Setiap Hari Sabtu dan Cristal Terkutuk. Berdasarkan contoh kata tersebut, menandakan bahwa ketidaktepatan penulisan singkatan disebabkan oleh kekeliruan penulis terhadap penulisan singkatan. Penggunaan singkatan seharusnya ditulis secara kapital. Penggunaan Unsur Serapan Dalam pengertiannya, kata serapan merupakan kata yang diambil dari bahasa asing kemudian diserap atau dipergunakan untuk bahasa Berdasarkan hasil analisis ketidaktepatan pada teks cerita pendek siswa, ditemukan 3 ketidaktepatan penulisan unsur serapan atau 7% dari 46 ketidaktepatan penulisan tata bahasa. Dalam 3 ketidaktepatan penulisan unsur serapan tersebut ditemukan pada cerita pendek berjudul Rumah Bekas Pembunuhan. Cristal Terkutuk, dan Kesurupan. Contoh dari ketidaktepatan penulisan unsur serapan adalah ditulisnya kata sampo menjadi shampoo, kata kristal menjadi cristal, dan fokus menjadi focus. Berdasarkan kutipan di atas, menandakan bahwa kesalahan penulisan unsur serapan disebabkan oleh penggunaan bahasa asing tepatnya bahasa Inggris. Kata sampo merupakan kata yang diperoleh dari hasil serapan unsur melalui adaptasi yakni kata shampoo. Ginting . 8: . mengungkapkan bahwa makna kata bahasa asing REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. hanya diambil oleh pemakai bahasa, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan bacaan bahasa Indonesia. Gambar 2 Ketidaktepatan Penggunaan Tata Bahasa Berdasarkan kesalahan atau ketidaktepatan penggunaan tata bahasa tersebut, peneliti memberikan penilaian bahwa siswa SMP Don Bosco I termasuk ke dalam kategori Baik (B) dalam memahami dan mengimplementasikan keterampilan menulis melalui evaluasi ranah keterampilan menulis dengan teknik pembuatan karangan atau produksi teks serta ketepatan penggunaan tata bahasa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik evaluasi melalui pembuatan karangan serta ketepatan penggunaan tata bahasa dapat mempermudah peneliti untuk mengukur pemahaman sekaligus tingkat minat siswa dalam keterampilan menulis. Pertama, melalui teknik pembuatan karangan atau produksi teks, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat menulis dengan bertemakan liburan. Kedua, melalui teknik ketepatan penggunaan bahasa, ditemukan 46 ketidaktepatan penggunaan tata bahasa dari 31 judul cerita pendek yang diantaranya meliputi kata dasar, kata imbuhan, kata depan, singkatan, dan penulisan unsur serapan. Sebagian besar siswa dapat menciptakan karangan atau memproduksi sebuah teks dengan tatanan bahasa yang baik. Berdasarkan kedua teknik evaluasi keterampilan menulis tersebut, peneliti memberikan penilaian bahwa siswa SMP Don Bosco I termasuk ke dalam kategori Baik (B) dalam memahami dan mengimplementasikan keterampilan menulis melalui evaluasi ranah keterampilan menulis dengan teknik pembuatan karangan atau produksi teks serta ketepatan penggunaan tata bahasa. REFEREN. Vol. , 2024, 120Ai127 E-ISSN: 2830-652X DOI: 10. 22236/referen. DAFTAR PUSTAKA