PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TENTANG BULLYING TERHADAP PENGETAHUAN BULLYING PADA REMAJA ANashrul Wahyu Suryawan. AEva Rusdianah. AIsna Bayin Igayanti. AHendri Hariyanto & asasih Villasari Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun nasrulwahyu3@gmail. ABSTRAK Perilaku bullying yang dilakukan antar teman dari hal yang terkceil berupa mencuri kotak pensil, mengejek-ejek teman hingga memukul bagian kepala temannya, mencubit bahkan samapi ada salah satu dari siswa yang mengangkat meja setinggi tingginya karena marah akan perbuatan teman sebayanya yang menjadi korban bullying. Peneliti ingin Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Tentang Bullying Terhadap Pengetahuan Bullying Pada Remaja di SMK PGRI 1 Ngawi. Metode penelitian praeksperimental dengan desain one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 250 Hasil pembagian sampel dengan rumus Slovin diperoleh nilai pembulatan sebesar 71 responden. Pendidikan kesehatan melalui media video di SMK PGRI 1 Ngawi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual tentang bullying efektiv . =0,. terhadap tingkat pengetahuan dan sikap antar kelompok, namun tidak efektiv untuk antar perlakuan. Hasil uji stastistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=. maka lebih kecil atau tidak lebih dari =0,05 yang berarti H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video Tentang Bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Berdasarkan hasil penelitian maka Terdapat Menggunakan peninkatan pengetahuan Tentang bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu metode Menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan. Bulying. Media Video ABSTRACT Bullying behavior carried out between friends ranges from the smallest things to stealing pencil boxes, making fun of friends to hitting their friends on the head, pinching and even one of the students lifting the table as high as they could because they were angry at the actions of their peers who were victims of bullying. Researchers want to know the influence of Health Education using Video Media about Bullying on Bullying Knowledge among Adolescents at SMK PGRI 1 Ngawi. The research method used was preexperimental with a one group pretestposttest design. The population in this study was 250 respondents. The results of dividing the sample using the Slovin formula obtained a rounded value of 71 Health education through video media at SMK PGRI 1 Ngawi, to determine the level of students' knowledge about bullying. The results of the study showed that audio visual media about bullying was effective . =0. on the level of knowledge and attitudes between groups, but not effective between treatments. The results of statistical tests using the Wilcoxon test obtained a value of p = . , so it is smaller or no more than = 0. 05, which means H1 is This means that there is an influence of health education through video media about bullying for class X female students at SMK PGRI 1 Ngawi. Based on the research results, the researchers concluded that there was an influence on health education using video media by increasing knowledge about bullying among class X female students at SMK PGRI 1 Ngawi. The results of this research can be used as a method in providing education related to bullying using video media on the knowledge of class X students at SMK PGRI 1 Ngawi. Keywords: Health Education. Bulying. Video Media PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan biologis dan psikologis. Secara biologis ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya seks primer dan seks psikologis ditandai dengan sikap dan perasaan, keinginan dan emosi yang labil atau tidak menentu. Hurlock . membagi fase remaja menjadi masa remaja awal dengan usia antara 13-17 tahun dan masa remaja akhir usia antara 17-18 tahun. Masa remaja awal dan akhir menurut Hurlock memiliki karakteristik yang berbeda dikarenakan pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati dewasa Menurut Desmita . masa remaja ditandai dengan sejumlah karakteristik penting yang meliputi pencapaian hubungan yang matang dengan teman sebaya, dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, menerima keadaan fisik dan mampu mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa mempersiapkan karier dimasa depan sikap positif terhadap pernikahan hidup berkeluarga dan memiliki anak, mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara, mencapai tingkah bertanggung jawab secara sosial dan memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Bullying merupakan segala bentuk perilaku kekerasan dimana terjadi pemaksaan secara psikologis ataupun fisik terhadap seseorang atau kelompok dimana individu tersebut lebih lemah, bully ini termasuk dirinya sebagai pihak yang lemah, tidak berdaya, dan selalu merasa terancam bahkan menjurus ke sifat (Aryuni. Selanjutnya menurut Edyati L . dampak yang ditimbulkan akibat dari perilaku bullying seperti munculnya problem kecemasan,depresi, dan mengalami penurunan kemampuan belajar dikarenakan ia mengalami kesulitan konsentrasi dan penurunan memorynya sehingga prestasi anak akan menurun secara signifikan. Pada tahun 2021 LSM Plan International dan Imternational center Research on Wowen (IRCW) melakukan riset terkait bullying, hasilnya teradapat 84% remaja mengalami bullyingdisekolah (Qoda. Pada tahun 2022 Indonesia peringkat pertama untuk soal kekerasan pada remajaberdasarkan data UNICEF tahun 2022, sebanyak 41% hingga 50% remaja Indonesia dalam rentan usia 13 sampai 15 tahun berada. Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menyebutkan jumlah kasus Pendidikan per tanggal 29 Berjumlah 161 kasus. Adapun rinciannya remaja korban dan dan kekerasan bullyingsebanyak 36 kasus atau 24,4 % remaja perilaku kekerasan dan bullying sebanyak 41 kasus atau 25,5%. Penelitian yang dilakuakn oleh Yayasan Sejiwa Ditigi kota besar Jakarta. Surabaya Yogyakarta. Sebagai kota pelajar, cukup mencengangkan bahwa kasus bullying termasuk paling tinggi dibadingkan Jakarta dan Surabaya. Yogyakarta merupakan bahwa di Tingkat SMP yaitu sebanyak 77,5% kemudian diikuti dengan Jakarta 61,1% dan Surabaya (Iskandar. Salah satu yang mempengaruhi tindakan bullying adalahkurangnya pengetahuan, baik apa itu bullying, bentuk dan dampak bullying. Pengetahuan adalah sebuah hasil dari penginderaan atau hasil dari mencari tahu yang dilakukan melalui inderanya yakni, dengan penglihatan, penciuman, rasa, raba oleh manusia terhadap suatu objek tertentu sehingga menghasilkan pengetahuan (Notoatmodjo,2. Semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja tentang meminimalkan atau menghilangkan perilaku bullying,sebaliknya semakin rendah tingkat pengetahuan remaja tentang bullying maka akan semakin tinggi tingkat kejadian bullying. Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu unsur terpenting dimana mengetahui dan sekaligus akan mendapatkan informasi yang akan Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu metode promosi Kesehatan yang lebih baik (Suronah,2. Pentingnya Pendidikan Kesehatan mencegah perilaku bullying, dalam hal ini banyak manfaat yang didapatkan yaitu responden lebih memahami dan mengatasi hambatan seperti kejenuhan, kebosanan,dan menimbulkan minat responden untuk mengikuti dan lebih mudah pemateri dalam menyampaikan materi. Salah satu bentuk Pendidikan Kesehatan yang bisa dilakukan yaitu berupa video tentang kejadian bullying. Unsur yang disampaikan berupa sebuah video yang berkaitan dengan perilaku bullying, jadi materi lebih mudah disampaikan secara optimal menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan terutama bagi siswasiswi untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan kebosanan serta lebih pembelajaran yang konvensional (IMMA, 2. Hasil studi pendahuluan yang langsung ke salah satu guru BK (Bimbingan Konselin. di SMK PGRI 1 Ngawi didapatkan hasil terdapat jumlah siswa kelas X berjumlah 88 siswa yang terdiri dari 49 siswa laki-laki dan 39 siswi Disekolah terdapat beberapa kasus perilaku Dari hasil wawancara dengan 15 siswa dengan pertanyaan mengenai pengertian bullying, factor-faktor penyebab bullying dan bahaya bullyingdi dapatkatkan 4 siswa tahu tentang pengertian bullying dan 11 siswa lainnya masih ragu menjawab Perilaku bullying yang dilakukan antar teman dari hal yang terkceil berupa mencuri kotak pensil, mengejek-ejek . ullying verba. hingga memukul bagian kepala temannya, mncubit . ullying fisi. bahkan samapi ada salah satu dari siswa yang mengangkat meja setinggi tingginya karena marah akan perbuatan teman sebayanya yang menjadi korban bullying. Penelitian yang menggunkan video tentang bullying belum pernah dilakukan disekolah tersebut hanya sebatas menyebar leaflet. METODE PENELITIAN digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one grup pretestposttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswasiswi kelas X di SMKN 1 SMK PGRI 1 Ngawi, dengan jumlah populasi seluruh kelas X adalah 250 Hasil pembagian sampel dengan rumus Slovin diperoleh nilai pembulatan sebesar 71 responden. Tehnik menggunakan tehnik Non Probability sampling dengan jenis tehnik Purposive Sampling. kuesioner ini telah di lakukan uji validitas dan reliabilitas, dengan hasil uji validitas r hitung > r Table 0,306 dengan taraf singnifikansi 0,1. jika p-value < 0,1 maka item pertanyaan valid, jika pvalue >0,1 maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid. Pengukuran reabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Suatu menunjukkan nilai Alpha Cronbach >0,6. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan tentang bullying dengan media video terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi, menggunakan uji wilcoxon signed rank test. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin, sumber informasi. Pengalaman Memperoleh Pendidikan Tentang Bullying Variabel Usia 15-16 Tahun 17-18 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Kelas Kelas 4 Kelas 5 Sumber Informasi Teman Internet Pengalaman Memperoleh Pendidikan Tentang Bullying Iya Tidak Sumber: Data Primer Berdasarkan table 1 dapat diketahui bahwa usia dari 71 responden usia rata-rata adalah 16 tahun, usia tengah 16 tahun, usia paling banyak 16 tahun, usia minimal 15 tahun dan maksimal 18 tahun. dapat disimpulkan sebagian besar siswa SMK PGRI 1 Ngawi berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 51 siswa . ,8%). Sedangkn mendapatkan informasi tentang Bullying melalui media internet yaitu sebnyak 57 siswa . ,2%). sebagian besar siswa di SMK PGRI 1 Ngawi belum pernah memperoleh pendidikan tentang Bullying, dengan jumlah yang belum pernah seluruhnya yaitu 71 . %) siswa. Tabel 2 Pengetahuan Siswa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Melalui Media Video Pengetahuan Sebelum Mean 9,32 Std. Deviation 0,948 Sum of Rank 671,00 P-Value 0,000 Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel di atas, menunjukan menunjukkan bahwa seluruh responden sebanyak 71 siswi dengan presentasi . %) memiliki pengetahuan kurang, dengan rerata 9,32. Tabel 3 Pengetahuan Siswa Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Menggunakan Media Video Pengetahuan Sesudah Mean 21,73 Std. Deviation 1,853 Sum of Rank 1564,00 Uji Normalitas 0,00 Sumber: Data Primer Berdasarkan table 3 menunjukkan sebagian besar siswa di SMK PGRI 1 Ngawi sesudah mendapat Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Melalui Media Video bahwa sebanyak 21 responden dengan presentase . ,5%) memiliki pendidikan baik dan sebanyak 49 responden dengan presentase . ,0%) memiliki pendidikan cukup, dengan nilai rerata 21,73. Dengan kriteria Baik jika nilainya Ou 76%. Cukup jika nilainya 56-75%. Kurang jika nilainya O 56%. Tabel 4 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Tentang Bullying Terhadap Pengetahuan Bullying Pada Remaja Pengetahuan Sebelum Sesudah Sumber: Data Primer Mean 9,32 21,73 Std. Deviation 0,948 1,853 Sum of Rank 671,00 1564,00 P-Value 0,000 Bahwa siswi di SMK PGRI 1 Ngawi Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Melalui Media Video memiliki pengetahuan dengan hasil rerata 9,32 maka bisa dikategorikan bahwa pengetahuan siswi kurang. Sedangkan setelah mendapatkan Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying melalui Media Video didapatkan rerata 21,73 dan bisa dikategorikan bahwa pengetahuan siswa mengalami peningkatan. Hasil uji normalitas dieroleh nilai p=. maka lebih kecil atau tidak lebih dari =0,05, jadi dari hasil uji normalitas tersebut di menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=. maka lebih kecil atau tidak lebih dari =0,05. Hal ini bisa dikatakan terdapat pengaruh antara Pendidikan Dengan Media Video Tentang Bullying Terhadap Pengetahuan Bullying Pada Remaja Di SMK PGRI 1 Ngawi. Pengetahuan Siswa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Menggunakan Media Video Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan siswa kelas X tentang pendidikan kesehatan melalui media video di SMK PGRI 1 Ngawi, tingkat pengetahuan siswa tentang bullying adalah seluruh responden berpengetahua kurang. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia pendengaran, penciuman, rasa dan Sebagian pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga (Notoatmodjo, 2. Selain itu ada pengetahuan seseorang yaitu faktor umur, minat, pengalaman, serta Berdasarkan faktor usia yang mempengaruhi pengetahuan siswa, berdasarkan tabel 5. 1 dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa berusia 16 tahun dengan Menurut Notoadmodjo . semakin cukup umur, maka tingkat kekuatan dan kematangan seseorang dalam berfikir dan bekerja lebih tinggi. Dari teori tersebut semakin banyak pengalaman sehingga banyak informasi yang Kurangnya pengetahuan serta informasi siswa tentang bullying mulai dari pengertian, penyebab, serta faktor resiko terjadinya infeksi menular seksual. Kebanyakan siswa juga belum pernah mendapatkan pendidikan tentang bullying, sehingga belum banyak mengetahui tentang bullying. Menurut pendapat peneliti, pendidikan tentang bullying penting untuk disampaikan terutama pada anak kalangan remaja. Dikarenakan anak remaja zaman sekarang pergaulannya lebih keras. Remaja di Indonesia umumnya masih minim mendapatkan pengetahuan tentang bullying karena informasi mengenai hal tersebut dianggap remeh. Untuk bullying, maka upaya promotif yang dapat diberikan yaitu pendidikan tentang bullying guna meningkatkan pengetahuan remaja. Pengetahuan Siswa Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Menggunakan Media Video Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan siswa kelas X tentang pendidikan Tentang bullying melalui media video, memiliki pengetahuan Tentang bullying sudah cukup baik, dengan responden sebanyak 71 Dari data tersebut dapat Siswa dilakukan pendidikan kesehatan melalui media video Menurut penelitian Wina Sanjaya . yang dikutip oleh marliningsih . menjelaskan bahwa media audio visual contohnya video merupakan media yang mampu menyampaikan informasi lebih baik dan menarik karena seseorang mampu mengingat 20% dari apa yang dilihat, 30% dari apa yang di dengar dan orang dapat mengingat 50% dari yang dilihat dan didengar, serta 80% dari yang dilihat, didengar dan dilakukan langsung. Dalam penyampaian pesan atau pembelajaran melalui media harus mempertimbangkan waktu yang tepat serta materi yang singkat padat dan jelas dalam menampilkan video Tentang Bullying yaitu sekitar 10 Menurut asumsi peneliti, pendidikan kesehatan melalui media menyampaikan informasi Tentang Bullying pada anak sekolah di usia Pesan maupun informasi yang disampaikan melalui media video berisi animasi dan juga suara, menggunakan pendengaran serta sehingga informasi maupun pesan yang diterima oleh siswi. Dengan media video siswa akan lebih tertarik untuk belajar karena materi yang disampaikan akan lebih singkat, padat dan jelas, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa dalam belajar khususnya Tentang Bullying. Pendidikan Kesehatan Tentang Bullying Menggunakan Media Video pada siswi kelas X Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara sebelum dan setelah dilakukan kesehatan tentang Bullying pada siswi kelas x di SMK PGRI 1 Ngawi. Dari analisis data selisih antara sebelum dan setelah intervensi diketahui bahwa nilai rerata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan lebih rendah pendidikan kesehatan. Hal ini berarti menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi setelah di berikan pendidikan kesehatan. Berdasarkan stastistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=. maka lebih kecil atau tidak lebih dari =0,1 yang berarti H1 diterima. Artinya kesehatan melalui media video Tentang Bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Hasil penelitian ini sejalan dengan pada penelitian sebelumnya oleh Irma fransiska . tentang Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Audio Visual Tentang Bullying Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Smp Negeri 38 Pekanbaru. di buktikan Hasil menunjukkan bahwa media audio visual tentang bullying efektivtas . =0,. pengetahuan dan sikap antar kelompok, namun tidak efektiv untuk antar perlakuan. Juga pada hasil penelitian oleh selviana, tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Bullying Verbal Di Smp Kristen 3 Surakarta di buktikan dengan Hasil uji wilcoxon terdapat pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang bullying Verbal dengan nilaiP 0,000< 0,01. Dari data tersebut dapat disimpulkan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah diberi intervensi. Menurut asumsi peneliti, dilihat dari hasil penelitian diatas pendidikan Tentang bullying melalui media video sangat berpengaruh terhadap pengetahuan siswi di SMK PGRI 1 Ngawi, dimana terlihat adanya perbedaan dari sebelumnya memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah diberikan pendidikan Tentang bullying sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang meningkat yaitu dari kurang menjadi cukup baik. SIMPULAN Terdapat kesehatan menggunakan media video Menggunakan pengetahuan Tentang bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. PUSTAKA ACUAN