Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi e-ISSN: 2798-5792 Triangulasi e-ISSN: 2798-5792 Jurnal Pendidikan : Kebahasaan. Kesastraan dan Pembelajaran http://journal. id/index. php/triangulasi ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM FILM ALI DAN RATU-RATU QUEENS SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARANBAHASA INDONESIA DI SMA Ranny Putri Marlina1. Wildan Fauzi Mubarock2. Muhamad Firman Al-Fahad3 Universitas Pakuan. Bogor. Indonesia rannymarlinaputri06@gmail. Riwayat Artikel : diterima: 26-01-2024. direvisi: 26-01-2024. disetujui: 26-01-2024 Abstrak Analisis tindak tutur merupakan proses mengkaji bahasa dengan aspek pemakaian aktualnya. Analisis ini dilakukan pada sebuah film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan dialog antartokoh dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan 114 data penggunaan tindak tutur dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens. Adapun simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat penggunaan tindak tutur yang meliputi tindak tutur lokusi . eklaratif, interogatif, dan imperati. sebanyak 19 data dengan persentase 17%, tindak tutur ilokusi . sertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarati. sebanyak 70 data dengan persentase 61%, dan tindak tutur perlokusi sebanyak 25 data dengan persentase 22%. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar pada materi drama kelas XI, sehingga diharapkan dapat memberikan menfaat bagi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Kata Kunci: pragmatik, tindak tutur, film, ali dan ratu-ratu queens Abstract Speech act analysis is a process of studying language with aspectof its actual usage. This analysis was performed on a This study aims to determine the use of locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts in the film Ali and Ratu-Ratu Queens and their implications for learning Indonesian in high school. Qualitative descriptive method is the method used in this study. The data used in this study are dialogues between characters in the film Ali and RatuRatu Queens. Data collection techniques in this study used literature study techniques, fre engangement speaking techniques, and note technique. Checking the validity of the data in this study used a triangulation technique. Based on the research that has been done, obtained 114 data on the use speech acts in the film Ali and Ratu-Ratu Queens. The conclusion from this study is that there is the use of speech acts which include locutionary speech acts . eclarative, interrogative, and imperativ. of 19 data with a percentage of 17%, illocutionary speech acts . ssertive, directive, commisive, expressive, and declarativ. of70 data with percentage of 61%, and perlocutionary speech acts as many as 25 data with a percentage of 22%. The results of this study can be used as a reference for teaching materials in class XI drama materials, so that it is expected to provide benefits for learning Indonesian in high school. Keywords: pragmatics, speech acts, film, ali and queen. TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk dapat bertahan hidup dan menjalin hubungan. Jalinan hubungan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan alat komunikasi yaitu bahasa. Bahasa merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi dalam kegiatan sehari- hari. Pemakaian bahasa berkomunikasi baik antar individu maupun antar Terdapat dua jenis bahasa, yakni bahasa tulis dan bahasa lisan. Bahasa tulis merupakan bahasa yang dituangkan melalui tulisan, sedangkan bahasa lisan adalah bahasa yang langsung dikomunikasikan melalui alat ucap. Sebagai alat berkomunikasi, bahasa membantu penutur dalam mengekspresikan keinginan, harapan, permintaan, serta permohonan kepada mitra tuturnya. Komunikasi dapat diartikan sebagai pertukaran informasi antara dua orang atau lebih dengan bahasa yang mudah dipahami. Untuk memahami informasi yang disampaikan, maka harus diperhatikan beberapa hal seperti topik yang sedang dibahas, dengan siapa ketika berbicara, penggunaan ragam bahasa, bagaimana situasi pada saat berbicara, tujuan dari pembicaraan, serta sarana yang digunakan untuk berkomunikasi. Akan tetapi, dalam pertukaran bahasa dalam komunikasi terkadang terdapat kesalahpahaman baik dari penutur maupun dari mitra tuturnya dikarenkan beberapa faktor. Untuk dapat memahami maksud dari yang disampaikan oleh penutur, maka dapat dikaji menggunakan studi linguistik dalam kajian pragmatik. Kajian pragmatik yang membahas maksud atau pesan yang ingin disampaikan kepada mitra tutur disebut dengan tindak tutur. Tindak tutur tidak hanya dapat ditemukan dalam komunikasi secara langsung tetapi juga dapat ditemukan dalam sebuah karya sastra. Salah satu bentuk karya sastra yang sangat digemari adalah film. Film merupakan sebuah media seni yang memadukan visual serta audio yang menarik di dalamnya. Komunikasi dalam film diperankan atau percakapannya sudah dibuat dalam naskah. Oleh karena itu, dunia film tidak dapat terlepas dari tindak tutur baik tertulis maupun lisan. Dikarenakan memadukan visual dan audio yang menarik, film menjadi salah satu karya sastra yang digemari oleh semua kalangan. Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 e-ISSN: 2798-5792 Pendidik dapat menggunakan sebagai bahan ajar. Film yang digunakan sebagai bahan ajar haruslah film yang sesuai e-ISSN: 2798-5792 dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisis tindak tutur dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Film Ali dan Ratu-Ratu Queens bercerita tentang seorang anak yang mencari ibunya di negeri lain dan dibantu oleh ibu-ibu asal Indonesia yang menetap di negeri tersebut. Film kekeluargaan, serta persahabatan walaupun terpaut usia yang jauh. Cerita dalam film ini memiliki alur yang sesuai dengan kehidupan Alur cerita yang tidak jauh dari kenyataan, mengambil latar di luar negeri, juga adanya perbedaan usia yang cukup jauh antar pemain, dapat mengantarkan film ini memenangkan Festival Film Wartawan Indonesia 2021 dalam Kategori Film Terbaik. Maka, tidak heran bahwa film ini menarik untuk dijadikan objek penelitian dan penulis tertarik untuk meneliti tindak tutur antar tokoh yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dari Mariana Helga Eka Septiana. I Nyoman Adi Susrawan, dan Ni Luh Sukanadi dengan judul AuAnalisis Tindak Tutur Lokusi. Ilokusi, dan Perlokusi Pada Dialog Film 5CM Karya Rizal Martovani (Sebuah Tinjauan Pragmati. Ay. Pada hasil penelitian tersebut bahwa ditemukannya tindak tutur lokusi sebanyak 12 tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 33 tuturan, dan tindak tutur perlokusi sebanyak 6 tuturan (Septiana et al. , 2020: 102. Penelitian lainnya dari Rahmatul Umalila. Sutrimah, dan Ali Noeruddin dengan judul AuAnalisis Tindak Tutur Lokusi. Ilokusi, dan Perlokusi dalam Dialog Film Dignitate Sutradara Fajar Nugros serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAAy. Pada hasil penelitian ditemukannya sebanyak 659 data tuturan, yang terdiri dari 361 tuturan tindak tutur lokusi, 224 tuturan tindak ilokusi, dan 76 tuturan tindak TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Dalam penelitian itu juga disebutkan bahwa tindak tutur pada dialog film Dignitate dapat dikaitakan dengan materi yang ada di K13 yakni materi drama (Umalila et al. , 2022: . Selain dua penelitian di atas, penelitian dari Susi Widyawati yang berjudul AuAnalisis Tindak Tutur dalam Film Duka Sedalam Cinta Karya Firman SyahAy. Dalam penelitian tersebut ditemukannya lima tuturan tindak tutur lokusi, tiga tuturan tindak tutur ilokusi, dan tiga tuturan tindak tutur perlokusi. Tindak tutur yang sering digunakan dalam film tersebut berdasarkan hasil penelitian adalah tindak tutur lokusi (Widyawati, 2019: 4-. Berdasarkan penelitian yang telah disampaikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan tindak tutur dalam melakukan peristiwa tutur tergantung pada jenis, fungsi, dan tindak tuturnya. Dalam beberapa penelitian tersebut terdapat tindak tutur yang lebih dominan ditemukan, hal ini dikarenakan tindak tutur dilakukan berdasarkan konteks, sehingga data yang ditemui akan berbeda bergantung objek kajian yang ditelitinya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah dengan menggunakan salah satu karya sastra, yakni film Ali dan Ratu-Ratu Queens dengan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Tindak Tutur dalam Film Ali dan Ratu-Ratu Queens serta Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAAy sebagai sebuah penelitian. tersimpan dalam bahan e-ISSN: dokumentasi (Sujarweni, 2014: . Sumber data dalam penelitian ini diambil e-ISSN: 2798-5792 dari film Ali dan Ratu-Ratu Queens yaitu tuturan lisan dan makna tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Selanjutnya, penelitian ini pula menggunakan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulator sebagai pengecek validitas sumber data atau objek Teknik triangulasi yang digunakan adalah teknik triangulasi penyidik dengan pengecekan keabsahan data dengan cara diskusi tiga orang ahli dalam bidangnya. Menurut Moloeng (Rijali, 2019: . teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi terbagi menjadi 4, yaitu: . dengan sumber: membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. dengan metode: pengecekan derajat keterpercayaan pengumpulan data. dengan penyidik: membandingkan hasil analis yang satu dengan analis yang lain. dengan teori: menggunakan sejumlah pandangan dalam menafsirkan satu set Setelah validasi data tersebut dilakukan, tahap selanjutnya yaitu analisi data. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yakni dengan cara mengkaji, menganalisis, kemudian menggambarkan sumber dan penelitian yang berasal dari film Ali dan Ratu-Ratu Queens. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik studi pustaka. Pemilihan metode penelitian deskriptif untuk memberikan gambaran terhadap fokus penelitian yang akan Menurut Sugiyono . alam Wicaksana, 2016: . mengemukakan bahwa tujuan penelitian deskriptif adalah membuat deskripsi secara sistematis tentang fakta - fakta dan fenomena- fenomena dari objek yang diteliti. Peneliti menggunakan teknik studi pustaka atau studi dokumen dengan metode simak-tulis. Studi dokumen adalah metode pengumpulan data kualitatif yang sejumlah besar fakta dan data i. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis tindak tutur dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens, terdapat 144 data kutipan dialog yang mengandung tindak tutur baik tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Temuan data diuraikan dalam tabel di bawah ini. Tabel 1. Persentase Data Hasil Temuan No. Tindak Tutur Tindak Tutur Lokusi Tindak Tutur Ilokusi Tindak Tutur Perlokusi Jumlah Data Persentase TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI Tindak Tutur Lokusi Deklaratif Kutipan dialog: Ali : Ali hanya ingin bilang Mama tak perlu merasa Ali di sini baik-baik saja selama Mama mengejar cita-cita Mama di sana. Analisis: Data di atas ternasuk ke dalam tindak tutur lokusi bentuk deklaratif atau pernyataan. Dalam data tersebut. Ali memberitahukan bahwa ia baik- baik saja selama ibunya berada di New York untuk meraih citacitanya yang tergambar dalam tuturan AoAli di sini baikbaik saja selama Mama mengejar cita-cita Mama di Ao Maksud di sana itu merujuk ke kota New York, tempat ibunya Ali mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang penyanyi. Selain itu. Ali juga menyatakan bahwa agar ibunya tidak usah merasa bersalah karena sudah meninggalkannya bersama Sang Ayah demi mengejar Makna tersebut tergambar dalam tuturan. AoAli hanya ingin bilang Mama tak perlu merasa bersalah. Ao Dalam kalimat tersebut. Ali meminta ibunya untuk tidak perlu merasa bersalah terhadapnya dan juga Sang Ayah. Tuturan tersebut hanya berfungsi untuk menyampaikan sesuatu tanpa adanya maksud lain yang harus dipahami oleh mitra tutur. Pemahaman mitra tutur cukup dari apa yang dikatakan oleh penutur tanpa menggali lebih dalam dari tuturannya. dengan adanya tanda tanyae-ISSN: (?) di2798-5792 akhir kalimat . Tindak Tutur Lokusi Interogatif Kutipan dialog: Ali : Wow. Kamu nulis juga? Eva : IAoam starting. Analisis: Data di atas menunjukkan kasus tindak tutur lokusi bentuk interogatif atau pertanyaan. Penutur menanyakan sesuatu kepada mitra tutur yang dalam tuturannya hanya berfungsi untuk mengatakan sesuatu. Pada kasus tersebut penutur mengatakan sesuatu yang tuturkan dalam bentuk pertanyaan. Tuturan yang menunjukkan tindak tutur lokusi bentuk pertanyaan dituturkan oleh Ali dalam tuturan AoWow. Kamu nulis juga?Ao. Pada tuturan itu Ali menanyakan kepada mitra tutur yakni Eva apakah ia juga menulis lagu dan Eva menjawab pertanyaan Ali tersebut. Dikarenakan dalam tuturan Ali hanya berfungsi untuk menyatakan sesuatu yang dalam kasus di atas tuturannya dikemas dalam bentuk pertanyaan atau interogatif, maka tuturan Ali termasuk ke dalam jenis tindak tutur lokusi bentuk interogatif. Tindak tutur lokusi merupakan tindak tutur yang berfungsi untuk memberitahu sesuatu. Sedangkan tuturan bentuk interogatif ditandai e-ISSN: 2798-5792 . Tindak Tutur Lokusi Imperatif Kutipan dialog: Zoopunk : Hati-hati lho yo. Ojo lali, ojo lupa pilnya diminum. Ali : Iya. Analisis: Tuturan Zoopunk dalam dialog di atas termasuk ke dalam jenis tindak tutur lokusi Jenis tindak tutur ini hanya berfungsi untuk menyampaikan sesuatu dari penutur ke mitra tutur tanpa adanya maksud lain atau makna lain yang harus dipahami oleh mitra Dalam kasus data di atas, penutur mengingatkan sesuatu kepada mitra tutur untuk melakukan sesuatu yang diharapkan oleh Tindak tutur tersebut dituturkan oleh penutur yakni Zoopunk yang mengingatkan Ali untuk berhati-hati dan meminum obat yang telah ia berikan. Tuturan tersebut ditandai dengan kalimat AoHati-hati lho yo. Ojo lali, ojo lupa pilnya diminumAo, yang dalam bahasa Indonesia berarti AoHati-hati lho ya. Jangan lupa, jangan lupa pilnya diminum. Ao Dalam tuturan tersebut terdapat kata jangan yang merupakan kata untuk menyatakan melarang. Pada kasus di atas Zoopunk melarang Ali untuk tidak lupa meminum pil yang sudah diberikannya. Adapun jawaban Ali yang dituturkan dalam tuturan AoIyaAo, tapi pada konteks dialog di atas. Ali hanya mengatakannya tanpa adanya aksi yang Untuk itu tuturan Zoopunk termasuk ke dalam jenis tindak tutur lokusi imperatif. ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI Tindak Tutur Ilokusi Asertif Kutipan dialog: Zoopunk : Li, uang sewa rumah sudah masuk. Langsung aku convert ke rekening dolarmu, ya? Ali : Iya. Ini gue tinggal ngisi Analisis: Data di atas menunjukkan kasus tindak tutur jenis ilokusi bentuk asertif. Penutur melaporkan sesuatu kepada mitra tutur. Dalam kasus tersebut. Zoopunk melaporkan bahwa uang sewa yang sudah masuk akan langsung dipindahkan ke rekening dolar milik Ali. TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Tuturan laporan tersebut ditunjukkan dalam kalimat. AoLi, uang sewa rumah sudah masuk. Langsung aku convert ke rekening dolarmu, ya?Ao. Dalam tuturan tersebut mengandung tindak tutur ilokusi karena selain mengatakan sesuatu. Zoopunk juga melaporkan sesuatu yaitu melaporkan bahwa uang sewanya sudah ia konversi ke rekenang dolar milik Ali. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dalam dialog di atas, penutur selain mengatakan sesuatu juga melaporkan sesuatu kepada mitra Oleh sebab itu, dialog di atas termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk asertif yang kebenaran dari tuturan yang disampaikan oleh penutur dapat dibuktikan adanya. Pembuktian dalam tuturan Zoopunk dapat langsung dibuktikan dengan cara mengecek rekening dolar milik Ali. e-ISSN: 2798-5792 pasti, yo? Ali : Amin. Analisis: e-ISSN: 2798-5792 Data di atas menunjukkan tindak tutur jenis ilokusi bentuk komisif. Penutur memanjatkan doa demi kebaikan mitra tutur. Dalam kasus tersebut. Zoopunk memanjatkan doa agar uang untuk bekal Ali ke New York segera terkumpul ia juga meyakinkan Ali bahwa uangnya pasti akan terkumpul sehingga Ali tidak usah merasa Tuturan yang menunjukkan tindak tutur ilokusi bentuk komisif ini terlihat dalam kalimat. AoYa, wes bismillah, dapatlah pasti, yo?Ao. Kata AobismillahAo biasanya digunakan ketika akan melakukan sesuatu, kata tersebut juga memiliki arti Aodengan menyebut nama AllahAo. Zoopunk secara tidak langsung mendoakan agar uang untuk bekal Ali ke New York akan segera Tuturan Zoopunk selaku penutur berdoa dan meyakinkan Ali bahwa uang untuk bekal ke New York pasti akan Berdasarkan tersebut, maka dalam dialog di atas, penutur memanjatkan doa untuk mitra tutur. Oleh sebab itu, tuturan Zoopunk dalam data di atas termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk komisif yang melibatkan penutur pada tindakan yang akan datang. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Kutipan dialog: Zoopunk : Li, ojo berangkat. Wes? Ali : Ya udahlah. Entar juga balik Analisis: Pada tuturan Zoopunk di atas, ia sebagai penutur memohon kepada Ali sebagai mitra tutur untuk jangan pergi ke New York dan meninggalkannya sendiri di Indonesia. Hal ini ditandai dengan Zoopunk yang memohon kepada Ali dengan kalimat AoLi, ojo berangkat. Wes?Ao yang dalam bahasa Indonesia berarti AoLi, jangan Ya?Ao. Tuturan tersebut dalam konteks dialog di atas Zoopunk meminta Ali untuk tidak berangkat ke New York demi menyusul ibunya. Zoopunk masih tidak bisa berjauhan dengan Ali karena mereka sudah dari kecil selalu bersama. Tuturan yang mengandung makna memohon termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk direktif. Dalam tuturan tersebut, penutur yaitu Zoopunk memohon kepada mitra Ali permohonannya agar Ali jangan berangkat ke New York. Akan tetapi. Ali akan tetap pergi ke New York karena ia hanya pergi untuk sementara waktu dan akan kembali lagi ke Indonesia. Jadi, tuturan Zoopunk termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk direktif. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Kutipan dialog: Zoopunk : Ya, wes bismillah, dapatlah . Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Kutipan dialog: Keponakan 1: Selama ini Kakak masih punya Keponakan 2: Bukan yatim piatu dong! Sepupu Ali: Astagfirullah. Mohon maaf, anak saya mulutnya kayak cabe juga. Analisis: Data di atas menunjukkan kasus tindak tutur jenis ilokusi bentuk Penutur meminta maaf kepada mitra tutur. Dalam kasus tersebut, sepupu Ali meminta maaf kepada Ali atas perkataan dari anak-anaknya yang tak lain keponakan Ali Keponakan Ali yang masih kecil itu selama ini tidak mengetahui bahwa Ali masih mempunyai Ibu, tuturan tersebut terlihat dalam kalimat. AoSelama ini Kakak TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi masih punya ibu?Ao. Dalam tuturan tersebut keponakan Ali yang masih kecil tidak mengetahui akan keberadaan ibunya Ali, sehingga baru mengetahui bahwa Ali masih mempunyai seorang Selain itu, keponakan Ali yang lain juga berpikir bahwa ia merupakan seorang yatim piatu yang terlihat dalam kalimat. AoBukan yatim piatu dong!Ao yang setelah mengetahui Ali masih mempunyai ibu ia berkata bahwa Ali bukanlah seorang yatim piatu. Berdasarkan pernyataan kedua anaknya itu, maka sepupu Ali yang merupakan ayah dari keduanya meminta maaf. Permintaan maaf itu terlihat dalam kalimat. AoAstagfirullah. Mohon maaf, anak saya mulutnya kayak cabe juga. Ao Dalam tuturan tersebut sepupu Ali meminta maaf atas perkataan anak- anaknya kepada Ali. Jadi, dalam kasus data di atas penutur selain mengatakan sesuatu juga meminta maaf kepada mitra tutur yakni Ali yang bisa saja tersinggung oleh perkataan anak-anaknya. Oleh karena itu, tuturan yang disampaikan oleh sepupu Ali termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk ekspresif. Tindak Tutur Ilokusi Deklaratif Kutipan dialog: Ance : Tapi Aokan dia ke sini nyari ibunya, ya? Berarti Aokan ibunya ninggalin dia. Analisis: Tuturan yang dituturkan oleh Ance merupakan tuturan yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk deklaratif. Bentuk deklaratif ini dapat menciptakan suatu hal baru. Pada kasus di atas. Ance menilai bahwa Ali bisa saja ditelantarkan oleh ibunya sehingga ia mencarinya ke New York tanpa tahu di mana ibunya tinggal. Tuturan tersebut terlihat dalam kalimat AoTapi Aokan dia ke sini nyari ibunya, ya? Berarti Aokan ibunya ninggalin dia. Ao Ance dalam tuturannya menilai bahwa Ali sudah ditelantarkan dan menciptakan sesuatu yang baru yakni status. Status Ali dari tuturan penilaian Ance menjadi anak yang ditelantarkan ibu kandungnya Oleh karena adanya status baru yang tercipta dari tuturan Ance, maka tuturan tersebut termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk deklaratif. Status baru yang diciptakan oleh Ance adalah status Ali yang ditelantarkan oleh Sang Ibu. Tuturan Ance tersebut dapat mengubah Volume 4. Nomor 2. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 pandangan Biah dan Chintae-ISSN: saat itu mendengarkan tuturannya. e-ISSN: 2798-5792 . Tindak Tutur Ilokusi Komisif dan Ekspresif Kutipan dialog: Biah : Tapi kita makannya bukan di sini, di rooftop. Soalnya di sini ada yang Ance : Panas banget. Analisis: Tindak tutur yang terlihat dalam tuturan Biah pada dialog di atas adalah tindak tutur jenis ilokusi. Tindak tutur ini mempunyai maksud lain dalam tuturannya, sehingga mitra tutur harus memahami lebih dalam dari tuturan penutur. Pada tuturan Biah di atas, maksud lain yang ingin disampaikan oleh Biah yaitu ia menawarkan untuk memakan makanan penutupnya di atap atau rooftop. Tuturan tersebut terlihat dalam kalimat AoTapi kita makannya bukan di sini, di rooftop. Ao Selain adanya maksud menawarkan, pada tuturan Biah juga terdapat masuk lain yakni untuk menyindir Mama Mia yang merasa tidak nyaman karena terus dipojokkan yang terlihat dalam kalimat. AoSoalnya di sini ada yang panas. Ao Adanya tuturan dengan maksud untuk menawarkan dan menyindir yang termasuk ke dalam dua bentuk yang berbeda yakni bentuk komisif dan ekspresif. Bentuk komisif merupakan tuturan yang melibatkan penutur pada tindakan yang akan datang. Pada konteks di atas bentuk komisif ditunjukkan dengan adanya tuturan Adapun tuturan yang termasuk ke dalam bentuk ekspresif yakni tuturan Bentuk ekspresif merupakan tuturan yang mengekspresikan sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka tuturan Biah termasuk ke dalam jenis tindak tutur ilokusi bentuk komisif dan ekspresif. IV. KESIMPULAN Hasil analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada kutipan dialog dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens, peneliti mendapatkan 114 data kutipan TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi dialog, yaitu tindak tutur lokusi yang mencakup lokusi deklaratif, lokusi interogatif, dan lokusi imperatif sebanyak 19 data. Lalu, tindak tutur ilokusi yang mencakup ilokusi asertif, ilokusi direktif, ilokusi komisif, ilokusi ekspresif, dan ilokusi deklaratif sebanyak 70 data. Kemudian tindak tutur perlokusi sebanyak 25 data. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens, diketahui bahwa tindak tutur yang mendominasi adalah tindak tutur ilokusi dan tindak tutur yang paling sedikit adalah tindak tutur Adapun fungsi tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dalam interaksi antar tokoh pada setiap adegan meliputi: . meminta maaf. memberikan selamat. memberi nama. Analisis mengenai tindak tutur dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens, peneliti menemukan bahwa film tersebut dapat diimplikasikan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia kelas XI pada materi Drama terkait KD 3. 18 dan KD 4. Kedua kompetensi dasar tersebut berkaitan dengan mendemonstrasikan salah satu tokoh dalam Hal tersebut dapat membantu para pendidik untuk memberi contoh cara bertutur atau berucap atau bertindak tutur menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Adanya contoh diharapkan peserta didik dapat mengimplementasikan penggunaan bahasa dengan baik dan benar ketika bertutur dalam kehidupan sehari-hari. REFERENSI