JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 PERAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING KARAKTER ANAK REMAJA USIA 12-15 TAHUN DI GEREJA BETHEL INDONESIA TABGHA TANJUNG PIAYU BATAM Johannes Hutabarat1. Steven2. Agustina Sinaga3 Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam 1 2 3 johannes@st3b. id1, steven@st3b. id2, agustinasinaga510@gmail. Abstract Parents do not yet have an understanding of the role of parents in guiding the character of teenagers aged 12-15 years. The character of teenagers at GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam has challenges because there are still those involved in racing, the temptation to smoke, drink alcohol, the social interactions of school children who often tempt them not to take part in church activities, like to go against their parents, have a bad temper and are stubborn. Parents lack communication with teenage children at GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam so that there is a breakdown in the relationship between parents and children and the children's character is not formed from a positive environment. The character of teenagers at GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam has challenges because some are still involved in racing, tempted to smoke, drink alcohol. This research aims to find out the extent of the benefits of the role of parents in guiding the character of teenagers aged 12-15 years at Bethel Indonesia Tabgha Church Tanjung Piayu Batam. The role of parents is realized through regular and personal guidance regarding positive and negative things that should be avoided or done. Parents play a role in forming the spiritual maturity of their teenagers based on God's Word so that in the future teenagers will become individuals who are strong and sturdy in their faith and fear of God. This research uses qualitative methods and the informants in this research are five parents whose data can be collected from interviews. The results of the research found that church worship is very useful and proven to develop the character of teenagers. Parents often do not provide space for teenagers to talk about their feelings, problems or worries. A lack of open communication can make children feel unheard or Guiding the character of teenagers, especially parents, is very important in forming a family environment that is harmonious, full of love and understanding for children Keywords: Role. Parents. Guiding. Character. Teenagers Abstrak Orangtua belum memiliki pemahaman mengenai peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja Usia 12-15 Tahun. Karakter anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam memiliki tantangan karena masih ada yang terlibat dalam balap-balapan, godaan untuk merokok, minumminuman keras, pergaulan anak sekolah yang sering menggoda untuk tidak ikut kegiatan gereja, suka melawan orangtua, tempramen dan keras kepala. Orangtua kurang memiliki komunikasi dengan anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam sehingga adanya keretakan hubungan orangtua dan anak dan karakter anak pun terbentuk bukan dari lingkungan positif. Karakter anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam memiliki tantangan karena masih ada yang terlibat dalam balap-balapan, godaan untuk merokok, minum-minuman keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana manfaat peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja usia 12-15 tahun di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Tanjung Piayu Batam. Peranan orangtua terwujudkan melalui bimbingan secara berkala dan bersifat pribadi mengenai hal positif dan hal negatif yang harus dihindari atau yang dilakukan. Orangtua berperan dalam pembentukan kedewasaan rohani anak remaja berdasarkan Firman Tuhan supaya di masa yang akan datang remaja akan menjadi pribadi yang kuat dan kokoh dalam iman dan takut akan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan informan dalam penelitian ini adalah lima orangtua yang dapat dikumpulkan datanya dari hasil wawancara, maka hasil penelitian menemukan Ibadah gereja sangat bermanfaat dan terbukti untuk perkembangan karakter remaja. Orangtua seringkali tidak memberikan ruang bagi anak remaja untuk berbicara tentang perasaan, masalah, atau kekhawatiran mereka. Kurangnya komunikasi terbuka bisa membuat anak merasa tidak didengar atau tidak dihargai. Membimbing karakter anak remaja utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian anak Kata Kunci: Peran. Orang Tua. Membimbing. Karakter. Remaja PENDAHULUAN Peranan orang tua dalam keluarga adalah membentuk budi pekerti yang sesuai dengan kepribadian dan karakter yang dimiliki anak, dalam lingkup keluarga orang tua adalah orang yang pertama dan mempunyai banyak kesempatan untuk berssosialisasi dengan anak serta yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 paling mengerti tentang keseharian anak. Orang tua juga sebagai pendidik yang paling utama bagi anak di dalam keluarga, yang biasa disebut madrasatul ula, ilmu pengetahuan serta kepribadian orang tua menjadi penentu terjadinya pertumbuhan serta perkembangan anak tentunya dengan diimbangi dengan komunikasi dan interaksi yang harmonis antar keluarga. Penerapan pola asuh yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan aturan akan berpengaruh terhadap perkembangan sikap dan karakter anak, diantanya: anak menjadi pendiam, suka menyendiri, tidak bahagia, menjadikan anak cenderung menarik diri dari pergaulan, disamping itu, sulit bagi mereka untuk percaya kepada orang lain dan nilai atau prestasi yang mereka dapatkan di sekolah menjadi Di sekolah juga banyak ditemui tersinggung, sering marah, bersikap memusuhi dan selalu mencari kesalahan sesama teman, suka menutup diri dengan lebih banyak diam tidak suka begaul dengan temannya baik saat belajar maupun bermain, kurang percaya diri, bersikap malas, kurang mandiri, mudah cemas, suka membolos, kurangnya tanggung jawab yang dimiliki, dan tidak ada rasa peduli terhadap orang lain. Contohcontoh sikap atau prilaku anak seperti inilah yang harus dijadikan catatan sebagai orang tua untuk menerapkan pola asuh yang tepat dan sesuai dengan kepribadian masing- masing. Karena Mengasuh dan merupakan tanggung jawab kedua orang Dalam Alkitab dijelaskan mengenai peran orangtua yang seharusnya, dalam Ulangan 6:4-9 AuDengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan. Allahmu, segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hariini haruslah engkau perhatikan, berulang-ulang pada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkan nya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 lambing di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmuAy. Secara jelas perintah Allah kepada orangtua untuk mendidik dan mengajarkan pada anak mereka prinsip-prinsip hidup beriman kepada Tuhan. Tidak sedikit anak mengalami kerusakan pembentukan karakter sejak dini dikarenakan tidak ada orang lain yang mempunyai keintiman hubungan dengan seorang anak seperti orangtuanya. Juga tidak ada orang lain yang mempunyai Kedua hal ini menyebabkan peranan unik orang tua dalam pendidikan iman dalam keluarga. Hal ini diperkuat dengan hasil survey yang dilakukan oleh Bilangan Research Centre AySpritualitas Generasi Kristen di IndonesiaAy Dua data yang sangat menarik perhatian saya berkaitan dengan pengaruh orangtua bagi anak adalah 73,1% responden menyatakan ayah dan ibu yang menuntun mereka untuk percaya pada Kristus. 43,1% responden menyatakan bahwa mereka pergi kepada orangtua saat mereka menghadapi masalah. Dari kedua hal ini terlihat betapa besarnya peran dan dampak orangtua dalam kehidupan anak (Gultom 2. Mendidik dan membimbing anak merupakan suatu kewajiban bagi setiap orangtua karena anak merupakan amanat yang harus di pertanggung jawabkan kelak Orangtua menerapkan pendidikan yang membuat menjalankan hidupnya dengan positif, baik dari agama, pergaulan maupun lingkungan, sehingga mampu membentuk mereka menjadi anak yang mempunyai akhlaqul karimah, dan menunjukan hal yang Membimbing karakter diperlukan sebagai model, system, cara kerja, bentuk, atau struktur yang tetap, menjaga baik merawat dan mendidik, membimbing dalam konsep membantu, melatih dan memimpin, pola asuh orangtua merupakan pola interaksi antara orangtua dan anak, yaitu bagaimana sikap atau perilaku orantua saat berinteraksi dengan anak. Bagaimana orang tua, sebagai suami dan istri berkomunikasi, berperilaku, bersikap This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 akan menjadi sorotan anak dan memiliki kecenderuangan untuk diikuti. Sitanggang menagatakan: Selain untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, berinteraksi dengan sesama, komunikasi juga berfungsi untuk memberi informasi, menambah wawasan dan pengetahuan, komunikasi juga dapat mempengaruhi orang lain. (T. Sitanggang. Pasaribu, and Steven 2. Karakter remaja adalah dalam lingkup Anak akan mempelajari dasadasar perilaku yang penting bagi kehidupan ketika ia menginjak usia dewasa. Karakter yang akan dipelajari anak adalah apa yang dilihatnya dari perilaku orangtua. Karakter yang kuat diperlukan bagi individu dalam menentukan keberhasilan hidup anak. Karakter adalah kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak, serta yang membedakan dengan individu lain. Pendidikan karakter (Makagingge, n. Karakter menggambarkan kualitas moral seseorang yang tercermin dari segala tingkah lakunya yang mengandung unsur keberanian, ketabahan, kejujuran, dan kesetiaan atau perilaku kebiasaan yang baik. Karakter dapat berubah akibat pengaruh lingkungan, oleh karena itu perlu menjaganya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal Karakter mengacu pada serangkaian sikap . , perilaku . , motivasi . , dan keterampilan . Karakter merupakan nilai-nilai berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Remaja yang berkarakter berarti berperilaku, bersifat, bertabiat, dan watak. Orang yang kompenten dan berkarakter merupakan sumber daya manusia yang handal, berwatak, cerdas, dan kompetetif dalam menghadapi dunia global. Sebagai E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 masyarakat semestinya juga turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan Setiap individu sebagai anggota dari masyarakat harus bertanggungjawab dalam menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung. Iman adalah ekspresi praktis dari keyakinan kita dalam Tuhan dan firmanNya. Ibrani 10:35-36 berkata Ausebab itu kepercayaanmu, karena besar upah yang Sebab kamu memerlukan Allah, memperoleh apa yang dijanjikan ituAy. Iman adalah sebuah tindakan yang dimotivasi oleh firman Allah. Iman juga bisa didefinisikan sebagai sebuah kekuatan yang hidup, yang berasal dari firman hidup, untuk sebuah bukti hidup. Iman tanpa perbuatan adalah iman palsu! Itu berarti, iman itu mati (Yakobus 2:. Iman tampak dari penampilan, cara hidup dalam pernyataan- pernyataan gambaran dalam Perilaku . adalah aktivitas, respon,kinerja, dan reaksi seseorang, yang terbentuk menjadi kebiasaan. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh gambar dirinya, yaitu bagaimana seseorang . memandang dirinya. Cara pandang seseorang dipengaruhi oleh apa kata orang . ermasuk Mengenai Aopersonal imageAo. Karena itu penting sekali, anak menilai dirinya sebagaimana Tuhan melihat dia bahwa ia berharga dan mulia bahkan dirinya adalah bait Roh Kudus . Korintus 6:19- . Auatau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Tuhan sebab kamu telah dibeli dan harganya lunas dibayarAy. Orang tua atau lingkungan anak, jangan sampai memberi label negative kepada anakAy kamu anak nakalAy, sebaliknya anak bisa dilatih untuk mengucapkan firman tentang diriny, sebagai pengakuan dan untuk membangun gambar diri yang baik. Untuk memiliki perilaku yang baik, maka seseorang harus sadar, bahwa dirinya adalah anak Allah . Yohanes 3:. dan bahwa Roh Tuhan ada didalam dirinya (Yesaya 61:. Kesadaran ini akan kuat jika anak sudah lahir baru dan dirumah ada mesbah keluarga, lingkungan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 yang hidup sungguh-sungguh bergaul dengan Tuhan. Etika Kristen merupakan satu bentuk sikap yang diperintah oleh dari Allah, makan kewajiban etis merupakan sesuatu yang harus kita lakukan. Kewajiban merupakan ketentuan atau perintah etis yang diberikan Allah sesuai dengan karakter MORAL-NYA yang tidak dapat berubah. Maksudnya adalah Allah menghendaki apa yang benar sesuai sifatsifat moralnya sendiri. Jadilah kudus sebab aku ini kudus (Imamat 11:. Harus kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna (Matius 5:. AuAllah tidak mungkin berdustaAy (Ibrani 6:. AyAllah kasihAy. Yohannes 4:. Aukasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy(Matius 22:. Jadi singkatnya etika Kristen didasarkan pada kehendak Allah, tetapi Allah tidak pernah mengendaki apapun yang bertentangan dengan karaktek moralnya yang tidak Komunikasi adalah suatu hubungan timbal balik dan komunikasi menduduki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Mengasihi diri sendiri artinya menerima diri sendiri dengan merasa bangga dan puas. Mengapa? Karena banyak anak remaja yang tidak puas dengan dirinya sendiri lalu menempuh jalan lain yaitu melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Maka sebagai anak Tuhan kita tidak boleh melakukannya karena itu adalah dosa. Orang tua khususnya di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam memberi pengarahan serta ketentuan-ketentuan yang mengikuti pelayanan di usia anak remaja agar tidak terpengaruh kedalam hal-hal Orangtua mengajarkan anak-anaknya untuk membaca firman Tuhan, mengikuti ibadah di gereja, serta aktif dalam pelayanan dan melakukan saat teduh bersama keluarga. Orangtua belum memiliki pemahaman mengenai peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja Usia 12-15 Tahun. Karakter anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam memiliki tantangan karena masih ada yang terlibat dalam balap-balapan, godaan untuk minum-minuman pergaulan anak sekolah yang sering menggoda untuk tidak ikut kegiatan gereja. E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 suka melawan orangtua, tempramen dan keras kepala. Orangtua kurang memiliki komunikasi dengan anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam sehingga adanya keretakan hubungan orangtua dan anak dan karakter anak pun terbentuk bukan dari lingkungan positif. Tanggung jawab orang tua dalam karakter dan pembinaan iman anakanaknya, dijelaskan pada Efesus 6:4. AuDan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Ay Penting untuk diperhatikan bahwa pembinaan iman bagi remaja merupakan tugas orang tua bukan diserahkan kepada gereja atau pihak lain. Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru banyak menjelaskan tentang perintah Allah untuk mengajarkan hukum- hukum Tuhan kepada remaja sebagai bentuk pengenalan akan Allah agar dapat menjalani kehidupan takut akan Dia, sebagaimana Amsal 22:6. AuDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu. Ay Orang percaya membina anakanak mereka untuk hidup takut akan Tuhan dengan membenci dosa dan taat pada perintah-perintah-Nya Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang Peran Orang Tua Dalam Membimbing Karakter Anak Remaja Usia 12- 15 Tahun Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Tanjung Piayu Batam. METODE PENELITIAN Pertama,penulisan jurnal ini dengan menelaah suatu fenomena sosial dan persoalan manusia untuk memperoleh gambaran yang komprehensif, baik dengan maupun keadaan dunia nyata, metode pendekatan kualitatif. Kedua, penulis menggunakan studi literature yang berhubungan dengan Peran Orang Tua Dalam Membimbing Karakter Anak Remaja Usia 12-15 Tahun. Tujuan lapangan adalah untuk mendapatkan hasil yang nyata di mana satu fenomena sesungguhnya terjadi, tempat penelitian memerlukan interaksi sosial tertentu untuk This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 Menurut ahli penelitian Sugiyono (Sugiyono 2. tempat penelitian adalah tempat di mana situasi sosial masyarakat tersebut akan diteliti. Misalnya di Gereja, di Sekolah, di Perusahaan, di lembagalembaga pemerintah, di jalan, di rumah dan lingkup sosial masyarakat lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Peran Orangtua Peran bertanggungjawab pada perilaku positif maupun negatif yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Orang tua memiliki kewajiban dalam mempedulikan, memperhatikan, dan mengarahkan anakanaknya. Karena anak merupakan amanat yang diberikan oleh Allah kepada orang tua, maka orang tua berkewajiban menjaga, memelihara, memperhatikan, dan menyampaikan amanat dengan cara mengantarkan anak- anaknya untuk mengenal dan menghadapkan diri kepada Allah. Peran adalah Auperangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakatAy (Tim Penyusun 1. Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Pendidikan orang tua terhadap anak- anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak- anak, dan yang diterimanya dari kodrat. Orang tua adalah pendidik sejati, pendidik karena kodratnya. Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati pula. (Purwanto Ngaliman 2. Keberadaan orang tua yang memiliki kekuatan integritas moral dan spiritual, kebajikan dan perhatian yang baik membesarkan anaknya. Seorang bapak atau ayah dan ibu dari anak-anak mereka tentunya memiliki kewajiban yang penuh terhadap keberlangsungan hidup bagi anak-anaknya, karena anak memiliki hak untuk diurus dan dibina oleh orang tuanya hingga beranjak dewasa. Orang tua orang tua memiliki tanggung jawab dalam membentuk serta membina anak- anaknya baik dari segi psikologis maupun Kedua orang tua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mendidik anaknya E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 agar dapat menjadi generasi-generasi yang sesuai dengan tujuan hidup manusia. Peran orang tua adalah sebagai penyelamat anak dunia dan akhirat, khususnya dalam menumbuhkan akhlak mulia bukanlah tugas yang ringan. Pertumbuhan fisik, intelektual, emosi dan sikap sosial anak harus diukur dengan kesesuaian nilai-nilai agama. (Mushoffa Peran orangtua dalam membimbing karakter anak. Sebagai orangtua tidak ingin anak-anaknya menderita atau mengalami gangguan, baik itu secara fisik maupun Pada saat meraka harus jauh dari orangtua karena situasi tertentu dan orangtua tidak bisa menjagainya secara langsung, maka orangtua butuh bantuan untuk menjaga anak-anaknya. Disiplin berdasar kasih untuk menanamkan dan membentuk nilai-nilai dan karakter anak Tidak ada cara yang lebih tepat untuk menanamkan dan membentuk nilainilai dan karakter anak, selain dengan melakukan pendisiplinan dan kasih dengan berimbang juga melalui pengajaran dan Tetapi, kasih yang berlebihan tanpa disiplin menghasilkan anak yang tidak tangguh, manja, kurang tekun, tidak Cara mendisiplinkan anak sebagai Mengembangkan rasa hormat dalam diri anak terhadap guru dan orangtuanya. Memberikan hukuman atas tingkah lakunya yang jelas-jelas memberontak atau menentang guru dan orangtua. Kendalikan diri agar tidak menyimpan amarah berkepanjangan. Jangan memberikan sogokan pada anak baik berupa benda ataupun hadiah dengan maksud agar ia berlaku tertib. Membentuk Pribadi Pada Anak Kesibukan penghalang bagi kebanyakan orangtua kepribadian baik. Tidak jarang diantara kepada pengasuh anak atau sekolah. Padahal, tugas mendidik anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada orang lain. Sebagai orangtua harus tetap campur tangan dalam mendidik anak agar nantinya tidak ada penyesalan. Mempunyai anak yang berprestasi dan berkepribadian baik tidak hanya akan mengungtungkan sebagai orangtua tetapi juga anak. Karakter Remaja Dan Kemampuan Anak This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 Peran orang tua dalam keluarga sangat penting terhadap perkembangan karakter anak. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang sering dijumpai Lingkungan mempengaruhi perilaku anak. Oleh karena itu, orang tua harus membimbing dan memberikan contoh yang baik pada Memiliki hubungan yang baik dengan anak, supaya bisa mendidiknya, sehingga anak memiliki perilaku yang benar dan baik serta kemampuan maksimal. Karakter adalah aktivitas, respon, kinerja, dan reaksi seseorang yang muncul dalam bentuk perlakuan, yang merupakan cermin dari (M. & A. Supardi 2. Kemampuan anak adalah apa yang bisa, cakap atau sanggup dilakukan oleh seorang anak, secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Kemampuan anak, diperoleh pada awalnya dengan cara sederhana, yaitu menirukan. Orang dewasa bisa menjadi model bagi anak untuk ditiru baik kemampuan maupun Kemampuan anak adalah hasil perkembangan yang pertama faktor kemampuan fisik, kecerdasan, minat, bakat yang distimulasi dan dimotivasi untuk berprestasi dan bersikap mencapai pencapaian tertrentu. Kedua factor eksternal. yaitu lingkungan sekolah, keluarga, dan ketiga faktor situasional. Semua orangtua ingin anaknya hebat, namun anak hebat, anak cerdas, anak baik tidak turun dari langit, namun dididik dan dipengaruhi oleh lingkungan dan terapi. Kemampuan, atau kecerdasan anak, bukan hanya factor genetic, tetapi juga pengasuhan, lingkungan dan terapi. Namun hal terpenting yang akan mempengaruhi kemampuan anak adalah takut akan Tuhan. (Gunarsa 2. Pengertian Karakter Karakter berasal dari bahasa latin AoAocharasseinAoAo. AoAokharaxAoAo, dalam bahasa inggris AoAocharacterAoAo. Yunani AoAocharacter dari kataAoAo charasseinAoAo mengukir,membuat tajam,atau membuat semakin dalam. (Enni K. Hairuddin 2. Oleh sebab itu, seseorang yang berprilaku tidak jujur, kejam. Atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara seseorang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia,jadi istilah karakter E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 Seseorang bisa disebut orang yang berkarakter . person 0f characte. apabila perilakuhnya sesuai dengan kaidah moral. (Zubaedi 2. Pengertian karakter diatas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa karakter lebih mengacu kepada sifat manusia yang bertindak dengan cara tertentu. Karakter berfokus pada realitas batin, motif, niat, sikap, pembawaan. Oleh karena itu karakter berisi ciri kepribdian moral dan yang menurut kebiasaan disebut kebajikan. Secara historis, etika karakter telah kesempurnaan moral yang dianggap mendasar untuk hidup yang jauh lebih baik. Pengertian Karakter Dalam Iman Kristen Pembentukan karakter dalam iman Kristen bukan sekedar memusatkan diri pada pertkembangan sisi manusiai semata. Pada masa kekaisaran Romawi telah terbiasa pada tindakan aborsi dan pelecehan seksual terhadap anak-anak, pembentukan itu sebagai pembentukan Anak bukan hanya menjadi pintar tapi juga beriman. Karakter Kristen seharusnya menjadi perhatian para orangtua Kristen untuk membentuk karakter anak-anak mereka. Standar karakter Kristen yang hendak dicapai adalah standar yang berdasarkan nilai-nilai Bukan berdsarkan falsafah dunia. Pembentukan karakter Kristen berdasar kepada hukum kasih. Kasih yang dimaksudkan tentu saja tidak berarti memberikan atau mengabulkan segala permintaan anak. Kasih yang benar harus disertai dengan disiplin. Ibrani 12:6 berkata bahwa AoAokarena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Kasih adalah sesuatu yang abstrak tetap dapat Karena itu sangat mungkin bagi seorang anak untuk merasakan bahwa ia dikasihi, tidak dikasihi atau menerima kasih yang kurang tepat. Hakekat Karakter Karakter antropologis manusia, di sanalah manusia menghayati kebebasan dan menghayati keterbatasan dirinya. Dalam hal ini karakter bukan hanya sekedar tindakan saja, melainkan merupakan suatu hasil dan Untuk itu suatu pribadi diharapkan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 sehingga ia dapat bertanggung jawab atas tindakannya baik untuk dirinya sendiri pribadi atau perkembangan dengan orang lain dan hidupnya. Karakter merupakan perilaku yang ditunjukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang mempunyai kecendrungan ke arah positif maupun (A 2. Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter Anak Pembentukan karakter pada diri anak mau tidak mau dipengaruhi oleh beberapa faktor diluar diri anak itu sendiri yang disebut sebagai faktor eksternal, faktor-faktor tersebut secara langsung memberikan pengaru yang kuat terhadap pembentukan dan perkembangan anak. Situasi positif yang dibawah oleh faktor sebaliknya orang tua harus mengenali faktor-faktor (Https://w. id/books. Menanamkan Karakter Pada Anak Kitab suci mengingatkan pentingnya setiap orang yabg percaya kepada Allah untuk terus bertumbuh dalam segala hal ke arah Pertumbuhan tersebut mencakup perubahan pola pikir, yang akan berpengaruh pada perubahan perilaku dan Karakter sebagai sifat manusia pada umumnya, seperti pemarah, sabar, pemaaf, dan sebagainya. Karakter Remaja Kristen Secara lebih khusus materi ini difokuskan pada identitas sebaga remaja Kristen dan bagaimana identitas ini dikenali oleh orang-orang lain. Pembahasan tokohtokoh Alkitab bertujuan membuka wawasan bahwa menjadi anak Tuhan bukan berarti kita tidak boleh berbuat kesalahan. Faktor Ae Faktor Yang berperan dalam Pembentukan Karakter Ada beberapa faktor yang berperan dalam pembentukan karakter, pola asuh orang Orang tua dengan pola asuh otoriter umumnya tidak memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan pendapat sendiri. Mereka selalu mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak. Ketika orang tua merasa bahwa mereka berada di posisi yang benar dan anak selalu berada di posisi yang salah. Pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu yang bersifat traumatis, yaitu yang Kesibukan selalu menjadi E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 penghalang bagi kebanyakan orang tua kepribadian baik. Tidak jarang di antara mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pengasuh anak atau sekolah. Padahal tugas mendidik anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada orang lain. Anda sebagai orangtua harus tetap campur tangan dalam mendidik anak agar nantinya tidak ada penyesalan (D. & A. Supardi Peranan Keluarga Peranan Orangtua Peranan keluarga Dari berbagai sumber informasi dan refrensi tentang keluarga menjelaskan bahwa gambaran mengenai peranan keluarga terbagi dalam beberapa sub yaitu gambaran tentang keluarga secara umum, pengertian orangtua dalam pembentukan karakter remaja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keluarga adalah suatu kelompok kecil yang terdiri dari Ayah,ibu dan anak-anak. Di dalamkeluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, dihidupnya dalam suatu rumah tangga. Demikian juga dapat disebut sebagai suatu lembaga ilahi Allah, sebab proses ditetapkan oleh Tuhan sendiri tanpa campur tangan kekuatan dunia dan Kejadian 1:27 maka Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupah-Nya menurut gambar rupah-Nya Allah menciptakan ia laki- laki dan perempuan di ciptakan-Nya mereka. (Welly Pandensoleng 2. Dengan demikian apabila peranan keluarga dengan upaya memenuhi kebutuhan individu, maka keluarga merupakan lembaga pertama yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, melalui perawatan dan perlakuan yang baik dari orangtua. Anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya baik fisik biologis, maupun sosio- psikologisnya. Apabila anak memperoleh rasa aman, penerimaan sosial dan harga dirinya, maka tertingginya,yaitu perwujudan diri. Peran Orangtua Sebagai Pemimpin Pembentukan terhadap karakter remaja diperlukan pengamatan dalam berbagai tugas dan peranan pihak-pihak terkait peranan orangtua mengahadapi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 karakter anak remajanya, artinya orangtua penting untuk menyadari bahwa Allah yang memerintah orangtua untuk mendidik anakanak dalam hal ini. Sariana Sitanggang mengemukakan karena orangtua adalah wakil Allah di hadapan anak tugas dan tanggungjawab apapun yang dilaksanakan berdasarkan pemahaman yang mendasar untuk mewakili Allah terhadap Anak-anak. Karakter anak adalah karunia Tuhan terhadap keluarga. Yang paling lekat dengan anak dari bebberapa segi komunikasi adalah orangtua. Waktu anak dirumah lebih banyak di banding diluar rumah (S. Sitanggang 2. Berarti orangtua yang menjadi pendidik utama bagi anak, sebab didalam keluargalah anak mendapat banyak hal yang akan di realisasikan sepanjang hidupnya, sehingga Alkitab memberi arah bagaimana orangtua berperan melakukan tugas dan tanggung mengarahkan karakter anak remaja mengarah kepada kehidupan yang serupa dengan kristus. Orangtua yang disebut bertanggung jawab adalah orangtua yang membina relasi sekaligus membina, membentuk, mengarahkan, menjadi model melaksanakan tugas, dan tanggung jawabnya hingga dapat mencapai tujuan yang membawah pengaruh positif bagi Orangtua sebagai Teladan Dalam usaha untuk membentuk kepribadian anak menjadi lebih baik dalam karakternya maka semua akan diwakili Menjadi orangtua maka hal yang dilakukan yaitu menjadi teladan bagi anakanaknya. Berkepribadian baik adalah contoh orangtua untuk diteladani oleh anak-anaknya merupakan satu hal yang membantu anak- anak dalam pertumbuhan Andar ismail menyatakan mempunyai daya kuat bagi anak kecil maupun orang dewasa, lebih- lebih teladan dari pendidik di pemuka masyarakat. (Ismail 1. Orangtua sebagai Guru Utama Orangtua adalah guru yang pertama dan utama bagi anak-anak-Nya, sebelum seorang anak mengenal dan mendapat pendidikan formal, terlebih dahulu anak sudah belajar banyak hal dari orangtua meskupun hal itu bukan secara E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 langsung di ajarkan oleh orangtua kepada anak akan tetapi anka belajar melalui kehidupan orangtuanya. Pola Pembentukan Karakter Remaja Mendidik Alkitab menjadi pola yang baik dalam AoAoorangtua yang mendidik anak secara Alkitabiah merupakan konsep otoritas berdsarkan Orangtua pada dasarnya memiliki otoritas dalam mengatur anaknya, akan tetapi sesuai aturan dengan Alkitab. Ketika seorang anak didik sesuai dengan konsep Alkitab maka hasilnya akan menjadi berkat bagi orang lain melalui sikap, gaya hidup dan perkatan-perkataanya, ini semua karena didikan orangtua, dalam Amsal 19:18 mengatakan hajarlah anakmu selama ada harapan tetapi jangan engkau kematianyaAoAo. Amsal 13:24 siapa tidak menggunakan tongkat, mengasihi anaknya menghajar dia pada Tindakan disiplin yang tepat waktu, kendatipun tidak menyenangkan dan menyakitkan pada waktu diberikan akan menghasilkan anak- anak yang berbahagia dan sukses. (Trip 2. Karena teladan orangtua jauh lebih keras berbicara dari seribu kata-kata. Kebiasaan yang dilakukan dalam suatu keluarga akan sangat mempengaruhi keadaan karakter seorang anak. Dalam kehidupan Israel atau dalam tradisi Ibrani. Setiap aspek kehidupan dijadikan sebagai isi pengajaran dalam mengasihi Tuhan pengajaran yang selalu dihubungkan dengan Doa. Melalui hal itu anak akan belajar di dalam komunitas kehidupan anak-anak pengawasan orangtuanya. Dari lingkungan sekitarnya anak akan dapat pengaruh baik dan buruk. Maka orangtua berperan untuk selalu menyertai mereka belajar langsung dari lingkungan sekitarnya. Peran Keteladanan Orangtua Kristen Dalam pembentukan karakter, keteladanan diperlukan dalam setiap lingkungan pendidikan, yakni lingkungan keluarga,sekolah, dan masyarakat. Jika Kristen mempunyai perasaan akan pentingnya sopan santun cenderung akan bersikap membiarkan anaknya melakukan perilaku This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 tidak sopan, sehingga anaknya pun tidak memiliki perasaan akan pentingnya sopan Maka orangtua yang tidak memiliki perilaku tidak sopan tersebut akan hadapan anak,dan akhirnya anak akan meniru perilaku tidak sopan yang Lihat hal ini akan sejalan lurus dengan pendapat yang mengatakan bahwa anak yang memiliki pengetahuan perasaan karakter, dan tindakan karakter yang rendah disebabkan oleh keteladanan orangtua yang rendah dalam ketiga aspek tersebut. Menurut teori perkembangan kognitif. Jean Piaget menyatakan remaja sudah mampu berpikir secara formal-operasional yang ditandai dengan adahnya sikap-sikap yaitu: (Charles M. Shelton SJ 1. Deduktif hipotesis, induktif ilmiah, serta memikirkan kemungkinan- kemungkinan . dan reflektif. Pemikiran remaja juga bersifat berbagai informasi dan gagasan KESIMPULAN Peran Orangtua Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Tanjung Piayu Batam. Peran orangtua membimbing anak remaja menuju dewasa rohani di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam bahwa orangtua dalam memahami anak remaja sangat menentukan masa depannya kelak. Perilaku menyimpang anak remaja sudah sering kali terlihat jelas pada masa sekarang, hal ini di sebabkan oleh arus informasi dan teknologi yang dapat mempengaruhi pemikiran mereka. Perilaku negatif yang terjadi dikalangan anak remaja remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawatirkan. Peranan orangtua terwujudkan melalui bimbingan secara berkala dan bersifat pribadi mengenai hal positif dan hal negative yang harus dihindari atau yang dilakukan. Orangtua berperan dalam pembentukan berdasarkan Firman Tuhan. Perlu menjaga dan memelihara kehidupan remaja dari awal, sehingga remaja dapat mengetahui dan mengerti jalan kebenaran melalui Firman Tuhan yang hidup setiap hari di dalam kehidupan kaum Muda supaya di E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 masa yang akan datang remaja akan menjadi pribadi yang kuat dan kokoh dalam iman dan takut akan Tuhan. Dalam perkembangan saat ini peranan orangtua sebagai pembimbing keluarga yang mempunyai sikap tanggungjawab serta disiplin merupakan suatu pegangan yang sangat dibutuhkan dalam menanamkan sikap atau menjadi sosok untuk anak dalam Sama saja dengan perkembangan spiritual anak remaja yang sedang memasuki usia yang mana sedang mengalami periode keraguan dalam agamanya sangat memerlukan peranan ibu sebagai peranan yang akan mereka contoh untuk memantapkan tingkat spiritualnya dengan pertumbuhan usia kedepannya. Karenanya begitu besar pengaruh peran orangtua pada kehidupan anak-anak, menggambarkan bahwa kendali kehidupan justru banyak dipegang oleh orangtua. Peran orangtua tidak hanya memberikan jaminan finansial untuk perkembangan fisik dan pendidikan mereka, namun juga penyimpangan karakter kearah karakter buruk agar memudahkan anak mencapai kedewasaan rohani. Orangtua wajib memberikan waktu berkomunikasi dengan anak remaja, sebab sosok ayah dan ibu merupakan kekuatan dan kenyamanan anak remaja dalam bertumbuh dan Orangtua berperan untuk membimbing anak remaja memiliki karakter Taat, setia, menghormati orangtua, mengasihi Tuhan, menyukai ibadah, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak malas, penyabar, tidak pemarah, penuh kasih kepada teman- teman dan keluarga. Karakter Anak Remaja Usia 12-15 Tahun di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam Karakter anak remaja menuju dewasa rohani di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam umumnya karakter anak mudah terikut pengaruh dari lingkungan pertemanannya atau pergaulan buruknya. Hal ini akan menyulitkan orangtua untuk membenntuk anak remaja kearah yang lebih baik. Perilaku positif anak dicontoh kepeduliaan, perhatian, cara bicara dan respon pada kebutuhan keseharian. Sangat diharapkan mengarah pada perilaku yang positif atau terpuji, baik cara This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. JURNAL IMPARTA Volume 2 No. 2 Januari 2024 berperilaku di lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat. Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai Firman Allah. Dalam perkembangan saat ini peranan orangtua sebagai pembimbing keluarga yang mempunyai sikap tanggungjawab serta disiplin merupakan suatu pegangan menanamkan sikap atau menjadi sosok untuk anak dalam perkembangannya. Sama saja dengan perkembangan spiritual anak remaja yang sedang memasuki usia yang mana sedang mengalami periode keraguan dalam agamanya sangat memerlukan peranan ibu sebagai peranan yang akan mereka contoh untuk memantapkan tingkat spiritualnya dengan pertumbuhan usia kedepannya. Karenanya begitu besar pengaruh peran orangtua anak-anak, menggambarkan bahwa kendali kehidupan justru banyak dipegang oleh orangtua. Anak dengan fitrahnya mudah di arahkan kemana saja tergantung siapa yang Tantangan orangtua membimbing anak remaja ialah membangun hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Membimbing karakter anak remaja utamanya orangtua lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian anak. Orang tua masih banyak mendapatkan kendala, selain tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan orang tua juga belum sepenuhnya memahami tugas dalam pembinaan akhlak anak yang baik menurut Peran Orang Tua Dalam Membimbing Karakter Anak Remaja Usia 12-15 Tahun Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Tanjung Piayu Batam Peran orangtua dalam membimbing karakter anak remaja dalam menuju dewasa rohani dalam sangat menentukan masa depannya kelak. Sangat diharapkan mengarah pada perilaku yang positif atau terpuji, baik cara berperilaku di lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat. Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai E-ISSN 2964-7037 P-ISSN 2962-7087 Firman Allah. Peran orangtua dalam membesarkan anak adalah sebuah tantangan, apalagi dalam masa-masa pembentukan karakternya juga. Peran orang tua harus mendidik anak-anak mereka supaya boleh menjadi lebih baik dari generasi ke generasi kan berbeda beda cara mendidik. Tantangan orangtua membangun hubungan antara orangtua membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat emosional, dan kognitif pada anak. Bentuk peran orang tua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. DAFTAR PUSTAKA