JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 GAGAL GINJAL AKUT AKIBAT INFEKSI SALURAN KEMIH PADA REMAJA : STUDI KASUS ACUTE KIDNEY INJURY DUE TO GENITOURINARY TRACT INFECTION IN ADOLESCENT : A CASE REPORT Ajeng Puspitasari1. Martinus Martin Leman2 Division of Medicine. Sentra Medika Cibinong Hospital. Bogor. Indonesia 2 Department of Child Health. Sentra Medika Cibinong Hospital. Bogor. Indonesia Corresponding author: ajengpuspita1097@gmail. KATA KUNCI KEYWORDS gagal ginjal akut , infeksi saluran kemih, hemodialis,a remaja Acute kidney injury in adolescent, genitourinary tract infection in adolescent, hemodyalisis in adolescent ABSTRAK Latar belakang : Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu dari infeksi bakteri yang sering diderita oleh anak. Gejala ISK yang muncul pada anak cukup bervariasi dan sering tidak spesifik sehingga penegakan diagnosis untuk ISK dapat terhambat dan dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal. Tujuan : menunjukkan komplikasi keterlambatan penegakan diagnosis infeksi saluran kemih yang menjadi gagal ginjal akut. Kasus : seorang anak perempuan datang ke IGD dengan keluhan demam sejak tujuh hari sebelum masuk rumah sakit, disertai gejala nyeri seluruh lapang abdomen, nyeri pinggang, buang air kecil sangat sedikit, tidak dapat tidur tiga malam terakhir, lemas dan batuk kering. Dalam pemeriksaan lab didapatkan adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin serta dari ultrasonography sound didapatkan adanya gambaran gagal ginjal akut kanan derajat 2-3 dan kolesistitis kronis. Kesimpulan: keterlambatan infeksi saluran kemih dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal ginjal akut, dapat dilakukan pemberian terapi berupa antibiotik untuk lini pertama hingga proses hemodialisa. JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 ABSTRACT Background: genitourinary tract infection (GTI) is one of the most common infection causes in children. In children. GTI symptoms that appear are quite varied and often non-specific so that diagnosis can be delayed and cause complications such as acute kidney injury. Objective : to demonstrate a complication in the form of acute kidney injury due to delayed in Case: a girl presented to the emergency department with history of fever for seven days before hospital admission, accompanied with pain in all over the surface of abdomen, back pain, decreased urine output, malaise and dry cough. In the laboratory result showed a increased in urea dan creatinine serum and in ultrasonography sound revealed a right acute kidney injury . rade 2-. and chronic cholecystitis. Conclusion : delay in establishing the diagnosis of GTI can cause a complication in the form of acute kidney injury, antibiotics can be the first line therapy and hemodyalisis can be an optional if needed. PENDAHULUAN Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu dari infeksi bakteri yang sering diderita oleh anak. Mulai usia 16 tahun, 11. 3% anak perempuan dan 3. 6% anak laki-laki akan mengalami ISK. Terdapat beberapa jenis untuk ISK yaitu ISK bagian atas dengan demam. ISK bagian bawah dan bakteriuria asimptomatik. Umumnya ISK disebabkan karena Eschericia coli (Tullus, 2. Gejala ISK yang muncul pada anak cukup bervariasi dan sering tidak spesifik sehingga penegakan diagnosis untuk ISK dapat terhambat dan dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal (Pardede, 2. KASUS Seorang anak perempuan berusia tujuh belas tahun datang ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Sentra Medika Cibinong pada 27 maret 2022 dibawa oleh orangtuanya dengan keluhan demam sejak tujuh hari sebelum masuk rumah sakit. Demam dirasakan naik turun disertai dengan nyeri seluruh lapang abdomen terutama di area ulu hati dan sekitar pusar. Pasien juga merasakan adanya nyeri di bagian pinggang, disertai dengan buang air besar cair sebanyak empat kali dalam sehari namun buang air kecil sangat Pasien merasakan nyeri di seluruh badan dan mengatakan tidak dapat tidur selama tiga malam. Saat pagi sebelum datang ke IGD, pasien merasa badannya sangat lemas dan disertai dengan batuk kering. Saat ini pasien sedang menempuh pendidikan di kelas 2 SMK, pasien mengaku sering minum teh kemasan yang jumlahnya tidak dapat dihitung JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 setiap harinya selama kurang lebih tiga Pasien mengatakan lebih senang minum teh kemasan dibanding minum air putih sehingga pasien jarang minum air putih. Pasien tidak pernah Pasien lahir secara normal per vaginam dengan usia kehamilan cukup bulan dan berat badan lahir yang normal, sesaat setelah lahir pasien langsung menangis dengan kuat. Pasien mendapatkan imunisasi dasar dengan dosis lengkap. Dalam didapatkan kesadaran pasien compos mentis dan keadaan umum sakit sedang. Dalam didapatkan adanya distribusi rambut didapatkan adanya nyeri tekan di seluruh lapang abdomen dan serta nyeri ketok di area sudut kostovertebral Tabel 1. Pemeriksaan Darah Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit Elektrolit Natrium Kalium Klorida Fungsi Ginjal Ureum Kreatinin Fungsi Hati SGOT SGPT 27/3/2022 28/3/2022 29/3/2022 31/3/2022 6/4/2022 8/4/2022 9/4/2022 Dalam pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada 27 Maret 2022 tidak ditemukan kelainan dalam pemeriksaan darah rutin dan hitung jenis, kadar gula Didapatkan pemeriksaan widal typhii H 1/320, serta ureum dan kreatinin didapatkan 256 dan 09 secara berturut-turut. Kemudian dilakukan pemeriksaan ulang untuk ureum dan kreatinin, didapatkan hasil ureum sebesar 268 dan kreatinin sebesar Pada 28 Maret 2022 pasien juga dilakukan pemeriksaan urine lengkap, didapatkan positif pada geritrosit, leukosit, silinder hialin dan bakteri. Kadar elektrolit pasien didapatkan natrium 128, kalium 4. 2 dan klorida 103. JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 Dalam pemeriksaan analisa gas darah tidak ditemukan adanya suatu kelainan. Pasien Ultrasound Sonography (USG) abdomen, didapatkan hasil Acute Kidney Injury (AKI) pada ginjal kanan dan kiri . rade 2-. diagnosis banding dengan cholecystitis chronic. Ditemukan nodul multiple berbatas tegas dengan 09 cm dan 1. 09cm di area abdomen parailiaka sinistra, kesan seperti limfadenopati diagnosis banding dengan mesenteric adenitis. Tabel 2. Pemeriksaan Urin Lengkap Jenis Pemeriksaan Makroskopis Warna Kejernihan Kimia Berat Jenis Leukosit Esterase Nitrit Protein Glukosa Keton Urobilinogen Eritrosit Bilirubin Mikroskopis Eritrosit Leukosit Silinder Kristal Sel Epitel Bakteri Jamur 28/3/2022 30/3/2022 8/4/2022 Kuning Keruh Kuning Agak keruh Kuning Keruh Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif 10 /LPB Negatif Positif Negatif 10-12/LPB Negatif Positif Negatif 0-2/LPB Negatif >5/LPB Positif Negatif Karena didapatkan ureum dan kreatinin yang tinggi pada pemeriksaan tanggal 27 Maret 2022, pasien direncanakan untuk menjalani proses Sebelum pemasangan double-lumen catheter. Pasien menjalani proses hemodialisa pada 28 Maret 2022 yang dilakukan di unit hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Proses hemodialisa dilakukan selama kurang lebih empat jam. Setelah natrium, kalium, ureum dan kreatinin. Hasil pemeriksaan natrium 140, kalium 8, ureum 124 dan kreatinin 6. Pasien mendapatkan terapi untuk koreksi kalium berupa KCl 10 meq dalam tridex 27B, serta mendapatkan KSR dengan frekuensi dua kali sehari selama satu JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 Tabel 3. Pemeriksaan Feses Lengkap Jenis Pemeriksaan Makroskopis Warna Konsistensi Bau Lendir Darah Mikroskopis Leukosit Amuba Eritrosit Telur cacing Jamur Lain-lain Darah samar 31/3/2022 Kemerahan Cair Khas Negatif Negatif 2-3/LPB Negatif 3-5/LPB Negatif Positif Tidak ada Positif DISKUSI Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu kondisi dimana mikroba yang terjadi dalam saluran kemih dalam jumlah yang bermakna. Jika anak mengalami demam, patut dicurigai terjadinya ISK karena infeksi yang terjadi pada saluran kemih juga sering ditemukan pada anak selain infeksi saluran nafas akut dan infeksi saluran cerna. Febrile urinary tract infection merupakan ISK yang disertai demam, umumnya pielonefritis akut. Pada pielonefritis akut atau febrile urinary tract infection dapat pula ditemukan gejala saluran cerna yaitu mual, muntah, diare dan nyeri pinggang. Gejala lain yang mungkin timbul yaitu nyeri abdomen hingga nyeri pada area sudu kostovertebrae terutama pada anak besar dan remaja. Umumnya tekanan darah ditemukan normal namun dapat juga ditemukan adanya hipertensi (Pardede, 2. Pada kasus ini diawali dengan demam selama 7 hari kemudian diikuti dengan nyeri abdomen dan diare. Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan di ruang rawat inap didapatkan adanya nyeri tekan seluruh lapang abdomen dan nyeri ketok di sudut kostovertebrae, kemudian didapatkan pemeriksaan tanda vital stabil karena pasien sudah mendapatkan injeksi paracetamol saat di IGD. Pielonefritis menyebabkan terjadinya gagal ginjal (GGA) membutuhkan proses dialisis (Pardede. Pada kasus ini didapatkan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi yaitu ureum 256 dan kreatinin 15. 09 ureum 268 dan kreatinin 15. 41 pada pemeriksaan Peningkatan suhu tubuh dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 Glomerular Filtration Rate (GFR) sehingga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan dari kreatinin level plasma. Maka dari itu pasien yang mengalami ISK dengan demam lebih rentan mengalami komplikasi berupa GGA yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. GGA sendiri dapat didefinisikan sebagai kondisi kreatinin lebih dari dua kali nilai dasarnya (Lu dkk, 2. Kemudian pada kasus ini dilakukan proses dialisis sebanyak dua kali dengan jarak antar dialisis yaitu satu hari. Setelah dilakukan proses dialisis kadar ureum dan kreatinin menurun yaitu ureum 124 dan 48 setelah dialisis pertama, kemudian ureum 43 dan kreatinin 2. setelah dialsis kedua. Kadar serum natrium didapatkan lebih rendah pada pielonefritis akut dengan demam dibandingkan dengan penyebab lain. Hiponatremia juga merupakan gangguan keseimbangan elektrolit yang paling sering ditemukan dan sangat berhubungan dengan derajat keparahan pada anak dengan ISK yang ditandai dengan lama rawat inap yang lebih panjang, peningkatan C-Reactive Protein (CRP) dan temuan abnormal pada USG ginjal selama fase akut. Terdapat beberapa proses yang dapat kelainan ginjal yaitu kurangnya asupan makan, dehidrasi, muntah dan diare (Pappo dkk, 2. Pada kasus ini didapatkan adanya kadar serum natrium yang rendah yaitu 128 dan didapatkan adanya gejala klinis berupa diare sehingga pasien mendapatkan terapi NaCl 3% 500ml dan didapatkan hasil setelah koreksi yaitu 140. Demam atau infeksi dapat menjadi penyebab elektrolit atau gangguan aldosterone akibat mediator inflamasi, peningkatan aktivitas kaskade renin-angiotensinaldosterone dan peningkatan sekresi dari antidiuretic hormone (ADH). Terdapat studi yang menjelaskan hubungan antara proses inflamasi dengan hiponatremia yang mungkin terjadi karena sitokin pro inflamasi seperti interleukin1 (IL-. , interleukin 6 (IL-. dan tumor necrosis factor (TNF). Mekanisme lain melibatkan peningkatan prostaglandin E2 dan atau produksi nitrit oksida selama proses inflamasi yang menyebabkan penurunan regulasi dari epitel kanal natrium dan atau fungsi dan ekspresi gen Na/K ATPase pada membran basotelial membran epitel penurunan regulasi transport natrium. Inflamasi yang parah pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya gangguan elektrolit dengan adanya resistensi sementara tubulus ginjal terhadap Disfungsi tubular yang terjadi tidak hanya terjadi pada bagian medula namun juga terjadi pada nefron segmen kortikal. Gangguan yang terjadi pada tubulus ginjal juga dapat menyebabkan terjadinya hypokalemia, karena ekskresi kalium terjadi pada distal tubulus ginjal yang distimulasi oleh aldosterone (Pappo dkk, 2020. Gil dkk, 2011. Park dkk, 2. Pada pasien ini didapatkan adanya penurunan kadar kalium yaitu 2. JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 58-64 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 KESIMPULAN Gejala ISK yang terjadi pada anak diagnosis yang dapat memperburuk prognosis karena terjadinya komplikasi. Terapi ISK dapat diberikan terapi antibiotik, namun jika terjadi komplikasi berupa gagal ginjal akut dapat dipertimbangkan terapi hemodialisa. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih penulis ucapkan kepada Martinus Martin Leman. Sp. DTMH selaku pembimbing dalam penulisan laporan kasus ini dan dr. Lanjar Sugiyanto. MARS selaku direktur Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang telah memberikan izin untuk pengambilan kasus ini. KEPUSTAKAAN