Terakreditasi SINTA Peringkat 2 Surat Keputusan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristek Dikti No. 10/E/KPT/2019 masa berlaku mulai Vol. 1 No. 1 tahun 2017 s. d Vol. 5 No. 3 tahun 2021 Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal. JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 77 - 82 ISSN Media Elektronik: 2580-0760 Rancang Bangun Sistem Pencarian Posisi Kendaraan di Area Parkir Menggunakan Teknologi Bluetooth Fahrudin Mukti Wibowo1. Fikra Titan Syifa2 Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri dan Informatika. Institut Teknologi Telkom Purwokerto Teknik Telekomunikasi. Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro. Institut Teknologi Telkom Purwokerto fahrudin@ittelkom-pwt. id, 2fikra@ittelkom-pwt. Abstract Large parking area and no sign, will make it difficult for vehicle owners to remember and find the location of the parked. Therefore, a guide system becomes one of the important things in a large parking area. The technology that can be utilized in navigation systems is bluetooth technology, which has now called BLE (Bluetooth Low Energ. with a signal reach of 100 meters, data transfer speeds 1 Mbps and low power consumption. The information from a BLE module is the value of RSSI (Received Signal Strength Indicato. which shows the signal strength received. The guide system installed on a smartphone as a receiver and BLE module as a transmitter on the vehicle. The mobile application will convert the RSSI into the distance between smartphone and vehicle, and will be displayed a guide to the vehicle. Based on the trials that have been carried out obtained an average distance error of 0. 92 meters, this is due to the ups and downs of the RSSI value received. When the RSSI value received is small, it raises of accuracy. So the distance between BLE and receiver will affect the RSSI value received and affect the position accuracy of the application. Keywords: Bluetooth Low Energy, parking, receiver. RSSI, transmitter Abstrak Area parkir yang cukup luas dan tidak terdapat tanda petunjuk, akan membuat kesulitan bagi pemilik kendaraan untuk mengingat dan mencari kembali letak kendaraan yang telah diparkir. Oleh karena itu suatu sistem pemandu atau navigasi menjadi salah satu hal yang cukup penting di area parkir yang luas. Teknologi yang dapat dimanfaatkan pada sistem navigasi adalah teknologi bluetooth, yang saat ini telah mencapai generasi 4 atau disebut BLE (Bluetooth Low Energ. dengan jangkauan sinyal mencapai 100 meter, kecepatan data transfer mencapai 1 M bit/s dan konsumsi daya yang rendah. Salah satunya daya dari baterai perangkat mobile, sehingga kini BLE telah banyak tertanam pada perangkat mobile. Informasi yang dapat diperoleh dari suatu modul BLE adalah nilai RSSI (Received Signal Strength Indicato. yang menunjukkan kekuatan sinyal yang diterima oleh receiver. Sistem navigasi atau pemandu yang dibangun berupa aplikasi mobile yang di-install pada smartphone yang berfungsi sebagai receiver. Selanjutnya menempatkan suatu modul BLE sebagai transmitter pada Aplikasi mobile tersebut akan mengkonversi nilai RSSI menjadi nilai jarak antara posisi smartphone terhadap posisi suatu kendaraan, dan akan ditampilkan berupa pemandu menuju ke titik kendaraan tersebut. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan diperoleh rata-rata kesalahan jarak sebesar 0,92 meter, hal tersebut disebabkan naik turunnya nilai RSSI yang diterima oleh smartphone. Ketika nilai RSSI yang diterima kecil, maka menimbulkan nilai akurasi yang kurang tepat. Sebaliknya jika nilai RSSI yang diterima besar maka nilai akurasi mendekati posisi sebenarnya. Sehingga jarak antara BLE dengan receiver akan mempengaruhi nilai RSSI yang diterima dan mempengaruhi akurasi posisi yang dihasilkan oleh Kata kunci: Bluetooth Low Energy, parkir, receiver. RSSI, transmitter A 2020 Jurnal RESTI bertambahnya jumlah kendaraan akan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan sarana area parkir kendaraan Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia terus yang semakin luas, sehingga dibangunlah titik-titik meningkat, seiring dengan harga kendaraan yang Beberapa pusat-pusat semakin terjangkau oleh masyarakat. Semakin perbelanjaan, sekolahan, bandara, dan sebagainya telah Diterima Redaksi : 02-12-2019 | Selesai Revisi : 21-01-2020 | Diterbitkan Online : 02-02-2020 Pendahuluan Fahrudin Mukti Wibowo. Fikra Titan Syifa Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 menyediakan area parkir kendaraan dengan cara yang berada di area jangkauan BLE tersebut. membangun gedung bertingkat atau dengan Berdasarkan kemampuan broadcast suatu BLE menyediakan lahan parkir yang luas. Namun, pada memiliki beberapa pembagian wilayah berdasarkan suatu area parkir yang cukup luas tersebut terkadang jangkauannya, yaitu immediate . ntara BLE dengan akan membuat kesulitan bagi pemilik kendaraan untuk receiver memiliki jarak 0,5 mete. , near . ntara BLE mengingat dan mencari kembali letak kendaraan yang dengan receiver memiliki jarak 1-2 mete. , far . ntara telah diparkir. Selain itu, terkadang posisi kendaaran BLE dengan receiver memiliki jarak 30 mete. dan bermotor . hususnya sepeda moto. dipindah-pindah unknown . arak lebih dari 30 mete. seperti ditunjukkan oleh petugas parkir, karena menyesuaikan kondisi pada Gambar 1. kapasitas lahan parkir. Oleh karena itu, suatu sistem pemandu atau navigasi menjadi salah satu hal yang cukup penting di dalam area parkir yang luas. Teknologi pada sistem navigasi atau pemandu arah suatu posisi yang umum digunakan adalah dengan memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning Syste. yang dapat memberikan informasi melalui visualiasi posisi pada peta digital . Pemanfaatan teknologi GPS telah banyak diterapkan pada perangkat Gambar 1. Wilayah Jangkauan pada Beacon. mobile atau smartphone dengan menanamkan sensor GPS. Namun, untuk dapat mengakses data GPS maka BLE mempunyai beberapa informasi yang dapat perangkat mobile tersebut harus terhubung dengan diketahui melalui receiver (Tabel . , antara lain UUID Hal tersebut tentunya bagi sebagian pengguna (Universally Unique Identifie. yang dimiliki oleh cukup memberatkan dikarenakan harga paket data beberapa BLE dengan brand yang sama akan internet yang masih cukup mahal di Indonesia. memberikan nilai yang sama. Agar dapat dibedakan Sehingga diperlukan teknologi selain GPS yang dapat antar BLE yaitu dengan memberi keterangan pada nilai dimanfaatkan untuk sistem navigasi tanpa harus Major dan Minor. Informasi-informasi tersebut dapat menggunakan akses internet. digunakan untuk membuat beberapa kombinasi isi Salah satu teknologi tidak berbayar yang dapat layanan yang akan diberikan dalam sebuah BLE. dimanfaatkan pada sistem navigasi adalah teknologi Sehingga ketika terdapat lebih dari satu BLE dengan bluetooth, yang merupakan teknologi dengan jenis yang sama, maka BLE tersebut akan mempunyai kebutuhan infrastruktur dan biaya yang relatif rendah UUID yang sama, sedangkan yang membedakan adalah dalam implementasinya. Selain teknologi bluetooth nilai dari major dan minor. RFID (Radio Frequency Tabel 1. Informasi dalam BLE . Identificatio. tetapi teknologi tersebut tidak mudah Nama Ukuran Keterangan diintegrasikan dengan sistem lain dan jangkauan sinyal UUID 16 bytes Universally Unique Identifier, identitas yang menunjukkan hardware beacon yang lebih pendek dibandingkan dengan teknologi Menunjukkan spesifikasi dari iBeacon bluetooth. Perkembangan teknologi bluetooth telah Major 2 bytes Keterangan dari spesifikasi iBeacon atau mencapai generasi 4. 0 atau disebut BLE (Bluetooth Minor 2 bytes keterangan dari Major Low Energ. Perbedaan dengan generasi bluetooth sebelumnya atau bluetooth klasik antara lain dari segi Penggunaan teknologi BLE sebagai media komunikasi jangkauan sinyalnya yang dapat mencapai radius 100 . nter vehicular communication. telah dilakukan, meter, kecepatan data transfer mencapai 1 M bit/s dan dengan hasil jarak maksimal jangkauan adalah 100 konsumsi daya yang rendah. meter pada kondisi traffic yang tidak terlalu padat dan BLE dipasarkan dalam dua kemasan, yaitu berupa 50 meter untuk kondisi traffic yang padat . Pada modul BLE dan BLE yang tertanam dalam perangkat penelitian lainnya tentang BLE yaitu pada sistem IoT BLE yang dikemas dalam suatu modul BLE (Internet of Thing. , receiver harus menemukan dapat mengirimkan informasi kepada BLE yang perangkat BLE di sekitarnya dalam waktu singkat. tertanam dalam suatu perangkat mobile atau Namun, ketika jumlah perangkat BLE meningkat maka Untuk dapat saling berkomunikasi salah kepadatan sinyal meningkat, dan masalah collision satu syaratnya adalah pada Operating System (OS) menjadi lebih serius. Hasil simulasi peneletian yang yang digunakan pada perangkat mobile tersebut, jika telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perangkat mobile diproduksi oleh perusahaan Apple AdvInterval optimal untuk sejumlah perangkat BLE maka OS minimal yang digunakan adalah iOS versi 7. yang diberikan yaitu 120 ms untuk 50 buah BLE . Sedangkan jika perangkat mobile berbasis Android Teknologi BLE dapat bekerja dengan menggunakan maka OS minimal yang digunakan adalah Android daya dari baterai suatu perangkat mobile, sehingga Sistem kerja BLE adalah dengan sistem teknologi BLE telah banyak tertanam pada perangkat broadcast atau memberikan informasi ke perangkat Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 Fahrudin Mukti Wibowo. Fikra Titan Syifa Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 Salah satu informasi yang dapat diperoleh dari sistem operasi Android 9. 0 Pie. Pada smartphone suatu modul BLE adalah nilai RSSI (Received Signal tersebut akan di-install aplikasi sistem navigasi yang Strength Indicato. , yaitu suatu nilai yang dibangun. menunjukkan kuat daya sinyal (Rx powe. yang diterima oleh suatu receiver dan dinyatakan dalam satuan dB . Nilai RSSI dapat dikonversi dengan menggunakan model radio propagasi untuk mencari jarak atau distance . antara transmitter (T. dengan receiver (R. Formula untuk mencari nilai RSSI ditunjukkan pada persamaan . RSSI = - . n log10 d A) . Gambar 2. Modul BLE Cubeacon Bahan penelitian ini adalah data yang diambil di lokasi dengan n adalah konstanta propagasi (Path Los. = 2, d penelitian, yaitu pada area parkir di lingkungan kampus adalah jarak receiver dengan transmitter, dan A adalah Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Lokasi tersebut energy absolute yang dinyatakan dalam dBm untuk dipilih karena memiliki area parkir yang cukup luas, jarak 1 m dari transmitter. namun belum memiliki penanda parkir, seperti Nilai d . dapat diperoleh dengan memodifikasi ditunjukkan pada Gambar 3. Hal tersebut menyebabkan persamaan . Semakin besar nilai RSSI yang diterima mahasiswa, dosen dan karyawan mengalami kesulitan suatu receiver, maka akan semakin akurat nilai d yang ketika akan mencari kembali posisi kendaraan di area Maka pada penelitian ini melakukan parkir, karena harus mengingat posisi kendaaran saat perancangan sistem navigasi atau pemandu arah awal diparkir. menggunakan model RSSI, yaitu dengan menempatkan suatu modul BLE sebagai transmitter pada kendaraan dan suatu aplikasi yang ter-install pada suatu perangkat mobile sebagai receiver. Aplikasi tersebut akan mengkonversi RSSI menjadi jarak, dan akan ditampilkan berupa pemandu menuju ke titik kendaraan yang dituju pada layar. Penelitian memanfaatkan nilai RSSI untuk penentuan Gambar 3. Area parkir IT Telkom Purwokerto posisi objek di dalam ruangan telah dilakukan . , yaitu dengan menggunakan metode trilaterasi untuk 2. Alur Penelitian menghitung nilai estimasi suatu posisi perangkat mobile berdasarkan nilai distance hasil konversi dari Alur penelitian yang dilakukan ditunjukkan pada nilai RSSI dari empat buah bluetooth yang telah Gambar 4. Langkah pertama adalah menentukan tema ditempatkan pada posisi tertentu di suatu ruangan. penelitian yaitu tentang pencarian posisi suatu Pengujian dilakukan dengan pengambilan data kendaraan pada suatu lokasi parkir yang cukup luas. menggunakan smartphone yang telah ter-install Selanjutnya adalah melakukan review beberapa literatur aplikasi pembaca sinyal bluetooth pada beberapa titik yang terkait tentang sistem navigasi, berupa buku dan atau kordinat di suatu ruangan. Masing-masing nilai jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. distance yang diperoleh dari setiap bluetooth pada Review literatur yang dilakukan adalah mengenai suatu titik, kemudian dengan persamaan trilaterasi akan teknologi dan metode yang digunakan dalam pencarian diperoleh nilai estimasi posisi titik tersebut. Hasil rata- posisi suatu objek, sehingga dapat menemukan rata kesalahan nilai akurasi posisi yang diperoleh kebaruan yang hendak dicapai dalam penelitian yang adalah sebesar 1,8 m dan rata-rata update datanya akan dilakukan. Berdasarkan review literatur, salah satu teknologi yang dapat diangkat menjadi tema penelitian adalah setiap 0,5 detik. adalah teknologi Bluetooth Low Energy (BLE). Metode Penelitian Sedangkan metode perhitungan yang digunakan adalah menggunakan konversi nilai RSSI. Selanjutnya Alat dan Bahan membuat rancang bangun sistem navigasi dan BLE yang digunakan pada penelitian ini adalah BLE melakukan pengujian sistem untuk diketahui tingkat yang diproduksi oleh Cubeacon yang akan digunakan akurasinya. sebagai transmitter, seperti ditunjukkan pada gambar 2. Secara teori Cubeacon mampu menjangkau radius 2. Perancangan Sistem Navigasi sampai antara 80-100 meter pada kondisi open space. Pada tahap ini peneliti merancang suatu sistem navigasi dan daya baterai dapat bertahan sampai dengan dua berbasis android. Perancangan disesuaikan dengan Sedangkan sebagai alat receiver pada penelitian tujuan penelitian agar dapat mengatasai masalah yang ini adalah menggunakan smartphone seri Redmi 7 yang terjadi. Sistem navigasi dirancang memiliki dua buah telah tertanam teknologi bluetooth 4. 2 dan memiliki Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 Fahrudin Mukti Wibowo. Fikra Titan Syifa Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 tampilan, tampilan pertama untuk menampilkan Tingkat akurasi dihitung berdasarkan rata-rata error informasi bluetooth yang terdeteksi oleh aplikasi, yang atau selisih jarak antara informasi yang ditampilkan salah satu informasi yang ditampilkan adalah jarak pada aplikasi dengan jarak sesungguhnya di lapangan, antara posisi smartphone dengan bluetooth. Tampilan yang diperoleh dari beberapa titik percobaan. kedua akan menampilkan visualisasi posisi bluetooth Hasil dan Pembahasan dalam bentuk radar, untuk memberikan gambaran posisi kendaraan ada di sebelah bagian mana dari posisi 3. Pemetaan Lokasi Penelitian Desain rancangan sistem navigasi ditunjukkan Lokasi penelitian adalah di area parkir IT Telkom pada Gambar 5. Purwokerto yang dalam suatu area lokasi yang sama, sebagian ada yang sudah menggunakan atap dan Mulai sebagian belum memiliki atap. Area parkir tersebut memiliki ukuran kurang lebih 170 x 17,5 meter, dengan kapasitas kurang lebih 1. 500 sepeda motor. Pada lokasi Menentukan Tema Penelitian parkir yang cukup luas tersebut tidak terdapat simbol atau penanda sebagai alat bantu posisi parkir suatu Area parkir diatur oleh dua orang yang Melakukan review literatur bertugas untuk menata kendaraan bermotor agar rapi. Posisi kendaraan biasanya akan diatur agar tidak mengganggu jalur yang digunakan sebagai jalan masuk Merumuskan tujuan Penelitian dan keluar, sehingga kemungkinan posisi kendaraan akan berpindah dari tempat awal diparkir sangat Melakukan perancangan dan pengujian sistem mungkin terjadi. Hal tersebut yang akan menyebabkan pemilik kendaraan akan cukup kesulitan ketika akan mencari kembali kendaraan yang telah diparkir. Menarik kesimpulan dari hasil penelitian Pengujian Sistem Navigasi Selesai Gambar 4. Diagram alur jalannya penelitian Sistem navigasi yang dibangun pada penelitian ini suatu aplikasi mobile dengan menggunakan program Android Studio. Aplikasi dibangun untuk dapat mengenali suatu modul BLE dengan cara menerima sinyal RSSI yang dipancarkan. Kemudian aplikasi akan menampilkan informasi berdasarkan pengolahan nilai RSSI yang diterima dalam bentuk visualisasi seperti radar pada layar smartphone. Aplikasi akan memandu user menuju ke posisi suatu BLE berada. Tampilan sistem navigasi yang dibangun seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Pada sistem navigasi yang dibangun memiliki 2 . tampilan, bagian pertama akan menampilkan BLE yang aktif yaitu BLE yang sinyalnya terdeteksi oleh aplikasi. Pengujian dan Evaluasi Informasi yang ditampilkan adalah nama BLE dan Pengujian sistem dilakukan dengan meng-install sistem jarak dengan BLE dengan receiver. Hal tersebut navigasi yang telah dibuat pada suatu smartphone. dikarenakan pancaran sinyal BLE yang bersifat Pengujian pertama dilakukan pada kondisi antara BLE broadcast, sehingga ketika ada beberapa BLE yang dengan smartphone tanpa adanya penghalang pada aktif maka akan tampil seluruhnya pada layar. Bagian beberapa jarak tertentu. Pengujian tersebut dilakukan kedua akan menampilkan berupa radar, yang akan untuk mengetahui performa aplikasi yang dibangun mendeteksi posisi BLE yang dapat digunakan sebagai yaitu dengan membandingkan informasi jarak yang panduan untuk menuju posisi BLE tersebut berada. ditampilkan pada aplikasi dengan jarak sesungguhnya 3. Pengambilan Data di lapangan. Pengujian selaknjutnya adalah dengan uji coba di lokasi parkir IT Telkom Purwokerto yaitu Sebelum dilakukan pengambilan data di lokasi untuk memandu mencari posisi suatu titik kendaraan penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji kalibrasi. Hal yang telah diberi BLE. Pengujian dilakukan pada titik- tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi titik tertentu yang telah diatur jarak antara BLE dengan informasi jarak yang dihasilkan. Pengujian kalibrasi Hasilnya dicatat untuk selanjutnya data dilakukan adalah pada kondisi tidak ada penghalang hasil pengukuran pada aplikasi akan dievaluasi untuk antara BLE dengan receiver, yaitu dengan cara mengetahui tingkat akurasi dari aplikasi yang dibangun. menempatkan BLE dan smartphone di lantai dengan Gambar 5. Desain Tampilan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 Fahrudin Mukti Wibowo. Fikra Titan Syifa Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 kondisi tanpa penghalang antara keduanya (Gambar Berdasarkan hasil pengujian kalibrasi dapat diketahui Sedangkan pengambilan data di lokasi penelitian tingkat error . elisih jarak antara tampilan aplikasi adalah pada kondisi BLE diletakkan pada kendaaran dengan jarak sesungguhny. rata-rata aplikasi adalah . epeda moto. kemudian dilakukan pengukuran pada sebesar 0,8 meter. Jika diambil posisi error terbesar smartphone pada posisi tertentu, seperti ditunjukkan adalah pada pengujian ke-10, yaitu pada jarak pada Gambar 7. sesungguhnya 10 meter namun terbaca pada aplikasi 11,4 meter. Tabel 3. Hasil Pengukuran di Lokasi Penelitian Pengujian Jarak sebenarnya Rata-rata error Jarak pada Error 0,92 Berdasarkan hasil pengukuran di lokasi penelitian dapat diketahui tingkat error rata-rata aplikasi adalah sebesar 0,92 meter. Jika diambil posisi error terbesar adalah pada pengujian ke-10, yaitu pada jarak sesungguhnya adalah 10 meter namun terbaca pada aplikasi 11,9 Perbandingan nilai error antara pengujian kalibrasi dan pengujian di lokasi penelitian ditunjukkan pada Grafik 1. Pada grafik terlihat nilai error yang naik turun yang disebabkan nilai RSSI yang berubah-ubah yang diterima pada aplikasi. Gambar 6. Tampilan aplikasi sistem navigasi . Gambar 7. Pengujian Kalibrasi dan Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan pada sepuluh titik dengan jarak tertentu yang berbeda-beda, pada setiap titik pengujian dilakukan sebanyak lima kali pengujian. Nilai jarak yang muncul pada lima kali pengujian tersebut kemudian diambil nilai rata-rata jarak yang diperoleh, yang dijadikan sebagai nilai akhir pengukuran pada titik tersebut. Hasil pengukuran untuk kalibrasi ditampilkan pada Tabel 2 dan hasil pengukuran di lokasi parkir ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 2. Hasil Pengujian Kalibrasi Pengujian Jarak sebenarnya . Rata-rata error Jarak pada aplikasi . Error . Grafik 1. Perbandingan Error Kesimpulan Pada penelitian ini telah dibangun sistem navigasi pada area parkir untuk mencari posisi kendaraan. Pengujian sistem meliputi pengambilan data untuk kalibrasi yaitu ketika antara BLE dengan dengan receiver tidak terdapat penghalang, diperoleh hasil rata-rata error sebesar 0,8 meter. Sedangkan pada pengambilan data di lokasi penelitian diperoleh nilai rata-rata error sebesar 0,92 meter. Nilai error diperoleh dikarenakan naik turunnya nilai RSSI yang diterima oleh receiver. Ketika nilai RSSI yang diterima oleh receiver kecil, maka menimbulkan nilai akurasi yang kurang tepat, dan sebaliknya jika nilai RSSI yang diterima besar maka Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 Fahrudin Mukti Wibowo. Fikra Titan Syifa Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82 nilai akurasinya juga mendekati posisi sebenarnya. Faragher and R. Harle. AuLocation fingerprinting with bluetooth low energy beacons,Ay Ie J. Sel. Areas Commun. Sehingga jarak antara BLE dengan receiver akan 33, no. 11, pp. 2418Ae2428, 2015. mempengaruhi nilai RSSI yang diterima dan . Indrayana. Primananda, and K. Amron. AuRancang mempengaruhi akurasi posisi yang dihasilkan oleh Bangun Sistem Komunikasi Bluetooth Low Energy ( BLE ) Pada Sistem Pengamatan Tekanan Darah,Ay vol. 2, no. 8, pp. 2462Ae Sistem navigasi yang dibangun dapat 2472, 2018. dijadikan alternatif alat bantu pencarian posisi . Kyhne and J. Sieck. AuLocation-based Services with iBeacon kendaraan di area parkir, dengan biaya yang Technology,Ay pp. 315Ae321, 2014. dibutuhkan sekitar Rp 300. 000,- untuk menggunakan . Bronzi. Frank. Castignani, and T. Engel. AuBluetooth Low Energy for Inter-Vehicular Communications,Ay pp. 215Ae221. BLE dengan kualitas bagus. Daftar Rujukan . Xu. Chen. Xu, and S. Ji. AuA New Indoor Positioning System Architecture Using GPS Signals,Ay Sensors, vol. 15, no. 10074Ae10087, 2015. Zaafir Barahim. Razvi Doomun, and N. Joomun. AuLowCost Bluetooth Mobile Positioning for Location-based Application,Ay 2007 3rd Ie/IFIP Int. Conf. Cent. Asia Internet, 1Ae4, 2007. Al-Ammar. Alhadhrami. Al-Salman. Alarifi. Al-Khalifa. Alnafessah, and M. Alsaleh. AuComparative Survey of Indoor Positioning Technologies. Techniques, and Algorithms,Ay in 2014 International Conference on Cyberworlds (CW), 2014, pp. 245Ae252. Shan. Im, and B. Roh. AuOptimal AdvInterval for BLE Scanning in Different Number of BLE Devices Environment,Ay 0Ae1, 2016. Wang. Yang. Zhao. Liu, and L. Cuthbert. AuBluetooth positioning using RSSI and triangulation methods,Ay 2013 Ie 10th Consum. Commun. Netw. Conf. CCNC 2013, pp. 837Ae842, . Chowdhury. Rahman. Parvez. Alam. Basher, and A. Alam. AuA Multi-step Approach for RSSIBased Distance Estimation Using Smartphones,Ay pp. 1Ae5, 2015. Ndzukula. Ramotsoela. Silva, and G. Hancke. AuA Bluetooth Low Energy based system for personnel tracking,Ay 8435Ae8440, 2017. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol . 4 No. 77 Ae 82