Manajemen dan RekayasaIndustri ISSN: 3047-6917 . edia onlin. VOL. I No. 1 2024 | https://doi. org/10. 33859/mri. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PEMANEN SAWIT DI PT. Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 1,2,3,4Program Studi Teknik Industri. Universitas Sari Mulia. Banjarmasin. Indonesia. Info Artikel ABSTRAK Submitted: 17-11-2023 Revised: 25-04-2024 Accepted: 07-05-2024 Latar Belakang: Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuh terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya. Salah satunya yaitu penggunaan APD pada pekerja panen kelapa sawit di PT. Alat Pelindung Diri (APD) dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja. Dari survei awal yang dilakukan di PT. X masih terdapat pekerja yang tidak menggunakan APD dikarenakan merasa tidak nyaman dan anggapan APD memperlambat proses kerja para karyawan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada pekerja panen kelapa sawit di PT. Metode: : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden yang diambil sebanyak 50 orang dan pelaksanaan penelitian dilakukan pada Tahun 2023. Pengumpulan data kuesioner yang dianalisis dalam bentuk univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Berdasarkan hasil statistik yang diperoleh, penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan dengan penggunaan APD tidak berpengaruh signifikan pada pekerja panen sawit. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang kurang oleh pekerja. Sikap berpengaruh signifikan positif terhadap penggunaan APD pada pekerja pemanen kelapa sawit. Hal ini karena adanya sikap yang positif yang dapat memberikan dampak positif, sedangkan kenyamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan APD. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang memiliki hubungan terhadap penggunaan APD adalah faktor sikap. Hal ini karena faktor sikap dapat mempengaruhi sikap peduli terhadap penggunaan APD. Sedangkan faktor yang tidak ada tidak memiliki hubungan dengan penggunaan APD adalah faktor pengetahuan dan kenyamanan. *Corresponding author: Ilmiati Email: Ilmiati201@gmail. Kata kunci: kenyamanan, pengetahuan, penggunaan APD, sikap. ABSTRACT Background: Personal Protective Equipment (PPE) is a set of tools used by the workforce to protect all or part of the body against possible potential hazards. One of them is the use of PPE on oil palm harvest workers at PT. Personal Protective Equipment (PPE) can reduce the occurrence of workplace accidents. From the initial survey conducted at PT. X there are still workers who do not use PPE because they feel uncomfortable and the assumption that PPE slows down the work process of employees. Objective: To find out the factors related to the use of PPE on oil palm harvest workers at PT. Method: The research method used is a quantitative method with a cross sectional design. The number of respondents taken was 50 people and the implementation of the research was carried out in 2023. Data collection of questionnaires were analyzed in univariate, bivariate and multivariate forms. Manajemen dan Rekayasa Industri Result: Based on the statistical results obtained, this study shows that the variable of knowledge with the use of PPE does not have a significant effect on oil palm harvest workers. This is due to lack of understanding by workers. Attitudes have a significant positive effect on the use of PPE on oil palm harvesting workers. This is because there is a positive attitude that can have a positive impact, while comfort does not have a significant effect on the use of PPE. Conclusion: From this study, it can be concluded that the factors that have a relationship with the use of PPE are attitude factors. This is because attitude factors can affect caring attitudes towards the use of PPE. While the factors that do not exist have no relationship with the use of PPE are knowledge and comfort factors. Keywords: comfort, knowledge, use of PPE, attitude. PENDAHULUAN Banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dan dapat diandalkan sebagai kekuatan ekonomi jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pertanian memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendukung Produk Domestik Bruto (PDB). Kontribusi pertanian akan selalu meningkat setiap tahunnya, sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia karena Indonesia masih menjadi negara yang kuat di bidang pertanian karena mempunyai alam yang sangat luas dan kaya. Banyaknya lahan dari alam tersebut maka negara Indonesia dapat memanfaatkan hal tersebut dengan membuat perkebunan yang sangat banyak, sehingga sub sektor perkebunan adalah menjadi salah satu contributor terbesar pada PDB. Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penting penghasil minyak makanan, minyak industri maupun bahan bakar nabati . Kelapa sawit memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial. Sebagai salah satu komoditas ekspor pertanian terbesar Indonesia, membuat kelapa sawit mempunyai peran penting sebagai sumber penghasil devisa maupun pajak yang besar. Dalam proses produksi maupun pengolahan industri, perkebunan kelapa sawit juga mampu menciptakan kesempatan dan lapangan pekerjaan khususnya bagi masyarakat pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan Masyarakat . Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri penting dan komoditi ini mempunyai peranan cukup penting dan strategis. Pertama, kelapa sawit . merupakan bahan baku utama pada minyak goreng, sehingga pasokan yang kontinyu ikut menjaga kestabilan harga minyak goreng tersebut. Oleh sebab itu minyak goreng merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat yang harganya harus terjangkau oleh seluruh Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan baik di dunia maupun di Indonesia yang mempunyai peranan penting dalam subsektor perkebunan untuk membangun perekonomian negara . Pada dasarnya kegiatan produksi di suatu perusahaan tidak terlepas dari resiko kecelakaan yang dialami oleh perusahaan mulai dari tenaga kerja sampai resiko kerusakan yang di alami. Kecelakaan kerja selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga. Kecelakaan kerja dapat terjadi dimana kondisi yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat . Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan metode pengendalian kecelakaan kerja. Meskipun demikian, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) akan menjadi sangat penting apabila pengendalian tersebut secara teknis telah dilakukan namun potensi risiko masih tergolong tinggi. Keefektifan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) itu sendiri terbentuk dari para pekerja itu sendiri . Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri METODE Metode penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah cross sectional . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat pelindung Diri (APD) pada pemanen kelapa sawit di PT. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross sectional . Tujuan digunakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat pelindung Diri (APD) pada pemanen kelapa sawit di PT. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini terdapat dua yaitu : Variabel Bebas (Independent Variabe. Variabel Independen sering disebut juga sebagai variabel bebas dan variabel yang Variabel bebas juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi atau nilai yang jika muncul maka akan memunculkan . kondisi atau nilai yang lain . Dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebas (X) adalah pengetahuan, sikap dan kenyamanan penggunaan APD. Variabel Terikat (Dependent variabe. Variabel Dependen . ariabel terika. adalah variabel yang secara struktur berpikir keilmuan menjadi variabel yang disebabkan oleh adanya perubahan variabel lainnya. Variabel tak bebas ini menjadi primary interestto the researcher atau personal pokok bagi sipeneliti, yang selanjutnya menjadi objek penelitian . Dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikat (Y) adalah penggunaan alat APD. Jumlah Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 50 orang pekerja di bagian pemanen buah kelapa sawit. Teknik Sampling Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Alasan meggunakan teknik purposivse sampling ini karena sesuai untuk digunakan untuk penelitian kuantitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Waktu penelitian dilaksanakan pada Juni sampai dengan Juli Sasaran peneliti kali ini terdapat pada pekerja pemanen buah kelapa sawit. Instrumen Penelitian Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada para pekerja untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagian pemanen buah kelapa sawit . Kuesioner ini berkaitan dengan identitas diri, pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan kenyamanan pekerja terkait penggunaan APD. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan skala univariat, bivariat dan multivariat. Analisis Data Prosedur atau tahap analisis data penelitian terbagi menjadi tiga tahap yaitu analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Analisis data yang dilakukan juga tergantung dari jenis penelitian, jenis sampel, jenis data/variabel dan asumsi kenormalan distribusi suatu data. Berikut ini adalah tahapan data tersebut : Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri Analisis Univariat Analisis univariat digunakan pada penelitian diskriptif dan analitik. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan karakteristik setiap variabel penelitian. Analisis univariat dilakukan menurut jenis data baik kategorik maupun numerik. Untuk data kategorik dapat berupa distribusi frekuensi . Analisis Bivariat Analisis bivariat adalah analisis statistik yang dilakukan untuk menguji hipotesis antara dua variabel, untuk memperoleh jawaban apakah kedua variabel tersebut ada hubungan, berkorelasi, ada perbedaan, ada pengaruh dan sebagainya sesuai dengan data yang telah di Jika P value < 0,05 maka perhitungan secara statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat . Analisis Multivariat Analisis multivariat digunakan untuk mengetahui dari sekian variabel independen yang ada, manakah yang paling dominan hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel Pada analisis dilakukan berbagai langkah pembuatan model. Model terakhir terjadi apabila semua variabel independen dengan dependen sudah tidak mempunyai nilai p > 0,05 . HASIL Pengetahuan Tentang Alat Pelindung Diri Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari 9 pertanyaan dalam bentuk pilihan berganda. Terdapat 10 orang yang memberi jawaban dengan kategori kurang baik dan 40 orang yang memberikan jawaban dengan kategori baik, sedangkan untuk soal pada nomor 1 sampai dengan soal nomor 4 terdapat 2 orang yang memberi jawaban salah dan 48 orang menjawab dengan benar, sementara untuk soal nomor 5 sampai dengan 9 terdapat 39 orang yang menjawab dengan benar dan 11 orang menjawab salah. Berikut di bawah ini adalah Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan: Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Pengetahuan Responden Frekuensi Persentase (%) Kurang Baik Baik Total Sumber : SPSS, 2023 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui frekuensi pengetahuan responden dengan kategori kurang baik sebanyak 10 orang . %) dan kategori baik sebanyak 40 orang . %). Jadi jumlah responden yang paling banyak adalah responden dengan pengetahuan yang baik sebanyak 40 responden atau 80% dari jumlah sampel, sedangkan frekuensi paling sedikit adalah responden dengan pengetahuan yang kurang baik dengan jumlah 10 responden atau 20% dari jumlah Sikap Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari 8 pertanyaan didapatkan bahwa terdapat 26 orang yang memberi jawaban dengan kategori negatif dan 24 orang dengan kategori positif, sedangkan untuk soal pada nomor 1 sampai dengan nomor 4 terdapat 42 orang yang memberi jawaban positif dan 8 orang lainnya negatif, sementara untuk soal nomor 5 sampai dengan 8 terdapat 21 orang yang menjawab dengan positif dan 29 orang lainnya negative. Berikut di bawah ini adalah Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Sikap: Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Sikap Responden Frekuensi Persentase (%) Negatif Positif Total Sumber: SPSS, 2023 Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui Frekuensi sikap responden dengan kategori negatif sebanyak 26 orang . %) dan yang positif sebanyak 24 . %). Jadi jumlah responden yang paling banyak adalah responden yang bersikap negatif sebanyak 26 responden atau 52% dari jumlah sampel, sedangkan frekuensi paling sedikit adalah responden dengan sikap positif dengan jumlah 24 responden atau 48% dari jumlah sampel. Kenyamanan Penggunaan APD Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari 8 pertanyaan di dapat bahwa terdapat 14 orang yang memberi jawaban dengan kategori nyaman dan 36 orang dengan kategori tidak nyaman, sedangkan untuk soal pada nomor 1 sampai dengan nomor 4 terdapat 12 orang yang memberi jawaban nyaman dan 38 orang lainnya tidak nyaman, sementara untuk soal nomor 6 samapai dengan 8 terdapat 17 orang yang menjawab dengan nyaman dan 33 orang lainnya tidak nyaman. Berikut di bawah ini adalah Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kenyamanan: Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Kenyamanan Kenyamanan Responden Frekuensi Persentase (%) Tidak Nyaman Nyaman Total Sumber: SPSS, 2023 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui frekuensi kenyamanan responden dengan kategori tidak nyaman sebanyak 36 orang . %) dan yang nyaman sebanyak 14 orang . %). Jadi jumlah responden yang paling banyak adalah responden yangtidak nyaman dengan jumlah responden 36 orang . %) dan yang paling sedikit adalah responden yang nyaman 14 orang . %). Penggunaan APD Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui Frekuensi penggunaan APD responden dengan kategori tidak lengkap sebanyak 49 orang . %) dan lengkap sebanyak 1 orang . %). Jadi jumlah responden yang paling banyak adalah responden yang tidak lengkap dalam penggunaan APD dengan jumlah responden 49 orang . %) dan yang paling sedikit adalah responden yang lengkap dalam penggunaan APD sebanyak 1 orang . %). Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Penggunaan APD Penggunaan APD Frekuensi Persentase (%) Tidak Lengkap Lengkap Total Sumber: SPSS, 2023 Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri Analisis Bivariat Tabel 5 Hubungan Pengetahuan Dengan Penggunaan APD Pengetahuan Tidak Lengkap Lengkap Total Kurang Baik Baik 50 100 0. Total Sumber : SPSS, 2023 Berdasarkan tabel 5 hasil pengukuran hubungan pengetahuan dengan penggunaan APD pada pekerja panen buah kelapa sawit di PT. X menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan kurang baik dalam penggunaan APD tidak lengkap sebanyak 0 orang . %) dan responden dengan penggunaan APD yang lengkap sebanyak 0 orang . %). Sedangkan untuk responden dengan pengetahuan baik dengan penggunaan APD tidak lengkap sebanyak 49 orang . %) dan untuk responden penggunaan APD lengkap sebanyak 1 orang . %). Jadi dari penjelasan tersebut yang paling banyak menggunakan APD dengan lengkap adalah pada kategori pengetahuan baik sebanyak 49 orang . %) dari jumlah sampel. Berdasarkan Uji statistik hubungan pengetahuan dengan penggunaan APD uji chi square didapatkan nilai p = 0,29 (< 0,. maka Ha tidak diterima sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD di PT. Tabel 6. Hubungan Sikap Dengan Penggunaan APD Sikap Tidak Lengkap Negatif Positif Total Sumber: SPSS, 2023 Lengkap Total Berdasarkan tabel 6 hasil pengukuran hubungan sikap dengan penggunaan APD pada pekerja panen kelapa sawit di PT. X menunjukkan bahwa responden dengan sikap negatif dalam penggunaan APD tidak lengkap sebanyak 15 orang . ,6%) dan responden dengan penggunaan APD yang lengkap sebanyak 34 orang . ,4%), sedangkan untuk responden dengan sikap positif dalam penggunaan APD dengan kategori tidak lengkap tidak ada orang . %) dan responden yang menggunakan APD lengkap sebanyak 1 orang . ,9%). Jadi dari penjelasan tersebut yang paling banyak menggunakan APD dengan lengkap adalah pada kategori pengetahuan baik sebanyak 34 orang . %) dari jumlah sampel. Berdasarkan Uji statistik hubungan sikap dengan penggunaan APD uji chi square didapatkan nilai p = 0,05 (< 0,. maka Ha diterima sehinggaada hubungan antara sikap dengan penggunaan APD di PT. Tabel 7 Hubungan Kenyamanan Dengan Penggunaan APD Penggunaan APD Kenyamanan Tidak Lengkap Total Lengkap Tidak Nyaman 0,16 Nyaman Total Sumber: SPSS, 2023 Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri Berdasarkan tabel 7 hasil pengukuran hubungan kenyamanan dengan penggunaan APD pada pekerja panen kelapa sawit di PT. X menunjukkan bahwa responden dengan kategori tidak nyaman dalam penggunaan APD tidak lengkap sebanyak 7 orang . ,5%) dan responden dengan penggunaan APD yang lengkap sebanyak 1 orang . ,5%). Sedangkan untuk responden dengan nyaman dalam penggunaan APD dengan kategori tidak lengkap sebanyak 42 orang . %) dan responden yang menggunakan APD lengkap tidak ada . %). Jadi dari penjelasan tersebut yang paling banyak menggunakan APD dengan lengkap adalah pada kategori nyaman sebanyak 42 orang . %) dari jumlah sampel. Berdasarkan Uji statistik hubungan kenyamanan dengan penggunaan APD. Uji chi square didapatkan nilai p = 0,16 (< 0,. maka Ha tidak diterima sehingga tidak ada hubungan antara kenyamanan dengan penggunaan APD di PT. Analisis Multivariat Pengujian hipotesis menggunakan model regresi logistik dengan hasil uji bivariat mempunyai p < 0,25 maka variabel tersebut dapat masuk dalam model multivariat. Dalam hal ini, variabel yang akan diuji adalah variabel sikap dengan nilai p value = 0. Model regresi logistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 8 Analisis Multivariat Wald Sikap Step Constant Step Constant Sig. EXP(B) Lower Upper Exp(B) Sumber: SPSS,2023 Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi penggunaan APD adalah sikap. Sikap sangat berpengaruh terhadap penggunaan APD dengan hasil (B = 0,176 dan P < 0,. Karena B bernilai positif, artinya hubungan antara sikap dan penggunaan adalah hubugan searah. PEMABAHASAN Hubungan antara Pengetahuan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pekerja Panen Kelapa Sawit PT. Pengetahuan adalah hasil dari mengetahui, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan yang dilakukan terjadi melalui pancaindera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Namun, meskipun sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indera penglihatan dan pendengaran . ata dan teling. Berdasarkan tabel 5 menunjukkan hasil analisis bivariat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung dirinilai p = 0,29 (< 0,. Semakin kecil nilai p maka semakin besar hubungannya. Sehingga hubungan pengetahuan dengan penggunaan APD semakin besar. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Elvaro dimana ada hubungan antara pengetahuan dengan pemakaian APD. Ilmiati1. Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun2. Muhammad Ari Kurniawan3. Irfan Rusydi Triyanto4 Corresponding author: Ilmiati. Email: Ilmiati201@gmail. VOL. I No. https://doi. org/10. 33859/mri. Accepted: 07-05-2024 Manajemen dan Rekayasa Industri Hubungan antara Sikap dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pekerja Panen Kelapa Sawit PT. Sikap merupakan kesadaran dan kecenderungan untuk berbuat. Seorang tenaga kerja yang memiliki sikap yang baik diartikan sebagai seorang tenaga kerja yang memiliki kesadaran untuk berbuat baik selama berada ditempat kerja. Dari sikap tersebut dapat berkembang menjadi sikap selamat yang lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan untuk selalu memperhatikan keselamatan ditempat kerja. Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan sikap dengan perilaku penggunaan APD, karena semakin kecil nilai A < 0. 05 maka semakin besar hubungannya. Sedangkan untuk nilai antara sikap dengan penggunaan APD yaitu 0,05 maka ada hubungan antara sikap dan perilaku penggunaan APD. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yeni dan Amrullah. Hubungan antara Kenyamanan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pekerja Panen Kelapa Sawit PT. Dalam suasana kerja, kenyamanan tempat kerja dan fasilitas lain akan meningkatkan prestasi kerja dari setiap tenaga kerja sehingga dengan demikian diharapkan setiap fasilitas atau perlengkapan kerja yang menimbulkan kenyamanan dalam pemakaiannya dapat digunakan oleh pekerja secara optimal. Berdasarkan tabel 7 diperoleh nilai A < 0. 16 dan hal ini menunjukkan tidak ada hubungan signifikan kenyamanan APD dengan perilaku penggunaan APD. Hal ini juga sesuai dengan observasi di lapangan, dimana masih banyak pekerja yang merasa tidak nyaman jika menggunakan pelindung kepala . , kacamata dan sarung tangan dengan alasan merepotkan dan mengganggu ruang gerak ketika bekerja. Pada penelitian ini sebagian besar responden merasa tidak nyaman menggunakan APD pada saat bekerja karena merasa risih, dan tidak leluasa dalam bekerja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data serta analisis data yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di PT. Ada hubungan yang signifikan antara faktor sikap dengan penggunaanAlat Pelindung Diri (APD) pada pekerja panen sawit di PT. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kenyamanan dengan penggunaana Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja panen sawit di PT. DAFTAR PUSTAKA