Jurnal Citra Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal. (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcp/index UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK PADA TEMA INDAHNYA KEBERAGAMAN DI NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIC PADA SISWA KELAS IV SDI WAESIA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Marselinus Deghe. Yosefina Uge Lawe. Ermelinda Yosefa Awe Prodi PGSD STKIP Citra Bakti deghemarselinus4@gmail. com,yosefinagelawe@gmail. com,ermelindayosefaawe8@gmail. Abstract This study aims to find out the improvement of thematic learning activities and results through a scientific approach in grade 4 students of SDI Waesia. Golewa District. The subjects in this study Were grade 4 students of elementary school Waesia with a total of 9 students, consisting of 4 female students and 5 male students. This data was collected by using observation. The result of analysis of learning activity data in the first cycle obtained an average value of 14. 16 with a fairly active category, the percentage of thematic learning activities of 56. While the thematic learning results in the first cycle obtained an average value of 63, is in the category of sufficient, with a percentage of 63% and classical completion is 44. The results of the study in the second cycle obtained an average value of learning activities of 20. 6 very active categories, a percentage of 82. While the results of learning in the second cycle obtained an average value of 85. 44% is in the category of excellent with classical completeness is 100%. Based on the results of cycle I and cycle II showed that the increase in learning activities by 76% and thematic learning results increased by 55. Based on the data above, it can be concluded that the application of saintific approach can increase thematic learning activities and results on the Theme of Diversity in Negeriku in Grade 4 Students of elementary school of Waesia. Sejarah Artikel Diterima: 17-01-2022 Direview: 22-05-2022 Disetujui: 30-07-2022 7 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar tematik melalui pendekatan saintific pada siswa kelas IV SDI Waesia. Kecamatan Golewa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDI Waesia dengan jumlah 9 orang siswa, yang terdiri dari 4 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki-laki. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Hasil analisis data aktivitas belajar pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 14,16 dengan kategori cukup aktif, persentase aktivitas belajar tematik sebesar 56,64%. Sedangkan hasil belajar tematik pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 63, berada pada kategori cukup, dengan persentase 63% dan ketuntasan klasikalnya adalah 44,44%. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh nilai rata-rata aktivitas belajar 20,6 kategori sangat aktif, persentase sebesar 82,4%. Sedangkan hasil belajar pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 85,44% berada pada kategori sangat baik dengan ketuntasan klasikal adalah 100%. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II terjadinya peningkatan aktivitas belajar sebesar 25,76 % dan hasil belajar tematik mengalami peningkatan sebesar 55,56%. Berdasarkan analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintific dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik pada Tema Indahya Keberagaman di Negeriku pada Siswa Kelas IV SDI Waesia. Article History Received: 17-01-2022 Reviewed: 22-05-2022 Published: 30-07-2022 Kata Kunci Saintific. Activities. Learning Outcomes. Thematic. Key Words Saintific. Aktivitas. Hasil Belajar. Tematik. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 528 PENDAHULUAN Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan sebagai wahana dalam membangun watak bangsa . ation charater buildin. Masyarakat yang cerdas memberi nuansa kehidupan yang cerdas. Seiring dengan perkembangan dunia dewasa ini, kita dihadapkan pada berbagai tantangan yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan tegnologi yang semakin hari semakin pesat. Tantangan tersebut menuntut adanya berbagai perubahan dalam berbagai bidang khususnya bidang pendidikan. Pendidikan adalah pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak . ang belum dewas. dalam pertumbuhannya menuju kearah kedawasaan, dalam arti dapat berdiri dan bertanggung jawab susila atas segala tindakan-tindakannya menurut pilihan Djarih . alam Amrih, 2010: . mengatakan pendidikan merupakan upaya terorganisir, berencana dan berlangsung kontinyu . erus menerus sepanjang haya. kearah membina manusia atau anak insane paripurna, dewasa dan berbudaya. Masalah pendidikan, seringkali menjadi topik yang hangat dibicarakan baik dikalangan masyarakat luas maupun dikalangan ahli-ahli pendidikan. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, pemerataan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Komponen yang berperan dalam pendidikan adalah sarana dan prasarana serta guru. Guru dalam proses belajar mengajar harus memilki kompetensi tersendiri guna mencapai harapan yang dicita-citakan dalam melaksanakan pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya. Terkait dengan isu perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. antara lain dilakukan pada standar isi yaitu mengurangi materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik serta diperkaya dengan kebutuhan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional. Tujuan pendidikan yaitu untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu berperan aktif dalam kehidupannya dimasa yang akan datang. Dalam hal ini upaya membimbing, mengajar dan melatih peserta didik harus diorientasi sehingga peserta didik memiliki kemampuan, pengetahuan, sikap dan berbagai macam keterampilan sebagai bekal untuk kehidupan dimasa yang akan datang. Pendidik berperan penting dalam mewujudkan mutu pendidikan oleh karena itu, pendidik harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasiinovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal. Untuk mencapai hasil tersebut guru harus mampu mengembangkan kurikulum dengan baik. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 529 Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Keterpaduaan berdasarkan tema ini menurut (Trianto, 2011:. akan menghubungkan dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka. Berkaitan dengan tujuan diadakannya Kurikulum 2013, dapat dijelaskan sebagai berikut, melalui pengembangan Kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Berdasarkan hasil observasi awal dikelas IV SDI Waesia pada tanggal 31 Januari 2020 pada umumnya kegiatan pembelajaran tematik sudah dilakukan baik. Guru sudah menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajaran. Namun, ada beberapa kendala yang ditemukan seperti siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran pembelajaran tematik siswa cenderung pasif. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, baik dalam menjawab pertanyaan, memberi tanggapan, maupun mengajukan pertanyaan. Hal ini dapat berdampak pada hasil belajar yang dievaluasi oleh guru sebanyak 40% siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Melihat keadaan tersebut, maka guru harus mempunyai kompetensi yang lebih dalam penyampaian materi, penggunaan metode, model dan teknik mengajar yang tepat, serta penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Namun dalam kurikulum untuk mencapai tujuan tersebut perlu berbagai latihan, penguasaan dan wawasan seorang guru dalam pembelajaran, termasuk salah satunya menggunakan model dan metode pembelajaran yang tepat sehingga siswa mengalami peningkatan aktivitas dan hasil belajarnya. Pembelajaran dengan pendekatan saintific adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati . ntuk mengidentifikasi atau menemukan masala. , merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang AuditemukanAy. Pendekatan saintific dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi searah dari Oleh karena itu kondisi pembelajaran diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu. Pendekatan saintific dipilih karena memiliki kelebihan yaitu, . Meningkatkan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 530 kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik. Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan. Diperolehnya hasil belajar yang tinggi. Melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar tematik tema indahnya keberagaman di negeriku melalui pendekatan saintific pada siswa kelas IV SDI Waesia Kecamatan Golewa Kabupaten Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action researc. yang menggunakan metode penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart (Kusuma dan Dwitagama, 2010: . Model Mc Taggart terdiri dari 3 bagian yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan observasi serta tahap refleksi. Adapun waktu penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada tanggal 20 Juni sampai tanggal 20 Juli tahun 2020. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDI Waesia Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada pada kelompok belajar siswa SDI Waesia kelas IV di Roba Dima Desa Were. Kecamatan Golewa. Kabupaten Ngada Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SDI Waesia. Kecamatan Golewa. Kabupaten Ngada, yang berjumlah 9 orang yang diambil dari kelompok belajar siswa SDI Waesia kelas IV di Roba Dima Desa Were. Kecamatan Golewa. Kabupaten Ngada sedangkan Objek penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar tematik siswa kelas IV SDI Waesia tahun ajaran 2019/2020 dengan menerapkan pendekatan saintific. Prosedur penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan yang dikembangkan oleh Kemis dan Mc Taggart maka prosedur penelitian yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan observasi dan tahap refleksi. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan tes berupa soal tes objektif dalam bentuk pilihan ganda untuk setiap siklus sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan dalam RPP. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode pengumpulan data menggunakan tes. Tes atau evaluasi diberikan untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman siswa. Tes dilakukan secara tertulis pada akhir proses pembelajaran. Untuk menganalisis aktivitas dan hasil belajar menggunakan rumus antara lain, membuat tabel distrubusi frekuensi, menghitung mean, median dan modus, menyajikan data ke dalam kurva juling, menentukan persentase aktivitas dan hasil belajar tematik, kriteria penggolongan aktivitas dan hasil belajar, menentukan indikator aktivitas dan hasil belajar. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 531 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus satu dan siklus dua melalui tahap-tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian adalah 9 orang untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik tema indahnya keberagaman di negeriku melalui pendekatan saintific pada Siswa Kelas IV SDI Waesia Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian siklus I diperoleh rata-rata hasil aktivitas belajar adalah 12,67 dengan kategori tidak aktif dan rata-rata ini belum mencapai kriteria aktivitas belajar yaitu 17-20, sedangkan rata-rata hasil belajar tematik siswa adalah 63% berada pada kategori cukup dan dan secara klasikal sebsesar 44,44%. Data hasil penelitian pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 01 Data Aktivitas dan Hasil Belajar Tematik Siklus I Data Aktivitas Rata- rata Kategori Persentase Hasil Belajar Rata-rata Kategori Persentase Ketuntasan Klasikal Siklus I Peningkatan 14,16 cukup aktif 56,64 6,44% Cukup 44,44% 22,44 25,76% 22,44% 55,56% Berdasarkan hasil analisis aktivitas dan hasil belajar siswa masih berada dibawah standar KKM maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus II untuk memperbaiki aktivitas dan hasil belajar siswa. penelitian siklus I belum dikatakan tuntas karena belum mencapai KKM yang sudah ditetapkan, dan dilanjutkan pada siklus berikutnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan aktivitas hasil belajar siswa siklus I sangat rendah yaitu sebagai berikut: . sebagian besar siswa masih ragu-ragu dalam menyampaikan hasil kerjanya, . kurang seriusnya siswa dalam menerima pembelajaran, . kurang seriusnya siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam lembar kerja siswa. Selain itu terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru yaitu . guru belum menguasai kelas, . guru belum mengenal karakteristik siswa, . guru masih ragu-ragu dalam memberikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran terlihat kaku. Siklus II Bersdasarkan hasil analisis data pada siklus II diperoleh nilai rata-rata aktivitas belajar 20,6 kategori sangat aktif, persentase sebesar 82,4%. Sedangkan hasil belajar pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 85,44% berada pada kategori sangat baik dengan ketuntasan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 532 klasikal adalah 100%. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukan bahwa terjadinya peningkatan aktivitas belajar sebesar 25,76 % dan hasil belajar tematik mengalami peningkatan sebesar 55,56%. Data aktivitas dan hasil belajar tematik siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 02 Data Aktivitas dan Hasil Belajar Tematik Siklus Data Aktivitas Rata- rata Kategori Persentase Hasil Belajar Rata-rata Kategori Persentase Ketuntasan Klasikal Siklus II Peningkatan Sangat aktif 82,4% 6,44% 85,44 Sangat baik 85,44% 22,44 25,76% 22,44% 55,56% Berdasarkan data aktivitas hasil belajar di atas, proses pembelajaran siklus II berjalan dengan lancar serta baik sehingga siklus II ini, siswa sudah terbiasa belajar dalam kelompok yang menggunakan penerapan pendekatan saintific dan siswa sangat aktif dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam diskusi kelompok. Hambatan-hambatan yang didapat dalam siklus 1 dapat dipecahkan di siklus 2, dibuktikan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada siklus 1 ke siklus 2 dan rata-rata aktivitas hasil belajar siswa telah melampaui KKM penelitan diberhentikan pada siklus II. Pembahasan Jenis penelitian yang dipilih adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai 14 Juli 2020. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat dilihat bahwa pendekatan saintific pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik pada tema indahnya keberagaman di negeriku pada siswa kelas IV SDI Waesia Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil analisis dari pelaksanaan siklus I yaitu dari 9 siswa yang mengikuti tes, terdapat 4 orang siswa yang memperoleh nilai di atas KKM, yaitu 44,44% sedangkan 5 siswa lainnya belum mencapai KKM yaitu 55,56%. Dengan demikian nilai rata-rata pada siklus I hanya mencapai 63 dengan presentase sebesar 63%. Ada beberapa hal yang menyebabkan aktivitas dan hasil belajar tematik pada siklus I masih dikategorikan cukup yaitu sebagai berikut . sebagian besar siswa masih ragu-ragu dalam menyampaikan hasil kerjanya, . kurang seriusnya siswa dalam menerima pembelajaran, . kurang seriusnya siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam lembar kerja siswa, . kurang seriusnya siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru. Hal ini Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 533 menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus I masih mengalami kekurangankekurangan dan hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan kekurangan atau hambatan yang terjadi pada siklus I, maka pada pembelajaran siklus II, hal yang dilakukan adalah mempersiapkan dan memperbaiki semua kekurangan yang terjadi pada siklus I dengan menerapkan kembali pendekatan saintific dalam proses pembelajaran tematik. Berdasarkan data aktivitas dan hasil belajar pada siklus II, dapat dilihat bahwa aktivitas dan hasil belajar tematik mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk memberi gambaran lebih jelas mengenai data aktivitas dan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 03. Tabel 03 Data Perbandingan Aktivitas dan Hasil Belajar Tematik Siklus I dan II Data Aktivitas Rata- rata Kategori Persentase Hasil Belajar Rata-rata Kategori Persentase Ketuntasan Klasikal Siklus I Siklus II Peningkatan 14,16 cukup aktif 56,64 Sangat aktif 82,4% 6,44% Cukup 44,44% 85,44 Sangat baik 85,44% 22,44 25,76% 22,44% 55,56% Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Windi Zarina Agustina. Titik Sugiarti, dan Nanik Yulianti tahun 2015 yang berjudul Au Penerapan pendekatan saintific untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pokok bahasan kesebangunan bangun datar siswa kelas IV SDN Tegal Gede 01 Jember. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, adanya tanggapan positif dari guru dan siswa terhadap penerapan pendekatan saintific pada siklus pertama nilai rata- ratadalah 39 dengan kategori cukup meningkat pada siklu kedua dengan nilai rata-rata 49 dengan kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus pertama nilai rata-rata adalah 68,5 dengan persentase kentuntasan klasikal adalah 70 persen meningkat pada siklus kedua dengan nilai rata-rata adalah 85 dengan persentase 85 persen. Berdasarkan data hasil aktivitas dan hasil belajar tematik pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintific dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik tema indahnya keberagaman di negeriku pada siswa kelas IV SDI Waesia. Kecamatan Golewa. Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2019/2020. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 534 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelmunya, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis data aktivitas belajar tematik pada siklus I dengan pendekatan saintific diperoleh nilai rata-rata sebesar 14,16 dengan kategori cukup aktif, persentase aktivitas belajar tematik sebesar 56,64%. Sedangkan hasil belajar tematik pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 63, berada pada kategori cukup, dengan persentase 63% dan ketuntasan klasikalnya adalah 44,44%. Berdasarkan hasil analisis data aktivitas belajar tematik pada siklus II dengan nilai rata-rata 20,6 kategori sangat aktif, persentase aktivitas belajar tematik pada siklus II adalah sebasar 82,4%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dimana rata-rata hasil belajar tematik sebesar 85,44, berada pada kategori sangat baik, persentase hasil belajar tematik sebesar 85,44% dengan ketuntasan klasikalnya adalah sebesar 100%. Aktivitas belajar tematik siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 25,76% dan dari persentase data hasil belajar tematik melalui pendekatan saintific pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan secara klasikal sebesar 55,56%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan saintific dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDI Waesia pada kelompok belajar Roba Dima Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disarankan kepada berbagai pihak antara lain sebagai berikut. Guru disarankan menggunakan metode atau model pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan materi atau topik yang diajarkan, sehingga siswa tidak jenuh dan bosan dalam mengikuti kegiatan Siswa disarankan agar lebih berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga guru hanya dapat membimbing, memberi motifasi dan penguatan kepada siswa, sehingga menjadikan proses pembelajaran dapat menyenangkan serta dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan dapat merangsang keaktifan siswa. Siswa juga lebih berani dalam menyampaikan ide dan mengajukan pertanyaan kepada guru maupun kepada teman dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga tujuan dapat dicapai. Sekolah diharapkan hendaknya dapat memberikan motivasi kepada guru agar selalu berpikir kreatif dalam mengemas kegiatan pembelajaran, menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya dengan menerapkan metode dan model pembelajaran yang efektif serta menyenangkan sehingga guru mampu memberikan yang terbaik untuk siswa sebagai generasi penerus bangsa. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 535 DAFTAR PUSTAKA