Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK KAITANNYA DENGAN POLA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SINJAI Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin (Dosen STISIP Muhammadiyah Sinja. Abstrak Perilaku aparat pemerintah daerah Kabupaten Sinjai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat belum memberikan kepuasaan masyarakat, hal ini sangat dipengaruhi oleh penerapan pola kepemimpinan pemerintah daerah termasuk didalamnya kepemimpinan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pola komunikasi organisasi dan kurangnya penerapan employee enggament dalam organisasi SKPD. Dari fakta tersebut maka Peneliti merumuskan rumusan masalah apakah pendekatan pola kepemimpinan dan komunikasi organisasi dapat merubah perilaku aparat dalam memberikan Penelitian ini menggunakan pendekatan proses berfikir yang bersifat deduktif. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus instrumenttal karena penelitian ini dimaksudkan untuk menuntun peneliti dalam menggambarkan bagaimana perhatian peneliti dan teoretisi tercermin dalam suatu kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sinjai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peningkatan pelayanan publik kaitannya dengan pola kepemimpinan dan komunikasi organisasi dapat disimpulkan sebagai berikut . Pola kepemimpinan serta perubahan sikap dan perilaku aparat dalam memberikan pelayanan mempunyai pengaruhi yang besar, dimana pemimpin satuan kerja organisasi yang menerapkan pola kepemimpinan situasional maupun transaksional mampu secara efektif mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku aparat dalam memberikan pelayanan. Komunikasi organisasi yang terbangun secara efektif dalam satuan kerja organisasi pada pemerintah daerah Kabupaten Sinjai memberikan pengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku aparat dalam memberikan pelayanan. Perubahan sikap aparat itu dapat terlihat dengan lahirnya kekompokan dan kebersamaan dalam memberikan informasi tentang tugas dan mekanisme dalam memberikan pelayanan. Kata kunci: pelayanan publik dengan pola kepemimpinan, komunikasi organisasi PENDAHULUAN memberikan layanan publik yang baik dan profe- LATAR BELAKANG Penciptaan layanan yang baik dan profes- Konsep pelayanan publik pada hakekatnya sional, membuat masyarakat merasakan sesuatu sangat bersentuhan dengan sisi kualitas hidup bahwa pemerintah telah memberikan perlindungan manusia secara luas. Sementara dari sisi kehidupan kehidupan dengan memberikan pelayanan yang bernegara, dimana pemerintah memiliki fungsi sesuai dengan harapannya, namun sebaliknya jika untuk memberikan pelayanan publik yang sangat masya-rakat tidak merasakan mendapat pelayanan diperlukan oleh masyarakat agar dapat menikmati yang baik dari pemerintah maka dapat menimbul- kemudahan dalam proses pemenuhan kehidupan kan perilaku dimana masyarakat dapat mengajukan Peningkatan pelayanan publik mem- tuntutan keinginan kepada pemerintah. butuhkan adanya perilaku aparat publik yang dapat Kelemahan dan kekurangan dalam sektor menunjukkan kewajiban dan tanggungjawabnya pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 kepada masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal: Pelayanan yang berkualitas yang dibutuhkan masyarakat, sangat tergantung dari perilaku aparat Kurang adanya kesadaran terhadap tugas Salah satu faktor yang menunjang laju atau kewajiban yang menjadi tanggung organisasi/perusahaan dalam memberikan kepua- jawabnya, berkerja dan melayani seenaknya, saan pelayanan adalah perilaku employee engage- maka terjadilah kesalahan atau kurang men . eterikatan pegawai tepatnya hasil kerja pegawai. Keterkaitan dengan pelayanan publik dalam Sistem, proses dan metode kerja yang tidak penelitian ini dimana unsur kepemimpinan akan memadai, sehingga terjadi kesimpang siuran menjadi fokus kaitan dalam memberikan peningka- penanganan tugas dan kewajiban yang telah tan pelayanan, maka peneliti melihat salah satu dibebankan kepadanya. pola kepemimpinan yang menjadi fokus kajian Pengorganisasian tugas pelayanan yang peneliti adalah adalah kepemimpinan tansformas- belum serasi, sehingga terjadi kesimpangsiu- Menurut Ismail et al. mendefinisi- ran tugas yang ada. kan Transformational Leadership sebagai pemim- Pendapatan pegawai yang tidak mencukupi pin yang ingin mengembangkan potensi penuh kebutuhan hidup, akibatnya pegawai men- pengikut mereka, kebutuhan yang lebih tinggi, cari penambahan pendapatan dengan melak- sistem nilai yang baik, moralitas dan motivasi. sanakan praktek penjualan jasa pelayanan pada jam kerja Pemerintah Kabupaten Sinjai, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat telah diwu- Kemampuan pegawai yang tidak memadai judkan dengan melahirkan peraturan Daerah No. untuk tugas yang dibebankan kepadanya, 13 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Publik. Namun akibatnya hasil kerja yang dicapai tidak dalam Implementasiannya peraturan daerah ten- memenuhi standar yang telah ditentukan. tang pelayanan publik tersebut pada hakikatnya Upaya untuk meningkatkan pemberian pela- belum menunjukkan keoptimalan pelayanan dalam yanan yang baik, pemerintah daerah Kabupaten memberikan kepuasaan kepada masayarakat. Keti- Sinjai selayaknya melakukan berbagai upaya pela- dak optimalan pelayanan publik dapat dilihat dari yanan publik agar berkualitas. Oleh karena itu perilaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibutuhkan adanya perilaku pemerintah daerah yang memberikan pelayanan baik berbentuk pela- dalam memberikan pelayanan antara lain: yanan perizinan maupun dalam pelayanan penyele- Mudah dalam pengurusan bagi yang berkepentingan. rosedurnya sederhan. saian administrasi lainnya, masih ditemukan adanya kelambatan penyelesaian segala bentuk urusan Mendengar pelayan yang wajar. masyarakat, sehingga menunjukkan adanya ketidak Mendapat pelayanan yang sama tampa pilih puasan masyarakat terhadap perilaku pemerintah dalam memberikan pelayanan. Mendapat perlakuan yang jujur dan terus terang . Berdasarkan hasil pengamatan awal peneliti, menunjukkan bahwa perilaku aparat pemerintah Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin daerah Kabupaten Sinjai dalam memberikan pela- Beberapa pakar yang memberikan penger- yanan kepada masyarakat belum memberikan tian mengenaipelayanan publik diantaranya adalah kepuasaan masyarakat, hal ini sangat dipengaruhi Agung Kurniawan . , mengatakan bahwa oleh penerapan pola kepemimpinan pemerintah pelayanan publik adalah pemberian pelayanan daerah termasuk didalamnya kepemimpinan para keperluan orang lain atau masyarakat yang mem- Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pola punyai kepentingan pada organisasi sesuai dengan komunikasi organisasi dan kurangnya penerapan aturan pokok dan tatacara yang ditetapkan. employee enggament dalam organisasi SKPD. Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Dari uraian d iatas membuat peniliti untuk Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 telah dije- melakukan penelitian secara mendalam terhadap laskan bahwa pengertian pelayanan publik adalah permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dae- segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh rah dalam memberikan pelayanan kepada masya- penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya rakat dengan mengaitkan pola kepemimpinan, pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan mau- employee engagement dan komunikasi organisasi pun pelaksanaan kebutuhan peraturan perundan- dalam peningkatan pelayanan publik. Sedangkan penyelenggara pelayanan publik Rumusan Masalah Peneliti dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Apara- sebagai berikut: apakah pendekatan pola kepe- tur Negara Nomor 63 tahun 2003 diuraikan bahwa mimpinan dan komunikasi organisasi dapat meru- Instansi Pemerintah sebagai sebutan kolektif yang bah perilaku aparat dalam memberikan pelayanan? meliputi Satuan Kerja/satuan organisasi Kemen- Tujuan Penelitian terian. Departemen. Lembaga Pemerintah Non Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka Departemen. Kesekretariatan Lembaga Tertinggi tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengana- dan Tinggi Negara, dan Instansi Pemerintah lain- lisis penerapan pola kepemimpinan dan pendeka- nya, baik pusat maupun Daerah termasuk Badan tan komunikasi organisasi yang dapat merubah Usaha Milik Negara. Badan Usaha Milik Daerah, perilaku aparat dalam memberikan pelayanan. menjadi penyelenggara palayanan publik. Sedang- TINJAUAN PUSTAKA kan pengguna jasa pelayanan publik adalah orang. Konsep Pelayanan Publik masyarakat, instansi pemerintah dan badan hukum Pengertian Pelayanan Publik yang menerima layanan dari instansi pemerintah. Istilah pelayanan berasal dari kata AulayanAy Dari beberapa pengertian pelayanan publik yang artinya menolong menyediakan segala apa yang diuraikantersebut, dalam konteks pemerintah yang diperlukan oleh orang lainuntuk perbuatan daerah, pelayanan publik dapat disimpulkan seba- Pada dasarnya setiap manusia membu- gai pemberian layanan atau melayani keperluan tuhkan pelayanan, bahkan secara ekstrim dapat orange tau masyarakat dan/atau organisasi lain dikatakanbahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu, dengan kehidupan manusia (Sinambela, 2010:. sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 ditentukan dan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepadapenerima pelayanan. Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Pelayanan Publik prinsip-prinsip Standar Pelayanan Publik Penyelenggaraan pelayanan publik dilaku- Setiap penyelenggaraan pelayanan publik kan oleh penyelenggara pelayanan publik yaitu harus memiliki standar pelayanan. Standar pela- penyelenggara Negara/pemerintah, penyelenggara yanan merupakan ukuran yang dibakukan dalam perekonomian dan pembangunan, lembaga inde- penyelenggaraan pelayanan publik sebagai pedo- penden yang dibentuk oleh pemerintah, badan man yang wajib ditaati dan dilaksanakan oleh usaha/badan hukum yang diberi wewenang melak- penyelenggara pelayanan, dan menjadi pedoman sanakan sebagian tugas dan fungsi pelayanan pub- bagi penerima pelayanan dalam proses pengajuan lik, badan usaha/badan hukum yang bekerjasama permohonan, serta sebagai alat kontrol masyarakat dan/atau dikontrakuntuk melaksanakan sebagaian dan/atau penerima layanan atas kinerja penyeleng- tugas dan fungsi pelayanan publik dan masyarakat gara pelayanan. umum atau swasta yangmelaksanakan sebagian Oleh karena itu perludisusun dan ditetapkan tugas dan fungsi pelayanan publik yang tidak standar pelayanan sesuai dengan sifat, jenis dan mampu ditangani/dikelola oleh pemerintah/peme- karakteristik pelayanan yang diselenggarakan serta rintah daerah. Terdapat 3 unsur penting dalam memperhatikan lingkungan. Untuk mencapai kepu- pelayanan publik, yaitu asan itu dituntut kualitas pelayanan prima yang . Organisasi pemberi . pelayanan yaitu Pemerintah Daerah, tercermin dari: Transparan, pelayanan yang bersifat terbuka, . Penerima layanan yaitu orang atau masyara- mudah dan dapat diaksesoleh semua pihak kat ata organisasi yang berkepentingan, yang membutuhkan dan disediakan secara . Kepuasan yang diberikan dan/atauditerima oleh penerima layanan . Dengan demikian, pemerintah daerah dalam menjalankan monopoli pelayanan publik, sebagai memadai serta mudah dimengerti. Akuntabilitas, pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. regulator/pembuat peraturan . ulegovernment/pera- . Kondisional, pelayanan yang sesuai dengan turan pemerinta. harus mengubah pola pikir dan kondisi dan kemampuan pemberi dan pene- kerjanya dan disesuaikan dengan tujuan pemberian rima pelayanan dengan tetap berpegang pada otonomi daerah, yaitu memberikan dan meningkat- prinsip efisiensi dan efektivitas. kan pelayanan yang memuaskan masyarakat. Partisipatif, pelayanan yang dapat mendo- Untuk terwujudnya good governance, dalam rong peran serta masyarakat dalam penyele- menjalankan pelayanan publik, pemerintah daerah nggaraan pelayanan publik dengan memper- juga harus memberikan kesempatan luas kepada warga dan masyarakat, untuk mendapatkan akses Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin . Kesamaan hak. Pelayanan yang tidak mela- Pada dasarnya teori di atas tetap dapat dipa- kukan diskriminasi dilihat dariaspek apapun kai untuk mengukur kinerja pelayanan publik yang khususnya suku, ras, agama, golongan, sta- diberikan oleh instansi pemerintahan. Karna apara- tus social dan lain-lain. tur pelayanan tidak mempunyai alasan sedikit pun . Keseimbangan hak dan kewajiban, pelaya- untuktidak berorientasi kepada kepuasan pelang- nan mempertimbangkan keadilan antara gan secara total, bahkan kepusan pelangganlah pemberi dan penerima pelayanan publik. yang dapat dijadikan barometer dalam mengukur Disamping itu, persyaratan, pengawasan, keberhasilan dalam pelayanan. Untuk mencapai hal penanganan pengaduan dan jaminan pelayanan ini, pemerintah tidak boleh menghindar dari prin- bagi pelanggan perludijadikanmateri muatan stan- sip pelayanan dilakukan sepenuh hati (Sinambela, dar pelayanan publik. Penyusunan standar pelaya- 2011:. dengan harapan atau keinginan pelanggan nan publik, harus mempertimbangkan aspek dengan tingkat persepsi mereka. Beberapa faktor kemampuan, kelembagaan dan aparat penyeleng- yang menyebabkan timbulnya pelayanan yaitu: gara pelayanan, dan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Adanya rasa cinta dan kasih sayang membuat manusia bersedia mengorbankan apa Indikator Pelayanan Publik yang ada padanya sesuai kemampuanya. Terdapat 5 . determinan kualitas pela- . Adanya keyakinan untuk saling tolong yanan publik yangdapat dirincikansebagai berikut menolong sesamanya yang merupakan gerak menurut Parasuraman. Zeithami dan Berry, . naluri yang sudah melekat pada manusia. Keyakinan bahwa berbuat baik kepada orang . Keandalan . , kemampuan untuk melaksanakan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya. lain adalah salah satu bentuk amal. Disamping itu adanya suatu sistem pelayanan yang baik terdiri dari tiga elemen, yakni: Ketanggapan . , kemampuan . Strategi pelayanan, suatu strategi untuk untuk membantu pelanggan dan member- memberikan layanan dengan mutu yang kan pelayanan dengan cepat. sebaik mungkin kepada para pelanggan. Keyakinan . , pengetahuan, kesopanan pegawai dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan atauAuassuranceAy. Sumber daya manusia yang memberikan . Sistem pelayanan, prosedur atau tata cara untuk memberikan layanan kepada para . Empati . , syarat untuk peduli, pelanggan yang melibatkan seluruh fasilitas memberi perhatian pribadi bagi pelanggan. fisik yang memiliki dan seluruh sumber . Berwujud . , yaitu penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel, dan media daya manusia yang ada. Dalam penetapan sistem pelayanan mencakup strategi yang dilakukan, dimana pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat merasakan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 langsung, agar tidak terjadai distorsi tentang suatu perilaku, hubungan internal, penampilan, kepuasan yang akan mereka terima. Sementara kemudahan akses dan service mindedness. secara spesifik adanya peranan pelayanan yang . Kualitas teknis dengan output yang dirasa- diberikan secara nyata akan memberikan pengaruh kan konsumen meliputi harga, ketepatan bagi semua pihak terhadap manfaat yang dirasakan waktu, kecepatan layanan dan estetika Kualitas Pelayanan Publik Menurut Lovelock dalam Laksana . , . Reputasi perusahaan, yang dicerminkan oleh Kualitas adalah tingkat mutu yang diharapkan, dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu Selanjutnya Gronroos . mengemuka- tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Ay kan bahwa terdapat tiga kriteria pokok dalam Wyckof dalam (Purnama, 2. memberikan menilai kualitas pelayanan, yaitu: pengertian kualitas layanan sebagai tingkat kesem- . Outcome-related Criteria, purnaan yang diharapkan dan pengendalian atas dengan hasil kinerja layanan yang ditunju- kesempurnaan tersebut untuk memenuhi keinginan kan oleh penyedia layanan menyangkut pro- fesionalisme dan ketrampilan. Berdasarkan definisi tersebut di atas, dapat . Process-related Criteria, dikatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan dengan proses terjadinya layanan yag terdiri upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk dari sikap dan perilaku pekerja, kendalan memenuhi harapan pelanggannya. Kualitas pelaya- dan sifat dapat dipercaya, dan tindakan nan lebih menekankan aspek kepuasan pelanggan perbaikan jika melakukan kesalahan yang diberikan oleh perusahaan yang mena-wari . Image-related Criteria, yaitu reputasi dan Keberhasilan suatu perusahaan yang bergerak kredibilitas penyedia layanan yang member- di sektor jasa tergantung kualitas pelayanan yang kan keyakinan konsumen bahwa penyedia layanan mampu memberikan nilai atau im- Dengan demikian organisasi dapat mening- balan sesuai pengorbanannya. katkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Fitzsimmons dalam Sedarmayanti . hendaknya selalu berfokus kepada pencapaian mengemukakan bahwa kualitas pelayanan merupa- pelayanan, sehingga pelayanan yang diberikan kan sesuatu yang kompleks, untuk menentukan diharapkan dapat diberikan untuk memenuhi pela- sejauh mana kualitas dari pelayanan tersebut, dapat Gronroos dalam Purnama . menyata- dilihat dari lima dimensi, yaitu: kan bahwa kualitas layanan meliputi: Reliability (Handa. , kemampuan untuk . Kualitas fungsi, yang menekankan bagai- memberikan secara tepat dan benar, jenis mana layanan dilaksanakan, terdiri dari: pelayanan yang telah dijanjikan kepada dimensi kontak dengan konsumen, sikap dan konsumen/pelanggan. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin . Responsiveness (Pertanggungjawaba. , keinginan untuk membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat. Mengenai pengertian kepemimpinan. Taylor . alam Drafke, 2009:. menjelaskan bahwa . Assurance (Jamina. , pengetahuan atau Pengertian Kepemimpinan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempe- ngaruhi aktivitas orang lain melalui proses komu- diri dari pemberi layanan, serta respon terha- nikasi ke arah pencapain tujuan. Pada prinsipnya dap konsumen. Aspek jasa yang diberikan. Peningkatan mempengaruhi orang lain kearah pencapaian kualitas pelayanan sesuai dengan apa yang tujuan organisasi. Agar bawahan mau mengikuti diharapkan oleh masyarakat. pengaruh-pengaruh Karakteristik kualitas pelayanan menurut Seorang pemimpin harus memiliki basis kekua- Nasir . alam Tjandra, dkk, 2. sebagai berikut: saan, yang terdiri dari: Ketepatan waktu pelayanan. Kekuasaan paksaan . oercive powe. Aksebilitas dan kemudahan untuk menda- . Kekuasaan peng-hargaan . eward powe. patkan jasa meliputi lokasi, keterjangkauan . Kekuasaan legimitasi . egitimate powe. waktu operasi. Kekuasaan ahli . xpert powe. Akurasi pendampingan/pelayanan jasa yang Karakteristik Kepemimpinan . Sikap sopan santun karyawan yang memberkan pelayanan. kepada pengguna potensial. Dari hasil berbagai riset. McShane dan Von Glinow . 9: 232-. menyarikan beberapa . Kecukupan informasi yang diseminasikan . Kondisi . Kekuasaan rujukan . eference powe. karakteristik khusus yang diperlukan oleh seorang pemimpin, yaitu: digunakan oleh konsumen . Kecerdasan emosional. Integritas . Kepuasan konsumen terhadap karakteristik atau aspek-aspek tertentu dari jasa publik yang diberikan. Dorogan . Motivasi . Kepuasan konsumen terhadap jasa publik secara keseluruhan. Percaya diri . elf-confidenc. Cerdas . Pengetahuan bisnis . nowledge of busines. Kepemimpinan Dari masa ke masa, kepemimpinan menjadi Disamping itu, menurut Riant Nugroho wacana yang menarik, baik dalam tataran praktis . 8: 587-. , terdapat 5 . karakter maupun teoretis. Konsep kepemimpinan pun terus berkembang mengikuti perubahan yang terjadi kredibilitas, nilai, keteladanan, serta kemampuan dalam tataran praktis, sehingga berbagai panda- memberikan dan menjadi bagian dari harapan. ngan yang beragam terus bermunculan. Selain karakteristi di atas, menurut Joseph . Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 25-. setidaknya ada sepuluh kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu: Kedua, teori situasional. Teori kepemimpinan yang tergabung dalam kelompok ini adalah . Arah diri . elf directio. FiedlerAos Contingency Model dan Path-Goal . Fleksibilitas . Theory. Terkait dengan teori pertama. Fred E. Tim kerja . eam wor. Fiedler mengembangkan sebuah elaborasi model . Strategi . kontingensi, yang berpegang bahwa pemimpin . Pengambilan keputusan . ecision makin. terbaik ditentukan oleh situasi kerja pemimpin. Mengelola perubahan . anaging chang. Model Fiedler menetapkankondisi yang mana . Delegasi . pemimpin harus menggunakan tugas, dan hubu- . Komunikasi . ngan, gaya memotivasi. Fiedler juga menggunakan . Negosiasi . istilah kontrol situasi yang diartikan sejauh mana . Kekuasaan dan pengaruh . ower and pemimpin dapat mengendalikan dan mempe- ngaruhi hasil usaha-usaha kelompok. Pendekatan Kepemimpinan Pendekatan yang kedua adalah Path-Goal Secara garis besar, pendekatan kepemim- Theory, dalam pendekatan ini pada intinya ada pinan dapat diklasifikasikan menjadi empat kelom- empat cara yang digunakan oleh seorang pemim- pok, yaitu: Pertama, adalah teori kepemimpinan pin, yaitu direktif, suportif, partisipatif, dan orien- yang didasarkan padapendekatan orang. Ada bebe- tasi tugas (McShane& Von Glinow, 2009: 235- rapa teori kepemimpinan yang tergabung dalam Direktif . mencakup perilaku meng- kelompok ini, antara lain teori sifat dan teori klarifikasi yang menyediakan sebuah struktur Untuk teori sifat berkembangan dari hasil psikologis untuk bawahan. Pemimpin mengklarifi- studi-studi tentang kepemimpinan pada akhir abad kasikan tujuan kinerja, maksud mencapaitujuan ke-18 dan awal abad ke-19 yang pada umumnya tersebut, dan menetapkan standar-standar kinerja terkait pada orientasi kepemimpinan menurut yang akan dinilai. aja dan bangsawa. Ketiga, teori yang terpencar. yang tergabung Para peneliti berasumsi bahwa pemimpin itu dalam kategori ini antara lain substitute leadership tidak mungkin berasal dari orangbiasa yang bersta- dan self leadership. Substitute leaderhip atau kepe- tus sosial rendah. Studi ini kemudian terkenal mimpinan pengganti merupakan teori kepemimpi- sebagai The Great Man Theory of Leadership. nan yang dipertimbangkan untuk melawan teori Teori ini berpandangan bahwa seorang yang dila- kepemimpinan yang berdasarkan pada orang. Teori hirkan sebagai pemimpin otomatis menjadi pemi- kepemimpinan yang berdasarkan orang menekan- mpin (Munandar, 1997: . Kemudian studi kepe- kan pada pentingnya sifat dan perilaku pemimpin. mimpinan memusatkan perhatian pada ciri pribadi Sementara teori kepemimpinan pengganti pemimpin, yang dikenal dengan trait theory. Teori- menekankan pada pentingnya karakteristik situasi. teori kepemimpinan mulai menghu-bungkan ciri Teori ini berdasarkan pada ide bahwa setidaknya kesuksesan dengan pemilikan bakat istimewa. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin pada beberapa situasi, kepemimpinan tidak hanya pemimpin agarmenyediakan penghargaan untuk efektif, tetapi juga tidakrelevan. menguatkan perilaku yang sesuai danmencegah Sementara untuk kepemimpinan diri . elf- perilaku yang tidak sesuai. menekankanpada tanggung jawab indi- Sementara untuk teori kepemimpinan karis- vidu karyawan untuk mengembangkan prioritas matik dicitrakan sebagai kepemimpinan yang kerjanya yang telah disesuikan dengan tujuan penting dalam hubungannya dengan kepuasan. Manajer adalah fasilitator yang mening- Weber memandang pemimpin karismatik sebagai katkan kapasitas kepemimpinan diri bawahan dan mistis, narsistik, dan memilikikemampuan personal mendorong karyawan untuk mengembangkan kete- yang magnetis. Pemimpin karismatik berinteraksi rampilan mengendalikan diri. Ada dua dua meka- dengan orang lain melalui keyakinan-keyakinan nisme penting dalamkepemimpinan diri, yaitu: . dan perilaku yang unik. Pengaruh karismatik bera- pemberdayaan . , atau proses ment- kar pada nilai-nilai pemimpin, karakteristik kepri- ransfer kendali perilaku kerja individu dari super- badian, dan perilaku, atribusi pengikut, konteks, visor ke karyawan. atau beberapakombinasi dari faktor-faktor tersebut. Keempat, teori pertukaran, yang tergabung Pemimpin karismatik bersifat percaya diri, domi- dalam kelompok ini antara lain teori kepemimpi- nan, ekstraver, dan keyakinan kuat akan nilai-nilai nan transformasional, teori kepemimpinan transak- yangdianut, serta keyakinan dan moral yang sional, teori kepemimpinan otentik atau kharis- dianggap benar. Berkenaan dengan teori kepemimpinan Komunikasi Organisasi transformasional ditandai kemampuan pemimpin Komunikasi organisasi merupakan pengiri- untuk mengartikulasikan visi bersama tentang man dan penerimaan berbagai pusat organisasi di masa depan, secara intelektual menstimulasi karya- dalam kelompok formal maupun informal dari wan, dan menaruh perhatian terhadap perbedaan suatu organisasi. Goldhaber . memberikan individual karyawan. definisi komunikasi organisasi yakni komunikasi Pemimpin transformasional mendefisikan organisasi adalah proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan untuk perubahan, menciptakanvisi baru, pesan dalam rangkaian hubungan yang saling ber- memobilisasi komitmen untuk menjalankan visi kaitan antara satu sama lain untuk menyelesaikan dan mentransformasi pengikut baik pada tingkat masalah yang terjadi dalam suatu lingkungan individual maupun tingkatorganisasi. Definisi ini mengandung tujuh konsep Selanjutnya untuk kepemimpinan transak- sional . didasarkan pada tergantung, hubungan, lingkungan dan ketidak konsep pertukaran antara pemimpin danpengikut. Pemimpin menyediakan pengikut sumber daya dan Proses, suatu organisasi adalah suatu sistem penghargaan untuk ditukar dengan motivasi, terbuka yang dinamis yang menciptakan dan produktivitas dan pelaksanaan tugas yang efektif. saling menukar pesan diantara anggotanya. Kepemimpinan transaksional mengajarkan kepada Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Pesan adalah susunan simbol yang penuh tersebut diakibatkan karena adanya ketidaksesuain arti tentang orang objek, kejadian yang pemahaman pesan yang dikomuni-kasikan sehi- dihasilkan oleh interaksi dengan orang. ngga proses berjalannya tujuan organi-sasi pun Jaringan, organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. menjadi terhambat. Arus Komunikasi dalam Organisasi Dalam berkomunikasi organisasi terdapat Keadaan saling tergantung adalah keadaan beberapa arus komunikasi yang terjadi, diantaranya saling tergantung antara satu bagian dengan komunikasi antara pimpinan dan bawahan, antara bagian yang lainnya. Bila suatu bagian dari bawahan dengan pimpinan, antara orang-orang organisasi mengalami gangguan maka akan dengan jabatan yang sama, serta komunikasi yang berpengaruh kepada bagian lainnya dan terjadi antara bagian-bagian yang berbeda di dalam Arus komunikasi itu sendiri merupakan penyaluran segenap informasi, emosi dan keingi- Hubungan, adalah hubungan dikarenakan organisasi merupakan suatu sistem yang nan yang menyangkut semua unsure, tugas pekerja, dan relasi-relasi pribadi. terbuka, sistem kehidupan sosial maka untuk Komunikasi ke bawah (Downward Com- berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada Komunikasi ke bawah menun- tangan manusia. jukkan arus pesan yang mengalir dari atasan Lingkungan adalah semua totalitas secara atau para pimpinan kepada bawahannya. fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan Komunikasi kebawah memiliki tujuan untuk individu dalam suatu system. membentuk pendapat, mengurangi ketaku- Ketidakpastian adalah perbedaan informasi tan, dan kecurigaan yang timbul dikarenakan yang tersedia dengan informasi yang diha- kesalah pahaman informasi, mencegah kura- ngnya informasi dan mempersiapkan ang- Salah satu urusan utama dari komunikasi gota organisasi untuk menyesuaikan diri organisasi adalah menentukan dengan tepat berapa dengan perubahan. Berikut pengklasifika- banyaknya informasi yang diperlukan sian lima tipe komunikasi ke bawah yaitu: mengurangi ketidakpastian tanpa informasi yang . Intruksi tugas atau pekerjaan yaitu pesan Komunikasi dalam organisasi tidak yang disampaikan kepada bawahan menge- hanya memungkinkan seseorang untuk mengko- nai apa yang diharapkan, dilakukan oleh ordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain di mereka dan bagaimana melakukannya. dalam mencapai tujuan bersama dalam organisasi, . Rasional pekerjaan adalah pesan yang men- tetapi juga mengharapkan pengaruh dari pelaku jelaskan mengenai tujuan aktivitas dan baga- Apabila pengaruh yang terjadi tidak imana kaitan aktivitas dengan aktivitas lain sesuai dengan apa yang diharapkan, tentu saja hal dalam organisasi atau objektif organisasi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin . Ideologi pesan ini adalah merupakan perlua- orang-orang lainnya. san dari pesan rasional. Pesan rasional pene- . Memberitahukan kepada bawahan mereka kanannya ada pada penjelasan tugas dan siap menerima informasi dari mereka dan kaitannya dengan perspektif organisasi, seberapa baik bawahan menerima apa yang sedangkan pada pesan ideologi sebaliknya dikatakan kepada mereka. mencari antusias dari anggota organisasi . Mendorong bawahan untuk mengutarakan guna memperkuat loyalitas, moral dan pendapat mereka atas ketidaksepahaman tugas ataupun sistem sehingga pimpinan . Informasi pesan, informasi dimaksudkan mengetahui permasalahan yang terjadi yang untuk memperkenalkan bawahan dengan terkadang dapat menghambat proses berja- praktek-praktek organisasi, peraturan-pera- lannya suatu organisasi. turan organisasi, keuntungan, kebiasaan dan . Komunikasi ke atas menumbuhkan apresiasi data lain yang tidak berhubungan dengan dan loyalitas kepada organisasi dengan instruksi rasional. memberi kesempatan kepada pegawai untuk . Balikan adalah pesan yang berisi informasi mengajukan pertanyaan dan menyumbang mengenai ketepatan individu dalam melaku- gagasan serta saran-saran mengenai hal-hal kan pekerjaannya. Salah satu bentuk seder- yang berhubungan dengan organisasi. hana dari balikan ini adalah pembayaran gaji . Komunikasi ke atas mengizinkan pimpinan tetapi dapat juga berupa kritikan atau untuk menentukan apakah bawahan mema- peringatan terhadap pegawai. hami apa yang diharapkan dari aliran infor- Komunikasi ke Atas (Upward Communica- masi ke bawah. adalah pesan yang mengalir dari bawa- . Komunikasi ke atas membuat bawahan han kepada atasan atau dari tingkat yang memiliki rasa memiliki dan merasa ikut lebih rendah kepada tingkat yang lebih terlibat dar berbagai proses organisasi yang tinggi ke semua karyawan dalam suatu orga- nisasi kecuali yang berada pada tingkatan Komunikasi Horizontal (Horizontal Commu- yang paling atas memiliki tingkat komuni- nicatio. adalah petukaran pesan di antara kasi yang tidak terlalu intensif. Tujuan dari orang-orang yang sama tingkatan otoritasnya komunikasi ini adalah untuk memberikan dalam organisasi. Pesan yang mengalir balikan, memberikan saran dan mengajukan menurut fungsi dalam organisasi di arahkan Komunikasi ke atas mempunyai secara horizontal. Pesan ini biasanya berhu- beberapa fungsi dan dianggap penting bungan dengan tugas-tugas atau tujuan karena beberapa alasan, yaitu: kemanusiaan, seperti koordinasi, pemecahan . Memberi informasi berharga untuk pembua- masalah, menyelesaian konflik, dan saling tan keputusan oleh mereka yang mengarah- memberikan informasi. Komunikasi hori- kan organisasi dan mengawasi kegiatan zontal mempunyai tujuan tertentu di antara- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 nya adalah sebagai berikut: Mengkoordinasikan ada pula masalah yang akan dipecahkannya, maka kepala-kepala pembicaraan mereka sambil bekerja tidaklah bagian suatu organisasi yang terkadang perlu menyangkut hal-hal formal lagi, tetapi sudah bera- mengadakan rapat atau pertemuan. lih kepada pembicaraan yang tidak relevan dengan . Saling membagi informasi untuk perenca- tugas-tugasnya naan dan aktifitas-aktifitas ide dari banyak METODE PENELITIAN orang yang biasanya akan lebih baik diban- Pendekatan dan Jenis Penelitian dingkan ide yang berasal dari satu orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pro- . Memecahkan masalah yang timbul di antara ses berfikir yang bersifat deduktif. Strategi peneli- orang-orang yang berada dalam tingkat yang tian yang digunakan adalah studi kasus instrument- Dengan adanya keterlibatan dalam tal karena penelitian ini dimaksudkan untuk menuntun peneliti dalam menggambarkan bagai- kepercayaan danmoral dari karyawan. Menyelesaikan konflik di antara anggota yang ada dalam bagian organisasi dan juga antara bagian dengan bagian lainnya. mana perhatian peneliti dan teoretisi tercer-min dalam suatu kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sinjai. Menjamin pemahaman yang sama. Bila Pertimbangan pemilihan SKPD Kabupaten Sinjai perubahan dalam suatu organisasi diusulkan, sebagai lokasi penelitian di dasarkan pada pertim- maka perlu ada pemahaman yang sama bangan bahwa SKPD yang menjadi organisasi antara unit-unit organisasi atau anggota unit pelayanan publik dapat memberikan data dan organisasi tentang perubahan itu. informasi yang dibutuhkan peneliti. Komunikasi horizontal sangat penting Fokus Penelitian untuk koordinasi pekerjaan antara bagian-bagian Salah satu jenis pelayanan publik yang men- dalam organisasi. Akan tetapi bagian-bagian itu jadi obyek penelitian adalah pelayanan adminis- sendiri mungkin menghalangi komunikasi hori- trasi umum pada setiap SKPD di Kabupaten Sinjai zontal dikarenakan bahwa organisasi yang agak dimana sistim penyelesaian adminsitrasi pada lebih otoliter mengontrol dengan ketat komunikasi SKPD, baik berbentuk adminsitrasi pelaporan horizontal ini. Dengan meningkatkan keterbatasan maupun administrasi umum lainnya. Hal ini dijadi- komunikasi horizontal bawahan menjadi tergan- kan fokus karena sorotan masyarakat terhadap tung kepada informasi yang disampaikan secara pelayanan adminsitrasi pada SKPD masih diang- Pemerintahan yang otoriter adalah contoh gap lemah dan tidak professional. ekstrem yang mengontrol komunikasi hori-zontal. Sumber Data Sebaliknya dapat pula dilihat bahwa apa-bila Sumber data dalam penelitian ini adalah: komunikasi horizontal terlalu berkembang serta Informan yang dipilih secara sengaja dalam tidak terkontrol. Bila karyawan tidak menga-jukan rangka melakukan wawancara, yaitu: Para pertanyaan dalam pelaksanaan tugasnya dan tidak Pimpinan dan Karyawan pada SKPD. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin Tempat dan peristiwa merupakan sumber Secara umum analisis data kualitatif terdiri data tambahan yang dilakukan dengan dari 3 . alur kegiatan yang terjadi secara ber- samaan masing-masing adalah: aktivitas aparat pada Setiap SKPD. Reduksi data yaitu sebagai proses pemilihan. Dokumen sebagai sumber data lain yang pemusatan perhatian pada penyederhanan, melengkapi data utama, yaitu berupa: pera- pengabstrakan dan transformasi data kasar turan perundang-undangan yang terkait, data yang muncul dari catatan-catatan tertulis kepegawaian, dan berbagai data lain yang dapat dijadikan sebagai bahan analisis. Penyajian data, adalah penyajian data dalam bentuk sekumpulan informasi yang tersusun Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik mencatat kemungkinan adanya penarikan kesimpulan atau merekam dari berbagai sumber. Data yang dan pengambilan tindakan. telah dikumpulkan diverifikasi melalui wawancara Menarik dengan beberapa orang yang dianggap mempunyai keterkaitan atau memahami substansi dari data Pengecekan Validitas Temuan Penelitian lapangan dilakukan bersamaan kesimpulan/verifikasi Dalam penelitian ini, teknik yang akan digu- nakan untuk menetapkan keabsahan data adalah . nalysis during data collectio. Pada saat perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengama- penelitian berakhir, maka peneliti melakukan tan, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. analisis pasca pengumpulan data . nalysis after PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN data collectio. Sedangkan pada tahap pasca Pola Kepemimpinan dan perilaku aparat dalam memberikan pelayanan kegiatan penelitian, peneliti berkonsentrasi pada pengolahan dan interpretasi data. Proses Pelayanan yang merupakan meka- Teknik Analisis Data nisme organisasi dalam memberikan kepuasaan Metode analisis data yang digunakan adalah bagi masyarakat, bagi aparatur merupakan hal kualitatif deskriptif yang menggambarkan seluruh yang sangat penting untuk dilakukan. Untuk itu fakta yang diperoleh dari lapangan dengan mene- dibutuhkan adanya perilaku aparat yang dapat rapkan prosedur sebagai berikut: analisis deskriptif menunjang pelayanan yang baik. Perilaku aparatur, seperti ketataan, kedisplinan, penguasaan tugas kategori yang relevan dengan tujuan penelitian. pokok dan fungsi serta keramahan aparat, merupa- Penafsiran kan sikap dan perilaku yang sangat dibutuhkan kualitatif dengan berpedoman kepada teori-teori yang sesuai. dalam menunjang pelayanan yang baik. Selain komponen sikap dan perilaku aparat yang dibutkan, peran dan pola kepemimpinan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 organisasi sangat memberikan pengaruh terhadap Dalam situasi konflik, pemimpin mengguna- terciptanya sikap dan perilaku aparat dalam mem- kan aturan dan prosedur. Prosedur dan standar ope- berikan pelayanan. rasional bekerja dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian terhadap orga- Berdasarkan hasil penelitian, dimana penera- nisasi pemerintah daerah, khususnya pada Satuan pan gaya transaksional ini mampu memberikan Kerja Perangkat Daerah Dinas Sosial dan Tenaga perilaku aparat yang disiplin dalam memberikan Kerja Kabupaten Sinjai menunjukkan bahwa pelayanan sesuai dengan aturan dan prosedur yang dengan pola kepemimpinan yang dianut pemimpin Menurut Arman,SE. Staf Dinas Kesehatan organisasi memberikan pengaruh pada perubahan Sinjai mengatakan : perilaku aparat dalam memberikan pelayanan. Menurut Ilhamuddin, kepala bidang pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, menuturkan bahwa: AuKepemimpinan ini sangat memberikan dampak yang baik dalam pelayanan, dimana para aparat mampu berperilaku disiplin dan taat pada sistem dan ayuran dalam menjalankan pelayanan. Sehingga aparat tidak berani melakukan tindakan pelayanan tanpa ada mekanisme dan aturan yang ada. Ay (Wawancara Tanggal 15 September 2. Au Gaya Kepemimpinan yang dianut seorang pemimpinan organisasi SKPD seperti memberikan arahan, memotivasi dan melibatkan staf merupakan hal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah tim kerja dalam organisasi, sehingga karyawan/aparat dalam menjalankan tugasnya tidak merasakan tekanan, sehingga dalam memperikan pelayanan juga dapat dijalankan dengan baik Au. awancara Tangal 13 September 2. kepemimpinan satuan organisasi sangat memberi- Pernyataan ini menunjukkan bahwa pola ketepatan dalam pelayanan dapat diciptakan Pernyataan ini menjelaskan bahwa, pola kan pengaruh dalam penonjolan sikap dan perilaku Kedisplinan, takut melanggar, memberi pelayanan sesuai mekanisme serta kecepatan dan dengan baik. Pola Kepemimpinan transaksional ini dimana seorang pemimpin yang memberikan per- memberikan pembuktian bahwa penerapannya lakukan kepada aparat dengan ketenangan, menga- dapat membangun sikap dan perilaku aparat yang rahkan dan membimbing karyawanannya dalam komitmen dengan aturan dan mekanisme dalam menjalankan tugasnya dapat dikategorikan sebagai memberikan pelayanan. gaya kepemimpinan situasional dimana gaya ini Berdasarkan hasil penelitian terhadap pola merupakan kombinasi dari kepercayaan diri, kepempinan dan sikap perilaku aparat dalam mem- komitmen dan motivasi. berikan pelayanan menunjukkan bahwa, pengaruh Dalam konteks penerapan gaya kepemimpi- seorang pemimpin dengan pola kepemimpinan nan, dibeberapa SKPD di Kabupaten Sinjai juga yang dimilikinya akan dapat mengubah perilaku menerapkan gaya kepemimpinan transaksional aparat, baik dari segi kedisplinan, motivasi, tang- dimana Pemimipin transaksional adalah pemimpin gungjawab serta komitmen dalam menjalankan yang bertanggung jawab, andal, memiliki logika aturan, sehingga dalam memberikan pelayanan tinggi dan berpikiran jernih. Pemimpin meyakin- kepada masyarakat, aparat senantiasa mengikuti kan bahwa sistem yang ada terpelihara dengan apa yang diharapkan oleh seorang pemimpin. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Peningkatan Pelayanan Publik Kaitannya Dengan Pola Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Hermansyah & Zulkifli Arifin Pendekatan Komunikasi organisasi dan perilaku aparat dalam memberikan Proses komunikasi dalam satuan internal organisasi merupakan jalan terbangunnya keharmonisan antar karyawan dan pemimpin organisasi. Disetiap kehidupan organisasi dibutuhkan adanya komunikasi, dimana seorang pemimpin yang memiliki pola kepemimpinan, dengan sendirinnya akan terbawa cara dan teknik berkomunikasi dengan karyawan. Komunikasi yang efektif akan memberikan pengaruh kepada perubahan sikap dan Seorang pemipin organisasi dalam upaya membangun kebersamaan sikap dalam memberikan pelayanan, maka kekompakan dalam pemahaman pesan itu sangat dibutuhkan. Dalam hal ini informasi tentang tata cara pelayanan menjadi hal kan pelayanan kepada masyarakat, maka proses komunikasi akan informasi tentang tugas dan meknisme pelayanan menjadi inti dalam menjalankan tugas organisasi. Disamping itu, kemampuan membangun komunikasi yang baik, juga dipengaruhi oleh pola kepemimpinan satuan organisasi itu. Hasil wawancara lainnya. Abd. Wahid. SE salah seorang Staf Dispenda Kabupaten Sinjai menjelaskan bahwa: AuKomunikasi dalam organisasi sangat dibutuhkan dalam membangun kebersamaan, namun semuanya itu tergantung dengan pola komunikasi seorang pemimpin. Pemimpin yang berorientasi pada gaya memotivasi, maka dia akan membangun komunikasi internal dengan baik, olehnya itu, dengan pola Komunikasi internal dan pola kempemimpinan yang baik, akan sendirinya akan mempengaruhi perilaku staf Au(Wawancara Tanggal 12 Nopember 2. yang mutlak dipahami oleh setiap aparat dalam Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, memberikan pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan maka dapat dijelaskan bahwa komunikasi organi- bahwa dengan keterbukaan komunikasi antara sasi secara internal sangat dibutuhkan dalam mem- pemimpin satuan kerja organisasi dengan aparat- bangun kekompakan dan kebersamaan dengan nya dapat memberikan perubahan yang baik dalam jalan mengubah pola sikap dan perilaku aparat. memberikan pelayanan dalam menjalankan tugas Disamping itu, perubahan perilaku aparat dalam pokok organisasi. memberikan pelayanan juga sangat dipengaruhi Menurut Penuturan Adi Darmawansyah, salah seorang kepala seksi pada Badan ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Sinjai, menjelaskan: oleh pola kepeimpinan satuan organisasi dalam membangun komunikasi dengan karyawanya. Secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa AuDalam membangun kesepahaman akan tugas dan fungsi pelayanan, kita membangun komunikasi yang efektif dengan karyawan, agar disetiap karyawan itu dapat memahami dan mengerti apa yang patut diberikan kepada masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan adminsitrasi maupun dalam meberikan informasi. Au(Wawancara Tangal 10 Nopember 2. Ao berdasarkan hasil penelitian tentang peningkatan Pernyataan ini memberikan analisis bahwa, pelayanan publik kaitannya dengan pola kepemimpinan dan komunikasi organisasi dapat dikatakan bahwa sangat berpengaruh khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat, maka setiap aparat yang memiliki komitmen untuk melayani secara baik, sangat tergantung dari pola kepemimpinan satuan untuk membangun kebersamaan dalam memberProgram Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Pola kepemimpinan situasional maupun Bahwa Komunikasi organisasi yang terba- transaksional merupakan pola kepemimpinan yang ngun secara efektif dalam satuan kerja orga- efektif dalam memberian perubahan sikap dan nisasi pada pemerintah daerah Kabupaten perilaku aparat pemerintah daerah Kabupaten Sinjai memberikan pengaruh terhadap peru- Sinjai, sehingga bagi aparat dalam memberikan bahan sikap dan perilaku aparat dalam mem- pelayanan ke masyarakat, nampak adanya sikap berikan pelayanan. Perubahan sikap aparat keramahan, ketepatan waktu penyelesaian, keter- itu dapat terlihat dengan lahirnya kekompo- bukaan dan tanggung jawab. kan dan kebersamaan dalam memberikan Disamping itu peningkatan pelayanan publik bagi aparat pemerintah daerah juga dapat dipengaruhi oleh proses komunikasi organisasi yang dicip- informasi tentang tugas dan mekanisme dalam memberikan pelayanan. Saran